Anda di halaman 1dari 6

Nama : Adellia Irma Pratiwi

Nim : 01.2.17.00590

Tugas Keperawatan Gawat Darurat

1. Yang merupakan Kasus Kegawatdaruratan Obstetrik penyebab kematian


maternal tertinggi di seluruh dunia terutama di negara-negara miskin dan
berkembang adalah?

Jawaban :

Penyebab kematian langsung terbesar ialah pendarahan post partum sebesar


20,3%. Lalu, eklamsia (16,2%), dan oedema serta hipertensi dalam kehamilan
(9,2%). Berbagai penyebab tak langsung meliputi penyakit saluran darah (6,4%),
tuberkulosis paru (4,1%), dan penyakit saluran pernapasan (2,6%).

Beberapa faktor dapat melatarbelakangi kematian ibu, antara lain hambatan dalam
memperoleh pelayanan kesehatan yang dikenal sebagai 'tiga terlambat', yakni
terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai
fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapat pelayanan.

Keterlambatan pertama terjadi di tingkat keluarga dalam mengenali tanda bahaya


dan dalam memutuskan untuk mencari pelayanan. Adapun keterlambatan kedua
terjadi dalam perjalanan mencapai tempat pelayanan ketika keputusan untuk
merujuk sudah dibuat, dan keterlambatan dalam mendapatkan pelayanan
berkualitas ketika sudah mencapai fasilitas kesehatan (faskes).

Hambatan terhadap akses pada layanan kesehatan tidak hanya menyangkut


masalahnya kurangnya rumah sakit dan dokter. Masalah ini juga menyangkut
dinamika sosial dan kultural. Dengan kata lain, perempuan kesulitan mengakses
sumber daya yang ada dikarenakan kemiskinan, diskriminasi atas dasar ras,
ketidaksetaraan gender, dan kriminalisasi aborsi.

Lebih dari itu, perempuan rentan mengalami kehamilan yang bermasalah


dikarenakan praktik pernikahan dini (dan kehamilan remaja), tingkat fertilitas
yang tinggi (yang meningkatkan potensi kelahiran yang terhalang), adat patriarkal
yang membuat kesehatan, gizi, dan pendidikan perempuan tidak dirasa penting
serta kebijakan yang gagal menghargai hak asasi manusia.

SUMBER : http://theconversation.com/kenyataan-mengenai-kematian-ibu-95155

2. Keadaan henti jantung dan paru dapat terjadi secara sendiri-sendiri atau
bersamasama. Penyebab henti jantung adalah

Jawaban :

Henti jantung adalah hilangnya fungsi jantung untuk memompa darah yang terjadi
secara mendadak. Angka kejadian henti jantung atau cardiac arrest ini berkisar 10
dari 100.000 orang normal yang berusia dibawah 35 tahun dan per tahunnya
mencapai sekitar 300.000-350.000 kejadian.  Hal ini menyebabkan kurangnya
oksigen yang dapat disalurkan ke seluruh tubuh terumata otak dan jantung itu
sendiri. Bila kurang oksigen ke otak, maka sel-sel otak akan mati dan hilangnya
kesadaran dan fungsi otak lainnya. Pada jantung, sel-sel jantung akan kekurangan
oksigen, dan akan mati. Sel-sel  yang telah mati tidak dapat dihidupkan kembali.
Bila tidak cepat di tangani, maka dapat berujung pada kematian.

Penyebab dari henti jantung

Kejadian ini dapat disebabkan oleh

 Gangguan irama jantung


 Penyakit jantung koroner
 Abnormalitas lainnya pada jantung

 gangguan metabolik/elektrolit seperti kekurangan kalium dapat


menyebabkan gangguan irama jantung
 pemakaian obat-obatan,
 keracunan obat,
 trauma atau kecelakaan

Tanda-tanda waspada:

Tanda-tanda gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan henti jantung


dapat dirasakan seperti pusing, atau rasa seperti mau pingsan, kehilangan
keseimbangan tubuh. Dapat juga langsung terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Bila sedang berpegian dan menemukan kerabat ataupun orang lain yang langsung
jatuh tergeletak. Cobalah untuk memanggil dan membangunkan orang tersebut.
Bila tidak kunjung bangun, panggil bala bantuan dan kalau bisa, lakukan
pertolongan pertama yaitu kompresi jantung dan paru (CPR).

Sumber : http://www.inaheart.org/education_for_patient/2015/5/7/henti_jantung
3. Buatlah Pathway Tentang Kegawatdaruratan Kardiovaskuler (DCFC,
IMA, Syok Kardiogenik)

Jawaban :

Koroner ( infark Non Koroner (Kardiomiopati,


miokard acut ) kerusakan Katub, Tamponade
Cedera/Nekrosis
pada miokardial jantung, disritmia))

Kardiak Output

Volume darah Sistemik Vaskuler Mekanisme kompensasi


Mekanisme
resisten pelepasan Katekolamin
compensasi renin
aldosteron ADH

preload, stroke
Systemic &
volume &Hete Rate,
Pulmonary edema
TD

kebutuhan oksigen
Diaforesis Dispnea
otot jantung

MK : Resiko
Volume Cardiak Output
Cairan Tek Darah
Fraksi ejeksi
Kurang dari
Keb. Tubuh
Perfusi Jaringan

Berkurangnya Suplai
darah ke Otak Menghasilkan 2
ATP + asam Laktat

Perubahan mental
Kematian selular
(gelisah, cemas)

MK : Kecemasan Nyeri dada

Kegagalan Organ
4. Buatlah Pathway tentang Kegawatdaruratan Obstetrik (Perdarahan Post
Partum, Pre Eklampsi, Eklampsi, Penyakit Jantung pada Kehamilan.

Jawaban :

Kehamilan tua/aterm

Pre eklamsia/impending eklamsia/eklamsia

Penyebab tidak jelas

Diduga kerusakan endotel vaskuler

Vasokontriksi meningkat, vaso dilator menurun

TD , protein uria, transudasi

Kejang/ penurunan kesadaran

Terminasi kehamilan

Pervaginam SC

Sistem uro logi sistem kardiovaskuler sistem saraf

Dialisis perubahan kehilangan darah dan cairan diskontinuitas /luka operasi


Permeabilitas
pembuluh darah

oliguria retensi sodium dan air perdarahann ekstra/interna imobilisasi


nyeri

oedem oedem ansietas ansietas

resiko injuri gangguan keseimbangan cairan :


kelebihan volume cairan
5. Carilah 1 Jurnal tentang Intervensi Keperawatan pada Kasus
Kegawatdaruratan Kardiovaskuler dan Kegawatdaruratan
Obstetrik.

Jawaban :

Jurna1. Kegawatan kardiovaskuler

http://www.ejournal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/556/434
Jurnal 2. Kegawtan obstetric

https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&ved=2ahUKEwjvi5evi6boAhXCYy
sKHaweCEoQFjACegQIAhAB&url=https%3A%2F%2Fjurnal.ugm.ac.id%2Fjkr
%2Farticle%2Fdownload
%2F36479%2F21286&usg=AOvVaw1ThCegUaNDMp8kja2ggfdw