0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan4 halaman

Jurnal SNBK

Diunggah oleh

Mastura Rahayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan4 halaman

Jurnal SNBK

Diunggah oleh

Mastura Rahayu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 7 No.

1 (2023)
Online ISSN 2580-216X

Pengaruh Konformitas Teman Sebaya dan Efikasi Diri Akademik Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa di SMPN 2 Geger
Kabupaten Madiun
Lidyca Mayakumala
1
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Madiun, Kota Madiun
email: lmayakumala@gmail.com
Kata Kunci / Keywords (font 11, Abstrak / Abstract (Times New Roman, 11, italic, bold)
bold):

Maksimum5 kata kunci dipisahkan Abstract ditulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tidak lebih dari 200 kata, huruf menggunakan Times New
dengan tanda koma. Roman font 11, spasi tunggal dalam satu paragraf. Abstrak hasil telaah pustaka berisikan orientasi latar belakang serta tujuan
atau capaian penulisan, sedangkan untuk artikel hasil penelitian berisikan orientasi latar belakang, tujuan penelitian
(purpose of research), metode penelitian (method), hasil temuan (result).

PENDAHULUAN

Proses pendidikan berlangsung melalui kegiatan belajar. Menurut Arsalna (2020) kegiatan belajar dapat dilakukan dengan belajar sendiri atau

bantuan guru, belajar dari buku atau media elektronika, belajar di sekolah, di rumah atau lingkungan keluarga, dan di lingkungan kerja atau di lingkungan

masyarakat. Tujuan kegiatan belajar adalah menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, hal ini dapat diperoleh melalui jalur pendidikan formal

yaitu sekolah. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah sepenuhnya diberikan kewenangan mempertimbangkan seluruh aspek dari proses pembelajaran

diantaranya dalam mengadakan kegiatan proses belajar mengajar (Hayati, 2022). Sekolah juga ikut mengambil bagian dalam menghasilkan siswa atau lulusan

yang memiliki kualitas serta karakter yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan prestasi belajar agar siap terjun kedunia kerja.

Piana (2021) menjelaskan bahwa motivasi merupakan suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku

seseorang agar siswa terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Dengan adanya motivasi, siswa akan belajar

lebih rajin, ulet, tekun dan dapat konsentrasi dalam pembelajaran. Motivasi belajar diartikan sebagai keadaan psikologis yang memacu seseorang untuk melakukan

tindakan dan sebagai daya penggerak untuk menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan belajar akan tercapai (Haryono, 2016).

Sejalan dengan hal itu, (Zega, 2020) menyatakan bahwa motivasi sangat berpengaruh dalam kondisi apapun dalam pribadi siswa untuk mendorong

siswa dalam mencapai sebuah hasil yang baik, salah satu hal yang paling penting dalam belajar adalah memiliki motivasi. Selanjutnya (Purningsih. dkk, 2016)

menyatakan bahwa keadaansiswa yang baik dalam belajar akan mempengaruhi siswa tersebut bersemangat dalam belajar dan mampu menyelesaikan tugas dengan

baik, Motivasi belajar merupakan sebuah dorongan positif yang dimiliki siswa untuk melakukan kegiatan belajar agar tercapainya hasil belajar yang optimal

(Marcelina, 2017).

Motivasi berprestasi merupakan dasar penggerak atau pendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh

karena itu, motivasi merupakan faktor penting dalam kehidupan terutama dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Adanya dorongan dari dalam diri seseorang

untuk belajar merupakan bentuk dari motivasi. Motivasi berprestasi berarti seorang siswa mempunyai kemauan, dorongan, untuk menggerakkan atau

mengarahkan tenaga untuk melakukan aktivitas yang mendukung terwujudnya tujuan belajar, serta bersemangat dalam menghadapi segala tantangan dan

hambatan pada diri seorang mahasiswa untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Tingginya motivasi yang dimiliki oleh siswa dapat meympengaruhi

keberhasilan belajar siswa (Zega, 2020).

Keberhasilan belajar bagi siswa terlihat dari segi kemampuannya ketika menguasai materi pelajaran, motivasi belajar, keterampilan dan kebenaran

saat menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Tinggi dan rendahnya motivasi berprestasi yang dicapai siswa menunjukkan tingkat keberhasilan

belajarnya. Motivasi belajar mengajar harus diketahui oleh setiap pelajar agar meraih suatu hasil pembelajaran yang maksimal. Berdasarkan hasil observasi

prestasi belajar siswa di SMPN 2 Geger mengalami penurunan. Seiring berkembangnya waktu motivasi belajar siswa semakin menurun dengan minat membaca

siswa yang rendah serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini juga didukung dari hasil wawancara yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 2

Geger menyatakan bahwa rendahya motivasi siswa dikarenakan kurangnya siswa dalam memperhatikan penjelasan guru. Hal ini dapat dilihat ketika siswa di

dalam kelas sering membuat keributan sehingga siswa lain juga tidak fokus dalam memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan guru, dengan keadaan

tersebut membuat siswa menjadi malas belajar dan berdampak pada menurunnya prestasi belajar. Selain itu, sebagian siswa juga tidak mau menulis dan menjawab

setiap pertanyaan atau tugas yang diberikan guru. Ada juga hal lain yang membuat prestasi belajar menurun yaitu tidak adanya kompromi dan kerja sama yang

baik dalam berpartisipasi untuk mengerjakan tugas kelompok sesama teman antar kelas.

Fenomena lain terkait rendahnya motivasi berprestasi siswa di SMPN 2 Geger yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh semua guru termasuk guru

BK lebih menempatkan siswa sebagai objek. Pembelajaran berjalan sebagai proses penyampaian materi atau konsep sehingga terkesan monoton dalam prosesnya

bahkan kadang metode yang digunakan tidak sesuai. Siswa hanya menerima materi tanpa adanya pemahaman nilai-nilai serta manfaat yang ada pada materi

pelajaran tersebut. Akibatnya, pembelajaran yang terjadi di SMPN 2 Geger menjadi tidak menarik. Hal ini berarti kompetensi guru terutama guru BK di SMPN 2

Geger belum optimal berkontribusi dalam pembelajaran sehingga akan berdampak pada prestasi belajar siswa.

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 1
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 7 No.1 (2023)
Online ISSN 2580-216X

Berdasarkan fenomena-fenomena di atas, SMPN 2 Geger harus meningkatkan motivasi berprestasi siswa dengan memperhatikan beberapa faktor.

Faktor pertama yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi siswa yaitu konformitas teman sebaya (Warsiyem, 2023). Rahmayanthi (2017) menyatakan bahwa

konformitas adalah merubah tindakan atau perilaku yang disebabkan oleh tekanan dari sesuatu atau kelompok tertentu. Konformitas biasanya dilakukan oleh

peserta didik usia remaja terhadap kelompok teman sebaya. Remaja masih memiliki emosi yang mudah berubah-ubah sehingga membuat remaja mudah

mengambil keputusan yang bertentangan dengan norma-norma yang ada agar diterima di suatu kelompok-kelompok tertentu. Konformitas terjadi ketika seseorang

merubah perilaku atau sikap agar menyerupai perilaku atau sikap suatu kelompok tertentu. Konformitas teman sebaya digambarkan sebagai perilaku dimana

individu mengadopsi sikap atau perilaku orang lain karena berada dalam tekanan dari orang lain baik tekanan nyata atau hanya imajinasi. Semakin tinggi tingkat

konformitas, maka individu tersebut akan berperilaku sama seperti temantemannya, tetapi apabila tingkat konformitasnya rendah maka perilaku individu tersebut

tidak sama dengan teman-temannya. Dampak dari konformitas ini dapat menjadi positif atau negatif tergantung dari bagaimana perilaku mempengaruhi, termasuk

mempengaruhi keberhasilan dalam prestasi belajar belajar.

Selain konformitas teman sebaya, faktor kedua yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu efikasi diri akademik (Nasution, 2018).

Menurut Mu’zariah (2022) efikasi diri adalah keyakinan seseorang dalam kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap fungsi orang itu sendiri

dan kejadian dalam lingkungan. Efikasi diri adalah kepercayaan diri sejauh mana individu memperkirakan kemampuannya dalam melaksanakan tugas atau

tindakan yang diperlukan untuk mencapainya. Efikasi diri merupakan bentuk keyakinan yang dimiliki oleh individu untuk dapat menyelesaikan tugas atau

mengatasi persoalan secara mandiri. Efikasi diri menjadi faktor internal yang diduga paling kuat dalam mencapai prestasi belajar. Berdasarkan observasi yang

telah dilakukan, ditemukan bahwa penting meningkatkan prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran karena masih banyak siswa yang tidak dapat fokus

memperhatikan guru saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Bahkan masih banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas tanpa bantuan dari teman. Hal ini

menunjukan bahwa kurangnya keyakinan diri yang dimiliki siswa. Berdasarkan uraian tersebut, penting bagi siswa untuk memiliki rasa keyakinan diri yang

tinggi, karena keyakinan diri sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi berprestasi.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas penelliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Oleh
karena itu peneliti tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh Konformitas Teman Sebaya dan Efikasi Diri Akademik Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa
SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun”.
LANDASAN TEORI
Konformitas Teman Sebaya
Konformitas teman sebaya adalah suatu perubahan sikap, perilaku dan kepercayaan individu agar sesuai dengan norma kelompok atau norma sosial sebagai akibat
dari adanya tekanan kelompok dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang sama. Konformitas teman sebaya pada remaja dapat menjadi dua bentuk yaitu
konformitas teman sebaya positif dan konformitas teman sebaya negatif (Taylor, 2019). Indikator konformitas teman sebaya adalah kekompakan, kesepakatan,
dan ketaatan dalam teman sebaya. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas VIII di SMPN 2 Geger.
Efikasi Diri Akademik
Efikasi diri mengacu pada keyakinan individu (atau konfidensi) mengenai kemampuannya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif, dan tindakan yang
diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas (Marasabessy, 2020). Efikasi diri pada dasarnya merupakan hasil dari proses kognitif berupa keputusan, keyakinan,
atau pengharapan mengenai sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan dalam
mencapai hasil yang diinginkan. Indikator efikasi diri akademik adalah taraf kesulitan tugas yang diyakini, kemantapan individu terhadap keyakinan, dan
keyakinan atas kemampuan melaksanakan tugas diberbagai aktivitas. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas
VIII di SMPN 2 Geger.
Motivasi Berprestasi
Motivasi juga dapat diartikan sebagai perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai dengan dorongan yang berasal daridalam diri atau luar diri
seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkannya. motivasi belajar adalah dorongan yang dimiliki peserta didik baik secara internal maupun eksternal ketika
belajar untuk melakukan perubahan pada tingkah lakunya (Dimyati (2020). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan jika motivasi berprestasi merupakan daya gerak
dan dorongan yang dimiliki peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran (Octavia, 2020). Indikator motivasi menurut
Nasrah(2020) yaitu adanya hasrat dan keinginanberhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya
penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan adanya situasi belajar yang kondusif.

Hipotesis
Mengacu pada penelitian terdahulu dan uraian sebelumnya, maka perumusan hipotesis dalam penelitian ini antara lain:
Pengaruh Konformitas Teman Sebayaterhadap Motivasi Berprestasi Siswa di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun
Berdasarkan teori dan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H01 : Konformitas Teman Sebaya tidak berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 2
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 7 No.1 (2023)
Online ISSN 2580-216X

Ha1 : Konformitas Teman Sebaya berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun

Pengaruh Efikasi Diri Akademik terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun
Berdasarkan teori dan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H02 : Efikasi Diri Akademik tidak berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun

Ha2 : Efikasi Diri Akademik berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun

Pengaruh Konformitas Teman Sebaya dan Efikasi Diri Akademik terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun
Berdasarkan teori dan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H03 : Konformitas Teman Sebaya dan Efikasi Diri Akademik tidak berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten
Madiun

Ha3 : Konformitas Teman Sebaya dan Efikasi Diri Akademik berpengaruh terhadap Motivasi Berprestasi di SMPN 2 Geger Kabupaten Madiun

METODE PENELITIAN (Times New Roman 12 bold)


Metode penelitian kuantitatif deskriptif yaitu dengan cara mencari informasi tentang gejala yang ada, didefinisikan dengan jelas tujuan yang akan dicapai,
merencanakan cara pendekatannya, mengumpulkan data sebagai bahan untuk membuat laporan. Variabel penelitian yang akan dikaji dalam penelitian ini dibagi
menjadi dua variabel utama, yaitu variabel bebas (X) yang terdiri dua variabel, yaitu konformitas teman sebaya (X1) dan efikasi diri akademik (X2). Sedangkan
variabel terikat (Y) terdiri dari satu variabel, yaitu motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini akan dilakukan pada siswa kelas VIII SMPN 2 Geger Kabupaten
Madiun sebayak 150 siswa. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan slovin sehingga diperoleh jumlah sampel pada penelitian
ini adalah 60 responden. Pengambilan sampel dari populasi penelitian ini dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
memberikan beberapa pertanyaan kuesioner, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji validitas, uji reliabilitas,
analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis menggunakan uji t (parsial), uji simultan, dan uji koefisien determinasi.

DAFTAR PUSTAKA
Alwisol. (2019). Psikologi Pendidikan Edisi Revisi. Malang: UMM Press
Andriani, R., Rasto. (2021). Motivasi Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran. 4(1), 80-86
Baron, R. A. (2009). Psikologi Sosial Edisi Kesembilan Alih Bahasa Ratna Yulia. Jakarta: Erlangga.
Belajar. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah. 12(2), 159-174
Dimyati, & Mudjiono. (2020). Belajar & Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Endang, Mei Yuliana. (2020). Remaja dan Konformitas Teman Sebaya. Kediri: Ahli Media Book.
Fitriyah, L.A., dkk. (2019). Menanamkan efikasi diri dan Kestabilan Emosi. LPPM UNHASY Tebuireng: Jombang
Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Iskandar. (2019). Psikologi Pendidikan (Sebuah Orientasi Baru). Ciputat: Gaung Persada Press
Marasabessy. (2020). Kajian Kemampuan Self Efficacy Matematis Siswa dalam
Marcelina, T., Sujadi, I., & Pramesti, G. (2017). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Xi Ipa 1sma Negeri Gondangrejo Pada Mata Pelajaran
Matematika Dengan Menerapkan Model Arcs (Attention, Relevance, Confidence And Satisfaction). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas
Xi Ipa 1sma Negeri Gondangrejo Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Menerapkan Model Arcs (Attention, Relevance, Confidence And
Satisfaction), Jurnal Pen(3), 32–41.
Matematika. Didaktik, 14(1), 2410–2416.
Muzari’ah, Ifa. (2022). Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Gaya Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa MTs Rudhlatut Thalabah Ngadiluwih Kediri.
Ta’lim: Jurnal Multidisiplin Ilmu. 1(1), 1-10.
Myers D. G. (2012). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Nasution, N.C. (2018). Dukungan Teman Sebaya Dalam Meningkatkan Motivasi
Nasution, N.C. (2018). Dukungan Teman Sebaya Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah. 12(2), 159-174
Octavia, Shilpy. (2020). Motivasi Belajar dalam Perkembangan Remaja. Sleman: CV Budi Utama.
Pemecahan Masalah Matematika. JARTIKA. 3(2), 168-183.
Purningsih, A., Syahrilfuddin, Z., & Riau, U. (2016). Hubungan Self Efficacy Dengan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sd Se-Gugus 6 Kecamatan
Tampan Kota Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa, 3(2), 1–9.
Sardiman, S. (2020). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT. Raja Grafindo Persada.
Sears, D. O., Freedman, J.L, Peplau, L.A. (1991). Psikologi Sosial. Jilid 2. Alih Bahasa: Michael Ardyanto. Jakarta: Erlangga (edisi kelima).

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 3
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) Vol. 7 No.1 (2023)
Online ISSN 2580-216X

Sucitno, F., Sumarna, N., & Silondae, D. P. (2020). Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa. Jurnal Sublimapsi, 1(3),
197–202.https://doi.org/10.36709/sublimapsi.v1i3.14307
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.
Taylor E. Shelley, Letitia A. Peplau, David O. Sears. (2019). Psikologi Sosial. Edisi kedua belas. Jakarta: Kencana .
Zega, Y. (2020). Hubungan Self Efficacy Terhadap Motivasi Belajar Dalam Pembelajaran

Dipublikasikan oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas PGRI Madiun 4

Common questions

Didukung oleh AI

Educational institutions can improve students’ motivation for achievement by implementing more engaging and interactive teaching methods that emphasize student participation and real-world application of concepts. Additionally, developing students' self-efficacy through supportive feedback and creating opportunities for success can bolster motivation. Institutions can also enhance peer interactions by promoting positive peer norms that support academic achievement. At SMPN 2 Geger, these strategies may counteract the negative effects of peer conformity and low academic self-efficacy .

Peer conformity affects students' achievement motivation by aligning their behaviors and attitudes with those of their peers due to social pressure, which can have both positive and negative impacts on learning outcomes. Academic self-efficacy, defined as a student's belief in their ability to perform tasks and handle academic challenges, plays a significant role in motivating them to achieve. When students possess high self-efficacy, they are more likely to be motivated to reach their learning goals. The research highlights that both factors significantly contribute to a student's motivation for achievement at SMPN 2 Geger .

Low academic self-efficacy can lead to decreased motivation and poor academic performance because students may lack confidence in their ability to succeed in academic tasks. This was observed in SMPN 2 Geger, where students with low self-efficacy struggled to focus during lessons and were less likely to complete assignments independently. This lack of confidence can create a cycle of underachievement, further diminishing motivation and leading to a decline in overall academic performance .

The decrease in student motivation at SMPN 2 Geger is attributed to several factors: monotonous and non-interactive teaching approaches, lack of student engagement in classroom activities, and insufficient emphasis on independent and critical thinking skills. Additionally, low reading interest and poor attention during lessons due to classroom disruptions further contribute to diminishing motivation .

Self-efficacy is crucial in overcoming academic challenges as it influences a student's belief in their capability to execute tasks successfully. High self-efficacy encourages students to persevere in the face of difficulties, maintain focus, and put forth the effort needed to achieve academic goals. Students with strong self-efficacy are more likely to approach learning tasks with confidence and resilience, positively impacting their academic performance .

Self-efficacy specifically refers to the belief in one's ability to accomplish tasks and overcome challenges in academic contexts, whereas general confidence may not correlate directly with specific capabilities. Self-efficacy involves a cognitive assessment of one's skills in relation to specific educational tasks, influencing motivation and performance. In academic achievement, it is this self-efficacy that determines how students approach learning challenges and persist despite obstacles .

The decline in reading interest among SMPN 2 Geger students has led to a decrease in academic motivation as reading is foundational for understanding subject material. Low engagement in reading activities means students have less exposure to diverse knowledge and critical thinking opportunities, which are essential for developing a deeper understanding of the curriculum and maintaining interest in academic topics .

Peer conformity at SMPN 2 Geger can lead to positive outcomes such as greater social cohesion and mutual support among students, which can enhance group-based learning activities. However, it can also lead to negative outcomes when the pressure to conform results in adopting detrimental behaviors, such as ignoring educational tasks or disrupting classes, contributing to decreased individual learning and performance .

The study employed a quantitative descriptive research method using questionnaires to assess peer conformity and academic self-efficacy among students of SMPN 2 Geger. Through these questionnaires, the study gauged students' behaviors and beliefs regarding their academic capabilities. Data analysis involved validity and reliability testing, multiple linear regression, and hypothesis testing to evaluate the impact of these variables on student motivation .

The teaching approach at SMPN 2 Geger, which often treats students as passive recipients of information rather than active participants, negatively impacts learning motivation. The monotonous delivery of content without encouraging critical discussion or understanding of the material's real-world relevance has led to a decline in student engagement and motivation, as students find classes uninteresting and disengaging. This approach fails to stimulate interest or foster an environment conducive to motivated learning .

Anda mungkin juga menyukai