Anda di halaman 1dari 5

Akuntasi Biaya Dan Pengertian Biaya

Tugas Pertemuan I

Oleh : Nani Kusumawati


NIM : 090055798
Mata Kuliah : Akuntansi Biaya
Klas : Manajemen IV/ KA STIE PUTRA BANGSA

AKUNTANSI BIAYA
Pengertian, Klasifikasi dan Sifat

Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan yang membicarakan biaya dalam
arti luas. Sebagaimana diketahui bahwa tujuan akuntansi keuangan adalah menyajikan
laporan keuangan yang terdiri atas neraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan
laporan arus kas.
Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi keuangan hanya menyajikan sebagian
elemen dari laporan laba-rugi yaitu eleman biaya.

Akuntansi biaya dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu


(1) akuntansi biaya yang berhubungan dengan penentuan harga pokok produk dan
pengendalian biaya yang biasanya disebut akuntansi biaya; dan
(2) akuntansi biaya yang berhubungan dengan pengambilan keputusan yang biasanya disebut
akuntansi manajemen.

Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi biaya/manajemen:

Akuntansi Keuangan Ak. Manajemen/Biaya

Pemakai utama Pihak luar Manajemen

Lingkup informasi Perusahaan secara keseluruhan Bagian dari perusahaan

Fokus informasi Historis Historis dan masa datang

Rentang waktu Kurang fleksibel Fleksibel

Kriteria penyusunan Dibatasi standar akuntansi yang Sesuai kebutuhan


informasi diterima umum manajemen

Manfaat Untuk pengambilan keputusan oleh Untuk perencanaan, pengen-


pihak luar dalian, dan pengambilan
keputusan oleh manajemen

Perbedaan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Manajemen


Akuntansi Biaya Akuntansi Manajemen

Pihak yang Manajemen dan pihak luar Manajemen


membutuhkan

Manfaat Untuk penentuan harga pokok Untuk pengambilan


produk dan pengendalian keputusan.
Pengertian Akuntansi Biaya

Adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan
penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.

Tujuan Akuntansi Biaya

untuk menyediakan informasi biaya bagi kepentingan manajemen guna membantu mereka di
dalam mengelola perusahaan atau bagiannya.

Biaya
Pengertian dan klasifikasi

Dalam arti luas :


Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi
atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam arti sempit :


biaya merupakan bagian daripada harga pokok yang dikorbankan di dalam usaha untuk
memperoleh penghasilan.

Dalam Akuntansi Biaya dikenal dua istilah, yaitu


1. Cost (harga pokok/harga perolehan) dan
2. Expense (biaya/beban).

Cost (harga pokok) adalah pengorbanan yang diukur dalam satuan uang berupa pengurangan
aktiva atau terjadinya kewajiban untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan memberikan
manfaat di masa yang akan datang.

Expense (Biaya/beban) adalah harga pokok yang telah memberikan manfaat dan telah habis
dimanfaatkan.

Dalam praktik, istilah biaya digunakan untuk kedua pengertian tersebut di atas

Klasifikasi Biaya (Penggolongan Biaya)

Biaya dapat digolongkan menjadi beberapa golongan atas dasar, yakni sebagai berikut :

a. Obyek Pengeluaran
b. Fungsi-Fungsi Pokok Perusahaan.
c. Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai.
d. Atas Dasar Tingkah Lakunya terhadap Perubahan Volume Kegiatan.
e. Jangka Waktu

Klasifikasi biaya :
1. Elemen produk (harga pokok produk):
a. Bahan baku (direct materials)
Bahan (materials) dibedakan menjadi bahan baku dan bahan penolong (indirect
materials). Bahan baku adalah semua bahan yang dapat diidentifikasikan dengan
produk jadi, yang dapat ditelusur ke produk jadi, dan yang merupakan bagian terbesar
dari biaya produksi. Bahan penolong adalah semua bahan yang bukan termasuk
bahan baku.

b. Tenaga kerja langsung (direct labor)


Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung (direct labor) dan
tenaga kerja tidak langsung (indirect labor). Tenaga kerja langsung adalah semua
tenaga kerja yang melaksanakan proses produksi yang dapat ditelusur ke produk jadi
dan merupakan bagian terbesar dari biaya tenaga kerja. Tenaga kerja tidak langsung
adalah semua tenaga kerja yang tidak dapat dipertimbangkan sebagai biaya tenaga
kerja langsung.

c. Overhead pabrik (factory overhead)


Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung. Oleh karena itu, biaya overhead pabrik terdiri atas biaya
bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya produksi tidak langsung
lainnya.

2. Hubungan dengan produksi:


a. Biaya utama (prime costs)
Biaya utama adalah biaya yang berhubungan langsung dengan produksi. Biaya utama
terdiri atas biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya konversi (conversion costs)
Biaya konversi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengubah bahan baku menjadi
produk jadi. Biaya konversi terdiri atas biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik

3. Hubungan dengan volume:


a. Biaya variabel (variable costs)
Biaya variabel adalah biaya yang secara total berubah sebanding dengan perubahan volume
kegiatan, sementara secara per unit jumlahnya tetap. Hubungan antara biaya variabel dengan
volume kegiatan dapat dilihat pada Figure 1-6 dan Figure 1-7 dalam Polimeni Ch. 1 hal 18 –
19. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

b. Biaya tetap (fixed costs)


Biaya tetap adalah biaya yang secara total tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume
kegiatan, sementara per unitnya berubah jika volume kegiatan berubah. Hubungan antara
biaya tetap dengan volume kegiatan dapat dilihat pada Figure 1-8 dan Figure 1-9 dalam
Polimeni Ch. 1 hal 20. Contoh biaya tetap adalah sewa gudang dan biaya depresiasi.

c. Biaya campuran (mixed costs)


Biaya campuran dapat dibedakan menjadi biaya semivariabel (semivable costs) dan biaya
bertahap (step costs). Biaya semivariabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Hubungan antara biaya semivariabel dengan
volume kegiatan dapat dilihat pada Figure 1-10 dalam Polimeni Ch. 1 hal 23. Contoh biaya
semivariabel adalah biaya telepon dan biaya listrik.

Biaya bertahap adalah biaya yang jumlah totalnya berubah setelah tercapai jumlah volume
kegiatan tertentu. Hubungan antara biaya bertahap dengan volume kegiatan dapat dilihat
pada Figure 1-11 dalam Polimeni Ch. 1 hal 23. Contoh biaya bertahap adalah gaji supervisi.

Contoh biaya variabel, biaya tetap, biaya semivariabel, dan biaya bertahap dapat dilihat pada
Polimeni Ch. 1 hal 24.

4. Kemudahan ditelusur:
a. Biaya langsung (direct costs)
Biaya langsung adalah biaya yang dapat ditelusur kepada item atau area tertentu. Biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung adalah contoh biaya langsung produksi.

b. Biaya tidak langsung (indirect costs)


Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat ditelusur kepada item atau area tertentu.
Contoh biaya tidak langsung produksi adalah biaya overhead pabrik.

5. Departemen terjadi:
a. Departemen produksi (production departement)
Departemen produksi adalah departemen yang secara langsung menangani proses produksi.
Biaya yang terjadi di departemen produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik

b. Departemen jasa (service departement)


Departemen jasa adalah departemen yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses
produksi. Contoh departemen jasa adalah Departemen Pemeliharaan. Biaya yang terjadi di
departemen jasa diakui sebagai biaya overhead pabrik.

6. Fungsi perusahaan:
a. Biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya yang berhubungan langsung dengan produksi produk
tertentu. Biaya produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik
b. Biaya administrasi
Biaya administrasi adalah biaya yang terjadi dalam rangka pengarahan, pengendalian, dan
pengoperasian perusahaan.

c. Biaya pemasaran
Biaya pemasaran adalah biaya yang terjadi dalam rangka promosi suatu produk.

d. Biaya keuangan
Biaya keuangan adalah biaya yang berhubungan dengan perolehan dana untuk operasi
perusahaan, misalnya biaya bunga.

7. Pembebanan sebagai biaya (period charged to income):


a. Biaya produksi (product costs)
Biaya produksi adalah biaya yang langsung maupun tidak langsung dapat
diidentifikasikan kepada produk tertentu. Biaya produksi terdiri atas biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya produksi
dilaporkan sebagai persediaan sampai dengan produk yang bersangkutan terjual. Jika
produk terjual, biaya produksi yang terkandung dalam persediaan akan dibebankan
sebagai biaya (expense) yang disebut harga pokok penjualan.
b. Biaya periode (period costs)
Biaya periode adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung tidak
dapat dihubungkan dengan suatu produk. Biaya periode harus dibebankan sebagai
biaya pada periode terjadinya. Contoh biaya periode adalah semua biaya administrasi,
biaya pemasaran, dan biaya keuangan.

8. Hubungan dengan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan:


a. Biaya dianggarkan dan standar (standard and budgeted costs)
b. Biaya terkendali dan tak terkendali (controllable and noncontrollable costs)
c. Biaya committed dan kebijakan (committed and discretionary fixed costs)
d. Biaya relevan dan tak relevan (relevant and irrelevant costs)
e. Biaya diferensial (differential costs)
f. Biaya kesempatan (opportunity costs)
g. Biaya batas penutupan usaha (shutdown costs)
Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada Polimeni-Ch.1-hal 28 s.d. 29.

Materi tugas ini diambil dari berbagai sumber.