Anda di halaman 1dari 4

VAGINITIS

No.
:442/SOP/UKP/2016
Dokumen
No.
:00
SOP Revisi
Tanggal
: 31 Maret 2016
Terbit
Halaman : 1/4
UPT
Puskesmas dr.Hj.RR.Theresia Widuri, MM
NIP. 19770208 200604 2020
Sukarasa

1. Pengertian Definisi Dan Penyebab

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang ditandai


dengan adanya pruritus, keputihan, dispareunia, dan
disuria.

Penyebab

a. Vaginosis bakterialis (bakteri Gardnerella Vaginalis adalah


bakteri anaerob yang bertanggungjawab atas terjadinya
infeksi vagina yang non-spesifik, insidennya terjadi sekitar
23,6%).

b. Trikomonas (kasusnya berkisar antara 5,1-20%.

c. Kandida (vaginal kandidiasis, merupakan penyebab


tersering peradangan pada vagina yang terjadi pada
wanita hamil, insidennya berkisar antara 15-42%

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam


penanganan kasus vaginitis

3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Sukarasa Nomor


042/SK/UKP/UPTPKMSKRS/2016 Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis.

4. Referensi 1. Permenkes No.5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik


Klinis Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
2. Buku Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskesmas Tahun
2007.
5. Prosedur/ Hasil Anamnesis (Subjective)
Langkah- Keluhan
langkah Bau adalah keluhan yang paling sering dijumpai.
2/4

Gejala klinis
a. Bau
b. Gatal (pruritus)
c. Keputihan
d. Dispareunia
e. Disuria

Faktor Risiko
a. Pemakai AKDR
b. Penggunaan handuk bersamaan
c. Imunosupresi
d. Diabetes melitus
e. Perubahan hormonal (misal : kehamilan)
f. Penggunaan terapi antibiotik spektrum luas
g. Obesitas.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang


Sederhana (Objective)
Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya iritasi,
eritema atau edema pada vulva dan vagina. Mungkin serviks
juga dapat tampak eritematous.

Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan mikroskopik cairan atau sekret vagina.
b. Pemeriksaan pH cairan vagina.
c. Pemeriksaan uji whiff: jika positif berarti mengeluarkan
mengeluarkan bau seperti anyir (amis), pada waktu
ditambahkan larutan KOH.

Penegakan Diagnosis (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan penunjang.
Vaginitis harus dicari penyebabnya, dengan menilai
perbedaan tanda dan gejala dari masing-masing penyebab,
dapat pula dengan menilai secara mikroskopik cairan vagina.
3/4

Diagnosis Banding
a. Vaginosis Bakterialis
b. Vaginosis Trikomonas
c. Vulvovaginitis Kandida

Komplikasi
Tidak ada.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan
a. Menjaga kebersihan diri terutama daerah vagina
b. Hindari pemakaian handuk secara bersamaan
c. Hindari pemakaian sabun untuk membersihkan daerah
vagina yang dapat menggeser jumlah flora normal dan
dapat merubah kondisi pH daerah kewanitaan tersebut.
d. Jaga berat badan ideal
e. Farmakologis:
1. Tatalaksana Vaginosis Bakterialis
• Metronidazol 500 mg peroral 2 x sehari selama 7
hari
• Metronidazol pervagina 2 x sehari selama 5 hari
• Krim Klindamisin 2% pervagina 1 x sehari selama 7
hari
2. Tatalaksana Vaginosis trikomonas
• Metronidazol 2 g peroral (dosis tunggal)
4/4

• Pasangan seks pasien sebaiknya juga diobati


3. Tatalaksana vulvovaginitis kandida
Flukonazol 150 mg peroral (dosis tunggal)

Konseling dan Edukasi


Memberikan informasi kepada pasien, dan (pasangan seks)
suami, mengenai faktor risiko dan penyebab dari penyakit
vaginitis ini sehingga pasien dan suami dapat menghindari
faktor risikonya. Dan jika seorang wanita terkena penyakit
ini maka diinformasikan pula pentingnya pasangan seks
(suami) untuk dilakukan juga pemeriksaan dan terapi guna
pengobatan secara keseluruhan antara suami-istri dan
mencegah terjadinya kondisi yang berulang.

Kriteria Rujukan
Tidak ada

Sarana Prasarana
a. Mikroskop
b. Kaca
c. Kassa swap
d. Larutan KOH
e. Kertas lakmus

Prognosis
Prognosis pada umumnya bonam
6. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan -

7. Unit Terkait 1. Ruang Pemeriksaan Umum


2. UGD
3. Laboratorium
8. Dokumen Rekam Medis
terkait

9. Rekaman
historis
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
perubahan
diberlakukan

Beri Nilai