Anda di halaman 1dari 7

Lampiran 4/1 dari 7Monitoring Proyek

Monitoring Program Prioritas Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020
Lembar Monitoring Capaian Target Indikator Proyek Per 31 Agustus 2020

Keterangan Alasan
Target Target s.d Capaian s.d Faktor Utama
Proyek Indikator Major Project Ketidaktercapaian Pelaksana
2020 31-8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian
Target

1 Unit sistem
Penguatan sistem integrasi Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan
Percepatan namanya si-
pencatatan kelahiran, kematian, sistem pencatatan kelahiran, kematian
Penurunan bumda (Sistem
1 dan penyebab kematian dalam dan penyebab kematian dalam 5 KESMAS
Kematian Ibu Pencatatan Ibu
mendukung Pencatatan Sipil dan mendukung Pencatatan Sipil dan Statistik
dan Stunting Hamil dan Ibu
Statistik Hayati (PS2H) Hayati (PS2H)
Melahirkan
Percepatan
Jumlah
Persentase RS yang melakukan Penurunan
2 Pencatatan kematian ibu 40 Kematian Ibu KESMAS
pencatatan dan pelaporan kematian ibu Kematian Ibu
10
dan Stunting
Percepatan
Pelaksanaan imunisasi dasar Persentase bayi usia 0-11 bulan yang Penurunan
3 92.9 P2P
lengkap mendapat imunisasi dasar lengkap Kematian Ibu
dan Stunting
Percepatan
Persentase kabupaten/kota dengan
Penyediaan vaksin imunisasi Penurunan
4 ketersediaan vaksin imunisasi dasar 91 P2P
dasar lengkap Kematian Ibu
lengkap
dan Stunting
Persentase kabupaten/kota dengan Percepatan
Penyediaan obat dan perbekalan
ketersediaan obat kesehatan dan Penurunan
5 kesehatan program kesehatan ibu 100 100 100 FPS
perbekalan kesehatan program ibu dan Kematian Ibu
dan anak
anak dan Stunting
Percepatan
Pelatihan tenaga kesehatan
Jumlah tenaga kesehatan yang dilatih Penurunan
6 dalam kegawatdaruratan 960 FPS
kegawatdaruratan maternal dan neonatal Kematian Ibu
maternal dan neonatal
dan Stunting
Percepatan
Pelatihan tenaga kesehatan di Jumlah tenaga kesehatan di Unit
Penurunan
7 Unit Transfusi Darah dan Bank Transfusi Darah dan Bank Darah Rumah 100 0 0 YANKES
Kematian Ibu
Darah Rumah Sakit Sakit yang dilatih
dan Stunting
Pelaksanaan pelayanan operasi Percepatan
Jumlah RS dengan kemampuan
sectio sesarea darurat dalam Penurunan
8 melaksanakan operasi sectio sesarea 66 ?
waktu Kematian Ibu
darurat dalam waktu ≤ 30 menit
≤ 30 menit dan Stunting
Percepatan
Jumlah puskesmas yang mendapatkan
Peningkatan sarana cold chain Penurunan
9 dukungan peningkatan sarana cold chain 684 P2P
imunisasi Kematian Ibu
imunisasi
dan Stunting
Percepatan
Jaminan
Jumlah kabupaten/kota yang Penurunan
10 Jaminan persalinan 514 Persalinan KESMAS
mendapatkan jaminan persalinan Kematian Ibu
327
dan Stunting
Percepatan
Jumlah kabupaten/kota yang Yankes Usia
Pelayanan kesehatan usia Penurunan
11 menyelenggarakan pelayanan kesehatan 120 Reproduksi KESMAS
reproduksi Kematian Ibu
usia reproduksi 919
dan Stunting
Percepatan
Penanggulangan Kurang Energi Persentase ibu hamil Kurang Energi Penurunan 573/6052 x
12 16 KESMAS
Kronik (KEK) pada ibu hamil Kronis (KEK) Kematian Ibu 100% = 9.5%
dan Stunting
Percepatan
Pemantauan tumbuh kembang Persentase balita yang dipantau Penurunan
13 60 29.09% KESMAS
balita pertumbuhan dan perkembangannya Kematian Ibu
dan Stunting
Percepatan Vitamin A DAN
Persentase kabupaten/kota dengan Penurunan Tablet
14 Penyediaan obat gizi 100 KESMAS
ketersediaan obat gizi Kematian Ibu Tambahan
dan Stunting Darah
Percepatan
Suplementasi gizi mikro pada Jumlah balita yang mendapatkan Penurunan
15 90000 Kemenkes
balita suplementasi gizi mikro Kematian Ibu
dan Stunting
Melalui
Percepatan
Pelaksanaan surveilans dan EPPGBM, Gizi
Persentase kabupaten/kota yang Penurunan
16 intervensi gizi berkualitas di 51 buruk yang Kemenkes
melaksanakan surveilans gizi Kematian Ibu
kabupaten/kota ditangani 100%
dan Stunting
(13/13 x 100%)
Penguatan intervensi stunting
Percepatan TFC, PMT bumil
melalui Therapeutic Feeding Jumlah kabupaten/kota yang
Penurunan dan Balita,
17 Center, penyediaan obat, mendapatkan dukungan penguatan 260 Kemenkes
Kematian Ibu Antropometri 20
makanan tambahan dan alat intervensi stunting
dan Stunting set
antropometri
Persentase kabupaten/kota yang
Respon peringatan dini Kejadian
18 merespon peringatan dini KLB (alert 60 P2P
Luar Biasa (KLB)
systems)

Persentase kabupaten/kota yang memiliki


pelabuhan/bandar udara/PLBDN yang
Peningkatan kekarantinaan
19 mempunyai kapasitas sesuai standar 20 P2P
kesehatan
dalam pencegahan dan pengendalian
kedaruratan kesehatan masyarakat

Kubu Raya
Intensifikasi upaya eliminasi Jumlah kabupaten/kota dengan
20 141 Eliminasi Tahun P2P
malaria intensifikasi upaya eliminasi malaria
2018
Intervensi eliminasi Jumlah desa endemis schistosomiasis 120 Desa bebas
21 11 P2P
schistosomiasis yang mencapai eliminasi schistosomiasis
Jumlah kabupaten/kota dengan intervensi Kub Raya Tahap
22 Intervensi eliminasi filariasis 106 P2P
eliminasi filariasis TAS
Pengobatan ODHA baru yang Persentase ODHA baru ditemukan yang
23 77 37 37 P2P
ditemukan memulai pengobatan ARV
Lampiran 4/2 dari 7Monitoring Proyek

Keterangan Alasan
Target Target s.d Capaian s.d Faktor Utama
Proyek Indikator Major Project Ketidaktercapaian Pelaksana
2020 31-8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian
Target

Persentase cakupan penemuan dan


24 Penemuan dan pengobatan TBC pengobatan TBC (TBC treatment 80 80 80 P2P
coverage)
Persentase kabupaten/kota yang 50%
Pencegahan dan pengendalian
25 puskesmasnya melaksanakan tatalaksana 50 50 50 P2P
ISPA
penumonia standar
Persentase penderita kusta yang
Intensifikasi penemuan dan
26 menyelesaikan pengobatan kusta tepat 90 100 100 P2P
pengobatan kasus kusta
waktu
Persentase kabupaten/kota yang
Pencegahan dan pengendalian
27 melaksanakan deteksi dini Hepatitis B dan 85 4825 4825 P2P
penyakit hepatitis
C pada populasi berisiko
Pengendalian faktor risiko Persentase faktor risiko penyakit di pintu
28 86 20 20 YANKES
penyakit di pintu masuk negara masuk yang dikendalikan
Persentase rekomendasi surveilans faktor
Kewaspadaan dini kejadian
29 risiko dan penyakit berbasis laboratorium 80 P2P
penyakit
yang dimanfaatkan
Persentase RS kelas A dan B Pendidikan
Pengendalian anti microbial
30 yang melakukan surveilan AMR sesuai 20 P2P
resistance
standar

Penyediaan obat dan perbekalan


Persentase kabupaten/kota dengan
31 kesehatan program pencegahan 100 100 100 FPS
ketersediaan obat program tuberkulosis
dan pengendalian TB

Penyediaan obat dan perbekalan


Persentase kabupaten/kota dengan
32 kesehatan program pencegahan 100 100 100 FPS
ketersediaan obat program HIV/AIDS
dan pengendalian HIV/AIDS

Penyediaan obat dan perbekalan Persentase kabupaten/kota dengan


33 kesehatan program pengendalian ketersediaan obat program malaria yang 100 P2P
malaria disediakan

Jumlah kabupaten/kota yang melakukan


34 Deteksi dini faktor risiko PTM 52 P2P
deteksi dini faktor risiko PTM ≥ 80%

Jumlah kabupaten/kota yg melakukan


Pelaksanaan pengendalian PTM
35 pelayanan terpadu (Pandu) PTM di ≥ 80% 103 P2P
terpadu di Puskesmas
Puskesmas
Jumlah kabupaten/kota dengan ≥ 40%
Pelayanan berhenti merokok
36 FKTP yang menyelenggarakan layanan 50 P2P
(konseling dan terapi)
Upaya Berhenti Merokok (UBM)
Advokasi kepada pemerintah
Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan
37 daerah untuk penerapan 324 P2P
Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
Jumlah kabupaten/kota yang
38 Deteksi dini gangguan indera melaksanakan deteksi dini gangguan 155 20 20 YANKES
indera pada ≥ 40% populasi
Jumlah kabupaten/kota yang melakukan
39 Deteksi dini kanker deteksi dini penyakit kanker di ≥ 80% 283 P2P
populasi usia 30-59 tahun
Persentase orang dengan gangguan jiwa
Pelayanan kesehatan bagi
40 (ODGJ) berat yang mendapatkan 45 P2P
penderita gangguan jiwa
pelayanan sesuai standar
Jumlah kabupaten/kota yang
Penyediaan alat deteksi dini
41 mendapatkan dukungan alat deteksi dini 274 P2P
penyakit tidak menular
penyakit tidak menular
Pembinaan pelaksanaan
42 Jumlah kabupaten/kota sehat 110 FPS
kabupaten/kota sehat
Percepatan
Pembinaan pelaksanaan Sanitasi 10 Desa
Persentase desa/kelurahan dengan Stop Penurunan
43 Total Berbasis Masyarakat 40 (10/118x100% = KESMAS
Buang air besar Sembarangan (SBS) Kematian Ibu
(STBM) 8,5%
dan Stunting
Percepatan
Persentase sarana air minum yang
Penurunan
44 Pengawasan kualitas air minum diawasi/diperiksa kualitas air minumnya 60 6.430 Sarana KESMAS
Kematian Ibu
sesuai standar
dan Stunting
Pembinaan kabupaten/kota
Persentase kabupaten/kota yang
45 dalam menerapkan kebijakan 30 100 FPS
menerapkan kebijakan Germas
Germas
Ada di instasi
Pelaksanaan kesehatan kerja di Jumlah kabupaten/kota yang
46 308 pemerintah dan KESMAS
tempat kerja melaksanakan kesehatan kerja
swasta
Penyusunan pedoman/regulasi/
Jumlah pedoman/regulasi/rekomendasi
47 rekomendasi kebijakan 3 3 100 FPS
kebijakan penerapan Germas
penerapan Germas

Persentase kabupaten/kota melaksanakan


48 Pembinaan posyandu aktif 51 403 85 COVID FPS
pembinaan posyandu aktif

Pembinaan FKTP yang memiliki


Persentase FKTP yang memenuhi sarana,
49 sarana, prasarana dan alat (SPA) 75 100 100 FPS
prasarana dan alat (SPA) sesuai standar
sesuai standar

Pembinaan rumah sakit yang Persentase RS milik pemerintah daerah


50 memenuhi sarana prasarana dan yang memenuhi sarana prasarana dan 80 FPS
alat (SPA) sesuai standar alat (SPA) sesuai standar

Pengembangan fasilitas rujukan Jumlah RS UPT Vertikal di Kawasan


51 2 ?
di Kawasan Timur Indonesia Timur Indonesia yang dikembangkan

Pengembangan dan penyediaan Jumlah RS UPT vertikal yang


52 sarana dan prasarananya RS dikembangkan dan ditingkatkan sarana 6 ?
UPT vertikal dan prasarananya
Penyusunan rencana induk Jumlah rencana induk nasional
53 nasional pengembangan fasilitas pengembangan fasilitas pelayanan 1 ?
pelayanan kesehatan kesehatan
Lampiran 4/3 dari 7Monitoring Proyek

Keterangan Alasan
Target Target s.d Capaian s.d Faktor Utama
Proyek Indikator Major Project Ketidaktercapaian Pelaksana
2020 31-8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian
Target

Pembinaan RSUD di DTTPK Jumlah RSUD di Daerah Tertinggal,


54 (Daerah Tertinggal, Terpencil, Terpencil, Perbatasan, Kepulauan 7 ?
Perbatasan, Kepulauan) (DTTPK) yang dibina
Pembinaan puskesmas daerah
Jumlah puskesmas Daerah Tertinggal,
tertinggal, perbatasan, kepulauan
55 Perbatasan, Kepulauan (DTPK) yang 250 11 11 YANKES
yang ditingkatkan SPA sesuai
ditingkatkan SPA sesuai standar
standar

Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak


Pelaksanaan Pelayanan
56 (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil 18 ?
Kesehatan Bergerak (PKB)
dan sangat terpencil sesuai standar

Pelaksanaan Program Indonesia Jumlah kabupaten/kota yang telah


57 Sehat dengan Pendekatan melaksanakan PIS-PK dengan 100% 105 ?
Keluarga (PIS-PK) intervensi keluarga
Pelayanan rujukan non Persentase FKTP dengan rasio rujukan
58 40 20 20 YANKES
spesialistik di FKTP non spesialistik ≤ 2%
Pembinaan UTD yang memiliki Jumlah UTD yang mendapatkan
59 sarana, prasarana dan alat pembinaan sesuai standar pelayanan 42 0 0 YANKES
kesehatan sesuai standar transfusi darah
Jumlah fasyankes yang diampu dalam
60 Penerapan telemedicine 67 0 0 YANKES
melaksanakan telemedicine
Persentase rumah sakit rujukan yang
Penerapan Rekam Medis
61 menerapkan Rekam Medis Elektronik 20 ?
Elektronik (RME) terintegrasi
(RME) terintegrasi
Penerapan sistem rujukan Jumlah provinsi yang menerapkan sistem Kubu Raya Belum
62 34 YANKES
terintegrasi rujukan terintegrasi Melakukan
Pembinaan dalam rangka Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan
63 peningkatan mutu FKTP untuk tingkat pertama yang memenuhi 4478 20 20 YANKES
diakreditasi persyaratan survei akreditasi
Persentase kabupaten/kota yang
64 Pelayanan kesehatan lansia menyelenggarakan pelayanan kesehatan 45 Kemenkes
lanjut lansia
Pembinaan dalam rangka Jumlah fasilitas pelayanan kesehatan
Kaerika Husada
65 peningkatan mutu rumah sakit rujukan yang memenuhi persyaratan 1028 2 2 YANKES
Auri
untuk diakreditasi survei akreditasi
66 Pembangunan RS Pratama Jumlah RS Pratama yang dibangun 15 FPS
Jumlah puskesmas DTPK yang
Penyediaan sarpras puskesmas
67 mendapatkan dukungan peningkatan 300 100 100 FPS
DTPK
sarana prasarana
Jumlah kumulatif penempatan baru dan
Penugasan khusus tenaga
68 pemulangan tenaga kesehatan pada 1356 ?
kesehatan secara tim
penugasan khusus secara tim
Jumlah kumulatif penempatan baru dan
Penugasan khusus tenaga
69 pemulangan tenaga kesehatan pada 4177 ?
kesehatan secara individu
penugasan khusus secara individu
Jumlah lulusan pendidikan dokter
70 Pendayagunaan dokter spesialis 660 ?
spesialis yang didayagunakan

Penyediaan bantuan pendidikan Jumlah dokter penerima bantuan Program


Program Pendidikan Dokter Pendidikan Dokter Spesialis
71 2020 ?
Spesialis (PPDS)/Program (PPDS)/Program Pendidikan Dokter Gigi
Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Spesialis (PPDGS)

Penyediaan bantuan biaya


Jumlah penerima afirmasi bantuan biaya
pendidikan diutamakan pada
72 pendidikan diutamakan pada daerah 0 ?
daerah bermasalah kesehatan
bermasalah kesehatan dan DTPK
dan DTPK
Pelatihan strategis sumber daya Jumlah SDM kesehatan yang mendapat
73 2700 ?
manusia kesehatan pelatihan strategis
Jumlah prodi dan lembaga pendidikan
Penyesuaian prodi dan lembaga SDM kesehatan yang disesuaikan dengan
74 52 ?
pendidikan SDM kesehatan kebutuhan program pembangunan
kesehatan
Pendayagunaan tenaga Jumlah tenaga kesehatan lulusan
kesehatan lulusan Poltekkes Poltekkes Kementerian Kesehatan RI
75 0 ?
Kemenkes di fasyankes yang didayagunakan di fasyankes
Pemerintah pemerintah
Pendayagunaan dokter pasca Jumlah dokter pasca internsip yang
76 0 ?
internsip didayagunakan
Pelayanan kefarmasian sesuai Jumlah fasyankes yang melaksanakan
77 3000 100 FPS
standar di fasyankes pelayanan kefarmasian sesuai standar
Penggunaan obat sesuai Persentase rumah sakit dengan
78 70 100 FPS
FORNAS di rumah sakit penggunaan obat sesuai FORNAS
Penyediaan buffer obat dan
Jumlah paket buffer obat pelayanan
79 perbekalan kesehatan program 10 ?
kesehatan dasar yang disediakan
pelayanan kesehatan dasar
Pelaksanaan manajemen
Jumlah instalasi farmasi kabupaten/kota
pengelolaan obat dan vaksin
80 yang melakukan manajemen pengelolaan 164 ?
sesuai standar di instalasi farmasi
obat dan vaksin sesuai standar
kabupaten/kota
Penerapan aplikasi logistik obat Jumlah instalasi farmasi provinsi dan
dan Bahan Medis Habis Pakai kabupaten/kota yang menerapkan aplikasi
81 68 ?
(BMHP) di instalasi farmasi logistik obat dan Bahan Medis Habis
provinsi dan kab/kota Pakai (BMHP)
Penyediaan vaksin baru untuk Persentase ketersediaan PCV di provinsi
82 100 ?
pneumonia (PCV) rencana introduksi
Penyediaan obat dan vaksin Persentase kabupaten/kota dengan
83 77 ?
esensial di puskesmas ketersediaan obat esensial
Penyusunan peta jalan Jumlah penyusunan peta jalan
84 1 ?
pengembangan vaksin halal pengembangan vaksin halal
Persentase produk alat kesehatan (alkes)
Pengawasan produk alkes dan dan Perbekalan Kesehatan Rumah
85 90 ?
PKRT Tangga (PKRT) yang diuji dan memenuhi
syarat
Produksi alat kesehatan di dalam Jumlah alat kesehatan yang diproduksi di
86 7 ?
negeri dalam negeri
Lampiran 4/4 dari 7Monitoring Proyek

Keterangan Alasan
Target Target s.d Capaian s.d Faktor Utama
Proyek Indikator Major Project Ketidaktercapaian Pelaksana
2020 31-8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian
Target

Jumlah provinsi/kabupaten/kota yang


Pendampingan tata kelola
87 telah melakukan perbaikan tata kelola 25 ?
program kesehatan
program kesehatan
Jumlah sistem informasi kesehatan yang
Integrasi sistem informasi
88 terintegrasi dalam Aplikasi Satu Data 10 ?
kesehatan
Kesehatan (ASDK)

Peningkatan kualitas data rutin Persentase indikator pembangunan


89 0 ?
kesehatan kesehatan yang diukur dengan data rutin

Penguatan sistem pencatatan Jumlah rekomendasi penguatan sistem


90 2 ?
data rutin program pencatatan data rutin program
Penyusunan rancangan kebijakan
Jumlah rancangan kebijakan determinan
91 determinan pembangunan 4 ?
pembangunan kesehatan yang dihasilkan
kesehatan
Jumlah hasil penelitian dan
Penelitian dan pengembangan
92 pengembangan life science bidang 3 ?
life science bidang kesehatan
kesehatan
Jumlah hasil penelitian dan
Penelitian dan pengembangan
pengembangan biomedis dan gizi
93 biomedis dan gizi masyarakat 1 ?
masyarakat pada Riset Kesehatan
pada Riset Kesehatan Nasional
Nasional
Riset evaluasi intervensi Jumlah riset evaluasi intervensi kesehatan
94 kesehatan prioritas di bidang prioritas terkait upaya kesehatan 1 ?
upaya kesehatan masyarakat masyarakat
Riset status kesehatan Jumlah hasil riset status kesehatan
95 masyarakat pada riset kesehatan masyarakat pada Riset Kesehatan 1 ?
nasional wilayah II Nasional (RISKESNAS) pada wilayah II
Riset status kesehatan Jumlah hasil riset status kesehatan
96 masyarakat pada Riset masyarakat pada Riset Kesehatan 1 ?
Kesehatan Nasional wilayah V Nasional (RISKESNAS) pada wilayah V
Riset evaluasi intervensi Jumlah hasil riset evaluasi intervensi
kesehatan prioritas di bidang kesehatan prioritas terkait sumber daya
97 1 ?
sumber daya dan pelayanan dan pelayanan kesehatan yang
kesehatan dilaksanakan
Riset status kesehatan Jumlah hasil riset status kesehatan
98 masyarakat pada riset kesehatan masyarakat pada Riset Kesehatan 1 ?
nasional wilayah I Nasional (RISKESNAS) pada wilayah I

Riset status kesehatan Jumlah hasil riset status kesehatan


99 masyarakat pada Riset masyarakat pada Riset Kesehatan 1 ?
Kesehatan Nasional wilayah IV Nasional (RISKESNAS) pada wilayah IV

Riset status kesehatan Jumlah hasil riset status kesehatan


100 masyarakat pada riset kesehatan masyarakat pada Riset Kesehatan 1 ?
nasional wilayah III Nasional (RISKESNAS) pada wilayah III
Penyusunan bahan kebijakan
teknis pengembangan Jumlah bahan kebijakan teknis
101 pembiayaan kesehatan dan pengembangan pembiayaan kesehatan 2 ?
Jaminan Kesehatan Nasional dan jaminan kesehatan nasional
(JKN)
Lampiran 3/5 dari 7Monitoring Proyek Prioritas

Monitoring Program Prioritas Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020
Lembar Monitoring Capaian Target Indikator Proyek Prioritas

Target s.d 31- Capaian s.d Keterangan Alasan Faktor Utama


Proyek Prioritas Target 2020 KETERANGAN
8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian Target Ketidaktercapaian
1 Penurunan Kematian Ibu dan Bayi
a Persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan 87 54,38% KESMAS
b Cakupan kunjungan antenatal (persen) 80 60,06% KESMAS
c Cakupan kunjungan neonatal (persen 86 51,94% KESMAS
Jumlah kabupaten/kota yang mencapai 80% imunisasi dasar lengkap
d 401 P2P
anak usia 0-11 bulan
2 Penurunan Stunting
Dilaksanakan
a Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan surveilans gizi 51 KESMAS
surveilans gizi
3 Pengendalian Penyakit Menular
a Persentase ODHA baru ditemukan yang memulai pengobatan ARV 77 60 60 P2P
Persentase cakupan penemuan dan pengobatan TBC (TBC Treatment
b 80 80 80 P2P
Coverage)
c Jumlah kabupaten/kota yang mencapai API <1/1000 penduduk 466 0 0 P2P
Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan deteksi dini Hepatitis B
d 85 4825 4825 P2P
dan C pada populasi berisiko
e Proporsi kasus kusta baru tanpa cacat 87 80 80 P2P
Jumlah kabupaten/kota endemis filariasis berhasil menurunkan angka
f 136 0 0 P2P
mikrofilaria <1%
g Jumlah desa endemis schistosomiasis yang mencapai eliminasi 11 0 0 P2P
4 Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Jumlah kabupaten/kota yg melakukan pelayanan terpadu (Pandu) PTM
a 103 P2P
di ≥ 80% puskesmas
b Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) 324 P2P
5 Pengembangan Lingkungan Sehat
Persentase desa/kelurahan dengan Stop Buang air besar Sembarangan
a 40 KESMAS
(SBS)
b Jumlah kabupaten/kota sehat 110 KESMAS
6 Penguatan Promosi Germas
a Persentase kabupaten/kota yang menerapkan kebijakan Germas 30 Masi Tahan Sosialisasi FPS
b Persentase kabupaten/kota dengan minimal 80% posyandu aktif 25 177 84 COVID FPS
7 Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan
Persentase RS milik pemerintah daerah yang memenuhi sarana
a 80 YANKES
prasarana dan alat (SPA) sesuai standar
Persentase FKTP yang memenuhi sarana, prasarana dan alat (SPA)
b 75 YANKES
sesuai standar
8 Pemenuhan dan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan
a Persentase puskesmas tanpa dokter 6 YANKES
b Persentase puskesmas dengan jenis tenaga kesehatan sesuai standar 35 YANKES
Persentase RSUD kabupaten/kota yang memiliki 4 dokter spesialis
c 70 YANKES
dasar dan 3 dokter spesialis lainnya
Pemenuhan dan Peningkatan Daya Saing Sediaan Farmasi dan Alat
9
Kesehatan
a Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial 85 FPS
b Persentase alat kesehatan memenuhi syarat 91 100 100 FPS
Penguatan Tata Kelola, Pembiayaan, Penelitian dan Pengembangan
10
Kesehatan
Jumlah provinsi/kabupaten/kota yang telah melakukan perbaikan tata
a 25 ?
kelola program kesehatan
Jumlah bahan kebijakan teknis pengembangan pembiayaan kesehatan
b 2 YANKES
dan jaminan kesehatan yang disusun
Persentase rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan
c kesehatan yang dimanfaatkan untuk perbaikan pelaksanaan prioritas 100 ?
nasional
Lampiran 2/6 dari 7Monitoring Kegiatan Prioritas

Monitoring Program Prioritas Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020
Lembar Monitoring Capaian Target Indikator Kegiatan Prioritas

Keterangan Alasan
Target s.d Capaian s.d Faktor Utama
Kegiatan Prioritas Target 2020 Ketidaktercapaian
31-8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian
Target KETERANGAN
Peningkatan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana
1
(KB), dan kesehatan reproduksi
Persentase imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23
a 64 P2P
bulan
2 Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat
Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI
a 40 51,6 KESMAS
eksklusif
b Persentase ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) 16 9,5% KESMAS
c Prevalensi wasting (kurus dan sangat kurus) pada balita 8.08 5,8% KESMAS
3 Peningkatan Pengendalian Penyakit
Persentase Orang Dengan HIV-AIDS yang menjalani Terapi
a 40 30 30 P2P
ARV (ODHA on ART)
Persentase angka keberhasilan pengobatan TBC (TBC
b 90 90 90 P2P
Success Rate)
c Jumlah kabupaten/kota yang mencapai eliminasi malaria 325 0 0 P2P
Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan deteksi dini
d 85 50 50 P2P
Hepatitis B dan C pada populasi berisiko
e Jumlah kabupaten/kota dengan eliminasi kusta 416 0 0 P2P
Jumlah kabupaten/kota endemis filariasis yang mencapai
f 80 0 0 P2P
eliminasi
Jumlah desa endemis schistosomiasis yang mencapai
g 11 0 0 P2P
eliminasi
Jumlah kabupaten/kota yang melakukan deteksi dini faktor
h 52 P2P
risiko Penyakit Tidak Menular (PTM)
Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan Kawasan Tanpa
i 324 P2P
Rokok (KTR)
4 Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
a Jumlah kabupaten/kota sehat 110 0 0 FPS
Penguatan Sistem Kesehatan dan Pengawasan Obat dan
5
Makanan
a Persentase puskesmas tanpa dokter 6 YANKES
Persentase puskesmas dengan jenis tenaga kesehatan
b 35 YANKES
sesuai standar
Persentase RSUD kabupaten/kota yang memiliki 4 dokter
c 70 YANKES
spesialis dasar dan 3 dokter spesialis lainnya
d Persentase fasilitas kesehatan tingkat pertama terakreditasi 65 YANKES
e Persentase rumah sakit terakreditasi 80 YANKES
f Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial 85 100 FPS

Jumlah kabupaten/kota yang telah melakukan perbaikan tata


g 25 ?
kelola pembangunan kesehatan
Lampiran 1/7 dari 7Monitoring Program Prioritas

Monitoring Program Prioritas Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020
Lembar Monitoring Capaian Target Indikator Program Prioritas

Target s.d Capaian s.d Keterangan Alasan Faktor Utama


Program Prioritas Target 2020
31-8-2020 31-8-2020 Ketidaktercapaian Target Ketidaktercapaian

Peningkatan Akses dan Mutu


1
Pelayanan Kesehatan
Angka kematian ibu (AKI) (per-100.000
a 230 98,36
kelahiran hidup)
Angka kematian bayi (AKB) (per 1000
b 20.6 1,97
kelahiran hidup)
Angka kematian neonatal (per 1.000
c 12.9 1,7
kelahiran hidup)
Prevalensi stunting (pendek dan sangat
d 24.1
pendek) pada balita (persen)
Prevalensi wasting (kurus dan sangat
e 8.1
kurus) pada balita (persen)
Insidensi HIV (per 1.000 penduduk yang
f 0.21 37 37
tidak terinfeksi HIV)
Insidensi tuberkulosis (per 100.000
g 272 272 272
penduduk)

Kubu Raya
Jumlah kabupaten/kota yang mencapai
h 325 Eliminasi
eliminasi malaria
2018

i Insidensi hepatitis B (persen) 1.68 111 111


Persentase merokok penduduk usia 10-
j 9.1
18 tahun
Prevalensi obesitas pada penduduk
k 21.8
usia > 18 tahun (persen)
l Persentase tekanan darah tinggi 34.1
Persentase fasilitas kesehatan tingkat
m 65
pertama terakreditasi
n Persentase rumah sakit terakreditasi 80