Anda di halaman 1dari 6

1.

1 PERAN KOMUNIKASI DALAM KEWIRAUSAHAAN

Wirausaha secara individu dikenali bukan dalam isolasi, melainkan dalam


berkomunikasi dan interaksi dengan pihak lain di luar dirinya sendiri. Apa
sebabnya? Karena wirausaha itu tidak hidup sendirian. Dari adanya berkomunikasi
dan interaksi, akan terbentuk kepribadian yang mencakup perilaku, sikap, dan
sistem nilai.

Kehidupan para wirausaha sehari-hari selalu terlibat dengan menerima dan


memberi informasi melalui komunikasi. Oleh sebab itu, dengan adanya
komunikasi di dalam dunia bisnis sangat penting sekali untuk keberhasilan di
dalam kegiatan usahanya. Jika demikian komunikasi itu apa? Perkataan
komunikasi berasal dari kata "Communicare" (bahasa Latin) yang artinya
memberitahukan. Sedangkan menurut bahasa Inggris disebut "Communication"
yang artinya suatu pertukaran informasi, konsep, ide, perasaan antara dua atau
lebih.

Salah satu yang paling penting bagi para wirausahawan untuk mendapatkan sukses
di dalam bisnis adalah dengan berkomunikasi dan interaksi. Jika tidak dapat
berkomunikasi maka tidak mungkin bagi seorang wirausahawan dapat memperoleh
kesempatan berbisnis, baik untuk menciptakan ide-ide, gagasan, maupun cara
mengembangkan usahanya.

1.2 DEFINISI KOMUNIKASI

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang
lain, untuk memberitahu atau untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik
langsung
secara lisan maupun tidak langsung melalui media; proses penyampaian bentuk
interaksi
gagasan kepada orang lain dan proses penciptaan arti terhadap gagasan atau ide
yang
disampaikan, baik sengaja maupun tidak disengaja

1
1.3 Proses berkomunikasi
Proses berkomunikasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Proses komunikasi primer


Proses komunikasi primer adalah proses penyampaian pikiran oleh wirausaha
(komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) dengan menggunakan
lambang-lambang sebagai media atau saluran.

b. Proses komunikasi sekunder


Proses komunikasi sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang
wirausaha (komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) dengan
menggunakan alat sebagai sarana. Seorang wirausaha menggunakan media, karena
masyarakat konsumen sangat jauh tempat tinggalnya dan sangat banyak. Apabila
masyarakat konsumen (komunikan) sangat jauh tempat tinggalnya, maka sebagai
alat berkomunikasi menggunakan surat, telepon, telegram, dan lain sebagainya.

c. Proses komunikasi linear


Proses komunikasi linear adalah proses perjalanan dari satu titik ke titik lain secara
lurus. Proses komunikasi linear merupakan penyampaian pesan oleh seorang
wirausaha (komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) sebagai titik
terminal. Komunikasi linear ini berlangsung dalam situasi berkomunikasi tatap
muka atau melalui alat media.

d. Proses komunikasi sirkular


Proses komunikasi sirkular adalah proses terjadinya umpan balik (feed back).
Terjadinya umpan balik (feed back) adalah adanya arus pesan dari seorang
wirausaha (komunikator) mengalir kepada masyarakat konsumen (komunikan).
Adakalanya umpan balik itu mengalir dari masyarakat konsumen (komunikan)
kepada wirausaha (komunikator)."

2
1.4 Tujuan dan keberhasilan berkomunikasi
Tujuan adanya berkomunikasi adalah mengubah tingkah laku, baik secara individu
maupun secara kelompok. Tujuan adanya berkomunikasi adalah melaksanakan
pertukaran informasi yang paling menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk
wirausaha (komunikator) maupun masyarakat konsumen (komunikan) untuk
menemukan kesamaan persepsi. Berkomunikasi dianggap berhasil apabila tafsiran
masyarakat konsumen (komunikan) dapat menerima maksud wirausaha
(komunikator).

Apabila antara komunikan dan komunikator tidak ada kesesuaian, maka masalah
ini disebut salah komunikasi. Dengan perkataan lain berkomunikasi dianggap
berhasil apabila tujuan yang dunginkan wirausahawan (komunikator) mendapatkan
tanggapan positif dari masyarakat konsumen (komunikan).

1.5 Bentuk Komunikasi

Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia
bisnis, yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

1. Komunikasi verbal
Komunikasi verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk
komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan
(oral). Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar,
mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar dan lain-lain.
Sedangkan komunikasi verbal memilki tipe yang dibedakan menjadi dua yaitu,
berdasarkan aktif atau pasifnya peserta komunikasi dalam proses komunikasi.
Adapun dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata
yang disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun
lisan, seperti :
- Berbicara dan Menulis
Suatu pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan
menggunakan tulisan, seperti surat, memo dan laporan.
- Mendengarkan dan Membaca
3
Untuk mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah,
dimana orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan
mendengar (listening) dan membaca (reading).
2. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar
dalam komunikasi bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal
memiliki sifat kurang terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami
dalam penggunaan bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-
simbol, warna dan intonasi suara.Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan
komunikasi nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi
nonverbal. pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa
memiliki rencana dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami
Adapun Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu:
- Menyediakan dan memberikan informasi
- Mangatur alur suatu percakapan
- Mengekspresikan emosi
- Memberi sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan
verbal
- Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain
- Mempermudah tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran
pada saat kuliah.
Kadang dalam prakteknya, di dalam suatu komunikasi bisnis terjadi penggabungan
antar komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal dalam suatu situasi. Karena
biasanya kata-kata yang disampaikan dalam suatu komunikasi atau percakapan
kadang hanya membawa sebagian dari pesan.
Dan relevansinya dalam komunikasi bisnis, tipe komunikasi nonverbal dapat
menentukan kredibilitas dan kepemimpinan seseorang, yang dapat dilihat dari
karateristik suara, penampilan, sentuhan, gerakan dan posisi tubuh juga melalui
ekspresi wajah dan mata.

4
1.6 Melakukan Komunikasi Efektif

Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasi buah pikiran ke dalam bentuk


ucapanucapan yang jelas, menggunakan tutur kata yang enak didengar dan mampu
menarik perhatian orang lain. Berkomunikasi yang efektif harus diikuti dengan
perilaku jujur, sehingga dapat membantu seorang wirausaha di dalam
mengembangkan karir masa depannya.

Dengan kepandaian berkomunikasi secara efektif seorang wirausaha akan


mencapai puncak karir dan meraih kursi empuk yang menjadi idaman setiap orang.
Keterampilan di dalam berkomunikasi ditentukan oleh bentuk mengekspresikan
diri. Di samping itu hambatan berbahasa, hambatan fisik dan hambatan secara
psikologis harus bisa diatasi.

Sementara itu orang-orang bisnis mengatakan bahwa: "Untuk mengelola bisnis


dengan baik pasarkanlah sesuatu untuk masa depan. Agar bisa menguasai masa
depan, kuasailah sebanyakbanyaknya informasi melalui komunikasi yang efektif'.

Berkomunikasi secara efektifprinsipnya adalah bertanya dan berbicara seperlunya


dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Prinsip berkomunikasi secara
efektif harus memperhatikan tata cara dan sopan santun agar di dalam pembicaraan
dapat berjalan dengan lancar.

Berkomunikasi secara efektif akan menghasilkan buah pildran yang positif untuk
memecahkan permasalahan, yaitu:
a. Memberi kesempatan berbicara kepada lawan bicara.
b. Bertatap muka secara sopan dan ramah tamah.
c. Berbicara secara jelas, dimengerti, dan jangan berbisik.
d. Menghayati pokok permasalahan yang akan disampaikan.
e. Menghimpun karakteristik wirausaha yang berhasil di dalam usahanya.

5
KESIMPULAN

Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasikan buah pikiran ke dalam


bentuk bentuk ucapan yang jelas.

Berkomunikasiyang baik diikuti dengan prilaku yang jujur,konsisten dalam


pembicaraan.dengan keterampilan berkomunikasi seorang wirausaha dapat
mencapai puncak karir yang diimpikan.

Anda mungkin juga menyukai