Anda di halaman 1dari 3

Scenario 1

Step 1

1. Diplopia (wp) : persepsi bayangan ganda saat melihat suatu benda (shinta)
Melihat benda menjadi 2 (khusnul)
Suatu gangguan penglihatan dimana pasien melihat 2 bayangan atau gambaran dari 1
obyek yang berdekatan atau disebut dengan pengelihatan ganda (denial)

2. Ptosis bilateral( jazy) : kondisi saat kelompak mata atas menurun sehingga pupil menjadi
tertutup sebagaian (galuh) penurun akibat berkurangnya kekuatan otot yang
mengendalikan kelopak mata (komang) tergantung seberapa banyak kondisi ini menutup
pupil pada umumnya (pinky)

3. Penglihatan ganda (amalia) : melihat 2 bayangan ketika melihat 1 objek (galuh)

Step 2
1. Apa penyebab ptosis bilateral (lutfi)
2. Pencegahan apa yang dapat dilakukan pada ptosis bilateral (galuh)
3. Cara pengobatan ptosis bilateral (wp)
4. Apakah gejala ptosis bilateral termasuk gejala rabun (jazy)
5. Apa faktor risiko untuk penyakit myasthenia gravis (lutfi)
6. Adakah hubungan antara usia dengan gejala ptosis bilateral (khusnul)
7. Apakah ptosis bilateral saling berhubungan dengan diplopia (pinky)
8. Aktivitas apa yang harus dihindari dari penderita myasthenia gravis (galuh)
9. Bagaimana hubungan penglihatan ganda dengan kelemahan pola nafas (elfira)
10. Komplikasi dari penyakit myasyhenia gravis(danial)
11. Adakah terapi yang dilakukan untuk penyembuhan penyakit myasthenia gravis
(nur)
12. Mengapa ptosis pada kasus tersebut hanya membaik pada pagi hari (khusnul)
13. Apa yang akan terjadi jika gejala ptosis ini tidak ditangani dengan tepat (wp)

Step 3

1. Apa penyebab ptosis bilateral (lutfi)


Jawab: penyebab paling umum karena faktor umur, terjadi pada lansia karena
proses penuaan (amalia) otot levator yang tidak berkembang dengan sempurna
mempengaruhi membuka mata bisa juga penyebabnya trauma (pinky)
2. Pencegahan apa yang dapat dilakukan pada ptosis bilateral (galuh)
Jawab: hidrasi tubuh dengan baik, hindari rokok dan alcohol, tidur cukup, dan
perbaiki nutrisi (khusnul)
3. Cara pengobatan ptosis bilateral (wp)
Jawab: menggunakan kacamata atau operasi (khusnul)n melatih otot mata yang
terkena ptosis (elfira)
4. Apakah gejala ptosis bilateral termasuk gejala rabun (jazy)
Jawab: tidak karena prose situ terjadi karena gangguan saraf sedangkan rabun
karena kornea nya cekung atau cembung ( wp )
5. Apa faktor risiko untuk penyakit myasthenia gravis (lutfi)
Jawab: genetic, memiliki penyakit menular, sedang dalam pengobatan penyakit
jantung dan tekanan darah tinggi (amalia)
6. Adakah hubungan antara usia dengan gejala ptosis bilateral (khusnul)
Jawab: siapun bisa mengalami gejala tersebut namun yang lebih rentan terkena
gejala tersebut adalah lansia (nur hidayah)
7. Apakah ptosis bilateral saling berhubungan dengan diplopia (pinky)
Jawab: yak arena ptosis adalah turunnya kelopak mata dan diplopia adalah
melihat 2 bayangan padahal 1 obyek jadi akan sangat berpengaruh (galuh)
8. Aktivitas apa yang harus dihindari dari penderita myasthenia gravis (galuh)
Jawb: stress dan kelelahan karena hal itu dapat memicu kekambuhan (khusnul)
9. Bagaimana hubungan penglihatan ganda dengan kelemahan pola nafas (elfira)
Jawab:
10. Komplikasi dari penyakit myasyhenia gravis(danial)
Jawab : pasien mengalami kesulitan bernafas, terjadi gangguan autoimun lain
seperti gangguan kelenjar tiroid, terjadi tumor tymus, dan krisis myasthenia atau
otot-otot pernafasan terlalu lemah untuk berfungsi ( nur )
11. Adakah terapi yang dilakukan untuk penyembuhan penyakit myasthenia gravis
(nur)
Jawab: cek up dengan teratur, menghindari stress, tidak merokok, dan
menghindari debu (khusnul) dengan menemukan keseimbangan antara istirahat
dan aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya kelemahan otot (galuh)
12. Mengapa ptosis pada kasus tersebut hanya membaik pada pagi hari (khusnul)
Jawab: karena pada saat malam hari pada saat tidur makan otot- otot juga
beristirahat dan rileks sehingga pada pagi hari keadaan akan membaik karena
belum melakukan aktivitas (galuh)
13. Apa yang akan terjadi jika gejala ptosis ini tidak ditangani dengan tepat (wp)
Jawab: otot maata akan semakin melemah dan sarafnya tidak bisa berfungsi
(shinta)

Step 4
Step 5

1. mahasiswa mampu mengetahui tanda dan gejala penyakit myasthenia


gravia (amalia)
2. mahasiswa mampu mengetahui patofisiologi penyakit myasthenia gravis
(jazy)
Dasar ketidaknormalan pada miasthenia gravis adalah adanya kerusakan
pada transmisi impuls saraf menuju sel - sel otot karena kehilangan
kemampuan atau hilangnya reseptor normal membran postsinaps pada
sambungan neuromuskular.
3. mahasiswa mampu mengetahui penyebab penyakit myasthenia gravis (wp)
4. mahasiswa mampu mengetahui penatalaksanaan penyakit myasthenia
(khusnul)
5. mahasiswa mampu mengetahui manifestasi klinis penyakit myasthenia
(nur)
6. mahasiswa mampu mengetahui diagnose keperawatan yang berhubungan
dengan penyakit myasthenia (wp)
7. mahasiswa mampu mengetahui bagaimana hubungan penglihatan ganda
dengan kelemahan pola nafas
8. mahasiswa mampu mengetahui asuhan keperawatan penyakit myasthenia
gravis