0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan7 halaman

Pola Asuh Orang Tua dan Kedisiplinan Siswa

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas tinggi di sekolah dasar. 2. Hasilnya menunjukkan ada hubungan sedang dan signifikan antara pola asuh orang tua yang baik dengan tingkat kedisiplinan siswa yang lebih baik. 3. Dokumen ini membahas pentingnya pola asuh orang tua d

Diunggah oleh

hardiyanto1993
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan7 halaman

Pola Asuh Orang Tua dan Kedisiplinan Siswa

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas tinggi di sekolah dasar. 2. Hasilnya menunjukkan ada hubungan sedang dan signifikan antara pola asuh orang tua yang baik dengan tingkat kedisiplinan siswa yang lebih baik. 3. Dokumen ini membahas pentingnya pola asuh orang tua d

Diunggah oleh

hardiyanto1993
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol.

1 Issue (3) 2022


Jurnal Pendidikan & Pembelajaran Sekolah Dasar
https://ojs.unm.ac.id/jppsd/index

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kedisiplinan Siswa


Kelas Tinggi di Sekolah Dasar

Sundari1 ,Rukayah2,Sidrah Afriani Rachman3


1,2,3,4
PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Abstrak
Kata kunci: Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kedisiplinan siswa. Kedisiplinan
Pola Asuh Orang Tua; siswa tidak semata-mata timbul begitu saja, namun ada pihak yang sangat
Kedisiplinan; Aturan berperan dalam pendidikan anak yaitu salah satunya melalui pola asuh yang
diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pola
asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas tinggi. Hasil Penelitian
menunjukkan bahwa diperoleh rx = 0,412 maka hubungan kedua variabel
tergolong pada tingkat hubungan dalam kategori “sedang”, karena berada pada
rentang 0,40 - 0,599 dan nilai thitung sebesar 3,73 dan ttabel sebesar 1.67. Ternyata
harga thitung lebih besar dari harga ttabel, dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan
kedisiplinan siswa kelas tinggi. Jadi, semakin baik pola asuh orang tua yang
diterapkan maka akan baik pula kedisiplinan siswa. Berdasarkan kesimpulan
tersebut, maka dampak yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui bahwa pola
asuh orang tua yang baik akan meningkatkan kedisiplinan siswa.
Abstract
Keywords: The problem in this study is the lack of student discipline. Student discipline
Parenting Style; does not just arise, but there are parties who play a very important role in
Discipline; Rules children's education, one of which is through parenting applied by parents. This
research is a quantitative research with the type of correlational research which
aims to determine the relationship between parenting patterns and high grade
students' discipline. The results showed that obtained rx = 0.412, the relationship
between the two variables was classified at the level of relationship in the
"medium" category, because it was in the range 0.40 - 0.599 and the tcount value
was 3.73 and ttable was 1.67. It turns out that the value of tcount is greater than
the value of ttable, thus it can be concluded that there is a significant relationship
between parenting patterns and the discipline of high-class students. So, the
better the parenting style applied, the better the student discipline will be. Based
on these conclusions, the impact of this study is known that good parenting will
improve student discipline.

© Universitas Negeri Makassar 2022


Alamat Penulis1:
E-mail: sundarii2703@gmail.com e-ISSN: 2807-7016

304
Jurnal Pendidikan & Pembelajaran Sekolah Dasar

PENDAHULUAN Arifin dan Ummah (2018) mengatakan bahwa


Pendidikan bagi umat manusia pola asuh merupakan sikap orang tua dalam
merupakan kebutuhan yang mutlak yang harus mengadakan hubungan atau interaksi dengan
dipenuhi sepanjang hayat. Pendidikan diamati dari cara orang tua memberikan
menjadikan seseorang lebih bertaqwa kepada peraturan, hadiah, disiplin, hukuman,
Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, pemberian perhatian dan tanggapan terhadap
keterampilan dan kepribadian yang akan keinginan, dengan kata lain pola asuh orang tua
mengembangkan kompetensi diri yang dimiliki adalah kesatuan dari sikap orang tua dalam
serta turut berperan dalam kemajuan bangsa. memelihara, mendidik atau membimbing anak
Hal ini sejalan dengan isi Undang-Undang secara optimal.
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Menurut Marisa, Fitriyanti & Utami
Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (2018), “pola asuh orang tua yang sesuai dengan
menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha kebutuhan anak, akan memungkinkan
sadar dan terencana dengan tujuan untuk dukungan positif diterima oleh anak, termasuk
mewujudkan suasana belajar agar siswa dapat dalam hal kedisiplinan”. Salah satu konsep dari
mengembangkan potensi dirinya untuk pola asuh orang tua adalah untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, mengembangkan kedisiplinan terutama dalam
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, kedisiplinan belajar, sehingga orang tua mampu
akhlak mulia, serta keterampilan yang menerapkan pola asuh yang sesuai dan dapat
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan menumbuhkan sikap-sikap yang positif yang
negara. diharapkan dapat menjadi bekal untuk masa
Proses pendidikan dapat terjadi kapan depan.
saja dan di mana saja. Salah satu tempat Pola asuh yang diterapkan terhadap anak,
terjadinya proses pendidikan adalah lingkungan termasuk remaja, sangat bervariasi. Ada yang
keluarga. Pendidikan tidak dapat dipisahkan pola asuhnya menurut apa yang dianggap
dari peran keluarga. Pendidikan keluarga terbaik oleh dirinya sendiri sehingga ada
merupakan lingkungan pertama bagi anak bersifat otoriter, tetapi ada juga dengan penuh
mendapatkan pengaruh sadar karena masa awal kasih saying. Perilaku yang dapat
pertumbuhannya lebih banyak dihabiskan di dikembangkan pada diri anak melalui pola asuh
lingkungan keluarga. orang tua yakni perilaku disiplin. Faktor yang
Mufarokhah (2015), menyatakan bahwa menyebabkan rendahnya disiplin pada anak
“Dilihat dari segi struktural, pendidikan disebebkan oleh kurangnya kebiasaan dari
pertama yang diterima oleh anak adalah orang tua di rumah. Sehingga anak terbiasa
pendidikan keluarga, sedangkan dilihat dari hidup dalam ketidakdiplinan saat berada di luar
operasionalnya pendidikan keluarga merupakan rumah seperti di sekolah
pendorong dan pemberi semangat bagi anak” (h. Menurut Daryanto (2013) “Kedisiplinan
2). Jika anak dihadapkan pada suatu masalah, pada dasarnya kontrol diri dalam mematuhi
maka keluargalah yang menjadi tempat untuk aturan baik yang dibuat oleh diri sendiri maupun
bersandar, tempat untuk berkeluh kesah, tempat diluar baik dari keluarga, lembaga pendidikan,
penyemangat, bahkan tempat untuk meminta masyarakat, bernegara, maupun beragama” (h.
bantuan agar masalah tersebut bisa terselesaikan 49). Kedisiplinan siswa ditunjukkan dengan
dengan baik ketaatan terhadap aturan-aturan belajar.
Orang tua dalam mendidik anak juga Peraturan belajar yang harus ditaati tidak hanya
sangat penting dalam membentuk perilaku anak peraturan sekolah, namun juga peraturan di
diantaranya melalui pola asuh yang diterapkan rumah.
sehingga dapat memiliki kepribadian yang baik
305
Vol, 1. No, 3. Tahun 2022

Menurut Amir (2021) bahwa orang tua ditemukan ketidakdisiplinan seperti terambat
dapat memberikan fondasi primer bagi datang ke sekolah bahkan tidak masuk tanpa
perkembangan anak, juga memberikan adanya keterangan dan tidak mematuhi tata
pengaruh yang menentukan kepribadian anak. tertib sekolah. Ketidakdisiplinan berlangsung
Maka baik buruknya pola asuh orang tua, dapat secara terus menerus akan berdampak pada
memberikan dampak yang positif atau negatif kebiasaan berperilaku tid ak disiplin.
terhadap perilaku anak, seperti kedisiplinan. Kedisiplinan siswa berbeda-beda, karena
Shochib (2018) menyatakan bahwa profesi dan pola asuh yang diterapkan setiap
“Keterkaitan pola asuh orang tua dengan orang tua siswa juga berbeda. Ada anak yang
kedisiplinan diri anak dimaksudkan sebagai manja, ada juga siswa yang sulit untuk menaati
upaya orang tua dalam meletakkan dasar-dasar perintah gurunya dan bahkan ada anak yang
disiplin diri kepada anak d an membantu senang jika melanggar peraturan sekolah.
mengembangkannya sehingga anak memiliki Kurang tepatnya pola asuh yang diterapkan oleh
disiplin diri” (h. 16). Orang tua yang memahami orang tua dalam mendidik siswa dapat
hal ini menyadari betul bahwa proses mengakibatkan siswa dalam perkembangannya
pendisiplinan adalah proses yang berjalan tidak mandiri dan sulit menyesuaikan diri
dengan waktu dan pengulangan serta kesadaran dengan lingkungannya, termasuk lingkungan
dari dua belah pihak yakni orang tua dan anak. belajar di sekolah. Oleh karena itu, hal ini
Menurut Muhaimin, (2016) tingginya menjadi penting untuk diteliti.
angka ketidakdisiplinan siswa dipandang Menurut Hatimah (2016) “Keluarga
sebagai akibat dari masih kurangnya perhatian adalah pendidik yang pertama dan utama, tetapi
orang tua terhadap karakter anaknya termasuk masih banyak keluarga yang menyerahkan
dalam hal kedisiplinan. Di era globalisasi sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada
dengan kemajuan IPTEK yang tinggi, tentunya sekolah” (h. 291). Hal tersebut menimbulkan
akan mempermudah segala urusan manusia. pemikiran bahwa orang tua memiliki peran
Dampak dari penggunaan alat-alat ini bisa dalam mendidik anak. Pada dasarnya
mengarah ke hal positif atau negatif. Keseringan pendidikan tidak sepenuhnya tanggung jawab
anak menggunakan handphone untuk sekolah, namun orang tua memiliki peran utama
mengakses internet atau menonton televisi akan dalam mendidik anaknya karena waktu berada
membuang sia-sia waktu mereka. Hingga sering di rumah lebih banyak dibanding di sekolah.
terlihat anak terlambat ke sekolah, seragam Pernyataan tersebut sejalan dengan Jailani
yang salah, lupa mengerjakan PR, tidak (2014), mengatakan bahwa “Keluarga adalah
bersemangat saat pelajaran di kelas dan lain tempat pendidikan permulaan, di dalam
sebagainya. Hal tersebut berhubungan dengan keluarga orang tua berperan sebagai penuntun
pola asuh orang tua. Apakah orang tua mereka dan pemberi contoh teladan yang baik bagi
membebaskan anaknya atau melarang anaknya anak”(h. 248). Pengasuhan yang dilakukan
melakukan sesuatu atau bahkan mengarahkan orang tua sangat berperan terutama dapat
akalnya. Rukayah (2019), "Untuk mencapai menumbuhkan kedisiplinan. Kebiasaan dari
prestasi belajar yang maksimal, perlu adanya kecil akan membawa dampak yang besar ketika
motivasi yang kuat yang ditumbuhkan oleh anak tersebut dewasa.
peserta didik, terutama oleh guru yang sebagai Apabila kedisiplinan sudah menyatu
pengajar, agar para siswa selalu terdorong dalam dirinya, maka sikap atau perbuatan yang
untuk mengembangkan potensi yang ada pada dilakukan bukan lagi dirasakan sebagai beban,
diri mereka" (h. 102). namun sebaliknya akan membebani dirinya
Berdasarkan pengamatan langsung dari apabila ia tidak berbuat disiplin. Sehingga
peneliti dan berdasarkan informasi dari guru ketika anak berada di luar lingkungan keluarga
kelas tinggi, dalam proses pembelajaran, masih seperti di sekolah, maka anak akan terbiasa.

306
Jurnal Pendidikan & Pembelajaran Sekolah Dasar

Dari uraian tersebut bahwa kedisiplinan Penelitian ini ingin mencari hubungan antara
siswa yang baik, tidak semata-mata timbul pola asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa
begitu saja, namun ada pihak yang sangat kelas tinggi SD Inpres 3/77 Data Kecamatan
berperan dalam pendidikan anak yaitu salah Mare Kabupaten Bone.
satunya melalui pola asuh yang diterapkan oleh Penelitian ini dilakukan di Kelas tinggi
orang tua. Adapun penelitian yang relevan yaitu SD Inpres 3/77 Data Kecamatan Mare
penelitian yang dilakukan oleh Maulana (2017) Kabupaten Bone yang terdiri dari kelas IV, V
hasil penelitiannya menunjukan adanya dan VI. Penelitian ini dilaksanakan pada
hubungan yang signifikan antara pola asuh semester II tahun pelajaran 2020/2021.
orang tua dan kedisiplinan siswa. Tujuan dari Penelitian dimulai Januari 2021 dan berakhir
penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pada Juli 2021.
tidaknya hubungan yang signifikan antara pola Langkah dalam metode ilmiah tersebut
asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas harus ditempuh agar suatu bahasan dapat
tinggi. Berdasarkan tujuan tersebut dirumuskan disebut ilmiah. Kaitan langkah yang satu
hipotesis dari penelitian ini yaitu tidak ada dengan lainnya tidaklah statis, melainkan
hubungan yang signifikan antara pola asuh dinamis dengan proses ilmiah yang tidak hanya
orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas tinggi mengandalkan penalaran saja, tetapi juga
dan ada hubungan signifikan antara pola asuh mengandalkan imajinasi dan kreativitas.
orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas Teknik pengumpulan data dilakukan
tinggi. dengan yaitu angket dan dokumentasi. Angket
Berdasarkan uraian di atas peneliti sebagai salah satu teknik pengumpulan data
tertarik untuk melihat apakah ada hubungan dalam penelitian ini digunakan untuk
antara pola asuh orang tua dengan kedisiplinan memperoleh data atau informasi tentang pola
dengan judul penelitian “Hubungan Pola Asuh asuh orang tua dan kedisiplinan siswa dengan
Orang Tua dengan Kedisiplinan Siswa kelas menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono
Tinggi ” (2016) “Skala likert digunakan untuk mengukur
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
METODE PENELITIAN sekelompok orang tentang fenomena sosial”
Penelitian ini menggunakan penelitian (h.93). Dokumentasi adalah cara untuk
kuantitatif dengan model korelasional. mengumpulkan data berupa pengambilan data
Korelasional berasal dari kata korelasi yang yang bersifat dokumentatif mengenai seluruh
berarti hubungan timbal balik atau sebab-akibat. jumlah dan nama-nama siswa kelas tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Teknik analisis data merupakan cara
adanya hubungan atau tidak pada suatu objek yang digunakan untuk membuktikan hipotesis.
penelitian. Menurut Arikunto (2013) Dalam penelitian ini, ada dua variabel yaitu pola
“Penelitian Korelasional merupakan penelitian asuh orang tua dan kedisiplinan siswa. Analisis
yang dimaksudkan untuk mengetahui ada data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
tidaknya hubungan antara dua atau beberapa analisis statistik deskriptif dan analisis statistik
variabel” (h. 313). inferensial.
Penelitian korelasi merupakan suatu
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui HASIL PENELITIAN DAN
hubungan dan tingkat mentaati aturan atau PEMBAHASAN
norma yang berlaku pada lingkungan tersebut. Uji Normalitas
hubungan antara dua variabel atau lebih Berdasarkan perhitungan untuk
tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel menentukan normalitas variabel X
tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi. dikemukakan bahwa harga Chi Kuadrat hitung=
307
Vol, 1. No, 3. Tahun 2022

9,1 dengan dk 6-1 = 5nmaka harga Chi Kuadrat Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh
tabel = 11,070, karena nilai Chi Kuadrat hitung besaran-besaran statistik: N = 61, ∑X = 5214,
lebih kecil dari nilai Chi Kuadrat Tabel (9,1 < ∑Y = 5060, ∑X2 = 448230, ∑Y2 = 421382,
11,070), maka distribusi data variabel pola asuh ∑XY = 433622. Nilai koefisien korelasi, maka
orang tua (X) termasuk normal. Sedangkan digunakan rumus korelasi pearson product
variabel Y, dikemukakan bahwa harga Chi moment sebagai berikut:
Kuadrat hitung= 10,8 dengan dk 6-1 = 5, maka 𝑁.∑ 𝑋𝑌−(∑ 𝑋).(∑ 𝑌)
harga Chi Kuadrat tabel = 11,070, karena nilai rxy =
√(𝑁.∑𝑋 2 −(∑𝑋)2 ).(𝑁 ∑𝑌 2 −(∑𝑌)2 )
(10,8 < 11,070), maka distribusi data variabel 114730
kedisiplinan siswa (Y) termasuk normal. rxy =
√(222320) . (347364)
Pengujian normalitas untuk kedua 114730
rxy = 277895,59
variabel yaitu pola asuh orang tua (X) dan
kedisiplinan siswa (Y) yang diteliti hasinya rxy = 0,412
berdistribusi normal. Oleh karena itu Berdasarkan hasil perhitungan tersebut
penggunaan parametris untuk pengujian rxy sebesar 0,412. Hasil perhitungan tersebut
hipotesis dapat dilanjutkan. dikonsultasikan pada tabel interpretasi koefisien
Analisis Inferensial korelasi berikut.

Tabel 1. Interpretasi Koefisien Korelasi


Interval
Tingkat Hubungan
Koefisien
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Sumber: Sugiyono, 2016


Setelah nilai r dikonsultasikan, maka 0,412x 8,25
thitung = 0,831
diperoleh bahwa tingkat hubungan kedua √
3,399
variabel tergolong sedang karena berada pada thitung = 0,911
rentang 0,40-0,599 thitung = 3,73
Intrapolasi
Rumus determinasi sebagai berikut:
Dik C0 = 1,671; C1 = 1,658; B0 = 69; B1= 60
KP = r2 x 100%
(𝐶 − 𝐶 )
C = C0 + 1 0 (B – B0)
= (0,412)2 x 100% (𝐵1− 𝐵0 )

(1,658−1,671)
= 0,169 x 100% C = 1,671 + (69-60)
(120−60)
= 16,9% C = 1,671 + (-0,0019)
C = 1,67
Uji-t dengan rumus sebagai berikut:
r√𝑛−2 Untuk menguji hipotesis dilakukan
thitung =
√1−𝑟 2
0,412√70−2
dengan membandingkan nilai thitung pada level
thitung = signifikansi 5%. Tabel nilai distribusi thitung
√1−(0,412)2
dengan jumlah responden sebanyak 70

308
Jurnal Pendidikan & Pembelajaran Sekolah Dasar

diperoleh nilai ttabel = 1,67. Ternyata nilai orang tua dengan anak. Pola asuh dari orang tua
thitung (3,73) lebih besar (>) dari ttabel (1,67), dapat membimbing anak yang bertanggung
sehingga H1 diterima. Dengan demikian dapat jawab serta berperilaku yang baik dalam hal
disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kedisiplinan.
signifikan antara pola asuh orang tua dengan Hasil Analisis data untuk menentukan
kedisiplinan siswa kelas tinggi SD Inpres 3/77 apakah ada hubungan yang signifikan antara
Data Kecamatan Mare Kabupaten Bone. pola asuh orang tua dengan kedisiplinan siswa
kelas tinggi menunjukkan bahwa ada hubungan
Berdasarkan hasil Pengujian hipotesis yang signifikan antara pola asuh orang tua
penelitian dengan statistik inferensial dalam hal dengan kedisiplinan siswa yang menghasilkan
ini korelasi product moment dan uji t, hubungan yang sedang. Hal tersebut sesuai
didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan dengan hasil penelitian Maulana (2017) yang
yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua menyatakan bahwa terdapat hubungan antara
dengan Kedisiplinan Siswa Kelas Tinggi . pola asuh orang tua dengan disiplin siswa.
Adapun nilai korelasi yang di dapatkan adalah
0,412 berada pada kategori sedang. Hal tersebut SIMPULAN DAN SARAN
peneliti dapatkan setelah mengumpulkan semua Semua pola asuh yang diberikan oleh
data yang berupa angket yang diberikan kepada orang tua memiliki dampak tersendiri bagi
siswa Sedangkan hasil tersebut menunjukkan perilaku anak. Pola Asuh orang tua merupakan
bahwa deratajat hubungan antara pola asuh salah satu faktor yang dapat berperan terhadap
orang tua dengan kedisiplinan siswa kelas tinggi kedisiplinana siswa. Semakin baik pola asuh
adalah 16,9% artinya terdapat 16,9% pola asuh yang diterapkan orang tua dirumah, maka
orang tua berkontribusi terhadap kedisiplinan perilaku siswa ketika berada di sekolah juga
siswa dan 83,1% kedisiplinan siswa semakin baik termasuk dalam hal kedisiplinan.
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak Jadi pola asuh yang diberikan orang tua sangat
dibahas pada penelitian ini. berperan terhadap kedisiplinan belajar siswa
Hasil koefisien kedua variabel setelah Disarankan kepada pihak Sekolah
dianalisis menggunakan uji-t diperoleh bahwa hendaknya membuat suatu program dan tata
harga thitung > harga t tabel, ini berarti terdapat tertib yang tegas dengan hukuman yang
hubungan yang signifikan antara pola asuh mendidik untuk meningkatkan kedisiplinan
orang tua dengan kedisiplinan siswa SD Kelas siswa, misalnya bisa memberikan sanksi
Tinggi. Pola asuh orang tua yang baik dapat mendidik seperti menghafalkan surat-surat
membantu siswa meningkatkan kedisiplinan. pendek dan hendaknya orang tua harus pandai
Hasil analisis tersebut sejalan dengan Fariha memilih pola asuh yang sesuai kepada anaknya
(2016) menunukkan bahwa semakin baik pola karena dapat memberikan dampak positif atau
asuh yang diterapkan orang tua, maka semakin negatif terhadap perilaku anak seperti
baik pula kedisiplinan siswa tersebut. Pola asuh kedisiplinan, namun tetap mencurahkan
yang diberikan oleh orang tua selama dirumah perhatian maupun kontrol yang cukup tanpa
menjadi cikal bakal anak dalam berperilaku harus mengekang kebebasan anak serta kepada
disiplinan di sekolah. peneliti yang tertarik mengkaji masalah yang
Pola asuh yang baik dimana orang tua relevan dengan penelitian ini hendaknya
selalu tanggap pada kebutuhan, selalu melakukan penelitian dengan pembahasan yang
mengingatkan dan menasehati ketika meraka lebih mendalam untuk mendapatkan informasi
melakukan kesalahan akan menghasilkan siswa ilmiah mengenai pentingnya penerapan pola
yang taat pada aturan. Hal terbut sejalan dengan asuh orang tua untuk meningkatkan kedisipinan
Djamarah (2020) bahwa tedapat beberapa faktor siswa.
yang mempengaruhi disiplin salah satunya yaitu DAFTAR RUJUKAN
lingkungan terdekat seperti hubungan antara

309
Vol, 1. No, 3. Tahun 2022

Adawiyah, R. (2017). Pola Asuh Orang Tua


Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Jailani, M. S. (2014). Teori Pendidikan
Anak. Jurnal Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua
Kewarganegaraan. 7, 33–48. dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal
Pendidikan Islam, 245.
Amir, P. (2021). JIKAP PGSD : Jurnal Ilmiah
Ilmu Kependidikan Pengaruh Pola Asuh Muhaimin, Witono. H, I. S. J. (2016). JIKAP
Orangtua Terhadap Hasil Belajar Siswa PGSD : Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan.
Kelas IV Sekolah Dasar. 375–386. Peran Guru Dalam Membenuk Karakter
Disiplinan Siswa Kelas V. 5(2), 2597-
Arifin, A. A., & Ummah, D. M. (2018). 4440
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Tunggal
Dalam Keluarga Terhadap Kedisiplinan Marisa C, Evi F, & S. U. (2018). Hubungan Pola
Belajar Siswa. 2, 52–57. Asuh Orangtua dengan Motivasi Belajar
Remaja. Jurnal Konseling Dan
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendidikan, 6, 25–31.
Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka
Cipta. Maulana, K. (2017). Terhadap Hasil Belajar
Pkn Siswa Kelas V Sdn Gugus Mawar
Arikunto, S., & Jabar, C. S. A. (2014). Evaluasi Kecamatan Semarang Timur. Skripsi.
Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Semarang : Universitas Negeri Semarang
Praktis bagi Mahasiswa dan Praktisi Mufarokhah, S. A. (2015). Hubungan Pola
Pendidikan (Edisi 2). Jakarta: Bumi Asuh Orang Tua dengan Disiplinan Siswa
Aksara. Kelas V Mi An-Nashriyah. 2.

Darmadi. (2017). Pengembangan Model Rukayah. (2019). Mengembangkan Aspek


Metode Pembelajaran dalam Dinamika Sosial / Kerjasama Siswa Melalui Metode
Belajar Siswa. Yogyakarta: Deepublish. Wisata TK Tirodeceng Pompanua
Kabupaten Bone. JIKAP PGSD: Jurnal
Daryanto. (2013). Implementasi Pendidikan Ilmiah Ilmu Kependidikan, 3(2), 101–107.
Karakter. Jakarta: Grasindo.
Shochib, M. (2018). Pola Asuh Orang Tua
Desmita. (2017). Psikologi Perkembangan dalam Membantu Anak Mengembangkan
Peserta Didik. Bandung, Jawa Barat: Disiplin (Revisi ed). Jakarta: Rineka Cipta.
Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian
Djamarah, S. B. (2020). Pola Asuh Orang Tua Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
dan Komunikasi dalam Keluarga (Revisi
ed). Jakarta: PT Raja Grafindo.

Hatimah, I. (2016). Keterlibatan keluarga


dalam kegiatan di sekolah dalam
perspektif kemitraan. 290–297.
Hidayati, I. N. (2014). Pola Asuh Otoriter
Orangtua, Kecerdasan Emosi, dan
Kemandirian Anak SD. Jurnal Psikologi
Indonesia. 3(1), 1-8.

310

Anda mungkin juga menyukai