Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DETEKSI DINI DENGAN METODE SADARI PADA WANITA RISIKO TINGGI


KANKER PAYUDARA

OLEH:

NAMA: ISNAWATI

NPM: 020021081

PROGRAM STUDI (S-1) ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
MATARAM 2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DETEKSI DINI DENGAN METODE SADARI PADA WANITA RISIKO TINGGI
KANKER PAYUDARA

Topik : Deteksi Dini Kanker Payudara


Subtopik : Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Sasaran : Wanita Risiko Tinggi Kanker Payudara
Tempat : pasien dan keluarga yang ada di ruang perawatan Irna 2 RSUD Kota
mataram
Hari/Tanggal : 16 februari 2021
Waktu : 1 x 30 menit

A. Latar Belakang
Apabila seseorang mempunyai faktor risiko kanker payudara belum tentu wanita tersebut
akan menderita kanker payudara, namun dapat meningkatkan kemungkinan wanita tersebut
terkena kanker payudara Faktor risiko utama kanker payudara berhubungan dengan keadaan
hormonal (khususnya estrogen) dan genetik (Rasjidi,2009:56-62). Seorang wanita dikatakan
berisiko tinggi bila pernah menderita kanker payudara sebelumnya dan bila mempunyai ibu
atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara (Benson&Pernoll,2008:492).
Wanita yang orang tuanya memiliki riwayat kanker payudara mempunyai risiko untuk
berkembang menjadi kanker payudara adalah sebesar1,7 sampai 4,0 kali dibanding dengan
populasi yang ada (Rasjidi,2009:62). Dapat disimpulkan bahwa wanita yang berisiko tinggi
kanker payudara adalah seorang wanita yang mempunyai faktor genetik, yaitu seorang wanita
yang mempunyai ibu atau saudara kandung perempuan yang pernah menderita kanker
payudara atau wanita tersebut pernah menderita kanker payudara.
Pada wanita khususnya dengan risiko tinggi kanker payudara perlu dilakuakn deteksi dini
adanya kanker payudara. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah upaya yang
dilakukan seorang wanita untuk mengetahui adanya kelainan pada payudaranya. SADARI
adalah pengembangan kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri,
tindakan ini dilengkapi dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal
penyakit kanker payudara (Nisman,2011:25). Menurut (Tapan,2005:47) SADARI adalah
tindakan pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan
berupa benjolan pada payudara sedini mungkin.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 30 menit, diharapkan sasaran dapat
mengetahui dan mendemonstrasikan SADARI.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 30 menit, sasaran dapat
mendemonstrasikan dan menjelaskan kembali tentang :
a. Pengertian SADARI
b. Tujuan dan Manfaat SADARI
c. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai saat pemeriksaan payudara
d. Prosedur SADARI
C. Sasaran
Sasaran pada promosi ini adalah semua pasien dan keluarga yang ada di ruang Irna 2
Rsud Kota Mataram
D. Materi
Materi Lampiran
E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi
F. Media
Leafleat SADARI

G. Jadwal Kegiatan

Tahap Waktu Kegiatan Metode


Orientasi 3 Menit 1. Mengucapkan salam Ceramah
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
5. Menyampaikan kontrak waktu
Kerja 24 1. Menjelaskan pengertian SADARI Ceramah dan
Menit demonstrasi
2. Menjelaskan tujuan dan manfaat
SADARI

3. Menjelaskan tanda-tanda yang


perludiwaspadai

4. Mendemonstrasikan SADARI
Terminasi 3 Menit 1. Memberikan kesempatan untuk Ceramah,
bertanya demonstrasi,
2. Menjawab pertanyaan dan tanya
3. Sasaran melakukan redemomonstrasi Jawab
4. Menyimpulkan materi yang telah
disampaikan
5. Memberi salam penutup

H. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi dilaksanakan selama proses dan pada akhir kegiatan pendidikan kesehatan
dengan memberikan pertanyaan secara lisan sebagai berikut:

a. Menjelaskan pengertian SADARI


b. Menjelaskan tujuan dan manfaat SADARI
c. Menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai
d. Mendemonstrasikan SADARI
2. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi struktur
1) Menyiapkan SAP
2) Menyiapkan materi dan media
3) Kontrak waktu dengan sasaran
4) Menyiapkan tempat
5) Menyiapkan pertanyaan
b. Evaluasi proses
1) Sasaran memperhatikan dan mendengarkan selama pendidikan kesehatan
berlangsung
2) Sasaran aktif bertanya bila ada hal yang belum dimengerti
3) Sasaran memberi jawaban atas pertanyaan pemberi materi
4) Sasaran tidak meninggalkan tempat saat pendidikan kesehatan berlangsung
5) Tanya jawab berjalan dengan baik
6) Sasaran dapat mendemonstrasikan kembali

c. Evaluasi hasil
1) Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil apabila sasaran mampu menjawab
pertanyaan dan mendemokan 80 % lebih dengan benar
2) Pendidikan kesehatan dikatakan cukup berhasil / cukup baik apabila sasaran
mampu menjawab pertanyaan antara 50 – 80 % dengan benar
3) Pendidikan kesehatan dikatakan kurang berhasil / tidak baik apabila sasaran
hanya mampu menjawab kurang dari 50 % dengan benar.
MATERI SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Pengertian SADARI
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah upaya yang dilakukan seorang wanita
untuk mengetahui adanya kelainan pada payudaranya. SADARI adalah pengembangan
kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri, tindakan ini dilengkapi
dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara
(Nisman,2011:25). Menurut (Tapan,2005:47) SADARI adalah tindakan pemeriksaan
payudara sendiri yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan berupa benjolan pada
payudara sedini mungkin.
B. Tujuan SADARI dan Manfaat SADARI
1. Tujuan SADARI
Adapun tujuan dilakukannya SADARI menurut (Nisman,2011:27) adalah sebagai
berikut.
a. SADARI bermanfaat untuk mendeteksi kanker secara dini, sehingga kanker
payudara dapat terdeteksi pada stadium awal dan pengobatan secara dini akan
meningkatkan harapan hidup penderita kanker payudara.
b. Menurunkan angka kematian penderita kanker payudara, karena kanker yang
ditemukan pada stadium awal akan memberikan hidup lebih lama.
2. Manfaat SADARI
Metode SADARI merupakan langkah awal untuk mendeteksi adanya gejala kanker
payudara yaitu berupa tumor atau benjolan, sehingga dapat segera dilakukan tindakan
pengobatan dan pengangkatan tumor atau benjolan tersebut agar tidak berkembang
menjadi kanker. Menurut (Nisman,2011:27) keuntungan dari deteksi dini ini adalah
untuk mengurangi angka kematian pada wanita penderita kanker payudara, karena
hampir 85% benjolan atau tumor ditemukan oleh penderita melalui pemeriksaan
SADARI yang benar. Selain itu metode SADARI adalah metode yang termudah,
tercepat, termudah, dan paling sederhana yang dapat mendeteksi secara dini kanker
payudara.

C. Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai


Berikut ini merupakan tanda-tanda yang perlu diwaspadai saat kita memperhatikan
payudara (Ditjen PP&PL,2009):
1. Penambahan ukuran/besar yang tak biasa pada payudara
2. Salah satu payudara menggantung lebih rendah dari biasanya
3. Lekukan seperti lesung pipit pada kulit payudara
4. Cekungan atau lipatan pada puting
5. Perubahan penampilan puting payudara
6. Keluar cairan seperti air susu atau darah dari salah satu puting
7. Adanya benjolan pada payudara
8. Pembesaran kelenjar getah bening pada lipat ketiak atau leher
9. Pembengkakan pada lengan bagian atas
D. Cara Pemeriksaan SADARI
SADARI adalah cara yang mudah dilakukan wanita untuk mendeteksi adanya
benjolan atau tumor pada payudara. Pelaksaan pemeriksaan SADARI pada wanita usia subur
dapat dilakukan 7-8 hari setelah menstruasi, pada wanita pascamenopause dapat dilakukan
pada waktu tertentu setipa bulan, dan setiap wanita berusia di atas 20 tahun perlu melakukan
SADARI setiap bulan menurut (Long,1999 dalam Nisman,2011:26). Berikut merupakan
langkah-langkah pemeriksaan SADARI menurut (Rasjidi,2009:84-85):
1. Berdirilah di depan cermin agar dapat melihat payudara secara jelas.

2. Sambil kedua tangan di atas kepala, periksalah apakah ada kelainan berupa
retraksi (puting tertarik kedalam), inflamasi (peradangan), pembengkakan, atau
kemerahan di semua bagian pada kedua payudara.
3. Ulangi dengan kedua tangan diletakkan pada pinggul.

4. Raba kedua payudara dengan jari, dengan gerakan memijat, dirasakan apakah
ada benjolan. Berikan tekanan mulai dari kulit paling luar sampai ke dalam
jaringan payudara.

5. Kemudian periksalah pada puting payudara dan area sekitarnya , juga perlu
ditekan secara lembut untuk melihat apakah ada cairan yang keluar dari puting.

6. Dan ulangi pemeriksaan nomor 2 dengan posisi berbaring.


DAFTAR PUSTAKA

Benson&Pernoll. 2008. Buku Saku Obstetri & Ginekologi Edisi 9. Jakarta : EGC.
Ditjen PP&PL. 2009. Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara.
Jakarta : Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
Nisman, W.A. 2011. Lima Menit Kenali Payudara Anda. Yogyakarta : Andi.
Rasjidi, I. 2009. Deteksi Dini Pencegahan Kanker Pada Wanita. Jakarta : CV Sagung Seto.