Anda di halaman 1dari 2

Biografi Abu Hurairah

Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi (bahasa Arab: ‫ )عبدالرحمن بن صخر األذدي‬atau yang lebih
dikenal dengan panggilan Abu Hurairah (bahasa Arab: ‫)أبو هريرة‬, adalah seorang Sahabat Nabi
yang terkenal dan merupakan periwayat hadits. Ibnu Hisyam berkata bahwa nama asli Abu
Hurairah adalah Abdullah bin Amin dan ada pula yang mengatakan nama aslinya ialah Abdur
Rahman bin Shakhr.

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad,
yaitu sebanyak 5.374 hadits. Di antara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Ibnu Abbas,
Ibnu Umar, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan lain-lain. Imam Bukhari pernah berkata:
"Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadits dari kalangan sahabat dan tabi'in yang
meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah".

Marwan bin Hakam pernah menguji tingkat hafalan Abu Hurairah terhadap hadits Nabi.
Marwan memintanya untuk menyebutkan beberapa hadits, dan sekretaris Marwan mencatatnya.
Setahun kemudian, Marwan memanggilnya lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua
hadits yang pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal satu huruf.

Salah satu kumpulan fatwa-fatwa Abu Hurairah pernah dihimpun oleh Syaikh As-Subki dengan
judul Fatawa' Abi Hurairah. Abu Hurairah sejak kecil tinggal bersama Rasulullah.

Masa muda
Abu Hurairah diperkirakan lahir 21 tahun sebelum hijrah, berasal dari kabilah Bani Daus dari
Yaman. Sejak kecil ia sudah menjadi yatim. Ketika mudanya ia bekerja pada Basrah binti
Ghazawan, yang kemudian setelah masuk Islam dinikahinya. Nama aslinya pada masa jahiliyah
adalah Abdus-Syams (hamba matahari) dan ia dipanggil sebagai Abu Hurairah (ayah/pemilik
kucing) karena suka merawat dan memelihara kucing.

Diriwayatkan atsar oleh Imam At-Tirmidzi dengan sanad yang mauquf hingga Abu Hurairah.
Abdullaah bin Raafi' berkata, "Aku bertanya kepada Abu Hurairah, "Mengapa engkau bernama
kuniyah Abu Hurairah?" Ia menjawab, "Apakah yang kau khawatirkan dariku?" Aku berkata,
"Benar, demi Allah, sungguh aku khawatir terhadapmu." Abu Hurairah berkata, "Aku dahulu
bekerja menggembalakan kambing keluargaku dan di sisiku ada seekor kucing kecil (Hurairah).
Lalu ketika malam tiba aku menaruhnya di sebatang pohon, jika hari telah siang aku pergi ke
pohon itu dan aku bermain-main dengannya, maka aku diberi kuniyah Abu Hurairah (bapaknya
si kucing kecil)."
Masuk Islam
Seorang pemimpin Bani Daus bernama Thufail bin Amr, kembali ke kampungnya setelah
bertemu dengan Nabi Muhammad dan menjadi muslim. Ia menyerukan untuk masuk Islam, dan
Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikannya meskipun sebagian besar kaumnya saat itu
menolak. Ketika Abu Hurairah pergi bersama Thufail bin Amr ke Makkah, Nabi Muhammad
mengubah nama Abu Hurairah menjadi Abdurrahman (hamba Maha Pengasih). Ia tinggal
bersama kaumnya beberapa tahun setelah menjadi muslim, sebelum bergabung dengan kaum
muhajirin di Madinah tahun 629. Abu Hurairah pernah meminta Nabi untuk mendoakan agar
ibunya masuk Islam, yang akhirnya terjadi. Ia selalu menyertai Nabi Muhammad sampai dengan
wafatnya Nabi tahun 632 di Madinah.

Abu Hurairah pernah diangkat oleh Umar bin Khattab menjadi gubernur wilayah Bahrain untuk
masa tertentu. Saat Umar bermaksud mengangkatnya lagi untuk yang kedua kalinya, ia menolak.
Ketika perselisihan terjadi antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan, ia tidak
berpihak kepada salah satu di antara mereka.

Abu Hurairah termasuk salah satu di antara kaum fakir muhajirin yang tidak memiliki keluarga
dan harta kekayaan, yang disebut Ahlush Shuffah, yaitu tempat tinggal mereka di depan Masjid
Nabawi. Abu Hurairah mempunyai seorang anak perempuan yang menikah dengan Said bin
Musayyib, yaitu salah seorang tokoh tabi'in terkemuka.

Wafat
Abu Hurairah diriwayatkan wafat tahun 678 atau tahun 59 H di umur 78 tahun, maka jarak dari
wafatnya Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam dengan wafatnya Abu Hurairah sekitar 47
tahun. Sebelum meninggal, Abu Hurairah jatuh sakit, meninggal di Madinah, dan dimakamkan
di Baqi'.

Di riwayatkan dari Nafi’ Rahimahullah bahwa saat Abu Hurairah wafat aku dan Ibnu Umar
radhiallahu anhu ikut mengiringi jenazah, dan ibnu Umar Radhiallahu anhuma tak lepas
mendoakan Abu Hurairah lalu ia berkata, “ orang ini adalah orang yang paling hafal hadist
Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam “.