Anda di halaman 1dari 13

JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR

ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

EFEKTIVITAS PERAN DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH MELAKSANAKAN PROGRAM


PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SD

Alben Ambarita1*), Anida Luthfiana1)


1
PGSD FKIP Unila, Kota Bandar Lampung, Indonesia
Penulis: alben_ambarita57@yahoo.com, Telp: +628129621596

Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas peran dan fungsi kepala
sekolah melaksanakan program peningkatan mutu pendidikan di SD Swasta Kota Metro. Pendekatan
penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus tentang efektivitas peran dan
fungsi kepala sekolah sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator,
motivator, dan kewirausahaan. Sumber data penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah,
guru, komite, pengawas, pengurus yayasan, dan staf tata usaha sekolah dengan teknik sampel purposif.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi. Analisis data
digunakan model interaksi Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diharapkan kepala sekolah efektif melaksanakan peran dan
fungsinya serta melibatkan stakeholders secara optimal.

Kata kunci: efektivitas, peran dan fungsi kepala sekolah

EFFECTIVENESS OF HEADMASTER ROLES AND FUNCTION TO IMPLEMENTING


PROGRAM FOR IMPROVING QUALITY OF PRIMARY SCHOOL

Abstract

This study aimed to analyze and describe effectivity of headmaster role and function to implementing
program for improving quality of education in private elementary school of Metro City. The research
approach used is qualitative with case study design on the effectiveness of headmaster role and function
as educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, motivator, and entrepreneur.
Sources of research data are headmaster, vice headmaster, teachers, committees, supervisors,
foundation, and administrative staff of schools with purposive sampling techniques. Data collection
techniques used interviews, observations and documentation studies. Data analysis used Miles and
Huberman interaction model is data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The
results of the study are expected to effectively implement the headmaster role and function and involve
the stakeholders in an optimal manner.

Key words: effectiveness, headmaster role and function

59

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

PENDAHULUAN sumberdaya atas penyelenggaraan program


Tuntutan masyarakat terhadap
kegiatan di sekolah. Penyelenggaraan
penyelenggaraan pendidikan berkualitas
pendidikan yang efektif dengan indikator yang
semakin meningkat, sejalan dengan
terukur, maka berbagai program kegiatan mudah
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan
memberikan pertanggungjawaban oleh sekolah.
seni, serta tuntutan persaingan untuk
Faktor-faktor yang memotivasi peserta didik
mendapatkan jenjang pendidikan lanjutan.
belajar diawali dari perspektif mereka atas
Tuntutan meningkatnya kompetensi yang
kepribadian guru, metodologi mengajar yang
diharapkan pada dunia kerja juga menuntut
dilakukan, dan pengelolaan kelas yang positif
kualitas sumber daya manusia yang diharapkan
(Halawah, 2011: 10). Hal ini berarti efektivitas
dapat terpenuhi dari penyelelenggaraan
penyelenggaraan program kegiatan di kelas atau
pendidikan di sekolah. Hal ini, semakin terasa
sekolah diawali dari kemampuan kepala sekolah
secara khusus pada sekolah-sekolah swasta,
menjadi teladan bagi tenaga pendidik,
sehingga peningkatan kualitas sekolah
kependidikan dan peserta didik.
merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi
Efektivitas berkaitan dengan pencapaian
sekolah, agar tetap eksis di dunia pendidikan.
tujuan, efisiensi berkaitan dengan optimalisasi
Kualitas penyelenggaraan pendidikan
atau penghematan sumberdaya yang digunakan,
ditentukan berbagai faktor seperti kuantitas dan
sedangkan produktivitas berkaitan dengan
kualitas sumberdaya pengelolanya,
kinerja organisasi yang dimaksud. Efektivitas,
kepemimpinan, dukungan berbagai pihak dan
efisiensi dan produktivitas ditentukan berbagai
manajemen sekolah yang diterapkan.
faktor, seperti ketersediaan dan kecukupan
Penyelenggaraan pendidikan yang baik di
berbagai sumber daya, kemampuan manajer
sekolah didasarkan pada manajemen pendidikan
menginteraksikan berbagai sumberdaya tersebut
yang berorientasi pada kualitas, berimplikasi
dan lain-lain.
pada penyelenggaraan pendidikan yang baik dan
Efektif berarti ada efeknya (akibatnya,
memuaskan siswa sebagai pelanggan utama.
pengaruhnya, kesannya), manjur, mujarab, dapat
Manajemen pendidikan sebagai rangkaian
membawa hasil (Kamus Besar Bahasa
kegiatan proses pengelolaan dengan
Indonesia, 2005: 127). Jadi efektivitas adalah
pemberdayaan berbagai sumberdaya yang
adanya kesesuaian antara orang yang
dimiliki, untuk mencapai tujuan pendidikan
melakasanakan tugas dengan saran yang dituju.
yang ditetapkan secara efektif dan efisien.
Sedang Chung dan Maginson menyatakan,
Efektivitas dari penyelenggaraan
efektivenes means different to different people.
pendidikan di sekolah, merupakan pemenuhan
(dalam Mulyasa, 2009: 82). Efektivitas adalah
tuntutan masyarakat atas kualitas layanan
bagaimana suatu organisasi berhasil
pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang
mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya
berkualitas, di samping terciptanya efisiensi
60

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

dalam usaha mewujudkan tujuan operasional. (dalam Manullang, 1996: 17). Sedang Dale
Berhasil tidaknya tujuan lembaga pendidikan membuat pengertian manajemen yaitu (1)
ditentukan sumber daya yang ada. Meninjau mengelola orang-orang, (2) pengambilan
efektivitas suatu kegiatan dari faktor pencapai keputusan, dan (3) proses mengorganisasi dan
tujuan, yang memandang bahwa efektivitas memakai sumber-sumber untuk menyelesaikan
berhubungan dengan pencapaian tujuan bersama tujuan yang sudah ditentukan (dalam Pidarta,
bukan pencapaian tujuan pribadi (Lipham dan 2004: 2).
Hoeh dalam Mulyasa, 2009: 83). Fungsi manajemen adalah perencanaan
Suatu sekolah dikatakan efektif jika (Planning), pengorganisasian (Organizing),
tujuan bersama dapat dicapai, dan belum bisa penentuan staf (Staffing), pengawasan
dikatakan efektif meskipun tujuan individu yang (Directing), pengkoordinasian (Coordinating),
ada di dalamnya dapat dipenuhi. Oleh karena itu pelapor-an (Report), dan penganggaran
efektivitas dapat dijadikan barometer untuk (Budgeting), sering disingkat dengan
mengukur keberhasilan pendidikan. Kepala POSDCoRB (Lunenburg, 2008: 5-6). Fungsi
sekolah sebagai pimpinan dalam manajemen di manajemen adalah perencanaan (planning),
sekolah mempunyai peran yang sangat strategis pengorganisasian (organizing), pelaksanaan
dalam mencapai tujuan lembaga pendidikan (actuating), dan pengawasan (controlling),
tersebut. disingkat POAC (Terry, 1991: 15-17).
Manajemen adalah rangkaian berbagai Manajemen efektif apabila organisasi dapat
sumberdaya untuk melaksanakan berbagai mencapai tujuan dengan baik (Rohiat, 2010: 8).
program kegiatan sehingga tercapai tujuan yang Manajemen pendidikan memiliki dasar
diharapkan. Manajemen bertujuan untuk manajemen yang sama dengan manajemen pada
pencapaian tujuan secara efektif dan efisien umumnya. Manajemen pendidikan merupakan
melalui perencanaan, pengorganisasian, rangkaian pengelolaan sumber daya yang tesedia
kepemimpinan, dan pengawasan terhadap agar tercapai tujuan organisasi secara efektif,
sumberdaya yang ada (Daft, 2010: 4). efisien dan produktivitas sekolah yang
Manajemen berfungsi untuk mencapai sesuatu berkualitas. Secara esensial pengertian
tujuan melalui kegiatan orang lain dan manajemen pendidikan adalah merupakan suatu
mengawasi usaha-usaha individu di dalamnya kegiatan yang berkesinambungan, dengan
agar terkontrol melaksanakan berbagai tanggung memanfaatkan berbagai sumber daya, dan
jawabnya. Selanjutnya menurut Lee berupaya untuk mencapai tujuan pendidikan
menyatakan bahwa manajemen adalah seni dan (Ambarita, 2013: 56).
ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusun- Peningkatan kualitas program kegiatan di
an, pengarahan dan pengawasan sumber daya sekolah tidak lepas dari kepemimpinan kepala
untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah akan

61

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

mempengaruhi berhasil atau tidaknya lembaga yaitu tentang efektivitas peran dan fungsi kepala
yang dipimpinnya. Kepala sekolah merupakan sekolah dalam meningkatkan kualitas
motor penggerak, penentu arah kebijakan pendidikan di Sekolah Dasar Swasta Kota
sekolah yang akan menentukan bagaimana Metro. Diharapkan pendekatan ini mampu
tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada memberikan pemahaman yang mendalam dan
umumnya direalisasikan. rinci terkait peran dan fungsi kepala sekolah.
Secara umum tugas kepala sekolah adalah Menurut Bogdan dan Taylor metodologi
pendidik, supervisi dan pemimpin. Peraturan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata
2007 tentang Standar Kompetensi Kepala tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku
Sekolah, ditetapkan bahwa ada 5 (lima) dimensi yang dapat diamati (Moleong, 2010: 3).
kompetensi, yakni: kepribadian, manajerial, Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu
kewira-usahaan, supervise dan sosial. Sedang tersebut atau organisasi ke dalam variabel atau
kepala sekolah bertugas sebagai: (1) edukator; hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai
(2) manajer; (3) administrator; (4) supervisor; bagian dari suatu keutuhan. Metode penelitian
(5) pemimpin; (6) inovator; dan (7) motivator. yang berlandaskan pada postpositivisme,
Selanjutnya sesuai dengan perkembangan digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek
kebutuhan peserta didik, fungsi kepala sekolah yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai
dilengkapi dengan kewirausahaan. instrumen kunci, pengambilan sampel sumber
Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan data dilakukan secara purposive, teknik
dalam penelitian ini adalah untuk untuk pengumpulan data dengan triangulasi, analisis
mendeskripsikan dan menganalisis tentang data bersifat induktif, dan hasil penelitian
efektivitas peran dan fungsi kepala sekolah kualitatif lebih menekankan pada makna
melaksanakan pendidikan yang berkualitas di daripada generalisasi (Sugiyono, 2010:15).
SD Swasta Kota Metro. penelitian kualitatif studi kasus merupakan
penelitian kualitatif yang berusaha menemukan
METODE PENELITIAN makna, menyelidiki proses, dan memperoleh
Jenis Penelitian pengertian dan pemahaman yang mendalam dari
Metode penelitian yang digunakan adalah individu, kelompok, atau situasi (Emzir, 2010:
kualitatif naturalistik, karena penelitian 45).
dilakukan pada kondisi alamiah (natural Waktu dan Tempat Penelitian
setting), dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil
Pendekatan kualitatif dengan rancangan studi Tahun Ajaran 2017/2018. Tempat penelitian
kasus dipilih karena obyek penelitian ini berupa adalah di 6 (enam) SD Swasta di Kota Metro
proses kegiatan atau tindakan beberapa orang, yaitu di SD Muhamadiyah Metro, SDIT Al

62

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

Muhsin Metro, SD Pertiwi Teladan Metro, SD Target/Subjek Penelitian


Xaverius Metro, SD BPK Penabur Metro, dan Sumber data penelitian kualitatif adalah
SD Kristen 1 Metro. manusia dan bukan manusia. Manusia
merupakan informan yang digali, sedangkan non
Prosedur manusia berupa dokumen-dokumen kegiatan,
Penelitian kualitatif naturalistik dilakukan pelaksanaan manajemen, dan sarana parasarana
dengan 3 tahap yaitu tahap deskripsi, tahap penunjang (Miles dan Huberman, 1992: 2).
reduksi, dan tahap seleksi. (1) tahap deskripsi Pengambilan sumber data diambil secara
dilakukan dengan mengidentifikasi masalah purposive, yaitu teknik penentuan sampel
yaitu kualitas sumber daya pengelola satuan dengan pertimbangan tertentu. Adapun kriteria
pendidikan, dalam hal ini peran dan fungsi pengambilan sumber data untuk pendukung
kepala sekolah dalam melaksanakan program yaitu: 1) pihak yayasan adalah ketua bidang
peningkatan mutu pendidikan. (2) tahap reduksi pendidikan yang berinteraksi langsung dengan
dilakukan dengan membatasi masalah yaitu studi kepala sekolah, yang aktif melakukan supervisi
kasus tentang efektivitas peran dan fungsi kepala dan evaluasi terhadap manajemen sekolah; 2)
sekolah sebagai pendidik, manajer, informan pendukung yaitu wakil kepala sekolah,
administrator, supervisor, pemimpin, inovator, yang merupakan satu tim dalam manajemen, dan
motivator, dan kewirausahaan di SD Swasta berinteraksi yang intens terhadap kepala sekolah
Kota Metro. (3) tahap seleksi dilakukan melalui yang memahami kondisi dan situasi kepala
pengumpulan data yaitu pada 6 (enam) SD sekolah dalam menjalankan peran dan
Swasta di Kota Metro. Peneliti melakukan teknik fungsinya; 3) informan pendukung dari pihak
observasi terhadap lingkungan sekolah, guru, adalah perwakilan dari guru PNS dan
melakukan wawancara terhadap informan yaitu honor (pegawai tetap yayasan) yang memahami
kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, manajemen sekolah dan berinteraksi dengan
komite, pengawas, pengurus yayasan, dan staf kepala sekolah, sehingga dapat memberi
tata usaha sekolah, serta melakukan penelusuran gambaran kondisi manajemen yang lebih utuh
dokumentasi sekolah. Selanjutnya data yang dan mendalam; (4) informan pendukung dari
terkumpul dianalisis dan melakukan pemaknaan dinas pendidikan adalah pengawas yang
terhadap data tersebut. Setelah diperoleh berinteraksi dengan pihak pengelola sekolah; (5)
pemecahan terhadap masalah kemudian informan pendukung dari komite sekolah yang
melakukan penarikan kesimpulan terhadap aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah; dan
penelitian dan melakukan pelaporan hasil (6) informan pendukung tenaga kependidikan
penelitian. yang aktif membantu sekolah melaksanakan
program kegiatan.

63

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

Data, Intrumen, dan Teknik Pengumpulan HASIL DAN PEMBAHASAN


Data Hasil dan pembahasan pada penelitian
Sesuai dengan bentuk pendekatan kualitatif tentang efektivitas peran dan fungsi
penelitian kualitatif dan sumber data yang kepala sekolah melaksanakan program
digunakan, maka teknik pengumpulan data yang peningkatan mutu pendidikan di SD Swasta
digunakan adalah dengan analisis dokumen, Kota Metro adalah sebagai berikut.
observasi dan wawancara. Observasi,
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Sebagai
wawancara, dokumen pribadi dan resmi, foto,
Pendidik
rekaman, gambar, dan percakapan informal
Hasil wawancara dan observasi di 6 SD
semua merupakan data penelitian kualitatif
Swasta Kota Metro diperoleh hasil sebagai
(Emzir,2010: 37). Analisis dokumen dilakukan
berikut. Kepala sekolah sebagai guru mendapat
untuk mengumpulkan data yang bersumber dari
tugas mengajar di kelas kisaran 6-12 jam per
arsip dan dokumen, baik yang berada di sekolah
minggu. Kajian menurut kepala sekolah di 6
ataupun di luar sekolah, yang ada hubungannya
(enam) SD Swasta Metro, berkaitan dengan
dengan penelitian tersebut. Berdasarkan konsep
tugas kepala sekolah sebagai pendidik ialah
di atas, maka dalam penelitian ini menggunakan
wajib mengajar minimal 6 jam, karena
teknik pengumpulan data dengan observasi,
sesungguhnya tugas utamanya adalah guru dan
wawancara, dan dokumentasi. Diutamakan
sebagai jabatan sebagai kepala sekolah adalah
menggunakan teknik wawancara mendalam,
tugas tambahan. Kepala sekolah mengajar
karena lebih mendapatkan makna yang
dominan di kelas IV - VI.
tersembunyi di balik fenomena yang ada.
Selain mengajar sesuai dengan jadwal,
Teknik Analisis Data
kepala sekolah sering masuk di kelas-kelas
Analisis data yang dilakukan dalam
ketika ada guru yang belum hadir atau
penelitian ini adalah dengan cara
berhalangan hadir. Hal ini dilakukan untuk
mengorganisasikan data yang diperoleh dari
mengatasi jadwal yang tidak terduga, sedangkan
hasil wawancara, catatan lapangan, observasi
untuk kelas yang gurunya berhalangan akan
dan dokumentasi. Data yang terkumpul terdiri
diatur oleh guru piket. Masalah-masalah yang
dari catatan lapangan dan komentar peneliti,
muncul di kelas, diharapkan guru kelas yang
gambar, foto, dokumen, berupa laporan dan lain-
bersangkutan menyelesaikan. Hal ini dapat
lain kemudian dikategorikan, dijabarkan ke
dimaklumi, karena posisi guru kelas juga sebagai
dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun
konselor/konseling bagi siswanya. Namun,
ke dalam pola, memilih mana yang penting dan
apabila masalah tersebut, belum atau tidak dapat
yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan
diselesaikan wali kelas, maka akan dibantu oleh
sehingga mudah difahami oleh diri sendiri
wakil kordinator kesiswaan, dan selanjutnya
maupun orang lain.

64

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

kepala sekolah sebagai penanggung jawab Menurut kepala SDIT Al Muhsin Metro
tertinggi di sekolah. program kerja tahunan, dipersiapkan sejak akhir
Mutu profesional guru selalu ditingkatkan tahun pelajaran yang didasarkan pada evaluasi
melalui berbagai kegiatan, seperti mengikuti program kegiatan pada tahun sebelumnya.
kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Biasanya berkaitan dengan sarana prasarana,
kelompok kelas maupun KKG bersama. KKG akademik supervisi guru, program evaluasi akhir
kelompok menyelesaikan tingkat kelompoknya sabtu upgrading setiap hari Kamis. Peningkatan
sesuai kebutuhan di kelas yang diajar. KKG menghafal Al Quran wali murid dan guru.
bersama menyelesaikan masalah yang lebih Kepala sekolah memonitoring jalannya program
umum berkaitan dengan pemilihan dan tersebut dibantu penanggung jawab/ kordinator
penggunaan pendekatan, alat dan bahan masing-masing program
pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu juga, Program kegiatan di SD Pertiwi Teladan
guru diberi kesempatan mengikuti berbagai Metro, kepala sekolah mengatur program kerja
kegiatan seperti workshop dengan menghadirkan dan kepala sekolah harus ada disetiap
nara sumber, baik berasal dari internal sekolah pelaksanaan agenda tersebut. Apabila kepala
(guru senior) yang mempunyai kompetensi baik, sekolah berhalangan hadir penanggung jawab
maupun didatangkan dari luar (eksternal) wajib memberikan laporan kepada kepala
sekolah seperti dari perguruan tinggi. sekolah. Penanggung jawab tidak diberi
kewenangan sepenuhnya, tetapi monitoring
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Sebagai
kepala sekolah itu sendiri. Setelah agenda selesai
Manajer
penanggung jawab harus segera memberikan
Peran dan fungsi kepala sekolah sebagai
laporan kepada kepala sekolah.
manajer di 6 (enam) sekolah dasar swasta
Menurut kepala SD Xaverius Metro
berbeda. SD Muhamadiyah Metro menyusun
dalam usaha merencanakan progaram kerja yang
rencana program kerja dilakukan pada awal atau
sudah disusun oleh tim pengembang pendidikan
sebelum tahun ajaran baru. Rencana program
dan dewan guru sebelum awal tahun ajaran.
disusun secara bersama antara wakil kepala
Program kerja tersebut dimonitoring
sekolah, kepala sekolah dan tim pengembang
berdasarkan jadwal yang sudah disusun.
pendidikan. Rencana program berkaitan dengan
Perencanaan program di SD BPK Penabur
sistem pelayanan admistrasi, manajemen
Metro, dilakukan oleh kepala sekolah dibantu
kerjasama, sarpras berbasis IT dan pembelajaran
oleh tim pengembang sekolah dan guru. Program
berbasis edutaiment serta lain sebagainya. Untuk
yang disusun adalah program tahunan, program
memonitoring program-program tersebut,
semester, dan perangkat pembelajaran. Selain
kepala sekolah mengadakan evaluasi dan ikut
itu, program kerja yang rutin ialah kegiatan
serta mengawasi jalannya program tersebut.
belajar mengajar. Jam tambahan khusus 30

65

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

menit untuk mata pelajaran khusus, selama satu Peran dan fungsi kepala sekolah sebagai
minggu untuk meningkatkan kemampuan siswa. supervisor di SD Muhamadiyah Metro, bahwa
Kepala sekolah selalu mengawasi jalannya program supervisi dilakukan ada dua jenis yaitu
progam-program tersebut yang sudah supervisi akademis untuk guru yang berkaitan
direncanakan. dengan supervisi program tahunan, program
Perencanaan program kerja di SD Kristen semester dan penilaian. Hasil kegiatan,
1 Metro telah dipersiapkan sejak akhir tahun dikumpul pada awal semester sehingga bisa
ajaran, sehingga semua perangkat dan program dianalisis kepala sekolah tentang langkah
kerja sudah siap di awal semester/awal tahun pembelajaran metode yang dipakai, maupun cara
ajaran baru. Program tersebut mencakup prota, ketepatan pemberian penilaian yang digunakan.
prosem, RPP dan lain sebagainya. Monitoring Kepala sekolah berhak memberikan tambahan
kepala sekolah hanya melihat dari luar kelas, maupun revisi agar pembelajaran menjadi lebih
sehingga jika ada pembelajaran yang kurang baik. Kepala sekolah juga mengawasi jalannya
sesuai maka akan dilakukan evaluasi bersama pembelajaran saat pelaksanaan di kelas.
guru yang bersangkutan. Supervisi manajerial untuk umum atau
staff/karyawan berkaitan dengan pelaporan,
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai
administrasi dan dokumen yang berkaitan
Administrator
dengan keperluan sekolah maupun kerjasama
Peran dan fungsi kepala sekolah sebagai
dengan instansi lain.
administrator di 6 (enam) sekolah, dilakukan
Menurut kepala SDIT Al Muhsin
pengumpulan semua perangkat pembelajaran
Metro,program supervisi dilakukan evaluasi
pada awal semester atau sebelum pembelajaran
kepada guru setiap hari Sabtu dan pengarahan
berlangsung. Pengumpulan program tersebut
setiap hari Kamis. Berdasarkan temuan,
dilakukan secara lengkap, sehingga program
dilanjutkan pembahasan masalah secara
kerja terlaksana dengan baik. Berbagai
bersama.
perangkat yang dibuat guru, harus diketahui
Supervisi di SD Pertiwi Teladan Metro
kepala sekolah terlebih dahulu, sebelum
ditujukan untuk mengatasi kendala dalam
digunakan pada pembelajaran untuk
pembelajaran yang dilakukan pada saat rapat.
menghindari hal-hal yang kurang atau tidak
Tetapi jika ada masalah yang cukup urgen dari
sesuai dengan standar atau aturan. Semua
guru tersebut, akan diberikan teguran melalui
dokumen program kegiatan dibuat di kantor
pemanggilan oleh kepala sekolah. Sedangkan
kepala sekolah dan pada yang bersangkutan.
supervise di SD Xaverius Metro dilakukan
terhadap masalah yang ada, dan semua kendala
dapat diatasi berdasarkan dengan rapat dewan
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai guru.
Supervisor
66

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

Supervisi kepala sekolah di SD BPK sesuai melaksanakan pembelajaran-nya maka


Penabur Metro ditujukan untuk perbaikan kepala sekolah wajib memberi-kan teguran dan
pelaksanaan pembelajaran, dan kesesuaian mengarahkan kepada yang benar. Kepala
dengan perangkat pembelajaran yang dibuat sekolah harus bisa menjalin kerja sama dengan
guru sebelumnya. Secara rutin, hasil supervisi sekolah maupun lembaga lain, untuk
didiskusikan pada pertemuan untuk mewujudkan visi misi sekolah. Ada batasan
meningkatkan kinerja guru. Sedangkan supervisi waktu dalam setiap program kerja sebagai bahan
di kepala SD Kristen 1 Metro, dilakukan hanya evaluasi program untuk menjalankan program
dari luar kelas. Jika ada masalah tentang KBM, selanjutnya.
guru yang bersangkutan akan diberikan Peran kepala sekolah sebagai pemimpin di
pengarahan guna memecahkan masalah yang SD Xaverius Metro, dilakukan dengan kesediaan
ada dihadapi. menerima masukan dari berbagai pihak,
khususnya untuk perbaikan dan peningkatan
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai
mutu layanan sekolah. Selain itu, pemanfaatan
Pemimpin
sarasehan dengan kepala sekolah SD Katolik se
Peran dan fungsi kepala sekolah sebagai
Lampung yang diadakan rutin setiap bulan untuk
pemimpin di SD Muhamadiyah Metro, kepala
mewujudkan visi dan misi SDS Xaverius Metro.
sekolah berupaya memberikan panutan sehingga
Peran kepala SD BPK Penabur Metro
menjadi teladan yang baik. Pengambilan
sebagai pemimpin dilakukan dengan
kebijakan tentang pembelajaran, kepala sekolah
memberikan contoh yang baik, bagi guru
mengawali dengan mendiskusikan terlebih
maupun warga sekolah lainnya. Setiap
dahulu dengan dewan guru dalam rapat sebelum
pengarahan maupun kebijakan, diawali
kebijakan dibuat dan diterapkan. Semua
pemberian contoh terlebih dahulu, seperti
program kerja ada batasan waktunya sehingga
pelibatan langsung kepala sekolah
harus disesuaikan secara tepat dan efesien.
melaksanakan kebersihkan daerah sekitar
Menurut kepala SDIT Al Muhsin Metro
sekolah.
sebagai pemimpin yang baik, harus
Peran kepala SD Kristen 1 Metro sebagai
menunjukkan perilaku yang baik pula dan dapat
pemimpin, dilakukan dengan menanamkan
dicontoh untuk guru maupun staf sekolah.
keterbukaan kepada warga sekolah atas berbagai
Karena hal tersebut semua kebijakan yang
pertanggung jawaban program kegiatan.
diambil harus dirapatkan terlebih dahuludalam
Berbagai masalah diselesaikan secara bersama,
evaluasi guru setiap hari Sabtu dan pengarahan
dengan melibatkan pihak yang kompeten.
hari Kamis.
Kepala sekolah tidak otoriter membuat
Menurut kepala SD Pertiwi Teladan
keputusan, tetapi menerima berbagai masukan
Metro, pemimpin itu harus tegas dan
dari berbagai pihak seperti guru senior,
bertanggung jawab, jika ada guru yang kurang
67

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

pengawas dan tokoh lainnya untuk memecahkan melalui kesediaan dan persetujuan wali murid.
masalah yang ada di SD Kristen 1 Metro. Kegiatan ini dilakukan pada jam khusus, kelas 1
dilaksanakan setelah kegiatan sekolah (pukul
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai 11.00 WIB), kelas 2 sebelum pembelajaran
Inovator (pukul 08.00 WIB) yang dibimbing nara sumber
Peran dan fungsi kepala sekolah sebagai dari luar sekolah.
innovator di SD Muhamadiyah Metro, pada Inovasi kepala sekolah SD Xaverius
umumnya meneruskan program terdahulu dan Metro dilakukan dengan mengembangkan
meneruskannya agar terlaksana lebih optimal program yang sudah ada menjadi lebih baik.
dari sebelumnya, ditambah program unggulan. Sementara inovasi kepala sekolah di SD BPK
Program unggulan adalah TPA untuk kelas Penabur Metro adalah pada penekanan
1,kelas 2 dan kelas 3. Program untuk kelas 6 keunggulan sekolah yaitu keterampilan bahasa
diberikan Hafiz juz ke 30 harus tuntas atau yang Inggris, dan terampil komputer. Memotivasi
lebih dikenal program olimpiade sakti. Selain itu siswa dilakukan dengan menugaskan siswa
ada membuat targetpada setiap cabang yang membuat amplop masa depan, menyisihkan
dilombakan di O2SN harus juara satu. uang saku siswa untuk membantu yang kurang
Inovasi di SDIT Al Muhsin Metro mampu. Sekolah BPK Penabur tidak menerima
dilakukan kepala sekolah dengan membuat uang BOS dari pemerintah. Oprasional sekolah
program baru melanjutkan atau menambahi dibiayai dari uang SPP murni siswa, sehingga
program sebelumnya. Secara rutin, program kepala sekolah dituntut mampumengelola
setiap tahun adalah peningkatan sarana program kegiatan dengan efektif dan efisien.
prasarana/ pembangunan lokal. Selain itu, Inovasi yang dilakukan kepala SD Kristen
peningkatan SDM dilakukan seleksi guru 1 Metro adalah memberikan jam tambahan
profesional melalui tes tulis, wawancara, dan selama 30 menit setelah pulang sekolah, untuk
micro teaching. Program family salah satu mata pelajaran dan secara bergantian
gatheringdilakukan dewan guru dan siswa ke setiap minggunya. Jam tambahan seminggu 3
wahana pembelajaran (radar TV, Indofood, kali mulai bulan Januari untuk kelas 4-6 setelah
Wahana alam). pulang sekolah. Kegiatan KKG guru setiap
Inovasi yang dilakukan di SD Pertiwi minggu untuk meningkatkan keprofesionalan
Teladan Metro berupa penyempurnaan program guru. Kebersamaan keluarga guru diadakan
kegiatan tahun sebelumnya, dan mengkaji setiap 2 bulan dengan tuan rumah secara
program yang dilakukan di sekolah lain. Untuk bergirlir, dengan agenda kegiatan keagamaan
program terbaru di SD ini ialah TPA salah satu dan sharingberbagai hal yang berkaitan dengan
program untuk mengajarkan anak membaca Al kegiatan sekolah dan lain-lainnya.
Quran, yang ditawarkan kepada wali murid

68

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai kasih, menjenguk guru ketika ada yang sakit,
Motivator kunjungan ke tempat khusus untuk refleksi diri 2
Peran dan fungsi kepala sekolah sebagai kali dalam satu tahuni, mengikutsertakan siswa
motivator di SD Muhamadiyah Metro, dilakukan kelas 6. Berbagai program ini dimaksudkan
melalui kegiatan outbont guru untuk untuk memoti-vasi agar seluruh komponen
meningkatkan kebersamaan guru dan staf warga SD BPK Penabur Metro bekerja dengan
karyawan. Workshop rutin dilakukan untuk semangat, profesional dan totalitas. Sedangkan
kesiapan berbagai pembuatan perangkat bentuk motivasi kepala SD Kristen 1 Metro
pembelajaran, yang dilakukan sebelum tahun adalah melakukan berbagai lomba dengan
ajaran baru. Sedang di SDIT Al Muhsin Metro, pemberian hadiah bagi juara, baik oleh guru
motivasi dewan guru dilakukan dalam kegiatan maupun siswa.
pengajian pada minggu ketiga setiap bulan,
untuk membangun ikatan silaturahmi yang baik
Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai
antara kepala sekolah, guru, dan staf sekolah.
Wirausahaan
Kegiatan peningkatan profesiona-lisme guru
Kepala SD Muhamadiyah Metro
dilakukan dengan mendatangkan instruktur dari
melaksanakan peran dan fungsinya sebagai
lembaga yang kompeten.
wirausahaan, membekali siswa berwira-usaha
Motivasi yang dilakukan kepala SD
melalui kegiatan ekstra kurikuler. Program
Pertiwi Teladan Metro adalah berkaitan dengan
kegiatan binaannya adalah pembuatan dan
mewujudkan visi dan misi sekolah. Kepala
menjual es koptil, petis, pembuatan sabun cuci
sekolah secara rutin memotivasi semua
cair setiap hari Jumat. Sekolah menyediakan
gurumeningkatkan kemampuannya, dengan
bahan dasar yang diperlukan, sementara siswa
berbagai pelatihan, memberikan kesempatan
diberi kewenangan untuk menjual ke warga
guru untuk membuat pembaharuan baru di
sekolah atau masyarakat sekitar. Hasil penjualan
sekolah, dan tidak selalu harus bertumpu pada
diserahkan ke sekolah, keuntungan digunakan
kepala sekolah. Sedangkan motivasi yang
untuk kegiatan selanjutnya. Selain kegiatan
dilakukan kepala SD Xaverius Metro adalah
siswa, sekolah menyediakan usaha menjual
memberikan contoh yang baik, dan
ATK, seragam, dan makanan yang dikelolah SD
melaksanakan kegiatan penyegaran melalui
Muhamadiah Metro. Kerjasama dengan lembaga
lokakarya.
bimbingan belajar dan penerbit buku, untuk
Kepala SD BPK Penabur Metro
mendanai semua kegiatan sekolah. Semua
melakukan motivasi dengan mengadakan
seponsor diberikan hak untuk mempromosikan
agenda rutin pertemuan keluarga guru dan
produknya disekolah.
karyawan sebulan sekali. Tujuan kegiatan ini
Kewirausahaan yang dilakukan kepala
untuk menjalin hubungan harmonis, berbagi
SDIT Al Muhsin Metro belum menjangkau
69

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

program yang memberikan dampak langsung, dalam pendidikan saat ini. Kepemimpinan
tetapi bentuk kegiatan untuk meningkatkan kepala sekolah dengan berbagai perannya
keterampilan siswa, seperti kegiatan kreativitas memberikan berbagai efek positif guru, siswa
membatik, Tilawah Quran, sepak bola, bela diri, dan peningkatan mutu pendidikan sekolah. Noor
bahasa Jepang (nara sumber wali murid). Tujuan (2015) hasil penelitian menunjukkan bahwa
kegiatan membekali siswa setelah lulus sekolah untuk menghasilkan kualitas madrasah/ sekolah
mempunyai keterampilan tertendu, yang dapat yang tinggi dapat dilakukan dengan
digunakan untuk berwirausaha maupun berkerja. meningkatkan peran kepemimpinan madrasah/
Kegiatan wirausahaan di SD Pertiwi kepala sekolah, kinerja guru dan budaya belajar
Teladan Metro, program keterampilan siswa di madrasah/ sekolah. Jika peran kepemimpinan
membuat bunga kering dari barang bekas dan madrasah sekolah, kinerja guru dan budaya
lain sebagainya, yang memiliki nilai jual. belajar rendah, maka kualitas yang dihasilkan
Sedang kewirausahaan di SD Xaverius Metro juga rendah, begitupun sebaliknya. Djanji (2017)
adalah program ekstra kurikuler membatik, hasil penelitian menunjukkan bahwa peran
anyaman dari lididan lain sebagainya, yang kepala sekolah dan peran sekolah supervisor
bertujuan agar siswa mempunyai keterampilan memiliki hubungan yang signifikan dengan
di masa depan. kompetensi guru. Abdul (2008) hasil penelitian
Kepala SD BPK Penabur Metro membuat memberi pemberitahuan yang penting kepada
program kewirausahaan melalui kegiatan ekstra yang terlibat dalam membuat keputusan, seperti
kurikuler membuat kerajinan tempat permen dari dinas pendidikan, terutama kepada kepala
barang bekas air mineral, dan membuat kue, sekolah dan guru yang mempunyai perhatian
menjual produk kewali murid atau siswa lain. yang tinggi terhadap peningkatan kualitas
Kegiatan dilatih guru yang mempunyai sekolah.
keterampilan relevan. Sedang kegiatan di SD
Kristen 1 Metro, membuat permen jahe, dan SIMPULAN
pendayagunaan kain perca menjadi bentuk
Berdasarkan hasil dan pembahasan
seperti hiasan, lukisan, dan lainnya yang
penelitian dapat disimpulkan bahwa efektivitas
mempunyai nilai jual.
peran dan fungsi kepala sekolah sebagai
Berdasarkan hasil dan pembahasan di
pendidik, manajer, administrator, supervisor,
atas, penelitian ini juga dikuatkan dengan
pemimpin, inovator, motivator dan
beberapa hasil penelitian sebelumnya tentang
kewirausahaan dalam melaksanakan program
efektivitas peran dan fungsi kepala sekolah
peningkatan mutu pendidikan diharapkan
melaksanakan program peningkat-an mutu
melibatkan stakeholders secara optimal agar
pendidikan seperti menurut Wong (2017)
peningkatan mutu pendidikan juga optimal di
Kepemimpinan kepala sekolah semakin penting
sekolah dasar di 6 SD Swasta di Kota Metro.

70

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN 2579-3403
Volume 2, Nomor 1, Juli 2018
Available online at: http://e-journal.unp.ac.id/index.php/jippsd

Moleong, L. J. 2010. Metodologi Penelitian


DAFTAR RUJUKAN
Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Abdul Ghani Abdullah, et al. 2008.
Headmaster’s Managerial Roles Under
Mulyasa, E. (2009). Manajemen Berbasis
School Based Management and School
Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Improvement: A Study in Urban
Secondary Schools of Bangladesh.
Noor Muhammadi, et al. (2015). The Madrasah
Educationist. Vol. 2, No. 2, ISSN 1907-
Leadership, Teacher Performance and
8838. 63-73.
Learning Culture to Improve Quality at
Madrasah Tsanawiyah Negeri Jakarta of
Ambarita, A. (2015). Kepemimpinan Kepala
South. Journal of Management and
Sekolah. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sustainability; Vol. 5, No. 2; ISSN
1925-4725 E-ISSN 1925-4733
Daft, R. L. (2010). New Era of Management.
Nelson Education, Canada: Ltd.
Pidarta, Made. (2004). Manajemen Pendidikan
Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Djandji Purwanto. 2017. Center of Developing
and Empowering the Educators and the
Rohiat, M.Pd. (2010). Manajemen Sekolah -
Educational Personnels Fields of
Teori Dasar dan Praktik Dilengkapi
Automotive and Electronics of Malang.
dengan Contoh Rencana Strategis dan
Journal of Applied Management (JAM).
Rencana Operasional. Bandung: Refika
Volume 15 Number 3, Indexed in
Aditama.
Google Scholar. DOI: http://dx.doi.org/
10.21776/ ub.jam.2017.015.03.04
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Emzir. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif,
Analisis Data. Raja Jakarta: Grafindo.
Terry, George R. (1991). Prinsi-prinsip
Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Halawah, I. 2011. Factors Influencing College
Students’ Motivation to Learn from
Wong Ai Yieng, Khadijah Daud. (2017).
Students’ Perspective. Journal of
Headmaster Technology Leadership in
Education, 132 (2), 379-391.
Malaysia Elementary Schools. Journal
of Education and Learning. Vol. 11 (2)
Lunenburg, F. C. (2008). Educational
pp.154-
Administration. Nelson Education,
164.DOI:10.11591/edulearn.v11i2.5573
Canada: Ltd.
.
Manullang, M. (1996). Dasar-dasar
PROFIL SINGKAT
Manajemen. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Alben Ambarita aktif sebagai Dosen
Martin, K. M. (1994). Management. New York: Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Dosen
McGraw-Hill, Inc.
sekaligus Ketua Prodi Magister Keguruan Guru
Miles, MB. & Huberman, AM. (1992). Sekolah Dasar FKIP Universitas Lampung.
Qualitatif Data Analisys (terjemahan
Tjetjep Rohendi Rohidi). London: Sage
Publishing.

71

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License