Anda di halaman 1dari 5

JOMIS (Journal Of Midwifery Science) P-ISSN : 2549-2543

Vol 2. No.2, Juli 2018 E-ISSN : 2579-7077

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI


DALAM MENGAHADAPI MENARCHE
Sellia Juwita1) Nova Yulita2)
1,2)
Program Studi D-III Kebidanan Universitas Abdurrab
Jl. Riau Ujung no 73, Pekanbaru 28292 Indonesia
Email: sellia.juwita@univrab.ac.id

ABSTRAK

Menarche ataupun masa pubertas terjadi serangkaian perubahan fisik maupun mental yang saling mempengaruhi.
Perubahan yang terjadi pada saat Menarche menyebabkan remaja putri menjadi malu. Menarche sering dihayati oleh
remaja sebagai suatu pengalaman traumatis, terkadang anak yang belum siap menghadapi menarche akan timbul
keinginan untuk menolak proses fisiologis tersebut. Tetapi berbeda bagi mereka yang telah siap, mereka akan
merasa senang dan bangga, dikarenakan mereka menganggap dirinya sudah dewasa secara biologis. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche.
Desain penelitian kuantitatif analitik, dengan populasi remaja putri SMP di Kecamatan Senapelan dengan teknik
pengambilan sampel total sampling, jumlah sampel 258 orang. Data diambil melalui pengisian kuesioner dan diolah
dengan komputerisasi selanjutnya dianalisa secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil
univariat di ketahui remaja putri yang memiliki pengetahuan baik 75,2%, dan yang berpengetahuan cukup sebanyak
24,8, remaja yang siap menghadapi menarche sabanyak 57,4% dan yang tidak siap sebanyak 42,6%. Hasil analisa
bivariate diketahui terdapat hubungan pengetahuan dengan kesiapan remaja dalam menghadapi menarche dimana
nilai pvalue <0,05. Remaja yang memiliki pengetahuan baik lebih siap menghadapi menarche dibandingkan dengan
remaja berpengetahuan cukup dengan pengetahuan remaja dapat mempersiapkan diri. Pengetahuan memberikan
pengaruh terhadap kesiapan remaja dalam menghadapi menarche.

Kata Kunci: pengetahuan, kesiapan remaja putri, menarche

ABSTRACT

Menarche or puberty occurs a series of physical and mental changes that affect each other. The changes that
occurred at the time of Menarche caused young women to be embarrassed. Menarche is often experienced by
adolescents as a traumatic experience, sometimes children who are not ready to face menarche will arise desire to
reject the physiological process. But different for those who are ready, they will feel happy and proud, because they
consider themselves grown biologically. The purpose of this study to determine the factors that affect the readiness
of young women in facing menarche. The design of quantitative analytic research, with the population of junior high
school girls in Kecamatan Senapelan with sampling total sampling technique, the number of samples 258 people.
Data were collected through questionnaire and processed by computerization then analyzed by univariate and
bivariate using chi-square test. Univariate results in the know young women who have a good knowledge of 75.2%,
and who is knowledgeable enough as much as 24.8, adolescents ready to face menarche sabanyak 57.4% and not
ready as much as 42.6%. The result of bivariate analysis is known to have knowledge relation with adolescent
readiness in facing menarche where pvalue value <0,05. Teenagers who have good knowledge are better prepared
for menarche than teenagers with sufficient knowledge with adolescent knowledge to prepare. Knowledge affects
adolescent readiness in dealing with menarche.

Keywords: knowledge, readiness of young women, menarche

50
JOMIS (Journal Of Midwifery Science) P-ISSN : 2549-2543
Vol 2. No.2, Juli 2018 E-ISSN : 2579-7077
PENDAHULUAN usia 15 tahun, sebaiknya orang tua
Menurut World Health segera membawa anak ke dokter untuk
Organization (WHO), remaja konsultasi lebih lanjut agar tidak terjadi
merupakan individu yang sedang kelainan pada alat kelamin [3].
mengalami masa peralihan yang secara Menstruasi pertama sering dihayati
berangsur-angsur mencapai kematangan oleh remaja sebagai suatu pengalaman
seksual, mengalami perubahan jiwa traumatis, terkadang anak yang belum
anak-anak menjadi dewasa, dan siap menghadapi menarche akan timbul
mengalami perubahan keadaan ekonomi keinginan untuk menolak proses
dari ketergantungan menjadi relatif fisiologis tersebut, mereka akan merasa
mandiri [1]. haid sebagai sesuatu yang kejam dan
Pada masa remaja akan terjadi mengancam, keadaan ini dapat berlanjut
perkembangan psikologis pada remaja, ke arah yang lebih negatif, dimana anak
secara emosional yang akan tersebut memiliki gambaran fantasi
mempengaruhi psikologis remaja yang yang sangat aneh bersamaan dengan
ingin lepas dari orang tua dan kecemasan dan ketakutan yang tidak
membentuk hubungan dan minat yang masuk akal, dapat juga disertai dengan
baru, yang ingin mencoba hal-hal yang perasaan bersalah atau berdosa, dimana
baru. Salah satu peristiwa yang semua hal tersebut dikaitkan dengan
menyebabkan rasa ingin tahu remaja, masalah perdarahan pada organ kelamin
khususnya perempuan adalah peritiwa dan proses haidnya. Tetapi berbeda bagi
Menarche. Pada masa remaja labilnya mereka yang telah siap dalam
emosi erat kaitannya dengan perubahan menghadapi menarche, mereka akan
hormon dalam tubuh. Sering terjadi merasa senang dan bangga, dikarenakan
letusan emosi dalam bentuk amarah, mereka menganggap dirinya sudah
sensitif, bahkan perbuatan nekad [1]. dewasa secara biologis [4].
Hal ini menjadi penting karena Berdasarkan data tersebut maka
pada masa Menarche ataupun masa peneliti melakukan penelitian tentang
pubertas terjadi serangkaian perubahan Deskripsi Faktor yang Mempengaruhi
fisik maupun mental yang saling Kesiapan Remaja Putri dalam
mempengaruhi. Dan hal ini semakin menghadapi Menarche.
kompleks setelah seorang remaja putri
mengalami Menarche. Mengingat hal METODE PENELITIAN
ini akan mempengaruhi kehidupan Jenis penelitian yang digunakan
remaja itu sendiri, contohnya saja pada dalam penelitian ini adalah penelitian
remaja putri yang mengalami perubahan kuantitatif analitik, waktu pengumpulan
psikis yang traumatik pada saat data yang digunakan dalam penelitian
Menarche, dan juga hal ini dapat ini adalah pendekatan cross sectional
berdampak besar pada kehidupan Study. Teknik pengambilan sampel
dimasa yang akan datang, baik secara menggunakan total sampling dengan
langsung maupun tidak langsung [2]. jumlah sampel 258 siswi. Data yang
Menarche umumnya terjadi pada digunakan dalam penelitian ini adalah
usia antara 11-14 tahun. Normal terjadi data primer, dan dilakukan pengolahan
lebih dini di usia 9 tahun atau lama di data meliputi : editing, coding, cleaning,
usia 15 tahun. Jika anak kita tidak dan tabulating. Analisa data dilakukan
mendapatkan periode menstruasinya di secara univariat dan bivariate.

51
JOMIS (Journal Of Midwifery Science) P-ISSN : 2549-2543
Vol 2. No.2, Juli 2018 E-ISSN : 2579-7077
Berdasarkan table 3 dapat diketahui
HASIL DAN PEMBAHASAN bahwa sebagian besar remaja yang
Hasil analisis univariat dapat terlihat memiliki pengetahuan baik dan siap
pada table berikut: menghadapi menarche sebanyak 140
a. Analisa Univariat orang (94,6%), dari hasil chi-square
Tabel 1 diperoleh hasil p value <0,05 (0,000)
Distribusi pengetahuan remaja artinya terdapat hubungan antara
putri tentang menarche pengetahuan dan kesiapan remaja putri
N Pengetahua Frekuens Persentas menghadapi menarche.
o n i e (%) Pengetahuan merupakan hasil
1 Baik 194 75,2 “tahu”, dan ini terjadi setelah orang
2 Cukup 64 24,8 melakukan penginderaan terhadap suatu
Total 258 100 objek tertentu. Penginderaan terjadi
melalui panca indera manusia, yakni
Berdasarkan table 5.1 dapat diketahui bahwa indera penglihatan, pendengaran,
mayoritas remaja putri memiliki penciuman, dan perabaan. Sebagian
pengetahuan baik sebanyak 194 orang besar melalui mata dan telinga [5].
(75,2%). Menurut Nagar & Aimol [8] Remaja
Table 2 akan mengalami menarche
Distribusi kesiapan remaja putri membutuhkan kesiapan mental yang
dalam mengahadapi menarche baik karena perubahan yang terjadi pada
No Kecemasan Frekuensi Persentase saat menstruasi pertama dan
(%) menyebabkan remaja menjadi canggung
1 Siap 148 57,4 [8].
2 Tidak 110 42,6 Pengetahuan remaja dipengaruhi
Total 258 100 oleh beberapa faktor diantaranya umur,
pendidikan dan lingkungan serta sumber
Berdasarkan table 2 dapat diketahui bahwa informasi. Sumber informasi yang
mayoritas remaja putri mengalami cemas diperoleh remaja putri didapat dari
dalam menghadapi menarce sebanyak 148 media cetak, media elektronik, keluarga,
orang (57,4%). dan tenaga kesehatan. Penelitian yang
dilakukan oleh Nilawati [9] terdapat
b. Analisa Bivariat hubungan antara dukungan ibu terhadap
remaja putri dalam menghadapi
Table 3 menarche dengan hasil p value <0,005.
Hubungan pengetahuan dengan Tingkat pendidikan mempengaruhi
kesiapan remaja putri dalam sejauh mana pengetahuan seseorang.
menghadapi menarche Pendidikan diperlukan untuk
Pengetahuan mendapatkan dan menyerap informasi
Pvalu
Kesiapa Total seperti hal-hal yang menunjang
Cukup Baik e
n kesehtan. Diharapkan dengan
N % N % N %
pendidikan tinggi pengetahuan tentang
Tidak 5 50, 5 49, 11 10
kesehatan lebih baik khususnya dalam
6 9 4 1 0 0 0,00
hal pengetahuan tentang menarche.
Siap 8 5,4 140 94,6 148 100 0
Menurut asumsi peneliti
Total 6 24,8 194 75,2 258 100 pengetahuan remaja mayoritas baik
4

52
JOMIS (Journal Of Midwifery Science) P-ISSN : 2549-2543
Vol 2. No.2, Juli 2018 E-ISSN : 2579-7077
dikarenakan remaja rata-rata diusia ini dikarenakan dengan adanya
remaja awal dan mendapatkan informasi pengetahuan tentang menarche yang
dari keluarga atau ibu tentang dimiliki remaja merupakan sebagai
menarche. Sehingga dengan demikian dasar untuk memahami proses
remaja dapat mempersiapkan diri dalam menarche yang akan dialaminya.
menghadapi menarche. Peran orang tua Dengan demikian remaja siap untuk
dalam memberikan informasi kepada melalui proses menarche tanpa ada rasa
remaja tentang menache merupakan ketakutan yang akan mengganggu psikis
bekal untuk mempersiapkan psikologis akibat dari informasi yang tidak jelas
remaja menghadapi menstruasi kebenarannya.
pertamanya. Dari hasil penelitian ada
remaja yang tidak mendapatkan KESIMPULAN
informasi tentang menarche sehingga
remaja tidak siap dan merasa takut. Dari hasil penelitian tentang
Rasa takut yang dialami remaja deskripsi faktor yang mempengaruhi
berdampak hingga menstruasi kesiapan remaja putri dalam
berikutnya, sehingga remaja merasa menghadapi menarche dapat dikatahui
menstruasi itu adalah suatu hal yang mayoritas pengetahuan remaja baik
tidak menyenangkan dan membuat sebanyak 194 orang (75,2%), mayoritas
kecemasan dan mengganggu kesiapan remaja menghadapi menarche
aktivitasnya. sebanyak 148 orang (57,4%). Hasil
Hasil penelitian ini sejalan dengan bivariate terdapat hubungan antara
penelitian yang dilakukan oleh Hastuti pengetahuan dengan kesiapan remaja
[10] di Temanggung dengan judul dalam menghadapi menarche dengan
Hubungan tingkat pengetahuan tentang nilai p value <0,05.
menstruasi dengan kesiapan
menghadapi menarche diketahui nilai DAFTAR PUSTAKA
pvalue <0,05 atau terdapat hubungan
[1] S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan
signifikan antara tingkat pengetahuan
Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka
dangan kesiapan menghadapi menarche.
Cipta, 2009.
Didukung juga dengan penelitian yang
[2] Thebenez, “Konstituasional
dilakukan oleh Yusuf [11] yaitu terdapat
Psikologis Remaja Putri yang Telah
hubungan pengetahuan dengan kesiapan
Mengalami Menarche,” 2008.
remaja putri dalam menghadapi
[3] D. H. Suratmaja, 101 Tanya Jawab
menarche di SMP Tidore Kepulauan
Seputar Seks. Klaten: Cable Book,
dengan p value=0,017 (<0,05).
2013.
Penelitian ini berbeda dengan penelitian
[4] H. Suryani, E., & Widyasih, Psikologi
yang dilakukan oleh peneliti
ibu dan anak. Yogyakarta: Fitramaya,
sebelumnya, perbedaan dapat dilihat
2008.
pada metode penelitian dalam jenis
[5] S. Notoatmodjo, lmu Perilaku
disain penelitian dan karakteristik
Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta,
sampel yang digunakan.
2010.
Remaja putri yang memiliki
[6] Y. Widyastuti, Kesehatan
pengetahuan baik lebih siap
Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya,
menghadapi menarche dari pada remaja
2009.
yang memiliki pengetahuan cukup. Hal
[7] M. Fajri, Ayu., Khairani, “Hubungan

53
JOMIS (Journal Of Midwifery Science) P-ISSN : 2549-2543
Vol 2. No.2, Juli 2018 E-ISSN : 2579-7077
Antara Komunikasi Ibu Anak Dengan
Kesiapan Menghadapi Menstruasi
Pertama (Menarche) Pada Siswi Smp
Muhammadiyah Banda Aceh,”
Journal, 2010.
[8] R. Nagar, S. & Aimol, “Knowledge
of Adolescent Girls Regarding
Menstruation in Tribal Areas of
Meghalaya,” Journal, vol. 8, no.
India. Department of Human
Development. College of Home
Science, 2010.
[9] I. Nilawati, “hubungan dukungan ibu
dangan kecemasan remaja dalam
menghadapi menarche di Kabupaten
Cilacap,” J. Ilm. Kebidanan, vol. 4,
pp. 178–189, 2013.
[10] T. P. Hastuti, “HUBUNGAN
TINGKAT PENGETAHUAN
TENTANG MENSTRUASI
DENGAN KESIAPAN
MENGHADAPI MENARCHE
PADA SISWI KELAS V DAN VI DI
SD NEGERI DANGKEL
PARAKAN TEMANGGUNG,”
Kebidanan, vol. 3, 2014.
[11] Y. Yusuf, “HUBUNGAN
PENGETAHUAN MENARCHE
DENGAN KESIAPAN REMAJA
PUTRI MENGHADAPI
MENARCHE DI SMP NEGERI 3
TIDORE KEPULAUAN,” J.
Keperawatan, vol. 2, 2014.

54