Anda di halaman 1dari 5

Upaya Perawat Dalam Melaksanakan Diagnosa Keperawatan

Mardhatillah Juniasti/181101078

emardhatillah@gmail.com

Abstrak

Diagnosa keperawatan ialah keputusan klinis mengenai klien atau pasien sebagai keputusan dari
masalah kesehatan. Diagnosa merupakan bagian dari proses keperawatan yang kedua, yang
dimana proses keperawatan meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi. Kelima langkah tersebut memiliki tujuan yakni untuk
meningkatkan atau mempertahankan kesehatan pasien serta dapat memungkinkan untuk pasien
bisa mengatur kesehatannya lebih baik. Diagnosa keperawatan juga dapat diartikan sebagai
hasil yang jelas mengenai status masalah kesehatan dari pasien agar bisa melakukan proses
keperawatan selanjutnya

Kata kunci : diagnosa keperawatan, proses keperawatan, kesehatan pasien

1. Latar belakang dilanjutkan dengan


Dalam proses keperawatan, ada dilakukannya diagnosa
lima tahapan untuk keperawatan, diagnosa
melaksanakan asuhan keperawatan merupakan
keperawatan yaitu dimulai dari keputusan klinis mengenai klien
pengkajian, kemudian atau pasien sebagai keputusan
menentukan diagnose, lalu dari masalah kesehatan.
perencanaan, kemudian Diagnosa juga dapat diartikan
dilakukan implementasi dan sebagai hasil yang jelas
yang terakhir evaluasi. Diawali mengenai status masalah
dari pengkajian, perawat kesehatan dari pasien trsebut.
melakukan pengkajian kepada Adapun menurut Carpenito
pasien dimulai dari (1983), Diagnosa keperawatan
mengumpulkan data secara ialah pernyataan yang jelas
sistematis, status kesehatan mengenai status kesehatan atau
pasien, dan masalah kesehatan masalah aktual atau pun risiko
yang dialami. Kemudian dalam rangka
mengidentifikasikan dan 3. Metode
menentukan intervensi Metode yang digunakan pada
keperawatan untuk mengurangi, jurnal ini ialah metode kualitatif,
menghilangkan, atau mencegah dimana metode kualitatif ini
masalah kesehatan klien yang menjabarkan atau memberikan
ada pada tanggung jawabnya. penjelasan lebih lanjut mengenai
diagnosa keperawatan yang
2. Tujuan sumbernya diambil dari fakta
Adapun tujuan dari diagnosa atau data-data yang sudah tertera
keperawatan ialah untuk sebelumnya, dengan
memberikan kalimat yang menggunakan kalimat sendiri
umum mengenai masalah tetapi tidak menghilangkan data
kesehatan klien sehingga dapat aslinya atau mengambil bulat-
terjalin informasi yang memliki bulat dari data aslinya tersebut.
persamaan persepsi, kemudian Data yang diambil berasal dari
untuk melaksanakan tahapan jurnal, artikel, maupun buku.
dari proses keperawatan itu
sendiri. Tujuan dari jurnal ini 4. Hasil
ialah untuk memberikan Hasil dari jurnal ini ialah
penjelasan yang lebih lanjut mengenai pengertian diagnosa
menggunakan kalimat tersendiri keperawatan yang merupakan
sebagai pembelajaran dari ialah keputusan klinis mengenai
berbagai data seperti buku klien atau pasien sebagai
ataupun artikel dan jurnal keputusan dari masalah
lainnya untuk pemahaman yang kesehatan. Diagnosa
lebih lanjut mengenai diagnosa keperawatan juga merupakan
keperawatan. Kemudian tahapan ke dua dari proses
diagnosa keperawatan dapat keperawatan yang bertujuan
memberikan peningkatan sebagai penentuan mengenai
kualitas dari pelayanan masalah kesehatan klien untuk
keperawatan. melaksanakan asuhan
keperawatan.
dan memecahkan masalah
5. Pembahasan keperawatan klien secara
Diagnosa keperawatan adalah spesifik. Diagnosis keperawatan
pernyataan yang dibuat oleh harus betul-betul akurat sebab
perawat profesional yang ini akan menjadi patokan dalam
memberi gambaran tentang melaksanakan tindakan
masalah atau status kesehatan keperawatan.
klien, baik secara aktual maupun
Komponen-komponen dalam
secara potensial, yang ditetapkan
pernyataan diagnosis
berdasarkan analisis dan
keperawatan meliputi masalah
interpretasi data hasil
(problem), penyebab (etiology),
pengkajian. Pernyataan
dan data (sign and symptom).
diagnosis keperawatan harus
Untuk memudahkannya,
jelas, singkat, dan lugas terkait
disingkat dengan kata PES
masalah kesehatan klien berikut
penyebabnya yang dapat diatasi 1. Masalah (problem).
melalui tindakan keperawatan. Diagnosis keperawatan
Penetapan diagnosis merupakan pernyataan yang
keperawatan berlangsung dalam menggambarkan perubahan
tiga fase yaitu : status kesehatan klien.
1. Memproses data Perubahan tersebut
(mengorganisasi data, menyebabkan timbulnya
membandingkan data masalah.
dengan standar nilai normal, 2. Penyebab (etiology).
mengelompokkan data). pernyataan etiologi
2. Menentukan masalah mencerminkan penyebab
keperawatan klien. dari masalah kesehatan klien
3. Menyusun diagnosis yang memberi arah bagi
keperawatan. terapi keperawatan. Etiologi
tersebut dapat terkait dengan
Diagnosis keperawatan
aspek patofisiologis,
berfungsi untuk
psikososial, tingkah laku,
mengidentifikasi, memfokuskan,
perubahan situasional gaya 1. Keselamatan masalah
hidup, usia perkembangan, dengan lingkup keperawatan
juga faktor budaya dan 2. Kejelasan masalah
lingkungan. Frase 3. Keakuratan masalah dan
“berhubungan dengan” faktor penyebab
(related to) berfungsi untuk 4. Validitas masalah
menghubungkan masalah 5. Komponen diagnosis
keperawatan dengan keperawatan PES
pernyataan etiologi.
3. Data (sign and symptom). 6. Kesimpulan
Data diperoleh selama tahap Diagnosa keperawatan
pengkajian sebagai bukti merupakan pernyataan yang
adanya masalah kesehatan dibuat oleh perawat profesional
pada klien. Data merupakan yang memberi gambaran tentang
informasi yang diperlukan masalah atau status kesehatan
untuk merumuskan klien, baik secara aktual maupun
diagnosis keperawatan. potensial yang ditetapkan
Penggunaan frase “ditandai berdasarkan analisis dan
oleh” menghubungkan interpretasi data hasil
etiologi dengan data. pengkajian.

Beberapa hal yang perlu


7. Referensi
diperhatikan pada tahap
diagnosis keperawatan, antara
lain :

Asmadi. (2009). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC.

Buheli, K. (2012). Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat Dalam Penerapan


Proses Keperawatan Di RSUD Toto Kabupaten Bone Bolango. Vol 06 No 5.

Clement, I. (2011). Management Nursing Services and Education. India: Elsevier.

Damhudi, D., Irawaty, D., & Hariyati, R. S. (2012). Efektifitas Metode NIHSS dan ESS
Dalam Membuat Diagnosa Keperawatan Aktual Pada Pasien Stroke Berat Fase
Akut. Jurnal Keperawatan Indonesia, 7-12.
Hidayah, N. (2014). Manajemen Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim
Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan, 410-
426.

Manurung, S. (2011). Keperawatan Profesional. Jakarta: Trans Info Media.

Nanda. (2012). Nursing Diagnoses Definitions and Classifications. Oxford: Wiley-


Blackwell.

Potter, P. A., & Perry, G. A. (2010). Fundamental of nursing. Louis: Mosby Year Book.

Rachmawati, U., Keliat, B. A., & Wardani, I. Y. (2015). Tindakan Keperawatan Pada
Klien, Keluarga dan Kader Kesehatan Jiwa Dengan Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial Di Komunitas. Jurnal Keperawatan Jiwa, 97-106.

Siahaan, D. N., & Tarigan, M. (2012). Kinerja Perawat Dalam Pemberian Asuhan
Keperawatan Di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Jurnal Keperawatan
Holistik, 29-34.

Simamora, Roymond.H. (2009). Doku-mentasi Proses Keperawatan. Jember University


Press

Simamora, Roymond. H. (2010). Komunikasi Dalam Keperawatan. Jem-ber University


Press

Simamora, R. H., Bukit, E., Purba, J. M., & Siahaan, J. (2017). Penguatan Kinerja
Perawat Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan Melalui Pelatihan Ronde
Keperawatan Di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 300-304.

Sumijatun. (2010). Konsep Dasar Menuju Keperawatan Profesional . Jakarta: CV.


Trans Info Media.

Anda mungkin juga menyukai