Anda di halaman 1dari 11

EARLY WARNING SCORE

RESUME INDIVIDU
(Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah MPS)
DOSEN PENGAMPU : Tuti Suprapti S.Kp,.M.K

Oleh
Shely Novia Nanda
191FK01114

Tingkat 1B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA BANDUNG
2020
A. Pengertian Early Warning Score
Early Warning System (EWS) adalah sistem peringatan dini yang dapat
diartikan sebagai rangkaian sistem komunikasi informasi yang dimulai dari deteksi
awal, dan pengambilan keputusan selanjutnya. Diteksi dini merupakan gambaran
dan isyarat terjadinya gangguan funsi tubuh yang buruk atau ketidakstabilitas fisik
pasien sehingga dapat menjadi kode dan atau mempersiapkan kejadian buruk dan
meminimalkan dampaknya, penilaian untuk mengukur peringatan dini ini
menggunakan Early Warning Score.
Merupakan serangkaian system untuk memberitahu akan timbulnya
permasalahan, dapat berupa sebuah masalah ataupun tanda-tanda krusial. Untuk
memantau adanya perubahan keadaan umum pasien dan untuk mengurangi angka
pemanggilan code blue maka penanganan pasien dilakukan sebelum pasien jatuh ke
kondisi henti nafas dan henti jantung.
Pengukuran skor pada pasien dewasa menggunakan National Early Warning
Score (NEWS), pasien anak menggunakan Pediatric Early Warning System (PEWS),
pasien ibu hamil menggunakan Modified Obstertic Early Warning Score (MEOWS).

National Early Warning Score (NEWS) adalah sebuah pendekatan sistematis


yang menggunakan skoring untuk mengidentifikasi perubahan kondisi sesorang
sekaligus menentukan langkah selanjutnya yang harus dikerjakan. Penilaian ini
dilakukan pada orang dewasa (berusia lebih dari 16 tahun).

Pediatric Early Warning System (PEWS) adalah penggunaan skor peringatan


dini dan penerapan perubahan kompleks yang diperlukan untuk pengenalan dini
terhadap pasien anak di rumah sakit.
Modified Obstertic Early Warning Score (MEOWS) adalah penggunanaan
skor peringatan ini yang mengalami perubahan pada pasien ibu hami dimulai usia
20 minggu sampai kelahiran anak usia 6 minggu.

B. Tujuan Early warning score


Tujuan EWS adalah untuk mendeteksi terjadinya perburukan/ kegawatan
kondisi pasien yang tujuannya adalah mencegah hilangnya nyawa seseorang dan
mengurangi dampak yang lebih parah dari sebelumnya serta dapat dikembangkannya
upaya – upaya yang tepat untuk mencegah atau paling tidak mengurangi terjadinya
permasalahan dalam pelaksanaan program.
C. Aspek yang dinilai / parameter
a. Parameter yang dinilai dalam EWS mencakup 7 (tujuh) parameter yaitu :
1) Pernapasan
2) Saturasi Oksigen
3) Penggunaan alat bantu oksigen
4) Suhu
5) Tekanan darah sistolik
6) Denyut jantung
7) Tingkat kesadaran

Parameter ini sudah rutin diukur dan dicatat dalam rekam medis pada grafik
observasi pasien di setiap rumah sakit. Masing-masing parameter akan dikonversikan
dalam bentuk angka, di mana makin tinggi nilainya maka makin abnormal keadaan
pasien sehingga menjadi indikasi untuk dilakukan tindakan pertolongan sesegera
mungkin.

b. Parameter yang dinilai dalam PEWS mencakup 9 (sembilan) parameter yaitu :


1) Suhu 6) Saturasi
2) Nadi 7) Tingkat kesadaran
3) Pernafasan 8) Warna kulit
4) Distres pernafasan 9) Hipoglikemi
5) Pemasangan O2
c. Parameter yang dinilai dalam EWS mencakup 10 parameter yaitu :
1) Respirasi 6) Nadi
2) Saturasi 7) Tingkat Kesadaran
3) Suhu 8) Nyeri
4) Tekanan Darah Sistolik 9) Lochea
5) Tekanan Darah Diastolik 10) Protein Urin.

D. Cara Penilaian dan Analisis


1. National Early Warning System
a. NEWS digunakan pada pasien dewasa (berusia 16 tahun atau lebih)
b. NEWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut, mendeteksi
penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat waktu dan sesuai.
c. NEWS tidak digunakan pada:
 Pasien berusia kurang dari 16 tahun
 Pasien hamil
 Pasien dengan PPOK
d. NEWS juga dapat diimplementasikan untuk asesmen prehospital pada kondisi akut
oleh first responder seperti pelayanan ambulans, pelayanan kesehatan primer,
Puskesmas untuk mengoptimalkan komunikasi kondisi pasien sebelum diterima
rumah sakit tujuan.

National Early Warning Score (NEWS)

Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Pernafasan ≤8 9-11 12-20 21-24 ≥25
Saturasi O2 ≤91 92-93 94-95 96
Penggunaan Ya Tidak
alat bantu o2
Suhu ≤35 35.1-36.0 36.1 - 38.0 38.1-39.0 ≥39.1
Tekanan darah ≤90 91- 100 101.110 111-219 ≥220
sistolik
Denyut jantung ≤40 41-50 51-90 91-110 111-130 ≥131
Tingkat A V,P, / U
Kesadaran
TOTAL :
Keterangan : 1.4 : Rendah
5.6 : Sedang
>7 : Tinggi
Skor NEWS dan Respon Klinis yang Diberikan

Skor Klasifikasi Frekuensi Petugas Respon Klinis


Monitoring
0 Sangat Rendah Min 12 jam Perawat jaga Melakukan monitoring
1-4 Rendah Min 4-6 jam Perawat jaga Menilai & mengevaluasi oleh
perawat yg kompeten dan
memutuskan apakah perlu
meningkatkan frekuensi
monitoring.
5-6 Sedang Min 1 jam Perawat jaga & Perawat memonitor dan
dokter jaga menilai min 1 jam dan
melapor ke dokter jaga serta
mempersiapkan apabila
mengalami perburukan
kondisi pasien.
≥7 Tinggi Bad set Tim Perawat, dokter Penanggung
monitor / emergensi, jawab (DPJP) harus segera
memberikan penilaian
every time DPJP
darurat oleh Tim emergensi
dan persiapan terjadi transfer
pasien ke area ICU dengan
perawatan alat bantu.

2. Pediatric Early Warning System (PEWS)


a. PEWS digunakan pada pasien anak/ pediatrik ( berusia saat lahir-16 tahun)
b. PEWS digunakan untuk mengasessmen penyakit akut, mendeteksi penurunan
klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat waktu dan sesuai.
c. PEWS tidak digunakan pada:
 Pasien dewasa lebih dari 16 tahun
 Pasien anak dengan TOF (Tetralogi of Fallot), sindrom VACTERL
d. PEWS juga dapat diimplementasikan untuk asesmen prehospital pada kondisi akut
oleh first responder seperti pelayanan ambulans, pelayanan kesehatan primer,
Puskesmas untuk mengoptimalkan komunikasi kondisi pasien sebelum diterima
rumah sakit tujuan.
Tabel parameter Pediatrik Eearly Warning Score
Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Suhu
Pernafasan :
<28 hari <20 30-39 40-60 >60
< 1 tahun ≤20 20-29 30-40 41-50 51-60 ≥60
1-5 tahun <20 20-30 31-50 51-60 >60
5-11 tahun <20 20-30 31-50 51-60 >60
12-16 tahun <10 10-20 21-30 31-40 >40
Alat bantu O2 No L/menit
Saturasi oksigen ≤85 86-89 90-93 >94
Nadi
< 28 hari <80 81-90 91-99 100-180 181-190 >200
<1 tahun <90 90-99 100-109 110-160 161-170 171-190 ≥190
1-5 tahun ≤70 70-79 80-89 90-140 141-160 161-170 >170
5-11 tahun <60 60-69 70-79 80-120 121-140 141-160 >160
12-16 tahun <60 55-100 101-120 121-140 >140
Warna kulit PINK pucat/berbintik
Tekanan sistolik ≤80 80-89 90-119 120-129 130-139 >140
Tingkatkesadaran A V P/ U
TOTAL :
Keterangan :
0-2 : skor normal (putih), penialain setiap 4 jam.
3 : skor rendah (hijau), penilaian setiap 1-2 jam
4 : skor menengah (kuning) penilaian setiap 1 jam
≥5 : skor tinggi (merah) penilaian setiap 30 menit.

Respon Klinis terhadap Pediatrik Early Warning System (PEWS).


Skor Monitoringfrekuensi Petugas Tindakan
1 4 jam Perawat jaga Semua perubahan kondisi pasien
2 2-4 jam harus meningkatkan frekuensi monitor
untuk tindakan klinis yg tepat
3 Min 1 jam Perawat jaga Perawat jaga melakukan monitoring
dan dokter jaga ulang
4-5 30 menit Melapor ke dokter jaga
6 berlanjutan DPJP Melapor ke DPJP
7+ berlanjutan Panggilan darurat Menghubungi Tim Emergensi jaga
3. Modified Early Obstertic Warning Score (MEOWS)
a. Digunakan pasien ibu hamil dgn kandungan 20-6 minggu setelah melahirkan.
b. MEOWS dapat digunakan untuk untuk mengasesmen pengakit akut, mendeteksi
penurunan klinis, dan menginisiasi respon klinis yang tepat waktu dan sesuai.
c. MEOWS tidak digunakan selama proses pembukaan sampai selesai melahirkan.

Tabel Parameter Modified Early Obstertic Warning System (MEOWS)


Parameter 3 2 1 0 1 2 3
Respirasi <12 12-20 21-25 >25
Saturasi <92 92- 95 >95
Penggunaan O2 Yes No
Suhu <36 36.1- 37.2 37.5-37.7 >37.7
Tekanan darah <90 90-140 141- 150 151-160 >160
sistolik
Tekanan darah 60-90 91-100 101-110 >110
diastolik
Nadi <50 50- 60 61-100 101- 110 111-120 >120
Tingkat A V, P/U
kesadaran
Nyeri Normal Abnormal
Pengeluaran/ Normal Abnormal
Lochea
Protein urin + ++>
Keterangan : 1-4 : Rendah
5-6 : Sedang
>7 : Tinggi
Respon Klinis terhadap MEOWS
Skor Monitoring frekuensi Petugas Tindakan
1-4 4 jam Perawat/ Bidan jaga, 1. Meningkatkan frekuensi
Dokter jaga monitoring jika ada perubahan
kondisi pasien
2. Jika perlu menghubungi dokter jaga
Jika pasien mengalami pre eklampsia
(sakit kepala, pandangan kabur, nyeri
perut) tingkatkan pengawasan.
5-6 1 jam Bidan/ Perawat 1. Lapor bidan/ perawat jaga
jaga, Dokter Sp.OG
2. Bidan/ perawat segera
monitoring ulang pasien
3. Menghubung dokter spesialis
kandungan dan segera
konsultasikan
4. Meningkatkan frekuensi
monitoring
Jika pasien mengalami pre eklampsia
(sakit kepala, pandangan kabur, nyeri
perut), tingkatkan pengawasan
7+ berlanjutan Panggilan darurat 1. Menghubungi dokter Sp.OG
2. Menghubungi Tim emergency
3. Melanjutkan TTV secara
berkelanjutan
4. Mempertimbangan pemindahan ke
ruang ICU
E. Contoh Lembar Early Warning Score Nomor RM :
Nama Lengkap
Pencatatan observasi menggunakan Early Warning Score (EWS) untuk pasien dengan Usia > 12 tahun :
Tanggal Lahir : ( L/P)*
EWS Tanggal

0 1 2 3 Jam

TINGKAT Sadar
KESADARAN V/P/U

≥ 230

220

211

201

191

181

171

161

151

TEKANAN DARAH 141

(SISTOLIK) 131

121

111

101

91

81

71

61

51

NADI ≥ 140

131

121

111

101

91

81

71

61
51

41

≤ 40

≥ 25

21 – 24

PERNAFASAN 12 – 20

9 – 11

≤8

≤ 39.10

38.10

37.10
SUHU
36.10

35.10

≤ 350

≤ 96

94 – 95
SpO2
92 - 93

≤ 91

OKSIGEN Ya

TOTAL Early Warning Score

Skala Jatuh

Skala Nyeri

Intake

Output

Diit

Paraf dan Nama Petugas

LEMBAR OBSERVASI EWS

Catatan : *coret yang tidak perlu V = Voice (suara) P = Pain ( kesakitan) U = Unresponsive (kurang memberi
respon)

LEMBAR OBSERVASI Nomor RM :


Nama Lengkap :
Tanggal Lahir : ( L/P)*
Pencatatan observasi menggunakan Early Warning Score (EWS) untuk pasien dengan Usia > 12 tahun

No FREKUENSI
NILAI EWS ASUHAN YANG DIBERIKAN
. MONITORING

Minimal setiap 12 jam


1 0 Lanjutkan observasi/monitoring secara rutin
sekali

Perawat pelaksana menginformasikan kepada


ketua tim / penanggungjawab jaga ruangan
tentang siapa yang melaksanakan assesmen
selanjutnya.
Total Score Minimal Setiap 4 – 6 Jam Ketua tim / penanggungjawab membuat
2
1–4 Sekali keputusan:
1. Meningkatkan frekuensi observasi /
monitoring
2. Perbaikan asuhan yang dibutuhkan oleh
pasien

1. Ketua Tim (Perawat) segera memberikan


informasi tentang kondisi pasien kepada
Total Score 5 Peningkatan Frekuensi
dokter jaga atau DPJP
Dan 6 Atau 3 Observasi / Monitoring.
3 2. Dokter jaga atau DPJP melakukan assesme
Dalam 1 (Satu) Setidaknya Setiap 1 Jam sesuai komperrensinya dan menentukan
Parameter Sekali kondisi pasien apakah dalam penyakit akut
3. Siapkan fasilitas monitoring yang lebih
canggih

1. Ketua Tim (Perawat) melaporkan kepada T


Code Blue
2. Tim Code Blue melakukan assesmen segera
Lanjutkan Observasi / 3. Stabilisasi oleh Tim Code Blue dan pasien
Total Score 7
4 Monitoring Tanda-Tanda dirujuk ke Intermediate Care
Atau Lebih
Vital 4. Untuk pasien di IGD (Prioritas 3, 4 dan 5),
Perawat penanggungjawab segera kirim
pasien ke ruang Resusitasi untuk penangan
Bantuan Hidup Lanjut (BHL)
EARLY WARNING SCORE (EWS)