Anda di halaman 1dari 34

KELOMPOK 1

MATRIAKAL

Nama kelompok :
Bening Juwita Anjaswari (1710021)
Erza Ardifa (1710031)
Ghitha Putri Immarta Dewi (1710043)
M. Arofik (1710049)
Novi Karina Ismalasari (1710071)
Poppy Denita Sari (1710079)

Disfungsi Proses Keluarga

a. Definisi keluarga disfungsi


Hubungan yang terjalin di dalamnya tidak berjalan dengan harmonis, seperti
fungsi masing-masing anggota keluarga tidak jelas atau ikatan emosi antar
anggota keluarga kurang terjalin dengan baik (Siswanto, 2007).
b. Tanda dan gejala
a) Mengalami kesulitan dalam mengerjakan suatu proyek
b) Cenderung menganggap diri dengan sangat serius
c) Mereka cenderung mengalami kesulitan dalam pembentukan hubungan-
hubungan yang dekat dan intim
d) Merasa bahwa mereka berebda dari orang lain
e) Mereka cenderung sangat loyal, bahkan setelah sudah terbukti bahwa
orang lain tidak layak
c. Faktor yang berhubungan
a) Kurangnya kesiapan anatar suami dan istri
b) Salah satu atau kedua orangtua terlalu sibuk
c) Komunikasi yang tidak efektif
d) Ketidak mampuan orangtua dalam menyatukan budaya yang bebeda
Gangguan Proses Keluarga

a. Definisi gagangguan proses keluarga


Perubahan dalam hubungan atau fungsi keluara
b. Tanda dan gejala mayr
a) Subjektif : -
b) Objektf
1. Keluarga tidak mampu beradaptasi terhadap situasi
2. Tidak mampu berkomunikasi secara terbuka diantara anggota
keluarga

Tanda gejala minor

a) Subjektif : keluarga tidak mampu mengungkapkan perasaan secara


leluasa
b) Objektif
1. Keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik atau emosional
atau spiritual anggota keluarga
2. Keluarga tidak mampu mencari atau menerima bantuan secara
tepat
c. Faktor yang berhubungan
a) Hospitalisasi
b) Kondisi penyakit kronis
c) Cedera traumatis
d) Prosedur pembedahan
e) Penyalahgunaan zat
f) Penyakit alsheimer
g) Kehamilan
KELOMPOK 2

SINGLE PARENTS

Nama kelompok :

1. Aliffian sabrina A. (1710009)

2. Amanda mela S. (1710011)

3. Arif rahman S. (1710013)

4. Lidya Novita S (1710051)

5. Umie aida (1710107)

1. Kode Dx : 00188

Diagnosa : Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko

Definisi : Hambatan kemampuan untuk mengubah gaya hidup/perilaku


dalam cara yang memperbaiki tingkat kesejahteraan

Batasan karakteristik :

a. Gagal mencapai pengendalian yang optimal

b. Gagal melakukan tindakan pencegahan masalah kesehatan

c. Mengurangi perubahan status kesehatan

d. Tidak menerima perubahan status kesehatan

e. Merokok

f. Penyalahgunaan zat

Faktor yang berhubungan :

- Kurang pemahaman

- Kurang dukungan social

- Pencapaian diri yang rendah


- Sikap negatif terhadap pelayanan kesehatan

- Presepsi negatif terhadap strategi pelayanan kesehatan yang ditawarkan

- Ansietas social

- Stressor

Populasi beresiko :

a. Riwayat keluarga alkoholisme

b. Kesulitan ekonomi

2. Kode Dx : 00099

Diagnosa : Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan

Definisi : Ketidakmampuan mengidentifikasi, mengelola, dan/atau


mencari bantuan untuk mempertahankan kesejahteraan

Batasan Karakteristik :

a. Tidak menunjukkan perilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan

b. Tidak menunjukkan minat pada perbaikan perilaku sehat

c. Ketidakmampuan bertanggung jawab memenuhi praktik kesehatan


dasar

d. kurang pengetahuan tentang praktik kesehatan dasar

e. Kurang dukungan social

f. Pola perilaku kurang mencari bantuan kesehatan

Faktor yang berhubungan :

- Berduka tidak tuntas

- Hambatan pengambilan keputusan

- Keterampilan komunikasi tidak efektif


- Strategi koping tidak efektif

- Sumber daya tidak cukup

- Distress spiritual

Populasi beresiko : Perkembangan terlambat

Kondisi terkait :

a. Gangguan fungsi kognitif

b. Penurunan keterampilan motorik halus

c. Penurunan keteranpilan motorik kasar

d. Gangguan presepsi

3. Kode Dx : 00078

Diagnosa : Ketidak efektifan manajemen kesehatan

Definisi : Pola pengaturan dan penginterasian kedalam kebiasaan


terapeutik hidup sehari-hari untuk tindakan terapeutik terhadap
penyakit dan sekuelanya yang tidak memuaskan untuk
memenuhi tujuan kesehatan spesifik

Batasan karakteristik :

a. Kesulitan dengan regimen yang diprogramkan

a. Kegagalan memasukkan regimen pengobatan dalam kehidupan sehari


hari

b. Kegagalan melakukan tindakan untuk mengurang faktor resiko

c. Pilihan yang tidak efektif dalam hidup sehari-hari untuk memenuhi


tujuan kesehatan

Faktor yang berhubungan :

- Konflik pengambilan keputusan


- Kesulitan mengatasi kompleksitas regimen terapeutik

- Kesulitan mengarahkan sistem pelayanan kesehatan yang kompleks

- Tuntutan berlebihan

- Konflik keluarga

- Pola pelayanan kesehatan keluarga

- Kurang petunjuk untuk bertindak

- Kurang pengetahuan tentang program terapeutik

- Kurang dukungan social

- Presepsi hambatan

- Presepsi keuntungan

- Presepsi keseriusan kondisi

- Presepsi kerentanan

- Ketidakberdayaan

Populasi beresiko : Kesulitan ekonomi


KELOMPOK 3

NUCLEAR FAMILY

Nama Kelompok :

1. Evin Dinda Lestari (1710033)


2. M. Syaifudin Afriza (1710061)
3. Puspa Indah Permatasari (1710081)
4. Salwa Mawaddati Muna (1710099)
5. Shonia Okta Cendraiswati (1710101)

A. Kontaminasi (NANDA 2018-2020, Hal 424)


Definisi : pemajanan pada kontaminan lingkungan dalam dosis yang cukup
menyebabkan efek yang membahayakan kesehatan
Batasan Karakteristik :
Pestisida
- Efek dermatologis akibat pemajanan pestisida
- Efek gastrointestinal akibat pemajanan pestisida
- Efek neurologis akibat pemajanan pestisida
- Efek paru akibat pemajanan pestisida
- Efek ginjal akibat pemajanan pestisida

Zat Kimia

- Efek dermatologis akibat pemajanan zat kimia


- Efek gastrointestinal akibat pemajanan zat kimia
- Efek imunologis akibat pemajanan zat kimia
- Efek neurologis akibat pemajanan zat kimia
- Efek paru akibat pemajanan zat kimia
- Efek ginjal akibat pemajanan zat kimia

Biologis

- Efek dermatologis akibat pemajanan biologi


- Efek gastrointestinal akibat pemajanan biologi
- Efek neurologis akibat pemajanan biologi
- Efek paru akibat pemajanan biologi
- Efek ginjal akibat pemajanan biologi

Polusi

- Efek neurologi akibat pemajanan polusi


- Efek paru akibat pemajanan polusi

Limbah

- Efek dermatologis akibat pemajanan limbah


- Efek gastrointestinal akibat pemajanan limbah
- Efek hati akibat pemajanan limbah
- Efek paru akibat pemajanan limbah

Radiasi

- Efek genetic akibat pemajanan radiasi


- Efek imunologis akibat pemajanan radiasi
- Efek neurologis akibat pemajanan radiasi
- Efek onkologis akibat pemajanan

Faktor yang berhubungan


Eksternal
- Lantai berkarpet
- Kontaminasi zat kimia dalam makanan
- Kontaminasi zat kimia dalam air
- Permukaan yang terkelupas di lingkungan tempat anak-anak berada
- Kurang penguraian kontaminan
- Praktik hygiene rumah tangga tidak adekuat
- Layanan kota yang tidak adekuat
- Praktik hygiene personal tidak adekuat
- Pakaian pelindung tidak adekuat
- Penggunaan pakaian pelindung yang tidak tepat
- Memakan material terkontaminasi
- Bermain di area tempat kontaminan lingkungan digunakan
- Kontak zat kimia tanpa pelindung
- Kontak logam berat tanpa perlindungan
- Kontak materi radioaktif tanpa perlindungan
- Penggunaan kontaminan lingkungan di rumah
- Penggunaan bahan berbahaya pada area dengan ventilasi kurang
- Penggunaan bahan berbahaya tanpa perlindungan efektif
Internal
- Pemajanan yang bersamaan
- Nutrisi tidak adekuat
- Merokok
Populasi Beresiko
- Anak <5 tahun
- Kesulitan ekonomi
- Pemajanan pada level kontaminan tinggi
- Pemajanan pada polutan atmosfir
- Pemajanan bioterorisme
- Pemajanan bencana
- Pemajanan radiasi
- Gender wanita
- Kehamilan selama pemajanan
- Lansia
- Pemajanan pada kontaminan sebelumnya

Kondisi Terkait

- Penyakit yang sebelumnya ada


- kehamilan
B. Resiko Hambatan Religiositas ( NANDA 2018-2020, Hal 373)
Definisi : Rentan mengalami gangguan kemampuan melatih
kebergantungan pada keyakinan keagamaan dan atau berpartisipasi dalam
ritual tradisi kepercayaan tertentu.

Faktor Resiko
- Kurang fasilitas transportasi.
- Nyeri.
- Ansietas.
- Depresi.
- Takut akan kematian.
- Pemberi asuhan tidak efektif.
- Strategi koping tidak efektif.
- Merasa tidak aman.
- Kurang dukungan sosial.
- Kendala kultural untuk mempraktikkan agama.
- Kendala lingkungan untuk mempraktikkan agama.
- Kurangnya interaksi sosiokultural.
- Distres spiritual.

Populasi Berisiko

- Penuaan.
- Krisis akhir kehidupan.
- Transisi kehidupan
- Riwayat memanipulasi religiositas.
- Hospitalisasi.
- Krisis personal.
- Krisis spiritual.

Kondisi Terkait

- Penyakit
C. Kesiapan Meningkatkan Pengambilan Keputusan (NANDA 2018-
2020, Hal 366)
Definisi : Suatu pola pemilihan urutan tindakan untuk memenuhi tujuan
kesehatan jangka pendek dan panjang yang dapat ditingkatkan
Batasan Karakteristik
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusn
dengan tujuan sosiokultur.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan nilai sosiokultural.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan tujuan.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan nilai
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan pengambilan keputusan.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkananalisis resiko-keuntungan
terhadap keputusan.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkanpemahaman tentang
pemilihan untuk mengambil keputusan.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan pemahaman tentang makna
pilihan.
- Mengungkapkan keinginan meningkatkan penggunaan data reliable
untuk keputusan.
KELOMPOK 4
EQULITARIAN
Nama kelompok :
1. Aswinda 1710017
2. Fenny A S 1710039
3. Nathalia W 1710067
4. Shafira H 1710097
5. Uci Kurnia W 1710105
6. Vincentius I 1710109

1. Penurunan Koping Keluarga


a. Definisi
Ketidakadekuatan dukungan, rasa nyaman, bantuan dan motivasi
orang terdekat yang dibutuhkan klien untuk mengelola / mengatasi
masalah kesehatan
b. Tanda dan Gejala
 Mayor
Subyektif
- Klien mengeluh tentang respon orang terdekat
- Pada masalah kesehatan
Obyektif
- Orang terdekat menarik diri dari klien
- Terbatasnya komunikasi orang terdekat dengan klien
 Minor
Subyektif
- Orang terdekat menyatakan kurang terpapar infomasi
tentang upaya mengatasi klien
Obyektif
- Bantuan yang dilakukan orang terdekat menunjukkan
hasil yang tidak memuaskan
- Orang terdekat berperilaku protektif yang tidak sesuai
dengan kemampuan / kemandirian klien .
c. Faktor yang berhubungan
- Disorganisasi keluarga
- Perubahan peran keluarga
- Kurangnya saling mendukung
2. Kesiapan peningkatan koping keluarga
a) Definisi
Pola adaptasi anggota keluarga dalam mengatasi situasi yang
dialami klien secara efektif dan menunjukkan keinginan serta
kesiapan untuk meningkatkan kesehatan keluarga dan klien
b) Tanda dan Gejala
 Mayor
Subyektif
- Anggota keluarga menetapkan tujuan untuk
meningkatkan gaya hidup sehat
- Anggota keluarga menetapkan sasaran untuk
meningkatkan kesehatan
 Minor
- Anggota keluarga mengidentifikasi pengalaman yang
mengoptimalkan kesejahteraan
- Anggota keluarga berupaya menjelaskan dampak krisis
terhadap perkembangan
- Anggota keluarga mengungkapkan minat dalam
membuat kontak dengan orang lain yang mengalami
situasi yang sama

3. Resiko ketidakmampuan menjadi orang tua


A. Definisi
Rentan terhadap ketidakmampuan pemberi asuhan primer untuk
menciptakan, mempertahankan, atau memperbaiki lingkungan
yang meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan optimum
anak
B. Faktor Resiko
 Bayi atau Anak
- Gangguan perilaku ( mis. Kurang perhatian )
- Jenis kelamin tidak sesuai harapan
- Keterlambatan perkembangan
- Konflik temperamental dengan harapan orang tua
- Perubahan kemampuan presepsi
 Pengetahuan
- Cenderung melakukan hukuman fisik
- Defisiensi pengetahuan tentang ketrampilan menjadi
orang tua
- Harapan yang tidak realistis terhadap anak
- Ketrampilan komunikasi buruk
- Kurang kesiapan menjadi orang tua
 Psikologis
- Depresi
- Usia orang tua terlalu muda
- Jumlah kehamilan banyak
- Ketunadayaan
- Riwayat penyakit jiwa
 Sosial
- Gangguan lingkungan rumah
- Ketidakdekuatan pengaturan pengasuhan anak
- Konflik perkawinan
- Perubahan dalam unit keluarga
- Kurang penerapan nilai tentang peran menajadi orang
tua
KELOMPOK 5

PATRIAKAL

Nama kelompok :

1. Arum Rizka Numfitri 1710015


2. Bagas Aji Sampurna 1710019
3. Elfania Indriani 1710029
4. Fitria Wulandari 1710041
5. Reza Meidita Sari 1710089
6. Riski Firlana Aysha Putri 1710093

Diagnosa 1 : Kesiapan meningkatkan penyesuaian individu (nanda 2018-


2020, hal:348)

1. Definisi : suatu pola kemampuan pulih dari situasi yang tidak sesuai atau
perubahan, melalui suatu proses adaptasi dinamis yang dapat diperkuat.
2. Batasan Karakteristik :
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan keamanan lingkungan
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan kemajuan mencapai tujuan
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dalam aktivitas
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan untuk meningkatkan
tanggung jawab diri untuk bertindak
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan penyusunan tujuan
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan hubungan dengan orang
lain.
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan penyesuaian diri
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan harga diri
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan rasa kendali
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan system pendukung
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan penggunaan strategi
manajemen konflik
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan penggunaan keterampilan
koping
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan sumber daya yang tersedia

Diagnosa 2 : Kesiapan Meningkatkan Koping Keluarga

(nanda 2018-2020, hal:334)

1. Definisi : Suatu pola manajemen tugas adaptif oleh individu utama


(anggota keluarga, orang terdekat atau sahabat) yang melibatkan tuntutan
kesehatan klien, yang dapat ditingkatkan.
2. Batasan karakteristik :
- Mengungkapkan keinginan untuk mengetahui dampak krisis terhadap
pertumbuhan
- Mengungkapkan keinginan untuk untuk memilih pengalaman yang
mengoptimalkan kesejahteraan
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan hubungan dengan orang lain
yang mengalami situasi yang sama
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan gaya hidup
- Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan promosi kesehatan

Diagnosa 3 : Hambatan Interkasi Sosial (nanda 2018-2020, hal:301)

1. Definisi : Kurang atau kelebihan kuantitas, atau tidak efektif pertukaran


sosialnya.
2. Batasan Karakteristik :
- Ketidaknyamanan dalam situasi social
- Ketidakpuasan dengan hubungan social
- Disfungsi interaksi dengan orang lain
- Keluarga melaporkan perubahan dalam berinteraksi
- Gangguan fungsi social
3. Faktor yang berhubungan :
- Kendala komunikasi
- Gangguan konsep diri
- Gangguan proses pikir
- Kendala lingkungan
- Hambatan mobilitas fisik
- Kurang pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan mutualitas
- Kurang keterampilan untuk meningkatkan mutualitas
- Ketidaksesuaian sosiokultural
KELOMPOK 6

PATRILINEAL

Nama Kelompok
1. Nanda Devita (161.0067)
2. Alfiah ( 171.0005)
3. Fatimah Dwi C (171.0037)
4. Jihan Nada I (171.0049)
5. Mellysa Rahayu A (171.0057)
6. Ramanda Putra R P (171.0087)

A. Resiko ketidak seimbangan hubungan


- Definisi
Pola perilaku dan ekspresi diri yang tidak sesuai dengan konteks
lingkungan norma dan harapan.

- Batasan karakteristik
Subjektif : a. Perubahan persepsi peran
b. Ansietas/depresi
c. Perubahan persepsi diri terhadap peran
d. Rasa percaya diri yang tidak adekuat
e. Ketidakpastian

Objektif : a. Perubahan persepsi orang lain terhadap peran


b. Perubahan pola tanggung jawab yang biasanya
c. Koping yang tidak adekuat

- Faktor yang berhubungan


- Pengetahuan ( kurang edukasi dan transisi peran )
- Fisiologi ( Gangguan citra tubuh )
- Sosial ( kekerasan rumah tangga dan status
sosio ekonomi rendah )
B. Konflik peran orang tua
- Definisi
Kekecewaan peran orang tua dan konflik dalam respon
menghadapi krisis
- Batasan karakteristik : a. Kecemasan
b. Merasa kehilangan kontrol terhadap anak
c. Takut
d. Pengungkapan oleh orang tua dua tentang
keluarga (seperti fungsi, komunikasi kesehatan )
e. Pengungkapan secara verbal perasaan
frustasi
- Faktor yang berhubungan
a. Perubahan status perkawinan
b. Perawatan perawatan anak dengan kebutuhan
c. Gangguan kehidupan keluarga Karena perawatan di
rumah
d. intimidasi dengan modalitas
e. Pusat perawatan khusus
C. Performa peran
- Definisi
Suatu perilaku dan ekspresi diri tidak sesuai dengan harapan, nama
dan konteks lingkungan.
- Batasan karakteristik
a. Ambivalensi peran
b. Anxietas
c. Bingung peran
d. Depresi
e. Diskriminasi
- Faktor yang berhubungan
a. Pengetahuan
Harapan peran tidak realistis dan kurang edukasi yang
menyebabkan ketidak adekuat
b. Psikologis
Depresi,harga diri renda dan keletihan dalam masalah
kesehatan jiwa
c. Sosial
Kekerasan dalam rumah tangga karena kurang ekonomi
dan ketidak tepatan hubungan dengan sistem pelayanan
kesehatan.
KELOMPOK 7

PATRILOKAL

Nama kelompok :
1. Carmitha Nareswari 1710023
2. Fibria Adisty 1710083
3. M. Dyon 1710053
4. Mustika Myra 1710063
5. Tiara Yunanda 1710103
6. Wila Ayu 1710111
KESIAPAN PENINGKATAN MENJADI ORANG TUA
DEFINISI
Pola pemberian lingkungan bagi anak atau anggota keluarga yang cukup untuk me
mfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan serta dapat ditingkatkan.          
 GEJALA & TANDA MAYOR

Subjektif  Objektif 
a. Mengekspresikan keinginan  a. Tampak adanya dukungan emosi dan 
untuk meningkatkan peran m pengertian pada anggota keluarga       
enjadi orang tua anak atau         
 
GEJALA & TANDA MINOR 

Subjektif  Objektif 
a. Anak a. Kebutuhan fisik
atau anggota keluarga lainnya mengeskpresi dan emosi anak/anggo
kan kepuasan dengan lingkungan rumah         ta keluarga terpenuhi   
         
b. Anak atau anggota keluarga               
c. mengungkapkan harapan yang realistis

KONDISI KLINIS TERKAIT


Perilaku upaya peningkatan kesehatan

RISIKO GANGGUAN PERLEKATAN


DEFINISI
Berisiko mengalami gangguan interaksi antara orang tua atau
orang terdekat dengan bayi/anak yang dapat mempengaruhi proses asah, asih dan 
asuh. 
 PENYEBAB

a. Kekhawatiran menjalankan peran sebagai orang tua        
b. Perpisahan antara ibu dan bayi/anak akibat hospitalisasi  
c. Penghalang fisik (mis. inkubator, baby warmer)     
d. Ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan bayi/anak     
e. Perawatan dalam ruang isolasi  
f. Prematuritas         
g. Penyalahgunaan zat        
h. Konflik hubungan antara orang tua dan anak          
i. Perilaku bayi tidak terkoordinasi         

 
KONDISI KLINIS TERKAIT

a. Hospitalisasi         
b. Prematuritas         
c. Penyakit kronis pada orang tua atau anak    
d. Retardasi mental   
e. Komplikasi maternal       
f. Sakit selama periode hamil dan melahirkan  
g. Post partum blues

KETIDAKMAMPUAN MENJADI ORANG TUA


Definisi
Ketidakmampuan pengasuh primer untuk menciptakan, mempertahankan, atau
memperbaiki lingkungan yang meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan
optimum anak.
Batasan Karakteristik
Bayi atau anak-anak
1. Gangguan fungsi sosial
2. Gangguan perilaku
3. Kegagalan tumbuh-kembang
4. Keterlambatan perkembangan kognitif
5. Kurang perlekatan
6. Melarikan diri
7. Penurunan ansietas akibat perpisahan
8. Performa akademik rendah
9. Riwayat penganiayaan
10. Riwayat trauma
11. Sering kecelakaan
12. Sering sakit
Orang tua
1. Asuhan tidak konsisten
2. Bermusuhan
3. Bicara negatif tentang anak
4. Frustasi dengan anak
5. Kaku dalam memenuhi kebutuhan
6. Keterampilan asuhan tidak tepat
7. Kurang interaksiorang tua-anak
8. Lingkungan rumah tidak aman
9. Manajemen perilaku tidak konsisten
10. Menghunkum
11. Menolak anak
12. Merasa peran tidak cocok
13. Merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan anak
14. Pemeliharaan kesehatan anak tidak adekuat
15. Penelantaran
16. Pengabaian kebutuhan anak
17. Pengaturan asuhan anak tidak tepat
18. Penurunan dalam menimbang
19. Penurunan kemampuan menangani anak
20. Riwayat penganiayaan masa kecil
21. Stimulasi tidak tepat
Faktor yang Berhubungan
Bayi atau anak-anak
1. Gangguan perilaku
2. Jenis kelamin tidak sesuai harapan
3. Kelahiran kembar
4. Kelahiran premature
5. Keterlambatan perkembangan
6. Kondisi cacat
7. Konflik temperamental dengan harapan orang tua
8. Penyakit kronis
9. Perpisahan orang tua-anak
10. Perubahan kemampuan persepsi
11. Temperamen sulit
KELOMPOK 8
GAY AND LESBIAN FAMILY
Nama Kelompok :

Alifia Agus Kurnia Putri (1710003)

Devi Nariyanta Purbasari (1710025)

Nadiyah Fitriyani (1710065)

Nur Alif Siad Suhendra (1710073)

Nur Wulan Adhani Lakato (1710075)

Kesiapan Meningkatkan Pengambilan Keputusan

A. Definisi
Suatu pola pemilihan urutan tindakan untuk memenuhi tujuan kesehatan
jangka pendek dan panjang yang dapat ditingkatkan.
B. Batasan karakteristik
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan tujuan sosiokultural.
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan nilai sosiokultural.
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan tujuan.
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan keharmonisan keputusan
dengan nilai.
‒ Mengungkapan keinginan meningkatkan pengambilan keputusan .
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan analisis resiko
keuntungan terhadap keputusan.
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan pemahanan tentang
pilihan untuk mengambil keputusan.
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan kepercayaan diri dalam
mendiskusikan pilihan perawatan kesehatan secara terbuka.
‒ Mengungkapkan keinginan meningkatkan pengambilan keputusan.
‒ Menyatakan keinginan meningkatkan privasi untuk membahas
pilihan perawatan kesehatan.

Dx 2 : Resiko Pertumbuhan Tidak Proporsional

A. Definisi
Beresiko mengalami pertumbuhan diatas persentil ke-97 atau dibawah
persentil ke-3 untuk usia, yang melewati dua jalur persentil.

B. Faktor resiko
Pengasuh

 Penganiayaan  Penyakit Mental


 Kesulitan Belajar (Cacat  Ketunadayaan Belajar Berat
Mental)

Lingkungan

 Deprivasi  Bencana alam


 Kemiskinan  Teratogen
 Keracunan timbal  Perilaku kekerasan

Individual

 Anoreksia
 Perilaku pemberian  Selera makan yang selalu
 Perilaku makan
makan yang individu
mengalami meningkat
maladaptif
yang maladaptif
oleh pengasuh  Malnutrisi
 Penyakit kronis  Prematuritas
 Infeksi  Penyalahgunaan zat

Prenatal
 Gangguan kongenital
 Gangguan genetik
 Infeksi maternal
 Nutrisi material
 Kehamilan kembar
 Penyalahgunaan zat
 Pemajanan teratogen

Dx 3 : Resiko Keterlambatan Perkembangan

A. Definisi
Rentan mengalami keterlambatan 25% atau lebih pada satu atau lebih area
social atau perilaku pengelolaan-diri, atau keterampilan kognitif, bahasa,
motorik kasar atau halus, yang dapat mengganggu kesehatan.
B. Faktor resiko

‒ Nutrisi tidak adekuat ‒ Penyalahgunaan zat


‒ Adanya penganiayaan

C. Populasi beresiko

‒ Gangguan perilaku ‒ Perawatan prenatal yang


‒ Kesulitan ekonomi terlambat
‒ Bencana alam ‒ Usia ibu ≤ 15 tahun
‒ Pemanjaan pada perilaku ‒ Usia ibu ≥ 35 tahun
kekerasan ‒ Tidak memahami fungsi maternal
‒ Riwayat adopsi ‒ Penyalahgunaan zat maternal
‒ Nutrisi maternal tidak ‒ Skrining obat terlarang positif
adekuat ‒ Prematuritas
‒ Asuhan prenatal tidak ‒ Kehamilan tidak direncanakan
adekuat ‒ Kehamilan tidak diinginkan
‒ Keterlibatan dengan sistem
perawatan

D. Kondisi terkait
‒ Cedera otak
‒ Ketidakmampuan belajar pemberi asuhan
‒ Masalah kesehatan mental pemberi asuhan
‒ Penyakit kronis
‒ Gangguan kongenital
‒ Gangguan endokrin
‒ Gagal bertumbuh
‒ Gangguan genetic
‒ Gangguan pendengaran
‒ Gangguan penglihatan
‒ Keracunan timbal
‒ Infeksi prenatal
‒ Otitis median tulang
‒ Gangguan kejang
‒ Bergantung pada teknologi
‒ Program program pengobatan
KELOMPOK 9
MULTIGENERATION FAMILY
Nama kelompok :

Adinda Noer Yulia (1710001)

Ali Gufron (1710007)

Dwike Febrianikmah (1710027)

Nurul Isnaini Afifah (1710077)

Riris Wulandari (1710091)

KETIDAKMAMPUAN KOPING KELUARGA

A. Definisi

Perilaku orang terdekat (anggota keluarga atau orang berarti) yang membatasi
kemampuan dirinya dan klien untuk beradaptasi dengan masalah kesehatan yang dihadapi
klien.

B. Faktor penyebab

1. Hubungan keluarga ambivalen

2. Pola koping yang berbeda diantara klien dan orang terdekat

3. Resistensi Keluarga terhadap perawatan atau pengobatan komplex

4. Ketidakmampuan orang terdekat mengungkapkan perasaan

C. Tanda dan gejala


1. Tanda gejala mayor
a) Subjektif
a. merasa di abaikan
b) Objektif

a. idak memenuhi kebutuhan keluarga


b. tidak toleran

c. mengabaikan anggota keluarga

2. Tanda gejala minor


a. Subjektif
1) tidak khawatir dengan anggota keluarga
2) depresi (merasa tertekan)
b. Objektif
1. perilaku menyerang (agresif)
2. perilaku menghasut (agitasi)
3. tidak berkomitmen
4. perilaku menolak
5. mengabaikan perawatan atau pengobatan anggota keluarga
6. perilaku bermusuhan
7. perilaku individualistis

RESIKO KETIDAKEFEKTIFAN RENCANA AKTIVITAS

A. Definisi

Ketidakmampuan untuk menyiapkan satu set aktivitas yang pasti dalam waktu dan
kondisi tertentu

B. Faktor yang berhubungan

1. Gangguan kemampuan memproses informasi

2. Hedonisme

3. Kurang dukungan sosial

4. Perilaku defensif ketika dihadapkan dengan usulan solusi

5. Persepsi terhadap kompetensi diri tidak realistis

6. Persepsi terhadap peristiwa tidak realistis

C. Tanda dan gejala


a) Mayor

a. Ansietas berlebihan tentang tugas yang dilakukan

b. Tujuan aktivitas tidak terpenuhi

c. Pola kegagalan

d. Khawatir tentang tugas yang tidak terlaksana

e. Takut terhadap tugas yang dibebankan

b) Minor

a. Keterampilan organisasi kurang memadai

b. Tidak ada rencana

c. Kurang sumber daya ( mis. : Finansial, sosial, pengetahuan)

d. Pola penangguhan

KONFLIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A. Definisi

Ketidakpastian mengenai tindakan yang diambil ketika dihadapkan pilihan


tindakan yang melibatkan resiko, kerugian/kehilangan/tantangan bagi nilai dan
keyakinan.

B. Faktor yang berhubungan


a. Ancaman yang dirasakan terhadap sistem nilai
b. Aturan moral secara bersama mendukung terjadinya tindakan yang tidak
konsisten
c. Keyakinan personal yang tidak jelas
d. Kurangnya informasi yang relevan
e. Kurangnya pengalaman membuat keputusan
f. Kurangnya sistem pendukung
C. Tanda dan gejala
1. Mayor
a. Berfokus pada diri sendiriI

b. Bimbang mengenai keputusannya

c. Distress ketika mengambil keputusan

d. Ketidakpastian tentang pilihan

e. Menunda membuat keputusan

2. Minor
a. Mempertanyakan aturan moral
b. Mempertanyakan keyakinan personal Ketika mengambil keputusan
c. Mempertanyakan nilai moral ketika membuat keputusan
KELOMPOK 10

HOMELESS FAMILY

Nama kelompok :
1. Farah Nisrina P (171.0035)
2. Ilham Fajar (171.0045)
3. Indah Sukma (171.0047)
4. Mareta Dwi A (171.0055)
5. Nia Rahmawati A (171.0069)
6. Rizky Pratama H (171.0095)
Kesiapan Meningkatkan Komunikasi (NANDA)
Definisi:
Pola pertukaran informasi dan gagasan dengan orang lain, yang dapat diperkuat.
Batas Karakteristik:
- Mengungkapkan minat meningkatkan komunikasi.
Kesiapan Meningkatkan Pemberian ASI (NANDA)
Definisi:
Suatu pola pemberian susu pada bayi atau anak langsung dari payudara, yang dapat
ditingkatkan.
Batas Karakteristik:
- Ibu mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan kemampuan memberi ASI
eksklusif
- Ibu mengungkapkan keinginan untuk memiliki kemampuan untuk memberi ASI
untuk kebutuhan nutrisi bayinya.
Ketegangan Peran Pemberian Asuhan (SDKI)
Definisi:
Kesulitan dalam melakukan peran pemberian asuhan dalam keluarga.
Penyebab:
1. Beratnya penyakit penerima asuhan
2. Kronisnya penyakit penerima asuhan
3. Pemberi asuhan kurang mendapatkan waktu istirahat dan rekreasi
4. Persaingan komitmen peran pemberi asuhan
5. Ketidakadekuatan lingkungan fisik dalam pemberian asuhan
6. Keluarga atau pemberi asuhan jauh dari kerabat lain
7. Kompleksitas dan jumlah aktivitas pemberi asuhan
Gejala dan Tanda Mayor
Subjektif
1. Khawatirbklien akan kembali dirawat di rumah sakit
2. Khawatir tentang kelanjutan perawatan klien
3. Khawatir tentang ketidakmampuan pemberi asuhan dalam merawat klien
Objektif
(Tidak tersedia)
Gejala dan Tanda Minor
Subjektif
(Tidak tersedia)
Objektif
1. Sulit melakukan dan/atau menyelesaikan tugas merawat klien
Kondisi Klinik Terkait
1. Kondisi kronis (mis. Cedera kepala berat, cedera medula spinalis, keterlambatan
perkembangan)
2. Kondisi kelemahan progresif (mis. Distrofi muskuler, sklerosis multipel, demensia,
penyakit alzheimer, PPOK tahap terminal, gagal ginjal, dialysis ginjal)
3. Penyalahgunaan zat
4. Komdisi akhir hayat (menjelang ajal)
5. Kondisi psikiatrik (mis. gangguan kepribadian, skizofrenia)