Anda di halaman 1dari 22

MODUL PERKULIAHAN

Total Quality Management

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun oleh


Ekonomi Akuntansi
12 84031 Siti Choiriah, SE, MM

Abstract Kompetensi
Konsep TQM • Konsep Six Sigma • ISO Agar mahasiswa dapat Mampu
certification • Cost of Quality Report • menjelaskan dan mengidentifikasi
Quality Award • Baldrige penerapan TQM, ISO & Six Sigma

PENGENDALIAN MUTU

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
1 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~1~
Definisi dan sejarah pengendalian kualitas

Kualitas diartikan sebagai derajat / tingkat produk atau jasa dapat memenuhi keinginan
pengguna / konsumen.
Mutu adalah ukuran relatif kebaikan suatu produk. Produk bermutu (quality
product ) adalah suatu produk yang memenuhi harapan konsumen.
Produk bermutu (Quality Product) merupakan salah satu keunggulan perusahaan
dalam menempati posisi tertentu dalam persaingan tertentu. Konsep mutu dapat dibagi
menjadi 2 golongan:
1. Mutu desain ( quality Of Design ), merupakan fungsi spesifikasi produk. Semakin
banyak spesifikasi produk yang dimasukkan kedalam mutu, menyebabkan biaya
produksi tinggi sehingga harga jual menjadi tinggi.
2. Mutu Kesesuaian ( Quality Of Conformance ),adalah suatu ukuran seberapa jauh
suatu produk memenuhi persyaratan atau spesifikasi mutu yang yang telah ditetapkan..

Pengendalian Kualitas adalah aktivitas pengendalian proses untuk mengukur ciri-ciri


kualitas produk, membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan, dan
mengambil tindakan perbaikan yang sesuai apabila ada perbedaan dengan standar.
Jadi ada 3 aktifitas di dalam pengendalian kualitas:
a. Pengamatan
b. Membandingkan dengan standar
c. Tindakan perbaikan

Prinsip-prinsip pengendalian kualitas pertama kali dikembangkan tahun 1923 oleh


Walter A. Shewhart di The Bell Telephone Laboratories. Buku pertama pengendalian
kualitas dipublikasikan oleh Shewhart pada tahun 1931 dengan judul Economic
Control of Quality of Manufactured Product. Teknik-teknik dan standardisasi
pengendalian kualitas semakin berkembang luas pada era perang dunia II. Pada tanggal
16 Februari 1946 dibentuk American Society for Quality Control.

Kualitas merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
pelanggannya. Terdapat tiga pendekatan dalam hal ini, yang pertama kualitas berbasis
pengguna dimana kualitas tergantung kepada audiensnya.Pendekatan ini biasanya
digunakan oleh orang pemasaran dan pelanggan. Yang kedua, kualitas berbasis
manufaktur yang biasanya diterapkan oleh manajer produksi. Dalam pendekatan ini
kualitas suatu barang berarti pemenuhan standar dan membuat produk dengan benar
sejak awal. Yang ketiga adalah kualitas itu berbasis produk yang memandang bahwa

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
2 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~2~
kualitas sebagai variabel yang pesisi dan dapat dihitung.

Kualitas dan Strategi

Arnold Palmer Hospital menemukan bahwa kualitas merupakan obat kuat


untukmemperbaiki operasi. Mengelola kualitas membantu mambangun strategi
diferensiasi, biaya rendah, dan respon cepat sukses. Kualitas adalah faktor penentu
keberhasilan bagi perusahaan-perusahaan. Peningkatan kualitas membantu perusahaan
meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang kemudian akan meningkatkan
keuntungan.
Peningkatan penjualan sering terjadi saat perusahaan mempercepat respon mereka,
merendahkan harga jual, dan meningkatkan reputasi mereka dengan produk-produk yang
berkualitas. Meningkatkan kualitas menurunkan biaya turun karena perusahaan
meningkatkan produktivitas dan menurunkan rework, bahan yang terbuang, dan biaya
garansi.

Perusahaan dengan kualitas terbaik lima kali lebih produktif di bandingkan dengan kualitas
yang paling rendah. Kualitas yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara
keseluruhan. Namun dalam hal ini yang terpenting adalah membangun sebuah organisasi
yang dapat mencapai kualitas dan mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.

Suatu strategi kualitas yang berhasil dimulai dengan lingkungan organisasi yang membantu
perkembangan kualitas yang berhasil dan diikuti oleh pemahaman prinsip kualitas; upaya
untuk melibatkan para pekerja dalam aktivitas yang dibutuhkan untuk
mengimplementasikan kualitas.

Pengaruh Kualitas
Kualitas merupakan elemen yang penting dalam operasi, ada tiga alasan kualitas itu
penting, yaitu
a. Reputasi Perusahaan.
Kualitas akan muncul sebagai persepsi tentang produk baru perusahaan, kebiasaan
pekerjanya, dan hubungan pemasoknya.
b. Kehandalan Produk.
Pengadilan terus berusaha menghukum organisasi-organisasi yang merancang,
memproduksi, atau mengedarkan produk atau jasa yang penggunaannya
mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan. Contohnya: Consumer Product Safety Act
c. Keterlibatan global.
Kualitas adalah suatu perhatian internasional. Produk-produk perusahaan yang akan

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
3 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~3~
bersaing di pasar internasional harus memenuhi ekspetasi akan kualitas, desain, dan
harganya secara global.
d. Biaya Kualitas
Adalah biaya akibat melakukan hal yang salah, yaitu harga yang harus dibayar karena
tidak sesuai dengan standar. Ada empat kategori utama yang dikaitkan dengan biaya
kualitas, yaitu:
1. Biaya Pencegahan
Biaya yang terkait dengan mengurangi kemungkinan komponen atau jasa
mengalami kerusakan. Contoh: pelatihan, program peningkatan kualitas.
2. Biaya Penaksiran
Biaya yang dikaitkan dengan proses evaluasi produk, proses, komponen, dan
jasa. Contoh: biaya pengujian, laboraturium, dan pemriksa
3. Kegagalan internal
Biaya yang diakibatkan oleh produksi komponen atau jasa yang rusak sebelum
diantarkan ke pelanggan. Contoh: rework, scrap, dan waktu tunggu akibat
mesin rusak
4. Biaya eksternal
Biaya yang terjadi setelah pengiriman barang atau jasa yang cacat. Contoh:
rework, barang yang dikembalikan, kewajiban, kehilangan kepercayaan, dan
biaya pada masyarakat.
Tiga biaya pertama yang disebutkan diatas dapat diperkirakan, namun untuk
biaya eksternal sangat sulit untuk dihitung. Pada kondisi keseimbangan, biaya
produk yang berkualitas hanyalah sebagian dari keuntungan. Philip Crosby dan
Genichi berpendapat bahwa organisasi yang kalah adalah organisasi yang
gagal berupaya agresif di bidang kualitas.

Etika dan Manajeman Kualitas

Bagi seorang manajer operasi, memberikan produk dan jasa yang sehat, aman, dan
berkualitas kepada pelanggan adalah salah satu pekerjaan yang terpenting.
Kurangnya proses desain dan produksi, pengembangan produk-produk berkualitas
rendah tidak hanya mengakibatkan biaya produksi yeng lebih tinggi tetapi juga
dapat menimbulkan kecelakaan, tuntutan hukum, dan bertambahnya peraturan
pemerintah.
Jika sebuah perusahaan yakin telah memperkenalkan sebuah produk yang layak
dipertanyakan, maka tindakan tanggung jawab harus didasari oleh perbuatan etis.
Sebuah perusahaan manufaktur harus menerima tangggung jawab untuk setiap
produk berkualitas rendah atau produk-produk yang terkontaminasi yang mereka
pasarkan kepada masyarakat. Ada banyak pihak berkepentingan yang terlibat dalam
produksi dan pemasaran produk-produk berkualitas rendah, termasuk pemegang
saham, para pekerja, pelangan, pemasok, distributor dan kreditor. Dalam hal etika,

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
4 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~4~
setiap perusahaan harus mengembangkan nilai inti yang menjadi panduan sehari-
hari untuk semua orang.

Standar Kualitas Internasional

ISO 9000
Kualitas secara global sangat penting sehingga dunia bersatu menciptakan kualitas, ISO
9000. ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO
9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang
standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International
Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176. ISO/TC inilah yang
bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu. ISO/TC 176
menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima tahun, guna menjamin bahwa standar-
standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan untuk organisasi.

Sertifikasi ISO 9000


Untuk memiliki sertifikat ISO 9000, suatu organisasi harus melalui proses selama 9 hingga
18 bulan yang mencakup dokumentasi prosedur kualitas, penilaian lapangan, dan
serangkaian audit yang terus berjalan terhadap produk atau jasa yang dihasilkannya.

Manfaat ISO 9000:


1.  Aspek Konsistensi Pelaksanaan dan Pengawasan
1. Memberikan pendekatan praktik yang sistematis untuk manajemen mutu.
2.  Memastikan konsistensi untuk memelihara mutu produk/jasa.
3.  Menetapkan kerangka kerja untuk proses peningkatan mutu lebih lanjut
dengan membakukan proses guna memastikan konsistensi dan mampu
menelusuri serta meningkatkan hubungan antar fungsi yang mempengaruhi
mutu
4. Aspek Pengendalian Pencegahan
1. Menentukan secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari
personel kunci yang mempengaruhi mutu
2. Mendokumentasikan prosedur secara baik dalam menjalankan
operasi dan proses bisnis penyedia jasa atau pabrik/industri
3. Menerapkan sistem dokumentasi yang efektif melalui mekanisme
audit mutu internal dan tinjauan manajemen yang berkelanjutan
4. Aspek Pertumbuhan dan Pengembangan
1. Sebagai sarana pemasaran
2. Dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan
konsumen/pelanggan
3. Dapat meningkatkan citra dan daya saing perusahaan
4. Dapat meningkatkan produktifitas mutu jasa/produk

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
5 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~5~
5. Dapat memberikan pelatihan yang sistematik kepada staf
melalui prosedur dan instruksi yang baik
6. Mengantisipasi tuntutan konsumen atas mutu produk dan
tingkat persaingan bersama
7. Sebagai dasar/pondasi yang mantap untuk pengembangan
mutu selanjutnya menuju manajemen mutu terpadu

Prinsip Manajemen Mutu ISO 9000

Prinsip 1: Fokus Pada Pelanggan


Organisasi tergantung pada pelanggan mereka. Karena itu, manajemen organisasi harus
memahami kebutuhan pelanggan sekarang dan akan datang, harus memenuhi kebutuhan
pelanggan dan giat berusaha melebihi harapan pelanggan.

Prinsip 2: Kepemimpinan
Pimpinan puncak organisasi menetapkan kesatuan tujuan dan arah dari organisasi. Mereka
harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal agar orang-orang dapat menjadi
terlibat secara penuh dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Prinsip 3: Pelibatan Orang


Orang pada semua tingkat merupakan faktor yang sangat penting dari suatu organisasi dan
keterlibatan mereka secara penuh akan memungkinkan kemampuan mereka digunakan
untuk manfaat organisasi.

Prinsip 4: Pendekatan Proses


Suatu hasil yang diinginkan akan tercapai secara lebih efisien, apabila aktivitas dan
sumber-sumber daya yang berkaitan dikelola sebagai suatu proses. Suatu proses mengubah
masukan (input) terukur kedalam keluaran (output) terukur melalui sejumlah langkah
berurutan yang terorganisasi.

Prinsip 5: Pendekatan Sistem Pada Manajemen


Pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan dari proses-proses yang saling berkaitan
sebagai suatu sistem akan memberikan kontribusi pada efektivitas dan efisiensi organisasi
dalam mencapai tujuan-tujuannya.

Prinsip 6: Perbaikan Berkesinambung


Perbaikan berkesinambung dari kinerja organisasi secara keseluruhan harus menjadi tujuan
tetap dari organisasi. Perbaikan berkesinambung didefinisikan sebagai suatu proses yang
berfokus pada upaya terus-menerus meningkatkan efektivitas dan/atau efisiensi organisasi
untuk memenuhi kebijakan dan tujuan dari organisasi itu. Perbaikan berkesinambung

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
6 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~6~
membutuhkan langkah-langkah konsolidasi yang progresif, merespon perkembangan
kebutuhan dan ekspektasi pelanggan sehingga akan menjamin suatu evolusi dinamis dari
sistem manajemen mutu.

Prinsip 7: Pendekatan Fakta Pada Pengambilan Keputusan


Keputusan yang efektif adalah yang berdasarkan pada analisis data dan informasi untuk
menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga masalah-masalah mutu dapat
terselesaikan secara efektif dan efisien. Keputusan manajemen organisasi sebaiknya
ditujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem
manajemen mutu.

Prinsip 8: Hubungan Yang Saling Menguntungkan Dengan Pemasok


Suatu organisasi dan pemasoknya adalah saling tergantung, dan suatu hubungan yang
saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai
tambah.
ISO memperbaharui standarnya pada tahun 2000 menjadi lebih seperti sistem manajemen
kualitas yang lebih terperinci dan disebut ISO 9001:2000.

ISO 14000
Proses internasionalisasi kualitas yang terus terbukti dengan dikembangkannya ISO 14000.
ISO 14000 merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen
pokok: manajemen lingkungan, audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus
hidup.
Standar baru ini memiliki beberapa kelebihan:
 Citra publik yang positif dan ekspos yang berkurang terhadap kewajibannya
 Pendekatan sistematis yang baik untuk pencegahan polusi melalui minimalisasi
dampak ekologis dari produk dan aktivitas perusahaan
 Ketaatan dengan persyaratan peraturan dan peluang untuk mendapatkan
keunggulan bersaing
 Berkurangnya kebutuhan untuk melakukan audit majemuk

Sertifikasi ISO 14000


Agar suatu organisasi dianugerahi ISO 14000 mereka harus diaudit secara eksternal oleh
badan audit yang telah terakreditasi. Badan sertifikasi harus diakreditasi oleh ANSI-ASQ,
Badan Akreditasi Nasional di Amerika Serikat, atau Badan Akreditasi Nasional di Irlandia.
Manfaat ISO 14000:
1. Pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi
2. Untuk menyediakan peralatan yang berguna dan bermanfaat dan fleksibel sehingga
mencerminkan organisasi yang baik.
3. Dapat mengidanfikasi, memperkirakan dan mengatasi resiko lingkungan yang
mungkin timbul.

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
7 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~7~
4. Dapat menekan biaya produksi, dapat mengurangi kecelakan kerja, dapat
memelihara hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak – pihak yang
peduli terhadap lingkungan.
5. Memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen puncak
terhadap lingkungan.
6. Dapat meningkat citra perusahaan,meningkatkan kepercayaan konsumen dan
memperbesar pangsa pasar.
7. Menunjukan ketaatan perusahaan terhadap perundang – undangan yang berkaitan
dengan lingkungan.
8. Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
9. Dapat meningkatakan otivasi para pekerja.

Prinsip Pokok Elemen ISO 14000


Prinsip Pertama
Organisasi harus menetapkan kebijakan lingkungan dan memastikan memiliki  komitmen
terhadap SML
 Prinsip Kedua
Organisasi harus menyusun rencana untuk menaati kebijakan lingkungan yang
ditetapkan sendiri.
 Prinsip Ketiga: Implementasi dan Operasi
Agar terlaksana dengan efektif, organisasi harus mengembangakan kemampuan
dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk menaati kebijakan lingkungan,
tujuan dan sasaran manajemen.
 Prinsip keempat: pemeriksaan dan koralasi
Organisasi harus memeriksa, memantau dan mengorelasi kinerja lingkungan.
 Prinsip kelima: kaji ulang manajemen
Organisasi harus mengkaji ulang dan terus menerus memperbaiki standart
manajemen lingkungan dengan maksud untuk menyempurnakan kinerja lingkunga
yang telah dicapai.

2.3 TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi
organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan
komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih
keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan. Ada beberapa
elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas,  yaitu
1)  Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
2)  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
3)  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (apa yang dianggap berkualitas saat
ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada saat yang lain).
4)  Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
8 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~8~
manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Manfaat Program TQM


TQM sangat bermanfaat baik bagi pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.
Manfaat TQM bagi pelanggan adalah:
1)        Sedikit atau bahkan tidak memiliki masalah dengan produk atau pelayanan.
2)        Kepedulian terhadap pelanggan lebih baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
3)        Kepuasan pelanggan terjamin.

Manfaat TQM bagi institusi adalah:


1)            Terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan
2)            Staf lebih termotivasi
3)            Produktifitas meningkat
4)            Biaya turun
5)            Produk cacat berkurang
6)            Permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat.

Manfaat TQM bagi staf Organisasi adalah:


1)            Pemberdayaan
2)            Lebih terlatih dan berkemampuan
3)            Lebih dihargai dan diakui

Manfaat lain dari implementasi TQM yang mungkin dapat dirasakan oleh institusi di masa
yang akan datang adalah:
1)               Membuat institusi sebagai pemimpin (leader) dan bukan hanya sekedar
pengikut (follower)
2)               Membantu terciptanya tim work
3)               Membuat institusi lebih sensitif terhadap kebutuhan pelanggan
4)               Membuat institusi siap dan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan
5)               Hubungan antara staf departemen yang berbeda lebih mudah

Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu perbaikan berkesinambungan, Six Sigma,
pemberdayaan pekerja, benchmarking, just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan
pengetahuan perangkat TQM

1. Perbaikan Berkesinambungan

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
9 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~9~
TQM membutuhkan perbaikan berkesinambungan yang tidak pernah berhenti yang
mencakup orang, peralatan, pemasok, bahan, dan prosedur. Dasar filosofi ini adalah setiap
aspek dari operasi perusahaan dapat diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah kesempurnaan
yang tidak akan pernah dapat diraih, tetapi selalu diupayakan.
Plan-Do-Check-Act
Walter Shewhart, pelopor manajemen kualitas, mengembangkan sebuah model lingkaran
yang dikenal sebagai PDCA (plan, do, check, act) yang menurutnya adalah suatu perbaikan
berkesinambungan versinya sendiri.

2. Six Sigma

Six sigma adalah program untuk menghemat waktu, meningkatkan kualitas, dan
menurunkan biaya. Six sigma juga merupakan sebuah sistem yang menyeluruh yaitu suatu
strategi karena berfokus pada kepuasan pelanggan total, disiplin karena mengikuti six
sigma improvement model formal, dan sekumpulan perangkat (lembar perangkat, diagram
sebab-akibat, diagram pareto, diagram alir, histogram, dan statistical process control/SPC)
untuk memperoleh dan mempertahankan kesuksesan dalam bisnis.
Metodologi Six Sigma
Untuk melakukan peningkatan terus menerus menuju target Six Sigma dibutuhkan suatu
pendekatan yang sistematis, berdasarkan ilmu pengetahuan dan fakta (systematic, scientific
and fact based)dengan menggunakan peralatan, pelatihan dan pengukuran sehingga
ekspektasi dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi (Simon, 2005). Saat ini terdapat dua
pendekatan yang biasa digunakan dalam Six Sigma, yaitu :
1. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control)
Metodologi DMAIC digunakan saat sudah terdapat produk atau proses di perusahaan,
namun belum dapat mencapai spesifikasi yang ditentukan oleh pelanggan.
1. Define, menentukan tujuan proyek dan ekspektasi pelanggan.
2. Measure, mengukur proses untuk dapat menentukan kinerja sekarang atau sebelum
mengalami perbaikan.
3. Analyze, menganalisa dan menentukan akar permasalahan dari suatu cacat atau
kegagalan.
4. Improve, memperbaiki proses menghilangkan atau mengurangi jumlah cacat atauu
kegagalan.
5. Control, mengawasi kinerja proses yang akan datang setelah mengalamai
perbaikan.

2. DMADV (Define, Measure, Analyze, Design and Verify)


Metodologi DMADV dapat digunakan pada tempat / perusahaan yang belum terdapat
produk maupun proses atau pada perusahaan yang sudah memiliki produk maupun proses
dan sudah dilakukan optimisasi (menggunakan DMAIC ataupun metode yang lain) namun

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
10 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~10~
tetap saja tidak bisa mencapai level spesifikasi yang ditetapkan berdasarkan pelanggan
atau sigma level.
1. Define, menentukan tujuan proyek
2. Measure, mengukur dan memutuskan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.
3. Analyze, menganalisa beberapa proses pilihan yang sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.
4. Design, merancang proses secara terperinci yang sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.
5. Verify, menguji kemampuan dan kekuatan hasil rancangan agar sesuai dengan
kebutuhan pelanggan.

c. Pemberdayaan Pekerja
Pemberdayaan pekerja berarti melibatkan pekerja pada setiap langkah proses produksi.
Secara konsisten, literatur bisnis menyatakan 85% permasalahan kualitas terletak pada
bahan dan proses, bukan pada kinerja pekerja. Oleh karena itu, tugas yamg diperlukan
adalah merancang peralatan dan proses yang dapat memproduksi kualitas yang diinginkan.
Saat terjadi ketidakcocokan kualitas, kesalahannya jarang terletak pada para pekerja. Entah
produknya dirancang dengan salah atau pekerjanya tidak dilatih dengan benar. Walaupun
pekerja dapat membantu menyelesaikan masalah, jarang terjadi kasus dimana pekerja yang
menyebabkan masalah tersebut.
Teknik untuk memberdayakan pekerja yaitu :
1. Membina jaringan komunikasi yang melibatkan pekerja
2. Membentuk para penyelia yang bersikap terbuka dan mendukung
3. Memindahkan tanggung jawab dari manajer dan tsaf kepada para pekerja di bagian
produksi
4. Membangun organisasi yang memiliki moral yang tinggi
5. Menciptakan struktur organisasi formal sebagai tim-tim dan lingkaran-lingkaran
kualitas

d. Benchmarking
Benchmarking merupakan pemilihan standar kinerja yang mempresentasikan kinerja
terbaik dari suatu proses atau aktivitas. Benchmarking meliputi pemilihan standar produk,
jasa, biaya atau kebiasaan yang mewakili suatu kinerja terbaik dari proses atau aktivitas
serupa dengan proses atau aktivitas Anda. Langkah menetapkan benchmark antara lain:
1. Menetapkan apa yang akan dijadikan benchmark
2. Membentuk tim benchmark
3. Mengidentifikasi mitra-mitra benchmark
4. Mengumpulkan dan menganalisis informasi benchmark
5. Mengambil tindakan untuk menyamai atau melebihi benchmark

Ukuran-ukuran kinerja khusus yang digunakan dalam benchmark meliputi persentase


cacat, biaya per unit atau per pesanan, waktu proses per unit, waktu respon layanan, imbal

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
11 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~11~
hasil investasi, tingkat kepuasan pelanggan, dantingkat ingatan pelanggan.
Benchmarking internal dilakukan saat sebuah organisasi cukup dan memiliki bayak divisi
atau unit bisnis. datanya biasanya jauh lebih mudah diakses daripada data dari luar
perusahaan luar dan terdapat suatu unit internal yang memiliki kinerja lebih tinggi dan
dapat diteladani.

Just in Time (JIT)


Konsep JIT diadakan untuk perbaikan berkesinambungan dan penyelesaikan masalah.
Dalam konsep JIT, barang diproduksi dan diantarkan saat mereka dibutuhkan (saat ada
permintaan). JIT berkaitan dengan kualitas dalam tiga hal:
1. JIT memangkas biaya kualitas. Hal ini terjadi karena rework, scrap, investasi
persediaan dan biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung dengan
persediaan yang ada. Dengan penerapan JIT berarti hanya terdapat sedikit
persediaan, biayanya juga lebih rendah. Selain itu, persediaan menyembunyikan
kualitas yang buruk.
2. JIT meningkatkan kualitas. Karena  mempersingakat lead time, JIT juga menjaga
bukti kesalahan tetap baru dan membatasi jumlah sumber kesalahan yang potensial.
Oleh karena itu, JIT menciptakan sebuah sistem peringatan akan adanya
permasalahan kualitas, baik dalam perusahaan maupun dengan para penjual.
3. Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit, serta sistem JIT yang
lebih baik dan mudah digunakan. Tujuan memiliki persediaan adalah melindungi
kinerja produksi yang buruk yang disebabkan oleh kualitas yang tidak dapat
diandalkan. Jika kualitasnya konsisten, maka JIT membuat perusahaan dapat
mengurangi semua biaya yang terkait pada persediaaan.

f. Konsep Taguchi
Genichi Taguchi memberikan tiga konsep yang bertujuan memperbaiki kualitas produk
dan proses, yaitu ketangguhan kualitas (quality robustness), fungsi kerugian kualitas
(quality loss function-QLF) dan kualitas berorientasi sasaran (target-oriented quality)
Produk berkualitas tangguh (quality robust) adalah produk yang dapat diproduksi secara
beragam dan konsisten dalan segala kondisi manufaktur dan lingkungan yang kurang baik
dan bukan menghilangkan penyebabnya. Taguchi menyarankan bahwa menghilangkan
pengaruh biasanya lebih murah daripada menghilangkan penyebab, dan lebih efektif dalam
memproduksi produk yang tangguh. Dengan cara ini, variasi kecil dalam bahan dan proses
tidak akan mengganggu kualitas produk.
Quality loss function (QLF) mengidentifikasikan semua biaya yang berkaitan dengan
kualitas rendah dan menunjukan bagaimana biaya ini meningkat jika kualitas produk
semakin jauh dengan  keinginan pelanggan. Biaya ini tidak hanya meliputi ketidakpuasan
pelanggan, tetapi juga biaya garansi dan jasa, biaya pemeriksaan internal, perbaikan, scrap,
dan biaya-biaya yang dianggap sebagai biaya bagi masyarakat. Kualitas berorientasi
sasaran (target-oriented quality) merupakan sebuah filosofi perbaikan terus menerus untuk

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
12 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~12~
membuat kualitas produk tepat sesuai dengan sasaran.

2.4  Perangkat TQM


1. Lembar periksa, adalah suatu formulir yang dirancang untuk mencatat data.
Karakteristik

 Data dapat dicatat dengan mudah


 Data dapat dipahami dengan mudah
 Mencegah terjadinya data hilang (missing data)
 Dapat menentukan sumber persoalan
 Memungkinkan pemecahan persoalan dengan cepat
 Dipakai untuk memeriksa beberapa item secara bersamaan
 Memungkinkan pengklasifikasian/penstrataan data

1. Diagram sebar, menunjukkan hubungan antara dua pengukuran.

Langkah-langkah pembuatan Diagram Tebar


1. Langkah 1: Kumpulkan data dan masukkan dalam table
2. Langkah 2: Gambarkan sumbu tegak dan sumbu datar beserta skala dan
keterangannya
3. Langkah 3: Gambarkan titik-titik koordinat data tersebut

1. Diagram sebab-akibat (diagram Ishikawa/diagram tulang ikan), adalah sebuah


teknik skematik yang digunakan untuk mengetahu letak-letak masalah kualitas
yang mungkin.

Manfaat:
1. Mengorganisasikan dan menghubungkan faktor-faktor
2. Sebagai sarana untuk urun pendapat (brainstorming)
3. Melibatkan setiap orang yang terkait

Kekurangan:
1. sangat kompleks
2. Memerlukan dedikasi dan kesabaran
3. Bisa jadi sulit dalam memfasilitasinya
4. Diagram pareto, adalah sebuah metode untuk metode untuk mengelola kesalahan,
masalah, atau cacat guna membantu memusatkan perhatian untuk upaya
penyelesaian masalahnya. Prosedur:

 Tetapkan klasifikasi data


 Tentukan kerangka  waktu
 Kumpulkan data
 Rangking penyebab-penyebab (causes)
 Bangun Tabel
 Gambarkan Histogram

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
13 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~13~
1. Diagram alir (flow chart), diagram kotak yang secara grafis menggambarkan
sebuah proses atau sistem. Manfaat:

 Untuk memahami proses


 Mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
 Membantu pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses
 Membangkitkan dukungan melalui partisipasi

Histogram

Histogram merupakan alat yang menggambarkan penyebaran distribusi frekuensi, yaitu


pengaturan data berdasarkan magnitude, berupa grafik balok. Balok-balok yang terdapat
dalam histogram dihasilkan dari persamaan sturge yang memberikan jumlah kelas-kelas
data yang terdapat dalam grafik histogram setelah kita mendapatkan perkiraan jumlah
kelas, dapat diperoleh interval kelas dengan membagi range data dengan jumlah kelas yang
diperoleh.
Statistical Process Control (SPC) atau Pengendalian Proses Statistikal adalah seperangkat
alat pemecahan masalah yang baik, berguna dalam mencapai stabilitas proses dan
memperbaiki kapabilitas melalui pengurangan variabilitas.

2.5 Peranan Inspeksi

Peranan Inspeksi
Sebuah sistem operasi yang baik mempunyai suatu pengendalian atas proses yang
dilakukan. Tugas manajemen operasi bukan hanya membuat sistem-sistem, namun juga
memastikan sistem tersebut memenuhi standar dengan inspeksi. Inspeksi ialah suatu cara
memastikan operasi telah mencapai kualitas yang diharapkan.
Inspeksi meliputi pengukuran, perasaan, perabaan, penimbangan, atau pemeriksaan produk
dengan tujuan menemukan proses yang buruk sesegera mungkn. Perlu diingat, inspeksi
tidak memperbaiki kekurangan dalam sistem atau atau cacat pada produk atau mengubah
suatu produk dan meningkatkan nlainya. Inspeksi hanya berfungsi menemukan kekurangan
atau cacat.
Inspeksi utamanya berfokus pada dua masalah besar, yaitu (1) Kapan inspeksi dilakukan
dan (2) Dimana inspeksi dilakukan. Memutuskan kapan dan dimana inspeksi dilakukan
bergantung pada jenis proses dan nilai tambah pada setiap tahap. Inspeksi dapat dilakukan
pada salah satu tuitik berikut:
1. Di pabrik pemasok saat pemasok melakukan proses produksi
2. Saat menerima produk dari pemasok (supplier)
3. Sebelum melakukan proses yang mahal dan tidak dapat dikembalikan
4. Selama tahap-tahap proses produksi
5. Saat produk selesai dibuat

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
14 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~14~
6. Sebelum pengantaran ke konsumen
7. Pada titik kontak dengan pelanggan

Biaya Mutu ( Quality Cost )

Biaya mutu (Quality cost) adalah biaya yang bersangkutan dengan penciptaan,
pengidentifikasian,perbaikan dan pencegahan produk cacat.
Biaya mutu diperlukan oleh manajemen dalam melakukan perencanaan,pengendalian
dan pengambilan keputusan tentang mutu produk. Manajemen perlu memahami biaya
mutu (quality cost ) yang merupakan biaya yang terjadi karena adanya atau
kemungkinan mutu produk yang rendah.

Biaya mutu dapat dibagi menjadi empat kelompok:


1. Biaya pencegahan ( Prevention Cost )
Biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat dalam produk atau jasa
yang dihasilkan oleh perusahaa /biaya-biaya yang berhubungan dengan upaya
pencegahan kegagalan internal maupun eksternal. Tujuan dikeluarkan biaya
pencegahan ini adalah untuk menurunkan kuantitas produk yang tidak memenuhi
spesifikasi mutu yang telah ditetapkan, sehingga menurunkan biaya kegagalan.
Contoh Biaya pencegahan adalah :
a. Perencanaan kualitas : Biaya –biaya yang berkaitan dengan aktivitas
perencanaan kualitas secara keseluruhan, termasuk penyiapan prosedur-
prosedur yang diperlukan untuk mengkomunikasikan rencana kualitas
keseluruh pihak yang berkepentingan. Contohnya : biaya perencanaan mutu,
b. Tinjauan ulang produk baru ( New product Review ) : Biaya – biaya yang
berkaitan dengan rekayasa keandalan (reliability engineering) dan aktivitas-
aktivitas lain yang terkait dengan kualitas yang berhubungan dengan
pemberitahuan desain baru.Contonya: biaya pelaporan mutu , biaya penelaahan
terhadap terhadap desain produk, gugus kendali mutu (quality cicle).
c. Pengendalian Proses : Biaya –biaya inspeksi dan pengujian dalam proses
untuk menentukan status dari produk.
d. Audit kualitas : Biaya-biaya yang berkaitan dengan evaluasi atas pelaksanaan
aktivitas dalam rencana kualitas secara keseluruhan.Contohnya : biaya rekayasa
mutu
e. Pelatihan ; biaya –biaya yang berkaitan dengan penyiapan dan pelaksanaan
program-program pelatihan yang berkaitan dengan kualitas.Contohnya : biaya
program pelatihan mutu

2. Biaya penilaian ( Appraisal Cost ) yaitu : biaya-biaya yang dikeluarkan untuk


menentukan apakah produk & jasa sesuai ( derajat konformansi ) dengan
persyaratan kualitas ( spesifikasi yang ditetapkan ).
Contoh biaya penilaian adalah :

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
15 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~15~
a. Inspeksi dan pengujian kedatangan material : biaya–biaya yang berkaitan
dengan penentuan kualitas dari material yang dibeli, apakah melalui inspeksi
pada saat penerimaan, dilakukan oleh pemasok, atau inspeksi yang dilakukan
oleh pihak ketiga. Contohnya : biaya pengujian bahan baku, biaya inspeksi
pembungkusan, verifikasi pemasok, pengujian dilapangan, biaya penilaian
pemasok
b. Inspeksi dan pengujian produk dalam proses: biaya-biaya yang berkaitan
dengan evaluasi tentang kesesuaian produk dalam proses terhadap persyaratan
kualitas (spesifikasi) yang ditetapkan.
c. Inspeksi dan pengujian produk akhir: biaya-biaya yang berkaitan dengan
evaluasi tentang kesesuaian produk akhir terhadap persyaratan kualitas
(spesifikasi) yang ditetapkan.
d. Audit kualitas produk: biaya-biaya untuk melakukan audit kualitas pada
produk dalam proses atau produk akhir. Contohnya biaya aktivitas pengawasan.
Product Acceptance adalah pengambilan sampel dari satu batch produk jadi
untuk menentukan apakah produk dalam batch tersebut memenuhi mutu yang
telah ditetapkan. Process Acceptance adalah pengambilan sampel dari proses
produksi yang sedang berjalan untuk melihat apakah proses produksi berjalan
dalam kendali dan tidak menghasilkan produk cacat..
e. Pemeliharaan akurasi ( ketepatan, ketelitian ) peralatan pengujian : biaya-
biaya dalam melakukan penyesuaian untuk mempertahankan akurasi
pengukuran dan peralatan.
f. Evaluasi stok : biaya-biaya yang berkaitan dengan pengujian produk dalam
penyimpanan untuk menilai degradasi ( penurunan tingkat ) kualitas.

3. Biaya kegagalan intern (internal failure costs) yaitu : biaya-biaya yang


berhubungan dengan kesalahan atau terjadinya ketidaksesuaian produk dengan
spesifikasi mutu yang telah ditetapkan namun sudah dapat ditemukan (dideteksi )
sebelum produk sampai ke konsumen.
Contohnya :
a. Scrap : biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja, material dan overhead
pada produk cacat yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki kembali.
b. Pekerjaan ulang (rework): biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki
kesalahan (mengerjakan ulang) produk guna menentukan penyebab-penyebab
kegagalan .
c. Analisis kegagalan (Failure Analysis): biaya yang dikeluarkan untuk inspeksi
ulang dan pengujian ulang produk yang telah mengalami pengerjaan ulang atau
perbaikan kembali.
d. Inspeksi ulang dan pengujian ulang (reinspection and retesting) : biaya-
biaya yang dikeluarkan untuk inspeksi ulang dan pengujian ulang produk yang
telah mengalami pengerjaan ulang atau perbaikan kembali.
e. Down grading : selisih antara harga jual normal dan harga yang dikurangi
karena alasan kualits.
f. Avoidable Process Losses : biaya-biaya kehilangan yang terjadi, meskipun
produk itu tidak cacat.

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
16 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~16~
4. Biaya kegagalan eksternal (eksternal failure costs) yaitu : biaya-biaya yang
berhubungan dengan kesalahan atau terjadinya ketidaksesuaian produk dengan
spesifikasi mutu yang telah ditetapkan namun sudah dapat ditemukan (dideteksi )
setelah produk sampai ke konsumen.
Contohnya :
a. Jaminan (Warranty): Biaya yang dikeluarkan untuk penggantian atau
perbaikan kembali produk yang masih berada dalam masa jaminan.
b. Penyelesaian keluhan (complaint adjustment) : biaya-biaya yang
dikeluarkan untuk penyelidikan dan penyelesaian keluhan yang berkaitan
dengan produk cacat.
c. Produk dikembalikan (Returned Product) : biaya-biaya yang berkaitan
dengan penerimaan dan penempatan produk cacat yang dikembalikan oleh
pelanggan.
d. Allowances : biaya-biaya yang berkaitan dengan konsesi pada pelanggan
karena produk yang berada dibawah standar kualitas yang sedang diterima oleh
pelanggan atau yang tidak memenuhi spesifikasi dalam penggunaan.

Mengukur Biaya mutu (Quality cost)

1. Metode pengganda; Biaya total produk gagal adalah beberapa


kali lipat dari biaya produk gagal yang diukur.
2. Metode penilaian pasar : survai para tenaga penjual terhadap
konsumen tentang pengaruh mutu yang jelek.
3. Metode rugi mutu Taguchi : setiap variasi nilai target dari
karakteristik mutu akan menimbulkan biaya mutu yang tersembunyi.
Rumus Taguchi : L (Y) = k(y-T)2
Di mana :
k = (konstanta), konstanta proporsionalitas yang besarnya tergantung pada struktur
biaya produk gagal eksternal.
y=(yield), nilai aktual dari karakteristik mutu
T=(target), nilai target dari karakteristik mutu
L=(loss), rugi mutu

Contoh perhitungan :
k=Rp.400 T= 10 inci diameter, unit dihasilkan 2.000, deviasi kuadrat rata-rata
0,025. Maka biaya per unit yang diharapkan adalah Rp.10(0.025)xRp.400= Rp.
20.000 adalah total kerugian untuk 2.000 unit.

Unit Y (y-T) (y-T)2 K(y-T)2


1 9.9 -0,10 0,010 4,00
2 10,1 0,10 0,010 4,00
3 10,2 0,20 0,040 16,00
4 9.8 -0,20 0,040 16,00

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
17 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~17~
Total 0,100 40,00
Rata-rata 0,025 10,00

Laporan Biaya Mutu

Laporan biaya mutu sesungguhnya berisi setiap kategori biaya mutu yang dihubungkan
dalam bentuk persentase dari pendapatan penjualan. Contoh laporan biaya mutu
disajikan seperti berikut ini:

PT. ELOK
Laporan Biaya Mutu
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 20x2
(Angka Rupiah dalam Jutaan)
Persentase
Jumlah dari
Golongan Pendapatan
Biaya Mutu Biaya Mutu Penjualan
Biaya Pencegahan
Biaya pelatihan mutu Rp. 1.000
Biaya rekayasa mutu 1.500
Biaya perencanaan mutu 500
Biaya pelaporan mutu 200
Biaya penilaian pemasok 50
Biaya gugus kendali mutu 75
Biaya review design 25
Rp. 3.350 5,58%
Biaya penilaian
Biaya inspeksi bahan baku Rp. 500
Biaya product acceptance 200
Biaya process acceptance 100
800 1,33
Biaya kegagalan intern
Biaya sisa bahan Rp. 40
Biaya pengerjaan kembali 160
200 0,33
Biaya kegagalan ekstern
Biaya penanganan keluhan
Rp. 250
customer
Biaya jaminan 300
Biaya perbaikan 125
675 1,12
Rp. 5.025 8,38%

* Pendapatan penjualan adalah Rp. 60.000.

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
18 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~18~
* Rp.5.025 : Rp.60.000 = 8,38%. Perbedaan dengan jumlah yang seharusnya disebabkan pembulatan

Dari laporan tersebut diperoleh informasi mengenai signifikan atau tidaknya setiap
kategori biaya mutu yang dibandingkan dengan pendapatan penjualan. Biaya mutu di
PT.ELOK menyerap 8,38% dari pendapatan penjualan.
Manajemen memiliki kesempatan untuk menyusun program yang lebih baik dalam
perbaikan mutu produk atau jasa yang dijual pada customer. Program perbaikan mutu
memerlukan perencanaan yang dituangkan dalam anggaran biaya mutu. Dalam
pelaksanaan program perbaikan mutu, manajemen memerlukan umpan balik berupa
laporan biaya mutu yang berisi informasi biaya penuh sesungguhnya yang berkaitan
dengan mutu produk / jasa dibandingkan dengan biaya yang dianggarkan. Laporan
biaya mutu ini ini digunakan untuk memantau efektivitas pelaksanaan program yang
telah ditetapkan. Contoh laporan biaya mutu yang berisi perbandingan biaya mutu
sesungguhnya dengan anggarannya disajikan sebagai berikut :

PT. ELOK
Laporan Biaya Mutu
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 20x2
(Angka Rupiah dalam Jutaan)
Realisasi Anggaran Selisih
Biaya Pencegahan
Biaya Tetap
Biaya pelatihan mutu Rp. 1.000 Rp. 950 Rp. 50 R
Biaya rekayasa mutu 1.500 1.600 100 L
Biaya perencanaan mutu 500 600 100 L
Biaya penilaian pemasok 50 65 15 L
Biaya gugus kendali mutu 75 70 5 R
Biaya review design 25 35 10 L
Biaya Variabel
Biaya pelaporan mutu 200 250 50 L
Jumlah biaya pencegahan Rp. 3.350 Rp. 3.565 Rp. 215 L

Biaya penilaian
Biaya Variabel
Biaya inspeksi bahan baku Rp. 500 Rp. 475 Rp. 25 R
Biaya product acceptance 200 300 100 L
Biaya process acceptance 100 175 75 L
Jumlah biaya penilaian Rp. 800 Rp. 950 Rp. 150 L

Biaya kegagalan intern


Biaya Variabel
Biaya sisa bahan Rp. 40 Rp. 60 Rp. 20 L
Biaya pengerjaan kembali 160 190 30 L

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
19 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~19~
Jumlah biaya kegagalan intern Rp. 200 Rp. 250 Rp. 50 L

Biaya kegagalan ekstern


Biaya Tetap
Biaya penanganan keluhan
Rp. 250 Rp. 240 Rp. 10 R
customer
Biaya Variabel
Biaya jaminan 300 350 50 L
Biaya perbaikan 125 140 15 L
Jumlah biaya kegagalan ekstern Rp. 675 Rp. 730 Rp. 470 L

Jumlah biaya mutu Rp. 5.025 Rp. 5.495 Rp. 470 L


8,38% 9,16% 0,78%

* Pendapatan penjualan adalah Rp. 60.000.


* Rp.5.025 : Rp.60.000 = 8,38%
* Rp.5.495 : Rp.60.000 = 9,16%
* Rp.470 : Rp.60.000 = 0,78%

Informasi Biaya Mutu


Informasi biaya mutu digunakan untuk:
1. Mengevaluasi kinerja
2. Memperbaiki berbagai keputusan manajerial dan analisis produk baru
Hakikat dari informasi biaya mutu adalah untuk perbaikan mutu produk perusahaan
secara terus menerus. Informasi biaya mutu yang digunakan untuk penetapan harga
strategis dan untuk mengetahui laba siklus hidup produk baru adalah disajikan seperti
contoh dibawah ini:

Laporan Biaya Mutu, Penjualan = Rp. 1.000


Keterangan Biaya Mutu % terhadap
(Rp) penjualan
Biaya Pencegahan:
Pelatihan mutu 10
Reliabilitas mutu 30
40 4,00
Biaya Penilaian:
Pemeriksaan bahan 5
Penilaian produk 10
Penilaian proses 15
30 3,00
Produk Gagal Internal:
Sisa bahan 10
Pengerjaan ulang 20
30 3,00

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
20 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~20~
Produk Gagal Eksternal:
Keluhan pelanggan 10
Jaminan 10
Perbaikan 20
40 4,00
Total 140 14,00
Unit diproduksi 100 unit

Penetapan Harga Strategis


Estimasi Biaya Mutu (Rp)
Biaya pencegahan 40
Biaya penilaian 30
Biaya produk gagal internal 30
Biaya produk gagal eksternal 40
Total 140
Keputusan: Biaya mutu akan dikurangi 50% dalam 18 bulan yaitu sebesar 50% x
Rp.140 = Rp.70, atau per unitnya = (Rp.70 / 100 unit) = Rp.0,7. Jika manajemen
mampu mengurangi biaya mutu, maka harga dapat diturunkan, misalnya 2% x Rp.10 =
Rp.0,2 setiap enam bulan, tujuannya untuk menjaga pangsa pasar. Tindakan yang
demikian ini disebut keputusan strategis dalam penurunan harga jual melalui
penghematan biaya mutu.

Analisis Laba Siklus Hidup Produk Baru


Laporan: Analisis Produk Baru Proyek No.001
Estimasi siklus hidup produk: 2 tahun
Proyeksi potensi penjualan: 1000 unit (siklus hidup), harga Rp 2/unit
Target operating profit margin 20%
Proyeksi laporan laba-rugi siklus hidup
Penjualan (1000 unit @ Rp 2) 2.000
Biaya Input:
Bahan 500
Upah 400
Biaya overhead pabrik 300
Biaya mutu 100
Biaya pemasaran 250
Biaya administrasi 150
Laba siklus hidup (laba operasi) 300

Berdasarkan proyeksi laba rugi di atas menunjukkan bahwa laba operasi terhadap
penjualan (operating profit margin) sebesar: (Rp 300 / Rp 2.000) = 15%. Dengan
demikian produk baru tersebut ditolak, karena target laba operasi terhadap penjualan
sebesar 20%.

2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
21 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~21~
2019 Modul Manajemen Biaya Strategik/ Pusat Bahan Ajar dan e-Learning
22 Modul 12
Siti Choiriah, SE, MM http://www.mercubuana.ac.id
~22~