0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan40 halaman

Implementasi Data Mining dan K-Means

Dokumen tersebut membahas tentang implementasi, data mining, teknik clustering k-means. Secara khusus membahas tahapan data mining dan teknik-tekniknya seperti klasifikasi, clustering, prediksi, serta algoritma k-means untuk clustering."

Diunggah oleh

Sasuke Silalahi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan40 halaman

Implementasi Data Mining dan K-Means

Dokumen tersebut membahas tentang implementasi, data mining, teknik clustering k-means. Secara khusus membahas tahapan data mining dan teknik-tekniknya seperti klasifikasi, clustering, prediksi, serta algoritma k-means untuk clustering."

Diunggah oleh

Sasuke Silalahi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori

2.1.1 Implementasi

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata dasar implementasi

merupakan pelaksanaan atau penerapan. Menurut Usman implementasi

merupakan acuan aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya suatu mekanisme pada

sistem. Implementasi tidak hanya sebuah aktivitas, melainkan kegiatan terencana

untuk mencapai tujuan kegiatan. Maka dapat disimpulkan bahwa implementasi

tidak hanya sekedar aktivitas, tetapi kegiatan yang direncanakan dilakukan dengan

sunguh-sunguh yang berlandaskan acuan norma untuk mencapai tujuan tertentu

pada kegiatan. Sehingga, implementasi tidak semerta-merta dapat berdiri sendiri

melainkan dipengaruhi oleh objek yang lainnya[3].

2.1.2 Data Mining

Data mining merupakan kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian

data historis yang digunakan untuk menemukan keteraturan, pola hubungan dalam

set data berukuran besar. Data mining merupakan proses penting dimana metode

cerdas diterapkan untuk mengekstrak pola data[1]. Data mining bisa diartikan

juga sebagai proses mengekstrak maupun menggali knowledge yang ada pada

sekumpulan data. Proses di dalam data mining menerapkan teknik statistik,

matematika, kecerdasan buatan, juga machine learning guna mengekstrak serta

mengidentifikasi informasi yang bermanfaat terkait pengetahuan dari database

9
10

yang besar. Data mining mempunyai hakikat sebagai disiplin ilmu dengan tujuan

utamanya yaitu menemukan, menggali, maupun menambang pengetahuan dari

data atau informasi yang kita miliki[2]. Adapun keluaran dari data mining dapat

digunakan sebagai pengambilan keputusan dimasa depan[2].

2.1.2.1 Tahapan Data Mining

Data mining dibagi menjadi beberapa tahap proses yang diilustrasikan

pada gambar dibawah ini[3].

Gambar 2.1 Tahapan Data Mining

Sumber dari: ilmukomputer.org


11

Tahap-tahap data mining sebagai berikut:

1. Pembersihan data (data cleaning)

Pembersihan data adalah sebuah proses menghilangkan noise dan data yang

tidak konsisten atau data tidak relevan.

2. Integrasi data (data integration)

Integrasi data adalah penggabungan data dari berbagai database ke dalam satu

database baru.

3. Seleksi data (data selection)

Data yang ada pada database sering kali tidak semuanya dipakai, oleh karena

itu hanya data yang sesuai untuk dianalisis yang akan diambil dari database.

4. Transformasi data (data transformation)

Data diubah atau digabung ke dalam format yang sesuai untuk diproses dalam

data mining.

5. Proses mining

Suatu proses utama saat metode diterapkan untuk menemukan pengetahuan

berharga dan tersembunyi dari data.

6. Evaluasi pola (pattern evaluation)

Untuk mengidentifikasi pola-pola menarik ke dalam knowledge base yang

ditemukan.

7. Presentasi pengetahuan (knowledge presentation)

Merupakan visualisasi dan penyajian pengetahuan mengenai metode yang

digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang diperoleh pengguna.


12

2.1.2.2 Teknik Data Mining

Teknik data mining terbagi menjadi dua kategori yaitu prediksi dan

deskripsi. Teknik prediksi menggunakan data historis untuk menyimpulkan

sesuatu tentang kejadian pada masa depan. Teknik deskripsi bertujuan untuk

menemukan pola dalam data yang menyediakan beberapa informasi tentang

hubungan interval yang tersembunyi[3].

Data Mining

Predictive Descriptive

Classification Clustering

Regression Summarization

Time Series Association


Analysis Rules

Prediction Sequence
Discovery

Gambar 2.2 Teknik Data Mining


Sumber dari: ilmukomputer.org

Menurut Kumar dan Saurabh, ada beberapa teknik yang digunakan dalam

data mining[3] yaitu:

1. Classification

Klasifikasi merupakan teknik yang paling umum dalam data mining. Teknik

ini menggunakan pohon keputusan (decision tree). Decision tree merupakan


13

struktur flowchart seperti pohon, dimana setiap simpul internal menandakan

suatu tes pada atribut, setiap cabang mempresentasikan hasil tes, dan simpul

mempresentasikan distribusi kelas.

2. Clustering

Clustering bisa dikatakan sebagai identifikasi kelas objek yang memiliki

kemiripan. Dengan menggunakan teknik clustering kita bisa lebih lanjut

mengidentifikasi kepadatan dan jarak daerah dalam objek ruang dan dapat

menemukan secara keseluruhan pola distribusi dan korelasi antara atribut.

Pendekatan klasifikasi secara efektif juga dapat digunakan untuk membedakan

kelompok atau kelas objek.

3. Predication

Teknik regresi dapat disesuaikan untuk predikasi. Analisis regresi dapat

digunakan untuk model hubungan antara satu atau lebih independent variables

dan dependent variables. Dalam data mining independent variables adalah

atribut-atribut yang sudah dikenal dan respon variabel apa yang kita inginkan

untuk diprediksi. Akan tetapi, banyak masalah di dunia nyata bukan prediksi

yang mudah.

4. Association rule

Digunakan untuk mengenali kelakuan dari kejadian-kejadian khusus atau

proses dimana link asosiasi muncul pada setiap kejadian. Penting tidaknya

suatu aturan assosiatif dapat diketahui dengan dua parameter, support yaitu

prosentasi kombinasi atribut tersebut dalam basis data dan confidence yaitu

kuatnya hubungan antar atribut dalam aturan asosiatif.


14

5. Neural network

Jaringan saraf adalah seperangkat unit penghubung input dan output dimana

setiap koneksinya memiliki bobot. Jaringan saraf sangat baik untuk

mengidentifikasi pola atau tren pada data dan sangat cocok untuk melakukan

prediksi serta memprediksi kebutuhan.

6. Decision trees

Decision trees atau pohon keputusan adalah struktur tree-shaped yang

mewakili set keputusan. Keputusan ini menghasilkan aturan untuk klasifikasi

sebuah kumpulan data.

7. Nearest neighbor method

Teknik yang mengklasifikasikan setiap record dalam sebuah kumpulan data

berdasarkan sebuah kombinasi suatu kelas k record yang sama dalam sebuah

kumpulan data historis (dimana k lebih besar atau sama dengan 1). Terkadang

disebut juga dengan teknik K-Nearest Neighbor.

2.1.2 Clustering

Clustering adalah klasifikasi ataupun pengelompokkan dimana proses

partisi sekumpulan objek atau data dari satu kesatuan dibagi menjadi beberapa

kelompok[4]. Clustering merupakan pengelompokan sejumlah data maupun objek

kedalam cluster/group yang berisikan data atau objek yang serupa sehingga data

maupun objek yang berbeda akan masuk kedalam cluster/group yang berbeda

pula[5].
15

2.1.3 Algoritma K-means

Algoritma K-means adalah teknik didalam clustering berbasis jarak yang

membagi data atau objek ke dalam beberapa cluster dimana algoritma ini hanya

bekerja pada atribut angka/numerik[6]. Algoritma pengelompokkan untuk

melakukan partisi set data ke dalam sejumlah K cluster yang telah ditetapkan

sejak awal. Tujuan untuk pengelompokan adalah meminimalisir fungsi objek atau

data yang diset dalam proses pengelompokan, berusaha meminimalkan variasi di

dalam suatu kelompok dan memaksimalkan variasai antar kelompok[7].

Parameter yang harus dimasukkan ketika menggunakan algortima K-means adalah

nilai K. Nilai K yang digunakan pada umumnya didasarkan pada informasi yang

diketahui sebelumnya mengenai sebenarnya berapa banyak cluster yang muncul

dalam X, berapa banyak yang digunakan untuk penerapannya, atau jenis cluster

dicari dengan melakukan percobaan dengan beberapa nilai K[8]. Menurut Dr.

Suyanto ide dasar algoritma K-means sangatlah sederhana, yaitu meminimalkan

Sum of Squared Error (SSE) antara objek-objek data dengan sejumlah k centroid.

2.1.3.1 Perhitungan Algoritma K-means Clustering

Adapun langkah-langkah algortima k-means clustering adalah sebagai

berikut[6]:

1. Tentukan nilai k atau jumlah cluster pada data set.

2. Menentukkan nilai pusat (centroid). Penentuan nilai centroid pada tahap awal

dilakukan secara random, sedangkan pada iterasi digunakan rumus seperti

dibawah ini:
16

Ni
1
V ij = ∑ Xkj
N i k=0

Keterangan:

V ij = Centroid rata-rata cluster ke-I untuk variabel ke-j

N i = Jumlah anggota cluster ke-i

i , k = Indeks dari cluster

j = Indeks dari varibel

Xkj = Nilai data ke-k variabel ke-j untuk cluster tersebut

3. Menghitung jarak antara titik centroid dengan titik tiap objek menggunakan

Euclidean Distance. Euclidean Distance merupakan jarak garis lurus biasa

antara dua titik dalam ruang Euclidean, dengan rumus seperti dibawah ini:

De= √¿ ¿

Keterangan:

De = Euclidean Distance

i = Banyaknya objek

( x , y ) = Koordinat objek

( s , t ) = Koordinat centroid

4. Kelompokan objek berdasarkan jarak ke centroid terdekat.

5. Ulangi langkah ke-2 hingga ke-4, lakukan iterasi hingga centroid bernilai

optimal.
17

2.1.4 Desa

Berdasarkan Wikipedia, secara universal desa atau udik merupakan sebuah

aglomerasi permukiman di area pedesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah

pembagian wilayah administratif pada Indonesia di bawah Kecamatan, yang

dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit

permukiman kecil yang disebut kampung atau dusun. Berdasarkan peraturan

Udang-Undang No. 6 tahun 2014, desa ialah kepaduan masyarakat hukum yang

mempunyai batas kawasan yang berhak untuk mengelola dan menjalankan

kegiatan pemerintahan, kebutuhan masyarakat domestik menurut gagasan

masyarakat, kebebasan asal usul, dan kebebasan tradisional yang disegani dalam

struktur pemerintahan Indonesia.

2.1.5 Vaksinasi Covid-19

Berdasarkan penelusuran pada laman resmi tentang vaksinasi Covid-19 di

covid19.go.id bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan suatu vaksin yang dapat

meningkatkan kekebalan tubuh seseorang serta mengurangi resiko terinfeksi

Covid-19. Covid-19 merupakan wabah penyakit baru yang disebabkan oleh Virus

SARS-Cov-2 dan pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada 31

Desember 2019 dan ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (Organisasi

Kesehatan Dunia) pada tanggal 11 Maret 2020. Program vaksinasi Covid-19

pertama kali terjadi di Indonesia pada 13 Januari 2021 di Istana Merdeka. Tercatat

jumlah data vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya, pada

tanggal 21 Desember ada sekitar 262.698.951 orang yang sudah melakukan

vaksinasi dimana dosis 1 ada 153.871.826 orang, vaksinasi dosis 2 ada


18

108.827.125. Yang dapat menerima vaksinasi dimulai dari usia 12 tahun hingga

lansia. Bahkan kabar terbaru yang dibuat oleh Satgas Penanganan Covid-19

mengumumkan jika vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dimulai pada tahun

2022 di Kabupaten/Kota.

2.1.6 Alat Bantu Analisis Dan Perancangan Sistem

Dalam perancangan sistem informasi, dibutuhkan beberapa alat bantu

perancangan agar analisa dan hasil dapat tercapai. Alat bantu yang dimaksud

disini akan membantu merancang setiap proses pembentukan sistem.

2.1.6.1 Bagan Alir (flowchart)

Bagan alir program (program flowchart) adalah suatu bagan yang

menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara proses yang

satu dengan proses lainnya dalam suatu program[9]. Simbol Flowchart

menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem. Berikut ini

adalah simbol dan penjelasannya:

Tabel 2.1 Simbol Flowchart

Simbol Nama Fungsi

Terminator Permulaan/Akhir Program

Garis Alir (Flow Line) Arah Aliran Program


19

Proses inisialisasi/pemberian
Preparation harga Awal

Proses perhitungan/proses
Process pengolahandata

Proses input/output data,


Input/Output Data paramenter, informasi

Permulaan sub program atau


Predefined Process proses menjalankan
(Sub Program) sub program

Perbandingan pernyataan,
Decision penyeleksian data yang
memberikan pilihan untuk
langkah selanjutnya.

Penghubung bagian-bagian
On Page Connector flowchart yang berada pada
suatu halaman

Penghubung bagian-bagian
Off Page Connector flowchart yang berada pada
halaman berbeda

2.1.6.2 Unified Modelling Language (UML)

UML adalah salah satu standar bahasa yang digunakan di dunia industri

untuk mendefinisikan requirement, membuat analisa dan desain serta

menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek. UML adalah

sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai

alat pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem[10]. UML

menyediakan bahasa pemodelan visual yaitu proses penggambaran informasi-


20

informasi secara grafis dengan notasi-notasi baku yang tekah disepakati

sebelumnya.

2.1.6.3 Diagram UML

Unified Modeling Language (UML) adalah standarisasi bahas pemodelan

untuk membangun perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan teknik

pemrograman berorientasi objek. Pada umumnya hanya digunakan empat buah

diagram saja dalam sebuah UML, yaitu Use Case Diagram, Class Diagram,

Sequence Diagram, dan Activity Diagram[11].

2.1.6.4 Use Case Diagram

Use Case diagram, merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior)

sistem informasi yang akan dibuat[11]. Simbol-simbol Use Case Diagram dapat

dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.2 Simbol Use Case Diagram

No Simbol Nama Keterangan


Aktor/Actor Aktor adalah pengguna sistem. Aktor
tidak terbatas hanya manusia saja, jika
sebuah sistem berkomunikasi dengan
aplikasi lain dan membutuhkan input
1. atau memberikan output, maka
aplikasi tersebut juga bisa dianggap
sebagai aktor.
Use case Use case digambarkan sebagai
lingkaran elips dengan nama use case
2. dituliskan didalam elips tersebut,
digunakan sebagai unit-unit yang
saling bertukar pesan antar unit /
aktor.
Association / Asosiasi digunakan untuk
Asosiasi menghubungkan actor dengan
21

3. usecase. Asosiasi digambarkan


dengan sebuah garis yang
menghubungkan antara Actor dengan
Use Case.
Generalization Hubungan dimana objek anak
/ (descendent) berbagi perilaku dan
4. Generalisasi struktur data dari objek yang ada di
atasnya objek induk (ancestor).
Include Menspesifikasikan bahwa use case
5. sumber secara eksplisit.
Extend/ Menspesifikasikan bahwa use case
6. Ekstensi target memperluas perilaku dari use
case sumber pada suatu titik yang
diberikan

2.1.6.5 Class Diagram

Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendifinisian

kelas-kelas yang akan di buat untuk membangun sistem[11]. Kelas memiliki apa

yang disebut atribut dan metode atau operasi. Simbol-simbol yang ada pada Class

diagram ditunjukan oleh tabel dibawah ini:

Tabel 2.3 Simbol Class Diagram

Simbol Nama Keterangan

Nama_kelas Kelas pada struktur system


Class/Kelas
+atribut
+operasi()

Sama dengan konsep interface


Antarmuka/interface dalam pemrograman berorientasi
objek.
Asosiasi/ Relasi antarkelas dengan makna
Association umum, asosiasi biasanya disertai
dengan multiplicity.
Asosiasi Relasi antarkelas dengan makna
berarah/directed kelas yang satu digunakan oleh
association kelas yang lain, asosiasi biasanya
22

juga disertai dengan multiplicity.


Relasi antar kelas dengan makna
Generalisasi generalisasi- spesialisasi (umum
khusus).
Kebergantungan/ Relasi antar kelas dengan makna
Dependency kebergantungan antar kelas.
Agregasi/ Relasi antar kelas dengan makna
aggregation semua-bagian.

2.1.6.6 Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan

mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima

antar objek[11]. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam sequence diagram

adalah sebagai berikut:

Tabel 2.4 Simbol Sequence Diagram

No. Gambar Nama Keterangan


Orang, proses, atau sistem lain yang
Aktor berinteraksi dengan sistem informasi
1 yang akan dibuat di luar sistem
informasi yang akan dibuat itu sendiri.
2 Lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek.

Waktu Aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif


dan berinteraksi, semua yang terhubung
3 dengan waktu aktif ini adalah sebuah
tahapan yang dilakukan di dalamnya.
Menyatakan suatu objek memanggil
4 Pesan tipe operasi / metode yang ada pada objek
call lain atau dirinya sendiri.

2.1.6.7 Activity Diagram


23

Activity diagam menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari

sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak.

Diagram aktivitas menggambarkan aktivitas–aktivitas sistem bukan apa yang

dilakukan aktor[11].

Tabel 2.5 Simbol Activity Diagram

No Simbol Nama Keterangan


1. Start state Titik awal atau permulaan

2 Titik akhir atau akhir dari


End state aktivitas
3 Activity atau aktivitas yang
Activity dilakukan oleh actor

44 4 Decision Pilihanuntuk mengambil


Keputusan
5 Asosiasi penggabungan dimanalebihdari
1. Join satu aktivitas digabungkan
menjadi satu.

2.1.7 Perangkat Lunak Yang Digunakan

Pada pembuatan program penelitian ini, penulis membutuhkan beberapa

perangkat lunak pendukung, dalam memecahkan masalah yang ada. Beberapa

penjelasan dari perangkat lunak pendukung yaitu sebagai berikut:

2.1.7.1 RapidMiner

RapidMiner adalah software atau perangkat lunak yang digunakan untuk

pengolahan data. Data yang diolah menerapkan prinsip dan algoritma data

mining. RapidMiner mengekstrak pola-pola dari data set yang besar dengan
24

mengkombinasikan metode statistika, kecerdasan buatan dan database.

RapidMiner memudahkan penggunaanya dalam melakukan perhitungan data yang

sangat banyak dengan menggunakan operator-operator. Operator dapat berfungsi

untuk memodifikasi data. Data yang dihubungkan dengan node-node pada

operator kemudian kita hanya tinggal menghubungkannya ke node hasil untul

melihat hasilnya. Hasil yang diperlihatkan oleh RapidMiner dapat ditampilkan

secara visual dengan grafik. RapidMiner merupakan salah satu software pilihan

untuk melakukan ekstraksi data dengan metode-metode data mining[12].

Gambar 2.3 Tampilan RapidMiner

2.1.7.2 PHP

PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang dapat

ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML[13]. PHP banyak dipakai untuk

membuat program situs web dinamis.


25

Gambar 2.4 Tampilan PHP

Komponen Dasar PHP

1. Sintak dasar PHP

Ada beberapa aturan sintaks yang harus dipenuhi ketika membuat file

program PHP.

a. PHP opening dan closingtag

b. PHP mendukung komentar seperti pada bahasa ‘C’, ’C++’, dan Unix shell-

style. (Perlstyle)

2. Konstanta dalam PHP

Suatu konstanta dapat kita definisikan dengan menggunakan fungsi define ()

yang merupakan salah satu fitur function dari PHP.

3. Aritmatika dalam PHP

Untuk mempermudah menggunakan operand dan operator pada PHP.

2.1.7.3 XAMPP
26

XAMPP adalah perangkat lunak gratis yang bebas digunakan. XAMPP

berfungsi sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri dari Apache

HTTP Server, MySQL database dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan

bahasa pemrograman PHP[13].

Penjelasan mengenai Apache dan MySQL adalah sebagai berikut:

1. Sekilas mengenai Apache

Apache merupakan salah satu modul dalam perangkat lunak XAMPP yang

berfungsi sebagai web server. Aplikasi ini tersedia untuk berbagai sistem

operasi, termasuk Unix, GNU, FreeBSD, Linux, Solaris, Novell NetWare,

AmigaOS, MacOS X, Microsoft Windows, OS / 2, TPF, dan eComStation.

2. Sekilas Mengenai MySQL

SQL ini merupakan bahasa standar yang digunakan untuk Relational

Database Management Systems (RDBMS). Pernyataan-pernyataan SQL

digunakan untuk melakukan beberapa tugas seperti update data atau

menampilkan data dari basis data. Untuk dapat melakukan tugas tersebut

diperlukan perangkat lunak Database Management Systems (DBMS) seperti

MySQL, Oracle, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, dan sebagainya.

Setiap software database mempunyai bahasa perintah atau sintaks yang

berbeda, namun pada prinsipnya mempunyai arti dan fungsi yang sama.
27

Gambar 2.5 Tampilan Xampp

2.1.7.4 Internet

Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer

seluruh dunia, dengan internet sebuah komputer bisa mengakses data yang

terdapat pada komputer lain di benua yang berbeda.

Gambar 2.6 TampilanInternet


28

2.1.7.5 MySQL

MySQL merupakan salah satu database relasional yang mendukung

pemakaian SQL dan dirancang untuk penggunaan aplikasi dengan arsitektur

client/server”. Terdapat 4 komponen sistem basis data, yaitu Perangkat Keras

(Hardware), Sistem Operasi (Operating System), Basis Data (Database), Sistem

Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)[13]. MySQL

digunakan oleh sebagian besar Web Server yang ada di jagat internet. Disamping

karena dianggap simple, juga dapat di-porting pada berbagai sistem operasi

sekelas server, seperti Windows, Linux, Solaris, Mac OS, BSD, Unix, IBM-AIX.

Walaupun ralatif simple, MySQL memiliki fitur-fitur yang sangat baik, sehingga

sangat cocok untuk digunakan dalam implementasi aplikasi basis data, khususnya

yang berbasis web.

Gambar 2.7 Tampilan MySQL

Keunggulan dari MySQL adalah :

1. MySQL dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh banyak CPU sekaligus.


29

MySQL mendukung penggunaan oleh beberapa user pada waktu yang

bersamaan, oleh karena itu database server dapat diakses oleh client secara

bersamaan pula.

2. MySQL merupakan open source software. Untuk menggunakan MySQL, yang

mana merupakan lisensi dari GPL, user dapat mempergunakannya secara

cuma-cuma, tanpa dipungut biaya.

3. MySQL mampu berjalan dalam berbagai sistem operasi (Portability). MySQL

dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows,

Mac OS X server, Solaris, Amiga, Linux, FreBSD, HP-UX, dan lainnya.

4. Performance Tuning yang baik MySQL memiliki kecepatan yang sangat baik

dalam menangani query sederhana.

5. Scalability and Column TypesSupport

MySQL mampu menangani database yang besar dengan tipe kolom yang

sangat kompleks.

6. HighSecurity

MySQL memiliki sistem sekuritas yang tinggi dengan disertai beberapa

lapisan sekuriti seperti level subnetmask, nama host, dan ijin akses user

dengan sistem perijinan yang disertai dengan serta password terenkripsi.

7. Standard Command and Function MySQL memiliki operator dan fungsi

secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query,

yang mana merupakan fungsi standar dari SQL.

8. Connectivity

MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protocol

TCP/IP, Named Pipes (NT), dan Unix soket (Unix).


30

9. Flexibility

Table Structure MySQL memiliki struktur table yang lebih fleksibel dalam

menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya seperti Oracle.

10. Localisation

MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada client dengan

menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.

11. Interface

MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa

pemrograman menggunakan fungsi API.

12. Clients danTools

MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk

administrasi database, yang mana pada setiap tool disertakan petunjuk online.

2.1.7.6 Sublime Text3

Sublime Text3 merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan

untuk membuat atau mengedit suatu aplikasi. Sublime Text memiliki fitur plugin

yang memudahkan programmer. Selain itu, Sublime Text juga memiliki desain

yang simple dan keren menjadikan Sublime Text terkesan elegan untuk sebuah

syntax editor. Selain ringan, IDE ini memiliki kecepatan proses simpan dan buka

file. Tidak heran kalau IDE ini paling banyak digunakan terutama dikalangan

programmer berbasis web.


31

Gambar 2.8Tampilan Sublime Text 3

Berikut beberapa fitur yang diunggulkan dari aplikasi Sublime Text:

a. Goto Anything

Fitur yang sangat membantu dalam membuka file ataupun menjelajahi isi dari

file hanya dengan beberapa keystrokes.

b. Multiple Selections

Fitur ini memungkinkan user untuk mengubah secara interaktif banyak baris

sekaligus, mengubah nama variabel dengan mudah, dan memanipulasi file

lebih cepat dari sebelumnya.

c. CommandPallete

Dengan hanya beberapa keystorkes, user dapat dengan cepat mencari fungsi

yang diinginkan, tanpa harus menavigasi melalu menu.

d. Distraction FreeMode

Bila user memerlukan fokus penuh pada aplikasi ini, fitur ini dapat membantu

user dengan memberikan tampilan layar penuh.


32

e. Split Editing

Dapatkan hasil yang maksimal dari monitor layar lebar dengan dukungan

editing perpecahan. Mengedit sisi file dengan sisi, atau mengedit dua lokasi di

satu file. Anda dapat mengedit dengan banyak baris dan kolom yang user

inginkan.

f. Instant Project Switch

Menangkap semua file yang dimasukkan kedalam project pada aplikasi ini.

Terintegrasi dengan fitur Goto Anything untuk menjelajahi semua file yang ada

ataupun untuk beralih ke file dalam project lainnya dengan cepat.

g. Plugin API

Dilengkapi dengan plugin API berbasis Phyton sehingga membuat aplikasi ini

sangat tangguh.

h. Customize Anythin

Aplikasi ini memberikan user fleksibilitas dalam hal pengaturan fungsional

dalam aplikasi ini.

i. Cross Platform

Aplikasi ini dapat berjalan hampir disemua operating system modern seperti

Windows, OS X, dan Linuxbased operating system.

2.2 Tinjauan Penelitian

Ada beberapa referensi yang diambil penulis sebagai bahan pertimbangan

atau bahan untuk membantu peneliti dalam proses penyusunan skripsi, referensi

atau tinjauan tersebut diambil dari beberapa penulisan yang dilakukan sebelumnya

oleh peneliti lain yang membahas permasalahan hampir sama, antara lain :
33

1. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lina Listiani, Yoga Handoko

Agustin, Mochammad Zaenal Ramdhani dengan judul “Implementasi

Algoritma K-means Clustering Untuk Rekomendasi Pekerjaan Berdasarkan

Pengelompokkan Data Penduduk” Penelitian ini melakukan clustering serta

rekomendasi pekerjaan berdasarkan data penduduk melalui factor pendidikan,

umur, jenis kelamin dengan metode algoritma K-means Clustering. Penelitian

ini menghasilkan 4 cluster yaitu: C1 untuk rekomendasi jenis pekerjaan buruh

harian lepas, C2 untuk rekomendasi jenis pekerjaan wirausaha, C3 untuk

rekomendasi jenis pekerjaan karyawan swasta, dan C4 untuk rekomendasi

jenis pekerjaan karyawan honorer[14].

2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fina Nasari, Charles Jhony Manto

Sianturi dengan judul “Penerapan Algoritma K-means Clustering Untuk

Pengelompokkan Penyebaran Diare Di Kabupaten Langkat” Penelitian ini

menghasilkan dua cluster dimana cluster pertama penyebaran pada

Kecamatan Batang Serangan, Brandan Barat dan Permata Jaya serta cluster

kedua pada Kecamatan Hinai dan Sei Bingai[5].

3. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Zulfa Nabila, auliya Rahman Isnain,

Permata dan Zaenal Abidin dengan judul “Analisis Data Mining Untuk

Clustering Kasus Covid-19 Di Provinsi Lampung Dengan algoritma K-

means” Penelitian ini menyimpulkan bahwa data dibagi dalam 4 cluster yang

dikategorikan sebagai Zona Merah, Zona Orange, Zona Kuning dan Zona

Hijau. Didapatkan hasil perbandingan yang lebih dengan menggunakan

proses perhitungan secara manual dengan memanfaatkan tools pada aplikasi

RapidMiner[6].
34

4. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fauziah Nur, Prof. M. Zarlis, Dr.

Benny Benyamin Nasution dengan judul “Penerapan Algoritma K-means

Pada Siswa Baru Sekolah Menengah Kejuruan Untuk Clustering Jurusan”

Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil pengujian menghasilkan 3

kelompok yaitu kelompok tidak lulus, kelompok rekaya perangkat lunak dan

kelompok teknik komputer jaringan. Dimana pusat cluster berada pada

cluster 1=1.4;2.2;2.2, cluster 2=2.28;1.64;4, cluster 3=5;2;6. Pusat cluster

yang optimal ini telah melalui proses iterasi[7].

5. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yeusi Fani Selfrida Yani Damanik,

Sumarno, Indra Gunawan, Dedy Hartama, Ika Okta Kirana dengan judul

“Penerapan Data Mining Untuk Pengelompokkan Penyebaran Covid-19 Di

Sumatera Utara Menggunakan Algoritma K-means” Penelitian ini

menyimpulkan bahwa jumlah data yang diuji ada sebanyak 33

Kabupaten/Kota yang terdapat di Sumatera Utara. Penelitian ini

menghasilkan 3 cluster dimana cluster 1 ada pada 1 data, cluster 2 ada pada 1

data dan cluster 3 menghasilkan 31 data[15].

2.3 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan skema sederhana yang dapat

menggambarkan pokok penelitian beserta hubungannya. Kerangka pemikiran

dalam skema ini diharapkan mampu menggambarkan isi penelitian yang dibuat.

Adapun kerangka pemikiran yang dirancang adalah sebagai berikut:


35

Mulai

Identifikasi Masalah

Teknik Pengumpulan Data

Pengolahan Data

Menerapkan Ke Dalam
Metode

Pengujian Data Dengan


RapidMiner

Implementasi Ke Dalam
Sistem

Akhir

Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran

2.4 Tinjauan Instansi

2.4.1 Gambaran Umum Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang

Kecamatan Ujung Padang adalah sebuah kecamatan yang ada di

Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Letak geografis suatu daerah

merupakan suatu faktor yang menentukan bagi perkembangan sosial ekonomi

maupun budaya suatu daerah. Kecamatan Ujung Padang sendiri memiliki 20 desa

nagori yang terbagi menjadi 3 desa swakarsa dan 17 desa swasembada. Nama-

nama desa yang ada di Kecamatan Ujung Padang adalah: Nagori Sordang Bolon,

Sayur Matinggi, Taratak Nagodang, Huta Parik, Tinjowan Dusun Ulu, Bangun

Sordang, Pagar Bosi, Aek Ger Ger, Pulo Pitu Marihat, Teluk Tapian, Tanjung
36

Rapuan, Siringan Ringan, Riah Naposo, Sei Merbau, Kampug Lalang dan

kelurahan Ujung Padang. Kelurahan Ujung Padang berada di ketinggian 1.100

meter di atas permukaan laut, sementara jarak Kecamatan Ujung Padang ke kantor

Bupati Kabupaten Simalungun adalah sejauh 114,5 Km. Kecamatan Ujung

Padang merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Simalungun.

Luas Kecamatan Ujung Padang adalah 231,88 Km2 Sebelah utara Ujung Padang

adalah Kabupaten Asahan dan Batu Bara, sebelah Selatan dengan kabupaten

Asahan sebelah barat dengan Kelurahan Bosar Maligas, sebelah Timur dengan

Kabupaten Asahan.

2.4.2 Visi dan Misi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang

1. Visi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang

Adapun Visi dari Kantor Camat Ujung Padang adalah “Terwujudnya

Kabupaten Simalungun MANTAB 2021”.

2. Misi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang

Adapun Misi dari Kantor Camat Ujung Padang adalah:

1) Peningkatan dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2) Peningkatan tingkat kesehatan Masyarakat.

3) Pengembangan pemerataan akses sumberdaya manusia.

4) Menjamin ketentraman masyarakat.

5) Meningkatkan daya saing.


37

2.4.3 Struktur Organisasi

Organisasi berasal dari bahasa Yunani “orgonom” dan istilah latin

“orgonum” yang berarti alat bagian, anggota atau badan. Sehingga dapat

didefenisikan sebagai suatu wadah atau tempat sekelompok orang yang bekerja

sama dengan menggunakan dana, alat-alat dan teknologi serta mau terikat dengan

peraturan dan hubungan tertentu sehingga dapat mengarah kepada pencapaian

tujuan yang diinginkan. Adapun struktur organisasi di Kantor Camat Kecamatan

Ujung Padang adalah sebagai berikut:


37

STRUKTUR ORGANISASI KANTOR CAMAT KECAMATAN UJUNG PADANG

Gambar 2.10 Struktur Organisasi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang

37 37
38

2.4.4 Tugas dan Kewenangan Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang

Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan

menunjukkan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda-beda tersebut yang

saling diintegrasikan (koordinasi). Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari pada

suatu organisasi dibutuhkan personil-personil untuk menduduki jabatan tertentu

yang mampu menjalankan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang diberikan

sesuai dengan jabatan tersebut. Adapun uraian tugas dan tanggung jawab untuk

masing-masing jabatan pada Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang, adalah

sebagai berikut:

1. Camat

Camat mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam

melaksanakan/menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan

kehidupan masyarakat dalam wilayah kecamatan. Untuk melaksanakan tugas

sebagaimana dimaksud di atas. Camat mempunyai fungsi sebagai berikut:

1) Melaksanakan pembinaan pemerintahan desa/kelurahan.

2) Melaksanakan ketentraman dan ketertiban wilayah.

3) Melaksanakan pembinaan, pembangunan yang meliputi pembinaan

perekonomian, produksi dan distribusi serta pembinaan social.

4) Melaksanakan penyusunan program, pembinaan administrasi ketatausahaan

dan rumah tangga.

5) Mengkoordinasikan permasalahan tentang sengketa tanah pada instansi

terkait untuk mengambil langkah penyelesaiannya.

6) Melaksanakan pembinaan keamanan ketertiban, pembinaan administrasi

pemerintahan, pembinaan kehidupan masyarakat, pembinaan politik dalam


39

negeri, pembinaan ideologi Negara, pembinaan kerukunan hidup beragama di

masyarakat.

7) Memberikan petunjuk dan bimbingan penyelesaian tugas pada bawahan

dengan cara lisan/tulisan agar tugas-tugas yang dilaksanakan dapat berjalan

dengan lancar.

8) Menganalisa data yang diterima dari peragkat kecamatan sesuai dengan

permasalahan yang disampaikan oleh bawahan untuk diambil langkah-

langkah penyelesaiannya.

2. Sekretaris Kecamatan

Adapun tugas dan fungsi dari sekretaris kecamatan adalah sebagai berikut:

1) Melaksanakan penyusunan rencana, pengendalian dan evaluasi

pelaksanaannya.

2) Melaksanakan urusan tata usaha, administrasi kepegawaian, perlengkapan

dan rumah tangga.

3) Mempersiapkan berkas usulan PNS dalam rangka mutasi pegawai

(pengangkatan, kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, pindah dan

pensiun).

4) Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pemeliharaan kesejahteraan

pegawai.

5) Merencanakan pengadaan alat-alat tulis kantor dan perlengkapan lainnya

serta melakukan kegiatan kebersihan kantor.

39
40

6) Melaksanakan pembinaan penyelenggaraan administrasi serta memberikan

pelayanan teknis administrasi kepada seluruh perangkat pemerintah

kecamatan.

7) Melaksanakan koordinasi terhadap segala kegiatan yang dilakukan oleh

perangkat kecamatan dalam rangka penyelenggaraan administrasi pemerintah.

8) Melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan satuan

organisasi kecamatan.

9) Melaksanakan urusan keuangan yang meliputi penerimaan, penyimpanan dan

mengeluarkan uang pemerintah kecamatan.

10) Mengurus dan membayarkan gaji pegawai secretariat kecamatan.

11) Melaksanakan pengendalian tata naskah dinas yang meliputi, pengurusan

naskah dinas, surat masuk, naskah dinas keluar, penyimpanan, penerimaan

dan peninjauan arsip.

12) Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pembinaan pegawai.

13) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

3. Kepala Sub Bagian Keuangan

Adapun tugas dan fungsi dari kepala sub bagian keuangan adalah sebagai

berikut ini:

1) Melaksanakan penyusunan rencana anggaran kecamatan.

2) Melaksanakan penyampaian dan melakukan pengelolaan administrasi

keuangan.

3) Melaksanakan urusan keuangan yang meliputi penerimaan, penyimpanan dan

pengeluaran uang kecamatan.

40
41

4) Melaksanakan penyusunan laporan bulanan keuangan kecamatan.

5) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

4. Sub Bagian Kepegawaian

Adapun tugas dan fungsi sub bagian kepegawaian adalah sebagai berikut

ini:

1) Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan, bahan

pedoman dan petunjuk teknis serta bahan yang berhubungan dengan bidang

kepegawaian sebagai bahan pedoman dalam pelaksanaan tugas.

2) Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan bidang

kepegawaian dan mempersiapkan bahan-bahan pemecahan masalah.

3) Menyusun rencana kebutuhan dan pengembangan karir pegawai di

lingkungan kecamatan.

4) Membina peningkatan disiplin pegawai kecamatan.

5) Mempersiapkan berkas pengusulan kenaikan pangkat/gaji berkala PNS yang

bertugas di lingkungan kecamatan.

6) Mempersiapkan usul cuti pegawai yang bertugas di lingkungan kecamatan.

7) Mempersiapkan usul pemindahan pegawai yang bertugas di lingkungan

kecamatan.

8) Mempersiapkan daftar hadir pegawai yang PNS dan mengusulkan penetapan

sanksi terhadap pelanggaran disiplin kepegawaian sesuai dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

41
42

5. Seksi Pemerintahan

Adapun tugas dan fungsi dari seksi pemerintahan adalah sebagai berikut

ini:

1) Menyusun program dan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan umum

desa/kelurahan.

2) Mengumpulkan/mensistemasikandanmenganalisadatabidangpemerintahan

dan sosial politik.

3) Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pembinaan imigrasi, urbanisasi,

dan perpindahan penduduk.

4) Menyusun program penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan politik dalam

negeri, pembinaan idiologi Negara dan pembinaan kewarganegaraan.

5) Melaksanakan pengendalian dan pengevaluasian penyelenggaraan

pemerintahan, pembinaan politik dalam negeri, pembinaan kesatuan bangsa,

pembinaan masyarakat dan pembinaan kewarganegaraan

6) Mempersiapkan pencalonan, pengangkatan, pemberhentian lurah/ kepala

desa, pejabat-pejabat lainnya serta memberikan bimbingan dan petunjuk serta

mengawasi pemilihan kepala desa.

7) Melaksanakan pembinaan pelaksanaan administrasi kependudukan dan

catatan sipil serta melaksanakan pembinaan administrasi desa/ kelurahan.

8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

42
43

6. Seksi Pelayanan

Adapun tugas dan fungsi dari seksi pelayanan adalah sebagai berikut ini:

1) Menyusun pedoman dan penyelenggaraan pembinaan ketentraman dan

ketertiban umum.

2) Membina Pos Siskamling di kecamatan.

3) Mempersiapkan bahan penyusunan program serta pelaksanaan program

kesiagaan menghadapi bencana kecamatan.

4) Mempersiapkan bahan perumusan kebijakan pengerahan sumber

dayamanusia Satuan Pelindung Masyarakat.

5) Melaksanakan pembinaan terhadap SATGAS penanggulangan bencana di

kecamatan.

6) Melaksanakan penertiban izin mendirikan bangunan (IMB) di kecamatan.

7) Menyusun program, pembinaan pelayanan dan bantuan social, pembinaan

kepemudaan, peranan wanita dan olah raga.

8) Melaksanakan pembinaan kehidupan keagamaan, pendidikan, kebudayaan

dan kesehatan masyarakat.

9) Mempersiapkan bahan-bahan pembinaan terhadap penderita cacat, tuna

karya, tuna wisma, dan panti asuhan.

10) Mempersiapkan bahan-bahan kegiatan dalam rangka pembinaan keagamaan,

kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kerukunan hidup beragama,

pembinaan pendidikan masyarakat, pembinaan kesenian dan kebudayaan.

11) Mengumpulkan, mensistemasikan dan menganalisa data untuk pembinaan

kesejahteraan masyarakat.

12) Mempersiapkan penyusunan program pembinaan kesejahteraan masyarakat.

43
44

13) Mempersiapkan pemberian batuan dan pelayanan kepada masyarakat fakir

miskin dan anak yatim serta bimbingan sosial lainnya.

7. Seksi PMK

Adapun tugas dan fungsi dari seksi PMK adalah sebagai berikut:

1) Melaksanakan penyusunan program dan pembinaan perekonomian masyarakat desa,

produksi dan distribusi.

2) Melaksanakan penyusunan program dan pembinaan lingkungan hidup.

3) Melaksanakan pembinaan lembaga masyarakat desa, PKK dan pembinaan

penyelenggaraan lomba desa.

4) Melaksanakan kegiatan dalam rangka pembinaan listrik pedesaan.

5) Melaksanakan kegiatan dalam rangka koordinasi perencanaan pembangunan desa

dan pembangunan pada umumnya.

6) Melaksanakan kegiatan dalam rangka koordinasi perencanaan pembangunan di

wilayah kecamatan.

2.5 Hipotetis

Hipotesis merupakan dugaan sementara yang diperlukan pada penelitian.

Tujuannya untuk memprediksi hasil yang akan diperoleh selama penelitian.

Berdasarkan dari perumusan masalah, tinjauan pustaka, kerangka pemikiran,

maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini adalah untuk

mengelompokkan desa tervaksinasi Covid-19 pada Kecamatan Ujung Padang

dimana menggunakan teknik data mining dengan menerapkan metode algoritma

K-means Clustering sehingga pengelompokan tersebut dapat dijadikan sebagai

pengambilan keputusan berdasarkan nilai centroid yang ada (tercluster).

44
45

DAFTAR PUSTAKA

[1] A. A. Anggraini, L. A. Muharom, S. Si, M. Si, T. Krocok, and K. K.

Bondowoso, “PENGELOMPOKAN KECAMATAN MENGGUNAKAN

METODE K-MEANS CLUSTER Abstrak Kabupaten Bondowoso sebagai

salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur , memerlukan suatu kebijakan

pengaturan ruang sebagai pengarah perkembangan wilayah di masa

mendatang . Kabupaten Bo,” 2017.

[2] A. Nur Khormarudin, “Teknik Data Mining: Algoritma K-Means

Clustering,” J. Ilmu Komput., pp. 1–12, 2016, [Online]. Available:

https://ilmukomputer.org/category/datamining/.

[3] A. M. Rosad, “Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Managemen

Sekolah,” Tarbawi J. Keilmuan Manaj. Pendidik., vol. 5, no. 02, p. 173,

2019, doi: 10.32678/tarbawi.v5i02.2074.

[4] A. P. Windarto, P. Studi, S. Informasi, and D. Mining, “Penerapan Data

Mining Pada Ekspor Buah-Buahan Menurut Negara Tujuan Menggunakan

K-Means Clustering,” vol. 16, no. 4, pp. 348–357, 2017.

[5] F. Nasari and C. J. M. Sianturi, “Penerapan Algoritma K-Means Clustering

Untuk Pengelompokkan Penyebaran Diare Di Kabupaten Langkat,”

CogITo Smart J., vol. 2, no. 2, p. 108, 2016, doi:

10.31154/cogito.v2i2.19.108-119.

[6] Z. Nabila, A. Rahman Isnain, and Z. Abidin, “Analisis Data Mining Untuk

Clustering Kasus Covid-19 Di Provinsi Lampung Dengan Algoritma K-

Means,” J. Teknol. dan Sist. Inf., vol. 2, no. 2, p. 100, 2021, [Online].

45
46

Available: http://jim.teknokrat.ac.id/index.php/JTSI.

[7] F. Nur, M. Zarlis, and B. B. Nasution, “Penerapan Algoritma K-Means

Pada Siswa Baru Sekolahmenengah Kejuruan Untuk Clustering Jurusan,”

InfoTekJar (Jurnal Nas. Inform. dan Teknol. Jaringan), vol. 1, no. 2, pp.

100–105, 2017, doi: 10.30743/infotekjar.v1i2.70.

[8] I. Parlina, A. P. Windarto, A. Wanto, and M. R. Lubis, “Memanfaatkan

Algoritma K-Means Dalam Menentukan Pegawai Yang Layak Mengikuti

Asessment Center,” Memanfaatkan Algoritm. K-Means Dalam Menentukan

Pegawai Yang Layak Mengikuti Asessment Cent. Untuk Clust. Progr. Sdp,

vol. 3, no. 1, pp. 87–93, 2018.

[9] Ilham Akhsanu Ridlo, “Pedoman Pembuatan Flowchart,” Academia.Edu, p.

14, 2017, [Online]. Available:

https://www.academia.edu/34767055/Pedoman_Pembuatan_Flowchart.

[10] M Teguh Prihandoyo, “Unified Modeling Language (UML) Model Untuk

Pengembangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web,” J. Inform. J.

Pengemb. IT, vol. 3, no. 1, pp. 126–129, 2018.

[11] Suendri, “Implementasi Diagram UML (Unified Modelling Language)

Pada Perancangan Sistem Informasi Remunerasi Dosen Dengan Database

Oracle (Studi Kasus: UIN Sumatera Utara Medan),” J. Ilmu Komput. dan

Inform., vol. 3, no. 1, pp. 1–9, 2018, [Online]. Available:

http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/algoritma/article/download/3148/1871.

[12] B. Rahmat C.T.I. et al., “Implemetasi k-means clustering pada rapidminer

untuk analisis daerah rawan kecelakaan,” Semin. Nas. Ris. Kuantitatif

Terap. 2017, no. April, pp. 58–60, 2017.

46
47

[13] F. A. Prabowo, “Sistem Informasi Pengolahan Sertifikat Berbasis Web Di

Divisi Training SEAMOLEC,” J. Masy. Inform. Indones., vol. 2, no. 1, pp.

82–91, 2017.

[14] L. Listiani, Y. H. Agustin, and M. Z. Ramdhani, “Implementasi algoritma

k-means cluster untuk rekomendasi pekerjaan berdasarkan

pengelompokkan data penduduk,” SENSITIf Semin. Nas. Sist. Inf. dan

Teknol. Inf., pp. 761–769, 2019.

[15] Y. F. S. Y. Damanik, S. Sumarno, I. Gunawan, D. Hartama, and I. O.

Kirana, “Penerapan Data Mining Untuk Pengelompokan Penyebaran

Covid-19 Di Sumatera Utara Menggunakan Algoritma K-Means,” J. Ilmu

Komput. dan Inform., vol. 1, no. 2, pp. 109–132, 2021, doi:

10.54082/jiki.13.

47

Anda mungkin juga menyukai