Anda di halaman 1dari 4

Nomor SOP 106/SOP-UKP/SS/2016

Tgl Pembuatan 04 Januari 2016


Tgl Revisi
Tgl Efektif 04 Januari 2016
Disahkan Oleh Kepala Puskesmas Sungai Sembilan

PUSKESMAS dr. EKA VIORA EFFENDI


SUNGAI NIP. 19830826 200904 1 002
SEMBILAN NAMA SOP PEMBERIAN ANESTESI LOKAL
1. Pengertian Pemberian anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan rasa sakit atau
nyeri secara lokal tanpa disertai hlangnya kesadaran.
Pemberian anestesi lokal dapat dengan tekhnik:
 Anestesi permukaan adalah pengolesan atau penyemprotan
analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata,hidung,faring.
 Anestesi infiltrasi adalah penyuntikan larutan analgetik lokal
langsung diarahkan disekitar tempat lesi,luka atau insisi.cara
infiltrasi yang serng digunakan adalah blokade lingkar dan
larutan obat disuntikan intradermal atau subcutan.
 Anestesi blok adalah penyuntikan analgetik lokal langsung ke
saraf utama atau pleksus saraf.
 Anestesi regional intravena adalah penyuntikan larutan analgetik
lokal intravena.
Obat anestesi lokal/regional adalah obat yang menghambat hantaran
saraf bila dikenakan secara lokal.anestesi lokal idealnya adalah yang
tidak mengiritasi atau merusak jaringan secara permanen,batas
keamanan lebar,mula kerja singkat,masa kerja cukup lama,larut dalam
air,stabil dalam larutan,dapat disterilkan tanpa mengalami perubahan
dan efeknya reversibel.
Contoh obat anestesi lokal
 Lidokain (liqnikaon,xylocain) adalah anestesi lokal kuat yang
digunakan secara topikal dan suntikan.Efek anestesi lebih
kuat,cepat,ekstensif dibanding prokain
 Chlor etyl adalah anestetik golongan permukaan, dengn cara
disemprot.
2. Tujuan Untuk menghilangkan rasa sakit sementara ketika melakukan tindakan
bedah minor dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa
sakit pada tubuh.
3. Kebijakan Sebagai pedoman dalam pemberian anestesi lokal pada saat melakukan
tindakan bedah minor dan prosedur lainnya yang menimbulkan rasa
sakit di Puskesmas Sungai Sembilan . Pelaksanaan pemberian anestesi
lokal pada saat melakukan tindakan bedah minor dan prosedur lainnya
yang menimbulkan rasa sakit di Puskesmas Sungai Sembilan harus
mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam SPO pemberian
1/4
anestesi lokal.
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. Prosedur 1. Petugas mengidentifikasi pasien ,mencocokkan identitas pasien
dengan rekam medis.
2. Petugas menganamnesa pasien
3. Petugas mencatat anamnesa pasien ke rekam medis
4. Petugas menidurkan pasien di ruang tindakan,memposisikan luka
yang akan dilakukan anestesi terlihat kasat mata
5. Petugas memberikan informed consent pada pasien dan keluarga
tentang tindakan anestesi yang akan dilakukan
6. Pasien menandatangani lembar informed consent setelah diberi
informed consent oleh petugas
7. Petugas menilai apakah keadaan pasien layak dilakukan tidakan
8. Petugas mempersiapkan alat dan bahan steril untuk melakukan
tindakan anestesi
9. Petugas mencuci tangan dengan 7 langkah mencuci tangan
10. Petugas menggunakan sarung tangan steril
11. Petugas mengambil obat anestesi dengan menggunakan spuit dibantu
dengan petugas lain yang membukakan obat anestesi
12. Petugas memberikan informasi kalau akan segera dilakukan
penyuntikan pembiusan untuk menghilangkan rasa sakit
13. Petugas menyuntikkan obat anestesi lokal langsung ke lesi,luka dan
sekitarnya secara blokade lingkar dan obat disuntikan intradermal
atau subcutan
14. Petugas menunggu 1-2 menit sampai obat anestesi bereaksi dan
pasien sudah tdak merasakan sakit pada luka dan sekitarnya
15. Petugas menanyakan pada pasien dengan memberikan rangsangan
nyeri pada sekitar luka apakah masih nyeri atau tidak dan sudah
merasa baal/kesemutan pada kulit sekitar luka.
16. Petugas mengobservasi apakah ada tanda-tanda alergi
17. Setelah pasien tidak merasa nyeri petugas membersihkan luka yang
terkena kotoran dengan larutan NaCl 0,9 %
18. Petugas melakukan tindakan bedah minor
19. Petugas mengobservasi keadaan pasien setelah dilakukan tindakan
20. Petugas menulis resume tindakan pada rekam medis.

2/4
6. Diagram
Alir

3/4
7. Unit 1. Poli gigi
terkait 2. Poli KIA
3. IGD

8. Rekaman Historis Perubahan

No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai diberlakukan

4/4

Anda mungkin juga menyukai