Anda di halaman 1dari 10

BAB III

PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat

Gambar 1. Penggaris Gambar 2. Corong kaca Gambar 3. Gelas piala


500 ml

Gambar 4. Cutter Gambar 5. Spatula Gambar 6. Pinset

Gambar 7. Petri dish Gambar 8. Labu ukur Gambar 9. Hot plate


1000 ml
Gambar 10. Oven Gambar 11. Stirerr Gambar 12. Neraca
Analitik
3.2 Bahan
3.2.1 Gula Pasir
3.2.2 Buah Melon
3.2.3 Buah Apel
3.2.4 Aquadest
3.2.5 Aluminium Foil
3.2.6 Tissue

3.3 Cara Kerja


Pertama-tama memotong sampel buah menggunakan pisau menjadi 5 bagian
dalam bentuk lembaran dengan ukuran 2 x 2 x 0,5 cm, lalu memasukkan buah-
buahan tadi kedalam petridish yang sudah dilapisi aluminium foil, selanjutnya
menimbang bobot gula pasir dan juga petri dish berisi sampel buah, untuk tiap
lembaran sampel menggunakan neraca analitik dan dicatat sebagai berat basah,
kemudian membuat larutan gula sebanyak 1000 ml dengan konsentrasi 15% dan
20% kedalam gelas piala 1000 ml, lalu menghubungkan larutan gula sebelum
dihimpitkan terlebih dahulu, setelah itu menghimpitkan larutan hingga garis batas
miniskus. Setelah itu larutan gula diletakkan diatas magnetic stirrer yang diatur
dengan kecepatan rendah, setelah larutan menjadi homogen, memasukkan sampel
kedalam bejana (gelas piala 1000 ml), setelah 10 menit kemudian mengambil
sampel kembali menggunakan tissue , kemudian menimbang kembali sampel dan
mencatat sebagai berat kering. Sampel pertama setelah menimbang dengan
neraca analitik kemudian memasukkan kedalam oven pada suhu rendah setelah
itu dikeluarkan dari oven dan memasukkannya kedalam desikator selama selang
6 menit, setelah itu mengambil sampel dari dalam desikator untuk menghitung
bobotnya, terus mengulang prosedur diatas hingga tercapai bobot konstan.
3.4 Diagram Alir
3.4.1 Pengukuran Kadar Air Dengan Cara Dehidrasi Osmosis

Memotong buah melon dengan ukuran 2 × 2 × 0,5 cm

Menimbang potongan melon sebagai bobot basah

Membuat larutan gula dengan konsentrasi 15% dan 20%


%
Memasukkan masing-masing potongan sampel mulai dari 1 sampai 6
kedalam larutan gula

Mengambil sampel setiap selang waktu 6 menit


%
Mengeringkan sampel dengan kertas saring dan menimbang sampel
sebagai bobot kering

3.4.2 Pengukuran Kadar Air Dengan Cara Oven


Memotong buah pir dengan ukuran 2 × 2 × 0,5 cm

Menimbang potongan pir sebagai bobot basah

Memasukkan sampel kedalam oven selama 10 menit dan desikator


selama 5 menit

Timbang kembali sebagai bobot kering

Memasukkan sampel kedalam oven selama 5 menit dan desikator


selama 5 menit

Ulangi prosedur sampai memperoleh bobot konstan


BAB IV
HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Perhitungan untuk Larutan Gula 15 %


Dari hasil pengamatan diperoleh data untuk buah melon dengan ukuran 2 x 2
x 0,5 cm sebaga iberikut
Tabel 4.1.1 Hasil perhitungan kadar air tersisa pada buah melon untuk 2 x 2 x
0,5 cm untuk larutan gula 15 % b/v.
Waktu Berat Awal Berat Akhir Kadar Air Tersisa
No
(menit) (gr) (gr) (%)
1 6 2,4041 2,3146 3,72
2 12 2,3962 2,1635 9,74
3 18 2,3876 2,1349 10,58
4 24 2,4003 2,1347 11,07
5 30 2,3512 2,0975 10,79
6 36 2,2714 2,0636 9,15
7 42 2,1697 1,8497 14,75

70
Kadar Air Tersisa (%)

60
50
40
30
20
10
0
0 10 20 30 40
Waktu (menit)

Gambar 4.1 Grafik Kadar Air Tersisa pada Buah Melon Ukuran 2 x 2 x
0,5 cm dengan Larutan Gula 15 %
Pembahasan :
Pada grafik hubungan antara kadar air yang tersisa dengan waktu diperoleh
puncak tertinggi pada waktu 6 menit dan puncak terendah pada waktu 36 menit.
Menurut (Magdalena, Waluyo dan Sugianti) semakin lama waktu perendaman
pada dehidrasi osmosis maka penurunan kadar air cenderung semakin besar.
Faktor lain yang juga berpengaruh adalah konsentrasi, dimana nilai water loss
juga semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi yang
digunakan.

4.2 Hasil Perhitungan untuk Larutan Gula 20 %


Dari hasil pengamatan diperoleh data untuk buah melon dengan ukuran 2 x 2
x 0,5 cm sebagai berikut
Tabel 4.2.1 Hasil Perhitungan kadar air tersisa pada buah melon 2 x 2 x 0,5 cm
untuk larutan gula 20 % b/v.
Waktu Berat Awal Berat Akhir Kadar Air Tersisa
No
(menit) (gr) (gr) (%)
1 6 2,3742 2,2435 0,06
2 12 2,3619 2,1679 0,08
3 18 2,2943 1,9986 0,13
4 24 2,1786 1,9943 0,08
5 30 2,1543 1,9946 0,08
6 36 1,9765 1,6414 0,17
7 42 2,1467 1,9532 0,09
Kadar Air Tersisa (%)
60
50
40
30
20
10
0
0 5 10 15 20 25 30 35 40
Waktu (menit)

Gambar 4.2 Grafik Kadar Air Tersisa pada Buah Melon Ukuran 2 x 2 x
0,5 cm dangan Larutan Gula 20%.

Pembahasan :
Pada grafik hubungan antara kadar air yang tersisa dengan waktu diperoleh
puncak tertinggi pada waktu 6 menit dan puncak terendah pada waktu 36 menit.
Menurut (Magdalena, Waluyo dan Sugianti) semakin lama waktu perendaman
pada dehidrasi osmosis maka penurunan kadar air cenderung semakin besar.
Faktor lain yang juga berpengaruh adalah konsentrasi, dimana nilai water loss
juga semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi yang
digunakan.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
pengaruh waktu terhadap dehidrasi osmosis yaitu semakin lama waktu pada
dehidrasi osmosis maka semakin berkurang kadar air yang tersisa pada buah
melon. Pada melon ukuran 2 x 2 x 0,5 cm setelah di dehidrasi osmosis pada waktu
6, 12, 18, 24, 30, 36, dan 42 adapun kadar air yang tersisa untuk larutan gula 15
dengan konsentrasi 15% adalah 3,72%, 9,74%, 10,58%, 11,07%, 10,79%, 9,15%
dan 14,75%. Sedangkan untuk larutan gula dengan konsentrasi 20% adalah
0,06%, 0,08%, 0,13%, 0,08%, 0,08%, 0,17%, dan 0,09%.

5.2 Saran
5.2.1 Saran untuk Laboratorium
a. Sebaiknya fasilitas laboratorium harus dilengkapi dengan kipas angin
b. Memperbaiki aliran air
c. Tetap menjaga kebersihan dan tata tertib dalam laboratorium
d. Memperbaiki alat-alat yang rusak
e. Melengkapi alat yang kurang
5.2.2 Saran untuk Asisten
a. Asisten lebih sabar menghadapi praktikan
b. Kurangi membuat suasana tegang dalam asistensi maupun praktikum
terhadap praktikan
c. Tegas tapi santai pada saat asistensi ataupun respon
d. Membimbing praktikan dengan baik
e. Adanya koordinasi yang baik antara asisten tetap dan asisten magang
LAMPIRAN A
DATA PENGAMATAN

Tabel A.1 Hasil Pengamatan dengan Konsentrasi gula 15%


Waktu Berat Awal Berat Akhir
No
(menit) (gr) (gr)
1 6 2,4041 2,3146
2 12 2,3962 2,1635
3 18 2,3876 2,1349
4 24 2,4003 2,1347
5 30 2,3512 2,0975
6 36 2,2714 2,0636
7 42 2,1697 1,8497

Tabel A.2 Hasil Pengamatan dengan Konsentrasi gula 20%


Waktu Berat Awal Berat Akhir
No
(menit) (gr) (gr)
1 6 2,3742 2,2435
2 12 2,3619 2,1679
3 18 2,2943 1,9986
4 24 2,1786 1,9943
5 30 2,1543 1,9946
6 36 1,9765 1,6414
7 42 2,1467 1,9532

Tabel A.3 Hasil Pengamatan Metode Oven


Waktu Bobot Awal
No
(menit) (gr)
1 0 2,3149
2 10 2,1937
3 5 2,0963
4 5 2,0803
5 5 1,9432
6 5 1,5069
7 5 1,2345
8 5 0,9356
9 5 0,8479
10 5 0,8479