Anda di halaman 1dari 13

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

“PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK”

Nama Kelompok:
1. RIFDA MAULIDIA D (01117033)
2. DHELA ADELIYA P (01117034)
3. MUSTIKA PUTRI F A (01117035)
4. RUTH DAYANTI S (01117036)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA
2020
A. Konsep Anggaran Sektor Publik
Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak
dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial,
sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran.
Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup
rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. Dalam organisasi sektor
publik penganggaran merupakan suatu proses politik. Hal tersebut berbeda
dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. Pada sektor
swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi
publik, namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus
diinformasikan kepada publik untuk dikritik, didiskusikan dan diberi masukan.
Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan
dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang
publik.
Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah
alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Proses
penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan
strategik selesai dilakukan. Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan
perencanaan strategi yang dibuat. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam
anggaran sektor publik :
 Aspek perencanaan
 Aspek pengendalian
 Aspek akuntabilitas

B. Pengertian Anggaran Sektor Publik


Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam
bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Dalam
bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang
menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi
mengenai pendapatan, belanja dan aktivitas. Anggaran berisi estimasi mengenai
apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang.
Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang
menyatakan :
1. Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat
2. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai
rencana-rencana tersebut

C. Pentingnya Anggaran Sektor Publik


Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat
kebutuhan masyarakat seperti listrik, air bersih, kualitas kesehatan, pendidikan
dsbnya agar terjamin secara layak. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi
oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat.
Dalam sebuah negara demokrasi, pemerintah mewakili kepentingan
rakyat, uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran
menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat. Anggaran
merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa
yang akan datang.

Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah


Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk
mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem
perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. Alat utama kebijakan fiskal adalah
anggaran. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki
pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi, menjamin
kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. Anggaran sektor publik harsu
dapat memenuhi kriteria sbb :
 Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat
 Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah,
baik propinsi maupun daerah
Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan
mempengaruhi harga, lapangan kerja, distribusi pendapatan, pertumbuhan
ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan
pemerintah. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi
seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan
baik.
Anggaran sektor publik penting karena :
1. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan
sosial, ekonomi, menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat.
2. Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang
terus berkembang, sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas.
3. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung
jawab terhadap rakyat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen
pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada.

D. Fungsi Anggaran Sektor Publik


Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu
1. Sebagai alat perencanaan
2. Alat pengendalian
3. Alat kebijakan fiskal
4. Alat politik
5. Alat koordinasi dan komunikasi
6. Alat penilaian kinerja
7. Alat motivasi
8. Alat menciptakan ruang publik.

Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool)


Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai
tujuan organisasi. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan
apa yang akan dilakukan pemerintah, berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa
hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut. Anggaran sebagai alat
perencanaan digunakan untuk :
 Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi,misi dan
sasaran yang telah ditetapkan
 Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan
organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya
 Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah
disusun
 Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi

Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool)


Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas
pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan
dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Tanpa anggaran pemerintah tidak
dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. Tidak berlebihan kalau dikatakan
bahwa presiden, menteri, gubernur, bupati dan manajer publik lainnya dapat
dikendalikan lewat anggaran. Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk
mengendalikan kekuasaan eksekutif.
Sebagai alat penengendali manajerial, anggaran sektor publik digunakan
untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk
memenuhi kewajibannya, selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi
dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada
korupsi dan pemborosan.
Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara :
1. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan
2. Menghitung selisih anggaran
3. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan
4. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya
Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool)
Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan
ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui anggaran publik dapat
diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah, sehingga dapat dilakukan prediksi
dan estimasi ekonomi. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong,
memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga
dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool)


Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan
keuangan terhadap prioritas tersebut. Pada sektor publik anggaran merupakan
dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif
atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Anggaran bukan
sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik, karenanya pembuatan
anggaran publik membutuhkan political skill, coalition holding, keahlian
negoisasi, pemahaman tentang prinsip manajemen keuangan publik oleh para
manajer publik. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam
melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan
kepemimpinannya, atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah.

Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi (Coordination and


Communication tool)
Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran.
Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan.
Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya
inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi. Disamping
itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam
lingkungan eksekutif. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian
organisasi untuk dilaksanakan.

Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool)


Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif)
kepada pemberi wewenang (legislatif). Kinerja eksekutif akan dinilai
berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran.
Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja.

Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool)


Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan
stafnya agar bekerja secara ekonomis, efektif dan efisien dalam mencapai target
dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Agar dapat memotivasi pegawai
target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat
dipenuhi,namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai.

Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere)


Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet, birokrat dan
DPR/MPR. Masyarakat, LSM, perguruan tinggi dan berbagai organisasi
kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik. Kelompok
masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk
kepentingan mereka., Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang
terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses politik yang ada.
Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan
mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. Jika tidak ada alat
untuk menyampaikan suara mereka, mereka kan mengambil tindakan dengan
jalan lain seperti dengan tindakan massa, melakukan boikot dsbnya
E. Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik
Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu :
1. Anggaran operasional
2. Anggaran Modal
Anggaran Operasional
Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam
menjalankan pemerintahan. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan
dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya
hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau
kekayaan bagi pemerintah. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-
ulang ada setiap tahun.
Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional
antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan.

Anggaran Modal
Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan
atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraann, perabot dsbnya.
Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan
pinjaman. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari
satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan
selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan
pemeliharaannya.
Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri,
sebab selutrhnya adalah milik publik. Dalam sebuah msyarakat yang demokratis
rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum. Politisi
mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang
memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran.
Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara
simultan, tetapi pemerintah akan memilih program yang menjadi prioritas.
Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam
memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut.

F. Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik


Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi :
1. Otorisasi oleh legislatif
Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu
sebelum dibelanjakan oleh eksekutif
2. Komprehensif
Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran
pemerintah. Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip
anggran yang bersifat komprehensif
3. Keutuhan anggaran
Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana
umum
4. Nondiscretionary Appropriation
Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis,
efisien dan efektif
5. Periodik
Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan
6. Akurat
Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang
tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan
7. Jelas
Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan
tidak membingungkan
8. Diketahui publik
Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas.

G. Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik


APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan
DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program
yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat dan darimana program tersebut dibiayai. Proses penyusunan
anggaran mempunyai 4 tujuan :
 Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar
bagian dalam lingkungan pemerintah
 Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang
dan jasa publik melalui proses pemrioritasan
 Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja
 Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada
DPRD/DPR dan masyarakat luas.
Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah :
 Tujuan dan target yang hendak dicapai
 Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah)
 Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target
 Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan
pemerintah yang baru, fluktuasi pasar, perubahan sosial politik, bencana alam
dsbnya.

H. Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran


Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara
pemerintahan. Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap :
 Tahap persiapan anggaran
 Tahap ratifikasi
 Tahap implementasi
 Tahap pelaporan dan evaluasi
Tahap persiapan anggaran
Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran
pendapatan yang tersedia, yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui
taksiran pengeluaran terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan
secara lebih akurat. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika
anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan
keputusan tentang anggaran pengeluaran.
Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya
faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. Karenanya manajer keuangan publik
harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran.
Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan.
Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang
dalam dokummen perencanaan berupa GBHN, Program Pembangunan Nasional
(PROPERNAS), Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan
Tahunan (RAPETA).
Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah
pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam
Peraturan Pemerintah No. 105 dan 108 tahun 2000. Pada pemerintah pusat
penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS
yang merupakan operasinalisasi GBHN. PROPERNAS tersebut kemudian
dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA
serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN
dan RAPETA.
Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP
No. 108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan
daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). Dokumen tersebut
diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat
oleh pemerintah pusat. Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan
prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain.
Sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. PROPERDA (RENSTRADA)
yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam
kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam
kerangka tahunan. Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan
sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD.
Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan
fiskal dan ekonomi daerah, menurut ketentuan PP No. 105 tahun 2000
pemerintah daerah bersama-sama DPRD menetapkan arah kebijakan umum
APBD, setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD.
REPETADA memuat program pembanguan daerah secara menyeluruh dalam
satu tahun, juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu
tahun. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan
pemerintah daerah, termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang
ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut.
Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut
dilengkapi dengan :
 Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah
daerah pada periode sebelumnya
 Masukan dan aspirasi masyrakat
 Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi,sehingga bisa diketahui kekuatan,
kelemahan, peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi
Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan
(REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan
perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan
kepada masyarakat. APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA
yang dibuat. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan
dalam penyediaan dana bagi APBD.

Tahap ratifikasi
Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat.
Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill,
salesmanship dan coalition holdimg yang memadai. Integritas dan kesiapan
mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini, karena
eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang
rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif.
Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran
Setelah disetujui oleh legislatif, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan
anggaran, hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik
adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian
manajemen. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab
menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai dan handal untuk
perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati, bahkan dapat
diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya.
Tahap pelaporan dan evaluasi
Tahap persiapan, ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional
anggaran, sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek
akuntabilitas. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi
dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka pada tahap pelaporan
diharapkan tidak memiliki masalah.