0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan9 halaman

Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Siswa

Dokumen ini membahas pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VII di SMP Nusantara Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar siswa berdasarkan data dari angket dan nilai raport.

Diunggah oleh

Erwina Azizah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • kondisi sosial ekonomi,
  • pengaruh motivasi,
  • metode penelitian,
  • siswa SMP,
  • pengaruh teknologi,
  • kualitas pendidikan,
  • teknik pengumpulan data,
  • motivasi ekstrinsik,
  • pengaruh media massa,
  • pengujian normalitas
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan9 halaman

Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Siswa

Dokumen ini membahas pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VII di SMP Nusantara Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar siswa berdasarkan data dari angket dan nilai raport.

Diunggah oleh

Erwina Azizah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • kondisi sosial ekonomi,
  • pengaruh motivasi,
  • metode penelitian,
  • siswa SMP,
  • pengaruh teknologi,
  • kualitas pendidikan,
  • teknik pengumpulan data,
  • motivasi ekstrinsik,
  • pengaruh media massa,
  • pengujian normalitas

“Motivasi Belajar Siswa Berpengaruh terhadap prestasi Belajar siswa kelas VII SMP

Nusantara Bekasi.”

Afrieanto Suprobo
858961208
UPTD Stuan Pendidikan SDN Karangsono 03
Universitas terbuka/FKIP/S1-PGSD
email: afrieag17@gmail.com/082331122533

Abstrak.
Kesulitan belajar merupakan sebuah permasalahan yang menyebabkan seorang
siswa belum dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan belum mampu
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam membantu anak
meningkatkan prestasi belajar, pendidik terutama guru harus menciptakan iklim yang
merangsang pemikiran dan ketrampilan kreatif anak di sekolah. Rendahnya Prestasi
Belajar pada siswa dapat di pengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun
ekternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh untuk mengetahui apakah
ada pengaruh motivasi diri terhadap prestasi belajar siswa. Motivasi belajar terhadap
prestasi belajar siswa seluruh siswa kelas VII SMP Nusantara Bekasi (550 siswa.
Rancangan penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan
tipe penelitian ex-post-facto. Pengambilan data diambil dengan penyebaran angket,
studi dokumentasimenggunakan angket dengan skala likert, sedangkan data variabel
terikat dikumpulkan dari data dokumen sekolah.
Data tersebut kemudian akan diuji prasyarat selanjutnya dianalisis dengan
menggunakan analisis regresi sederhana melalui program statistik SPSS 23.0. Hasil
Penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar berpengaruh atau mempunyai hubungan
dengan prestasi belajar siswa dan kontribusi motivasi belajar terhadap prestasi belajar
sebesar 56,1% dan juga apakah Hasil Penelitian menunjukkan motivasi belajar
berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa serta penanaman gaya
belajar juga berpengaruh positif signigikan terhadap prestasi belajar siswa
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pada UU RI SISDIKNAS Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 menjelaskan bahwa
pendidikan nasional berfungsi untuk membentuk watak serta peradapan bangsa yang
bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menanbah
kemampuan, dimana bertujuan agar mengembangkan potensi peserta didik menjadi
beriman dan bertakwa terhadap ilahi yang Maha Esa, berakhlak mulia, mandiri, kreatif,
cakap, berilmu, sehat, dan menjadi masyarakat Negara yang demokratis serta
tanggung jawab. Pendidikan manusia bisa menaikkan kualitas asal daya yang dimiliki
sebagai upaya pelaksanaan pembangunan. pendidikan yang berkualitas dapat menjadi
salah satu cara agar menjadi bangsa yang maju atau tidak tertinggal dengan bangsa
lain.
Prestasi belajar ialah hal yang mendasar dari serangkaian proses belajar. Faktor
yang sangat berpengaruh prestasi belajar ialah motivasi, keadaan fisik, kecerdasan,
lingkungan sekolah, guru, masyarakat, keluarga (orang tua), sarana dan prasarana,
kurikulum, dan lain-lain. Hal yang terpenting dalam prestasi belajar adalah motivasi.
Motivasi sangat penting untuk melakukan dan mencapai sesuatu yang dapat
dipengaruhi dari luar maupun dari dalam diri individu. Motivasi sangat penting dalam
proses belajar dan mengajar di dalam dunia pendidikan atau akademik (Gunawan,
2014).

B.Faktor-faktor yang Meningkatkan Motivasi dalam Prestasi Belajar.


Prestasi Belajar adalah nilai sebagai rumusan yang diberikan guru bidang studi
mengenai kemajuan atau prestasi belajar selama masa tertentu (S Suryabrata, 1998).
Sedangkan menurut (Pratini, 2005) Prestasi Belajar adalah suatu hasil yang dicapai
seseorang dalam melakukan kegiatan belajar. Sedangkan menurut (Putri et al., 2020)
Prestasi belajar adalah suatu hasil pembelajaran yang telah terangkum dalam
sebuah laporan atau rapor dalam bentuk nilai, ulangan harian, UTS, UAS yang
dibandingkan melalui standart Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Menurut Ahmadi (2004) fakor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu:
1. Faktor internal, yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri, sifatnya:
a) Psikologi, seperti : kecerdasan, kemauan, bakat, minat, sikap dan perhatian.
b) Faktor eksternal, seperti : kondisi yang lelah, cacat badan, kurang pendengaran,
gangguan penglihatan, dan lain-lain.

2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang timbul dari luar diri siswa, diantaranya:
a) Lingkungan sekolah, yang meliputi : interaksi guru dan murid, cara penyajian
bahan pelajaran, kurikulum, kondisi gedung, waktu sekolah, pelaksanaan disiplin
metode mengajar dan tugas pokok.
b) Lingkungan keluarga, yang meliputi : cara mendidik anak, suasana keluarga,
pengertian keluarga, kondisi sosial ekonomi, latar belakang kebudayaan dan
lain-lain.
c) Lingkungan masyarakat, yang meliputi : media massa, teman bergaul, kegiatan
lain, cara hidup dilingkungan dan lain-lain (Rafiqah, 2013).Prestasi belajar yang
telah diraih oleh siswa dalam pembelajaran akan terlihat dalam bentuk nilai
ketika diperoleh melalui tes ujian yang berkaitan dengan materi pelajaran yang
telah dicapai atau dipelajarinya. Dalam proses pendidikan, prestasi belajar
penting untuk memberikan kesempatan pada siswa untuk mencapai suatu yang
ingin dicapainya. Apalagi zaman sudah semakin modern dan alat teknologi pun
semakin canggih, sehingga dapat membantu meningkatkan prestasi belajar
siswa(Gunawan, 2014).

Dari uraian di atas kesimpulannya bahwa motivasi berpengaruh pada prestasi


belajar siswa. Ini menunjukkan bahwa peran motivasi dalam meningkatkan prestasi
belajar menjadi penting terutama pada siswa karenaarena hasil belajar akan menjadi
lebih maksimal jika individu memiliki motivasi yang baik.Jadi kesimpulannya bahwa
motivasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa baik dari luar maupun dalam diri
individu. Motivasi berperan dalam dunia pendidikan terutama dalam proses belajar dan
mengajar, sebab dengan adanya motivasi, minat belajar siswa akan semakin meningkat
untuk mencapai sesuatu yang diharapkan.
C.METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif Penelitian ini dilaksanakan
pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015, di SMP Nusantara Bekasi Kelas VII.
Penelitian yang akan dilaksanakan ini termasuk penelitian kuantitatif yaitu pendekatan
yang akan menuntut menggunakan angka, mulai dari pengupulan data, penafsiran
terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Jenis penelitian ini merupakan
penelitian ex-post-facto. Penelitian ex post facto adalah pengamatan dilakukan setelah
kejadian lewat.

POPULASI DAN SAMPEL


Populasi yang dihunakan adalah seluruh siswa kelas VII SMP Nusantara Bekasi
(550 siswa), sampel menggunakan metoode slovin didapat 84 siswa. 84 siswa diambil
secara random dari 10 kelas (kelas VII A, VII B, VII C, VII D, VII E, VII F, VII G, VII H,
VII I, VII J) Terdapat dua variabel penelitian yaitu: Variabel bebas/ independent variabel
(X), yaitu: Motivasi Belajar dan Variabel terikat/ dependent variabel (Y), yaitu:
Prestasi Belajar SiswaInstrumen yang digunakan yakni angket/kuesioner dan nilai
raport. Angketdigunakan untuk memperoleh data mengenai motivasi belajar siswa.
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya
(Sugiyono, 2012: 199).

MASALAH
Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara dengan para guru, diketahui
bahwa masih banyak yang mengalami kesulitan belajar, tampak dari adanya siswa
yang enggan belajar dan tidak bersemangat dalam menerima pelajaran di kelas. Hasil
belajar siswa menjadi kurang memuaskan karena masih banyak nilai dibawah standar
kelulusan yakni dibawah 75 (daftar nilai rapor semester 2 tahun ajaran 2013/2014).

DESAIN PENELITIAN

X Y

Gambar 3.1 . Desain Penelitian


Dimana :
X = Motivasi Belajar
Y = Prestasi Belajar

DEFINISIOPERASIONAL, Adapun definisi operasional variabel penelitian adalah


sebagai berikut :
o Motivasi belajar (X) adalah variabel independen/bebas yang mempengaruhi.
Merupakan daya dorong atau keinginan untuk melakukan sesuatu, dimana
keinginan tersebut dilakukan secara sadar guna mencapai tujuan. Meliputi cita-cita,
kemampuan siswa, kondisi jasmani dan rohani siswa, kondisi lingkungan, unsur-
unsur dinamis belajar dan upaya guru membelajarkan siswa.
o Prestasi Belajar (Y) adalah variabel dependen/terikat yang dipengaruhi.
Merupakan pencapaian hasil belajar oleh siswa kelas VIII mata pelajaran IPA
SMP Nusantara Bekasi yang dilihat dari nilai rapor semester genap tahun
2014/2015 yang diperoleh masing- masing siswa.

TEKNIK PENYAMBILAN DATA:


•penyebaran angket, studi dokumentasi
(buku raport)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil uji normalitas data menggunakan One-Sample Kolmogrof Smirnov,
Ditampilkan pada Tabel 1.Uji Normalitas Data

Understanding Residual

N 40

Normal parameter Mean 00000000

Std.Deviation 1,57214459

Most Extreme Differences Absolute 156

Positive 156

Test statistic Negative 112


156

Asymp.sig (2 trailed ) 0,206

Berdasarkan data pada tabel 1, menunjukan data berdistribusi normal dimana


nilai sig lebih besar dari α (0,206 > 0,05). Sehingga Data Residual bisa dianalisis lanjut
menggunakan regresi sederhana. Kontribusi motivasi belajar terhadap hasil belajar
Ditampilkan
pada 2 Tabel Kontribusi motivasi belajar terhadap prestasi

Model R R square Adhusted R Std.error of the


square estimate

1 749 561 549 1,593

Berdasarkan Tabel 2. Menunjukan bahwa motivasi belajar memiliki kekuatan


hubungan yang sedang dengan hasil belajar biologi siswa, hal ini ditunjukan dengan
nilai R sebesar 0,749. Sementara itu nilai R Square sebesar 0, 749 yang berarti
motivasi belajar memiliki kontribusi atau pengaruh sebesar 56,1 % terhadap hasil
belajar biologi siswa, sedangkan 43,9 % lainnya dipengaruhi oleh faktor lain diluar
motivasi belajar.Analisis regresi sederhana menggunakan ANOVA dengan ketentuan
jika nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05. Hasil uji ANOVA ditampilkan pada Tabel 3.

Model df Mean F Sig.


Square
Sum
of squares

1 123,106 48,530 000 b


123,106

96,394 38 2,537

219,500 39
Berdasarkan data pada Tabel 3 menunjukan bahwa nilai sig adalah 0,000 yang
menandakan bahwa model regresi dapat memprediksi hasil belajar siswa. Langkah
selanjutnya adalah uji koofisien regresi yang ditampilkan pada tabel 4.
Tabel 4. Hasil Uji Koofisien Regresi

Model Unstandardi Standarized 1 Sih.


zed Coefficients
coefficients

1 Constan B Std. Error Beta 8,744 000

Motivasi -46,080 -5,270 6,966 000


belajar -349 -050 -749

Berdasarkan data pada Tabel 4 menunjukan bahwa nilai sig 0,000 lebih kecil dari
α 0,05 yang menandakan koefisien regresi adalah signifikan. Persamaan regresinya
adalah Y = 46,080 + 0,349X. Model Regresi menunjukan bahwa setiap kenaikan satu
unit motivasi belajar maka akan meningkat pula hasil belajar siswa pada ujian semester
sebesar 0,349 unit pada konstanta 46,080. Artinya semakin baik motivasi belajar siswa
maka hasil belajarnya juga akan semakin tinggi, sebaliknya semakin rendah motivasi
belajar siswa maka hasil belajarnya juga menurun.Motivasi memiliki pengaruh terhadap
prestasi belajar. Prestasi belajar siswa akan baik jika tertanam motivasi yang kuat
dalam diri mereka. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Inayah dkk (2013)
menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara motivasi dan prestasi belajar
pada mata pelajaran ekonomi. Motivasi belajar siswa tidaklah sama, ada siswa yang
mememiliki motivasi yang tinggi dan ada mahasiswa yang memiliki motivasi yang
rendah. Hal ini ditunjukan dengan skor angket motivasi yang berbeda dimana skor
minimum 94 dan skor maksimum 119. Menurut Daskalovska et.al (2012) menyatakan
bahwa semua pembelajar didalam kelas tidak memiliki level dan jenis motivasi yang
sama. Motivasi merupakan dorongan dari dalam diri dan dari luar diri seorang siswa
yang membuat siswa terdorong untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan yang
ingin dicapai. Tujuan siswa dalam belajar adalah meperoleh hasil belajar yang baik.
Menurut Hamdu dan Agustina (2011) peningkatan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh
beberapa faktor, salah satunya adalah motivasi untuk belajar.Pada penelitian ini
motivasi memiliki kontribusi atau pengaruh terhadap prestasi belajar dari hasil penelitian
menunjukan bahwa motivasi belajar mempunyai kontribusi sebesar 56,1 %. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Firmansyah (2011),
Lee (2010) dan Insar dkk (2017) yang menyimpulkan bahwa Motivasi memiliki
pengaruh atau kontribusi terhadap hasil belajar atau prestasi belajar siswa

KESIMPULAN
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan motivasi belajar
dengan prestasi belajar maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa adalah :
1. Motivasi belajar sangat berkaitan erat dengan prestasi belajar siswa di sekolah.
Sehingga memunculkan anggapan bahwa prestasi belajar siswa dapat
ditingkatkan dengan adanya motivasi belajar baik motivasi intrinsik maupun
ekstrinsik.
2. kesimpulan hasil penelitian ini, maka implikasi dalam hasil penelitian ini bahwa
ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi
belajar siswa menunjukkan adanya peran penting bimbingan konseling dalam
meningkatkan motivasi belajar, sehingga tercapai prestasi belajar yang lebih
baik.
Minat belajar yang tinggi akan mendorong siswa dalam kegiatan pembelajaran
sehingga semangat siswa dalam belajar akan terus meningkat dan tercapai prestasi
belajar yang lebih baik. Peran penting motivasi belajar yang tinggi dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa. Hal tersebut mendorong pihak sekolah khususnya guru
bimbingan dan konseling agar memberikan perhatian lebih dalam mengembangkan
program kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan motivasi belajar dan prestasi
belajar siswa.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa aspek yang sekiranya dapat
diangkat sebagai saran yang baik bagi orang tua dan anak. Adapun saran-saran yang
ingin penulis sampaikan yaitu:
1. Bagi sekolah
Hendaknya sekolah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proses
pembelajaran di sekolah agar dapat berjalan dengan lancar melalui pengembangan
metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan dan peningkatan motivasi
belajar siswa.
2. Bagi guru BK
Hendaknya senantiasa memberikan bimbingan dan konseling dengan lebih
efektif dan efisien dalam upaya menumbuhkan semangat dan motivasi belajar sehingga
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Motivasi memiliki kontribusi atau pengaruh
terhadap prestasi belajar. Semakin tinggi Motivasi belajar maka prestasi belajar akan
semakin baik.

DAFTAR PUSTAKA
- Suryabrata, S. (1998). Psikologi Pendidikan. Raja Grafindo Persada.
- Pratini, S. (2005). Psikologi Pendidikan. Studing.
- Putri, E. R., Utomo, S. W., & Wihartanti, L. V. (2020). PENGARUH PENDIDIKAN
KARAKTER DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR
AKUNTANSI. 2(2).
-Setyowati. 2007. “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII
SMPN 13 Semarang”. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri
Semarang.
-Ratna. 2015. “Pengaruh Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga dan Lingkungan
Sekolah Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan”.
Skripsi. Tarakan: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo.
-Daskalovska, N, Gudeva, L. K, & Ivanovska, B (2012). Leaner Motivation and Interest
Procedia- Sosial and Behavional Science,46, 1187-1191Firmansyah, H. (2011).
-Learning on Study Achievement : Empirical Analysis from Vocational Universities
of Colleges student in Taiwan. The Journal Of Human Resourse and Adult Learning,
6(Desember), 56-73Sugiyono. (2012).

Common questions

Didukung oleh AI

The key findings of the research indicate a significant positive relationship between motivation and academic achievement, with motivation accounting for 56.1% of variation in students' performance. Higher motivation correlates with higher academic outcomes, as seen through increased engagement and willingness to learn. The study highlights motivation's critical role as both an internal drive and an external influence, impacting students' ability to achieve educational success. These results underscore the importance of fostering both intrinsic and extrinsic motivation in educational settings to enhance student outcomes .

The statistical significance of the regression model is demonstrated by a Sig value of 0.000, indicating the model's strong ability to predict student performance outcomes. This model shows that motivation has a significant impact on academic achievements, justifying the use of regression analysis in educational research to quantify relationships. The R Square value of 0.561 further supports the model's reliability, explaining more than half of the variance in student performance, thus confirming the importance of motivation as a predictor variable in educational contexts .

Guidance and counseling play a crucial role in enhancing student motivation by providing emotional and academic support, thereby helping students set realistic goals and foster positive attitudes towards learning. The research recommends that schools should develop effective guidance and counseling programs to nurture students' intrinsic motivation, addressing their individual needs and helping them overcome learning difficulties. This support motivates students to pursue excellence and improve academic performance by creating an encouraging learning environment .

Questionnaires are an effective data collection tool in this research due to their ability to systematically capture students' subjective experiences of motivation and learning outcomes from a large population. They offer standardized responses that facilitate quantitative analysis, ensure anonymity that might encourage honest responses, and are logistically easier to distribute to a wide sample, as seen in the use of the Slovin method to determine an 84-student sample size. However, they may also be limited by response biases or misinterpretations of questions, potentially impacting the data's validity and accuracy .

The research quantifies the impact of motivation on students' academic achievement by calculating a correlation between these variables, with motivation contributing to 56.1% of academic achievement. The statistical methods employed include regression analysis using SPSS 23.0, where simple regression analysis was used to determine the relationship strength, with an R value of 0.749, and the significance was tested using ANOVA (Analysis of Variance) to ensure the model's predictive capacity, yielding a significant Sig value of 0.000 .

External factors influencing students' academic achievement include school environment factors like teacher-student interactions, teaching materials, curriculum, and school infrastructure, as well as family environment factors which encompass parenting style, family atmosphere, socio-economic conditions, and cultural background. Community factors such as mass media exposure, peer relations, and lifestyle also play significant roles. These external elements can either positively or negatively impact students' learning outcomes by affecting their motivation and engagement in the learning process .

The primary internal psychological factors affecting a student's academic performance include intelligence, willingness, talent, interest, attitude, and attention. These factors originate within the student and influence their engagement and ability to succeed academically. Intelligence and talent impact cognitive capabilities, while willingness and interest relate to motivation levels. Attitude and attention play crucial roles in how actively and effectively students engage with learning material .

The research suggests that both intrinsic and extrinsic motivation positively impact students' academic outcomes. Intrinsic motivation, which is driven by personal interest, curiosity, or mastery goals, is highly effective in fostering long-term engagement and deeper learning. In contrast, extrinsic motivation, driven by external rewards such as grades or recognition, can lead to improved performance in the short term. However, for sustained academic success, a balance is essential, as intrinsic motivation encourages lifelong learning and personal satisfaction, while extrinsic motivators can spur short-term efforts and achievement .

The study's design, using a quantitative ex-post-facto approach with regression analysis, allows for an empirical assessment of the causal relationship between study motivation and performance by analyzing already existing data without manipulation. This method facilitates the identification of contributions and predictions regarding how motivation influences academic outcomes. However, its limitations include potential biases from retrospective data, lack of control over variables potentially affecting outcomes, and the challenge of establishing causality due to its non-experimental nature. Findings are correlational, not necessarily indicative of a cause-effect relationship .

Prestasi belajar, or learning achievement, is defined variably by different scholars. S. Suryabrata (1998) describes it as the progress or achievement a student makes during a certain period, as reflected by the scores given by subject teachers. Pratini (2005) considers it as a result achieved by someone in the learning activities. Putri et al. (2020) regard it as learning outcomes recorded in reports or grades such as daily tests, midterms, and finals, benchmarked against the Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). These definitions reflect differing emphases on the assessment period, activities, and formal benchmarks .

Anda mungkin juga menyukai