0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
599 tayangan20 halaman

Sistem Informasi Akuntansi Pertamina

Dokumen tersebut merangkum sejarah singkat PT Pertamina Persero serta struktur organisasi dan tugas PT Pertamina Persero Cabang Kepri. Dokumen tersebut menjelaskan bahwa PT Pertamina Persero merupakan BUMN yang bergerak di bidang migas, dan struktur organisasi Cabang Kepri terdiri dari Marketing Branch Manager dan Sr. Sales Executive yang bertanggung jawab atas target pemasaran dan pengenalan produk baru.

Diunggah oleh

Farik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
599 tayangan20 halaman

Sistem Informasi Akuntansi Pertamina

Dokumen tersebut merangkum sejarah singkat PT Pertamina Persero serta struktur organisasi dan tugas PT Pertamina Persero Cabang Kepri. Dokumen tersebut menjelaskan bahwa PT Pertamina Persero merupakan BUMN yang bergerak di bidang migas, dan struktur organisasi Cabang Kepri terdiri dari Marketing Branch Manager dan Sr. Sales Executive yang bertanggung jawab atas target pemasaran dan pengenalan produk baru.

Diunggah oleh

Farik
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : APRILIANO YUSUF HIDAYAT

NIM :19520059

KELAS : AKUNTANSI - C

MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PT PERTAMINA PERSERO CABANG KEPRI

A. Sejarah Ringkas PT. Pertamina (Persero)

PT. PERTAMINA (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
bergerak dibidang pengusahaan pertambangan minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia.
PT. PERTAMINA (Persero) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No.20,
tanggal 17 September 2003 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM melalui Surat
Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003.
Awalnya Perusahaan ini bernama Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia
(PTMRI) yang didirikan pada bulan Januari 1951 di Sumatera Utara. Dahulu PTMRI
merupakan bekas perusahaan SHELL dan merupakan perusahaan minyak nasional pertama
di Indonesia sesudah penyerahaan kedaulatan. Pada tanggal 15 Oktober 1957, untuk
menyelamatkan PTMRI dari berbagai kemungkinan yang merugikan maka Pemerintah

PT. PERTAMINA PERSERO


Republik Indonesia menyerahkan pengelolaan perusahaan sepenuhnya kepada Tentara
Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dengan membentuk usaha baru yaitu PT.
Eksploitasi Tambang Minyak Sumatra (PT. ETMASU). Pada tanggal 10 Desember 1957 PT.
ETMASU merubah namanya menjadi PT. Perusahaan MinyakNasional (PT. PERMINA).
Sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah Republik Indonesia bahwa yang berhak
melakukan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia adalah negara, maka pada
tahun 1960 PT. PERMINA direstrukturisasi menjadi PN. PERMINA yang bertugas mengelola
bidang produksi perusahaan. Seiring dengan perbaikan manajemen, Pemerintahan Nasional
mendirikan pula Perusahaan Negara Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional (PN.
PERTAMIN) guna mengelola bidang pemasaran perusahaan. Dahulu perusahaan ini bernama
NIAM (Nederlandhesach Indisch Ardoline Maatsehappy) dan merupakan gabungan antara
perusahaan SHELL dengan pemerintahan India Belanda.
Pada tanggal 20 Agustus 1968 Presiden Republik Indonesia mengeluarkan satu dekrit
yang isinya berupa perintah untuk menggabungkan PN. PERMINA yang bergerak di bidang
produksi dengan PN. PERTAMINA yang bergerak di bidang pemasaran guna menyatukan
tenaga, modal dan sumber daya yang kala itu sangat terbatas. Perusahaan gabungan itu
dinamakan PN.Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (PN.PERTAMINA). Untuk memberi
dukungan kepada perusahaan ini, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 8 Tahun
1971, yang menempatkan PN.PERTAMINA sebagai satu-satunya perusahaan milik negara,
yang bertugas melaksanakan pengusahaan minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia.
Di samping itu, perusahaan juga ditugaskan untuk mengelola dan mengolah ladang-
ladang minyak di seluruh wilayah Indonesia melalui berbagai mekanisme kerjasama. Pada
perkembangan selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2003 tentang
pengalihan bentuk Perusahaan Negara Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara
(PN.PERTAMINA) menjadi.
Perusahaan Perseroan (Persero). Maka Pemerintah Republik Indonesia merubah
nama PN. PERTAMINA menjadi PT PERTAMINA (Persero). Sesuai dengan akta pendiriannya,
PT. PERTAMINA (Persero) dibangun adalah untuk melakukan penyelenggaraan usaha di
bidang pengolahan minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri. Hasil yang
diperoleh dari usaha tersebut akan diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran
rakyat dan Negara. Dalam kegiatan pertambangan, PT. PERTAMINA (Persero) dapat
melakukan perluasan di bidang-bidang usaha selama ada kaitannya dengan pengolahan

PT. PERTAMINA PERSERO


minyak dan gas bumi serta berdasarkan rencana kerja dan anggaran perusahaan. Kuasa
pertambangan tersebut diberikan pada batas dan wilayah serta syarat-syarat yang
ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Pertambangan dan Energi.Pertamina semakin
percaya diri untuk berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan
penguasaan teknis yang tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.
Berorientasi pada kepentingan pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi
komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan
dan kesejahteraan bangsa Indonesia.Dengan inisatif dalam memanfaatkan sumber daya dan
potensi yang dimiliki untuk mendapatkan sumber energi baru, Pertamina bergerak maju
dengan mantap untuk mewujudkan visi perusahaan, Menjadi Perusahaan Energi Nasional
Kelas Dunia.Mendukung visi tersebut, Pertamina menetapkan strategi jangka panjang
perusahaan, yaitu “Aggressive in Upstream, Profitable in Downstream”, dimana Perusahaan
berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis hulu dan menjadikan bisnis sektor hilir migas
menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

 Bagian Retail Fuel Marketing (RFM)

Pemasaran BBM (Bahan Bakar Minyak) Retail merupakan salah satu fungsi direktorat
pemasaran dan niaga yang menangani pemasaran Bahan Bakar Minyak (BBM) retail untuk
sektor transportasi dan rumah tangga. Pertamina melakukan pemasaran BBM (bahan bakar
minyak) retail melalui lembaga penyalur retail BBM, yaitu Premium, Biosolar, dan Solar atau
Bahan Bakar Khusus (BBK), yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax DEX, Pertamax Racing
dan Minyak Tanah yang saat ini tersebar diseluruh Indonesia.
Saat ini pertamina sedang berbenah untuk melakukan transformasi disegala bidang,
termasuk difungsi retail outlet SPBU.Pertamina mempunyai istilah way.Pertamina way
merupakan standar baru yang diterapkan untuk seluruh Indonesia kepada konsumen baik
dari segi pelayanan,jaminan kualitas dan kuantitas termasuk kenyamanan di lingkungan
SPBU. SPBU yang telah sukses menerapkan pertamina way berhak mendapatkan sertifikasi
Pasti pas, setelah dinyatakan lolos oleh auditor independen bertaraf internasional.

 Visi PT. Pertamina (Persero)

PT. PERTAMINA PERSERO


Pertamina memiliki Visi perusahaan adalah “Menjadi Perusahaan Energi Nasional
Kelas Dunia”. Dimana untuk mewujudkan visi tersebut, maka pertamina melaksanakan dan
menunjang kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi pembangunan nasional pada
umumnya, terutama pada penyelenggara usaha energy yaitu energy baru dan
memperbaruhi energy minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri, serta
kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha pada bidang negri.

 Misi PT. Pertamina (Persero)

Pertamina juga memiliki misi, yaitu ”Menjalankan Usaha Minyak, Gas, serta Energi
baru dan terbarukan secara terintegritas, Berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang
kuat”.Dengan misi menjalankan usaha inti minyak gas, bahan bakar nabati serta kegiatan
pengembangan, eksplorasi, produksi dan niaga energi baru dan terbarukan (new and
renewable energy ) tersebut diharapkan dapat mewujudkan misi perusahaan.

 Tujuan PT. Pertamina (Persero)

Adapun tujuan dari perusahaan PT.Pertamina (Persero) adalah:

1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif


dan efisien.
2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan
dan kemakmuran rakyat.

 Kegiatan Usaha PT. Pertamina (Persero)


Adapun Kegiatan usaha PT. Pertamina (Persero) adalah:

1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan
turunannya.

2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat

PT. PERTAMINA PERSERO


pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah
mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.
3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk
lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha
sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.
5. Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi
menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan
usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.

B. Struktur Organisasi Perusahaan PT. Pertamina Persero Cabang Kepri

PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri mempunyai struktur, tugas


dan fungsi jabatan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

PT. PERTAMINA PERSERO


 Tugas dan Fungsi Jabatan

1. Marketing Branch Manager Kepri

Marketing Branch Manager Kepri merupakan pimpinan cabang yang bertanggung


jawab terhadap pencapaian target bisnis, proses operasional di daerah Kepri. Berikut
deskripsi tugas dan tanggungjawab Marketing Branch Manager Kepri adalah:
a. Bertugas memimpin sebuah unit atau cabang

b. Bertanggung jawab terhadap seluruh proses aktivitas operasional: mengelola


anggaran, bertanggung jawab terhadap infrastruktur dan perawatan, serta
bertanggung jawab terhadap pembuatan dan pengiriman laporan cabang.
c. Memonitor dan mensupervisi team marketing dalam pengajuan aplikasi,
pencapaian target, hubungan dengan perusahaan dan agen serta kelancaran
pembayaran.
d. Membangun jaringan bersama komunitas dan agen serta kelancaran pembayaran.
2. Sr. Sales Executive Retail XII
Sr. Sales Executive Retail XII merupakan jabatan yang bertanggung jawab atas
perencanaan strategis pemasaran dan pengenalan produk baru perusahaan untuk
diluncurkan ke pasaran, seperti produk pertamax turbo, pertamina dex, solar, minyak
tanah, dexlite, premium, dan pertalite. Selain itu jabatan ini juga berkewajiban untuk
menjalin hubungan baik dengan konsumen bisnis, seperti Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum (SPBU), Agen Premium Minyak dan Solar (APMS), Stasiun Pengisian Disel
Nelayan (SPDN), dan Agen minyak tanah (AMT). Berikut deskripsi pekerjaan Sr. Sales
Executive Retail XII adalah:

a. Melakukan pengembangan pemasaran, pangsa pasar, dan jaringan distribusi pada


produk yang di jual.
b. Membuat rencana penjualan perusahaan.

c. Memastikan pencapaian target penjualan perusahaan sesuai dengan anggaran


yang di buat perusahaan.
d. Mempertahankan dan mengembangkan hubungan baik dengan jaringan distribusi

PT. PERTAMINA PERSERO


perusahaan.
e. Menyiapkan tenaga penjual terbaik untuk mendukung kegiatan teknis dan
pelayanan perusahaan.
f. Menindaklanjuti demi kemajuan internal perusahaan.

g. Berpartisipasi dalam rencana strategis perusahaan untuk jaringan distribusi


perusahaan.

3. Jr. Sales Executive Industri & Marine VII-VIII


Jr. Sales Executive Industri & Marine VII-VIII merupakan jabatan yang
bertaggungjawab atas perencanaan strategis pemasaran dan pengenalan produk baru
perusahaan untuk diluncurkan kepasaran, seperti produk pertamax turbo, pertadex,
dexlite, bio solar (subsidi), kerosene, minyak disel, minyak bakar, premium, dan
pertalite. Selain itu jabatan ini juga berkewajiban untuk menjalin hubungan baik
dengan konsumen bisnis seperti agen-agen industri, TNI, Perkapalan/Bunker, Instansi
Pemerintah, dan PLN. Berikut deskripsi pekerjaan Sr. Sales Executive Industri & Marine
VII:
a. Melakukan pengembangan pemasaran, pangsa pasar, dan jaringan distribusi pada
produk yang di jual.
b. Membuat rencana penjualan perusahaan.

c. Memastikan pencapaian target penjualan perusahaan sesuai dengan anggaran


yang di buat perusahaan.
d. Mempertahankan dan mengembangkan hubungan baik dengan jarinagan distribusi
perusahaan.
e. Menyiapkan tenaga penjual terbaik untuk mendukung kegiatan teknis dan
pelayanan perusahaan.
f. Menindaklanjuti demi kemajuan internal perusahaan.

g. Berpartisipasi dalam rencana strategi perusahaan untuk jaringan distribusi


perusahaan.

PT. PERTAMINA PERSERO


4. Jr. Sales Executive Domestic Gas IV
Jr. Sales Executive Domestic Gas IV merupakan jabatan yang bertanggung jawab
atas perencanaan strategi pemasaran dan pengenalan produk baru perusahaan untuk
diluncurkan kepasaran, seperti produk LPG subsidi (3 kg), LPG tabung biru (12 kg),
bright gas (5,5 dan 12 kg), HAP, dan musicool. Selain itu jabatan ini juga berkewajiban
untuk menjalin hubungan baik dengan konsumen bisnis, seperti agen-agen LPG dan
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). Berikut deskripsi pekerjaan Sr. Sales
Executive Industri & marine VII secara lebih lengkap:
a. Melakukan pengembangan pemasaran, pangsa pasar, dan jaringan distribusi pada
produk yang di jual.
b. Membuat rencana penjualan perusahaan.
c. Memastikan pencapaian target penjualan sesuai dengan anggaran yang di buat
perusahaan.
d. Mempertahankan dan mengembangkan hubungan baik dengan jaringan distribusi
perusahaan.
e. Menyiapkan tenaga penjual terbaik untuk mendukung kegiatan teknis dan
pelayanan perusahaan.
f. Menindaklanjuti demi kemajuan internal perusahaan.
g. Berpartisipasi dalam rencana kegiatan strategi perusahaan untuk jaringan distribusi
perusahaan.

5. Sr. Supervisor Branch Marketing Support

Sr. Supervisor Branch Marketing Support memiliki tugas dan tanggung jawab
sebagai berikut:
a. Melakukan supervise atas semua asset Pertamina.

b. Membuat dan menjalankan program-program perusahaan.

c. Menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

6. Sr. Administrator General Service

PT. PERTAMINA PERSERO


Sr. Administrator General Service merupakan jabatan yang bertugas membantu
melaksanakan segala keperluan divisi branch marketing support.

7. Ast. Administrator Dsp. Batam

Ast. Administrator Dsp. Batam yaitu jabatan yang bertujuan untuk mencapai
sasaran penjualan atau pemasaran gas domestik dengan biaya yang efektif yaitu
dengan memberikan nilai tambah pada produk atau jasa, baik kepada distributor
maupun konsumen.
C. Jaringan Kegiatan

1. Sales Executive Retail


Pada bagian ini berfungsi pada monitoring terhadap pelaksanaan kegiatan
operasional pada fuel retailsehingga dapat mengevaluasi dan menindak lanjuti masalah
yang ada atau lebih maksimalkan lagi. Dengan pengembangan usaha untuk penjualan dan
channel, maka pada bagian ini dapat melakukan perumusan sales goal untuk menyusunan
sales planning kedepannya dengan melihat dari respon terhadap penjualan.

2. Statistik dan Marketing Survey

Pada bagian ini berfungsi dalam membuat market mapping untuk mencari peluang
pasar, sehingga dapat menyusun strategi pemasaran dalam melakukan promosi-promosi.
Dengan begitu pada statistik dan marketing survey dapat membuat laporan penjualan
dan dapat memimalisir keluhan pelanggan dengan pemenuhan permintaan pelanggan.
3. Sales Administrasi and General Account

Pada bagian ini berfungsi untuk menangani bagaimana kerja sama yang dilakukan
oleh perusahaan-perusahaan dengan pertamina pada produk yang dijual di SPBU di Aceh,
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Dengan mengupdate
kelengkapan SPBU dimulai dari izin kelengkapan, izin bangun, operasional SPBU sampai
kontrak. Pada intinya bagian administrasi menangani masalah surat-menyurat kerja sama
yang dilakukan pertamina pada perusahaan lain.

PT. PERTAMINA PERSERO


D. Kinerja Kegiatan Terkini

Setiap PT. Pertamina (Persero) mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai
dengan diinginkan. butuh waktu untuk mencapai itu semua begitu juga pada bagian Retail
Fuel Marketing Region I, retail terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh retail
dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja
keras yang tinggi dan disiplin serta loyalitas dalam bekerja.
Pastinya untuk mendorong tercapainya hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang
bermutu dan tepat. Jadi kinerja usaha terkini yang dijalankan perusahaan adalah Melakukan
peningkatan koordinasi antara Retail dan S&D (Supply and Distribution) untuk penyelesaian
back log/ hutang piutang penyaluran BBM, koordinasi penanganan keluhan/perbaikan
pelayanan, menyediakan call centre yang mudah dihubungi. Tidak hanya memperhatikan
lingkungan internal pada organisasi, pertamina juga memperhatikan lingkungan eksternal
perusahaan juga, dengan memberikan training atau refreshment training supir tangki secara
berkala.
E. Rencana Kegiatan
Adapun rencana kegiatan PT.Pertamina (Persero) seperti:

1. Aspek Keuangan
Perolehan cash revenue Fuel Marketing Operation Region I memiliki jenis sumber,
yaitu dari PSO (Public Service Obligation) dan non-PSO.
Produk PSO (bahan bakar bersubsidi) adalah premium. Pada produk pertamina
bekerjasama dengan pemerintah, dimana hasil penjualan tidak langsung menjadi
masukan untuk pertamina, untuk itu margin yang diperoleh oleh Pertamina lebih kecil
dari pada penjualan premium.Sedangkan non-PSO (bahan bakar yang tidak bersubsidi)
adalah bahan bakar khusus, sepeti Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Racing dan
Pertamina DEX adalah produk mumi Pertamina. Dimana hasil penjualan produk langsung
menjadi masukan untuk pertamina.
Pada kenyataan, premium lebih dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan bahan
bakar khusus, untuk itu pada bagian retail di pertamina lebih memfokuskan pemasaran
dan penjualan bahan bakar khusus seperti Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Racing dan
Pertamina DEX.Pada aspek keuangan, efesiensi terus di upayakan agar harga dapat

PT. PERTAMINA PERSERO


besaing dan profitabilitas bertambah.Untuk itu pengemasan produk sangat
mempengaruhi pemasukan ataupun pengeluaran perusahaan.
2. Aspek Produk
Pada produk yang memiliki life time,seharusnya tidak memiliki inventory. Untuk
mendapatkan profit yang tinggi, jumlah produk harus disesuaikan dengan jumlah
permintaan pelanggan. Pertamina memiliki kuota dalam penjualan bahan bakar. Jumlah
permintaan pelanggan di pertamina melebihi kuota maka pertamina harus membayar
lebih denda yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Maka pertamina membatasi
permintaan agar tidak melebihi kuota yang dimemiliki.
3. Aspek Sumber Daya Manusia
Khusus pada bagian Retail Fuel Marketing region I, Pertamina juga melakukan
suatu strategi pada kinerja perusahaan yaitu Melakukan peningkatan koordinasi antara
Retail dan S&D (Supply and Distribution) untuk penyelesaian back log/ hutang piutang
penyaluran BBM, koordinasi penanganan keluhan/perbaikan pelayanan, menyediakan
call centre yang mudah dihubungi. Tidak hanya memperhatikan lingkungan internal
pada organisasi, pertamina juga memperhatikan lingkungan eksternal perusahaan juga,
dengan memberikan training atau refreshment training supir tangki secara berkala.

F. Prosedur Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina (Persero) Kantor


Cabang Pemasaran Kepri
PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri mempunyai wilayah kerja
mencakup seluruh Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari dua Kotamadya dan lima
Kabupaten. Dua Kotamadya tersebut yaitu Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang. Lima
Kabupaten terdiri dari Kabupaten Karimun, Bintan, Natuna, Lingga, dan Anambas. Penjelasan
terkait wilayah kerja PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri disajikan pada
Table 4.1.

Table 4.1 Wilayah Kerja PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

PT. PERTAMINA PERSERO


No Luas (Km2) Jumlah
Kabupaten / Kota IBUKOTA
Penduduk
1 Kabupaten Karimun Tanjung Balai Karimun 1.524,00 227.277
2 Kabupaten Bintan Bintan Bunyu 1.739,44 154.584
3 Kabupaten Natuna Ranai 2.814,26 75.282
4 Kabupaten Lingga Daik 2.117,72 88.971
5 Kabupaten Anambas Tarempa 590,14 40.921
6 Kota Batam Batam 1.570,35 1.236.399
7 Kota Tanjung Pinang Tanjung Pinang 239,50 204.735
Sumber: PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri melakukan penyaluran


bahan bakar minyak kepada masyarakat/individu, instansi pemerintahan dan
industri/perusahaan. Penyaluran bahan bakar minyak kepada masyarakat/individu dilakukan
melalui lembaga penyalur BBM retail. Lembaga penyalur BBM retail yaitu seperti Stasiun
Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU), Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), Solar
Paked Dealer Nelayan (SPDN) dan Agen Minyak Tanah (AMT). Penyaluran kepada instansi
pemerintahan dan industri/perusahaan dilakukan secara langsung oleh PT Pertamina
(Persero) tanpa menggunakan lembaga penyalur.

1. Saluran distribusi

PT Pertamina (Persero) menyalurkan produknya menggunakan dua saluran distribusi


yaitu saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Berikut penjelasan
masing-masing dari saluran distribusi yang digunakan oleh PT Pertamina (Persero) Kantor
Cabang Pemasaran Kepri.

a. Saluran distribusi langsung


Saluran distribusi langsung dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) secara langsung
tanpa menggunakan lembaga penyalur untuk menyalurkan produk kepada konsumen.
Konsumen dari distribusi langsung pada Pertamina yaitu instansi pemerintahan
(TNI/POLRI, PLN) dan Industri. Pertamina menyalurkan bahan bakar kepada konsumen
berdasarkan pesanan yang sebelumnya sudah di pesan. Jenis bahan bakar minyak yang
diperbolehkan untuk disalurkan kepada instansi pemerintahan (TNI/POLRI, PLN) dan
Industri yaitu hanya bahan bakar minyak nonsubsidi seperti solar, biosolar, kerosene,

PT. PERTAMINA PERSERO


Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo.

b. Saluran distribusi tidak langsung


Saluran distribusi tidak langsung dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dengan
menggunakan lembaga penyalur untuk menyalurkan produk kepada konsumen akhir
yaitu masyarakat umum. Lembaga penyalur yang digunakan di PT Pertamina (Persero)
Kantor Cabang Pemasaran Kepri yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum
(SPBU), Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), Solar Paked Dealer Nelayan (SPDN),
Agen Minyak Tanah (AMT), dan Dealer Minyak Tanah (Delaer Mitan). Berikut penjelasan
masing-masing lembaga penyalur yang digunakan oleh PT Pertamina (Persero) melalui
saluran distribusi tidak langsung.

c. Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU)


Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) merupakan prasarana umum
yang disediakan oleh PT Pertamina (Persero) untuk masyarakat umum pemakai
kendaraan bermotor di darat. Pada umumnya, bahan bakar minyak yang di jual di SPBU
yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Pertamina Rising, Premium, Pertalite, Dexlite, dan
Solar. Kepemilikan SPBU yang tersebar di wilayah Provinsi Kepri tidak semua milik PT
Pertamina (Persero), namun bentuk kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dengan
pihak-pihak tertentu.
PT Pertamina (Persero) mempunyai tiga jenis SPBU yaitu Stasiun Pengisian Bahan
Bakar untuk Umum Company Owned Company Operated (SPBU COCO) merupakan SPBU
yang dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh Pertamina. Dalam hal ini yang mengelola yaitu
PT Pertamina Retail yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Kedua
Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum Company Owned Dealer Operated (SPBU
CODO) merupakan SPBU sebagai bentuk kerjasama antara PT Pertamina dengan pihak-
pihak tertentu. Antara lain kerjasama pemanfaatan lahan milik perusahaan ataupun
individu untuk di bangun SPBU PT Pertamina (Persero). Ketiga SPBU DODO (Dealer Owned
Dealer Operated) merupakan SPBU bentuk kerja sama dimana lokasi dan investasi
seluruhnya dikelola dan dilakukan oleh individu atau badan usaha calon mitra, untuk
mengembangkan outlet non PSO/non subsidi.
Dalam pembangunan SPBU sarana dan prasarana standar yang wajib dimiliki yaitu

PT. PERTAMINA PERSERO


sarana pemadam kebakaran, sarana lindung lingkungan, sistem keamanan, sistem
pencahayaan, peralatan dan kelengkapan filling BBM sesuai dengan standar PT Pertamina
(Persero), duiker digunakan sebagai saluran air umum di depan bangunan SPBU, sensor
api dan perangkat pemadam kebakaran, lambang PT Pertamina (Persero), generator,
racun api, fasilitas umum, instalasi listrik dan air yang memadai, dan rambu-rambu
standar PT Pertamina (Persero). Selain sarana dan prasarana standar yang wajib dimiliki,
pembangunan SPBU harus sesuai dengan standar bangunan yaitu seperti desain
bangunan harus disesuaikan dengan karakter lingkungan sekitar yang domain, arsitektur
bangunan sarana pendukung harus terintegrasi dengan bangunan utama, seluruh fasade
bangunan harus mengekspresikan detail dan karakter arsitektur yang konsisten, variasi
bentuk dan garis atap yang menarik, elemen bangunan harus adaptif terhadap panas
matahari dan pantulan sinar matahari dengan merancang sirip pangkal sinar matahari dan
jalur pejalan kaki/trotoar yang tertutup dengan atap, bangunan dibagi-bagi menjadi
komponen yang berskala lebih kecil untuk menghindari bentuk massa yang terlalu besar,
ketinggian ambang kanopi dihitung dari titik terendah kanopi tidak lebih dari 13’9”,
ketinggian keseluruhan kanopi tidak lebih dari 17’, ceiling kanopi tidak harus
menggunakan bahan yang bertekstur atau flat, tidak diperbolehkan menggunakan
material yang mengkilat atau bisa memantulkan cahaya, tidak diperbolehkan
menggunakan lampu tabung pada warna logo perusahaan.
Selain itu, pembangunan harus memenuhi syarat lokasi berdasarkan klasifikasi tipe
bangunan SPBU. Dalam pembangunan sebuah SPBU, luas minimal lahan tergantung dari
letak lahan yang akan dibangun menjadi sebuah SPBU. Apabila lahan yang akan di bangun
SPBU terletak di jalan besar/utama, maka luas lahan yang harus dimiliki minimal 1.800 m 2.
Sedangkan untuk akses jalan lokal minimal 1.000 m 2. Pembangunan SPBU terdiri dari tiga
tipe diantaranya adalah tipe A dengan luas minimum 1.800 m 2, lebar muka minimum 20
m, lebar samping minimum 90 m dan perkiraan volume penjualan >35 KL. Tipe B dengan
luas minimum 1.500 m2, lebar muka minimum 20 m, lebar samping minimum 75 m dan
perkiraan volume penjualan > 25 KL dan <= 35 KL. Tipe C dengan luas minimum 1.500 m 2,
lebar muka minimum 20 m, lebar samping minimum 65 m dan perkiraan volume
penjualan > 20 KL dan <=25 KL. Penjelasan terkait klasifikasi tipe SPBU PT Pertamina
(Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri disajikan pada Table 4.2.

PT. PERTAMINA PERSERO


Table 4.2 Klasifikasi Tipe SPBU

No Komponen Tipe A Tipe B Tipe C


1 Luas Minimum (m2) 1.800 1.500 1.500
2 Lebar Muka Minimum (m) 20 20 20
3 Lebar Samping Minimum (m) 90 75 65
> 25 KL dan > 20 KL dan
4 Perkiraan Volume Penjualan > 35 KL
<= 35 KL <=25 KL
Sumber: PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

d. Agen Premium dan Minyak Solar (APMS)


Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) merupakan prasarana umum yang
disediakan oleh PT Pertamina (Persero) dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk
masyarakat, khususnya untuk melayani masyarakat umum yang berada di daerah
terpencil atau diseberang sungai/laut. Bahan bakar yang didistribusikan melalui lembaga
penyalur APMS yaitu minyak solar dan premium.
e. Solar Paked Dealer Nelayan (SPDN)
Solar Paked Dealer Nelayan (SPDN) merupakan prasarana umum yang disediakan
oleh PT Pertamina (Persero) dan bekerja sama dengan pihak swasta untuk masyarakat
nelayan. Jenis bahan bakar yang didistribusikan melalui lembaga penyalur SPDN yaitu
minyak solar.
f. Agen Minyak Tanah (AMT)
Agen Minyak Tanah (AMT) merupakan pelaku usaha yang menyalurkan minyak
tanah dari depot langsung kepada pangkalan minyak tanah, yang kemudian akan di
salurkan kepada konsumen. Jenis bahan bakar yang didistribusikan melalui lembaga
penyalur AMT yaitu kerosene.
g. Dealer Mitan
Dealer Mitan merupakan pelaku usaha yang menyalurkan minyak tanah kepada
konsumen-konsumen kecil.

2. Proses Distribusi
Proses distribusi bahan bakar minyak PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang

PT. PERTAMINA PERSERO


Pemasaran Kepri yaitu dari tempat kilang minyak ke lembaga penyalur yang kemudian
akan disalurkan kepada masyarakat umum, instansi pemerintahan dan
industri/perusahaan. Sebelum bahan bakar disalurkan kepada lembaga penyalur, bahan
bakar akan di simpan di depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM). PT Pertamina
(Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri memiliki 5 (lima) supply point, kelima supply
point tersebut yaitu Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Uban, TBBM Kijang,
TBBM Kabil, TBBM Sambu, dan TBBM Natuna Group. Berikut penjelasan supply point PT
Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri.
a. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Uban
Terminal Bahan Bakar Minyak Tanjung Uban merupakan supply point yang berada
di Kabupaten Bintan dan TBBM tersebut melayani supply bahan bakar untuk lembaga
penyalur SPBU, SPDN, APMS, dan AMT yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bintan,
Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, pulau di luar pulau Batam, Kabupaten Karimun, dan
Kabupaten Lingga.
b. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kijang
Terminal Bahan Bakar Minyak Kijang merupakan supply point yang berada di Kota
Tanjung Pinang dan TBBM tersebut melayani supply bahan bakar untuk lembaga penyalur
SPBU dan APMS yang beroperasi di wilayah Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan dan
Kabupaten Lingga.
c. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kabil
Terminal Bahan Bakar Minyak Kabil merupakan supply point yang berada di Kota
Batam dan TBBM tersebut melayani supply bahan bakar untuk lembaga penyalur SPBU,
SPDN, dan AMT non subsidi yang beroperasi di wilayah Kota Batam dan Pulau Batam.
d. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sambu
Terminal Bahan Bakar Minyak Sambu merupakan supply point yang berada di Kota
Batam dan TBBM tersebut akan melayani supply bahan bakar untuk seluruh lembaga
penyalur yang beroperasi di wilayah Provinsi Kepri. Namun pada saat ini TBBM Sambu
masih dalam proses renovasi, sehingga belum beroperasi secara maksimal.
e. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Natuna Group
Terminal Bahan Bakar Minyak Natuna Group merupakan supply point yang berada
di Kabupaten Natuna dan TBBM tersebut melayani supply bahan bakar untuk lembaga
penyalur SPBU, SPDN, APMS, dan AMT yang beroperasi di wilayah Kabupaten Natuna.

PT. PERTAMINA PERSERO


Berikut supply point PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri disajikan
dalam bentuk table, dapat di lihat pada Table 4.3 di bawah ini.
Table 4.3 Supply Point PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

Terminal Bahan Bakar


No Melayani Wilayah
Minyak (TBBM)
Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang, Pulau
SPBU, SPDN, AMT dan di luar Pulau Batam, Kota Batam,
1 TBBM Tanjung Uban APMS Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga.

Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan, dan


2 TBBM Kijang SPBU dan APMS Kabupaten Lingga
SPBU, SPDN dan
3 TBBM Kabil Kota Batam dan Pulau Batam
AMT Non Subsidi
Seluruh lembaga
4 TBBM Sambu Provinsi Kepri
penyalur
TBBM Natuna Group SPBU, APMS dan
5 Kabupaten Natuna
(Ranai & Selat Lampa) AMT

Sumber: PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

Proses distribusi bahan bakar PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri
dapat di lihat pada Gambar 4.5 di bawah ini.

PT. PERTAMINA PERSERO


Gambar 4.7 Proses Distribusi Bahan Bakar Minyak

Sumber: PT Pertamina (Persero) Kantor Cabang Pemasaran Kepri

Berikut penjelasan proses distribusi BBM dari Gambar 4.7.

1) PT Pertamina (Persero) – SPBU – Masyarakat umum/konsumen akhir


Proses distribusi bahan bakar minyak di mulai dari kegiatan hulu Pertamina yang mana
merupakan tempat memproduksi minyak/kilang minyak ataupun dengan cara mengimpor
minyak dari luar negeri. Bahan bakar disalurkan ke bagian hilir pertamina yang
merupakan tempat pemasaran dan niaga. Di bagian hilir bahan bakar di simpan di
depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menggunakan pipa ataupun menggunakan
alat transportasi darat/laut. Pengusaha SPBU/lembaga penyalur Pertamina akan
memesan bahan bakar kepada Pertamina. Setelah surat pesanan di proses maka
Pertamina akan mengirim bahan bakar yang di pesan oleh pengusaha SPBU dari supply
point ke SPBU menggunakan alat transportasi darat/mobil tangki yang di tunjuk oleh
Pertamina. Bahan bakar yang sudah di kirim ke SPBU kemudian akan di konsumsi oleh
masyarakat umum kendaraan bermotor.

2) PT Pertamina (Persero) – APMS – Masyarakat umum/konsumen akhir


Proses distribusi bahan bakar minyak di mulai dari kegiatan hulu Pertamina yang
mana merupakan tempat memproduksi minyak/kilang minyak ataupun dengan cara
mengimpor minyak dari luar negeri. Bahan bakar disalurkan ke bagian hilir pertamina
yang merupakan tempat pemasaran dan niaga. Di bagian hilir bahan bakar di simpan di
depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menggunakan pipa ataupun menggunakan
alat transportasi darat/laut. Pengusaha APMS/lembaga penyalur Pertamina akan
memesan bahan bakar kepada Pertamina. Setelah surat pesanan di proses maka
Pertamina akan mengirim bahan bakar yang di pesan oleh pengusaha APMS dari supply
point ke APMS menggunakan alat transportasi darat/mobil tangki yang di tunjuk oleh
Pertamina. Bahan bakar yang sudah di kirim ke APMS kemudian akan di konsumsi oleh
masyarakat umum kendaraan bermotor yang berada di daerah terpencil.

PT. PERTAMINA PERSERO


3) PT Pertamina (Persero) – SPDN – Masyarakat umum/konsumen akhir
Proses distribusi bahan bakar minyak di mulai dari kegiatan hulu Pertamina yang
mana merupakan tempat memproduksi minyak/kilang minyak ataupun dengan cara
mengimpor minyak dari luar negeri. Bahan bakar disalurkan ke bagian hilir Pertamina
yang merupakan tempat pemasaran dan niaga. Di bagian hilir bahan bakar di simpan di
depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menggunakan pipa ataupun menggunakan
alat transportasi darat/laut. Pengusaha SPDN/lembaga penyalur Pertamina akan
memesan bahan bakar kepada Pertamina. Setelah surat pesanan di proses maka
Pertamina akan mengirim bahan bakar yang di pesan oleh pengusaha SPDN dari supply
point ke SPDN menggunakan alat transportasi darat/mobil tangki yang di tunjuk oleh
Pertamina. Bahan bakar yang sudah di kirim ke SPDN kemudian akan di konsumsi oleh
masyarakat nelayan.
4) PT Pertamina (Persero) – AMT – Pangkalan – Masyarakat umum
Proses distribusi bahan bakar minyak di mulai dari kegiatan hulu Pertamina yang
mana merupakan tempat memproduksi minyak/kilang minyak ataupun dengan cara
mengimpor minyak dari luar negeri. Bahan bakar disalurkan ke bagian hilir Pertamina
yang merupakan tempat pemasaran dan niaga. Di bagian hilir bahan bakar di simpan di
depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menggunakan pipa ataupun menggunakan
alat transportasi darat/laut. Pengusaha AMT/lembaga penyalur Pertamina akan memesan
bahan bakar kepada Pertamina. Setelah surat pesanan di proses maka Pertamina akan
mengirim bahan bakar yang di pesan oleh pengusaha AMT dari supply point ke AMT
menggunakan alat transportasi darat/mobil tangki yang di tunjuk oleh Pertamina. Bahan
bakar yang sudah di kirim ke AMT kemudian akan disalurkan kembali ke pangkalan
minyak tanah yang akan di konsumsi oleh masyarakat.
5) PT Pertamina (Persero) – Dealer Mitan – Masyarakat umum/konsumen akhir
Proses distribusi bahan bakar minyak di mulai dari kegiatan hulu Pertamina yang
mana merupakan tempat memproduksi minyak/kilang minyak ataupun dengan cara
mengimpor minyak dari luar negeri. Bahan bakar disalurkan ke bagian hilir pertamina
yang merupakan tempat pemasaran dan niaga. Di bagian hilir bahan bakar di simpan di
depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menggunakan pipa ataupun menggunakan
alat transportasi darat/laut. Pengusaha Dealer Mitan/lembaga penyalur Pertamina akan
memesan bahan bakar kepada Pertamina. Setelah surat pesanan di proses maka

PT. PERTAMINA PERSERO


Pertamina akan mengirim bahan bakar yang di pesan oleh pengusaha Dealer Mitan dari
supply point ke Dealer Mitan menggunakan alat transportasi darat/mobil tangki yang di
tunjuk oleh Pertamina. Bahan bakar yang sudah di kirim ke Dealer Mitan kemudian akan
di konsumsi oleh masyarakat.
6) PT Pertamina (Persero) – Agen Industri – Industri
Proses distribusi bahan bakar minyak di mulai dari kegiatan hulu Pertamina yang
mana merupakan tempat memproduksi minyak/kilang minyak ataupun dengan cara
mengimpor minyak dari luar negeri. Bahan bakar disalurkan ke bagian hilir pertamina
yang merupakan tempat pemasaran dan niaga, di bagian hilir bahan bakar di simpan di
depot/Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menggunakan pipa ataupun menggunakan
alat transportasi darat/laut. Agen Industri/lembaga penyalur Pertamina akan memesan
bahan bakar kepada Pertamina, setelah surat pesanan di proses maka Pertamina akan
mengirim bahan bakar yang di pesan oleh Agen Industri dari supply point ke Agen Industri
menggunakan alat transportasi darat/mobil tangki yang di tunjuk oleh Pertamina. Bahan
bakar yang sudah di kirim ke Agen Industri kemudian akan disalurkan lagi kepada
industri/perusahaan oleh industri akan digunakan untuk kegiatan operasional.

PT. PERTAMINA PERSERO

Anda mungkin juga menyukai