Anda di halaman 1dari 7

LABORATORIUM SISTEM TRANSMISI

NO. PERCOBAAN : 01
JUDUL PERCOBAAN : MENENTUKAN IMPEDANSI KARAKTERISTIK
DARI SUATU SALURAN DUA KAWAT

KELAS / GROUP : TT 5D / 03
NAMA PRAKTIKAN : RIZKI AZKA FIHI A (1317030072)
NAMA KELOMPOK : 1. DITHEOSVI ALVIRA G (1317030085)
2. KADEK CHYNTIA L (1316030033)
3. MIKAEL BASTANTA P (1317030077)
TANGGAL PERCOBAAN : 25 NOVEMBER 2019
TGL. PENYERAHAN LAP. : 09 DESEMBER 2019
NILAI :
DOSEN : YENNIWARTI RAFSYAM, SST., M.T.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2019
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI .............................................................................................................
1. TUJUAN PERCOBAAN ...................................................................................
2. PENDAHULUAN .............................................................................................
3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN ...............................................................
4. DIAGRAM RANGKAIAN ...............................................................................
5. PROSEDUR MELAKUKAN PERCOBAAN...................................................
6. HASIL PERCOBAAN ......................................................................................
7. PERHITUNGAN DAN ANALISA ...................................................................
8. KESIMPULAN ..................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................
LAMPIRAN ..............................................................................................................

i
MENENTUKAN IMPEDANSI KARAKTERISTIK
DARI SUATU SALURAN DUA KAWAT

1. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengukur impedansi karakteristikdari suatu saluran simestris.
2. Mengukur arus masukan dan tegangan masukan pada saluran, bila
terminalnya hubung singkat dan bila ujung salurannya terbuka.
3. Menghitung impedansi karakteristik dari nilai-nilai yang diperoleh
dalam pengukuran.
4. Menentukan magnitude impedansi karakteristik sebagai suatu fungsi
frekuensi.
5. Menentukan terminal saluran terbaik untuk transmisi dalam rentang
frekuensi medium.
6. Mengetahui efek panjang saluran pada impedansi karakteristik.

2. PENDAHULUAN
Agar dapat memperkirakan kemampuan penggunaan suatu saluran untuk
suatu rentang frekuensi transmisi, perlu diketahui impedansi karakteristik
saluran.
Dari magnitude impedansi karakteristik, saluran dapat disesuaikan dengan
suatu harga optimum.
Impedansi karakteristik tergantung dari konstruksi geometric saluran.
Sebagaimana digambarkan dalam rangkaian ekivalen dibawah ini, impedansi
karakteristik tersebut dapat direpresentasikan dengan sederetan resistor yang
sangat kecil dan koil-koil yang terhubung seri serta sambungan parallel dari
sejumlah kapasitor-kapasitor yang sangat kecil dan konduktansi.

Gambar 1. Rangkaian ekivalen

1
Resistansi R’ dari suatu saluran tergantung pada diameter saluran dan
bahan yang digunakan dalam pembuatan kawat.
Nilai resistansi R’ ditulis dalam Ohm/km.
Induktansi L’, kapasitansi C’, dan konduktansi G’, semua tergantung pada
jarak antar saluran, diameter saluran dan isolasi bahan yang digunakan.
Induktansi dituliskan dalam mH/km, kapasitansi dalam nF/km dan
konduktansi dalam µS/km.
Sebagai contoh, nilai-nilai karakteristik saluran yang mempunyai
diameter 0,9 mm, dengan isolasi plastik adalah :
R’ = 57,8 ohm/km
L’ = 0,7 mH/km
C’ = 34 nF/km
G’ = 1 µS.km
Diagram berikut ini, menunjukkan metoda pengukuran impedansi
karakteristik.

Gambar 2

1. Dengan saluran yang berujung terbuka, pengukuran tegangan dan arus tak
langsung dibuat untuk menentukan seluruh nilai konduktansi (G) dan
seluruh nilai kapasitansi (Xc).
resistansi saluran berujung terbuka

Gambar 3

2
2. Dengan keluaran terhubung singkat (Gambar. 5) resistansi total dari
seluruh resistor (R) dan induktansi koil (XL) yang terhubung secara seri
diukur.

resistansi hubungan singkat.

Impedansi karakteristik dihitung dari nilai-nilai yang diperoleh untuk Ro


dan Rsh, untuk setiap frekuensi yakni :

Dalam latihan ini, digunakan sebuah model saluran transmisi, yang


mempunyai rangkaian ekivalen sebagai berikut :

Gambar 4
Simulasi dari nilai-nilai konduktansi, telah dihilangkan.

3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


- 2 buah model saluran transmisi 0,9 µ ; 0,85 km
- 2 buah resistor terminating 300 ohm
- 1 panel lintasan universal
- 1 catu daya
- 1 generator fungsi 0,2 Hz – 200 kHz
- 1 buah Osiloskop dual-trance dengan input diferensial
- 2 probe test, 10 : 1
- 2 adapter probe
- 1 multimeter
- 1 set kabel penghubung dan plug

3
4. DIAGRAM RANGKAIAN

Gambar 5. Diagram Rangkaian 1

Gambar 6. Diagram Rangkaian 2

5. PROSEDUR MELAKUKAN PERCOBAAN


5.1 Buatlah sebuah rangkaian seperti yang ditunjukkan dalam diagram
rangkaian 1.
Aturlah osiloskop pada masukan diferensial.
Pasanglah probe tes 10:1 dengan hati-hati.
Catatan : Gunakanlah defleksi yang sama untuk kedua kanal Y.

Ug = 4 Vpp ≅ 1.42 Vrms ≅ 5.25 dB, (Usahakanlah agar nilai-nilai ini


konstan selama percobaan; Ukurlah dengan sebuah mV meter atau dB
meter).

4
Pada frekuensi yang telah ditentukan, Lengkapilah pengukuran yang
diperlukan untuk Tabel 1.
Ue adalah tegangan masukan saluran yang harus diukur (pengukuran
diferensial), UR adalah tegangan jatuh pada resistor 300 ohm, yang
digunakan untuk mengukur arus masukan secara tidak langsung (Ie).

Dari nilai tegangan terukur, hitung nilai-nilai Ro dan Rsh


𝑈𝑒 𝑈𝑅
𝑅𝑜/𝑠ℎ = ; dimana 𝐼𝑒 = , kemudian
𝐼𝑒 𝑅
𝑅𝑜 𝑈𝑒 𝑈𝑒 (𝑉)
= 𝑈𝑅 = . 300 ohm
𝑠ℎ 𝐼𝑒 (𝑉)
𝑅

Dari nilai-nilai Ro dan Rsh, hitung impedansi karakteristik:


𝑍 = √𝑅𝑜 × 𝑅𝑠ℎ
5.2 Masukkanlah nilai-nilai impedansi karakteristik (Z) dalam grafik pada
Grafik 1.
5.3 Buatlah rangkaian seperti dalam diagram rangkaian 2.
Tentukanlah impedansi karakteristik untuk frekuensi seperti tercantum
dalam Tabel 2, ikutilah metode yang digunakan dalam poin 1.
5.4 Periksalah hasil yang diperoleh, memasukkan hasilnya pada lembar kerja
4.
5.5 Hitunglah resistansi terminating optimum untuk frekuensi medim
transmisi, 800 Hz pada lembar kerja 5.