Anda di halaman 1dari 9

Lantanida

Lantanida adalah kelompok unsur kimia yang terdiri dari 15 unsur, mulai lantanum (La)
sampai lutetium (Lu) pada tabel periodik, dengan nomor atom 57 sampai 71.Semua lantanida,
kecuali lutetium, adalah unsur blok-f yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai orbit
4f. Kofigurasi electron sub kulit terluar dari lantanida adalah 4f1-14, 5s2, 5p2, 6s2. Dalam bahasa
yunani, lantanida mempunyai arti “saya bersembunyi” hal ini disebabkan unsur-unsur yang
termasuk lantanida ditemukan tidak tersendiri melainkan melekat atau bersembunyi pada unsur
lain. Misalnya Serium terdapat di kerak bumi, Neodium terdapat pada bongkahan emas, dan
tulium terdapat pada yodium.

Secara kimiawi, jari-jari atom unsur-unsur lantanida dari no 57sampai dengan 71


mengalami penurunan, artinya seiring penambahan nomor jari-jari atomnya semakin memendek,
fenomena penurunan jari-jari atom dalam lantanida inilah dinamakankontraksi
lantanida.  Kontraksi inilah bertanggungjawab terhadap pemisahan lantanida menjadi dua
golongan yakni lantanida golongan ringan dan lantanida golongan berat yang mengandung
banyak mineral. Selain itu, kontraksi ini juga bertanggungjawab terhadap kekerasan, kerapatan
dan titik lebur unsur-unsur lantanida. Artinya penurunan jari-ajari atom menjadikan dirinya lebih
rapat, padat dan titik leburnya tinggi. Berdasarkan hal tersebut nampaknya Lutesium yang paling
rapat, padat dan lebih tinggi titik leburnya dibandingkan unsur-unsur lain di golongan lantanida
karena Lutesium memiliki jari-jari atomnya yang terpendek dibandingkan yang lainnya.

Lantanida secara luas digunakan untuk laser, selain itu digunakan untuk pembuatan
keramik atau magnet. Anna Ana de Bettencourt-Dias dari Fakultas Kimia Universitas Nevada
melakukan penelitian yang berkaitan dengan pancaran unsur-unsur lantanida dan berupaya untuk
memanfaatkan pancarannya. Pancaran unsure lantanida dalam dua kondisi pada kondisi cahaya
tampak dan pada ondisi cahaya ultraviolet.

Sumber dan Kelimpahan


Lantanium ditemukan dalam mineral-mineral bumi yang langka seperti cerite, monazite,
allanite, dan batnasite. Monazite dan bastnasite adalah bijih-bijih utama yang mengandung
lantanium (25% dan 38%). Logam misch, yang digunakan pada korek api mengandung 25%
lantanium. Ketersediaan lantanium dan logam-logamrare-earth lainnya telah meningkat dalam
beberapa waktu belakangan. Logam ini dapat diproduksi dengan cara mereduksi anhydrous
fluoride  dengan kalsium.

Serium merupakan logam tanah jarang yang paling melimpah. Ditemukan dalam sejumlah
mineral termasuk allanit (yang juga dikenal sebagai ortit), monazit, bastnasit, cerit, dan
samarskit. Monazit dan bastnasit merupakan sumber serium yang paling penting.Simpanan
monazit yang cukup besar (ditemukan di daerah pantai Travancore, India dan pasir sungai Brazil),
allanit (di daerah barat Amreika Serikat), dan bastnasit (di KaliforniaSelatan) akan menyulai
serium, thorium dan logam tanah jarang lainnya dalam beberapa tahun yang akan datang.

Praseodimium terdapat bersamaan dengan unsur tanah jarang dalam berbagai


mineral. Monazit dan bastnasit adalah sumber komersial yang utama untuk logam tanah
jarang. Logam ini baru dapat dihasilkan dalam kondisi relatif murni pada tahun 1931.

  Unsur neodimium ditemukan bebas dalam logam alloy alam, yang lama dikenal dan
digunakan sebagai alloy piroforik untuk pemantik api, unsur ini masih belum diisolasi hingga
murni hingga tahun 1925. Neodimium terdapat dalam logam alloy alam dengan kandungan
18%. Terdapat dalam monazit dan bastnasit, yang merupakan sumber utama unsur tanah jarang.

Penelitian terhadap unsur ini di bumi hampir tidak berhasil, dan sekarang tampak bahwa
promethium memang sudah menghilang dari kerak bumi. Promethium,
bagaimanapun,dikenali dalam spektrum bintang HR465 di Andromeda. Unsur ini baru saja
terbentuk di permukaan bintang, dengan isotop promethium dengan masa waktu paruh
terpanjangyakni 17.7 tahun. Tujuh belas isotop promethium dengan kisaran massa atom 134 –
155 pun sudah dikenali. Promethium 147, dengan masa paruh waktu 2.6 tahun, adalah isotop
yang paling umum digunakan. Promethium 145 adalah isotop dengan masa hidup paling lama dan
memiliki aktivitas jenis 940 Ci/gram.

Samarium ditemukan bersama dengan unsur tanah jarang lainnya dalam banyak mineral,
termasuk monazit dan bastnasite, yang merupakan sumber komersial.Promethium terdapat dalam
monazit dengan kandungan 2.8%. Meski alloy alam mengandung 1% logam samarium, telah lama
digunakan, namun samarium baru bisa dihasilkan dalam keadaan murni dewasa ini. Tekhnik
pertukaran ion dan ekstraksi pelarut telah menyederhanakan pemisahan unsur tanah jarang antara
satu dan lainnya; bahkan tekhnikterbaru, yakni deposisi elektrokimia, menggunakan larutan
elektrolitik litium sitrat dan elektroda raksa, dikatakan sebagai cara yang sederhana, cepat dan
sangat spesifik untuk memisahkan unsur tanah jarang. Logam samarium dapat dihasilkan dengan
mereduksi oksida samarium dengan lantanum.

Europium telah dikenali dengan spektroskopi pada matahari dan bintang-bintang


tertentu. Ada 1 isotop yang telah dikenali. Isotop europium adalah penyerap neutron yang baik
dan sedang dipelajari untuk diterapkan dalam pengendalian nuklir.

Gadolinium ditemukan dalam beberapa mineral lainnya, termasuk monasit dan bastnasit,
keduanya merupakan sumber yang sangat komersial. Dengan perkembangan metode pertukaran
ion dan ekstraksi pelarut, ketersediaan dan harga gadolinium dan unsur logam radioaktif yang
jarang ditemukan menjadi terjangkau.Gadolinium dapat dibuat dengan mereduksi garam anhidrat
fluorida dengan logam kalsium.

Disprosium terdapat bersama unsur lantanida lainnya dalam berbagai mineral seperti
xenotime, fergusonit, gadolinit, euksenit, polikrase, danbromstrandin.  Sumber yang sangat
penting adalah monaziat dan bastnasit. Disprosium dapat diperoleh dengan mereduksi garam
trifluorida dengan kalsium.

Holmium terdapat dalam gadolinit, monazit, dan mineral radioaktif lainnya.Holmium


telah dihasilkan secara komersial dari monazit dengan kadar 0.05%. Unsur ini pun telah berhasil
diisolasi dengan mereduksi garam klorida/fluoride anhidratnya dengan logam kalsium.

Termasuk dalam golongan radioaktif lantanida, ditemukan dalam mineral yang juga
mengandung disprosium. Memisaahkan yttria yang ditemukan dalam mineral gadolinit, menjadi 3
fraksi, yang disebut yttria, erbia dan terbia.
Tulium terdapat dalam kadar yang sedikitdengan unsur radioaktif lainnya dalam sejumlah
mineral. Dihasilkan secara komersialdari mineral monazit, yang mengandung 0.07% tulium.

AKTINIDA

Aktinida adalah kelompok unsure kimia yang mencakup 15 unsur antara actinium dan
lawrensium pada table periodic, dengan nomor atom antara 89 sampai dengan 103. Seri ini dinamakan
menurut unsure actinium. Penggolongan unsure dalam golongan aktinida berdasar atas sub kulit 5f.
unsure-unsur kelompok aktinida adalah radioaktif, dengan hanya actinium, torium dan uranium yang
secara alami ditemukan dikulit bumi.

Sifat-sifat kimia dan fisika masing-masing unsur :


1. Actinium(Ac)
Jari-jari : 195 ppm
Kondukti vitas termal : 12 Wm-1 K-1
ΔHfo : 406 J/mol; ΔGfo : 366 J/mol; ΔS : 188,1 J/mol
Bentuk Kristal
Struktur Kristal dari actinium adalah kubus berpusat badan
Kegunaan Actinium digunakan sebagai tenaga listrik panas dan sumber nuklir.

2. Torium(Th).
Jari-jari : 180 ppm
Kondukti vitas termal : 54 Wm-1 K-1
ΔHfo : 602 J/mol; ΔGfo : 561 J/mol; ΔS : 90,2 J/mol
Torium murni merupakan logam putih seperti perak yang stabil di udara dan kilapnya dapat bertahan
beberapa bulan. Ketika bereaksi dengan oksida, torium pelan-pelan memudarkan di udara menjadi
keabu-abuan yang akhirnya menjadi hitam. Torium oksida mempunyai titik-lebur dari 33000C, paling
tinggi dari semua oksida. Torium sukar bereaksi dengan air, dan sukar terurai dalam asam, kecuali
asam klorida. Ketika dipanaskan di udara, bubuk torium menyala dan terbakar dengan nyala putih.
Torium dapat di ekstraksi dari monazite melalui proes bertahap. Tahap pertama dengan melarutkan
serbuk monazite pada asam anorganik seperti asam sulfat (H2SO4) kemudian torium di ekstraksi ke
dalam fase organik misalnya amina. Tahap selanjutnya adalah dengan memisahkan torium
menggunakan anion seperti nitrat, klorida, hidroksida atau karbonat untuk mengembalikan torium ke
fase larutan. Tahap terakhir, torium dikumpulkan dan dipisahkan.Torium alami meluruh sangat pelan-
pela dibandingkan dengan bahan radioaktif yang lain, dan radiasi alfa yang dipancarkan tidak bias
menembus kulit manusia. Ledakan torium yang aerosol dapat meningkatkan resiko paru-paru,
pancreas.

Kegunaannya adalah campuran logam magnesium, memberikan hambatan tinggi dan ketahanan
terhadap tempetatur tinggi, pelindung kawat tungsten yang digunakan pada peralatan elektronik sebab
mempunyai suatu fungsi kerja yang rendah dan pancaran electron yang tinggi, oksida torium
digunakan untuk kendali ukuran butir tungsten pada lampu listrik
3. Protaktinium(Pa)
Sejarah
Protactinium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh Fajanas dan Gohring yang menemukan
isotop 234mP yang berumur pendek dengan waktu paruh hanya 1,17 menit ketika mempelajari
pemutusan rantai 238U yang kemudian diberi nama brevium yang berarti pendek. Brevium kemudian
diubah namanya menjadi Protaktinium pada tahun 1918 oleh Otto Hahn, Lise Meitner, Frederick
Soddy, John Cranston di Jerman yang mempelajari secara spesifik 231Pa. Nama Protaktium berasal
dari kata Yunani “Protos” yang berarti pertama. Logam protactinium diisolasi pada tahun 1934 oleh
Aristid Grosse dengan mengembangkan dua metode. Metode pertama dengan reduksi Pentosida
Pa2O5 dengan aliran electron di ruang hampa menjadi iodide dan metode kedua dengan memanaskan
iodide PaI5 di ruang hampa dengan reaksi 2PaI5 → 2Pa + 5I2.

Sifat secara umum


Kondukti vitas Termal : 47Wm-1 K-1
ΔHfo : 607 J/mol; ΔGfo : 563 J/mol; ΔS : 198,1 J/mol

Protactinium secara luas ditemukan di sejumlah kecil di kulit luar bumi. Protactinium merupakan
salah satu unsure paling mahal dan paling jarang terjadi secara alami. Protactinium terdapat di bijih
uranium pada konsentrasi 1-3 ppm. Protactinium mempunyai kilat metalik terang yang tahan beberapa
waktu di udara. Protactinium merupakan unsure superconduktiv sekitar 1.4 K. Protaktium terdapat di
minyak merupakan material beracun berbahaya dan memerlukan tindakan penanganan yang serupa
digunakan ketika menangani plutonium. Protaktinium secara umum memberikan resiko terhadap
kesehatan jika masuk kedalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan dengan sinar
gamma yang dipancarkan oleh protactinium-231 dan sejumlah hasil luruhan yang berumur pendek
dari actinium-227.
Kegunaan
Tadak ada penggunaan komersial atau industry dari protactinium berkaitan dengan kelangkaannya,
biaya, dan radiotoksisitasnya. Penggunaan hanya sebatas untuk aktivitas riset ilmiah.

4. Uranium (U)
Sejarah
Uranium ditemukan oleh Martin Klaproth di Jerman pada tahun 1789. Dengan cara menganalisis
suatu unsure tak dikenal di dalam bijiuranium dan mencoba untuk mengisolasikan logamnya. Nama
asli uranium diambil dari nama Planet Uranus.
Logam uranium pertama kali diisolasi pada tahun 1841 oleh Eugene-Melchoir Peligot, yang mengurai
klorida anhidrit UCl4 dengan kalium selama 55 tahun sifat radioaktif dari uranium tidak dihargai dan
pada tahun 1896 Henri Becquerel mendeteksi sifat radioaktifitas uranium. Becquerel yang melakukan
penemuan di Paris dengan meletakkan uranium di atas plat fotografik tak kena cahaya dan mencatat
bahwa plat telah menjadi terkabutkan. Ia menentukan adanya sinar tak kelihatan yang dipancarkan
oleh uranium yang telah mengarahkan plat.

Sifat umum
Jari-jari :175 ppm
Kondukti vitas Termal : 27,5Wm-1 K-1
ΔHfo : 533 J/mol; ΔGfo : 488 J/mol; ΔS : 199,8 J/mol
Uranium adalah unsur yang terjadi secara alami yang dapat ditemukan di dalam semua batu karang,
tanah, dan air. Uranium memiliki bilangan tertinggi yang ditemukan secara alami dalam jumlah yang
banyak di atas bumi dan selalu ditemukan berikatan dengan unsure yang lain. Uranium secara alami
yang di bentuk dari ledakan supernova. Uranium member warna fluorescence hijau dan kuning ketika
ditambahkan ke gelas bersama dengan zat adiktif yang lain. Logam uranium bereaksi dengan hamper
semua unsure non logam dan senyawanya dengan peningkatan kereaktifan seiring peningkatan
temperatur. Uranium dapat bereaksi dengan air dingin. Di udara logam uranium menjadi terlapis
dengan lapisan gelap uranium oksida. Bijih uranium dapat di reaksikan secara kimiawi dan diubah
menjadi uranium dioksida atau senyawa lain yang berguna di industry.
Resiko kesehatan terbesar dari masukan yang besar uranium dalam tubuh adalah kerusakan pada
ginjal karena uranium adalah unsure radioaktif yang bersifat toksik. Tidak ditemukan kangker sebagai
hasil penelitian uranium, tetapi penelitian dari hasil luruhannya, terutama radon/radium, menjadi
ancaman kesehatan yang penting.

senyawa
Uranium membentuk senyawa biner dengan halogen (yang di kenal sebagai halida), oksigen (yang
dikenal sebagai oksida), hydrogen (yang dikenal sebagai hidrida), dan beberapa senyawa lain dari
uranium. Senyawa hidrida dibentuk dari reaksi hydrogen dengan logam uranium yang dipanaskan
pada suhu 250o – 300oC.

Reduksi dan oksidasi


Bilangan oksidasi yang paling umum dari uranium adalah 6. Ion yang menghadirkan bilangan
oksidasi yang berbeda dari uranium dapat larut dan oleh karena itu dapat dipelajari di larutan
mengandung air. Mereka adalah : U3+ (merah), U4+ (hijau), UO2+ (stabil), dan UO22+ (kuning).
Beberapa senyawa yang semi logam dan padat seperti UO dan US merupakan uranium dengan
bilangan oksidasi 2. Ion U3+ membebaskan hydrogen dari air dan kemudian dianggap sebagai
senyawa yang sangat tidak stabil. Ion UO22+ merupakan uranium dengan bilangan oksidasi VI dan
dikenal membentuk campuran seperti karbonat, klorida dan sulfat.

kegunaan
1.      Sebagai bahan bakar inti
2.      Uranium nitrat digunakan untuk toner fotografi
3.      Uranium sulfat digunakan dikimia analisa
4.      Dalam dunia kesehatan untuk info diagnostik anatomi dan fungsi organ
5.      Uranil asetat dan uranil fosfat digunakan sebagai titik di mikroskop transmisi electron untuk
meningkatkan perbedaan dari specimen biologi di bagian ultra tipis dan negative strain dari virus,
organel sel terisolasi dan makromolekul
6.       Pada pemeliharaan makanan untuk menghambat pertumbuhan akar setelah panen
7.       Uranium dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa

5. Neptunium(Np)
Sejarah
Neptunium merupakan unsure transuranium buatan yang pertama dalam seri aktinida. Neptunium
ditemukan oleh Edwin M. McMillan dan Abelson di Berkeley, California, Amerika Serikat pada
tahun 1940. Mcmillan dan Abelson menumbukkan uranium dengan netron yang diproduksi dari suatu
alat pemecah atom dan menghasilkan Neptunium. Nama asli neptunium diambil dari nama planet
Neptunus.

Sifat umum 
Jari-jari :175 ppm
Kondukti vitas Termal : 6,3Wm-1 K-1

Neptunium tidak terjadi secara alami tetapi disintesis dengan reaksi tangkapan neutron pada uranium.
Neptunium secara khas terjadi di lingkungan sebagai suatu oksida, walaupun senyawa lain mungkin
ada. Neptunium lebih reaktif disbanding unsure-unsur yang transuranik lain seperti plutonium,
amerisium, dan kurium. Neptunium secara lebih bertahan pada partikel berpasir sekitar 5kali lebih
tinggi disbanding pada tanah yang mengandung air.
Neptunium masuk kedalam badan dengan makan makanan, air minum, atau menghirup udara. Setelah
proses pencernaan atau hal penghisapan, kebanyakan neptunium dikeluarkan dari badan di dalam
beberapa hari dan tidak pernah masuk sistem darah. Neptunium secara umum memberikan resiko
terhadap kesehatan jika masuk ke dalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan
dengan sinar gama yang dipancarkan oleh neptunium-236 dan neptunium-237 serta sejumlah hasil
luruhan yang berumur pendek dari protactinium-233

kegunaan
tidak ada penggunaan komersial utama dari neptunium, walaupun neptunium-237 digunakan kebagai
komponen dalam instrument pendeteksi netron. Neptunium-237 dapat juga digunakan untuk membuat
plutonium-238 (dengan penyerapan suatu netron). Neptunium bias dipertimbankan untuk digunakan
pada senjata nuklir, walaupun tidak ada Negara yang diketahui menggunakan neptunium untuk
membuat bahan peledak berbahan nuklir.

6. Plutonium(Pu)
Sejarah
Pu disintesis oleh Glenn T. Seaborg, E.M Mc Millan, J.W Kennedy dan A.C Wahl pada tahun 1940
dari bombardier deuteron pada uranium dalam “cyclotron” (alat yang digunakan untuk mempercepat
partikel atom) di Berkeley, California, USA. Penamaannya diambl dari planet Pluto.

Sifat umum
Sebuah logam berat, beracun berwarna putih keperakan dan radioaktif alami.
Volume molar ; 12.29 cm3 rigidity modulus : 43 GPa
Velocity of sound : 2260 m/s Poissons ration :0.21
Youngs modulus : 96 GPa Resivitas elektrik : 150.10-8 Ωm
Jumlah plutonium di alam sangat kecil, yaitu 1/1011 bagian, sebagian besar dihasilkan dalam reactor
sebagai hasil samping proses fisal. Besarnya kandungan isotop Pu dalam bahan bakar bekas
tergantung pada derajat bakar dan pengkayaan, yang dapat dipungut kembali melalui prosae daur
ulang.

Kegunaan 
Plutonium dan beberapa isotopnya memegang peranan penting dalam bidang teknologi nuklir. Pu
digunakan untuk bahan bakar dalam reactor daya dan pembiak, bahan perunut pada pengeboran
sumur minyak, kalibrasi peralatan, bahan pembuatan baterai nuklir berumur panjang, stasiun cuaca
terpencil, rambu navigasi, dan bahan pembuatan senjata nuklir.

7. Amerisium (Am)
Sejarah
Amerisium didefinisikan oleh Glenn Seaborg, Ralph James, L. morgan, Albert Ghiorso di USA 1944.
Amerisium dihasilkan oleh reaksi netron oleh isotop Pu dalam reactor nuklir. Penamaannya diambil
dari kata “America”.

Kegunaan 
Sumber ionisasi untuk smoke detector dan Am-241 sebagai sumber sinar γ.

8. Kurium (Cm)
Sejarah
Kurium ditemukan oleh Glenn Seaborg, Ralph James, dan Albert Giorso di USA pada tahun 1944,
sebagai hasil dari bombardier ion Helium pada isotop Pu 239. Penamaan dari nama akhir Pierre dan
Marie “Curie”

Kegunaan
Penggunaan kurium hanya terbatas untuk keperuan tertentu. Kurium digunakan sebagai sumber
tenaga thermoelektrik, juga sebagai sumber partikel alpha untuk spectrometer X-Ray proton alpha I
Mars.

9. Berkelium (Bk)
Serjarah
Berkelium ditemukan oleh Glenn T. Seaborg, Stanley G. Thompson, dan Albert Ghiorso pada
tahun1949 di USA, dengan menembakkan Amerisium dengan partikel alpha (ion He) dalam
“cliclotron”. Penamaannya diambil dari nama koyta California. Berkelium merupakan unsure
transuranium kelima yang berhasil di sintesis.

Kegunaan
Penggunaan kalifornium hanya untuk keperluan tertentu. Bahan bakar dari Cf-252 digunakan sebagai
fragmen sumber fisi untuk tujuan penelitian. Kalifornium merupakan sumber netron yang baik,
digunakan untuk deteksi emas dan perak.

11. Einsteinium (Es)


Sejarah
Ditemuakn oleh Albert Ghiorso dari Universitas Kalivornia pada tahun 1952. Diberi nama seperti
nama Albert Einstein.
Isotop 253Es dibuat dengan penembakan 15 neutron pada 238U. pada tahun 1961. Eineteinium
disintesis untuk menghasilkan jumlah mikroskopik 253U. berat sampel kira-kira 0,01 mg dan
digunakan untuk membuat mendelevium. Lebih jauh einsteinium dihasilkan oleh Oak Ridge National
Laboratory’s High Flux Isotop Reactor, Tennesse dengan menembakan neutron pada 239Pu. Selama 4
tahun dihasilkan kira-kira 3 mg. 19 isotop dari einsteinium yelah dihasilkan. Bentuk paling stabil
252Es dengan waktu paruh 471,7 hari. Einsteinium merupakan logam radioaktif.

Kegunaan
Einsteinium belum banyak diketahui kegunaannya.

12. Fermium (Fm)


Sejarah
Fermium ditemukan oleh Albert Ghiorso dari Universitas Kalivornia bersama Stanley G. Thompson,
Gary H. Higgins, Glenn T. Seaborg (tim dari laboratorium Radiasi dan departemen kimia Universitas
Kalifornia) pada tahun 1953. Namanya diambil dari seorang ilmuan Enrico Fermi.

Sifat umum
Dihasilkan dari 235U yang bergabung dengan 17 neutron pada ledakan bom hydrogen. 253Fm, dapat
dihasilkan dari penembakan neutron pada 239Pu. Fermium adalah logam radioaktif dengan isotop
stabil adalah 257Fm dengan waktu paruh 100,5 hari.

Kegunaan
Kegunaan dari mendelevium belum diketahui.

14. Nobelium(No)
Sejarah
Nobelium ditemukan oleh Albert Ghiorso, T. Seaborg, Johan R. Watson dan Torborn
Skkeland (1958) di universitas kalivornia, USA. Nama unsure ini di ambil dari Alfert Nobel, ilmuan
yang menemukan dinamit dan mendirikan penghargaan nobel.

sifat umum
Nobelium dihasilkan dari penembakan kurium oleh karbon-13 yang kemudian dihasilkan 254No
dengan waktu paruh 55 detik. Terakhir dihasilkan isotop nobelium dengan waktu paruh 10 menit pada
8,5 MeV dengan penembakan 244Cm oleh 13C. merupan unsure logan demgan bilangan oksidasi :
2,3

Kegunaan
Belum banyak diketahui tentang penggunaan nobelium.

15. Lawrensium (Lr)


Sejarah
ditemukan oleh Albert Ghiorso, torborn Sikkelland, Almon Larsh, Robert dirubah menjadiM. lattimer
pada bulan February tahun 1961 di universitas kaklifornia, amerika serikat. Diberi nama sepertin
Ernest O. Lawrence, penemu cyclotron. Sebelumnya digunakan symbol Iw, tapi pada tahun 1963

sifat umum
unsur ini dihasikan dengan menembakan ion boron-10 dan 11 pada kalifornium. Lawrensium
termasuk unsure lohgam dengan bilangan oksidasi