Conditional
Sentences
by Amalia Selviani
Definisi Conditional Sentences
Mengutip British Council, if sentences atau
conditional sentences adalah ungkapan
dalam bahasa Inggris yang menjelaskan
bahwa suatu situasi bergantung pada
situasi yang lain. Situasi yang dimaksudkan
bisa berupa situasi nyata maupun imajiner,
di waktu lampau, sekarang, maupun masa
depan. Kalimat ini juga biasa disebut
sebagai pengandaian. Jadi, seseorang bisa
menyebutkan situasi yang akan terjadi bila
ada suatu hal yang menyebabkannya.
If sentences terdiri dari dua
klausa, yaitu:
If clause atau conditional
clause (klausa if atau klausa
bersyarat) yang diawali
dengan kata "if"
Main clause (klausa utama)
yang berbicara tentang
hasil atau situasi yang akan
terjadi.
Pola dan contoh conditional sentence
Conditional Sentence type 1
Tipe ini berbicara mengenai kebenaran
umum, fakta, maupun kejadian sehari-hari.
Klausa if dan klausa utama sama-sama
memakai present tense atau kata kerja
bentuk pertama. Pada klausa if, kata if bisa
diganti dengan when karena mempunyai arti
yang sama.
Pattern: If + present tense, present tense
If it rains, the roads get wet. (Jika hujan, jalanan menjadi basah.)
The roads get wet when it rains. (Jalanan menjadi basah ketika
hujan.)
Pada tipe ini, imperative juga bisa diterapkan pada klausa utama
untuk memberikan instruksi, perintah, maupun sugesti.
Contoh:
If you want to be safe, don’t insert your fingers inside the fan.
(Jika kamu ingin selamat, jangan masukkan jarimu ke kipas
angin.)
If you like dessert, try Thai Tea. (Jika kamu suka pencuci mulut,
cobalah Thai Tea.)
Conditional sentence type 2
Berbeda dengan tipe sebelumnya, tipe ini dimaksudkan
untuk berbicara tentang hal yang terjadi di masa depan.
Situasi tersebut bisa saja terjadi namun bisa juga tidak.
Penggunaan if dan when juga berbeda. Ketika menggunakan
if, maka yang dimaksud adalah kemungkinan. Sedangkan
when berarti membicarakan rencana yang mungkin terjadi.
Maka dari itu, tipe ini menggunakan simple future tense pada
klausa utama.
Pattern: If + present tense, future tense
Contoh conditional sentence type 2:
If Jane wins, she will treat us. (Jika Jane menang, dia
akan mentraktir kita.)
I will buy an ice cream if Grandma gives me money.
(Aku akan membeli es krim jika Nenek memberiku
uang.)
Conditional sentence type 3
Tipe second conditional untuk mengungkapkan
sesuatu yang tidak akan terjadi atau kemungkinan
kecil terjadi saat ini mau pun di masa depan. Tipe ini
juga bisa digunakan untuk berandai-andai.
Tenses yang digunakan pada klausa if adalah simple
past tense. Kecuali untuk penggunaan subjek orang
pertama atau kedua tunggal (I, he, she, it) tidak
menggunakan kata kerja was namun were.
Pattern 1 : If + simple past, would + V1
Pattern 2 : wish + V2
Contoh conditional sentence type 3
If I were him, I would buy an expensive car. (Kalau aku
jadi dia, aku akan membeli mobil yang mahal.)
I would go to the concert if I had more money. (Aku
akan pergi ke konser kalau aku punya uang lebih.)
I wish I had a big house. (Aku harap aku punya rumah
yang besar.)
I wish I could go to New York. (Aku harap aku bisa
pergi ke New York.)
Conditional sentence type 4
Tipe terakhir dari if sentence ini
digunakan untuk mengungkapkan
sesuatu yang tidak pernah terjadi atau
khayalan di masa lampau. Tenses yang
digunakan pada klausa if adalah past
perfect tense.
Pattern: If + past perfect, would have, + past participle
Contoh conditional sentence type 4:
If I had known the schedule, I would have come on
time. (Jika dulu aku tahu jadwalnya, aku akan datang
tepat waktu.)
If he had studied in university, he would have become
a great teacher. (Jika dulu ia belajar di universitas, ia
akan menjadi guru yang hebat.)
I wouldn’t have been here if he had not saved me.
(Aku tidak akan berada di sini jika dia tidak
menyelamatkanku.)
Yang perlu diperhatikan adalah:
Ketika klausa if berada di depan, tanda koma
harus dibubuhkan di tengah kalimat.
Ketika klausa if berada di belakang, tanda
koma tidak diperlukan.
Thank you!