Anda di halaman 1dari 3

1. Sebut, jelaskan dan beri contoh kategori pertanyaan utama informasi obat.

Jawab :

1. REAKSI MERUGIKAN

a) Dapatkah ranitidin menyebabkan keracunan hati?


b) Apa saja efek samping rifampicin?

2. DOSIS

a) Bagaimana dosis fenitoin untuk status epileptikus?


b) Bagaimana dosis gentamisin untuk penderita gagal ginjal?
c) Bagaimana dosis parasetamol untuk bayi berumur 6 bulan?

3. PEMBERIAN OBAT

a) Dapatkah karbamazepin diberikan secara rektal?


b) Seberapa cepat simetidin dapat diberikan secar i.v?
c) Bolehkah penisilin diberikan secara oral?

4. IDENTIFIKASI OBAT

a) Apa nama obat baru untuk tukak peptik produksi industri farmasi “X”?
b) Apa saja nama dagang obat generik ampisilin yang tersedia secara komersial?
c) Apa nama obat baru yang disetujui untuk endomtriosis?

5. INTERAKSI OBAT

a) Amankah Asetosal dan warfarin diberikan secara bersamaan?


b) Dapatkah tetrasiklin diberikan bersamaan dengan susu?
c) Akankah sefaleksin mempengaruhi penetapan glukosa serum?

6. INDIKASI

a) Seberapa efektif mesalamin untuk pengobatan ulseratif kolitis?


b) Untuk apa digunakan vibramisin?

7. KOMPATIBILITAS I.V ATAU I.M

a) Dapatkah heparin dan nitropusid ditambahkan ke dalam botol infus yang sama secar i.v?
b) Dapatkah morfin dan difenhidramin ditarik kedalam spuit yang sama?
8. FARMAKOKINETIKA

a) Berapa waktu paruh streptokinase?


b) Berapa banyak fenitoin harus diberikan keppada seorang penderita dengan konsentrasi
“steady state concentrate” 5 mg/ml?

9. TERATOGENITAS

a) Apa resiko terhadap janin seorang ibu jika dia mengkonsumsi asetosal 650 mg dua kali
sehari untuk 2 minggu selama trimester pertama kehamilan?
b) Antibiotik apa yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran urin pada seorang
ibu yang memasuki trimester ke-3nya?

10. PERHITUNGAN FARMASETIK

a) Bgaimana menghitung dosis obat pediatrik berdasarkan luas permukaan tubuh?


b) Kecepatan suatu i.v adalah 199 mL/jam. Berapa seharusnya kecepatan sediaan i.v
tersebut dalam tetes per menit?

2. Cari, cermati dan tuliskan sumber-sumber informasi obat berdasarkan kategori


informasi obat lalu bedakan berdasarkan jenis sumber informasi obat (tersier, sekunder,
primer) sertakan linknya.

Jawab :

1. Pustaka primer
Sumber pustaka primer adalah artikel orisinil yang dipublikasikan atau yang tidak
dipublikasikan penulis atau peneliti, yang memperkenalkan pengetahuan baru atau
peningkatan pengetahuan yang telah ada tentang suatu persoalan. Sumber pustaka primer ini
termasuk hasil penelitian, laporan kasus, juga studi evaluatif, dan laporan deskriptif. Pustaka
primer memberikan dasar untuk pustaka sekunder dan tersier. Contoh pustaka primer lain
termasuk prosiding seminar, buku catatan laboratorium, korespondensi, seperti surat dan
memo, tesis, disertasi, dan laporan teknis. Sumber pustaka primer memberikan informasi
paling mutakhir tentang pokok tertentu pada waktu tertentu karena karya itu merupakan
refleksi pengamatan penulis saja, hasilnya tidak diinterpretasikan. Keterbatasan utama dari
sumber pustaka primer adalah ketidakpraktisan. Dalam pustaka primer, seseorang tidak dapat
secara efisien mencari informasi khusus, kecuali orang itu memiliki pengetahuan yang dalam
tentang organisasi dan jenis pustaka. Contoh beberapa sumber informasi primer: Annals of
Pharmacotherapy, British Medical Journal, Journal of American Medical Association
(JAMA), Journal of Pediatrics, New England Journal of Medicine (Siregar dan Endang,
2006)1.
2. Pustaka sekunder
Pustaka sekunder memuat berbagi abstrak, yang merupakan sistem penelusuran
kembali untuk pustaka primer dan digunakan untuk menemukan artikel pustaka primer.
Informasi yang diperoleh dari pustaka sekunder tersendiri jarang digunakan untuk keputusan
klinik. Dengan pustaka sekunder, memungkinkan paoteker memasuki multi sumber informasi
secara cepat dan efisien. Informasi dalam pustaka sekunder dikatagorikan atau diindekskan
dan diabstrak dari sumber pustaka primer. Contoh beberapa sumber informasi sekunder:
Inpharma, International Pharmaceutical Abstract (IPA), Medline, Pharmline (Kurniawan dan
Chabib, 2010)2.
3. Pustaka tersier
Pustaka tersier biasanya dikaitkan dengan buku teks atau acuan umum. Sumber ini
menyoroti data yang diterima secara luas dari pustaka primer; mengevaluasi informasi ini dan
menerbitkan hasilnya. Sumber pustaka tersier termasuk buku teks atau “data base”, kajian
artikel, kompendia, dan pedoman praktis. Sumber pustaka tersier adalah acuan pustaka yang
paling umum digunakan, mudah dimasuki, dan biasanya dapat memenuhi kebanyakan
permintaan informasi obat spesifik penderita. Lagipula, sumber tersier memberikan informasi
yang disusun dan dievaluasi dari acuan pustaka yang banyak dan dinyatakan dalam suatu cara
yang praktis. Keterbatasan utama dari pustaka tersier adalah ketinggalan waktu beberapa
bulan bahkan sampai mungkin beberapa. Contoh beberapa sumber informasi tersier: Textbook
of Advers Reactions, Drug Information full text, Handbook of Clinical Drug Data, Drug
Facts and Comparison, dan AHFS DI (Siregar dan Endang, 2006).

1
2