Anda di halaman 1dari 33

Termodinamika Teknik Kimia II

“Turbin ” 0

Oleh :

M. Anggradya Iqbal (122020050P)

Muhammad zubairi (122020001P)

Kelas : B

Dosen Pembimbing : Ir. HJ. Dewi Fernianti, M.T

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG 2020/2021


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Turbin adalah mesin penggerak, dimana energy fluida kerja dipergunakan


langsung untuk memutar roda turbin. Jadi, berbeda dengan yang terjadi dengan
mesin torak, pada turbin tidak terdapat bagian mesin yang bergerak translasi.
Bagian turbin yang berputar dinamai rotor atau roda turbin., sedangkan bagian
yang tidak berputar dinamai stator atau rumah turbin. Roda turbin terletak di
dalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang menggerakkan atau
memutar bebannya (generator listrik, pompa, kompresor, baling-baling atau mesin
lainnya). Di dalam turbin, fluida kerja mengalami proses ekspansi, yaitu proses
penurunan tekanan dan mengalir secara kontinu. Kerja fluida dapat berupa air, uap
air, atau gas.
Secara umum, sistem turbin terdiri dari beberapa komponen, antara lain:
kompresor, pompa, ketel uap (boiler), ruang bakar, kondensor dan turbin. Turbin
banyak di manfatkan untuk pembangkit listrik, pesawat terbang, di dalam
industry, dan lain-lain. Di dalam makalah ini, akan di bahas khusus pada turbin
gas baik dalam siklus, klasifikasi, komponen-komponen yang ada, dan prinsip
kerja dari turbin tersebut serta aplikasi turbin yang akan digunakan

1
B. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mempelajari tentang
turbin. Namun pada makalah ini lebih kepada fokus mengenai turbin gas. Manfaat
penulisan makalah ini bagi penulis yaitu mendapatkan pengertian dan penjelasan
tentang karakteristik turbin gas. Sedangkan bagi para pembaca diharapkan
makalah ini dapat bermanfaat dalam memperkaya pengetahuan dan memberikan
kesempatan untuk mempelajarinya lebih lanjut.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Turbin Gas

Turbin gas adalah sebuah mesin panas pembakaran dalam, proses kerjanya
seperti motor bakar yaitu udara atmosfer dihisap masuk kompresor dan
dikompresi, kemudian udara mampat masuk ruang bakar dan dipakai untuk proses
pembakaran, sehingga diperoleh suatu energi panas yang besar. Energi panas
tersebut diekspansikan pada turbin dan menghasilkan energi mekanik pada poros.
Sisa gas pembakaran yang ke luar turbin menjadi energi dorong (turbin
gas pesawat terbang). Jadi jelas bahwa turbin gas adalah mesin yang
dapat mengubah energi panas menjadi energi mekanik atau dorong. Persamaan
turbin gas dengan motor bakar adalah pada proses pembakarannya yang terjadi di
dalam mesin itu sendiri.
Disamping itu proses kerjanya adalah sama yaitu: hisap, kompresi,
pembakaran, ekspansi dan buang. Perbedaannya adalah terletak pada
konstruksinya. Motor bakar kebanyakan bekerja gerak bolak-balik
(reciprocating) sedangkan turbin gas adalah mesin rotasi, proses kerja motor
bakar bertahap (intermiten), untuk turbin gas adalah kontinyu dan gas buang pada
motor bakar tidak pernah dipakai untuk gaya dorong.
Gambar. Mesin pembakaran dalam (turbin gas dan motor bakar)

Turbin gas bekerja secara kontinyu tidak betahap, semua proses yaitu hisap,
kompresi, pembakaran dan buang adalah berlangsung bersamaan. Pada motor
bakar yang prosesnya bertahap yaitu yang dinamakan langkah, yaitu langkah
hisap, kompresi, pembakaran, ekspansi dan langkah buang. Antara langkah satu
dan lainnya saling bergantung dan bekerja bergantian. Pada proses ekspansi turbin
gas, terjadi perubahan energi dari energi panas mejadi energi mekanik putaran
poros turbin, sedangkan pada motor bakar pada langkah ekspansi terjadi
perubahan dari energi panas menjadi energi mekanik gerak bolak-balik torak.
Dengan kondisi tersebut, turbin gas bekerja lebih halus dan tidak banyak getaran.
B. Prinsip Kerja Turbin Gas

Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet).


Kompresor berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut,
sehingga temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk
kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan
cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan bakar. Proses pembakaran
tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan
ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut
dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan
aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut
digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya
seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang
keluar melalui saluran buang (exhaust).

Gambar. Turbin gas


Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai
berikut:
1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan.

2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar


dengan udara kemudian di bakar.
3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar
melalui nozel (nozzle).
4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat
saluran pembuangan.
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugian

- kerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin
gas dan berakibat pada menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-
kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas.
Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:

 Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan


(pressure losses) di ruang bakar.
 Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan
terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
 Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan
temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
 Adanya mechanical loss, dsb.
C. Klasifikasi Turbin Gas

Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan


lainnya. Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari:
 Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)

Sebuah turbin gas siklus terbuka sederhana terdiri dari kompresor,


ruang bakar dan turbin. Kompresor mengambil udara ambien dan
menaikkan tekanannya. Panas ditambahkan pada udara di ruang bakar
dengan membakar bahan bakar dan meningkatkan suhunya.
Gas-gas yang dipanaskan keluar dari ruang pembakaran yang
kemudian diekspan ke turbin membuat mekanik bekerja. Selanjutnya
daya yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk mendorong
kompresor dan aksesoris lainnya dan sisanya digunakan untuk
pembangkit listrik. Karena udara ambien masuk ke kompresor dan gas
yang keluar dari turbin di buang ke atmosfer, media kerja harus
digantikan terus-menerus. Jenis siklus ini dikenal sebagai siklus turbin
gas terbuka dan umum digunakan di sebagian besar pembangkit listrik
turbin gas karena memiliki banyak kelebihan.
Sangat penting mencegah debu memasuki kompresor untuk
meminimalkan erosi dan deposisi pada bilah dan bagian-bagian
kompresor dan turbin yang dapat merusak profil dan efisiensinya.
Pengendapan karbon dan abu pada bilah turbin sama sekali tidak
diinginkan karena akan mengurangi efisiensi turbin.
Gambar. Turbin gas siklus terbuka

 Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)

Siklus gas turbin tertutup yang berasal dan dikembangkan di


Swiss. pada tahun 1935, J. Ackeret dan C. Keller pertama kali diusulkan
jenis mesin dan pabrik pertama selesai pada tahun 1944 di Zurich.
Dalam turbin gas siklus tertutup, fluida kerja (udara atau gas)
keluar dari kompresor dipanaskan dalam pemanas dengan sumber
eksternal pada tekanan konstan. Suhu tinggi dan tekanan udara tekanan
tinggi keluar dari pemanas eksternal dilewatkan melalui turbin. Cairan
yang keluar dari turbin didinginkan ke suhu aslinya dalam pendingin
menggunakan sumber pendingin eksternal sebelum diteruskan ke
kompresor. Fluida kerja terus digunakan dalam sistem tanpa fase dan
panas yang dibutuhkan diberikan kepada fluida kerja dalam penukar
panas.
Gambar. Turbin gas siklus tertutup

Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada
turbin gas siklus terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke
udara atmosfir, sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya
didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal.
Berdasarkan konstruksi poros, turbin gas diklasifikasikan dalam dua jenis,
yaitu :
 Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)

Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik


yang menghasilkan energi listrik untuk keperluan proses di industri.
Gambar. Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)

 Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)

Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin
bertekanan tinggi dan turbin bertekanan rendah, dimana turbin gas ini
digunakan untuk menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor
pada unit proses.

Gambar. Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)

Berdasarkan aplikasi dari turbin gas, diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu :

 Industrial heavy-duty gas turbine

 Daya keluaran yang besar.

 Berumur panjang.

 Memiliki efisiensi paling tinggi dibanding tipe turbin gas lain.

 Tidak berisik dibandingkan dengan Aircraft-derivative gas


turbine.
Gambar. Industrial heavy-duty gas turbine

 Aircraft-derivative gas turbine

 Paling banyak digunakan pada Power Plant.

 Biaya instalasi yang relative murah.

 Peralatan start-up membutuhkan daya yang kecil.

 Proses start-up dan shut-down dapat dilakukan dengan cepat.

 Dapat meng-handle fluktuasi perubahan beban.


Gambar. Aircraft-derivative gas turbine
Berdasarkan kapasitas, turbin gas diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu :

 Medium-range gas turbine

 Kapasitas berkisar antara 5000 – 15000 hp (3,7 – 11,2 MW).

 Memiliki efisiensi yang cukup tinggi.

 Pada kompresor terdapat 10 – 16 tingkat sudu, dengan rasio


tekanan sekitar 5 – 11.
 Biasanya menggunakan regenerator untuk meninggkatkan
efisiensi.
 Small gas turbine

 Kapasitas dibawah 500 hp (3,7 MW).

 Biasanya menggunakan kompresor sentrifugal.

 Memiliki efisiensi sekitar 20 %, karena :

 Efisiensi kompresor sentrifugal yang digunakan memiliki


efisiensi lebih rendah disbanding kompresor aksial.
 Temperatur masuk pada turbin diusahakan tidak melebihi
1700 ° F (927° C).

D. Siklus Turbin Gas

Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum, yaitu:

a. Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible)
yang terdiri dari dua proses isotermis dapat balik (reversible
isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik (reversible isobaric).
Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam
komponen siklus internal (regenerator), dimana effisiensi termalnya
adalah : hth = 1 – T1/Th, dimana T1 = temperatur buang dan Th =
temperatur panas.
b. Siklus Stirling

Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua
proses isotermis dapat balik (isotermal reversible) dengan volume
tetap (isokhorik). Efisiensi termalnya sama dengan efisiensi termal
pada siklus Ericson.
c. Siklus Brayton

Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk


turbin gas, sehingga saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan
oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer dalam analisa untuk
performance upgrading. Siklus Brayton ini terdiri dari proses
kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas
pada tekanan konstan. Pada siklus Bryton tiap-tiap keadaan proses
dapat dianalisa secara berikut:

Gambar. Sistem turbin gas, diagram P-v, diagram T-s


 Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik).

Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor: Wc = ma (h2 – h1).

 Proses 2 ke 3

pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor


yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 – h2).
 Proses 3 ke 4

ekspansi isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan


turbin: WT = (ma + mf) (h3 – h4).
 Proses 4 ke 1

pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah


kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 – h1).

E. Komponen Utama Turbin Gas

Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air inlet


section, compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust
section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment,
lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya.
Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbn gas:
1. Air Inlet Section

Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam


udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
a. Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana
didalamnya terdapat peralatan pembersih udara.
b. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu
atau partikel yang terbawa bersama udara masuk.
c. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang
pada inlet house.
d. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada
bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati penyaring
ini masuk ke dalam kompresor aksial.
e. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata
pada saat memasuki ruang kompresor.
f. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai
pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang
diperlukan.
2. Compressor Section

Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor,


berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air
section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran
dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat
menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor
terdiri dari dua bagian yaitu:
a. Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari
kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini
memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara
secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh
udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels,
stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di
sekeliling sumbu rotor.
b. Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin
yang terdiri dari:
 Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang
mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan
selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
 Forward Compressor Casing, bagian casing yang
didalamnya terdapat empat stage kompresor blade.
 Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat
compressor blade tingkat 5-10.
 Discharge Casing, merupakan bagian casing yang
berfungsi sebagai tempat keluarnya udara yang telah
dikompresi.
3. Combustion Section

Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar


dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu
tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah menjadi
energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition
pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan
sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem
pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang
jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas.
Komponen-komponen itu adalah :
a. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya
pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan
bakar yang masuk.
b. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber
yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.
c. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar
ke dalam combustion liner.
d. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api
ke dalam combustion chamber sehingga campuran bahan bakar
dan udara dapat terbakar.
e. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan
membentuk aliran gas panas agar sesuai dengan ukuran nozzle
dan sudu-sudu turbin gas.
f. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada
semua combustion chamber.
g. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk
mendeteksi proses pembakaran terjadi.
4. Turbin Section

Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi


kinetik menjadi energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak
compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari daya total yang
dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya
sendiri, dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.
Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :

a. Turbin Rotor Case

b. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas


panas ke first stage turbine wheel.
c. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan
energi kinetik dari aliran udara yang berkecepatan tinggi
menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.
d. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur
aliran gas panas ke second stage turbine wheel, sedangkan
diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua turbin wheel.
e. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi
kinetik yang masih cukup besar dari first stage turbine untuk
menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar.
5. Exhaust Section

Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi


sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas.
Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : (1) Exhaust Frame
Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust
diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum
dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust
stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa tersebut diukur
dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan
juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip.
Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk
temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.
Komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:

1. Starting Equipment

Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-


jenis starting equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada
umumnya adalah :
 Diesel Engine, (PG –9001A/B).

 Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan


4X03).
 Gas Expansion Turbine (Starting Turbine).

2. Coupling dan Accessory Gear

Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang


bergerak ke poros yang akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang
digunakan, yaitu:
 Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory
gear dan HP turbin rotor.
 Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear
dengan HP turbin rotor.
 Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan
kompressor beban.
3. Fuel System

Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan
tekanan sekitar 15 kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan
bakar harus bebas dari cairan kondensat dan partikel-partikel padat.
Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi
dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan
yang masih terdapat pada fuel gas.
4. Lube Oil System

Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara


kontinu pada setiap komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan
pada bagian-bagian utama turbin gas dan trush bearing juga untuk
accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri dari:
 Oil Tank (Lube Oil Reservoir).

 Oil Quantity.

 Pompa.

 Filter System.

 Valving System.

 Piping System.

 Instrumen untuk
Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk
mensuplai lube oil guna keperluan lubrikasi, yaitu:
 Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang
digerakkan oleh HP shaft pada gear box yang mengatur tekanan
discharge lube oil.
 Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang
digerakkan oleh tenaga listrik, beroperasi apabila tekanan dari
main pump turun.
 Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi
jika kedua pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil.
5. Cooling System

Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan
udara. Udara dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada
section dan bearing. Komponen-komponen utama dari cooling system
adalah:
 Off base Water Cooling Unit.

 Lube Oil Cooler.

 Main Cooling Water Pump.

 Temperatur Regulation Valve.

 Auxilary Water Pump.

 Low Cooling Water Pressure Swich.


F. Bahan Bakar Turbin Gas

Bahan bakar untuk turbin gas harus memenuhi persyaratan tertentu sebelum
digunakan pada proses pembakaran. Persyaratan tersebut yaitu bahan bakar
mempunyai kadar abu yang tidak tinggi. Dengan alasan, bahan bakar yang
mempunyai kadar abu yang tinggi, pada proses pembakaran dihasilkan gas
pembakaran yang mengandung banyak partikel abu yang keras dan korosif. Gas
pembakaran dengan karakteristik tersebut, akan mengenai dan merusak sudu-sudu
turbin pada waktu proses ekspansi pada temperatur tinggi.
Dengan persyaratan tersebut, bahan bakar yang memenuhi persyaratan
adalah bahan bakar cair dan gas. Bahan bakar cair dan gas cenderung mempunyai
kadar abu yang rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar padat, sehingga
lebih aman digunakan sebagai bahan bakar turbin gas.
Bahan bakar yang digunakan turbin gas pesawat terbang, persyaratan yang
haus dipenui adalah lebih ketat, hal ini karena menyangkut faktor keamanan dan
keberhasilan selama turbin gas beroperasi. Adapun persyaratannya adalah :
1. Nilai kalor per satuan berat dari bahan bakar harus tinggi. Dengan
jumlah bahan bakar yang sedikit dan ringan dengan tetapi nilai kalornya
tinggi sangat menguntungkan karena mengurangi berat pesawat terbang
secara keseluruhan.
2. Kemampuan menguap (volatility) dari bahan bakar tidak terlalu tinggi,
oleh karena pada harga volatility yang tinggi bahan bakar akan mudah
sekali menguap, terutama pada ketinggian tertentu. Hal ini akan
membahayakan karena bahan bakar menjadi mudah terbakar. Disamping
itu, saluran bahan bakar mudah tersumbat karena uap bahan bakar.
3. Kemurnian dan kestabilan bahan bakar harus terjamin, yaitu bahan bakar
tidak mudah mengendap, tidak banyak mengandung zat-zat seperti air,
debu, dan belerang. Kandungan zat zat tersebut apabila terlalu banyak
akan sangat membahayakan pada proses pembakaran. Khusus untuk
belerang, zat ini akan korosif sekali pada material sudu turbin.
4. Flash point dan titik nyala tidak terlalu rendah, sehingga penyimpanan
lebih aman.
5. Gradenya harus tinggi, bahan bakar harus mempunyai kualitas yang
bagus, tidak banyak mengandung unsur-unsur yang merugikan seperti
dyes dan tretaetyl lead.
Dengan karakteristik bahan bakar untuk turbin gas pesawat terbang seperti
yang disebutkan di atas, terlihat bahwa bahan bakar tersebut adalah bermutu
tinggi, untuk menjamin faktor keamanan yang tinggi pada operasi turbin gas
selama penerbangan. Kegagalan operasi berakibat sangat fatal yaitu turbin gas
mati, pesawat terbang kehilangan gaya dorong, kondisi ini dapat dipastikan
pesawat terbang akan jatuh. Bahan bakar pesawat yang biasa digunakan adalah
dari jenis gasolin dan kerosen atau campuran keduanya, tentunya
sudah dimurnikan dari unsur-unsur yang merugikan. Sebagai contoh, standar yang
dikeluarkan American Society for Tinting Material Spesification (ASTM) seri D-
1655, yaitu Jet A, Jet A1, Jet B. Notasi A, A, dan B membedakan titik bekunya.
G. Proses Pembakaran Turbin Gas

Pada gambar, dapat dilihat dari konstruksi komponen ruang bakar, apabila
digambarkan ulang dengan proses pembakaran adalah sebagai berikut:

Gambar. Ruang bakar dan proses pembakaran turbin gas

Proses pembakaran dari turbin gas adalah mirip dengan pembakaran mesin
diesel, yaitu proses pembakarannya pada tekanan konstan. Prosesnya adalah
sebagai berikut, udara mampat dari kompresor masuk ruang bakar, udara terbagi
menjadi dua, yaitu udara primer yang masuk saluran primer, berada satu tempat
dengan nosel, dan udara mampat sekunder yang lewat selubung luar ruang
bakar. Udara primer masuk ruang bakar melewati swirler, sehingga
alirannya berputar. Bahan bakar kemudian disemprotkan dari nosel ke zona
primer, setelah keduanya bertemu, terjadi pencampuran. Aliran udara primer yang
berputar akan membantu proses pencampuran, hal ini menyebabkan campuran
lebih homogen, pembakaran lebih sempurna. Udara sekunder yang masuk melalui
lubang-lubang pada selubung luar ruang bakar akan membantu proses
pembakaran pada zona sekunder. Jadi, zona sekunder akan menyempurnakan
pembakaran dari zona primer.
Disamping untuk membantu proses pembakaran pada zona sekunder,
udara sekunder juga membantu pendinginan ruang bakar. Ruang bakar harus
didinginkan, karena dari proses pembakaran dihasilkan temperatur yang tinggi
yang merusak material ruang bakar. Maka, dengan cara pendinginan udara
sekunder, temperatur ruang bakar menjadi terkontrol dan tidak melebihi dari yang
diijinkan. Pada gambar di atas, terlihat zona terakhir adalah zona pencampuran
(dillute zone), adalah zona pencampuran gas pembakaran bertemperatur tinggi
dengan sebagian udara sekunder. Fungsi udara pada sekunder pada zona itu
adalah mendinginkan gas pembakaran yang bertemperatur tinggi menjadi
temperatur yang aman apabila mengenai sudu-sudu turbin ketika gas pembakaran
berekspansi. Disamping itu, udara sekunder juga akan menambah massa dari
gas pembakaran sebelum masuk turbin, dengan massa yang lebih besar energi
potensial gas pembakaran juga bertambah. Apabila Wkinetik adalah energi kinetik
gas pemabakaran dengan kecepatan V, massa sebelum ditambah udara sekunder
adalah m1 maka energi kinetiknya adalah sebagai berikut:

Proses pembakaran pada turbin gas memerlukan udara yang berlebih,


biasanya sampai 30% dari kondisi normal untuk proses pembakaran dengan
jumlah bahan bakar tertentu. Kondisi ini akan berkebalikan, apabila udara
pembakaran terlalu berlimpah (lebih 30%), udara justru akan mendinginkan
proses pembakaran dan mati, karena panas banyak terbuang ke luar melalui
gas bekas yang bercampur udara dingin sekunder. Dengan pemikiran yang sama,
apabila jumlah udara kurang dari normal, yaitu terjadi overheating, material ruang
bakar dan sudu-sudu turbin bekerja melampaui kekuatannya dan ruang bakar
dapat pecah, hal ini berarti turbin gas berhenti bekerja atau proses pembakaran
terhenti.

H. Aplikasi Turbin Gas

Salah satu contoh aplikasi turbin gas yang di gunakan adalah Pembangkit
Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Gambar. Prinsip Kerja Unit Pembangkit Turbin Gas

Gambar menunjukkan prinsip kerja PLTG. Udara masuk ke kompresor


untuk dinaikkan tekanannya, kemudian udara tersebut dialirkan ke ruang bakar.
Dalam ruang bakar, udara bertekanan ini dicampur dengan bahan bakar dan
dibakar. Apabila digunakan bahan bakar gas (BBG), maka gas dapat langsung
dicampur dengan udara untuk dibakar, tetapi apabila digunakan bahan bakar
minyak (BBM), maka BBM ini harus dijadikan kabut terlebih dahulu kemudian
baru dicampur dengan udara untuk dibakar. Teknik mencampur bahan bakar
dengan udara dalam ruang bakar sangat mempengaruhi efisiensi pembakaran.
Pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar menghasilkan gas bersuhu tinggi.
Gas hasil pembakaran ini kemudian dialirkan menuju turbin untuk disemprotkan
kepada sudu-sudu turbin sehingga energi (enthalpy) gas ini dikonversikan menjadi
energi mekanik dalam turbin penggerak generator (dan kompresor udara) dan
akhirnya generator menghasilkan tenaga listrik.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Turbin gas adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk
memutar turbin dengan pembakaran internal. Didalam turbin gas energi kinetik
dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar
roda turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana
terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin.

B. Saran

Dalam penulisan makalah ini terdapat banyak sekali kekurangan terutama


dalam hal pembahasan turbin gas. Karena referensi yang penulis dapatkan sangat
minim sekali. Untuk itu saya harap kritik dan saran yang sifatnya membangun.
DAFTAR PUSTAKA

http://majarimagazine.com/2009/02/gas-turbine-engine-part-1/
http://majarimagazine.com/2009/02/gas-turbine-engine-part-2/
Sunyoto. 2008. Teknik Mesin Industri Jilid 3, [online],
(http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_16_Turbin_Gas_Sunyoto, diakses tanggal
06 Februari 2013 )
A.K.Raja, Amit Prakash Srivastava & Manish Dwivedi. Power Plant Engineering,
[online], (http://books.google.co.id/books?id=P-
7kM_VZqxcC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false, diakses
tanggal 06 Februari 2013 )

29

Anda mungkin juga menyukai