9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Implementasi
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata dasar implementasi
merupakan pelaksanaan atau penerapan. Menurut Usman implementasi
merupakan acuan aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya suatu mekanisme pada
sistem. Implementasi tidak hanya sebuah aktivitas, melainkan kegiatan terencana
untuk mencapai tujuan kegiatan. Maka dapat disimpulkan bahwa implementasi
tidak hanya sekedar aktivitas, tetapi kegiatan yang direncanakan dilakukan dengan
sunguh-sunguh yang berlandaskan acuan norma untuk mencapai tujuan tertentu
pada kegiatan. Sehingga, implementasi tidak semerta-merta dapat berdiri sendiri
melainkan dipengaruhi oleh objek yang lainnya[3].
2.1.2 Data Mining
Data mining merupakan kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian
data historis yang digunakan untuk menemukan keteraturan, pola hubungan dalam
set data berukuran besar. Data mining merupakan proses penting dimana metode
cerdas diterapkan untuk mengekstrak pola data[1]. Data mining bisa diartikan
juga sebagai proses mengekstrak maupun menggali knowledge yang ada pada
sekumpulan data. Proses di dalam data mining menerapkan teknik statistik,
matematika, kecerdasan buatan, juga machine learning guna mengekstrak serta
mengidentifikasi informasi yang bermanfaat terkait pengetahuan dari database
9
10
yang besar. Data mining mempunyai hakikat sebagai disiplin ilmu dengan tujuan
utamanya yaitu menemukan, menggali, maupun menambang pengetahuan dari
data atau informasi yang kita miliki[2]. Adapun keluaran dari data mining dapat
digunakan sebagai pengambilan keputusan dimasa depan[2].
2.1.2.1 Tahapan Data Mining
Data mining dibagi menjadi beberapa tahap proses yang diilustrasikan
pada gambar dibawah ini[3].
Gambar 2.1 Tahapan Data Mining
Sumber dari: ilmukomputer.org
11
Tahap-tahap data mining sebagai berikut:
1. Pembersihan data (data cleaning)
Pembersihan data adalah sebuah proses menghilangkan noise dan data yang
tidak konsisten atau data tidak relevan.
2. Integrasi data (data integration)
Integrasi data adalah penggabungan data dari berbagai database ke dalam satu
database baru.
3. Seleksi data (data selection)
Data yang ada pada database sering kali tidak semuanya dipakai, oleh karena
itu hanya data yang sesuai untuk dianalisis yang akan diambil dari database.
4. Transformasi data (data transformation)
Data diubah atau digabung ke dalam format yang sesuai untuk diproses dalam
data mining.
5. Proses mining
Suatu proses utama saat metode diterapkan untuk menemukan pengetahuan
berharga dan tersembunyi dari data.
6. Evaluasi pola (pattern evaluation)
Untuk mengidentifikasi pola-pola menarik ke dalam knowledge base yang
ditemukan.
7. Presentasi pengetahuan (knowledge presentation)
Merupakan visualisasi dan penyajian pengetahuan mengenai metode yang
digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang diperoleh pengguna.
12
2.1.2.2 Teknik Data Mining
Teknik data mining terbagi menjadi dua kategori yaitu prediksi dan
deskripsi. Teknik prediksi menggunakan data historis untuk menyimpulkan
sesuatu tentang kejadian pada masa depan. Teknik deskripsi bertujuan untuk
menemukan pola dalam data yang menyediakan beberapa informasi tentang
hubungan interval yang tersembunyi[3].
Data Mining
Predictive Descriptive
Classification Clustering
Regression Summarization
Time Series Association
Analysis Rules
Prediction Sequence
Discovery
Gambar 2.2 Teknik Data Mining
Sumber dari: ilmukomputer.org
Menurut Kumar dan Saurabh, ada beberapa teknik yang digunakan dalam
data mining[3] yaitu:
1. Classification
Klasifikasi merupakan teknik yang paling umum dalam data mining. Teknik
ini menggunakan pohon keputusan (decision tree). Decision tree merupakan
13
struktur flowchart seperti pohon, dimana setiap simpul internal menandakan
suatu tes pada atribut, setiap cabang mempresentasikan hasil tes, dan simpul
mempresentasikan distribusi kelas.
2. Clustering
Clustering bisa dikatakan sebagai identifikasi kelas objek yang memiliki
kemiripan. Dengan menggunakan teknik clustering kita bisa lebih lanjut
mengidentifikasi kepadatan dan jarak daerah dalam objek ruang dan dapat
menemukan secara keseluruhan pola distribusi dan korelasi antara atribut.
Pendekatan klasifikasi secara efektif juga dapat digunakan untuk membedakan
kelompok atau kelas objek.
3. Predication
Teknik regresi dapat disesuaikan untuk predikasi. Analisis regresi dapat
digunakan untuk model hubungan antara satu atau lebih independent variables
dan dependent variables. Dalam data mining independent variables adalah
atribut-atribut yang sudah dikenal dan respon variabel apa yang kita inginkan
untuk diprediksi. Akan tetapi, banyak masalah di dunia nyata bukan prediksi
yang mudah.
4. Association rule
Digunakan untuk mengenali kelakuan dari kejadian-kejadian khusus atau
proses dimana link asosiasi muncul pada setiap kejadian. Penting tidaknya
suatu aturan assosiatif dapat diketahui dengan dua parameter, support yaitu
prosentasi kombinasi atribut tersebut dalam basis data dan confidence yaitu
kuatnya hubungan antar atribut dalam aturan asosiatif.
14
5. Neural network
Jaringan saraf adalah seperangkat unit penghubung input dan output dimana
setiap koneksinya memiliki bobot. Jaringan saraf sangat baik untuk
mengidentifikasi pola atau tren pada data dan sangat cocok untuk melakukan
prediksi serta memprediksi kebutuhan.
6. Decision trees
Decision trees atau pohon keputusan adalah struktur tree-shaped yang
mewakili set keputusan. Keputusan ini menghasilkan aturan untuk klasifikasi
sebuah kumpulan data.
7. Nearest neighbor method
Teknik yang mengklasifikasikan setiap record dalam sebuah kumpulan data
berdasarkan sebuah kombinasi suatu kelas k record yang sama dalam sebuah
kumpulan data historis (dimana k lebih besar atau sama dengan 1). Terkadang
disebut juga dengan teknik K-Nearest Neighbor.
2.1.2 Clustering
Clustering adalah klasifikasi ataupun pengelompokkan dimana proses
partisi sekumpulan objek atau data dari satu kesatuan dibagi menjadi beberapa
kelompok[4]. Clustering merupakan pengelompokan sejumlah data maupun objek
kedalam cluster/group yang berisikan data atau objek yang serupa sehingga data
maupun objek yang berbeda akan masuk kedalam cluster/group yang berbeda
pula[5].
15
2.1.3 Algoritma K-means
Algoritma K-means adalah teknik didalam clustering berbasis jarak yang
membagi data atau objek ke dalam beberapa cluster dimana algoritma ini hanya
bekerja pada atribut angka/numerik[6]. Algoritma pengelompokkan untuk
melakukan partisi set data ke dalam sejumlah K cluster yang telah ditetapkan
sejak awal. Tujuan untuk pengelompokan adalah meminimalisir fungsi objek atau
data yang diset dalam proses pengelompokan, berusaha meminimalkan variasi di
dalam suatu kelompok dan memaksimalkan variasai antar kelompok[7].
Parameter yang harus dimasukkan ketika menggunakan algortima K-means adalah
nilai K. Nilai K yang digunakan pada umumnya didasarkan pada informasi yang
diketahui sebelumnya mengenai sebenarnya berapa banyak cluster yang muncul
dalam X, berapa banyak yang digunakan untuk penerapannya, atau jenis cluster
dicari dengan melakukan percobaan dengan beberapa nilai K[8]. Menurut Dr.
Suyanto ide dasar algoritma K-means sangatlah sederhana, yaitu meminimalkan
Sum of Squared Error (SSE) antara objek-objek data dengan sejumlah k centroid.
2.1.3.1 Perhitungan Algoritma K-means Clustering
Adapun langkah-langkah algortima k-means clustering adalah sebagai
berikut[6]:
1. Tentukan nilai k atau jumlah cluster pada data set.
2. Menentukkan nilai pusat (centroid). Penentuan nilai centroid pada tahap awal
dilakukan secara random, sedangkan pada iterasi digunakan rumus seperti
dibawah ini:
16
Ni
1
V ij = ∑ Xkj
N i k=0
Keterangan:
V ij = Centroid rata-rata cluster ke-I untuk variabel ke-j
N i = Jumlah anggota cluster ke-i
i , k = Indeks dari cluster
j = Indeks dari varibel
Xkj = Nilai data ke-k variabel ke-j untuk cluster tersebut
3. Menghitung jarak antara titik centroid dengan titik tiap objek menggunakan
Euclidean Distance. Euclidean Distance merupakan jarak garis lurus biasa
antara dua titik dalam ruang Euclidean, dengan rumus seperti dibawah ini:
De= √¿ ¿
Keterangan:
De = Euclidean Distance
i = Banyaknya objek
( x , y ) = Koordinat objek
( s , t ) = Koordinat centroid
4. Kelompokan objek berdasarkan jarak ke centroid terdekat.
5. Ulangi langkah ke-2 hingga ke-4, lakukan iterasi hingga centroid bernilai
optimal.
17
2.1.4 Desa
Berdasarkan Wikipedia, secara universal desa atau udik merupakan sebuah
aglomerasi permukiman di area pedesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah
pembagian wilayah administratif pada Indonesia di bawah Kecamatan, yang
dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit
permukiman kecil yang disebut kampung atau dusun. Berdasarkan peraturan
Udang-Undang No. 6 tahun 2014, desa ialah kepaduan masyarakat hukum yang
mempunyai batas kawasan yang berhak untuk mengelola dan menjalankan
kegiatan pemerintahan, kebutuhan masyarakat domestik menurut gagasan
masyarakat, kebebasan asal usul, dan kebebasan tradisional yang disegani dalam
struktur pemerintahan Indonesia.
2.1.5 Vaksinasi Covid-19
Berdasarkan penelusuran pada laman resmi tentang vaksinasi Covid-19 di
covid19.go.id bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan suatu vaksin yang dapat
meningkatkan kekebalan tubuh seseorang serta mengurangi resiko terinfeksi
Covid-19. Covid-19 merupakan wabah penyakit baru yang disebabkan oleh Virus
SARS-Cov-2 dan pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada 31
Desember 2019 dan ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (Organisasi
Kesehatan Dunia) pada tanggal 11 Maret 2020. Program vaksinasi Covid-19
pertama kali terjadi di Indonesia pada 13 Januari 2021 di Istana Merdeka. Tercatat
jumlah data vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya, pada
tanggal 21 Desember ada sekitar 262.698.951 orang yang sudah melakukan
vaksinasi dimana dosis 1 ada 153.871.826 orang, vaksinasi dosis 2 ada
18
108.827.125. Yang dapat menerima vaksinasi dimulai dari usia 12 tahun hingga
lansia. Bahkan kabar terbaru yang dibuat oleh Satgas Penanganan Covid-19
mengumumkan jika vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dimulai pada tahun
2022 di Kabupaten/Kota.
2.1.6 Alat Bantu Analisis Dan Perancangan Sistem
Dalam perancangan sistem informasi, dibutuhkan beberapa alat bantu
perancangan agar analisa dan hasil dapat tercapai. Alat bantu yang dimaksud
disini akan membantu merancang setiap proses pembentukan sistem.
2.1.6.1 Bagan Alir (flowchart)
Bagan alir program (program flowchart) adalah suatu bagan yang
menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara proses yang
satu dengan proses lainnya dalam suatu program[9]. Simbol Flowchart
menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem. Berikut ini
adalah simbol dan penjelasannya:
Tabel 2.1 Simbol Flowchart
Simbol Nama Fungsi
Terminator Permulaan/Akhir Program
Garis Alir (Flow Line) Arah Aliran Program
19
Proses inisialisasi/pemberian
Preparation harga Awal
Proses perhitungan/proses
Process pengolahandata
Proses input/output data,
Input/Output Data paramenter, informasi
Permulaan sub program atau
Predefined Process proses menjalankan
(Sub Program) sub program
Perbandingan pernyataan,
Decision penyeleksian data yang
memberikan pilihan untuk
langkah selanjutnya.
Penghubung bagian-bagian
On Page Connector flowchart yang berada pada
suatu halaman
Penghubung bagian-bagian
Off Page Connector flowchart yang berada pada
halaman berbeda
2.1.6.2 Unified Modelling Language (UML)
UML adalah salah satu standar bahasa yang digunakan di dunia industri
untuk mendefinisikan requirement, membuat analisa dan desain serta
menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek. UML adalah
sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai
alat pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem[10]. UML
menyediakan bahasa pemodelan visual yaitu proses penggambaran informasi-
20
informasi secara grafis dengan notasi-notasi baku yang tekah disepakati
sebelumnya.
2.1.6.3 Diagram UML
Unified Modeling Language (UML) adalah standarisasi bahas pemodelan
untuk membangun perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan teknik
pemrograman berorientasi objek. Pada umumnya hanya digunakan empat buah
diagram saja dalam sebuah UML, yaitu Use Case Diagram, Class Diagram,
Sequence Diagram, dan Activity Diagram[11].
2.1.6.4 Use Case Diagram
Use Case diagram, merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior)
sistem informasi yang akan dibuat[11]. Simbol-simbol Use Case Diagram dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.2 Simbol Use Case Diagram
No Simbol Nama Keterangan
Aktor/Actor Aktor adalah pengguna sistem. Aktor
tidak terbatas hanya manusia saja, jika
sebuah sistem berkomunikasi dengan
aplikasi lain dan membutuhkan input
1. atau memberikan output, maka
aplikasi tersebut juga bisa dianggap
sebagai aktor.
Use case Use case digambarkan sebagai
lingkaran elips dengan nama use case
2. dituliskan didalam elips tersebut,
digunakan sebagai unit-unit yang
saling bertukar pesan antar unit /
aktor.
Association / Asosiasi digunakan untuk
Asosiasi menghubungkan actor dengan
21
3. usecase. Asosiasi digambarkan
dengan sebuah garis yang
menghubungkan antara Actor dengan
Use Case.
Generalization Hubungan dimana objek anak
/ (descendent) berbagi perilaku dan
4. Generalisasi struktur data dari objek yang ada di
atasnya objek induk (ancestor).
Include Menspesifikasikan bahwa use case
5. sumber secara eksplisit.
Extend/ Menspesifikasikan bahwa use case
6. Ekstensi target memperluas perilaku dari use
case sumber pada suatu titik yang
diberikan
2.1.6.5 Class Diagram
Class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendifinisian
kelas-kelas yang akan di buat untuk membangun sistem[11]. Kelas memiliki apa
yang disebut atribut dan metode atau operasi. Simbol-simbol yang ada pada Class
diagram ditunjukan oleh tabel dibawah ini:
Tabel 2.3 Simbol Class Diagram
Simbol Nama Keterangan
Nama_kelas Kelas pada struktur system
Class/Kelas
+atribut
+operasi()
Sama dengan konsep interface
Antarmuka/interface dalam pemrograman berorientasi
objek.
Asosiasi/ Relasi antarkelas dengan makna
Association umum, asosiasi biasanya disertai
dengan multiplicity.
Asosiasi Relasi antarkelas dengan makna
berarah/directed kelas yang satu digunakan oleh
association kelas yang lain, asosiasi biasanya
22
juga disertai dengan multiplicity.
Relasi antar kelas dengan makna
Generalisasi generalisasi- spesialisasi (umum
khusus).
Kebergantungan/ Relasi antar kelas dengan makna
Dependency kebergantungan antar kelas.
Agregasi/ Relasi antar kelas dengan makna
aggregation semua-bagian.
2.1.6.6 Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan
mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima
antar objek[11]. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam sequence diagram
adalah sebagai berikut:
Tabel 2.4 Simbol Sequence Diagram
No. Gambar Nama Keterangan
Orang, proses, atau sistem lain yang
Aktor berinteraksi dengan sistem informasi
1 yang akan dibuat di luar sistem
informasi yang akan dibuat itu sendiri.
2 Lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek.
Waktu Aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif
dan berinteraksi, semua yang terhubung
3 dengan waktu aktif ini adalah sebuah
tahapan yang dilakukan di dalamnya.
Menyatakan suatu objek memanggil
4 Pesan tipe operasi / metode yang ada pada objek
call lain atau dirinya sendiri.
2.1.6.7 Activity Diagram
23
Activity diagam menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari
sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak.
Diagram aktivitas menggambarkan aktivitas–aktivitas sistem bukan apa yang
dilakukan aktor[11].
Tabel 2.5 Simbol Activity Diagram
No Simbol Nama Keterangan
1. Start state Titik awal atau permulaan
2 Titik akhir atau akhir dari
End state aktivitas
3 Activity atau aktivitas yang
Activity dilakukan oleh actor
44 4 Decision Pilihanuntuk mengambil
Keputusan
5 Asosiasi penggabungan dimanalebihdari
1. Join satu aktivitas digabungkan
menjadi satu.
2.1.7 Perangkat Lunak Yang Digunakan
Pada pembuatan program penelitian ini, penulis membutuhkan beberapa
perangkat lunak pendukung, dalam memecahkan masalah yang ada. Beberapa
penjelasan dari perangkat lunak pendukung yaitu sebagai berikut:
2.1.7.1 RapidMiner
RapidMiner adalah software atau perangkat lunak yang digunakan untuk
pengolahan data. Data yang diolah menerapkan prinsip dan algoritma data
mining. RapidMiner mengekstrak pola-pola dari data set yang besar dengan
24
mengkombinasikan metode statistika, kecerdasan buatan dan database.
RapidMiner memudahkan penggunaanya dalam melakukan perhitungan data yang
sangat banyak dengan menggunakan operator-operator. Operator dapat berfungsi
untuk memodifikasi data. Data yang dihubungkan dengan node-node pada
operator kemudian kita hanya tinggal menghubungkannya ke node hasil untul
melihat hasilnya. Hasil yang diperlihatkan oleh RapidMiner dapat ditampilkan
secara visual dengan grafik. RapidMiner merupakan salah satu software pilihan
untuk melakukan ekstraksi data dengan metode-metode data mining[12].
Gambar 2.3 Tampilan RapidMiner
2.1.7.2 PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa script yang dapat
ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML[13]. PHP banyak dipakai untuk
membuat program situs web dinamis.
25
Gambar 2.4 Tampilan PHP
Komponen Dasar PHP
1. Sintak dasar PHP
Ada beberapa aturan sintaks yang harus dipenuhi ketika membuat file
program PHP.
a. PHP opening dan closingtag
b. PHP mendukung komentar seperti pada bahasa ‘C’, ’C++’, dan Unix shell-
style. (Perlstyle)
2. Konstanta dalam PHP
Suatu konstanta dapat kita definisikan dengan menggunakan fungsi define ()
yang merupakan salah satu fitur function dari PHP.
3. Aritmatika dalam PHP
Untuk mempermudah menggunakan operand dan operator pada PHP.
2.1.7.3 XAMPP
26
XAMPP adalah perangkat lunak gratis yang bebas digunakan. XAMPP
berfungsi sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri dari Apache
HTTP Server, MySQL database dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan
bahasa pemrograman PHP[13].
Penjelasan mengenai Apache dan MySQL adalah sebagai berikut:
1. Sekilas mengenai Apache
Apache merupakan salah satu modul dalam perangkat lunak XAMPP yang
berfungsi sebagai web server. Aplikasi ini tersedia untuk berbagai sistem
operasi, termasuk Unix, GNU, FreeBSD, Linux, Solaris, Novell NetWare,
AmigaOS, MacOS X, Microsoft Windows, OS / 2, TPF, dan eComStation.
2. Sekilas Mengenai MySQL
SQL ini merupakan bahasa standar yang digunakan untuk Relational
Database Management Systems (RDBMS). Pernyataan-pernyataan SQL
digunakan untuk melakukan beberapa tugas seperti update data atau
menampilkan data dari basis data. Untuk dapat melakukan tugas tersebut
diperlukan perangkat lunak Database Management Systems (DBMS) seperti
MySQL, Oracle, Microsoft SQL Server, Microsoft Access, dan sebagainya.
Setiap software database mempunyai bahasa perintah atau sintaks yang
berbeda, namun pada prinsipnya mempunyai arti dan fungsi yang sama.
27
Gambar 2.5 Tampilan Xampp
2.1.7.4 Internet
Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer
seluruh dunia, dengan internet sebuah komputer bisa mengakses data yang
terdapat pada komputer lain di benua yang berbeda.
Gambar 2.6 TampilanInternet
28
2.1.7.5 MySQL
MySQL merupakan salah satu database relasional yang mendukung
pemakaian SQL dan dirancang untuk penggunaan aplikasi dengan arsitektur
client/server”. Terdapat 4 komponen sistem basis data, yaitu Perangkat Keras
(Hardware), Sistem Operasi (Operating System), Basis Data (Database), Sistem
Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)[13]. MySQL
digunakan oleh sebagian besar Web Server yang ada di jagat internet. Disamping
karena dianggap simple, juga dapat di-porting pada berbagai sistem operasi
sekelas server, seperti Windows, Linux, Solaris, Mac OS, BSD, Unix, IBM-AIX.
Walaupun ralatif simple, MySQL memiliki fitur-fitur yang sangat baik, sehingga
sangat cocok untuk digunakan dalam implementasi aplikasi basis data, khususnya
yang berbasis web.
Gambar 2.7 Tampilan MySQL
Keunggulan dari MySQL adalah :
1. MySQL dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh banyak CPU sekaligus.
29
MySQL mendukung penggunaan oleh beberapa user pada waktu yang
bersamaan, oleh karena itu database server dapat diakses oleh client secara
bersamaan pula.
2. MySQL merupakan open source software. Untuk menggunakan MySQL, yang
mana merupakan lisensi dari GPL, user dapat mempergunakannya secara
cuma-cuma, tanpa dipungut biaya.
3. MySQL mampu berjalan dalam berbagai sistem operasi (Portability). MySQL
dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows,
Mac OS X server, Solaris, Amiga, Linux, FreBSD, HP-UX, dan lainnya.
4. Performance Tuning yang baik MySQL memiliki kecepatan yang sangat baik
dalam menangani query sederhana.
5. Scalability and Column TypesSupport
MySQL mampu menangani database yang besar dengan tipe kolom yang
sangat kompleks.
6. HighSecurity
MySQL memiliki sistem sekuritas yang tinggi dengan disertai beberapa
lapisan sekuriti seperti level subnetmask, nama host, dan ijin akses user
dengan sistem perijinan yang disertai dengan serta password terenkripsi.
7. Standard Command and Function MySQL memiliki operator dan fungsi
secara penuh yang mendukung perintah SELECT dan WHERE dalam query,
yang mana merupakan fungsi standar dari SQL.
8. Connectivity
MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protocol
TCP/IP, Named Pipes (NT), dan Unix soket (Unix).
30
9. Flexibility
Table Structure MySQL memiliki struktur table yang lebih fleksibel dalam
menangani ALTER TABLE, dibandingkan database lainnya seperti Oracle.
10. Localisation
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada client dengan
menggunakan lebih dari dua puluh bahasa.
11. Interface
MySQL memiliki interface terhadap berbagai aplikasi dan bahasa
pemrograman menggunakan fungsi API.
12. Clients danTools
MySQL dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk
administrasi database, yang mana pada setiap tool disertakan petunjuk online.
2.1.7.6 Sublime Text3
Sublime Text3 merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan
untuk membuat atau mengedit suatu aplikasi. Sublime Text memiliki fitur plugin
yang memudahkan programmer. Selain itu, Sublime Text juga memiliki desain
yang simple dan keren menjadikan Sublime Text terkesan elegan untuk sebuah
syntax editor. Selain ringan, IDE ini memiliki kecepatan proses simpan dan buka
file. Tidak heran kalau IDE ini paling banyak digunakan terutama dikalangan
programmer berbasis web.
31
Gambar 2.8Tampilan Sublime Text 3
Berikut beberapa fitur yang diunggulkan dari aplikasi Sublime Text:
a. Goto Anything
Fitur yang sangat membantu dalam membuka file ataupun menjelajahi isi dari
file hanya dengan beberapa keystrokes.
b. Multiple Selections
Fitur ini memungkinkan user untuk mengubah secara interaktif banyak baris
sekaligus, mengubah nama variabel dengan mudah, dan memanipulasi file
lebih cepat dari sebelumnya.
c. CommandPallete
Dengan hanya beberapa keystorkes, user dapat dengan cepat mencari fungsi
yang diinginkan, tanpa harus menavigasi melalu menu.
d. Distraction FreeMode
Bila user memerlukan fokus penuh pada aplikasi ini, fitur ini dapat membantu
user dengan memberikan tampilan layar penuh.
32
e. Split Editing
Dapatkan hasil yang maksimal dari monitor layar lebar dengan dukungan
editing perpecahan. Mengedit sisi file dengan sisi, atau mengedit dua lokasi di
satu file. Anda dapat mengedit dengan banyak baris dan kolom yang user
inginkan.
f. Instant Project Switch
Menangkap semua file yang dimasukkan kedalam project pada aplikasi ini.
Terintegrasi dengan fitur Goto Anything untuk menjelajahi semua file yang ada
ataupun untuk beralih ke file dalam project lainnya dengan cepat.
g. Plugin API
Dilengkapi dengan plugin API berbasis Phyton sehingga membuat aplikasi ini
sangat tangguh.
h. Customize Anythin
Aplikasi ini memberikan user fleksibilitas dalam hal pengaturan fungsional
dalam aplikasi ini.
i. Cross Platform
Aplikasi ini dapat berjalan hampir disemua operating system modern seperti
Windows, OS X, dan Linuxbased operating system.
2.2 Tinjauan Penelitian
Ada beberapa referensi yang diambil penulis sebagai bahan pertimbangan
atau bahan untuk membantu peneliti dalam proses penyusunan skripsi, referensi
atau tinjauan tersebut diambil dari beberapa penulisan yang dilakukan sebelumnya
oleh peneliti lain yang membahas permasalahan hampir sama, antara lain :
33
1. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lina Listiani, Yoga Handoko
Agustin, Mochammad Zaenal Ramdhani dengan judul “Implementasi
Algoritma K-means Clustering Untuk Rekomendasi Pekerjaan Berdasarkan
Pengelompokkan Data Penduduk” Penelitian ini melakukan clustering serta
rekomendasi pekerjaan berdasarkan data penduduk melalui factor pendidikan,
umur, jenis kelamin dengan metode algoritma K-means Clustering. Penelitian
ini menghasilkan 4 cluster yaitu: C1 untuk rekomendasi jenis pekerjaan buruh
harian lepas, C2 untuk rekomendasi jenis pekerjaan wirausaha, C3 untuk
rekomendasi jenis pekerjaan karyawan swasta, dan C4 untuk rekomendasi
jenis pekerjaan karyawan honorer[14].
2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fina Nasari, Charles Jhony Manto
Sianturi dengan judul “Penerapan Algoritma K-means Clustering Untuk
Pengelompokkan Penyebaran Diare Di Kabupaten Langkat” Penelitian ini
menghasilkan dua cluster dimana cluster pertama penyebaran pada
Kecamatan Batang Serangan, Brandan Barat dan Permata Jaya serta cluster
kedua pada Kecamatan Hinai dan Sei Bingai[5].
3. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Zulfa Nabila, auliya Rahman Isnain,
Permata dan Zaenal Abidin dengan judul “Analisis Data Mining Untuk
Clustering Kasus Covid-19 Di Provinsi Lampung Dengan algoritma K-
means” Penelitian ini menyimpulkan bahwa data dibagi dalam 4 cluster yang
dikategorikan sebagai Zona Merah, Zona Orange, Zona Kuning dan Zona
Hijau. Didapatkan hasil perbandingan yang lebih dengan menggunakan
proses perhitungan secara manual dengan memanfaatkan tools pada aplikasi
RapidMiner[6].
34
4. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fauziah Nur, Prof. M. Zarlis, Dr.
Benny Benyamin Nasution dengan judul “Penerapan Algoritma K-means
Pada Siswa Baru Sekolah Menengah Kejuruan Untuk Clustering Jurusan”
Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil pengujian menghasilkan 3
kelompok yaitu kelompok tidak lulus, kelompok rekaya perangkat lunak dan
kelompok teknik komputer jaringan. Dimana pusat cluster berada pada
cluster 1=1.4;2.2;2.2, cluster 2=2.28;1.64;4, cluster 3=5;2;6. Pusat cluster
yang optimal ini telah melalui proses iterasi[7].
5. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yeusi Fani Selfrida Yani Damanik,
Sumarno, Indra Gunawan, Dedy Hartama, Ika Okta Kirana dengan judul
“Penerapan Data Mining Untuk Pengelompokkan Penyebaran Covid-19 Di
Sumatera Utara Menggunakan Algoritma K-means” Penelitian ini
menyimpulkan bahwa jumlah data yang diuji ada sebanyak 33
Kabupaten/Kota yang terdapat di Sumatera Utara. Penelitian ini
menghasilkan 3 cluster dimana cluster 1 ada pada 1 data, cluster 2 ada pada 1
data dan cluster 3 menghasilkan 31 data[15].
2.3 Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran merupakan skema sederhana yang dapat
menggambarkan pokok penelitian beserta hubungannya. Kerangka pemikiran
dalam skema ini diharapkan mampu menggambarkan isi penelitian yang dibuat.
Adapun kerangka pemikiran yang dirancang adalah sebagai berikut:
35
Mulai
Identifikasi Masalah
Teknik Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Menerapkan Ke Dalam
Metode
Pengujian Data Dengan
RapidMiner
Implementasi Ke Dalam
Sistem
Akhir
Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran
2.4 Tinjauan Instansi
2.4.1 Gambaran Umum Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang
Kecamatan Ujung Padang adalah sebuah kecamatan yang ada di
Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Letak geografis suatu daerah
merupakan suatu faktor yang menentukan bagi perkembangan sosial ekonomi
maupun budaya suatu daerah. Kecamatan Ujung Padang sendiri memiliki 20 desa
nagori yang terbagi menjadi 3 desa swakarsa dan 17 desa swasembada. Nama-
nama desa yang ada di Kecamatan Ujung Padang adalah: Nagori Sordang Bolon,
Sayur Matinggi, Taratak Nagodang, Huta Parik, Tinjowan Dusun Ulu, Bangun
Sordang, Pagar Bosi, Aek Ger Ger, Pulo Pitu Marihat, Teluk Tapian, Tanjung
36
Rapuan, Siringan Ringan, Riah Naposo, Sei Merbau, Kampug Lalang dan
kelurahan Ujung Padang. Kelurahan Ujung Padang berada di ketinggian 1.100
meter di atas permukaan laut, sementara jarak Kecamatan Ujung Padang ke kantor
Bupati Kabupaten Simalungun adalah sejauh 114,5 Km. Kecamatan Ujung
Padang merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Simalungun.
Luas Kecamatan Ujung Padang adalah 231,88 Km2 Sebelah utara Ujung Padang
adalah Kabupaten Asahan dan Batu Bara, sebelah Selatan dengan kabupaten
Asahan sebelah barat dengan Kelurahan Bosar Maligas, sebelah Timur dengan
Kabupaten Asahan.
2.4.2 Visi dan Misi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang
1. Visi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang
Adapun Visi dari Kantor Camat Ujung Padang adalah “Terwujudnya
Kabupaten Simalungun MANTAB 2021”.
2. Misi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang
Adapun Misi dari Kantor Camat Ujung Padang adalah:
1) Peningkatan dan percepatan pembangunan infrastruktur.
2) Peningkatan tingkat kesehatan Masyarakat.
3) Pengembangan pemerataan akses sumberdaya manusia.
4) Menjamin ketentraman masyarakat.
5) Meningkatkan daya saing.
37
2.4.3 Struktur Organisasi
Organisasi berasal dari bahasa Yunani “orgonom” dan istilah latin
“orgonum” yang berarti alat bagian, anggota atau badan. Sehingga dapat
didefenisikan sebagai suatu wadah atau tempat sekelompok orang yang bekerja
sama dengan menggunakan dana, alat-alat dan teknologi serta mau terikat dengan
peraturan dan hubungan tertentu sehingga dapat mengarah kepada pencapaian
tujuan yang diinginkan. Adapun struktur organisasi di Kantor Camat Kecamatan
Ujung Padang adalah sebagai berikut:
37
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR CAMAT KECAMATAN UJUNG PADANG
Gambar 2.10 Struktur Organisasi Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang
37 37
38
2.4.4 Tugas dan Kewenangan Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan
menunjukkan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda-beda tersebut yang
saling diintegrasikan (koordinasi). Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari pada
suatu organisasi dibutuhkan personil-personil untuk menduduki jabatan tertentu
yang mampu menjalankan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang diberikan
sesuai dengan jabatan tersebut. Adapun uraian tugas dan tanggung jawab untuk
masing-masing jabatan pada Kantor Camat Kecamatan Ujung Padang, adalah
sebagai berikut:
1. Camat
Camat mempunyai tugas membantu Kepala Daerah dalam
melaksanakan/menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan
kehidupan masyarakat dalam wilayah kecamatan. Untuk melaksanakan tugas
sebagaimana dimaksud di atas. Camat mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Melaksanakan pembinaan pemerintahan desa/kelurahan.
2) Melaksanakan ketentraman dan ketertiban wilayah.
3) Melaksanakan pembinaan, pembangunan yang meliputi pembinaan
perekonomian, produksi dan distribusi serta pembinaan social.
4) Melaksanakan penyusunan program, pembinaan administrasi ketatausahaan
dan rumah tangga.
5) Mengkoordinasikan permasalahan tentang sengketa tanah pada instansi
terkait untuk mengambil langkah penyelesaiannya.
6) Melaksanakan pembinaan keamanan ketertiban, pembinaan administrasi
pemerintahan, pembinaan kehidupan masyarakat, pembinaan politik dalam
39
negeri, pembinaan ideologi Negara, pembinaan kerukunan hidup beragama di
masyarakat.
7) Memberikan petunjuk dan bimbingan penyelesaian tugas pada bawahan
dengan cara lisan/tulisan agar tugas-tugas yang dilaksanakan dapat berjalan
dengan lancar.
8) Menganalisa data yang diterima dari peragkat kecamatan sesuai dengan
permasalahan yang disampaikan oleh bawahan untuk diambil langkah-
langkah penyelesaiannya.
2. Sekretaris Kecamatan
Adapun tugas dan fungsi dari sekretaris kecamatan adalah sebagai berikut:
1) Melaksanakan penyusunan rencana, pengendalian dan evaluasi
pelaksanaannya.
2) Melaksanakan urusan tata usaha, administrasi kepegawaian, perlengkapan
dan rumah tangga.
3) Mempersiapkan berkas usulan PNS dalam rangka mutasi pegawai
(pengangkatan, kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, pindah dan
pensiun).
4) Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pemeliharaan kesejahteraan
pegawai.
5) Merencanakan pengadaan alat-alat tulis kantor dan perlengkapan lainnya
serta melakukan kegiatan kebersihan kantor.
39
40
6) Melaksanakan pembinaan penyelenggaraan administrasi serta memberikan
pelayanan teknis administrasi kepada seluruh perangkat pemerintah
kecamatan.
7) Melaksanakan koordinasi terhadap segala kegiatan yang dilakukan oleh
perangkat kecamatan dalam rangka penyelenggaraan administrasi pemerintah.
8) Melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan satuan
organisasi kecamatan.
9) Melaksanakan urusan keuangan yang meliputi penerimaan, penyimpanan dan
mengeluarkan uang pemerintah kecamatan.
10) Mengurus dan membayarkan gaji pegawai secretariat kecamatan.
11) Melaksanakan pengendalian tata naskah dinas yang meliputi, pengurusan
naskah dinas, surat masuk, naskah dinas keluar, penyimpanan, penerimaan
dan peninjauan arsip.
12) Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pembinaan pegawai.
13) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.
3. Kepala Sub Bagian Keuangan
Adapun tugas dan fungsi dari kepala sub bagian keuangan adalah sebagai
berikut ini:
1) Melaksanakan penyusunan rencana anggaran kecamatan.
2) Melaksanakan penyampaian dan melakukan pengelolaan administrasi
keuangan.
3) Melaksanakan urusan keuangan yang meliputi penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran uang kecamatan.
40
41
4) Melaksanakan penyusunan laporan bulanan keuangan kecamatan.
5) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.
4. Sub Bagian Kepegawaian
Adapun tugas dan fungsi sub bagian kepegawaian adalah sebagai berikut
ini:
1) Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang-undangan, bahan
pedoman dan petunjuk teknis serta bahan yang berhubungan dengan bidang
kepegawaian sebagai bahan pedoman dalam pelaksanaan tugas.
2) Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan bidang
kepegawaian dan mempersiapkan bahan-bahan pemecahan masalah.
3) Menyusun rencana kebutuhan dan pengembangan karir pegawai di
lingkungan kecamatan.
4) Membina peningkatan disiplin pegawai kecamatan.
5) Mempersiapkan berkas pengusulan kenaikan pangkat/gaji berkala PNS yang
bertugas di lingkungan kecamatan.
6) Mempersiapkan usul cuti pegawai yang bertugas di lingkungan kecamatan.
7) Mempersiapkan usul pemindahan pegawai yang bertugas di lingkungan
kecamatan.
8) Mempersiapkan daftar hadir pegawai yang PNS dan mengusulkan penetapan
sanksi terhadap pelanggaran disiplin kepegawaian sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
41
42
5. Seksi Pemerintahan
Adapun tugas dan fungsi dari seksi pemerintahan adalah sebagai berikut
ini:
1) Menyusun program dan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan umum
desa/kelurahan.
2) Mengumpulkan/mensistemasikandanmenganalisadatabidangpemerintahan
dan sosial politik.
3) Mempersiapkan bahan-bahan dalam rangka pembinaan imigrasi, urbanisasi,
dan perpindahan penduduk.
4) Menyusun program penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan politik dalam
negeri, pembinaan idiologi Negara dan pembinaan kewarganegaraan.
5) Melaksanakan pengendalian dan pengevaluasian penyelenggaraan
pemerintahan, pembinaan politik dalam negeri, pembinaan kesatuan bangsa,
pembinaan masyarakat dan pembinaan kewarganegaraan
6) Mempersiapkan pencalonan, pengangkatan, pemberhentian lurah/ kepala
desa, pejabat-pejabat lainnya serta memberikan bimbingan dan petunjuk serta
mengawasi pemilihan kepala desa.
7) Melaksanakan pembinaan pelaksanaan administrasi kependudukan dan
catatan sipil serta melaksanakan pembinaan administrasi desa/ kelurahan.
8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.
42
43
6. Seksi Pelayanan
Adapun tugas dan fungsi dari seksi pelayanan adalah sebagai berikut ini:
1) Menyusun pedoman dan penyelenggaraan pembinaan ketentraman dan
ketertiban umum.
2) Membina Pos Siskamling di kecamatan.
3) Mempersiapkan bahan penyusunan program serta pelaksanaan program
kesiagaan menghadapi bencana kecamatan.
4) Mempersiapkan bahan perumusan kebijakan pengerahan sumber
dayamanusia Satuan Pelindung Masyarakat.
5) Melaksanakan pembinaan terhadap SATGAS penanggulangan bencana di
kecamatan.
6) Melaksanakan penertiban izin mendirikan bangunan (IMB) di kecamatan.
7) Menyusun program, pembinaan pelayanan dan bantuan social, pembinaan
kepemudaan, peranan wanita dan olah raga.
8) Melaksanakan pembinaan kehidupan keagamaan, pendidikan, kebudayaan
dan kesehatan masyarakat.
9) Mempersiapkan bahan-bahan pembinaan terhadap penderita cacat, tuna
karya, tuna wisma, dan panti asuhan.
10) Mempersiapkan bahan-bahan kegiatan dalam rangka pembinaan keagamaan,
kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kerukunan hidup beragama,
pembinaan pendidikan masyarakat, pembinaan kesenian dan kebudayaan.
11) Mengumpulkan, mensistemasikan dan menganalisa data untuk pembinaan
kesejahteraan masyarakat.
12) Mempersiapkan penyusunan program pembinaan kesejahteraan masyarakat.
43
44
13) Mempersiapkan pemberian batuan dan pelayanan kepada masyarakat fakir
miskin dan anak yatim serta bimbingan sosial lainnya.
7. Seksi PMK
Adapun tugas dan fungsi dari seksi PMK adalah sebagai berikut:
1) Melaksanakan penyusunan program dan pembinaan perekonomian masyarakat desa,
produksi dan distribusi.
2) Melaksanakan penyusunan program dan pembinaan lingkungan hidup.
3) Melaksanakan pembinaan lembaga masyarakat desa, PKK dan pembinaan
penyelenggaraan lomba desa.
4) Melaksanakan kegiatan dalam rangka pembinaan listrik pedesaan.
5) Melaksanakan kegiatan dalam rangka koordinasi perencanaan pembangunan desa
dan pembangunan pada umumnya.
6) Melaksanakan kegiatan dalam rangka koordinasi perencanaan pembangunan di
wilayah kecamatan.
2.5 Hipotetis
Hipotesis merupakan dugaan sementara yang diperlukan pada penelitian.
Tujuannya untuk memprediksi hasil yang akan diperoleh selama penelitian.
Berdasarkan dari perumusan masalah, tinjauan pustaka, kerangka pemikiran,
maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini adalah untuk
mengelompokkan desa tervaksinasi Covid-19 pada Kecamatan Ujung Padang
dimana menggunakan teknik data mining dengan menerapkan metode algoritma
K-means Clustering sehingga pengelompokan tersebut dapat dijadikan sebagai
pengambilan keputusan berdasarkan nilai centroid yang ada (tercluster).
44
45
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. A. Anggraini, L. A. Muharom, S. Si, M. Si, T. Krocok, and K. K.
Bondowoso, “PENGELOMPOKAN KECAMATAN MENGGUNAKAN
METODE K-MEANS CLUSTER Abstrak Kabupaten Bondowoso sebagai
salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Timur , memerlukan suatu kebijakan
pengaturan ruang sebagai pengarah perkembangan wilayah di masa
mendatang . Kabupaten Bo,” 2017.
[2] A. Nur Khormarudin, “Teknik Data Mining: Algoritma K-Means
Clustering,” J. Ilmu Komput., pp. 1–12, 2016, [Online]. Available:
https://ilmukomputer.org/category/datamining/.
[3] A. M. Rosad, “Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Managemen
Sekolah,” Tarbawi J. Keilmuan Manaj. Pendidik., vol. 5, no. 02, p. 173,
2019, doi: 10.32678/tarbawi.v5i02.2074.
[4] A. P. Windarto, P. Studi, S. Informasi, and D. Mining, “Penerapan Data
Mining Pada Ekspor Buah-Buahan Menurut Negara Tujuan Menggunakan
K-Means Clustering,” vol. 16, no. 4, pp. 348–357, 2017.
[5] F. Nasari and C. J. M. Sianturi, “Penerapan Algoritma K-Means Clustering
Untuk Pengelompokkan Penyebaran Diare Di Kabupaten Langkat,”
CogITo Smart J., vol. 2, no. 2, p. 108, 2016, doi:
10.31154/cogito.v2i2.19.108-119.
[6] Z. Nabila, A. Rahman Isnain, and Z. Abidin, “Analisis Data Mining Untuk
Clustering Kasus Covid-19 Di Provinsi Lampung Dengan Algoritma K-
Means,” J. Teknol. dan Sist. Inf., vol. 2, no. 2, p. 100, 2021, [Online].
45
46
Available: http://jim.teknokrat.ac.id/index.php/JTSI.
[7] F. Nur, M. Zarlis, and B. B. Nasution, “Penerapan Algoritma K-Means
Pada Siswa Baru Sekolahmenengah Kejuruan Untuk Clustering Jurusan,”
InfoTekJar (Jurnal Nas. Inform. dan Teknol. Jaringan), vol. 1, no. 2, pp.
100–105, 2017, doi: 10.30743/infotekjar.v1i2.70.
[8] I. Parlina, A. P. Windarto, A. Wanto, and M. R. Lubis, “Memanfaatkan
Algoritma K-Means Dalam Menentukan Pegawai Yang Layak Mengikuti
Asessment Center,” Memanfaatkan Algoritm. K-Means Dalam Menentukan
Pegawai Yang Layak Mengikuti Asessment Cent. Untuk Clust. Progr. Sdp,
vol. 3, no. 1, pp. 87–93, 2018.
[9] Ilham Akhsanu Ridlo, “Pedoman Pembuatan Flowchart,” Academia.Edu, p.
14, 2017, [Online]. Available:
https://www.academia.edu/34767055/Pedoman_Pembuatan_Flowchart.
[10] M Teguh Prihandoyo, “Unified Modeling Language (UML) Model Untuk
Pengembangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web,” J. Inform. J.
Pengemb. IT, vol. 3, no. 1, pp. 126–129, 2018.
[11] Suendri, “Implementasi Diagram UML (Unified Modelling Language)
Pada Perancangan Sistem Informasi Remunerasi Dosen Dengan Database
Oracle (Studi Kasus: UIN Sumatera Utara Medan),” J. Ilmu Komput. dan
Inform., vol. 3, no. 1, pp. 1–9, 2018, [Online]. Available:
http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/algoritma/article/download/3148/1871.
[12] B. Rahmat C.T.I. et al., “Implemetasi k-means clustering pada rapidminer
untuk analisis daerah rawan kecelakaan,” Semin. Nas. Ris. Kuantitatif
Terap. 2017, no. April, pp. 58–60, 2017.
46
47
[13] F. A. Prabowo, “Sistem Informasi Pengolahan Sertifikat Berbasis Web Di
Divisi Training SEAMOLEC,” J. Masy. Inform. Indones., vol. 2, no. 1, pp.
82–91, 2017.
[14] L. Listiani, Y. H. Agustin, and M. Z. Ramdhani, “Implementasi algoritma
k-means cluster untuk rekomendasi pekerjaan berdasarkan
pengelompokkan data penduduk,” SENSITIf Semin. Nas. Sist. Inf. dan
Teknol. Inf., pp. 761–769, 2019.
[15] Y. F. S. Y. Damanik, S. Sumarno, I. Gunawan, D. Hartama, and I. O.
Kirana, “Penerapan Data Mining Untuk Pengelompokan Penyebaran
Covid-19 Di Sumatera Utara Menggunakan Algoritma K-Means,” J. Ilmu
Komput. dan Inform., vol. 1, no. 2, pp. 109–132, 2021, doi:
10.54082/jiki.13.
47