Anda di halaman 1dari 34

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar 4
dosen pengampu Eva Supriatin, S.Kp., M.Kep.

Oleh :

Kelompok 1

Eva Kristiani Br Ginting (218011)

Ihda Al Husnayain (218015)

Noor Aziziyyah (218028)

Putri Hilda Octaviani (218030)

Rahmat Awaludin (218031)

Restu Widi Pamulya (218032)

Salma Haurani (218035)

Siti Rohmawati (218037)

Wulansari Kurniasih (218043)

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN PPNI JABAR
BANDUNG
2019
Latihan 1
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

KASUS GANGGUAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Seorang anak laki-laki berinisial “A” berusia 12 tahun di rawat di bangsal anak RSUD.
Soreangsejak tanggal 10 Nopember 2019 dengan keluhan buang air besar encer lebih dari 7 kali
di rumahdan muntah 1 kali, sejak 3 hari sebelum pasien di bawah ke RS orang tua pasien
mengatakanawalnya keluhan pasien di rasakan karena pasien terlalu banyak makan mangga dan
jajansembarangan di sekolahnya. Dan orang tua pasien hanya memberikan obat-obatan yang
dibelidiapotik, namun tidak ada perubahan. karena kawatir akan kondisi anaknya orang tua
pasienmemutuskan untuk membawa pasien ke RS. Ayah pasien mengatakan anaknya sudah
BAB encerbercampur lendir ± 4 kali sejak pagi hari , pasien mengatakan Nafsu makan tidak ada,
orang tuapasien mengatakan anaknya muntah 1 kali, pasien juga mengatakan bahwa perutnya
terasa sakit,sakit seperti melilit, dirasakan pada seluruh bagian perut, nyeri di rasakan hilang
timbul, skalanyeri 6. Menurut orang tua pasien pada umur 9 tahun pasien pernah masuk rumah
sakit dan di
rawatdiRSdengankasusDBD,orangtuapasienjugamengatakanbahwaanaknyaalergiterhadap telur
dan mie instan namun tidak ada riwayat alergi terhadap obat-obatan. Orang tua pasien
mengatakan keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit menular atau alergi terhadap
makanan dan obat-obatan. Orang tua pasien mengatakan dulu adik dari ibunya pernah menderita
berak-berak namun tidak sampai di rawat di RS, orang tua pasienjuga mengatakan bahwa dalam
keluarganya tidak ada yang menderita alergi makanan dan obat-obatan. Keluarga pasien
mengatakantidakmengetahuidenganpastitentangpenyakityangdideritaanaknya.Merekahanya
mengetahui bahwa anaknya sakit perut dan berak-berak. Selama dirumah, keluarga hanya
memberikan obat entrostop yang di beli di apotik untuk anak A. Dari hasil pemeriksaan, dokter
mendiagnosis anak A menderita Diare. Menurut ibu klien, sebelum sakit pasien biasa bermain
denganteman-temansekolahnyadanteman-temandisekitarlingkungantempattinggalnyanamun
ketika sakit pasien tampak lemas dan murung. Pasien termasuk pasien yang koperatif dengan
tenaga kesehatan, ketika ditanya perawat pasien mau menjawab dan berkomunikasi dengan
perawat meskipun dengan suara pelan dan lemas. Ibu pasien merasa khawatir dengan penyakit
anaknya karena anaknya berak-berak dan muntah tetapi ibu selalu berdoa agar anaknya cepat
sembuh. Tampak Ekspresi wajah orang tua pasien cemas namun, Orang tua kooperatif terhadap
akan semua tindakan yang dilakukan.
Pengkajian tanggal 12 Nopember 2019

Pola Kebiasaan Sehari-hari :

No Kegiatan Sehari-hari Sebelum sakit Saat sakit


1 Nutrisi :
Jenis makanan nasi + lauk pauk Bubur + lauk pauk
Pola makan Teratur Teratur
Frekwensi 3 x sehari 3 x sehari
Porsi 1 piring dihabiskan Tidak dihabiskan 2-5
Nafsu makan Baik sendok (1/4 porsi)

2 Minum :
Frekwensi minum Sering berkurang
Pola minum Air putih, susu, teh Air putih, susu, teh
Jenis minum Air putih, susu Air putih, susu
Jumlah minuman 7-8 gelas belimbing 4 gelas belimbing ( @250
cc)
3 Eliminasi
BAK:
Frekwensi 4 – 5 x/sehari 3 – 4 x/sehari
Warna Kuning jernih Kuning jernih

Bau Amoniak Amoniak


BAB :
Frekwensi 1 – 2 x/hari 4 x/hari
Warna Kuning Kuning kecoklatan
Konsistensi Lunak Encer, berlendir, berampas
4 Pola istirahat (tidur)
Tidur malam Jam 22.00 s/d 06.00 Jam 21.00 s/d 05.00
Tidur siang Jam 14.00 s/d 15.30 Jam 11.00 s/d 14.00

5 Personal Hygiene
Mandi 2 x sehari Belum pernah
Gosok gigi 2 xsehari
Cuci rambut 3 xseminggu
Ganti pakaian Setiapmandi
Pemeriksaan Fisik:

Dari hasil Pemeriksaan fisik pada pasien didapatkan: keadaan umum pasien lemah, kesadaran

composmentis,suhu380c,frekuensinadi102x/menitdanfrekuensinafas20x/menit.BBsebelum
masuk RS: 37 Kg dan BB masuk RS 35 Kg dan TB 150cm.

1) Kepala dan wajah: Bentuk kepala bronchiocepalus,Rambut warna


hitam,rambut lurus.wajah terlihat pucat, wajah pasienterlihat meringis Tidak ada oedema pada
wajah, ada bercak-barcak putih (teniapersikolor) pada wajah klien. Tidak teraba adanya
benjolan/massa,Tidak ada nyeri tekan. Tidak adaoedema
2) Mata: Kedua mata simetris kiri kanan,Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterus, reaksi
pupil terhadap cahaya isokor, pelebaran pupil simetris kiri kanan, Mata sedikit cekung, Tidak ada
tanda-tanda peradangan pada konjungtiva. Tidak teraba adanya benjolan/massa, Tekanan bola
mata seimbang kiri kanan fungsi penglihatan baik, lapang pandangnormal.
3) Hidung:Bentuklubanghidungsimetriskirikanan,tampakadapengeluarancairandarihidung,
Mukosahidunghiperemis,Tidakadapernapasankupinghidung,tidakadadeformitaspadatulang
hidung.. Tidak teraba adanya benjolan/massa. Tidak ada nyeri tekan pada sinus maksilaris, sinus
edmodalis dan sinus frontalis, fungsi penciumanbaik
4) Telinga: Tidak ada pengeluaran cairan dari telinga,Tidak ada tanda-tanda radang pada
telinga,Keadaan telinga luar bersih, serumen tidak ada, Membran tympani utuh.. Tidak teraba
adanya benjolan/massa. Tidak ada nyeri tekan pada tulang mostoideus fungsi pendengaranbaik
5) Mulut/Tenggorokan: Selaput mukosa mulut tampak kering, Lidah tidak kotor, Fungsi
mengecap dan mengunyah baik,Tonsil tidak meradang, mukosa bibir lembab. Tidak ada massa
dan nyeritekan.
6) Leher: Tidak ada jaringan parut, tidak ada pembesaran pada leher. tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid, teraba denyut nadi karotis dua jari lateral sinistra adamapel.
7) Dadadanparu-paru:Bentukdadasimetriskirikanan,Pengembangandadaseimbangmengikuti
alurnafas,Frekuensipernafasan20x/menit,Jenispernafasandada,tidakadaretraksidindingdada.
Tidak ada nyeri tekan,Tidak ada masa pada dinding dada. Terdengar bunyi sonor pada area paru-
paru. Bunyi nafas vasikuler, tidak ada bunyi nafastambahan.
8) Jantung:bentukdadanormal,tidakadapembesaranpadasalahsatudindingdada.TerdengarBj I “ lup
“ pada ICS 2 dan 3. Terdengar Bj II “ dup “ pada ICS 4 dan 5. terdengar suara pekak pada area
dada sebelah kiri. teraba denyut jantung apeks pada ICS 5 dan6
9) Abdomen: Permukaan perut datar,Tidak ada lesi,Tidak ada hipo / hiperpigmentasi kulit, Tidak
nampak dalam keadaan acites. Peristaltik usus 24 x/menit, Bising usus (+). Terdengar bunyi
hypertimpani. Tidak terdapat nyeri tekan, Turgor kulit menurun (>2 detik) ,Tidak teraba adanya
pembesaran limpa, Tidak teraba adanya massa.
10) Genetalia/Anus: tidak ada kelainan pada genetalia. Tampak adanya kemerahan di anus dan
pasien mengeluh perih atau nyeri ketika BAB. Konsistensi BAB cair/encer disertai lendir dan
berbau seperti telurbusuk.
11) Ekstremitas
Ekstremitas Atas: Tangan kiri dapat digerakan dengan bebas. Sedangkan tangan kanan terpasang
IVFD RL 28 Tpm yang harus habis dalam waktu 12 Jam dengan tetesan makro (1 cc=20 tetes),
Jari-jari kedua tangan lengkap kuku bersih tidak ada oedema dan tanda sianosis,Lengan reflex
bisep baik, trisep baik. Tonus otot : 5/5
Ekstremitas Bawah: Kedua kaki dapat digerakan dengan bebas,Jari-jari kedua kakilengkap,Tidak
adasianosis,Tidakadaoedemamaupunbenjolan.Reflexpatellabaik,acilesbaik.Tonusotot:5/5

Pemeriksaan Penunjang.

a. Pemeriksaan laboratorium pada tanggal 10-11-2019


a. Pemeriksaan laboratorium
NO NAMA HASIL SATUAN NILAI NORMAL
1. WBC 19,5 103/µL 5,0-10,0
2. RBC 4,73 4,50-5,50
103/µ
3. HGB 12,7 14,0-17,0
L g/dl
4. HCT 38,3 40,0-48,0
%
5. MCV 81,0 82,0-92,0
103/
6. MCH 26,8 27,0-31,0
µL g/dl
7. MCHC 33,2 32,0-36,0
g/dl
8. RDW 12,4 10,0-18,3
%
9. PLT 331 150-400
10. MPV 4,2 103/ µL 5,0-10,0

b.Therapi/pengobatan pada tanggal 10-11-2019:


Jenis terapi/obat Dosis
1. Cotrimoxazole 2 x 1 tablet (480 mg)/oral
2. Dialac 3 x 1gr/oral
3. Cefotaxim 2 x 1 gr/IV
4. Ketorolac 2 x 30 mg/IV
5. IVFD RL 28 tetes per menit (faktor tetesan makro)

1
FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIARE


DI RSUD SOREANG
TANGGAL........................................

I. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas Pasien
Nama : An.A

Umur :12Tahun
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Pelajar
Pendidikan : SD
Pekerjaan :
Suku Bangsa :
Alamat :
Tanggal Masuk : 10 Nopember 2019
Tanggal Pengkajian : 12 Nopember 2019
No. Register :
Diagnosa Medis :
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama :
Umur :
Hub. Dengan Pasien : orangtua pasien
Pekerjaan :
Alamat :
2. Status Kesehatan
a. Status Kesehatan Saat Ini
1) Keluhan Utama (SMRS)
- Buang air besar encer sebanyak 7x dan muntah 1x

2
2) Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini
- Ayah pasien mengatakan anaknya sudah BAB encerbercampur lendir ± 4 kali sejak
pagi hari
- pasien mengatakan Nafsu makan tidak ada
- orang tuapasien mengatakan anaknya muntah 1 kali
- pasien juga mengatakan bahwa perutnya terasa sakit,sakit seperti melilit, dirasakan
pada seluruh bagian perut, nyeri di rasakan hilang timbul, skalanyeri 6.
3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
- Selama dirumah, keluarga hanya memberikan obat entrostop yang di beli di apotik
untuk anak A
b. Satus Kesehatan Masa Lalu
1) Penyakit yang pernah dialami
DBD
2) Pernah dirawat
Pernah dirawat di rumah sakit.
3) Alergi
Alergiterhadap telur dan mie instan namun tidak ada riwayat alergi terhadap
obat-obatan.
4) Kebiasaan (merokok/kopi/alkohol dll)
Pasien tidak mempunyai kebiasaan merokok/kopi/alkohol.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Orang tua pasien mengatakan dulu adik dari ibunya pernah menderita berak-berak
namun tidak sampai di rawat di RS, orang tua pasienjuga mengatakan bahwa dalam
keluarganya tidak ada yang menderita alergi makanan dan obat-obatan
d. Diagnosa Medis dan therapy
Diare

e. Genogram

3
3. Pola Kebutuhan Dasar ( Data Bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)
Pola kebiasaan sehari hari
No Kegiatan Sehari-hari Sebelum sakit Saat sakit
1 Nutrisi :
Jenis makanan nasi + lauk pauk Bubur + lauk pauk
Pola makan Teratur Teratur
Frekwensi 3 x sehari 3 x sehari
Porsi 1 piring dihabiskan Tidak dihabiskan 2-5
Nafsu makan Baik sendok (1/4 porsi)

2 Minum :
Frekwensi minum Sering berkurang
Pola minum Air putih, susu, teh Air putih, susu, teh
Jenis minum Air putih, susu Air putih, susu
Jumlah minuman 7-8 gelas belimbing 4 gelas belimbing ( @250
cc)
3 Eliminasi
BAK:
Frekwensi 4 – 5 x/sehari 3 – 4 x/sehari
Warna Kuning jernih Kuning jernih

Bau Amoniak Amoniak


BAB :
Frekwens 1 – 2 x/hari Kuning 4 x/hari

i Warna Lunak Kuning kecoklatan

Konsiste Encer, berlendir, berampas

nsi
4 Pola
istirahat Jam 22.00 s/d 06.00 Jam 21.00 s/d 05.00
(tidur) Jam 14.00 s/d 15.30 Jam 11.00 s/d 14.00
Tidur
malam
Tidur
siang

4
5 Personal
Hygiene 2 x sehari Belum pernah
Mandi 2 x sehari

Gosok 3x

gigi Cuci seminggu

rambut Setiap mandi

Ganti
pakaian

4. Pengkajian Fisik
Dari hasil Pemeriksaan fisik pada pasien didapatkan: keadaan umum pasien lemah,
kesadaran

composmentis,suhu380c,frekuensinadi102x/menitdanfrekuensinafas20x/menit.BBsebelu
m masuk RS: 37 Kg dan BB masuk RS 35 Kg dan TB 150cm.
a. Kepala dan wajah
Bentuk kepala bronchiocepalus,Rambut warna hitam,rambut lurus.wajah
terlihat pucat, wajah pasienterlihat meringis Tidak ada oedema pada wajah, ada
bercak-barcak putih (teniapersikolor) pada wajah klien. Tidak teraba adanya
benjolan/massa,Tidak ada nyeri tekan. Tidak adaoedema
b. Mata
Kedua mata simetris kiri kanan,Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterus,
reaksi pupil terhadap cahaya isokor, pelebaran pupil simetris kiri kanan, Mata
sedikit cekung, Tidak ada tanda-tanda peradangan pada konjungtiva. Tidak teraba
adanya benjolan/massa, Tekanan bola mata seimbang kiri kanan fungsi penglihatan
baik, lapang pandangnormal.
c. Hidung
Bentuklubanghidungsimetriskirikanan,tampakadapengeluarancairandarihidung,
Mukosahidunghiperemis,Tidakadapernapasankupinghidung,tidakadadeformitaspad
atulang hidung..Tidak teraba adanya benjolan/massa. Tidak ada nyeri tekan pada
sinus maksilaris, sinus edmodalis dan sinus frontalis, fungsi penciumanbaik

5
d. Telinga
Tidak ada pengeluaran cairan dari telinga,Tidak ada tanda-tanda radang pada
telinga,Keadaan telinga luar bersih, serumen tidak ada, Membran tympani utuh..
Tidak teraba adanya benjolan/massa. Tidak ada nyeri tekan pada tulang mostoideus
fungsi pendengaranbaik
e. Mulut atau tenggorokan
Selaput mukosa mulut tampak kering, Lidah tidak kotor, Fungsi mengecap dan
mengunyah baik,Tonsil tidak meradang, mukosa bibir lembab. Tidak ada massa
dan nyeritekan.
f. Leher
Tidak ada jaringan parut, tidak ada pembesaran pada leher.tidak ada pembesaran
kelenjar tiroid, teraba denyut nadi karotis dua jari lateral sinistra adamapel.
g. Dada dan paru-paru
Bentukdadasimetriskirikanan,Pengembangandadaseimbangmengikuti
alurnafas,Frekuensipernafasan20x/menit,Jenispernafasandada,tidakadaretraksidindi
ngdada. Tidak ada nyeri tekan,Tidak ada masa pada dinding dada. Terdengar bunyi
sonor pada area paru- paru.Bunyi nafas vasikuler, tidak ada bunyi nafastambahan.
h. Jantung
bentukdadanormal,tidakadapembesaranpadasalahsatudindingdada.TerdengarBj I “
lup “ pada ICS 2 dan 3. Terdengar Bj II “ dup “ pada ICS 4 dan 5. terdengar suara
pekak pada area dada sebelah kiri. teraba denyut jantung apeks pada ICS 5 dan6
i. Abdomen
Permukaan perut datar,Tidak ada lesi,Tidak ada hipo / hiperpigmentasi kulit, Tidak
nampak dalam keadaan acites. Peristaltik usus 24 x/menit, Bising usus
(+).Terdengar bunyi hypertimpani. Tidak terdapat nyeri tekan, Turgor kulit
menurun (>2 detik) ,Tidak teraba adanya pembesaran limpa, Tidak teraba adanya
massa.
j. Genetalia/anus
tidak ada kelainan pada genetalia. Tampak adanya kemerahan di anus dan pasien
mengeluh perih atau nyeri ketika BAB.Konsistensi BAB cair/encer disertai lendir
dan berbau seperti telurbusuk.

k. Ekstremitas

6
Ekstremitas Atas: Tangan kiri dapat digerakan dengan bebas. Sedangkan tangan
kanan terpasang IVFD RL 28 Tpm yang harus habis dalam waktu 12 Jam dengan
tetesan makro (1 cc=20 tetes), Jari-jari kedua tangan lengkap kuku bersih tidak ada
oedema dan tanda sianosis,Lengan reflex bisep baik, trisep baik. Tonus otot : 5/5
Ekstremitas Bawah: Kedua kaki dapat digerakan dengan bebas,Jari-jari kedua
kakilengkap,Tidak
adasianosis,Tidakadaoedemamaupunbenjolan.Reflexpatellabaik,acilesbaik.Tonusot
ot:5/5

l. Neurologis :
· Status mental da emosi :
......................................................................................................................................................
..................................................
· Pengkajian saraf kranial :
1) Nervus 1, olfaktorius (pembau)
Anjurkan klien mengidentifikasi berbagai macam jenis bau-bauan dengan
memejamkan mata, gunakan bahan yang tidak merangsang seperti kopi, tembakau,
parfume,atau rempah-rempah
2) Nervus II , Optikus (penglihatan). Melakukan pmeriksaan visus, dapat dilakukan :
- Pemeriksaan penglihatan sentral
- Pemeriksaan penglihatan perifer
- Refleks pupil
- Pemeriksaan tundus occuli (tundus kopi)
- Tes warna
3) Nervus III oculomotoris
- Ptosis .Pada keadaan normal bila seseorang melihat ke depan maka batas atas
akan memotong iris pada titik yang sama secara bilateral . Ptosis dicurigail
bila salah satu kelopak mata memotong iris lebih rendah dari pada mata yang
lain

7
- Gerakan bola mata . pasien diminta untuk melihat dan mengikuti gerakan jari
atau pulpen ke arah medial, atas ,bawah , sekaligus ditanyakan adanya
penglihatan ganda dan dilihat ada tidaknya nigtamus
- Pemeriksaan pupil
4) Nervus IV thrigeminus
- Cabang optalmicus, memeriksa refleks berkedip
- Cabang maxilaris , memeriksa kepekaan wajah, lidah, dan gigi
- Cabang mandibularis, memeriksa kepekaan rahang dan gigi
5) Nervus V facialis
Pemeriksaan fungsi motorik : mengerutkan dahi, mimik, mengangkatkan alis,
menutup mata, mencongongkan bibir atau menyengir, memperlihatkan gigi,
bersiul

6) Nervus VI auditorius
Memeriksan ketajaman pendengaran klien
7) Nervus glosopharigeal
Menguji kemampuan rasa lidah depan, atas, bawah, samping

· Pemeriksaan refleks :
......................................................................................................................................................
..................................................

5. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium pada tanggal 10-11-2019
NO NAMA HASIL SATUAN NILAI NORMAL
1. WBC 19,5 103/µL 5,0-10,0
2. RBC 4,73 4,50-5,50
103/µ
3. HGB 12,7 14,0-17,0
L g/dl
4. HCT 38,3 40,0-48,0
%
5. MCV 81,0 82,0-92,0
103/
6. MCH 26,8 27,0-31,0
µL g/dl
7. MCHC 33,2 32,0-36,0
g/dl
8. RDW 12,4 10,0-18,3
%

8
9. PLT 331 103/ µL 150-400
10. MPV 4,2 5,0-10,0

b. Terapi atau pengobatan pada tanggal 10-11-2019


Jenis terapi/obat Dosis
1. Cotrimoxazole 2 x 1 tablet (480 mg)/oral
2. Dialac 3 x 1gr/oral
3. Cefotaxim 2 x 1 gr/IV
4. Ketorolac 2 x 30 mg/IV
5. IVFD RL 28 tetes per menit (faktor tetesan makro)

9
Pathway Diare

10
II. ANALISA DATA

DATA ETIOLOGI/ANALIS MASALAH


A KEPERAWATAN
DS : Faktor infeksi Diare
- Buang air besar ↓
encer lebih dari Saluran pencernaan
7x di rumah dan makanan
muntah 1x ↓
- BAB encer Infeksi bakteri, virus,
bercampur lendir parasit
kurang lebih 4x ↓
sejak pagi hari Berkembangbiak di
- Perut sakit, sakit Dalam usus
seperti melilit, ↓
dirasakan pada Peningkatan sekresi air
seluruh bagian dan elektrolit
perut nyeri ↓
dirasakan hilang D
timbul skala nyeri
5
DO :
- BAB amoniak 4x
sehari, kuning
kecoklatan,
encer, berlendir,
berampas
- Leukosit
meningkat
- Suhu 38 C

11
- Bising usus
hiperaktif
DS : BAB encer 7x Frekwensi BAB Defisien volume cairan
saat dirumah meningkat
DO : ↓
- BAK dengan Kehilangan cairan dan
frekwensi 3- elektrolit yang
4x/sehari berlebihan
- minum ↓
berkurang Defisien volume cairan
- turgor kulit
menurun
- mukosa mulut
tampak
kering
- frekuensi nadi
102x/menit
- suhu 380C

DS : pasien Diare Kerusakan integritas kulit


mengekuh nyeri saat ↓
BAB BAB sering
DO : ↓
Tampak ada Iritasi kulit
kemerahan di ↓
anus Kerusakan integritas
kulit
DS : Malutrisi Kesiapan meningkatkan
- Keluarga ↓ nutrisi
pasien Makanan yang
mengatakan masukidak adekuat
nafsu makan ↓
pasien tidak Intake dan output yang

12
ada tidak seimbang
- Pasien menyebabkan non
mengalami balance intake dan
muntah output
- Pasien ↓
mengeluh peru Kekurangan nutrisi
sakit seperti dalam tubuh
sembelit ↓
Kesiapan meningkatkan
DO :
nutrisi
- Pasien makan
3X sehari
tidak
dihabiskan
(1/4 porsi)
- Berat badan
pasien turun
2kg
35
- IMT = 1,52
35
= 22,5

= 15,5
(normal)

13
DS : Adanya faktor Ansietas
DO : tampak ekspresi penyebab
wajah orang tua ↓
pasien cemas namun, Perubahan status
orang tua kooperatif ↓
terhadap akan semua perubahan
tindakan yang Kurang terpapar info
dilakukan tentang penyakit

Stres psikologi

Ansietas
DS : Diare Defisit perawatan diri:
DO: ↓ mandi
- Selama sakit Kelemahan fisik
belum pernah ↓
mandi, gosok Defisit perawatan diri
gigi, cuci rambut,
ganti pakaian
- Ada bercak putih
(teniapersikolor)
pada wajah klien
- Tampak ada
pengeluaran
cairan di hidung

III.DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS

1. Diare b.d Infeksi bakteri


2. Defisien volume cairan tubuh b.d asupan cairan kurang
3. Kerusakan integritas kulit b.dgangguan volume cairan
4. Kesiapan meningkatkan nutrisi b.d kurangnya intake makanan
5. Ansietas b.d kurangnya pengetahuan

14
6. Defisit perawatan diri mandi b.d kendala lingkungan

IV. PERENCANAAN

DX TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


1 Setelah dilakukan tindakan Manajemen Diare Manajemen Diare
keperawatan 3x24 jam 1. Ajari pasien cara 1. Penggunaan obat
diharapkan Pasien tidak penggunaan obat antidiare bertujuan
mengalami diare antidiare secara untuk mengurangi
Kriteria Hasil : tepat diare/ frekuensi BAB
- Perut tidak terasa sakit 2. Instruksikan pasien 2. Membantu
- Bising usus normal atau anggota membedakan
- BAB normal (sehari 2x keluarga untuk penyakit individu
tidak encer dan tidak mencatat warna, dan mengkaji
berlendir ) volume, frekuensi, beratnya tiap
- Suhu dari 3-5 dan konsistensi defekasi
- Peningkatan jumlah sel tinja 3. Untuk menjaga
darah putih dari 2-4 3. Berikan makanan asupan makanan
- dalam porsi kecil yang dibutuhkan
dan lebih sering oleh tubuh. Porsi
serta tingkatkan lebih kecil dapat
porsi secara meningkatkan
bertahap masukan yang sesuai
4. Anjurkan pasien dengan kalori
menghindari 4. Makanan pedas dan
makanan pedes dan yang menimbulkan
yang menimbulkan gas dapat
gas dalam perut merangsang lambung
5. Intruksikan diet dan mengiritasi
rendah serat, tinggi mukosa lambung
protein, tinggi 5. Untuk mengganti
kalori, sesuai nutrisi yang sudah
kebutuhan keluar secara

15
6. Monitor bising berlebihan
usus 6. Mengetahui
Kontrol Infeksi peristaltik usus
1. Bersihkan pasien
lingkungan Kontrol Infeksi
dengan baik 1. Supaya pasien
setelah digunakan merasa nyaman
untuk setiap 2. Supaya pasien tidak
pasien terkena infeksi
2. Ganti peralatan 3. Agar pasien tetap
perawatan bersih dan tidak
perpasien sesuai terkena bakteri
protokol institusi 4. Supaya menjaga
3. Anjurkan pasien kebersihan dari
mengenai teknik kuman atau bakteri
mencuci tangan 5. Untuk menjaga
dengan tepat kebersihan dari rasa
4. Gunakan sabun aman terhadap
antimikroba untuk bakteri dan kotoran
cuci tangan yang 6. Agar lebih baik dari
sesuai kondisi sebelumnya
5. Cuci tangan 7. Supaya pasien lebih
sebelum dan baik dan mendingan
sesudah kegiatan dari berbagai bakteri
perawatan pasien
6. Lakukan tindakan-
tindakan
pencegahan yang
bersifat universal
7. Anjurkan pasien
untuk meminum
antibiotik seperti
yang diresepkan

16
8. Ajarkan pasien
dan keluarga
mengenai
bagaimana
menghindari
infeksi
2 Setelah dilakukan tindakan Managemen Cairan Managemen Cairan
keperawatan 3x24 jam 1. Jaga intake 1. Untuk
diharapkan Pasien mampu /asupan yang mengetahui jumlah
untuk adekuat dan cairan yg masuk dan
- Frekuensi BAB kembali catat output, keluar ke dalam tubuh
normal 2. Monior status pasein,
- Minum pasien tercukupi hidrasi 2. Untuk
- Turgor kulit kembali (misalnya, mengetahui perubahan
normal membran perubahan status hidrasi,
- Mukosa mulut menjadi mukosa membran mukosa, dan
lembab lembab, denyut mengambarkan berat
- Frekuensi nadi kembali nadi adekuat). ringannya kekurangan
normal 3. Monitor tanda cairan,
- Suhu kembali normal. tanda vital 3. Untuk
Kriteria Hasil: pasein, mengetahui adanya
- Turgor kulit dengan 4. Berikan terapi perubahan pada
skala 2-4 IV, seperti beberapa organ yg
- Kelembaban yang berhungan dengan status
membran mukosa ditentukan, kesehatan pasein,
dengan skala 2-4 4. Untuk memenuhi
- Bola mata cekung kebutuhan cairan pasien
2-3
- Peningkatan suhu
tubuh dengan skala
3-4
- Nadi cepat dengan
skala 3-4

17
3 Setelah dilakukan tindakan Perawatan perineum 1. Supaya pasien bisa
keperawatan 3x24 jam 1. Bantu pasien membersihkan
diharapkan Pasien mampu membersihkan perineum secara
untuk BAB kembali normal perineum dengan benar
dan tidak tampak kemerahan 2. Jaga agar area 2. Supaya luka diarea
di anus perineum tetap perineum bisa cepet
Kriteria hasil : kerja sembuh
- Membersihkan area 3. Bersihkan area 3. Supaya terhindar
perineum dari skala perineum dari infeksi bakteri
2 sampai dengan secara teratur 4. Supaya membantu
skala 4 4. Berikan obat- dalam penyembuhan
obatan yang luka perinum
sesuai
diresepkan
4 Setelah dilakukan Manajemen nutrisi : Manajemen nutrisi :
tindakan keperawatan - Tentukan - Untuk memenuhi
3x24 jam diharapkan status gizi status gizi pasien
pasien : pasien dan dan mengetahui
1. Nafsu makan kemampuan kemampuan
kembali normal pasien untuk pasien untuk
2. Tidak ada muntah memenuhi memenuhi
3. Tidak ada nyeri kebutuhan gizi. kebutuhan gizi.
abdomen - Tentukan - Untuk memenuhi
4. BB kembali normal jumlah kalori kebutuhan kalori
Kriteria hasil : dan jenis dan nutrisi sesuai
• Status nutrisi nutrisi yang dengan
- Asupan makanan dibutuhkan pemenuhan
skala 3-5 untuk persyaratan gizi.
- Rasio berat badan / memenuhi - Agar pasien
tinggi badan skala persyaratan mendapatkan
3-5 gizi. terapi diet sesuai
- Atur diet yang keperluan tubuh.

18
diperlukan Monitor nutrisi :
(yaitu : - Untuk
menyediakan mengetahui BB
makanan pasien.
protein tinggi ; - Untuk
menambah mengetahui
kalori ; perubahan BB
menambah pasien.
vitamin, - Untuk
mineral, atau mengetahui
suplemen) frekuensi muntah
Monitor nutrisi : dan penyebab
- Timbang berat mual dan muntah
badan pasien pada pasien.
- Identifikasi BB
terakhir
- Monitor
adanya mual
dan muntah
Setelah dilakukan tindakan Pengurangan
5. keperawatan 3x24 jam kecemasan : 1. Supaya orang tua
diharapkan pasien mampu 1. Gunakan pasien tidak
Kriteria Hasil : untuk tidak pendekatan merasakan cemas
lagi merasakan ansietas. yang tenang 2. Agar lingkungan
Kriteria hasil : dan tenang sehingga
- Memantau insensitas meyakinkan membuat orang
kecemasan dari skala 2. Pahami situasi tua pasien tidak
3 sampai dengan krisis yang merasakan cemas
skala 4 terjadi dari 3. Untuk
- Mengurangi perspektif mengetahui
penyebab kecemasan klien kondisi klien dari
dari skala 3 sampai 3. Berada disisi rasa cemas
dengan skala 4 klien untuk 4. Supaya orang tua

19
- Mengurangi rangsang meningkatkan pasien tidak
lingkungan ketika rasa aman dan merasakan
cemas dari skala 3 mengurangi kecemasan dan
sampai dengan skala ketakuatan terhindar dari
4 4. Dorong stress
- Mencari informasi verbalisasi 5. Untuk
untuk mengurangi perasaan, mengetahui
kecemasan dari skala persepsi dan tentang
3 sampai dengan ketakutan perubahan dan
skala 4 5. Identifikasi kondisi agar tidak
pada saat terjadi tingkat
terjadi kecemasan
perubahan
tingkat
kecemasan
6. Setelah dilakukan tindakan Bantuan Perawatan Bantuan Perawatan
keperawatan 3x24 jam Diri : Mandi/ Diri : Mandi/
diharapkan pasien mampu Kebersihan Kebersihan
melakukan mandi sendiri 1. Pertimbangkan 1. Untuk mngetahui
secara teratur budaya pasien saat budaya pasien agar
Kriteria Hasil : mempromosikan tidak terjadi kesalah
- Pasien mampu aktivitas pahaman
melakukan mandi perawatan diri 2. Mengetahui usia
sendiri secara teratur 2. Pertimbangkan pasien agardapat
- Tidak ada bercak putih usia pasien saat menyesuaikan
di wajah mempromosikan dengan keadaan
- Tidak ada keluar cairan perawatan diri pasien
dari hidung 3. Letakan handuk, 3. Untuk persiapan
sabun ,deodoran, pasien mandi
alat bercukur, dan 4. Agar pasien tidak
assesoris lain yang kesulitan dalam
diperlukan di sisi mengambil
tempat tidur atau peralatan mandi

20
kamar mandi 5. Supaya pasien lebih
4. Sediakan barang nyaman terhadap
pribadi yang dirinya sendiri
diinginkan 6. Untuk mengetahui
(misalnya : kondisi kulit pasien
deodoran, sikat 7. Suapaya pasien bisa
gigi, sabun mandi, lebih merasakan
sampo, lotion dan nyaman
produk
aromaterapi)
5. Sediakan
lingkungan yang
terapeutik dengan
memastikan
kesehatan, suasana
rileks, privasi dan
pengalaman
pribadi
6. Monitor integritas
kulit
7. Jaga ritual
kebersihan

Catt : Kolom dx cukup ditulis nomornya saja berdasarkan dx prioritas

V. IMPLEMENTASI & EVALUASI

Dx Intervensi Implementasi Evaluasi


1. Manajemen Diare
1. 2. 1. Ajari pasien cara
3. penggunaan obat antidiare

21
4. secara cepat :
5. - Inform konsen
- Beritahu pasien
mengenai obat
antidiare seperti dialac
- Beritahu pasien cara
penggunaan obat
antidiare tsb
2. Menginstruksikan pasien
/anggota keluarga untuk
mencatat warna,volume,
frekuensi , dan konsistensi
tinja
3. Memberikan makanan
dalam porsi kecil dan
lebih sering serta
tingkatkan porsi secara
bertahap
4. Menganjurkan pasien
menghindari makanan
pedes dan yang
menimbulkan gas dalam
perut
5. Menginstruksikan diet
rendah serat , tinggi
protein, tinggi kalori
sesuai kebutuhan
6. Memonitor bising usus
- Inform konsen
- Mendengarkan bising
usus dibagian
abdomen
menggunakan

22
stetoskop
- Dengarkan frekuensi
bising usus
Kontrol Infeksi
1. Membersihkan
lingkungan dengan baik
setelah digunakan untuk
setiap pasien dengan cara
menyapu mengepel dsb
2. Mengganti peralatan
perawatan pasien sesuai
protokol institusi
3. Menganjurkan pasien
mengenai teknik mencuci
tangan dengan tepat
- Pertama tangan dibilas
dengan air dan sabun
- Gosok telapak tangan
- Gosok punggung
tangan
- Bersihkan sela-sela
jari
- Bersihkan ibu jari
- Lakukan teknik
mengunci
- Gosok kuku searah
dengan jarum jam
4. Menggunakan sabun
antimikroba untuk cuci
tangan yang sesuai
5. Mencuci tangan sebelum
dan sesudah kegiatan
perawatan pasien

23
6. Mengajarkan langkah
tindakan –tindakan
pencegahan yang bersifat
universal seperti:
- Memakai sarung
tangan
- Memakai masker
- Memakai handscoon
- Dan memakain APD
lainnya
7. Menganjurkan pasien
untuk meminum obat
antibiotik seperti yang
diresepkan contohnya
cotrimoxazole ,
cefotaxim, dan yang
lainnya
8. Mengajarkan pasien dan
keluarga mengenai
bagaimana menghindari
infeksi
- Bila tinggal satu
rumah, hindari
menggunakan handuk
atau peralatan yang
sama dengan anggota
keluarga lainnya
- Selalu membersihkan
toilet dengan
desinfektan tiap
setelah buang air besar
- Selalu mencuci tangan
dengan sabun dan air

24
hangat seperti sebelum
makan, sebelum
menyiapkan makanan,
setelah memegang
daging mentah, setelah
menggunakan toilet,
dan setelah bermain
dengan binatang
peliharaan
- Selalu menjaga
kebersihan dapur dan
kamar mandi
1. catat setiap asupan cairan
dan pengeluaran cairan
2. monitor adanya perubahan
pada membran mukosa, denyut
nadi
3. monitor adanya perubahan
TTV pasien (denyut nadi, RR,
TD,suhu)
4. Pemberian cairan melalui
1.
per-oral atau intravena (infus)
2.
2. a. Mencuci tangan.
3.
b. Inform consen
4.
c. Pasang sarung tangan
d. Gantungkan pletboth
pada tiang infus
e. Bukakan kemasan
steril infus set
f. Atur klam roll sekitar
2-4cm dibawah bilik
drip dan tutup klam
yang ada pada saluran

25
infus
g. Tusukan pipa saluran
infus kedalam botol
cairan dan tabung
tetesan diisi setengah
dengan cara memencet
tabung tetesan infus
h. Buka klam dan alirkan
cairan keluar sehingga
tidak ada udara pada
selang infus, lalu klam
i. Cari dan pilih vena
yang akan dipasang
infus
j. Letakkan torniquet 10-
12cm diatas tempat
yang akan ditusuk
k. Disinfeksi daerah
pemasangan dengan
kapas alkohol 70%
secara sirkular
l. Tusukkan jarum
abocath masuk
kedalam vena, tarik
pelan-pelan jarum
abocath sehingga
semua plastik abocath
masuk kedalam vena.
m. Sambungkan segera
abocath dengan selang
infus
n. Lepaskan torniquet
dan longgarkan untuk

26
melihat kelancaran
tetesan sudah lancar,
pangkal jarum
direkatkan pad kulit
dengan plester
o. Atur tetesan sesuai
dengan kebutuhan
p. Tutup tempat tusukan
dengan kasa steril
dengan menggunakan
plester.

1. Guanakan antiseptik dan


air untuk membersihkan
area luka perineum
2. Gunakan tisu kering untuk
lap sesudah BAB di area
1. perineum
2. 3. Gunakan antiseptik dalam
3.
3. membersihkan luka
perineum setiap sesudah
BAB
4. Berikan salep untuk
membantu penyembuhan
luka perineum

1. 1. Monitor dan tentukan


2. status gizi pasien
3. 2. Hitung kebutuhan kalori
4 4. pasien. (normal kebutuhan
5. kalori pada anak laki-laki
6. usia 12 tahun = 2.100
kkal/per hari)

27
 10kg pertama X
100kkal
 10kg kedua X
50kkal
 Sisa BB X 20kkal
 Setelah itu
tambahkan semua
hasilnya. Sehingga
didapatkan berapa
kebutuhan kalori
pasien.
3. Mengatur kebutuhan diet
yang diperlukan pasien.
4. Timbang BB pasien.
5. Hitung IMT pasien
𝐵𝐵
Rumus : 𝑇𝐵2

(*TB dalam meter)


6. Hitung intake dan output
pasien.
7. Menghitung balance
cairan pasien (pada anak).
 Usia 12-14 tahun :
5-6 cc/kgBB/hari
 Rumus :
(30 – usia anak
dalam tahun) X
cc/kgBB/hari
1. anjurkan pearawat
1. memberikan dukungan
5. 2. dan situasi yang nyaman
3. 2. memberikana
4. pendekatan terhadap
situasi krisis untuk

28
ketenangan dan
kenyamanan
3. pantau kondisi klien da
hindari dari situasi yang
meningkatkan ketakutan
4. berikan dukungan
untuk mengurangi
ketakutan dan persepsinya
5. anjurkan perawat untuk
berasa di dekat klien
untuk mengetahui
perubahan tingkat
kecemasan
1. mempertimbangkan
budaya pasien saat
mempromosikan aktivitas
perawatan diri
2. mempertimbangkan usia
pasien saat
1.
mempromosikan
2.
perawatan diri
3.
3. meletakan handuk, sabun
4.
,deodoran, alat bercukur,
6. 5.
dan assesoris lain yang
6.
diperlukan di sisi tempat
7.
tidur atau kamar mandi
4. menyediakan barang
pribadi yang diinginkan
(misalnya : deodoran,
sikat gigi, sabun mandi,
sampo, lotion dan produk
aromaterapi)
5. menyediakan lingkungan

29
yang terapeutik dengan
memastikan kesehatan,
suasana rileks, privasi dan
pengalaman pribadi
6. memonitor integritas
kulit. Seperti mengecek
turgor kulitnya normal
tidak, melihat apakah
masih ada bercak-bercak
putih diwajah
7. Jaga ritual kebersihan.
Jaga selalu kebersihan
lingkungan pasien
Catt
Kolom dx dan intervensi cukup ditulis nomornya saja

30