DOKUMEN NEGARA Paket
UJI KOMPETENSI KEAHLIAN
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
SOAL PRAKTIK KEJURUAN
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Kode : 2145
Alokasi Waktu : 8 Jam
Bentuk Soal : Penugasan Perorangan
Judul Tugas : Rancang Bangun Jaringan Berbasis Kabel
dan Nirkabel dengan VLAN dan Routing
I. PETUNJUK UMUM
1. Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang terdiri dari 3 halaman
2. Periksalah peralatan dan bahan yang dibutuhkan
3. Gunakan peralatan utama dan peralatan keselamatan kerja yang telah
disediakan
4. Gunakan peralatan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure)
5. Bekerjalah dengan memprehatikan petunjuk dari Pembimbing/Penguji
II. DAFTAR PERALATAN
Nama
No. Spesifikasi Minimal Jumlah Keterangan
Alat/Komponen/Bahan
1 2 3 4 5
Alat
1. PC Client Processor: Pentium Dual 1 unit Digunakan
Core sebagai client
RAM: 2 GB
Harddisk: 500 GB
NIC 100 Mbps
Monitor 14”
2. Laptop Processor: Pentium Dual 1 unit Digunakan
Core sebagai client
RAM: 2 GB
Harddisk: 500 GB
NIC 100 Mbps
Monitor 14”
3. Smartphone Android / iPhone 1 unit Digunakan
sebagai client
4. Crimping Tool 1 Buah Untuk kabel
RJ 45
5. Cable Tester 1 Buah Untuk kabel
RJ 45
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-1/23
Nama
No. Spesifikasi Minimal Jumlah Keterangan
Alat/Komponen/Bahan
1 2 3 4 5
Komponen
1. Wifi Routerboard RB-900 Series (Setara) 1 Buah
2. Routerboard RB-900 Series (Setara) 1 Buah Difungsikan
sebagai
switch
Bahan
1. Kabel UTP Cat 5 1 Meter
2. Konektor RJ 45 Cat 5 3 Buah
3. Koneksi Internet 1 Mbps Minimal
I. SOAL/TUGAS
Judul Tugas : Rancang Bangun Jaringan Berbasis Kabel dan Nirkabel dengan
VLAN dan Routing
Langkah Kerja :
Dalam kegiatan uji kompetensi ini anda bertindak sebagai Teknisi Jaringan. Tugas
anda sebagai teknisi adalah merancang bangun dan mengkonfigurasi sebuah
jaringan. Wifi Router berfungsi sebagai Gateway Internet, Hotspot, DHCP server,
dan Bandwidth Limiter, kemudian internet tersebut dishare ke client melalui jalur
kabel (non hotspot) dan wireless (hotspot).
Dengan konfigurasi sebagai berikut:
1. Identifikasi dan buatlah daftar kebutuhan jaringan
2. Buatlah spesifikasi perangkat yang dibutuhkan
3. Buatlah spesifikasi topologi jaringan
4. Konfigurasi Wifi Routerboard dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Konfigurasi VLAN pada Ether2
dengan ketentuan:
1) VLAN 1
- VLAN ID: 10
- Name : siswa
2) VLAN 2
- VLAN ID : 20
- Name : guru
b. Konfigurasi
Ether 1:
- IP Ether1 : Sesuai dengan Network yang diberikan ISP
- Gateway : Sesuai dengan IP yang diberikan ISP
Ether 2 digunakan untuk jaringan LAN:
a) VLAN 1
- IP VLAN 1 : 192.168.40.1/24
- DHCP Pool : 192.168.40.10 – 192.168.20.50
b) VLAN 2
- IP VLAN 2 : 192.168.60.1/24
- DHCP Pool : 192.168.40.10 – 192.168.20.50
WLAN :
- IP WLAN : 192.168.20.1/24
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-2/23
-
SSID : UKK_No Absen
-
Password : 12345678
-
DHCP Pool : 192.168.20.10 – 192.168.20.50
-
Hotspot : alamat login hotspot = portalsmk.sch.id
-
Ubah tampilan halaman login hotspot sehingga minimal terdapat tampilan
tulisan:
“Selamat Datang di Hotspot SMK XXX” (XXX = nama sekolah anda)
- Buatlah 5 user dengan ketentuan seperti berikut:
Username password kecepatan
kepalasekolah 123 512 kbps
Guru 456 256 kbps
Siswa 789 128 kbps
5. Konfigurasi VLAN pada Routerboard dengan ketentuan seperti berikut:
1) Port 1 terhubung ke Wifi Routerboard dan difungsikan sebagai port trunk
2) Port 2 dan 3 terhubung ke VLAN 1
3) Port 4 terhubung ke VLAN 2
4) Gunakan mode VLAN secure dan logika “always-strip”
6. Konfigurasi routing statis untuk menghubungkan jaringan kabel dan jaringan
wireless ke internet
7. Pasang perangkat sesuai dengan desain topologi yang telah ditentukan
8. Lakukan pemasangan Routerboard
9. Lakukan persiapan dan pemasangan kabel jaringan
10. Lakukan pengujian pada seluruh client pada jaringan, dengan ketentuan sebagai
berikut:
Client PC jaringan kabel:
- Terhubung dengan port 2
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Windows
Client Laptop jaringan kabel:
- Terhubung dengan port 4
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Windows
Client jaringan wireless:
- IP Address : DHCP
- Sistem operasi : Android / IOS
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-3/23
II. GAMBAR KERJA
“SELAMAT & SUKSES”
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-4/23
TAHAP PENGERJAAN AWAL
1.PENGENALAN IP ADDRES
IP adalah singkatan dari Internet Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti
Protokol Internet. Bisa di sebut Alamat IP
fungsi IP address adalah sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar
permintaan untuknya diarahkan ke tujuan yang tepat melalui jaringan.
Jenis-Jenis IP Address
Versi IP address dibagi menjadi dua, yaitu IPv4 dan IPv6. Kemudian, IP address
konsumen juga dibagi ke dalam empat jenis, yaitu privat, publik, dinamis, dan statis.
IPv4
IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat
bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255.
Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4.
Dengan kemungkinan ini, bisa disimpulkan bahwa saat ini ada sekitar 4,3 miliar alamat
IPv4 yang berbeda di seluruh dunia.
Contoh IPv4 adalah seperti berikut:
169.89.131.246
192.0. 2.146
01.102.103.104
III. Alamat IP Dinamis
Di jaringan lokal, IP dinamis biasanya ditetapkan oleh router jaringan. Untuk jaringan yang
terhubung ke internet, ISP menetapkan IP address dinamis ke komputer kliennya.
IV. Alamat IP Statis
Jika tidak ingin router menetapkan IP address yang berbeda setiap kali Anda terhubung ke
jaringan lokal, atur IP statis di perangkat Anda. Untuk melakukannya, Anda bisa membuka
pengaturan jaringan OS yang digunakan atau halaman konfigurasi router.
III. Ancaman Keamanan terkait Alamat IP
Satu hal yang perlu diingat, selalu lindungi IP address Anda dan jangan membagikannya
dengan siapa pun. Kalau alamat IP sampai diketahui hacker atau penjahat dunia maya,
Anda bisa berada dalam bahaya.
Meskipun tidak menampilkan informasi sensitif, IP address tetap berisiko dimanfaatkan
oleh penjahat untuk:
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-5/23
1. Melacak Lokasi dan Aktivitas Anda
IP address bisa menunjukkan geolokasi dan aktivitas internet Anda. Kota atau
bahkan alamat Anda dan aktivitas transaksi elektronik pun bisa dilacak dengan
alamat ini. Akibatnya, Anda bisa dibuntuti, dikerjai, atau bahkan berisiko menjadi
korban kejahatan.
2. Meretas Perangkat
Perangkat Anda terhubung ke internet melalui alamat IP dan port. Dengan
mengetahui IP address Anda, hacker bisa memaksa mengambil alih komputer
Anda. Lebih parahnya lagi, mereka bisa menginstal malware, lalu mencuri
informasi sensitif untuk melakukan tindakan kriminal.
3. Menggunakan Resource atau Melakukan Framing
Jika IP address Anda jatuh ke tangan penjahat, mereka bisa
menyalahgunakannya untuk menjebak Anda. Misalnya, mereka bisa
mendownload atau mengupload konten tidak senonoh melalui alamat IP Anda,
yang mungkin melanggar syarat dan ketentuan ISP. Akibatnya pun akhirnya bisa
fatal.
Wah, mengerikan juga ya dampak yang kemungkinan kita alami hanya karena kurang
waspada dengan keamanan IP address. Bagaimanapun, para pelaku kriminal pasti akan
selalu mencari cara untuk mendapatkan korban. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Nah, salah satu cara yang bisa diterapkan untuk melindungi alamat IP Anda adalah dengan
menggunakan VPN. Dengan VPN, Anda bisa mengakses jaringan online secara lebih
aman. Anda bisa menyembunyikan IP address dengan pengalihan traffic data melalui
tunnel terenkripsi.
Namun, perlu diingat juga bahwa VPN bukanlah satu-satunya solusi karena penyedia VPN
yang dipilih mungkin saja kurang tepercaya. Jadi, pastikan memilih penyedia yang trusted
dan cari tahu tingkat enkripsi yang mereka gunakan.
Berikut manfaat yang akan Anda dapatkan dengan VPN:
Bisa membuka website dan layanan yang diblokir.
Kerja remote menjadi lebih aman.
Lebih tenang saat menggunakan Wi-Fi umum.
Privasi lebih terjaga.
IV. Pembagian Kelas IPV4
IPV4 terdiri dari beberapa kelas, yakni A-B-C-D-E. Berikut penjelasannya.
1. Kelas A
Rentang angka IP : 0.0.0.0 – 127.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal) : 16.777.216
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-6/23
Jumlah jaringan (maksimal) : 128
Cocok digunakan untuk jaringan yang memiliki skala sangat besar karena kapasitasnya
pun sangat memadai. Namun, jika dibandingkan dengan kelas lainnya, seperti B dan C,
kelas A mempunyai jumlah pembentukan jaringan cenderung minim, akan tetapi dari segi
kapasitasnya, kelas A memegang posisi utama.
2. Kelas B
Rentang angka IP : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal) : 1.048.576
Jumlah jaringan (maksimal): 16.384
Kelas B diperuntukan bagi jaringan dengan skala menengah ke atas dan mampu
menciptakan jaringan hingga mencapai 16.384 buah, serta masing-masing jaringan bisa
menampung host dengan jumlah 65.534.
3. Kelas C
Rentang angka IP: 192.0.0.0 – 223.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal) : 65.536
Jumlah jaringan (maksimal) : 2.097.152
Kelas ini digunakan untuk skala jaringan yang jauh lebih kecil, karena setiap jaringan
hanya mampu menampung host hingga mencapai 254 host saja. Nah, biasanya, kelas C
lebih digunakan pada rangkaian internet protokol secara private, misalnya saja seperti
sekolah, universitas, hingga kost-kostan.
4. Kelas D
Rentang angka IP: 224.0.0.0 – 239.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
Jumlah jaringan (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
5. Kelas E
Rentang angka IP : 140.0.0.0 – 255.255.255.255
Jumlah alamat IP (maksimal): Nggak dijelaskan secara spesifik
Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca tabel di bawah ini.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-7/23
KELAS IP IP ADDRESS SUBNET MASK ID NET HOST ID
KELAS A Range antara 0 – 127 255.0.0.0 8 bit 24 bit
Range antara 128 -
KELAS B 255.255.0.0 16 bit 16 bit
191
1 Range antara 92 –
KELAS C 255.255.255.0 24 bit 8 bit
255
NB: Untuk kelas D dan E memang sengaja tidak disebutkan, karena penggunaan keduanya
tidak dilakukan secara umum. Hal ini disebabkan karena kelas D hanya digunakan bagi
jaringan multicast dan kelas E hanya digunakan untuk keperluan eksperimental.
LANGKAH 2 SETTING IP DAN DHCP PADA MIKROTIK DAN KOMPUTER
Definisi dari mikrotik itu sendiri adalah proses pengubahan komputer standar agar
bisa digunakan dan dimanfaatkan menjadi jaringan wireless melalui router
network.
Winbox dalam proses setting mikrotik digunakan sebagai tempat administrasi.
Untuk penggunaannya sendiri, winbox support pada berbagai sistem operasi
seperti halnya Windows, Mac OS, dan Linux.
Cara Setting Mikrotik Dengan Winbox
Pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan penjelasan mengenai cara setting
mikrotik dengan winbox. Tujuannya adalah agar bisa memakai tampilan Graphic User
Interface sehingga proses konfigurasi menjadi mudah untuk dilakukan.
Perlu anda ketahui bahwasannya sebelum anda memasuki proses konfigurasi mikrotik, hal
yang perlu anda lakukan adalah membuat topologinya terlebih dahulu. Kita anggap untuk
data yang diperlukan adalah
network 192.168.22.0/30
router 192.168.22.2
gateway 192.168.22.1
Berikut ini adalah langkah – langkah lengkapnya :
Membuat Koneksi Internet di Mikrotik
Proses pembuatan koneksi disini melibatkan beberapa alat yakni port 2, port 3, PC dan
modem mikrotik. Kemudian mulailah untuk mengkoneksikan antara port 2 dengan modem
mikrotik dan selanjutnya port 3 dengan PC. Silahkan untuk memulai menjalankan winbox
dan carilah neighbors. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini :
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-8/23
Neighbors
Anda bisa mengisikan data yang diperlukan seperti
Connect To
Login
Password (bisa dikosongkan saja)
Selanjutnya bisa anda konekkan dengan klik button Connect
Tampilan yang akan muncul seperti di bawah ini yakni tampilan dari dashboard GUI.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-9/23
Tampil
an GUI Mikrotik
Jika anda perhatikan di bagian sebelah kiri terdapat deretan menu dari atas ke bawah. Itu
namanya adalah daftar fungsi yang bisa digunakan dalam proses pengaturan mikrotik.
Mulai dari pengaturan menggunakan wizzaerd config sampai dengan pengaturan manual
bisa anda atur dengan mudah.
Ubah Nama Interface Pada Mikrotik
Selanjutnya anda bisa melakukan pengubahan terhadap nama interface agar memudahkan
anda saat melakukan pengaturan seperti mengkoneksikan port. Dengan merubahnya
menjadi nama yang mudah anda ingat, tentu akan membantu memudahkan anda dalam
proses pengkoneksiannya. Silahkan langsung saja anda klik menu interface, maka akan
muncul tampilan baru seperti di bawah ini.
Tampilan Interface
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-10/23
Menambahkan Address List WAN di Mikrotik
Untuk menambahkan Address list WAN di mikrotik, anda dapat melihat pada gambar
dibawah ini.
Pengisian IP
Silahkan ikuti langkah – langkah menambahkan address list mikrotik dibawah ini
klik menu IP, kemudian klik Addresses dan klik tanda plus
Bagian Address : isi 192.168.22.2/30 (sebagai contoh)
Bagian Network : kosongkan saja
Bagian Interface : isi ether 2
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-11/23
Silahkan klik menu OK.
Menambahkan Address List LAN di Mikrotik
Untuk menambahkan Address list LAN di mikrotik, anda dapat melihat pada gambar
dibawah ini.
Tampilan Address
List
Selanjutnya anda bisa melakukan pengisian IP kembali tujuannya adalah untuk membuat
IP LAN nya. Caranya seperti poin nomor 3 :
Silahkan klik menu IP, kemudian klik Addresses dan klik tanda plus
Bagian Address : isi 10.22.22.1/24 (sebagai contoh)
Bagian Network : kosongkan saja
Bagian Interface : isi ether 3
Silahkan klik menu OK.
Kemudian agar anda tidak bingung saat melihat konfigurasinya, akan lebih baik jika anda
tambahkan comment pada masing – masing IP Addressnya. Comment tersebut isi WAN
dan LAN untuk membedakannya. Setelah anda mengisi comment, tampilannya akan
berubah seperti gambar di bawah ini.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-12/23
Penambahan Comment
Membuat Route di Mikrotik
Untuk membuat route di mikrotik, anda bisa menggunakan gateway yang sudah disediakan
oleh provider ISP. Agar lebih jelas anda bisa simak caranya di bawah ini.
Pembuatan Route
Silahkan ikuti langkah – langkah dibawah ini untuk menambahkan routing di mikrotik
Silahkan klik menu IP, pilih menu routes dan klik menu plus (+)
Silahkan isi dst-address dengan 0.0.0.0/0
Silahkan isi gateway dengan 192.168.22.1
Kemudian klik menu OK.
Setting DNS Server di Mikrotik
Silahkan untuk melakukan setting DNS server di mikrotik. DNS sendiri biasanya sudah
ada dan diberikan sejak anda mendapatkan IP public dari ISP. Jika anda sudah memiliki
data DNS, silahkan untuk mengisikannya pada menu DNS di Mikrotik. Namun jika
memang tidak punya, maka alternatifnya adalah menggunakan :
8.8.8.8
9.9.9.9
Silahkan perhatikan tampilan gambar di bawah ini baik – baik dan ikuti tanda yang sudah
saya berikan.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-13/23
DNS Setting
Testing Internet di Mikrotik
Silahkan anda buka terminal baru untuk memastikan kondisi koneksi internetnya.
Kemudian ping ke Google atau website lainnya. Jika muncul keterangan reply pada
tampilan terminal, berarti sudah terkoneksi dengan internet.
Setting NAT Masquerade di Mikrotik
Setting NAT di Mikrotik bertujuan untuk menghubungkan IP lokal dengan internet. Untuk
membuatnya, anda bisa ikuti seperti gambar di bawah ini yang sudah saya tandai.
Pembuatan NAT
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-14/23
Selanjutnya isi juga bagian action menjadi masquerade:
Atur Actionnya
Setelah pengaturan selesai, anda akan melihat tampilan seperti di bawah ini.
Tampilan Firewall
Setting IP Address LAN untuk Laptop atau PC
Langkah selanjutnya untuk tutorial setting mikrtik dengan winbox ini adalah melakukan
setting ip address untuk laptop atau PC. Langkah – langkah setting IP Address di laptop
atau PC anda dapat lihat pada gambar dibawah ini.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-15/23
Pengaturan Network and Sharing Center
Silahkan ikuti langkah – langkah setting ip address di laptop atau pc agar anda dapat
mengakses internet.
klik LAN, pilih properties dan pilih network protocol version 4
Isikan IP address 10.22.22.2
Isikan subnet mask 255.255.255.0
Isikan default gateway 10.22.22.1
Isikan preferred DNS server 8.8.8.8
Isikan alternate DNS Server : 9.9.9.9
Kemudian klik menu OK.
Silahkan anda tunggu sebentar sampai muncul tampilan internet seperti di bawah ini.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-16/23
Tampilan Internet
Demikian tutorial mengenai cara setting mikrotik dengan menggunakan winbox dari awal
sampai akhir hingga berhasil medapatkan akses internet. Jika anda ingin memanfaatkannya
sebagai ladang bisnis, tentu sangat bisa. Karena banyak proyek di luar sana yang masih
membutuhkan tenaga – tenaga ahli dalam setting mikrotik
Limitasi Bandwidth Sederhana
Cara paling mudah untuk melakukan queue pada RouterOS adalah dengan menggunakan
Simple Queue. Kita bisa melakukan pengaturan bandwidth secara sederhana berdasarkan
IP Address client dengan menentukan kecepatan upload dan download maksimum yang
bisa dicapai oleh client.
Contoh :
Kita akan melakukan limitasi maksimal upload : 128kbps dan maksimal download :
512kbps terhadap client dengan IP 192.168.10.2 yang terhubung ke Router. Parameter
Target Address adalah IP Address dari client yang akan dilimit. Bisa berupa :
Single IP (192.168.10.2)
Network IP (192.168.10.0/24)
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-17/23
Beberapa IP (192.168.10.2,192.168.10.13) dengan menekan tombol panah
bawah kecil di sebelah kanan kotak isian.
Penentuan kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter target upload dan target
download max-limit. Bisa dipilih dengan drop down menu atau ditulis manual. Satuan bps
(bit per second).
Dengan pengaturan tersebut maka Client dengan IP 192.168.10.2 akan mendapatkan
kecepatan maksimum Upload 128kbps dan Download 256kbps dalam keadaan apapun
selama bandwidth memang tersedia.
Metode Pembagian Bandwidth Share
Selain digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth fix seperti pada contoh
sebelumnya, kita juga bisa memanfaatkan Simple Queue untuk melakukan pengaturan
bandwidth share dengan menerapkan Limitasi Bertingkat. Konsep Limitasi Bertingkat
bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik
Contoh :
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3
client.
Konsep:
1. Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client
akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
2. Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa
mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
3. Jika terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka
bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-18/23
Topologi Jaringan
Router kita tidak tahu berapa total bandwidth real yang kita miliki, maka kita harus
definisikan pada langkah pertama. Pendefinisian ini bisa dilakukan dengan melakukan
setting Queue Parent. Besar bandwidth yang kita miliki bisa diisikan pada parameter
Target Upload Max-Limit dan Target Download Max-Limit.
Langkah selanjutnya kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan
setting child-queue.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address
masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) :
512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.
Ulangi untuk memberikan limitasi pada client yang lain, sesuaikan Target-Address.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-19/23
Selanjutnya lakukan pengetesan dengan melakukan download di sisi client.
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah
dilakukan limitasi bertingkat
Kondisi 1
Kondisi 1 menunjukkan ketika hanya 1 client saja yg menggunakan bandwidth, maka
Client tersebut bisa mendapat hingga Max-Limit.
Perhitungan : Pertama Router akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128kbps. Bandwitdh
yang tersedia masih sisa 512kbps-128kbps=384kbps. Karena client yang lain tidak aktif
maka 384kbps yang tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat
128kbps+384kbps =512kbps atau sama dengan max-limit.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-20/23
Kondisi 2
Kondisi 2 menggambarkan ketika hanya 2 client yang menggunakan bandwidth.
Perhitungan : Pertama router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu.
Akumulasi Limit-at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih tersisa
256kbps. Sisa diberikan kemana.? Akan dibagi rata ke kedua Client.
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps
=256kbps
Kondisi 3
Kondisi 3 menunjukkan apabila semua client menggunakan bandwidth.
Perhitungan: Pertama Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga
bandwidth yang digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih tersisa
128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client
mendapat 128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.
Pada Limitasi bertingkat ini juga bisa diterapkan Priority untuk client. Nilai priority queue
adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1.
Contoh :
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-21/23
Jika kita menerapkan priority perhitungan pembagian bandwidth hampir sama
dengan sebelumnya. Hanya saja setelah limit-at semua client terpenuhi, Router
akan melihat priority client. Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client
priority tertinggi dengan bandwidth yang masih tersedia.
Perhitungan: Client 1 mempunyai priority tertinggi maka router akan mencoba
memberikan bandwidth sampai batas Max-Limit yaitu 512kbps. Sedangkan
bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, maka Client1 mendapat bandwidth
sebesar Limit-at + Sisa Bandwidth = 128kbps+128kbps = 256kbps
Konsep pembagian bandwidth ini mirip ketika anda berlangganan internet dengan sistem
Bandwidth share.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan
pembagian bandwidth.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-22/23
Tampak pada gambar, limitasi Client1 dan Client3 tidak menganggu limitasi Client2
karena sudah berbeda parent. Perhatikan max-limit pada Limitasi Manager dan Limitasi
Staff.
Bypass Traffic Lokal
Ketika kita melakukan implementasi Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-
address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga
kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah
internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena
limitasi.
Contoh :
IP LAN 1 : 192.168.10.0/24
IP LAN 2 : 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah
192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit,
kita bisa membuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-
Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule
tersebut pada urutan teratas (no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut
traffic dari LAN1 ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau
setara dengan kecepatan kabel ethernet.
2145-P2-19/20 Hak Cipta pada Kemdikbud SPK-23/23