Anda di halaman 1dari 3

SUMMARY 16-4 : MILTON FRIEDMAN – THE PERMANENT INCOME

HYPOTHESIS

Makroekonomi 1

Thia Jasmina S.E., M.Sc

Oleh :

Kelompok - 3

Cita Nurjanah (1306380121)

Dilla Andyana Sari (1306379580)

Firda Amalia Ilmiawati (1306379605)

Luthfia Ayu Sarasvati (1306379214)

Nabilla Anandita (1306379284)

Faculty of Economics and Business

UNIVERSITAS INDONESIA

2015
16-4 Milton Friedman: The Permanent Income Hypothesis

The Permanent Income Hypothesis merupakan suatu hipotesis yang dinyatakan oleh
Milton Friedman melalaui bukunya yang diterbitkan pada tahun 1957. Hipotesis tersebut
menekankan bahwa manusia mengalami perubahan acak dan temporer dalam pendapatan
mereka dari tahun ke tahun. Hipotesis tersebut dapat diformulasikan dalam suatu fungsi
berikut:

di mana,

Y = Pendapatan saat ini;

YP = Pendapatan permanen (bagian pendapatan yang orang harapkan untuk terus


bertahan di masa depan atau pendapatan rata-rata);

YT = Pendapatan transitoris (bagian pendapatan yang tidak diharapkan untuk terus


bertahan atau deviasi acak dari pendapatan rata-rata).

Friedman berpendapat bahwa konsumsi seharusnya bergantung terutama pada Y P atau


pendapatan permanen. Konsumen menggunakan tabungan dan pinjaman untuk meratakan
konsumsi dalam menanggapi perubahan-perubahan transitoris dalam pendapatan Oleh
karena itu Friedman kemudian menyimpulkan fungsi konsumsi melalui pendekatan
sebagai berikut :

di mana,

α = Konstanta yang mengukur bagian dari pendapatan permanen yang dikonsumsi.

PIH menyatakan bahwa fungsi konsumsi Keynesian standar menggunakan variabel


yang salah (errors-in-variables). Menurut PHI, konsumsi bergantung pada pendapatan
permanen, sedangkan banyak studi lain menjelaskan bahwa fungsi konsumsi tidak hanya
sekedar bergantung pada pendapatan permanen melainkan bergantung pada current
income atau pendapatan saat ini yang tidak hanya terdiri atas pendapatan permanen
melainkan juga terdiri atas variabel transitory income.

Ketika fungsi konsumsi PHI dibagi dengan Y, dapat diketahui bahwa current income
memiliki hubungan yang bersifat inverse terhadap konsumsi. Apabila current income
seseorang naik, konsumsi justru menunjukkan kecenderungan yang rendah. Hal tersebut
terjadi karena current income terdiri atas dua variable yakni variable pendapatan permanen
dan pendapatan transitoris. Fluktuasi current income tahunan rumah tangga sebagian
besar berasal dari pedapatan transitoris. Oleh karena itu pendapatan tinggi tersebut justru
menunjukkan tingkat konsumsi rata-rata yang lebih rendah. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya bahwa konsumen akan cenderung menabung sebagian besar pendapatan
transitoris alih-alih membelanjakannya. Akan tetapi pada jangka panjang variasi
pendapatan berasal dari unsur permanen. Sehingga dalam jangka panjang konsumen akan
memiliki kecenderungan tingkat konsumsi rata-rata yang konstan.

Perbandingan antara PHI dan LCH (Life-Cycle Hypothesis)

 Kedua hipotesis menyatakan bahwa konsumen berusaha untuk meratakan


konsumsi mereka ketika menghadapi perubahan dalam current income.
 LCH menjelaskan bahwa current income berubah secara sistematis sebagai akibat
orang-orang bergerak melalui life-cycle mereka.
 PHI menjelaskan bahwa current income bergantung pada fluktuasi transitoris.
 Keduanya mampu menjelaskan consumption puzzle.