Anda di halaman 1dari 9

80

70 f(x) = 9.08 x + 0.32


R² = 1

60

50
Kuat Arus (mA)

40

30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tegangan (V)

Posisi Komutator 1 (R=100 Ω)


Grafik 1.1 Hubungan antara tegangan (V) dan Kuat Arus (mA) terhadap posisi komutator
80

f(x) = 9.27 x − 0.09


70 R² = 1

60

50
Kuat Arus (mA)

40

30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tegangan (V)

Posisi Komutator 2 (R=100 Ω)


Grafik 1.2 Hubungan antara tegangan (V) dan Kuat Arus (mA) terhadap posisi komutator
90

80 f(x) = 10.18 x − 0.1


R² = 1
70

60
Kuat Arus (μA)

50

40

30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tegangan (V)

Posisi Komutator 1 (R=100 kΩ)


Grafik 1.3 Hubungan antara tegangan (V) dan Kuat Arus (μA) terhadap posisi komutator
90

80 f(x) = 10.14 x + 0.75


R² = 1

70

60
Kuat Arus (μA)

50

40

30

20

10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tegangan (V)

Posisi Komutator 2 (R=100 kΩ)


Grafik 1.4 Hubungan antara tegangan (V) dan Kuat Arus (μA) terhadap posisi komutator