Anda di halaman 1dari 9

SAP 4

“KONSEP DAN PENERAPAN UNIFORM SYSTEM OF ACCOUNT FOR THE


LODGING INDUSTRY”

Mata Kuliah : Akuntansi Hotel


Kode Mata Kuliah : EKA 443
Kelas : B2

KELOMPOK 6

Kadek Mitananda Pradnya Nugraha


(1707531050)
A.A Diah Kartika Wening (1707531051)
Nyoman Gayatri Dewi
(1707531064)
Ni Putu Dewik Kristiani
(1707531080)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2020

1
4.1 Konsep Uniform System Of Account for the Lodging Industry
Uniform system of accounts menetapkan format standar dan klasifikasi perkiraan yang
mengarah pada kepemilikan individu dalam penyiapan dan penyajian laporan keuangan.
Standarisasi dalam uniform system of accounts membantu pemakai laporan keuangan internal
dan eksternal untuk membandingkan posisi keuangan dan kinerja operasi pada jenis
kepemilikan yang sama dalam industrI hotel. Secara internal penting bagi para manajemen,
dan memberi turnkey bagi sIstem akuntansi, yang menjelaskan setiap perubahan kebutuhan
manajemen. Ada beberapa konsep penting dari uniform system of accounts, yaitu ;
a. Membagi departemen-departemen fungsional yang ada menjadi 3 jenis :
 Departemen operasi, merupakan departemen yang memberikan kontribusi
pendapatan seperti room, food & beverage, telephone, laundry dan lain-lain.
 Departemen overhead, merupakan departemen pendukung, seperti administration &
general, marketing.
 Departemen alokasi, merupakan departemen yang berfungsi mengalokasikan beban
pada masing-masing departemen, seperti departemen personalia mengalokasikan
beban gaji karyawan.
b. Setiap departemen dalam organisasi akan dibebani oleh gaji karyawan dan pengeluaran
departemennya.
c. Memberikan keseragaman dalam departemen dan dalam klasifikasi aktiva, hutang,
penghasilan dan biaya.
d. Memberikan kemampuan untuk membandingkan hasil operasi.
e. Memberikan kemampuan untuk melatih pengendalian anggaran yang kuat, di mana
pengendalian anggaran merupakan alat untuk mengedalikan hasil departemen.

4.2 Sejarah Uniform System Of Account


Edisi pertama dari Uniform System of Accounts diterbitkan oleh Hotel Association of
New York pada tahun 1962. Edisi ini merupakan bentuk hasil usaha terorganisir pertama
kalinya yang sukses dalam menciptakan suatu sistem akunting pertanggungjawaban yang
seragam dalam industri hotel dan merupakan satu-satunya yang pertama dalam segala bidang
industri. Anggota dari Hotel Association of New York adalah komite pemilik (Proprietor’s
Committee), komite akuntan (Accountant’s Committee) dan lembaga akuntansi (Accounting
Societies). Hotel Association of New York menjadi badan pembentuk organisasi yang
sekarang dikenal dengan nama International Association of Hospitality Accountants.

2
Tahun 1961, The American Hotel & Motel Association (AH & MA) menetapkan The
National Association of Accountants untuk mengembangkan uniform systems of account
untuk hotel dan motel kecil. Kemudian tahun 1979, The Committee on Financial
Management of the American Hotel & Motel Association merevisi uniform system of
accounts original, guna merefleksikan perubahan dalam penggunaan terminologi untuk
industry penginapan (lodging industry).
Tahun 1986 dilakukan revisi lagi yang merupakan edisi ke delapan, dengan perubahan
spesifik pada distribusi pengeluaran, mengingkatkan fungsi marketing, pemrosesan data,
sumber daya manusia dan transportasi. Edisi ini diterbitkan oleh The Hotel Association of
New York City. Tahun 1996 dikeluarkan lagi edisi ke sembilan yang diterbitkan oleh The
Educational Institute of The American Hotel & Motel Association, dengan sebutan baru yaitu
Uniform System of Accounts for the Lodging Industry. Pada edisi ini, revisi dan perbaikan
dilakukan dengan melengkapi Expense Dictionary dan Chart of Accounts. Disamping itu hal
lain yang dibahas dalam edisi ini adalah penjelasan dan rumus analisa rasio, informasi
statistic departemental, pengendalian anggaran operasi serta analisa breakeven.

4.3 Chart of Accounts


Bagan akun/ bagan perkiraan(chart of account) dalam system akuntansi digunakan untuk
pencatatan transaksi usaha. Bagan akun disusun berdasarkan pada standar pelaporan yang
diinginkan oleh manajemen dan penyusunannya biasanya memperhatikan beberapa
spesifikasi atas akun itu sendiri. Menurut AICPA, susunan bagan akun yang baik adalah :
a. Membantu mempermudah penyusunan laporan keuangan dan laporan lainnya secara
ekonomis.
b. Mencakup rekening yang diperlukan untuk menggambarkan dengan baik dan teliti harta,
utang, modal, pendapatan, harga pokok, dan biaya secara terperinci sehingga memuaskan
dan berguna bagi manajemen di dalam melakukan pengawasan operasi perusahaan.
c. Menguraikan dengan teliti dan singkat yang harus dimuat di dalam setiap rekening.
d. Memberikan batasan sejelas-jelasnya antara pos aktiva, hutang, modal, pendapatan, dan
biaya.
e. Membuat rekening-rekening control jika diperlukan.
Langkah dalam menyusun klasifikasi rekening berdasarkan susunan laporan keuangan, yaitu :
1. Rekening-rekening buku besar dibagi menjadi dua kelompok yaitu rekening neraca
(rekening riil) dan rekening laba rugi (rekening nominal).

3
2. Rekening neraca dibagi menjadi kelompok yang sifatnya berbeda seperti : aktiva,
utang, dan modal.
3. Masing-masing kelompok yang ada di nomor 2 diatas dibagi lagi menjadi golongan-
golongan sebagai berikut:
Aktiva Utang
Aktiva lancar Utang jangka pendek
Investasi jangka panjang Utang jangka panjang
Aktiva tetap berwujud Modal
Aktiva tetap tidak berwujud Modal disetor
Aktiva lain-lain Modal lain
4. Golongan yang ada dirinci lagi ke dalam bentuk sub golongan atau langsung ke
rekeningnya.
5. Rekening laba rugi dibagi menjadi kelompok yang sejenis, seperti : penjualan, harga
pokok penjualan, biaya pokok produksi, biaya penjualan, biaya administrasi dan
umum, pendapatan dan biaya di luar usaha.
6. Golongan yang ada dirinci lagi ke dalam bentuk sub golongan atau langsung ke
rekeningnya.
7. Memberikan nomor kode ke masing-masing rekening dalam klasifikasi.
Pemberian kode diperlukan untuk memudahkan pencarian rekening yang diinginkan. Apabila
pembuatan laporan keuangan dengan menggunakan komputerisasi maka kode ini tidak dapat
dihindarkan lagi. Pembuatan kode rekening harus memenuhi syarat berikut :
a. Memungkinkan adanya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode
secara keseluruhan.
b. Harus mudah diingat.
c. Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.
Pemberian kode rekening umumnya didasarkan pada rerangka pemberian kode tertentu,
sehingga memudahkan pemakai untuk menggunakannya. Ada lima metode pemberian kode
rekening, yaitu :
1. Kode Angka atau Alfabet urut (numerical or alphabetic sequence code).
2. Kode Angka Blok (block numerical code)
3. Kode Angka kelompok (group numerical code)
4. Kode Angka decimal (decimal code)
5. Kode Angka urut didahului dengan huruf (numerical sequence proceded by an
alphabetic reference)
4
Seperti :
XXX – XXX – XXX – XXX
3 digit pertama (nomor property), 3 digit kedua (departemen pendapatan/biaya), 3 digit
ketiga (akun utama pada neraca/laba rugi). 3 digit terakhir (sub akun dengan kegunaan untuk
analisa dan pengendalian).
Contoh penyusunan 3 digit kedua dari bagan akun :
Rooms department Food department
Front office Coffee Shop
140 Reservations Banquet department
160 Housekeeping 240 Room Service dan seterusnya
Contoh penyusunan 3 digit ketiga dari bagan akun :
100 – 199 Assets
200 – 179 Liabilities
280 – 299 Equity
Berikut adalah beberapa contoh kode rekening, uniform system of acconts for the
lodging industry ( AH & MA, 1996):
Assets Liabilities Revenue
100 Cash 200 Payables 300 Rooms
Revenue
101 House Funds 201 Account 301 Transient
payable regular

102 Petty Cash 202 Dividends 302 Tranasient


payable corporate
110 Short term 210 Employer 303 Transient
investment Payroll package
Taxes
120 Account 220  Taxes 304 Day Use
Receivable
121 City Ledger 221  Income Tax 305 Group
convention
122 Guest Ledger 222  Sales Tax 306 Group tour

Catatan atas laporan keuangan (notes to the financial statements)


Agar suatu laporan keuangan menjadi lengkap, laporan keuangan harus dilengkapi dengan
catatan-catatan penjelasan. Catatan atas laporan keuangan harus menggambarkan semua

5
kebijakan akuntansi yang diikuti dengan organisasinya. Catatan yang diperlukan biasanya
meliputi kebijakan-kebijakan akuntansi, tetapi tidak terbatas pada yang dicantumkan disini
saja, antara lain meliputi:
a. Dasar konsolidasi
b. Penggunaan prakiraan
c. Kas dan investasi kas sementara
d. Metode inventori dan penilaian
e. Akuntansi untuk investasi, termasuk penilaian sekuritas yang bisa dijual.
f. Kebijakan-kebijakan depresiasi dan amortisasi
g. Akuntansi untuk deferred charges
h. Cost untuk iklan
i. Akuntansi untuk pensiun
j. Pengakuan income dari operasi franchise dan kerja sama kontrak
k. Akuntansi untuk income tax
l. Penghitungan net income (loss) per saham (untuk perusahaan publik)

Kejadian atau kondisi yang perlu dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan, meliputi
hal-hal sebagai berikut:
a. Perubahan-perubahan dalam metode akuntansi
b. Perjanjian hutang jangka panjang
c. Program pensiun dan atau pembagian keuntungan (profit sharing)
d. Benefit lain setelah masa pensiun dan setelah kekaryawanan berakhir
e. Income taxes
f. Kerja sama jangka panjang
g. Program opsi saham
h. Item-item yang menyangkut income dan expenses diluar usaha
i. Komitmen jangka panjang yang penting, seperti perjanjian sewa menyewa
j. Operasi oleh pihak asing
k. Transaksi-transaksi yang menyangkut afiliasi
l. Liabilitas yang menggantung, termasuk ligitasi yang tertunda
m. Peristiwa-peristiwa setelah tanggal neraca
n. Transaksi equitas pemegang saham
o. Alat-alat pembiayaan
Laporan Perdepartemen (departmental statement)
6
Laporan perdepartemen menggambarkan hasil operasi dalam suatu perode tertentu. Laporan
ini menyediakan sumber-sumber informasi internal yang penting bagi manajemen
perusahaan. Laporan ini dilengkapi dengan daftar pendukung revenue dan expenses  untuk
setiap departemen atau kegiatan-kegiatan dalam perusahaan.

4.4 Perbedaan Chart Of Account Industri Hotel dan Perusahaan Manufaktur dan


Dagang
Perbedaan bagan akun industi perhotelan dan perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang
yaitu:
a. Industri perhotelan terdiri atas beberapa department yang berhubungan dengan
aktivitas operasional hotel, seperti food, asset, inventory, equity, dll. Sedangkan pada
perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang tidak terdapat pembagian departemen,
karena pada perusahaan dagang dan manufaktur pembagian akun-akun tersebut lebih
terinci, seperti beban/biaya, modal, aset, dll.
b. Jumlah akun pada industri hotel cenderung lebih banyak daripada jumlah akun yang
dimiliki oleh perusahaan dagang dan manufaktur.
c. Terdapat beberapa akun unik yang dimiliki oleh industri hotel dan perusahaan
manufaktur. Beberapa akun yang menjadi ciri perusahaan manufaktur :
1) Persediaan bahan baku
2) Persediaan barang dalam proses
3) Persediaan barang jadi
Beberapa akun yang menjadi ciri industri perhotelan :
1) Room & revenue
2) Service harga
3) Guest Ledger
4) City ledger
Ketiga perbedaan ini muncul disebabkan oleh adanya perbedaan jenis transaksi akibat dari
perbedaan aktivitas operasi yang dilakukan oleh ketiga jenis entitas bisnis tersebut.

7
PERTANYAAN
1. Jelaskan yang dimaksud uniform system of accounts pada usaha perhotelan.
Jawaban :
Merupakan penetapan format standard dan klasifikasi perkiraan yang mengarah pada
kepemilikan individu dalam penyiapan dan penyajian laporan keuangan pada bidang
perhotelan. Standarisasi tersebut membatu pemakai laporan keuangan internal dan
eksternal untuk membandingkan posisi keuangan dan kinerja operasi pada jenis
kepemilikan yang sama dalam industri hotel.

2. Sebutkan konsep dari uniform system of accounts pada usaha perhotelan.


Jawab:
1) Membagi departemen-departemen fungsional yang ada menjadi 3 jenis:
a. Departemen operasi, yang merupakan departemen yang memberikan
kontribusi pendapatan, seperti room, food & beverage, telephone, laundry, dan
lain-lain.
b. Departemen overhead, merupakan departemen pendukung, seperti
administration & general, marketing.
c. Departemen alokasi, merupakan departemen yang berfungsi mengalokasikan
beban pada masing-masing departemen, seperti departemen personalia
mengalokasikan beban gaji karyawan.
2) Setiap departemen dalam organisasi akan dibebani oleh gaji karyawan dan
pengeluaran departemennya.
3) Memberikan keseragaman dalam departemen dan dalam klasifikasi aktiva, hutang,
penghasilan dan biaya.
4) Memberikan kemampuan untuk membandingkan hasil operasi.
5) Memberikan kemampuan untuk melatih pengendalian anggaran yang kuat, di
mana pengendalian anggaran merupakan alat untuk mengendalikan hasil
departemen.

DAFTAR PUSTAKA
Widanaputra, A.A G.P., dkk. 2009. Akuntansi Perhotelan Pendekatan Sistem
Informasi. Yogyakarta : Graha Ilmu