0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan16 halaman

Matriks Dalam Komposisi Transformasi Geometri

Dokumen tersebut membahas tentang geometri transformasi yang mencakup translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Transformasi-transformasi tersebut dijelaskan dengan menggunakan konsep vektor dan matriks. Contoh-contoh soal juga diberikan untuk masing-masing jenis transformasi geometri.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan16 halaman

Matriks Dalam Komposisi Transformasi Geometri

Dokumen tersebut membahas tentang geometri transformasi yang mencakup translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Transformasi-transformasi tersebut dijelaskan dengan menggunakan konsep vektor dan matriks. Contoh-contoh soal juga diberikan untuk masing-masing jenis transformasi geometri.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GEOMETRI TRANSFORMASI

( MENGGUNAKAN MATRIKS DALAM KOMPOSISI TRANSFORMASI GEOMETRIS )

Geometri Transformasi terdiri atas :


1. Translasi ( pergeseran )
2. Refleksi ( pencerminan )
3. Rotasi ( perputaran )
4. Dilatasi ( perkalian atau perbesaran/perkalian )

I. GEOMETRI TRANSFORMASI SEBUAH TITIK

A. Translasi Titik
Perhatikan gambar berikut ini

1
C1
A

B1
C
A

Bangun geometri ABC pada gambar diatas digeser menjadi bangun geometri segitiga A1B1C1
Setiap titik pada daerah segitiga ABC digeser dalam jarak dan arah tertentu menjadi segitiga A1B1C1
Atau A A1
B B1
C C1 … demikian seterusnya, sehingga AA1 = BB1 = CC1.
Transformasi yang demikian disebut dengan translasi ( pergeseran )
𝑎
Translasi suatu titik ( x , y ) ditranslasi oleh T ( ) , maka peta ( bayangannya ) adalah ( x + a , y + b )
𝑏
Atau dapat dituliskan dengan bentuk :
𝒂
( )
𝒃
A( x , y ) A1 ( x + a , y + b )
2
Contoh : Tentukan bayangan titik B( 4 , –5 ) yang ditranslasikan oleh ( )
1
2
( )
1
Jawab : B( 4 , –5 ) B1( 4 + 2 , – 5 + 1 ) = B1( 6 , –4 )

𝑎
Dalam bentuk matriks nya dapat dituliskan Jika titik A ( x , y ) ditranslasikan oleh ( ),maka bayangan nya
𝑏
𝑥 1 𝑥 𝑎
diperoleh titik B1( x1, y1) yaitu : ( 1 ) = (𝑦) + ( )
𝑦 𝑏

B. Refleksi titik
1. Refleksi titik terhadap sumbu X
Y

∎ A(6,3)

∎A1(6 , -3)

Refleksi titik terhadap sumbu X pada gambar diatas dapat kita tuliskan
Sb X
A(6,3) A1( 6 ,–3)

Atau dapat dituliskan pencerminan titik ( x , y ) terhadap sumbu X maka bayangannya ( x , -y)
Sb X
A(x,y) A1( x ,–y )

Matriks yang bersesuaian dengan pencerminan titik terhadap sumbu X


𝑥1 1 0 𝑥
( 1) = ( ) (𝑦)
𝑦 0 −1

Contoh : tentukan bayangan titik A ( 6 , 3 ) yang dicerminkan terhadap sumbu X


Jawab : Dengan menggunakan matriks

𝑥1 1 0 6 1.6 + 0.3
( 1) = ( )( ) = ( )
𝑦 0 −1 3 0.6 + −1.3
𝑥1 6
( 1) =( )
𝑦 −3
Bayangan titikA adalah A1 ( 6 , –3 )
2. Refleksi titik terhadap Sumbu Y

Refleksi titik terhadap sumbu Y pada gambar diatas dapat kita tuliskan
Sb Y
A(6,3) A1( – 6 ,3)

Atau dapat dituliskan pencerminan titik ( x , y ) terhadap sumbu Y maka bayangannya (–x ,y)
Sb Y
A(x,y) A1( –x , y )

Matriks yang bersesuaian dengan pencerminan titik terhadap sumbu Y


𝑥1 −1 0 𝑥
( 1) = ( )( )
𝑦 0 1 𝑦

Contoh : tentukan bayangan titik A ( 6 , 3 ) yang dicerminkan terhadap sumbu Y


𝑥1 −1 0 6
Jawab : ( 1 ) = ( )( )
𝑦 0 1 3
−1.6 + 0.3 −6 + 0
= ( )=( )
0.6 + 1.3 0+3
𝑥1 −6
( 1) = ( )
𝑦 3
Bayangan titik A adalah A1( – 6 , 3 )

3. Refleksi titik terhadap garis y = x


Y

Garis y = x
A(2,6)

A1(6,2)

Pada gambar di atas titik A( 2 , 6 ) dicerminkan terhadap garis y = x diperoleh bayangannya A1 ( 6 , 2 )


Pencerminan titik terhadap garis y = x dapat dituliskan
y=x
A(x,y) A1 ( y , x )

Matriks pencerminan titik terhadap garis y = x dapat dituliskan

𝑥1 0 1 𝑥
( 1) = ( )( )
𝑦 1 0 𝑦
Contoh : tentukan bayangan titik A ( 2 , 6 ) yang dicerminkan terhadap garis y = x

𝑥1 0 1 2 0.2 + 1.6
Jawab : ( 1 ) = ( )( ) = ( )
𝑦 1 0 6 1.2 + 0.6
0+6
=( )
2+0
𝑥1 6
( 1) = ( )
𝑦 2
Bayangan titik A adalah ( 6 , 2 )

4. Refleksi titik terhadap garis y = – x


y = –x
A(x,y) A1(–y ,–x )
Contoh : tentukan bayangan titik B( 3, 9) oleh pencerminan terhadap garis y = –x
Jawab : y = –x
B(3,9) B1(–9 ,–3 )

Dengan kata lain dapat dituliskan bahwa pencerminan ( x, y ) terhadap garis y= –x


𝑥1 = −𝑦
𝑥1 = −𝑥
Persamaan ini dapat dimanipulasi menjadi :

𝑥1 = 0. 𝑥 + (−1). 𝑦 Disebut juga matriks refleksi


𝑥1 0 −1 𝑥
𝑦1 = (−1). 𝑥 + 0. 𝑦 atau ( 1) = ( ) (𝑦) terhadap garis y = –x
𝑦 −1 0

5. Releksi titik terhadap titik asal O( 0, 0 )

O(0,0)
A(x,y) A1(–x ,–y )

Contoh : tentukan bayangan titik B( 3, 9) oleh pencerminan terhadap titik asal O(0,0)
Jawab : O(0,0)
B(3,9) B1(–3 ,–9)
Bayangan titik B adalah B1(–3 ,–9)

Persamaan Transformasi refleksi terhadap titik asal O(0,0) ditentukan oleh hubungan
𝑥1 = −𝑥
𝑦1 = −𝑦
Persamaan ini dapat dituliskan kembali menjadi
𝑥1 = −1. 𝑥 + 0. 𝑦 𝑥1 −1 0 𝑥 Disebut juga matriks refleksi
atau ( 1) = ( ) (𝑦)
𝑦1 = 0. 𝑥 + (−1). 𝑦 𝑦 0 −1 terhadap titik asal O(0,0)

TABEL HUBUNGAN ANTARA REFLEKSI , PEMETAAN KOORDINAT DAN MATRIKS REFLEKSINYA

REFLEKSI TERHADAP PEMETAAN MATRIKS REFLEKSI YANG BERSESUAIAN

1 0
Sumbu X (x,y) (x,–y) ( )
0 −1
−1 0
Sumbu Y (x,y) ( –x , y ) ( )
0 1
0 1
Garis y = x (x,y) (y,x) ( )
1 0
0 −1
Garis y = – x (x,y) (–y , –x ) ( )
−1 0
−1 0
Titik asal O(0,0) (x,y) ( –x ,–y ) ( )
0 −1
6. Refleksi titik terhadap garis x = k ( k = konstanta / bilangan real )
x=k
Titik A ( x , y ) A1( 2k – x , y )
Contoh : tentukan bayangan titik A ( 4 , 5 ) dicerminkan terhadap garis x = 3
Jawab : x=3
Titik A ( 4 , 5 ) A1( 2. 3 – 4 , 5 ) = A1( 2 , 5 )
Bayangannya adalah A1( 2 , 5 )
Dalam bentuk matriks dapat dituliskan :
𝑥1 2𝑘 − 𝑥
( 1) = ( )
𝑦 𝑦

7. Refleksi titik terhadap garis y = k ( k = konstanta / bilangan real )

y=k
Titik A ( x , y ) A1( x , 2k – y )
Contoh : tentukan bayangan titik A ( 4 , 5 ) dicerminkan terhadap garis y = 3
Jawab : y=3
Titik A ( 4 , 5 ) A1( 4 , 2. 3 – 5 ) = A1( 4 , 1 )
Bayangannya adalah A1( 2 , 5 )
Dalam bentuk matriks dapat dituliskan :
𝑥1 𝑥
( 1 ) = (2𝑘 − 𝑦)
𝑦

C. Rotasi (Putaran )
1. Rotasi sebuah titik( x , y ) pada titik asal O(0,0) sejauh 𝜶 ( besar sudut tertentu)

Rotasi pusat O ( 0,0 ) Rotasi

Rotasi 900 (x,y) ( –y,x )

Rotasi – 900 (x,y) ( y , –x )

Rotasi 1800 (x,y) ( –x,–y )

Catatan : 1. Rotasi 900 sama dengan rotasi – 2700


2. Rotasi – 900 sama dengan Roasi 2700
3. Rotasi 1800 sama dengan Rotasi – 1800

Untuk Rotasi dapat juga dibuat bentuk matriksnya yaitu :


𝑥1 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑥
( 1) = ( ) (𝑦 )
𝑦 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼

Titik A ( x , y ) di rotasi pada O(0,0) sejauh 𝛼 dan bayangannya 𝐴1 (𝑥1 , 𝑦1 ) dalam bentuk matriks dapat
dituliskan 𝑥1 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑥
( 1) = ( )( )
𝑦 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼 𝑦
Contoh : a. Tentukan bayangan titik K ( 4 , 8 ) dirotasi pada tiitk asal O sejauh 300
𝑥1 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑥
Jawab : ( 1 ) = ( )( )
𝑦 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼 𝑦
0
= (𝑐𝑜𝑠300 −𝑠𝑖𝑛300 ) (4)
𝑠𝑖𝑛30 𝑐𝑜𝑠300 8
1 1
√3 −24
2
=( 1 1 )( )
2 2
√3 8
1 1
√3 .4 + − 2 . 8
= (2 1 1 )
. 4 + √3 . 8
2 2

2√2 − 4
= ( )
2 + 4√3
𝑥1 2√2 − 4
( 1) = ( )
𝑦 2 + 4√3
Bayangannya adalah 𝐾 1 (2√3 − 4 , 2 + 4√3 )

b. tentukan bayangan titik M( 6 , 2 ) dirotasi pada titik asal sejauh 900


𝑥1 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑥
Jawab : ( 1) = ( ) (𝑦)
𝑦 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼
0 0 6
= (𝑐𝑜𝑠900 −𝑠𝑖𝑛900 ) ( )
𝑠𝑖𝑛90 𝑐𝑜𝑠90 2
0 −1 6
=( )( )
1 0 2
0 .6 + −1.2
=( )
1.6 + 0 .2
0− 2
= ( )
6+0
𝑥1 −2
( 1) = ( )
𝑦 6

Bayangannya adalah 𝑀1 (−2 , 6 )

2. Rotasi sebuah titik ( x,y ) pada titik P(a, b ) sejauh 𝜶

Rotasi pusat P ( a,b ) Rotasi

Rotasi 900 (x,y) (a+b –y, –a+b+x )

Rotasi – 900 (x,y) ( a – b + y , a + b –x )

Dalam bentuk matriks dapat dituliskan

𝑥1 − 𝑎 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑥 − 𝑎
( 1 )=( ) (𝑦 − 𝑏)
𝑦 − 𝑏 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼
Contoh : Tentukan bayangan titik L( 8 , 5 ) dirotasi pada titik P( 2 , 3 ) sejauh 900
Jawab ; 𝑥1 − 𝑎 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑥 − 𝑎
( 1 )=( ) (𝑦 − 𝑏)
𝑦 − 𝑏 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼
𝑥1 − 2 0
−𝑠𝑖𝑛900 ) (8 − 2)
( 1 ) = (𝑐𝑜𝑠900
𝑦 − 3 𝑠𝑖𝑛90 𝑐𝑜𝑠900 5−3
𝑥1 − 2 0 −1 6
( )=( )( )
𝑦1 − 3 1 0 2
𝑥1 − 2 0 .6 + (−1). 2
( )= ( )
𝑦1 − 3 1 .6 + 0 .2
𝑥1 − 2 −2
( 1 )= ( )
𝑦 − 3 6
𝑥1 −2 + 2
( 1) = ( )
𝑦 6+3
𝑥1 0
( 1) = ( )
𝑦 9
Bayangan titik L adalah 𝐿1 ( 0 , 9 )

D. Dilatasi titik
Dilatasi ( perbesaran / perkalian )
Dilatasi dari titik A ( x , y ) dengan faktor skala k dapat dituliskan [𝐴, 𝑘], A disebut dilatasi sedangkan
k = faktor skala

1. Dilatasi titik P ( x , y ) dengan faktor skala k

[𝑂 , 𝑘]
Titik P ( x , y ) P1( kx , ky )

Contoh : tentukan bayangan titik M ( 9 , 2 ) oleh dilatasi [𝑂, 3]


Jawab : [𝑂, 3]
Titik M( x , y ) M1( 3.9 , 3.2 ) = 𝑀1 (27, 6 )
Bayangan titik M adalah 𝑀1 (27, 6 )

Dari hubungan 𝑥1 = 𝑘𝑥
𝑦 1 = 𝑘𝑦

Persamaan ini dapat dituliskan dalam benuk matriks

𝑥1 = 𝑘. 𝑥 + 0. 𝑦 𝑥1 𝑘 0 𝑥 Disebut juga matriks


atau ( 1) = ( )( )
𝑦1 = 0. 𝑥 + 𝑘. 𝑦 𝑦 0 𝑘 𝑦 dilatasi [𝑂. 𝑘]
Contoh diatas jika diselesaikan menggunakan matriks dilatasi
𝑥1 𝑘 0 𝑥
( 1) = ( )( )
𝑦 0 𝑘 𝑦

𝑥1 3 0 9
( 1) = ( )( )
𝑦 0 3 2

3.9 + 0.2
=( )
0.9 + 3 .2
27 + 0
=( )
0+6

𝑥1 27
( ) =( )
𝑦1 6

Bayangan titik m adalah 𝑀1 (27, 6 )

2. Dilatasi titik M ( x , y ) dengan titik pusat P( a , b )

[𝑃(𝑎, 𝑏), 𝑘]
M( x , y ) 𝑀1 (𝑎 + 𝑘(𝑥 − 𝑎), 𝑏 + 𝑘( 𝑦 − 𝑏))
Dapat dituliskan hubungannya
𝑥1 = 𝑎 + 𝑘(𝑥 − 𝑎)
𝑦1 = 𝑏 + 𝑘(𝑦 − 𝑏)

Contoh : tentukan bayangan titik M(5,6 ) dilatasi oleh [𝑃(2,3), 4]


Jawab :
[𝑃(2,3), 4]
M( 5 , 6 ) 𝑀1 (2 + 4(5 − 2), 3 + 4( 6 − 3))
𝑀1 (2 + 12, 3 + 12)
𝑀1 (14 , 15)

Bayangan titik M adalah 𝑀1 (14 , 15)

II. GEOMETRI TRANSFORMASI GARIS/KURVA

A. TRANSLASI KURVA / GARIS

𝑎
Translasi suatu titik ( x , y ) ditranslasi oleh T ( ) , maka peta ( bayangannya ) adalah ( x + a , y + b )
𝑏
Atau dapat dituliskan dengan bentuk :
𝒂
( )
𝒃
A( x , y ) A1 ( x + a , y + b )
𝑥1 𝑥 𝑎
Dengan kata lain dapat dituliskan bahwa A1 = ( 1 ) = (𝑦) + ( )
𝑦 𝑏
Untuk Translasi pada Kurva / garis dapat kita gunakan matriks translasi pada titik
𝑥1 𝑥 𝑎 𝑥 𝑥1 𝑎
A1 = ( 1 ) = (𝑦) + ( ) , dari matriks tersebut dapat dituliskan bahwa (𝑦) = ( 1 ) − ( )
𝑦 𝑏 𝑦 𝑏
Atau 𝑥 = 𝑥 − 𝑎 1

𝑦 = 𝑦1 − 𝑏
4
Contoh : 1. Tentukan bayangan garis : y = 3x – 4 jika ditranslasikan oleh translasi ( )
5
Penyelesaian : dari translasi di atas di peroleh a = 4 dan b = 5
Gunakan matriks 𝑥 = 𝑥1 − 𝑎
𝑦 = 𝑦1 − 𝑏
Sehingga 𝑥 = 𝑥1 − 4 Substitusikan ke persamaan
𝑦 = 𝑦1 − 5 garis y = 3x – 4

y = 3x – 4
(𝑦1 − 5 ) = 3 ( 𝑥1 − 4 ) − 4
𝑦1 − 5 = 3𝑥1 − 12 − 4
𝑦1 = 3𝑥1 − 11
Bayangan garis / kurva oleh translasi adalah y = 3x – 11

−5
2. Bayangan lingkaran (𝑥 − 3)2 + (𝑦 + 1)2 = 4 oleh translasi ( )adalah . . .
2
Penyelesaian : 𝑥 = 𝑥1 + 5
𝑦 = 𝑦 1 − 2 , substitusikan ke
2 2
((𝑥1 + 5) − 3) + ((𝑦1 − 2) + 1) = 4
Setelah disubstitusikan tanda pangkat 1 dapat dihilangkan
(𝑥 + 2)2 + (𝑦 − 1)2 = 4 Dapat diuraikan lagi menjadi
( 𝑥 + 4𝑥 + 4) + (𝑦 − 2𝑦 + 1) = 4
2 2

𝑥 2 + 𝑦 2 + 4𝑥 − 2𝑦 + 1 = 0
Bayangannya adalah : (𝑥 + 2)2 + (𝑦 − 1)2 =
Atau : 𝑥 2 + 𝑦 2 + 4𝑥 − 2𝑦 + 1 = 0

B. REFLEKSI KURVA/GARIS

1. Refleksi garis/kurva terhadap sumbu X

Matriks yang bersesuaian dengan pencerminan titik terhadap sumbu X


𝑥1 1 0 𝑥
( 1) = ( ) (𝑦)
𝑦 0 −1
𝑥1 𝑥 𝑥 𝑥1
Dengan kata lain dapat dituliskan bahwa : ( 1 ) = (−𝑦) atau (𝑦) = ( 1 )
𝑦 −𝑦

Contoh : Tentukan bayangan kurva y = 2x + 5 di refleksikan terhadap sumbu X


𝑥 𝑥1
Penyelesaian : Kita substitusikan (𝑦) = ( 1 ) ke persamaan garis
−𝑦
−𝑦 = 2𝑥 + 5 atau – y = 2x + 5
1 1

Atau dapat dituliskan y = – 2x – 5


Atau 2x – y + 5 = 0
Catatan : Bentuk persamaan garis dapat disesuaikan dengan option yang ada )

2. Refleksi garis/kurva terhadap Sumbu Y


Matriks yang bersesuaian dengan pencerminan titik terhadap sumbu Y
𝑥1 −1 0 𝑥
( 1) = ( )( )
𝑦 0 1 𝑦
𝑥1 −𝑥 𝑥 −𝑥1
Dengan kata lain dapat dituliskan dala bentuk : ( 1 ) = ( 𝑦 ) atau (𝑦) = ( 1 )
𝑦 𝑦
Contoh : Tentukan bayangan garis 3x – 5y + 17 = 0 , jika dicerminkan terhadap sumbu Y.
𝑥 −𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( 1 )
𝑦
3(−𝑥 − 5(𝑦1 ) + 17 = 0
1)

−3𝑥1 − 5𝑦1 + 17 = 0
Bayangannya adalah – 3x – 5y + 17 = 0 atau

3. Refleksi garis/kurva terhadap garis y = x

Pencerminan titik terhadap garis y = x dapat dituliskan


y=x
A(x,y) A1 ( y , x )

Matriks pencerminan titik terhadap garis y = x dapat dituliskan

𝑥1 0 1 𝑥 𝑥1 𝑦 𝑦 𝑥1
( 1) = ( ) (𝑦) atau dapat dinyatakan dengan ( 1 ) = ( ) atau ( ) = ( 1 )
𝑦 1 0 𝑦 𝑥 𝑥 𝑦

Contoh : Tentukan bayangan garis : 4x + 3y = 21 yang dicerminkan terhadap garis y = x


𝑦 𝑥1
Penyelesaian : ( ) = ( 1 ) substitusikan ke persamaan garis
𝑥 𝑦
4(𝑦 + 3(𝑥1 ) = 21
1)

4y + 3x = 21
Bayangannya adalah : 3x + 4y = 21

4. Refleksi garis/kurva terhadap garis y = – x


y = –x
A(x,y) A1(–y ,–x )

Dengan kata lain dapat dituliskan bahwa pencerminan ( x, y ) terhadap garis y= –x


𝑥1 = −𝑦
𝑦1 = −𝑥
Persamaan ini dapat dimanipulasi menjadi :

𝑥 −𝑦 1
Dapat dituliskan : (𝑦) = ( 1 )
−𝑥

Contoh : Tentukan bayangan kurva 𝑦 = −2𝑥 2 − 3𝑥 + 15, jika direfleksikan terhadap garis y = – x .
𝑥 −𝑦 1
Penyelesaian : (𝑦) = ( 1 ) substitusikan terhadap kurva
−𝑥
𝑦 = −2𝑥 2 − 3𝑥 + 15
−𝑥 1 = −2(−𝑦1 )2 − 3(−𝑦1 ) + 15
Bayangannya: −𝑥 = −2𝑦 2 + 3𝑦 + 15 atau 𝑥 = 2𝑦 2 − 3𝑦 − 15
Atau 𝑥−2𝑦 2 + 3𝑦 + 15 = 0 atau 2𝑦 2 − 3𝑦 − 𝑥 − 15 = 0

5. Releksi garis/kurva terhadap titik asal O( 0, 0 )

O(0,0)
A(x,y) A1(–x ,–y )

Persamaan Transformasi refleksi terhadap titik asal O(0,0) ditentukan oleh hubungan
𝑥1 = −𝑥
𝑦1 = −𝑦
Persamaan ini dapat dituliskan kembali menjadi
𝑥1 = −1. 𝑥 + 0. 𝑦 𝑥1 −1 0 𝑥 Disebut juga matriks refleksi
atau (
1
𝑦 = 0. 𝑥 + (−1). 𝑦 1) = ( ) (𝑦) terhadap titik asal O(0,0)
𝑦 0 −1

𝑥 −𝑥1
Sehingga dapat dituliskan : (𝑦) = ( 1 )
−𝑦
Contoh : Tentukan bayangan garis 5x – 2y + 20 = 0 yang dicerminkan terhadap titik asal O(0,0)
𝑥 −𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( 1 ) substusikan terhadap garis
−𝑦
5x – 2y + 20 = 0
5(−𝑥1 ) − 2(−𝑦1 ) + 20 = 0
5(−𝑥1 ) − 2(−𝑦1 ) + 20 = 0
Atau : – 5x + 2y + 20 = 0
Atau : 5x – 2y – 20 = 0

6. Refleksi garis/kurva terhadap garis x = k ( k = konstanta / bilangan real )


x=k
Titik A ( x , y ) A1( 2k – x , y )
Dalam bentuk matriks dapat dituliskan :
𝑥1 2𝑘 − 𝑥
( 1) = ( )
𝑦 𝑦
𝑥 2𝑘 − 𝑥1
Dengan kata lain dapat dituliskan : (𝑦) = ( )
𝑦1

Contoh : 1. Tentukan bayangan garis y = 3x – 1 yang dicerminkan terhadap garis x = 4


𝑥 2𝑘 − 𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( ) substitusikan terhadap garis
𝑦1
y = 3x – 1
𝑦1 = 3(2.4 − 𝑥1 ) − 1
𝑦 1 = 3(8 − 𝑥1 ) − 1
𝑦1 = 24 − 3𝑥1 − 1
𝑦1 = −3𝑥1 + 23
Bayangannya adalah : y = – 3x + 23
Atau 3x + y – 23 = 0

2. Tentukan bayangan kurva 𝑦 = 𝑥 2 − 2 jika dicerminkan terhadap garis x = 4


𝑥 2𝑘 − 𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( ) substitusikan terhadap kurva
𝑦1
𝑦 = 𝑥2 − 2
𝑦 1 = (2.4 − 𝑥1 )2 − 2
𝑦 = (8 − 𝑥)2 − 2 Tanda pangkat 1 dapat dihilangkan
𝑦 = 64 − 16𝑥 + 𝑥 2 − 2
Bayangannya adalah : 𝑦 = 62 − 16𝑥 + 𝑥 2
Atau : 𝑥 2 − 16𝑥 − 𝑦 + 62 = 0

7. Refleksi garis /kurva terhadap garis y = k ( k = konstanta / bilangan real )

y=k
Titik A ( x , y ) A1( x , 2k – y )
Dalam bentuk matriks dapat dituliskan :
𝑥1 𝑥 𝑥 𝑥1
( 1 ) = (2𝑘 − 𝑦)atau dapat dituliskan (𝑦) = ( )
𝑦 2𝑘 − 𝑦 1
Contoh :1. Tentukan bayangan garis 3x + 2y + 4 = 0, jika dicerminkan terhadap garis y=3
𝑥 𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( ) substitusikan ke persamaan garis
2𝑘 − 𝑦1
3x + 2y + 4 = 0
3𝑥1 + 2(2.3 − 𝑦1 ) + 4 = 0
3𝑥1 + 2(6 − 𝑦1 ) + 4 = 0
3𝑥1 − 2𝑦 1 + 16 = 0
Bayangannya adalah : 3x – 2y + 16 = 0

2. Tentukan bayangan kurva 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1, jika dicerminkan terhadap garis y = 3


𝑥 𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( ), substitusikan terhadap kurva
2𝑘 − 𝑦1
𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1
(2.3 − 𝑦1 ) = (𝑥1 )2 + 2𝑥1 + 1
6 − 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 Tanda pangkat 1 dapat dihilangkan
Bayangannya adalah : 𝑥 + 2𝑥 + 𝑦 − 5 = 0
2

C. ROTASI/PUTARAN PADA GARIS ATAU KURVA

1. Rotasi garis/kurva pada titik asal O(0,0) sejauh 𝜶 ( besar sudut tertentu)

Rotasi titik ( x , y ) pada


𝑥1 titik O(0,0)
𝑐𝑜𝑠𝛼 sejauh
−𝑠𝑖𝑛𝛼𝛼 dan𝑥bayangannya 𝐴1 (𝑥1 , 𝑦1 ) dalam bentuk matriks
dapat dituliskan (𝑦 1 ) = ( 𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼 ) (𝑦)

𝑥 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 −1 𝑥1
dengan kata lain bahwa (𝑦) = ( ) ( 1)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼 𝑦
Contoh : Tentukan bayangan dari garis y = 4x – 2 jika dirotasikan sejauh 450 dengan pusat O( 0,0 ).
𝑥 𝑐𝑜𝑠𝛼 −𝑠𝑖𝑛𝛼 −1 𝑥1
Penyelesaian : (𝑦) = ( ) ( 1)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑐𝑜𝑠𝛼 𝑦
𝑥 0 0 −1 𝑥 1
(𝑦) = (𝑐𝑜𝑠450 −𝑠𝑖𝑛450 ) ( 1 )
𝑠𝑖𝑛45 𝑐𝑜𝑠45 𝑦
−1
1 1
𝑥 √2 − 2 √2 𝑥1
(𝑦) = (21 1 ) ( 1)
√2 √2 𝑦
2 2
1 1
𝑥 1 2
√2 2
√2 𝑥1
(𝑦) = 1 1 1 1 (−1 1 ) ( 1)
2
√2.2√2− (2√2.2√2) √2 √2 𝑦
2 2
1 1
𝑥 1 2
√2 2
√2 𝑥1
(𝑦) = 1 1 (−1 1 ) ( 1)
4
√4+4√4 √2 √2 𝑦
2 2
1 1
𝑥 1 2 √2 2
√2 𝑥1
(𝑦) = 1 (−1 1 ) ( 1)
√2 √2 𝑦
2 2
1 1
𝑥 2
√2 2
√2 𝑥1
(𝑦) = (−1 1 ) ( 1)
√2 √2 𝑦
2 2
1 1
𝑥 2
√2 𝑥1 + 2
√2 𝑦 1
(𝑦) = ( −1 1 )
2
√2 𝑥1 2
√2 𝑦 1
1 1 −1 1
Substitusikan x = 2 𝑥1 + 2 𝑦 1 dan y = 𝑥1 + 2 𝑦1
2
Ke persamaan garis : y = 4x – 2

−1 1 1 1
𝑥1 + 2 𝑦1 = 4 (2 𝑥1 + 2 𝑦 1 ) − 2
2
−1 1
𝑥1 + 2 𝑦1 = 2𝑥1 + 2𝑦 1 − 2
2
5 1 3
𝑥 + 2 𝑦1 − 2 = 0
2
5 3
Bayangannya adalah : 2 𝑥 + 2 𝑦 − 2 = 0
Atau 5x + 3y – 4 = 0

D. DILATASI ( PERBESARAN/PERKALIAN)

Dilatasi ( perbesaran / perkalian )


Dilatasi dari titik A ( x , y ) dengan faktor skala k dapat dituliskan [𝐴, 𝑘], A disebut dilatasi sedangkan
k = faktor skala

1. Dilatasi kurva/garis dengan faktor skala k


[𝑂 , 𝑘]
Titik P ( x , y ) P1( kx , ky )

Dari hubungan 𝑥1 = 𝑘𝑥
𝑦 1 = 𝑘𝑦
Persamaan ini dapat dituliskan dalam benuk matriks

𝑥1 = 𝑘. 𝑥 + 0. 𝑦 𝑥1 𝑘 0 𝑥 Disebut juga matriks


𝑦1 = 0. 𝑥 + 𝑘. 𝑦 atau ( 1) = ( )( )
𝑦 0 𝑘 𝑦 dilatasi [𝑂. 𝑘]
1
𝑥 𝑥1
𝑘
Sehingga : (𝑦) = (1 )
𝑦1
𝑘
Contoh : Tentukan bayangan dari 𝑦 = 𝑥 2 + 2 oleh dilatasi [𝑂, 2]
1
𝑥 𝑥1
𝑘
Penyelesaian : (𝑦) = (1 ), substitusikan ke
𝑦1
𝑘
1 1 2
𝑦 1 = (2 𝑥1 ) + 2
2
1 1
Bayangannya adalah : 𝑦 = 4 𝑥2 + 2
2
1
Atau 𝑦 = 2 𝑥 2 + 4

2. Dilatasi kurva/garis dengan titik pusat P( a , b )

[𝑃(𝑎, 𝑏), 𝑘]
M( x , y ) 𝑀1 (𝑎 + 𝑘(𝑥 − 𝑎), 𝑏 + 𝑘( 𝑦 − 𝑏))
Dapat dituliskan hubungannya
𝑥1 = 𝑎 + 𝑘(𝑥 − 𝑎)
1 1 1
𝑥 = 𝑎 + (𝑥 − 𝑎)
𝑘 𝑘
1
𝑥 = 𝑘 (𝑥1 − 𝑎) + 𝑎
1
𝑦 = 𝑘 (𝑦1 − 𝑏) + 𝑏
Contoh : Tentukan bayangan dari kurva 𝑦 = 𝑥 2 , jika didilatasi oleh [𝑃(2,3), 4]

1
Penyelesaian : 𝑥 = 𝑘 (𝑥1 − 𝑎) + 𝑎
1
𝑦 = 𝑘 (𝑦 1 − 𝑏) + 𝑏 , substitusikan terhadap kurva

𝑦 = 𝑥2,
1 1 2
(𝑦 1 − 3) + 3 = ( (𝑥1 − 2) + 2)
4 4
1 3 1 1 2
𝑦 − 4 + 3 = (4 𝑥 − 2 + 2)
4
1 9 1 3 2
𝑦 + 4 = (4 𝑥 + 2)
4
1 9 1 3 9
𝑦+4= 𝑥2 + 4 𝑥 + 4
4 16
1 1 3
Bayangannya : 𝑦= 2
𝑥 +4𝑥
4 16
1
Atau : 𝑦 = 𝑥 2 + 3𝑥
4

III. KOMPOSISI TRANSFORMASI GEOMETRI


Komposisi Transformasi merupakan Gabungan dari dua atau lebih Transformasi
Misalnya : a. Translasi dilanjutkan dengan Refleksi
b. Refleksi dilanjutkan dengan Refleksi
c. Rotasi dilanjutkan dengan dilatasi dilanjutkan lagi dengan translasi
dan sebagainya.

Contoh : Titik ( x , y ) ditransformasikan T1, kemudian dilanjutkan dengan transformasi T2


Maka susunan untuk bayangannya dapat dituliskan
Komposisi Transformasi ( 𝑇2 ◦ 𝑇1 )
𝑥
( 𝑇2 ◦ 𝑇1 ) = 𝑇2 x 𝑇1 x (𝑦)

𝑥1 𝑥
( 1 ) = 𝑇2 x 𝑇1 x (𝑦)
𝑦
Ingat : untuk perkalian dua buah matriks tidak berlaku sifat komutatif
Matriks : A x B ≠ B x A

CONTOH SOAL

1. Bayangan titik A( 2 , 1 ) jika direfleksikan terhadap garis y = – x dilanjutkan dengan


2 1
transformasi = ( )
1 1

Penyelesaian :
Transformasi pertama pencerminan terhadap garis y = – x
0 −1
𝑇1 = ( )
−1 0
2 1
Transformasi kedua adalah = ( )
1 1
2 1
𝑇2 = ( )
1 1
( 𝑇2 ◦ 𝑇1 ) = 𝑇2 x 𝑇1 x A
𝐴1 = 𝑇2 x 𝑇1 x A
𝑥1 2 1 0 −1 2
( 1) = ( )x( )x( )
𝑦 1 1 −1 0 1
𝑥1 −1 −2 2
( 1) = ( )x( )
𝑦 −1 −1 1
𝑥1 −4
( 1) = ( ).
𝑦 −3

Bayangan titik A adalah 𝐴1 (−4 , −3)

2. Titik B ( 1 , 2 ) dirotasikan 900dan dilanjutkan dengan pencerminan terhadap Sumbu X, maka


bayangan dari titik B adalah . . .

Penyelesaian : 𝑇1 = rotasi 900

𝑐𝑜𝑠𝜃 −𝑠𝑖𝑛𝜃 0 0
𝑇1 = ( ) = (𝑐𝑜𝑠900 −𝑠𝑖𝑛900 )
𝑠𝑖𝑛𝜃 𝑐𝑜𝑠𝜃 𝑠𝑖𝑛90 𝑐𝑜𝑠90
0 −1
=( )
1 0
𝑇2 = pencerminan terhadap Sumbu X
0 1
𝑇2 = ( )
1 0

( 𝑇2 ◦ 𝑇1 ) = 𝑇2 x 𝑇1 x B
𝑥1 0 1 0 −1 1
( 1) = ( )x( )x( )
𝑦 1 0 1 0 2
𝑥1 0 −1 1
( 1) = ( )x( )
𝑦 −1 0 2
−2
=( )
−1
Bayangan titik B adalah 𝐵1 (−2 , −1)

3 2 3
3. Titik C ( 2 , 5 ) ditranslasikan sebesar ( )kemudian ditransformasikan dengan matriks ( ) dan
5 1 4
dilanjutkan lagi dengan pencerminan terhadap sumbu Y, maka bayangan titik C adalah . . .

Penyelesaian :
3
𝑇1 = ( )
5
2 3
𝑇2 = ( )
1 4
−1 0
𝑇3 = ( )
0 1
( 𝑇3 ◦ 𝑇2 ◦ 𝑇1 ) = 𝑇3 x 𝑇2 x 𝑇1 + C

𝑥1 −1 0 2 3 3 2
( 1) = ( )x ( )x( )+( )
𝑦 0 1 1 4 5 5
−1 0 2 3 5
=( )x ( ) x( )
0 1 1 4 10

−2 −3 5
=( )( )
1 4 10
1
𝑥 −40
( 1) = ( )
𝑦 45

Bayangan titik C adalah 𝐶 1 (−40 , 45)

3. Persamaan garis 3x – 2y = 1 dicerminkan terhadap sumbu X, kemudian dilanjutkan dengan rotasi


sejauh 1800 searah putaran jarum jam dan dilanjutkan dengan dilatasi dengan faktor skala – 3 .
Tentukan persamaan garis tersebut.

Penyelesaian
1 0
𝑇1 = ( )
0 −1
𝑐𝑜𝑠𝜃 −𝑠𝑖𝑛𝜃 𝑐𝑜𝑠(−1800 ) −𝑠𝑖𝑛(−1800 ) −1 0
𝑇2 = ( )=( 0 ) )= ( 0 )
𝑠𝑖𝑛𝜃 𝑐𝑜𝑠𝜃 𝑠𝑖𝑛(−1800 ) 𝑐𝑜𝑠(−180 −1

−3 0
𝑇3 = ( )
0 −3
𝑥
( 𝑇3 ◦ 𝑇2 ◦ 𝑇1 ) = 𝑇3 x 𝑇2 x 𝑇1 x (𝑦)
𝑥1 −3 0 −1 0 1 0 𝑥
( 1) = ( )x( )x( )x(𝑦)
𝑦 0 −3 0 −1 0 −1
3 0 1 0 𝑥
= ( )x ( )x(𝑦)
0 3 0 −1
𝑥1 3 0 𝑥
( 1) = ( )x(𝑦)
𝑦 0 −3
1 3𝑥
𝑥
( 1) = ( )
𝑦 −3𝑦
1
𝑥 = 𝑥1
3
1
𝑦 = − 𝑦1
3
Substitusi ke persamaan
3x – 2y = 1
1 1
3(3 𝑥1 ) – 2(− 3 𝑦1 ) = 1
2
𝑥1 + 𝑦1 = 1
3
2
Bayangan garis tersebut adalah 𝑥 + 3 𝑦 = 1
Atau 3𝑥 + 2𝑦 = 3

Anda mungkin juga menyukai