UML DIAGRAM LANJUTAN
2. Activity Diagram
Activity diagram, dalam bahasa Indonesia diagram aktivitas, yaitu diagram yang dapat
memodelkan proses-proses yang terjadi pada sebuah sistem. Runtutan proses dari suatu
sistem digambarkan secara vertikal. Activity diagram merupakan pengembangan dari Use
Case yang memiliki alur aktivitas.
Activity diagram mesti digunakan sejajar (horizontal) dengan teknik pemodelan lainnya,
seperti diagram Use Case dan diagram State. Kamu bisa menggunakan activity diagram agar
dapat memodelkan alur kerja sistem dengan baik. Activity diagram berfungsi juga untuk
menganalisis diagram use case dengan cara mendeskripsikan aktor, tindakan yang perlu
dilakukan, dan kapan harus terjadi.
Tujuan Activity Diagram
Berikut beberapa tujuan dari activity diagram:
1. Menjelaskan urutan aktivitas dalam suatu proses.
2. Di dalam dunia bisnis biasanya digunakan untuk modeling (memperlihatkan urutan
proses bisnis).
3. Mudah dalam memahami proses yang ada dalam sistem secara keseluruhan.
4. Merupakan metode perancangan yang terstruktur, mirip dengan Flowchart maupun
Data Flow Diagram (DFD).
5. Mengetahui aktivitas aktor/pengguna berdasarkan use case/diagram yang dibuat
sebelumnya.
Komponen Activity Diagram
Gambar komponen atau simbol pada activity diagram
Berikut penjelasan lengkapnya mengenai komponen-komponen pada activity diagram di atas
:
• Start Point atau Initial State (Titik Mulai/Status Awal)
Start Point adalah lingkaran hitam kecil. Biasanya digunakan untuk menandakan
status awal, tindakan awal, atau titik awal aktivitas untuk setiap activity diagram.
• Activity (Aktivitas)
Activity merupakan aktivitas yang dilakukan atau sedang terjadi dalam sistem.
Biasanya diawali dengan “kata kerja” dari aktivitas yang dilakukan.
• Decision atau Percabangan
Percabangan atau decision merupakan suatu titik atau point yang mengindikasikan
suatu kondisi di mana adanya kemungkinan dalam perbedaan transisi. Hal tersebut
diperlukan ketika sistem yang dimiliki memiliki beberapa kemungkinan atau jalan
alternatif.
• Synchronization
Synchronization dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fork dan join.
o Fork (percabangan) digunakan untuk memecah behaviour (tingkah laku)
menjadi activity atau action (aksi) secara paralel.
o Join (penggabungan) digunakan untuk menghubungkan kembali activity
dengan action secara paralel.
• Merge
Menggabungkan flow yang sudah dipecah menjadi beberapa bagian oleh suatu flow.
• Swimlanes
Memecah activity diagram menjadi kolom dan baris untuk membagi tanggung jawab
objek-objek yang melakukan suatu aktivitas.
• Transition
Digunakan untuk menunjukan aktivitas selanjutnya dan sebelumnya.
• Notasi akhir (end state)
Notasi akhir digunakan untuk menandakan proses tersebut berakhir. Pada UML,
notasi akhir dapat digambarkan dengan simbol sebuah bull’s eye (mata sapi).
Terkadang menggunakan percabangan (decision) dengan fork adalah hal yang keliru.
Sebab Decision digunakan untuk memecah aktivitas yang bersifat kondisional. Contohnya
pilihan Ya atau Tidak, jika opsi Ya, maka terjadi aksi baru dan jika Tidak, maka menolak
aksi baru. Sedangkan fork digunakan untuk memecah behaviour menjadi aktivitas yang
paralel, contohnya seperti pengguna dapat memilih, menambah, mengubah, serta bisa juga
menghapus.
Untuk dapat membuat activity diagram diperlukan beberapa langkah-langkah yang bisa kamu
coba atau implementasikan. Berikut beberapa hal yang disiapkan untuk membuat activity
diagram:
1. Mulailah dengan node awal untuk start state atau titik awal.
2. Tambahkan partisi jika itu memang relevan untuk analisis yang akan dibuat.
3. Buatlah suatu aksi untuk setiap langkah utama dari use case.
4. Tambahkan alur (flow) dari setiap aksi ke aksi lainnya. Keputusan berada di node
akhir. Setiap aksi hanya mendapat satu alur masuk dan satu alur keluar yang nantinya
menuju ke forks, joins, decisions, dan merges.
5. Tambahkan juga percabangan atau decision bila alur dipecah menjadi suatu kondisi
pilihan. Jangan lupa untuk menggabungkannya kembali dengan merge.
6. Menambahkan forks dan joins jika aktivitas dilakukan secara paralel.
7. Langkah yang terakhir yaitu akhiri proses dengan notasi akhir atau end state.
Catatan : membuat suatu activity diagram biasanya didasarkan pada use case. Adanya
percabangan atau tidak ada, tergantung pada kebutuhan sistem.
3. Class Diagram
Class diagram atau diagram kelas adalah salah satu jenis diagram struktur pada UML yang
menggambarkan dengan jelas struktur serta deskripsi class, atribut, metode, dan hubungan
dari setiap objek. Ia bersifat statis, dalam artian diagram kelas bukan menjelaskan apa yang
terjadi jika kelas-kelasnya berhubungan, melainkan menjelaskan hubungan apa yang terjadi.
Diagram kelas ini sesuai jika diimplementasikan ke proyek yang menggunakan konsep
object-oriented karena gambaran dari class diagram cukup mudah untuk digunakan.
Desain model dari diagram kelas ini sendiri dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama
merupakan penjabaran dari database. Bagian kedua merupakan bagian dari modul MVC,
yang memiliki class interface, class control, dan class entity.
Fungsi class diagram
Diagram kelas ini memiliki beberapa fungsi, fungsi utamanya yaitu menggambarkan struktur
dari sebuah sistem. Berikut ini adalah fungsi-fungsi lainnya:
• Menunjukan struktur dari suatu sistem dengan jelas.
• Meningkatkan pemahaman tentang gambaran umum atau skema dari suatu program.
• Dapat digunakan untuk analisis bisnis dan digunakan untuk membuat model sistem
dari sisi bisnis.
• Dapat memberikan gambaran mengenai sistem atau perangkat lunak serta relasi-relasi
yang terkandung di dalamnya.
Keunggulan
Menggunakan diagram kelas memberikan banyak keunggulan bagi proses pengembangan
perangkat lunak dan dalam bisnis. Berikut ini adalah keunggulan dari diagram kelas:
• Diagram kelas berfungsi untuk menjelaskan suatu model data untuk sebuah program,
baik model data sederhana maupun kompleks.
• Memberikan gambaran umum tentang skema aplikasi dengan jelas dan lebih baik.
• Membantu kamu untuk menyampaikan kebutuhan dari suatu sistem.
Komponen penyusun class diagram
Diagram kelas memiliki tiga komponen penyusun. Berikut ini adalah komponen-
komponennya:
• Komponen atas
Komponen ini berisikan nama class. Setiap class pasti memiliki nama yang berbeda-
beda, sebutan lain untuk nama ini adalah simple name (nama sederhana).
• Komponen tengah
Komponen ini berisikan atribut dari class, komponen ini digunakan untuk
menjelaskan kualitas dari suatu kelas. Atribut ini dapat menjelaskan dapat ditulis lebih
detail, dengan cara memasukan tipe nilai.
• Komponen bawah
Komponen ini menyertakan operasi yang ditampilkan dalam bentuk daftar. Operasi
ini dapat menggambarkan bagaimana suatu class dapat berinteraksi dengan data.
Hubungan antar kelas
Setelah kita mengetahui penjelasan tentang diagram kelas, sekarang kita akan membahas
hubungan antar kelasnya. Ada tiga hubungan dalam diagram kelas. Berikut ini adalah
penjelasannya:
• Asosiasi
Pertama ada asosiasi. Asosiasi dapat diartikan sebagai hubungan antara dua class
yang bersifat statis. Biasanya asosiasi menjelaskan class yang memiliki atribut
tambahan seperti class lain.
• Agregasi
Agregasi adalah hubungan antara dua class di mana salah satu class merupakan
bagian dari class lain, tetapi dua class ini dapat berdiri masing-masing.
• Pewarisan
Pewarisan atau inheritance dapat disebut juga generalization dalam class diagram
adalah suatu kemampuan untuk mewarisi seluruh atribut dan metode dari class
asalnya (superclass) ke class lain (subclass).
Contoh penerapannya
Berikut ini adalah contoh dari diagram kelas sistem perpustakaan.
4. Object Diagram
Object Diagram adalah diagram menghasilkan gambaran struktur model sebuah sistem, dalam kurun
waktu tertentu. Diagram objek yang berasal dari class diagram, sehingga object diagram tergantung
pada class diagram.
Object Diagram, biasanya disebut sebagai Instance diagram, karena sangat mirip dengan
class diagram. Seperti class diagram, Object Diagram juga mengerahkan hubungan antara
objek, tetapi Object Diagram memakai contoh-contoh dunia nyata.
Object diagram dipakai untuk mengambarkan bagaimana sistem akan terlihat seperti apa
pada waktu tertentu. Karena ada data yang tersedia di object diagram sering dipakai untuk
menjelaskan hubungan yang kompleks antara objek.
Salah satu perbedaan utama antara Object Diagram dengan Class Diagram adalah Diagram Objek lebih
spesifik. Diagram Objek juga lebih banyak digunakan ketika mengarahkan berbagai contoh maupun
digunakan untuk menguji kasus yang ada di dalam Class Diagram.
Fungsi Object Diagram
Fungsi/Tujuan dari diagram harus dipahami dengan jelas untuk menerapkannya praktis.
Tujuan dari Object Diagram yang mirip dengan Class Diagram. Perbedaannya adalah bahwa
Class Diagram adalah model abstrak yang terdiri dari kelas dan hubungan mereka.
Tapi sebuah Object Diagram merupakan contoh pada saat tertentu yang konkret di alam. Ini
berarti Object Diagram lebih dekat dengan perilaku sistem yang sebenarnya. Tujuannya ialah
untuk menangkap gambaran statis dari sistem pada saat tertentu.
Komponen Object Diagram
Adapun komponen/simbol/notasi dari Object diagram antara lain adalah :
1. Instance Specification
Instance specification merupakan elemen yang mewakili sebuah contoh dalam sistem yang di
modelkan.
2. Link
Link merupakan hubungan konseptual antar object.
3. Asosiation
Asosiation ialah elemen yang mewakili sebuah contoh dalam sistem yang di modelkan.
4. Port
Port merupakan titik interaksi antara komponen serta lingkungan.
5. Generalization
Generalization merupakan suatu cara yang sangat berdaya berfungsi untuk berbagai apa yang
dimiliki suatu kelas atau objek bagi kelas-kelas atau objek-objek yang lain.
6. Dependency
Dependency merupakan relasi yang menunjukan bahwa perubahan pada salah satu elemen
memberi pengaruh pada elemen lain.
Contoh Object Diagram
Adapun contoh sederhana dari object diagram adalah sebagai berikut.
Contoh 1
Contoh 2
5. Sequence Diagram
Sequence diagram atau diagram urutan adalah sebuah diagram yang digunakan untuk
menjelaskan dan menampilkan interaksi antar objek-objek dalam sebuah sistem secara
terperinci. Selain itu sequence diagaram juga akan menampilkan pesan atau perintah yang
dikirim, beserta waktu pelaksanaannya. Objek-objek yang berhubungan dengan berjalannya
proses operasi biasanya diurutkan dari kiri ke kanan.
Nah, diagram ini terdiri dari dua dimensi lo, yaitu dimensi vertikal yang menunjukan waktu
dan dimensi horizontal yang menunjukan objek-objek. Tiap-tiap objek, termasuk actor,
memiliki waktu aktif yang digambarkan dengan kolom vertikal yang disebut dengan lifeline.
Sementara itu, pesan atau perintah digambarkan sebagai garis panah dari satu lifeline ke
lifeline yang lain
Diagram urutan dapat digunakan untuk menggambarkan serangkaian langkah yang dilakukan sebagai
respon dari sebuah peristiwa untuk menghasilkan suatu output tertentu. Sequence diagram
berhubungan dan berkaitan erat dengan use case diagram, di mana satu use case diagram akan
menjadi satu diagram sequence.
Tujuan Sequence Diagram
Tujuan utama dari pembuatan diagram urutan adalah untuk mengetahui urutan kejadian
yang dapat menghasilkan output yang diinginkan. Selain itu, tujuan dari diagram urutan ini
mirip dengan activity diagram loh, seperti menggambarkan alur kerja dari sebuah aktivitas,
serta dapat menggambarkan aliran data dengan lebih detail, termasuk data atau perilaku
yang diterima atau dikirimkan.
Komponen-Komponen yang Digunakan
Berikut beberapa komponen utama yang sering digunakan:
• Aktor
Komponen yang pertama adalah aktor. Komponen ini menggambarkan seorang
pengguna (user) yang berada di luar sistem dan sedang berinteraksi dengan sistem.
Dalam sequence diagram, aktor biasanya digambarkan dengan simbol stick figure.
• Activation box
Selanjutnya ada activation box. Komponen activation box ini merepresentasikan
waktu yang dibutuhkan suatu objek untuk menyelesaikan tugasnya. Semakin lama
waktu yang diperlukan, maka secara otomatis activation boxnya juga akan menjadi
lebih panjang. Komponen ini digambarkan dengan bentuk persegi panjang.
• Lifeline
Berikutnya adalah lifeline. Komponen ini digambarkan dengan bentuk garis putus-
putus. Lifeline ini biasanya memiliki kotak yang berisi objek yang memiliki fungsi
untuk menggambarkan aktifitas dari objek.
• Objek
Komponen berikutnya adalah objek. Komponen objek ini digambarkan memiliki
bentuk kotak yang berisikan nama dari objek dengan garis bawah. Biasanya objek
berfungsi untuk mendokumentasikan perilaku sebuah objek pada sebuah sistem.
• Messages
Terakhir ada messages atau pesan. Komponen ini untuk menggambarkan komunikasi
antar objek. Messages biasanya muncul secara berurutan pada lifeline. Komponen
messages ini direpresentasikan dengan anak panah. Inti dari sebuah diagram urutan
terdapat pada komponen lifeline dan messages ini.
Contoh Sequence Diagram
Kamu pasti penasaran bukan, bagaimana bentuk dari diagram urutan ini? Berikut contohnya
ketika mahasiswa (user) melakukan login.
Pada contoh di atas, terdapat satu aktor (mahasiswa) dan empat objek, yaitu User login,
sistem, database, dan dashboard. Pertama-tama mahasiswa akan masuk ke tampilan user
login dengan menggunakan ID dan Password. Lalu, sistem akan mengirimkan data tersebut
ke database untuk divalidasi. Di dalam database data mahasiswa akan diperiksa dan
divalidasi. Jika data yang dimasukan salah dan tidak valid, maka akan menampilkan pesan
bahwa ID atau Password salah. Sedangkan jika data yang dimasukan benar dan valid, maka
sistem akan menampilkan dashboard aplikasi.
6. Component Diagram
Component Diagram merupakan salah satu diagram pada UML yang digunakan untuk
menampilkan komponen pada sistem serta hubungan atau interaksi yang terjadi di
antara sistem tersebut. Hal fisik yang terdapat pada sistem nanti akan dimodelkan
ketika sistem akan dieksekusi.
Ada beberapa contoh dari Component Diagram yaitu:
• Komponen data untuk keperluan manipulasi data
• Komponen yang termasuk ke dalam bussiness processing yang bermanfaat untuk
mengatasi proses bisnis
• Komponen security untuk mengatasi sebuah keamanan
• Sebuah komponen user inteface untuk menangani hal-hal yang berkaitan dengan
tampilan pada sistem
Fungsi Component Diagram
Component Diagram memiliki beberapa fungsi seperti di bawah ini:
• Component Diagram digunakan sebagai sumber kode atau source code pada
perangkat lunak
• Component Diagram digunakan sebagai komponen yang bersifat executable yang
akan dilepas dan digunakan user
• Sistem yang nanti harus beradaptasi dengan sistem lainnya
• Component Diagram digunakan sebagai framework sistem. Tujuannya adalah untuk
memberikan kemudahan terhadap pengelolaan dan juga perawatan sistem
Simbol Component Diagram
Apa saja simbol-simbol yang terdapat pada Component Diagram? Di bawah ini merupakan
simbol-simbol yang dimiliki Diagram Komponen yang bisa Anda bandingkan dengan
flowchart:
• Package: merupakan simbol yang berperan untuk mewadahi atau sebagai wadah dari
komponen
• Componen system: merupakan simbol yang digunakan untuk memberikan gambaran
terkait perangkat keras atau hardware maupun objek yang ada di dalam sistem
• Dependency: merupakan simbol yang menunjukkan seputar dependency atau
ketergantungan antara satu komponen dengan komponen yang lain. Pada simbol ini
terdapat arah panah. Arah panah tersebut akan diarahkan pada komponen yang akan
digunakan
• Interface: tidak jauh berbeda dengan pemrograman yang berorientasi objek, simbol ini
juga memiliki fungsi untuk memberikan gambaran tentang antarmuka atau interface.
Tujuannya adalah agar tidak mengakses objek secara langsung
• Lini: simbol ini adalah jenis simbol yang bermanfaat untuk memberikan relasi atau
hubungan antar komponen. Jika Anda melihat suatu komponen yang mempunyai
hubungan atau relasi dengan komponen yang lain, maka Anda bisa menggunakan
simbol ini
Contoh Komponen Diagram
Contoh Komponen Diagram Toko On Line
7. Package Diagram
Package Diagram adalah salah satu UML yang digunakan untuk mengelompokkan elemen-
elemen misalnya class diagram dan use case. Diagram paket ini sebenarnya jarang
digunakan untuk pemuatan sistem pada skala kecil karena memang sebenarnya tidak
dibutuhkan.
Dengan kata lain, Package Diagram hanya digunakan untuk pengembangan sistem yang
berskala besar. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan kemudahan di dalam proses
penyusunannya. Untuk memudahkan Anda di dalam memahami seputar Package Diagram
di bawah ini merupakan gambaran sekilas dari paket diagram tersebut.
• Diagram paket bisa kita asumsikan sebagai sebuah folder yang ada di dalam sistem
operasi seperti Linux maupun Windows
• Package adalah kumpulan kelas maupun elemen yang memiliki sifat sama
• Package diistilahkan sebagai direktori folder
Fungsi Package Diagram
Beberapa fungsi diagram paket antara lain sebagai berikut:
• Package Diagram berfungsi untuk mengelompokkan mana yang termasuk class
diagram atau use case
• Package Diagram berfungsi untuk memberikan informasi apakah elemen tersebut
diorganisasikan atau dikelompokkan
• Anda bisa menerapkan Package pada jenis UML apa apun
• Membuat diagram yang akan dibangun lebih sederhana
• Package Diagram mempunyai diagram UML, karena bisa dikelompokkan dengan
menyesuaikan elemen yang akan digunakan
• Membuat pekerjaan menjadi lebih tertata rapih serta tidak membingungkan
Simbol Package Diagram
Setelah mengetahui pengertian dan fungsi Package Diagram, informasi lainnya yang tidak
kalah penting yaitu tentang simbol atau notasi yang digunakan di dalam diagram paket.
• Package, merupakan kelompok dari elemen-elemen model
• Import, dependency yang menunjukkan isi dari tujuan yang terdapat pada paket
secara umum yang ditambahkan ke sumber paket
• Access, dependency yang di dalamnya mengindikasikan isi dari tujuan paket secara
umum yang dapat digunakan untuk nama sumber paket
• Berikut di bawah ini adalah gambar dari notasi atau simbol yang digunakan dalam
package diagram atau diagram paket;
Contoh Package Diagram
Supaya kalian lebih memahami mengenai package diagram atau diagram paket, maka dari itu
saya memberikan dua contoh dari diagram paket yang tentu dapat dipelajari dan dilakukan
analisis.
1. Contoh package Diagram Penjualan
Setiap package di atas terdiri dari kumpulan kelas yang dihimpun menjadi satu, selain
penggambarannya lebih mudah, package merupakan penyederhanaan dari proses-proses
sebelumnya.
Setiap package dihubungkan dengan sebuah garis atau dependency yang namanya import
atau access, disesuaikan dengan apa yang dilakukan oleh package itu sendiri.
8. Deployment Diagram
Deployment diagram adalah sebuah bahasa (UML) yang dipakai untuk mengambarkan,
menspesifikasikan, dan mendokumentasikan metode yang terjadi pada suatu sistem
software berorientasi objek yang akan dibangun. Deployment diagram mengarahkan
konfigurasi komponen dalam metode eksekusi pada sistem.
Tujuan Deployment Diagram
Diagram deployment mewakili pandangan penyebaran sistem sehingga hanya akan ada satu diagram
deployment untuk satu sistem. Diagram deployment terdiri dari node, node adalah hardware fisik
yang dipakai untuk menyebarkan aplikasi.
Diagram deployment banyak dipakai oleh system engineer (SE). Setiap node pada diagram
deployment mewakili satu unit komputasi sistem yang dalam banyak hal adalah bagian dari
perangkat keras.
Diagram deployment umumnya memiliki node dan hubungan kebergantungan. Memungkinkan juga
dalam diagram deployment terdapat komponen.
Simbol Deployment Diagram
Adapun simbol/komponen dari Deployment Diagram sebagai berikut.
1. Package
Package adalah sebuah bungkusan dari satu atau lebih node.
2. Node
Node biasanya mengacu pada hardware, perangkat lunak yang tidak dibuat sendiri (software). Jika
didalam node disertai komponen untuk mengkonsistenkan rancangan maka komponen yang
diikutsertakan harus sesuai dengan komponen yang telah didefinisikan sebelunya pada diagram
komponen.
3. Dependency
Dependency adalah kebergantungan antar node, arah panah mengarah pada node yang dipakai.
4. Link
Link merupakan relasi antar node.
Contoh Deployment Diagram