Anda di halaman 1dari 4

SUMMARY NOTES - [1911-AJBR-01-01]

SISTEM PERSAMAAN LINEAR


(Direview oleh: Della Maulidiya, S.Si., M.Kom)

Definisi Persamaan Linear


Sebuah garis di sistem koordinat persegi panjang pada dimensi dua dinyatakan oleh
persamaan linear
𝒂𝒙 + 𝒃𝒚 = 𝒄
dengan x dan y adalah variabel yang menyatakan koordinat titik yang dilalui garis dan
bilangan konstanta 𝒂, 𝒃, dan 𝒄 untuk 𝑎 dan 𝑏 keduanya tidak bernilai nol. Sedangkan
bidang pada dimensi tiga dinyatakan oleh persamaan linear
𝒂𝒙 + 𝒃𝒚 + 𝒄𝒛 = 𝒅
dengan a, b, c ketiganya tidak nol secara bersamaan. Secara umum persamaan di
dimensi – 𝒏 adalah persamaan linear 𝑛 variabel
𝒙𝟏 , 𝒙𝟐 , 𝒙𝟑 , … , 𝒙𝒏
dan dinyatakan sebagai
𝒂𝟏 𝒙𝟏 + 𝒂𝟐 𝒙𝟐 + 𝒂𝟑 𝒙𝟑 + . . . +𝒂𝒏 𝒙 𝒏 = 𝒃
di mana koefisien 𝑎1 untuk bilangan bulat 𝑖 = 1, 2, 3, … , 𝑛 tidak semuanya nol dan b
adalah konstanta. Persamaan tersebut dinamakan linear karena derajat (pangkat)
tertinggi setiap variabel adalah satu.

Contoh-contoh persamaan linear:


 𝑥 + 3𝑦 = 7
1
 𝑥– 𝑦 + 3𝑧 = 1
2
 𝑥1 – 2𝑥2 – 3𝑥3 + 𝑥4 = 0
 𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 + ⋯ + 𝑥𝑛 = 10
 𝑥2 = 2(√6 − 𝑥1 ) + 𝑥3 adalah persamaan linear yang diubah menjadi
2𝑥1 + 𝑥1 − 𝑥3 = 2√6

Contoh-contoh bukan persamaan linear:


 𝑥 2 + 3𝑦 = 7 (variabel 𝑥 berderajat dua)
 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑥𝑦 (mengandung bentuk xy)
 𝑠𝑖𝑛 𝑥 + 𝑦 = 0 (memuat bentuk trigonometri)
1
 √𝑥1 +2𝑥2 + 𝑥3 (variabel 𝑥1 dalam bentuk akar  artinya berpangkat 2)

Definisi Sistem Persamaan Linear


Sistem persamaan linear (SPL atau sistem linear) adalah kumpulan satu atau lebih
berhingga persamaan linear yang memuat variabel-variabel yang sama. Variabel pada
SPL dinamakan unknown. Bentuk umum SPL dengan m persamaan dan n unknown
𝑥1 , 𝑥2 , … , 𝑥𝑛 sebagai berikut:

Halaman | 1
SUMMARY NOTES - [1911-AJBR-01-01]

Indeks 𝑖 dan 𝑗 pada koefisien 𝑎𝑖𝑗 adalah lokasi koefisien pada SPL yaitu pada
persamaan ke- 𝑖 dan variabel ke-𝑗. Solusi SPL dengan 𝑛 unknown adalah 𝑛 buah
bilangan s1, s2, s3, …, sn yang disebut 𝑛-tuple berurutan (ordered 𝑛-tuple) dan memenuhi
kondisi 𝒙𝟏 = 𝒔 𝟏 , 𝒙𝟐 = 𝒔 𝟏 , 𝒙𝟑 = 𝒔 𝟑 , … , 𝒙𝒏 = 𝒔 𝟏 sehingga persamaan SPL menjadi penyataan
yang benar. Dua SPL dikatakan ekivalen jika mempunyai himpunan solusi yang sama.
Suatu SPL memiliki tiga kemungkinan solusi, yaitu tidak mempunyai solusi, tepat satu
solusi, atau memiliki banyak solusi. Jika SPL mempunyai tepat satu atau banyak solusi
maka SPL dikatakan konsisten, dan dikatakan tidak konsisten apabila SPL tidak
mempunyai solusi.

Tidak ada solusi Tepat satu solusi Banyak solusi

Dua garis sejajar Dua garis berpotongan Dua garis sama


SPL tidak konsisten SPL konsisten

Tabel 1 Ilustrasi geometris solusi untuk SPL pada dimensi dua

Perhatikan dan bandingkan solusi empat SPL berikut:

Setiap persamaan pada dimensi tiga digambarkan sebagai sebuah bidang. Hubungan
antar bidang, yaitu saling sejajar atau berpotongan. Jika dua atau lebih persamaan
bidang saling sejajar maka tidak ada titik potong artinya SPL tersebut tidak memiliki
solusi. Dua atau lebih bidang yang saling berpotongan mempunyai solusi tunggal hanya
jika bidang-bidang itu berpotongan hanya di satu titik.

Halaman | 2
SUMMARY NOTES - [1911-AJBR-01-01]

SPL tidak mempunyai solusi


Tiga bidang yang paralel Dua bidang parallel yang Ketiga bidang tidak
memotong satu bidang berpotongan di satu titik

SPL mempunyai banyak solusi


Tiga bidang berpotongan di satu garis Semua bidang berimpit

SPL mempunyai satu solusi tunggal : bidang-bidang berpotongan di satu titik

Tabel 2 Ilustrasi geometris untuk SPL pada dimensi tiga

Himpunan solusi untuk sistem persamaan linear yang memiliki banyak solusi dapat
dinyatakan dalam persamaan parametrik, di mana setiap variabel (unknown) dinyatakan
dalam parameter.

Contoh soal:

Tentukan persamaan parametrik sebagai solusi untuk SPL berikut:


 𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 5
 2𝑥 − 2𝑦 + 4𝑧 = 10
 3𝑥 − 3𝑦 + 6𝑧 = 15
Penyelesaian:
Persamaan kedua dan ketiga pada SPL tersebut merupakan kelipatan dari persamaan
pertama. Maka persamaan pertama dapat diubah menjadi
𝒙 − 𝒚 + 𝟐𝒛 = 𝟓  𝒙 = 𝒚 − 𝟐𝒛 − 𝟓
dan diperoleh persamaan parametrik
 𝑥 = 𝑟 – 2𝑠 – 5
 𝑦 = 𝑟

Halaman | 3
SUMMARY NOTES - [1911-AJBR-01-01]

 𝑧 = 𝑠

Solusi khusus diberikan jika ditentukan nilai parameter r dan s. Misal jika r = 1 dan s = 2
maka
 𝑥 = 𝑟 – 2𝑠 – 5
= 1 − 2( 2) − 5
= −8

 𝑦 =𝑟=1

 𝑧 = 𝑠=2

Penulis: Della Maulidiya, S.Si., M.Kom.


Sumber Referensi:
Anton, H., & Rorres, C. (2010). Elementary linear algebra (10th ed.). USA: John Wiley & Son.

Halaman | 4