Anda di halaman 1dari 2

Anatomi Bakteri

Gambar Anatomi Bakteri

Struktur Luar Sel


a. Flagel
Tidak semua bakteri mempunyai flagel, tapi banyak dari jenis spesies basillus dan spirilum
memilikinya, dan jarang dijumpai pada golongan kokus. Pada golongan kokus tidak banyak yang
dapat bergerak, mereka yang bergerak mempunyai satu sampai lima flagel. Dari golongan spiril
banyak yang bisa bergerak karena mempunyai flagel pada salah satu atau pada kedua ujung sel.
Golongan basil yang dapat bergerak mempunyai flagel yang tersebar pada ujung-ujung maupun
pada sisi.
b. Spora
Pada spesies-spesies bakteri tertentu ada yang menghasilkan spora.
Dinding Sel
Tebal dinding sel pada bakteri berbeda-beda yakni, beberapa bakteri memiliki dinding sel amat tebal
dan berdinding tipis. Komposisi dinding sel bakteri dapat membedakan antara satu kelompok bakteri
dan kelompok bakteri lain.
Dilihat dari komposisi dinding selnya dapat dibagi:
1. Dinding sel bakteri gram positif mengandung banyak lapisan peptidoglikan yang dapat
membentuk struktur yang tebal dan kaku, dan mengandung asam teikoat.
2. Dinding sel bakteri Gram negatif mengandung satu atau beberapa lapis peptidoglikan dan
membran luar. Dinding sel bakteri gram negatif tidak mengandung asam teikoat, karena hanya
mengandung sejumlah kecil peptidoglikan maka dinding sel bakteri gram negatif relatif lebih lama
tahan terhadap kerusakan mekanis.
Beberapa bakteri juga tidak memiliki dinding sel, contohnya pada genus Mycoplasma yang
merupakan bakteri terkecil, namun membran plasmanya bersifat unik karena dapat melindungi sel
dari lisis.
Struktur di Sebelah dalam Dinding Sel
Struktur di dalam dinding sel bakteri disebut dengan struktur internal sel bakteri yang terdiri atas:
a. Spora
Pada beberapa spesies bakteri memiliki spora yang letaknya berbeda-beda, misalnya
1. Bakteri Bacillus cereus letak spora eliptikal (letaknya di bagian sentral).
2. Pada bakteri clostridium tetani memiliki spora berbentuk bola yang letaknya di ujung terminal,
dan
3. Pada spora ovoid yang letaknya dekat ujung atau subterminal, seperti yang tertera digambar
dibawah ini:

b. Eksospora
Tidak semua bakteri memiliki eksospora. Salah satu bakteri yang memiliki eksospora yakni
Sterptomyces, eksospora menghasilkan serantaian spora (disebut konidia), yang disangga di ujung
hifa, suatu filamen vegetatif. Eksospora ini serupa dengan pembentukan spora pada beberapa
cendawan.
c. Endospora
Endospora hanya terdapat pada bakteri. Merupakan tubuh berdinding tebal dan sangat resisten,
dihasilkan oleh semua spesies Bacillus, clostridium, dan Sporosarcina.
Salah satu ciri unik endospora bakteri ialah susunan kimiawinya. Semua endospora bakteri
mengandung sejumlah besar asam dipikolinat, yaitu suatu substansi yang tidak terdeteksi pada sel-
sel vegetatif.
Letak endospora di dalam sel serta ukurannya selama pembentukannya tidaklah sama bagi semua
spesies. Sebagai contoh, beberapa spora adalah sentral, yaitu dibentuk ditengah-tengah sel; yang
lain terminal, yaitu yang dibentuk di ujung; dan yang lain lagi subterminal yaitu dibentuk di dekat
ujung. Diameter spora dapat lebih besar atau lebih kecil dari diameter sel vegetatifnya. Karena itu,
adanya letak serta ukuran endospora sangat bermanfaat di dalam pencirian dan identifikasi bakteri.
Bentuk morfologi dan anatomi bakteri yang dipaparkan di atas sangat bermacam-macam, dengan
variasi bentuk yang berbeda-beda antara yang satu dan yang lain. Hal ini membuktikan bahwa
mikrooganisme seperti bakteri pun memiliki banyak variasi yang beragam, baik dari bentuk
morfologi maupun anatomi. Ini membuktikan bahwa adanya sang pencipta yang telah menciptakan
makhluk hidup dengan bentuknya sendiri tanpa adanya perubahan ke bentuk lain.