Anda di halaman 1dari 9

Nama : DESRI ZELPIAN PUTRA

NIM : G1A115011

Pembimbing 1 : dr. Hj. Eryasni Husni, SpPD.,FINASIM

Pembimbing 2 : Dr. dr.Fairuz, SpPA. Mkes

Judul Skripsi :

1. Hubungan indeks masa tubuh dengan kadar gula darah pada Penderita diabetes melitus
tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

2. Hubungan kadar glukosa darah puasa dengan profil lipid pada diabetes melitus tipe 2 di
RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

3. Hubungan kadar HbA1c dengan komplikasi makrovaskular pada penderita diabetes


melitus tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

4. Hubungan antara profil lipid darah dengan terjadinya nefropati diabetik pada penderita
dibates melitus tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

5. Hubungan umur, jenis kelamin, indeks masa tubuh, dan aktivitas fisik dengan kejadian
osteoporosis lutut di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi
Judul : Hubungan indeks masa tubuh dengan kadar gula darah
pada Penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

Jenis dan Rancangan Penelitian : Observasi analitik

Metode : cross sectional

DEFINISI OPERASIONAL

Variable Definisi Alat Ukur Metode Skala Ukur Hasil Ukur


Operasional Ukur
Indeks Indeks Massa Timbangan Diukur Rasio Berat badan
Massa Tubuh tubuh ditunjukkan berat badan menggunkan kurang < 18,5
dengan rumus Timbangan kg/m2
berat badan berat badan Berat badan
(kg) dibagi normal 18,5-
dengan tinggi 22,9 kg/m2
badan kuadrat Berat badan
(dalam meter) lebih ≥ 23,0
kg/m2
Dengan risiko
23,0 – 24,9
kg/m2
- Obesitas I
25,0 – 29,9
kg/m2
- Obesitas II >
30 kg/m2
Kadar Gula Kadar gula darah Rekam Rekam Rasio Baik 80 - 109
Darah yang menjadi medis medis mg/dl
patokan peneliti sedang 110 -
adalah kadar 125 mg/dl
gula darah puasa. buruk ≥ 126
Kadar gula darah mg/dl
puasa adalah
glukosa yang
beredar dalam
aliran
darah (puasa
minimal 8 jam),
berfungsi sebagai
penyedia energi
bagi seluruh sel
dalam jaringan
tubuh.
Judul : Hubungan kadar glukosa darah puasa dengan profil lipid
pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

Jenis dan Rancangan Penelitian : Analitik

Metode : cross sectional

DEFINISI OPERASIONAL

Variable Definisi Alat Ukur Metode Skala Ukur Hasil Ukur


Operasional Ukur
Glukosa Kadar gula darah Rekam Rekam numerik Baik 80 - 109
Darah Puasa puasa adalah medis medis mg/dl
glukosa yang sedang 110 -
beredar dalam 125 mg/dl
aliran buruk ≥ 126
darah (puasa mg/dl
minimal 8 jam),
berfungsi sebagai
penyedia energi
bagi seluruh sel
dalam jaringan
tubuh.
Kolesterol Kolesterol total Rekam Rekam numerik Baik (< 200
total adalah medis medis mg/dL)
penjumlahan Sedang (200-
kadar kolesterol- 239 mg/dL)
HDL dan kadar Buruk (≥ 240
kolesterol-LDL mg/dL)
Trigliserida Kadar trigliserida Rekam Rekam numerik Baik (<150
dalam darah yang medis medis mg/dL)
diukur melalui Sedang (150-
pemeriksaan 199 mg/dL)
laboratorium Buruk (≥ 200
mg/dL)
Kolesterol Kadar kolesterol Rekam Rekam numerik Baik (> 45
HDL dalam lipoprotein medis medis mg/dL)
densitas tinggi
dalam darah yang
diukur
melalui
pemeriksaan
laboratorium
Kolesterol Kadar kolesterol Rekam Rekam numerik Baik (< 100
LDL dalam lipoprotein medis medis mg/dL)
densitas rendah Sedang
dalam darah yang (100/129
diukur mg/dL)
melalui Buruk (130-
pemeriksaan 159 mg/dL)
laboratorium
Judul : Hubungan kadar HbA1c dengan komplikasi
makrovaskular pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

Jenis dan Rancangan Penelitian : Observasional Analitik

Metode : cross sectional

DEFINISI OPERASIONAL

Variable Definisi Alat Metode Skala Hasil Ukur


Operasional Ukur Ukur Ukur
umur Data umur yang Rekam Rekam Nominal < 20 tahun
tertera dalam medis medis 20-44 tahun
rekam medis 45-64 tahun
≥65 tahun
Jenis kelamin Pembeda antara Rekam Rekam nominal Laki-laki
laki-laki dan medis medis perempuan
perempuan
secara biologis
Kadar HbA1c komponen Rekam Rekam Nominal >7%
minor dari medis medis < 7%
hemoglobin
yang berikatan
dengan glukosa
Komplikasi komplikasi Rekam Rekam ordinal 1. Penyakit
makrovaskular yang mengenai medis medis jantung
pembuluh darah coroner
arteri yang 2. Hipertensi
lebih besar 3. Stroke
4. Gangren
diabetik
Judul : Hubungan antara profil lipid darah dengan terjadinya
nefropati diabetik pada penderita dibates melitus tipe 2 di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

Jenis dan Rancangan Penelitian : Observasional Analitik

Metode : cross sectional

DEFINISI OPERASIONAL

Variable Definisi Alat Ukur Metode Skala Ukur Hasil Ukur


Operasional Ukur
Kolesterol Kolesterol total Rekam medis Rekam medis numerik Baik (< 200
total adalah Dan Dan mg/dL)
penjumlahan pemeriksaaan pemeriksaaan Sedang (200-
kadar kolesterol- laboratorium laboratorium 239 mg/dL)
HDL dan kadar darah darah Buruk (≥ 240
kolesterol-LDL mg/dL)
Trigliserida Kadar trigliserida Rekam medis Rekam medis numerik Baik (<150
dalam darah yang Dan Dan mg/dL)
diukur melalui pemeriksaaan pemeriksaaan Sedang (150-
pemeriksaan laboratorium laboratorium 199 mg/dL)
laboratorium darah darah Buruk (≥ 200
mg/dL)
Kolesterol Kadar kolesterol Rekam medis Rekam medis numerik Baik (> 45
HDL dalam lipoprotein Dan Dan mg/dL)
densitas tinggi pemeriksaaan pemeriksaaan
dalam darah yang laboratorium laboratorium
diukur darah darah
melalui
pemeriksaan
laboratorium
Kolesterol Kadar kolesterol Rekam medis Rekam medis numerik Baik (< 100
LDL dalam lipoprotein Dan Dan mg/dL)
densitas rendah pemeriksaaan pemeriksaaan Sedang
dalam darah yang laboratorium laboratorium (100/129
diukur darah darah mg/dL)
melalui Buruk (130-
pemeriksaan 159 mg/dL)
laboratorium
Nefropati Komplikasi Rekam medis Rekam medis ordinal Terdapat
diabetik mikrovaskular dan dan hasil proteinuria
dari diabetes pemeriksaan pemeriksaan
melitus baik tipe laboratorium analisis urin Tidak terapat
1 maupun 2 berupa proteinuria
analisis urin
Diabetes Diabetes melitus Rekam medis Rekam medis Ordinal Ya
melitus adalah penyakit
kelainan Tidak
metabolisme
yang di sebabkan
kurangnya
insulin
Judul : Hubungan umur, jenis kelamin, indeks masa tubuh, dan
aktivitas fisik dengan kejadian osteoporosis lutut di RSUD Raden Mattaher Kota Jambi

Jenis dan Rancangan Penelitian : Analitik

Metode : cross sectional

DEFINISI OPERASIONAL

Variable Definisi Alat Ukur Metode Skala Ukur Hasil Ukur


Operasional Ukur
umur Data umur yang Wawancara Wawancara Nominal < 20 tahun
tertera dalam dengan 20-44 tahun
rekam medis pasien 45-64 tahun
≥65 tahun
Jenis Pembeda antara Wawancara Wawancara nominal Laki-laki
kelamin
laki-laki dan dengan perempuan
perempuan secara pasien
biologis
Indeks Indeks Massa Timbangan Diukur Rasio Berat badan
Massa Tubuh tubuh ditunjukkan berat badan menggunkan kurang < 18,5
dengan rumus Timbangan kg/m2
berat badan berat badan
(kg) dibagi Berat badan
dengan tinggi normal 18,5-
badan kuadrat 22,9 kg/m2
(dalam meter)
Berat badan
lebih ≥ 23,0
kg/m2

Dengan risiko
23,0 – 24,9
kg/m2

Obesitas I
25,0 – 29,9
kg/m2

Obesitas II >
30 kg/m2
Aktivitas Olahraga secara Wawancara Wawancara Nominal Baik, ≥ 30
fisik teratur selama dengan menit dan ≥ 3
kurang lebih 30 pasien kali per
menit, seperti minggu.
jalan kaki,
jogging, sepeda, Cukup, ≥ 30
renang dan lain- menit dan < 3
lain. kali per
minggu.

Kurang, < 30
menit dan < 3
kali per
minggu

Osteoatritis merupakan Wawancara Wawancara ordinal Ya


lutut penyakit
Dan rekam dengan
degenerasi pada Tidak
sendi yang medis pasien dan
melibatkan
rekam medis
kartilago, lapisan
sendi, ligamen,
dan tulang
sehingga
menyebabkan
nyeri dan
kekakuan pada
sendi