G.
Metode Penelitian
1. Pendekatan dan jenis penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metodologi penelitian dengan menggunakan
pendekatan kualitatif 1, dengan karakteristik- karakteristik sebagai berikut:
a. Berpijak pada konsep naturalistik,
b. Kenyataan berdimensi jamak, kesatuan utuh, terbuka, berubah,
c. Hubungan peneliti dengan obyek berinteraksi, penelitian dari luar dan dalam, peneliti
sebagai instrumen, bersifat subyektif, judgment,
d. Seting penelitian alamiah, terkait tempat dan waktu,
e. Analisis subyektif, intuitif, rasional,
f. Hasil penelitian berupa deskripsi, interpretasi, tentatif, situasional.
Secara garis besar, penelitian dengan pendekatan kualitatif dibedakan dalam metode
dua macam, kualitatif interaktif dan non interaktif. Ada lima macam metode kualitatif
interaktif, yaitu metode etnegrafik, metode fenomenologis, studikasus, teori dasar (grounded
theory), dan studi kritikal. 2 Dan dalam hal ini, jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam
penelitian kualitatif ini adalah studi kasus, yaitu suatu bentuk pendekatan yang memusatkan
kajiannya pada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu, peneliti seolah-olah bertindak
selaku saksi hidup dari perubahan itu.3 Studi kasus dapat di gunakan secara tepat dalam banyak
bidang.
2. Kehadiran Peneliti / Instrumen Penelitian
Ciri khas penelitian kualitatif tidak dapat dipisahkan dari pengamatan berperan serta
sebab peranan penelitilah yang menentukan keseluruhan skenarionya. Untuk itu, dalam
penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci, partisipan penuh sekaligus
pengumpul data, sedangkan instrumen yang lain sebagai penunjang.
3. Lokasi Penelitian
1
Nana syaodih sukmadinata, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja rosdakarya, 2007), 60-61.
2
Ibid,, 62
3
M. Toha anggora, dkk. Metodologi Penelitian (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007), 37.
Adapun lokasi penelitian bertempat di SMA At Tijaarah. Sumber data utama dalam
sumber data penelitian kualitatif adalah kata- kata dan tindakan, selebihnya adalah tambahan
dokumen dan lainnya. Seperti subjek penelitian dimana fenomena tersebut berlangsung.
4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interview (wawancara), observasi,
dan dokumentasi. 4 Teknik tersebut digunakan peneliti, karena suatu fenomena itu akan
dimengerti maknanya secara baik, apabila peneliti melakukan interaksi dengan subyek
penelitian dimana fenomena tersebut berlangsung.
a. Teknik Wawancara
Teknik ini digunakan secara wawancara yang dalam penelitian ini adalah wawancara
mendalam, artinya peneliti mengajukan beberapa pertanyaan mendalam yang berhubungan
dengan fokus permasalahan, sehingga dengan wawancara mendalam ini data-data dapat
dikumpulkan semaksimal mungkin. Orang-orang yang dijadikan informan dalam penelitian ini
adalah:
1) Kepala Sekolah SMA At Tijaarah
2) Wali kelas kelas 12 SMA At Tijaarah
3) Salah satu siswa kelas 12 di SMA At Tijaarah
b. Teknik Observasi
Ada beberapa alasan mengapa teknik observasi atau pengamatan digunakan dalam
penelitian ini. Pertama, pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua,
pengamatan memungkinkan peneliti untuk melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat
perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
Dengan teknik ini, peneliti mengamati aktivitas-aktivitas sehari-hari obyek penelitian,
karakteristik fisik situasi sosial dan perasaan pada waktu menjadi bagian dari situasi tersebut.
Selama peneliti di lapangan, jenis observasinya tetap. Dalam hal ini peneliti tidak mulai dari
observasi deskriptif (descriptive observation) secara luas, yaitu berusaha melukiskan secara
umum situasi social dan apa yang terjadi disana. Kemudian, setelah perekaman dan analisis
data pertama, peneliti dapat menyempitkan mulai datanya dan melakukan observasi terfokus.
Peneliti dapat menyempitkan lagi penelitiannya dengan melakukan observasi selektif (selective
4
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka cipta, 2003), 158-181.
observation). Sekalipun demikian, peneliti masih terus melakukan observasi deskriptif sampai
akhir pengumpulan data.
Hasil observasi dalam penelitian ini dicatat dalam catatan lapangan merupakan alat
yang sangat pening dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti
mengandalkan pengamatan dan wawancara dalam pengumpulan data di lapangan. Format
rekaman hasil observasi catatan lapangan dalam penelitian ini menggunakan format rekaman
hasil observasi.
c. Teknik Dokumentasi
Dalam peneliti kualitatif, teknik ini merupakan alat pengumpul data yang utama karena
pembuktian hipotesisnya yang diajukan secara logis dan rasional. 5 Teknik dokumentasi
sengaja digunakan dalam penelitian ini, sebab pertama, sumber ini selalu tersedia dan murah
terutama ditinjau dari waktu. Kedua, merupakan sumber informasi yang stabil, baik
keakuratannya dalam merefleksikan situasi yang terjadi dimasa lampau, maupun dapat dan
dianalisis kembali tanpa mengalami perubahan. Ketiga, rekaman dan dokumen merupakan
sumber informasi yang secara kaya, kontekstual relevan dan mendasar dalam konteksnya.
Keempat, sumber ini sering merupakan pernyataan legal yang dapat memenuhi akuntabilitas.
Hasil pengumpulan data melalui cara dokumentasi ini dicatat dalam format rekaman
dokumentasi.
5. Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah
di fahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan
dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat
kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini menggunakan konsep yang
diberikan Miles dan Huberman yang mengemukakan bahwa motivasi dalam analisis data
kualitatif dilakukan secara interaktif,6 dan berlangsung pada setiap tahapan penelitian sehingga
5
Ibid,, 181
6
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, 141
sampai tuntas dan datanya sampai jenuh. Aktifitas dalam analisis secara terus-menerus data
meliputi data reduction, data display,7 dan conclusion.8
Selanjutnya menurut Spradley teknik analisis data disesuaikan dengan tahapan dalam
penelitian. Pada tahap penjelajahan dengan teknik pengumpulan data grandtour question,
analisis dilakukan dengan analisis domain. Pada tahap menentukan fokus data analisis data
dilakukan dengan analisis taksonomi. Pada tahap selection,analisis data dilakukan dengan
analisis komponensial. Selanjutnya untuk sampai menghasilkan judul dilakukan dengan
analisis tema.
6. Pengecekan Keabsahan Temuan
Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif dilakukan
dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat,
kecukupan referensial, kajian kasus negatif dan pengecekan anggota.9 Dalam penelitian ini, uji
kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data kualitatif hasil penelitian dilakukan dengan:
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Peneliti dalam penelitian kualitatif adalah instrumen itu sendiri. Keikutsertaan peneliti
sangat menentukan dalam pengumpulan data. Dalam hal ini keikutsertaan tersebut tidak hanya
dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada
latar penelitian. Maka perpanjangan keikutsertaan peneliti dalam penelitian ini akan
memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Maksud dan tujuan
memperpanjang keikutsertaan dalam penelitian ini adalah dapat menguji ketidak benaran
informasi yang diperkenalkan oleh distorsi, baik yang berasal dari diri sendiri, maupun dari
responden dan selain itu dapat membangun kepercayaan subyek dengan terjun kelokasi dalam
waktu yang cukup panjang. Peneliti dapat mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang
mungkin mengotori data, pertama-tama dan vang terpenting adalah distorsi pribadi.
b. Pengamatan Yang Tekun
Ketekunan pengamatan dimaksud dalam penelitian ini adalah menemukan unsur-unsur
dalam situasi ciri-ciri dan yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari.
7
Ibid,, 17
8
Ibid, 19
9
Lexy Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), 175
Jadi, kalau perpanjangan keikutsertaan menyediakan lingkup, maka ketekunan pengamatan
menyediakan kedalaman.
c. Triangulasi
Teknik Triangulasi adalah teknik pemeriksaan triangulasi keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data itu. Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang
memanfaatkan penggunaan: sumber, metode, penyidik dan teori. 10
Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi dengan memanfaatkan sumber dan
penyidik. Teknik triangulasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode
kualitatif. Hal itu dapat dicapai peneliti dengan jalan membanding-kan data
1). Hasil pengamatan dengan data hasil wawancara,
2). Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan
secara pribadi,
3). Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa
yang dikatakannya sepanjang waktu,
4). Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan
pandangan orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang
pemerintahan,
5). Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Teknik Triangulasi dengan penyidik artinya dengan jalan memanfaatkan peneliti atau
pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan
pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data.
d. Pengecekan Sejawat Melalui Diskusi
Teknik ini dilakukan peneliti dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir
yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan ini dilakukan dengan maksud:
1). Untuk membuat agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran,
10
Ibid,, 178
2). Diskusi dengan sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk mulai
menjajaki dan menguji hipotesis yang muncul dari pemikiran peneliti.
H. Sistematika Penulisan
Dalam hal ini, peneliti akan menyusun skripsi ini menjadi 5 BAB dengan sistematika
sebagai berikut:
1. BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Penelitian Terdahulu
F. Kerangka Pemikiran
G. Metode Penelitian
H. Sistematika Penulisan
I. Daftar Pustaka
2. BAB II: Pada bab ini akan menjelaskan landasan teoritis berupa pengertian intensitas,
pengertian efektivitas, faktor-faktor serta indikator yang menjadi landasan makna intensitas
dan efektivitas tersebut.
3. BAB III: Pada bab ini akan menjelaskan metode penelitian, jenis dan sumber data, teknik
pengumpulan data, dan teknik analisis data.
4. BAB IV: Pada bab ini peneliti akan menjelaskan kompetensi propesionalis Guru dalam
meningkatkan motivasi siswa, Kemudian menguraikan tentang hasil penelitian hasil observasi
mengenai hasil penemuan tentang analisis faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi
belajar siswa pada kelas 12 di SMA At Tijaarah.
6. BABV : Bab ini merupakan bab terakhir yang akan menjadi sebuah penutup dalam
penelitian ini, yakni berupa Kesimpulan dan Saran.
I. Daftar Pustaka
Aunur Rohman ahmad , dkk (2018). Jurnal At-Taqaddum 10 (1), 95-108, 2018
Gunawan ahmad, (2021) Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Belajar Siswa
Pada Mata Pelajaran PAI Di Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Jageraga Kab. Lombok Barat,
Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Hal 1-26.
Asep Halimurosid asep, (2023) Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Motivasi Belajar Siswa
Pelajaran Pendidikan Agama Islam. ADIBA: JOURNAL OF EDUCATION 3 (2), 194-
205.Hal 195.
Departemen Pendidikan Nasional, (2023) Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
Nomor 20 Tahun 2003, Jakarta hlm.12.
Fuji Astuti feky, Zulhakim ardi, (2021). Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan 1 (2), 227-234,
2021.
Fuji Astuti feky, Zulhakim ardi, (2022) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quraniyah Manna
Bengkulu Selatan, Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam Al Affan, Vol 1 No 2 March.
Ibid,, 17
Ibid, 19
Ibid,, 62
Ibid,, 178
Ibid,, 181
Moleong Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000),
175
Permatasari, Rizki (2018) Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Peserta Didik
Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Guna Dharma Bandar Lampung..
Undergraduate thesis, UIN Raden Intan Lampung, Hal. 2
M. Toha anggora M, dkk. (2007). Metodologi Penelitian (Jakarta: Universitas Terbuka, 2007),
37.
Syahid Surahman Muh. (2022), Penyebab Kurangnya Motivasi Belajar Pendidikan Agama
Islam Dan Cara Mengatasinya Di SDN Mangasa 1 Kabupaten Gowa.. UIN Alauddin
Makasar, Hal. 1.
Syaodih sukmadinata Nana (2007), Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja
rosdakarya,, 60-61.
Syaodih Sukmadinata nana, Metode Penelitian Pendidikan, 141
Amelia Putri (2018), faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata
pelajaran PAI di SMP Citra Bangsa. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif
Hidayatullah. Hal 6.
Citra Rena (2020). Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa (Studi Deskriptif Di SMPN 1 Singingi Hilir. AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan
dan Pendidikan Agama Islam) 2 (2), Hal 173-183.
Sawani Rina (2022). Rendahnya Minat Siswa SMP Negeri 28 Bengkulu Tengah Dalam Belajar
Pendidikan Agama Islam. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam 2 (6), Hal
239-244.
Andriani rike, Rasto.(2019) Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar siswa. Jurnal
Pendidikan Manajemen Perkantoran 4 (1), Hal 80-86.
Margono S (2003) Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka cipta, 2003), 158-181.
Umi Lailatul Wafiroh, Muhtar Arifin, Hidayatus Sholihah. (2021) Upaya Guru PAI
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula
(KIMU) Klaster Humanoira. Hal 1429.