Anda di halaman 1dari 17

BAB I

MENAMPILKAN SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA


SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

A. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Adalah ungkapan sederhana tapi sarat makna tersebut menghendaki bahwa setiap
anggota masyarakat merasa memiliki Pancasila serta menjadi landasan, pengarahan dan
tujuan kehidupan bersama dalam berbagai bidang kehidupan.

I. Makna Ideologi Negara
Pengertian Ideologi
Ideologi berasal bahasa latin idea yang berarti gagasan, konsep, daya cipta
dari kesadaran manusia dan logos yang berarti ilmu. Dalam bahasa Jerman,
ideologi disebut weltanschauung yang berarti pandangan hidup atau IalsaIah
hidup.

Pengertian Ideologi Menurut Ahli
a. Descartes
Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.
b. Laboratorium IKIP Malang
Ideology adalah seperangkat nilai, ide dan cita-cita serta pedoman dan
metode melaksanakan/mewujudkannya.
c. Kamus Ilmiah Populer
Ideologi adalah cita-cita yang merupakan dasar salah satu sistem
politik, paham kepercayaan (ideologi sosiologi, ideologi Islam, dan
lain-lain).
Kesimpulan ideologi mengandung unsur :
1. Seperangkat gagasan yang disusun secara sistematis.
2. Pedoman tentang cara hidup.
3. Tatanan yang ingin dituju oleh suatu kelompok.
4. Dipegang teguh oleh kelompok yang meyakininya.

Fungsi Ideologi
$ecara umum .
Merupakan tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama-
sama oleh suatu masyarakat.
Sebagai pemersatu masyarakat, oleh karenanya merupakan pedoman
bagi masyarakat untuk menyelesaikan konIlik yang terjadi dalam
masyarakat.
$ecara khusus .
Struktur kognitiI
Orientasi dasar
Norma-norma
Bekal dan jalan untuk menemukan identitas
Sebagai pedoman untuk mencapai tujuan
Pendidikan
ungsi ideologi bagi suatu negara .
Membentuk identitas kelompok atau suatu bangsa
Mempersatukan berbagai perbedaan
Membentuk solidaritas, yaitu dengan mengangkat perbedaan tersebut ke
dalam tata nilai yang lebih tinggi

Pancasila sebagai Ideologi Nasional
Hal ini diwujudkan dalam visi bangsa Indonesia tahun 2020 adalah
terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu,
demokrasi, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam
penyelenggaraaan negara.

II. Proses Perumusan Pancasila sebagai Ideologi Negara
Menjelang akhir tahun 1994 bala tentara Jepang secara terus menerus
mengalami kekalahan dalam perang melawan sekutu. Pada tanggal 7 Semptember
1944, Perdana Menteri Kaiso memberikan janji bahwa pada tanggal 24 Agustus
1945 Indonesia akan diberikan kemerdekaan. Pada tanggal 1 Maret 1945,
Jenderal Kumakici Harada mengumumkan akan dibentuk BPUPKI. Sebagai
realisasi dari janji tersebut, maka pada tanggal 29 April 1945 kepala
pemerintahan Jepang untuk Jawa/unseikan membentuk BPUPKI (Dokuritsu

Zyunbi Tyoosakai) yang diketuai oleh DR. Radjiman Widyodiningrat dan wakil
ketua RP. Suroso. BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945.
a. Sidang BPUPKI pertama tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945, membahas rumusan
dasar negara Indonesia, dengan konsep sebagai berikut :
ProI. Mr. H. Moh. Yamin tanggal 29 Mei 1945 dalam pidatonya
mengemukakan :
1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan
3. Peri ketuhanan
4. Peri kerakyatan
5. Kesejahteraan rakyat
Setelah mengemukakan pidato, Mr. Moh. Yamin mengusulkan
secara tertulis dengan rumusan sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
ProI. Mr. Dr. Supomo tanggal 31 Mei 1945 mengemukakan :
1. Paham negara kesatuan
2. Perhubungan negara dengan agama
3. Sistem badan permusyawaratan
4. Sosial negara
5. Hubungan antar bangsa
Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. MuIakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa/Ketuhanan Yang Berkebudayaan

Panitia Kecil pada tanggal 22 Juni 1945 mengemukakan rumusan dasar


negara Pancasila sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
b. Pada sidang BPUPKI kedua tanggal 10-16 Juli 1945, menghasilkan Piagam
1akarta dengan mencantumkan rumusan dasar negara sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
c. Rumusan akhir Pancasila ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam
sidang PPKI, yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

III. Fungsi Pokok Pancasila
a. Sebagai Dasar Negara RI
Pancasila sering disebut sebagai dasar IalsaIah negara (dasar IalsaIat
negara) dan ideologi negara. Pancasila digunakan sebagai dasar untuk
mengatur pemerintah dan penyelenggara negara. Konsep Pancasila tentang
kehidupan bernegara disebut cita hukum (staatsidee) yang harus
dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila memiliki

Iungsi dan kedudukan sebagai pokok atau kaidah negara yang mendasar
(Iundamental norma). Kedudukan Pancasila bersiIat tetap, kuat, tidak dapat
diubah oleh siapapun termasuk oleh MPR-DPR hasil pemilihan umum.
b. Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila dijadikan sebagai pedoman/pandangan hidup bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Sebagai pandangan hidup, Pancasila digali dari
kristalisasi nilai luhur bangsa Indonesia yang dijunjung luhur oleh
masyarakat. Sebagai alat pemersatu bagi bangsa Indonesia yang berbhineka
tunggal ika.
c. Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia
Pancasila dijadikan tuntutan untuk menentukan arah atau cita-cita yang
diharapkan dapat dicapai oleh bangsa Indonesia.
d. Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Nilai-nilai Pancasila dilaksanakan secara bulat dan utuh yang
merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa
lain.
e. Merupakan Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia
Nilai Pancasila yang digali dari nilai luhur bangsa Indonesia dibahas
dan disepakati oleh para pemimpin bangsa Indonesia melalui sidang
BPUPKI dan sidang PPKI menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila yang
autentik adalah yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

IV. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
a. Membedakan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup
deologi Terbuka
Fungsi ideologi adalah memberikan orientasi kedepan dan
mengharuskan suatu bangsa untuk selalu menyadari situasi dan kondisi
yang sedang dihadapinya. Kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan
teknologi serta menguatnya hubungan antar negara. Oleh karenanya
ideologi yang mampu menghadapi tantangan zaman, mampu
mengembangkan dinamika agar mampu bersaing dengan bangsa lain
tanpa kehilangan jati dirinya maka negara tersebut menerapkan ideologi
terbuka. Menurut AlIian, ideologi adalah pandangan/sistem nilai secara
menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya

yaitu dianggap benar dan benar dipandang dari segi moral, mengatur
tingkah laku bersama dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurut AlIian, ideologi mengandung 3 dimensi penting, yaitu :
1. Dimensi Realita
Mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung
didalamnya bersumber pada nilai-nilai riil yang hidup dalam
masyarakat, sehingga dapat dirasakan bahwa nilai-nilai dasar
tersebut tertanam, berakar dan menjadi milik masyarakat
2. Dimensi Idealisme
Yaitu merupakan cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai
bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Melalui idealisme atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi
maka dapat diketahui arah mana suatu masyarakat atau bangsa
akan membangun masa depannya.
3. Dimensi ReIleksi Pengembangan
Hal ini hanya dapat dicapai manakala ideologi yang dikembangkan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah
ideologi terbuka atau ideologi yang demokratis. Dengan demikian
maka masyarakat dapat mengembangkan pikiran-pikiran atau
gagasan-gagasan baru tanpa khawatir akan kehilangan hakekat
dirinya.
deologi Tertutup
Ideologi yang diterapkan dalam negara tersebut dikendalikan oleh
orang-orang yang dominan sehingga tidak memberikan kelelusaan bagi
warganya untuk mengembangkan wawasan dan pikiran-pikiran baru.
Pihak pemerintah tidak berpikir untuk melakukan penyesuaian ideologi
terhadap tuntutan kemajuan zaman. Penyelenggara pemerintah dalam
hal ini tidak memikirkan kebersamaan hidup ideal tetapi lebih
cenderung untuk mempertahankan kekuasaan. Walaupun pemerintah
bisa menjaga stabilitas politik, ekonomi maupun hankam, akan tetapi
tidak memberikan keleluasaan pada warganya.


b. Latar Belakang Pancasila sebagai Ideologi Terbuka


Gagasan untuk menampilkan Pancasila sebagai ideologi terbuka sudah
ada sejak tahun 1985, walaupun pembahasan tentang Pancasila sebagai
ideologi bangsa sudah dilaksanakan oleh pendiri bangsa pada sidang
BPUPKI dan sidang PPKI. Mengenai pemikiran Pancasila sebagai ideologi
terbuka didorong oleh adanya tantangan zaman. Sejarah telah membuktikan
bahwa betapapun kokohnya ideologi suatu bangsa tetapi tidak memiliki
Ileksibilitas, maka akan mengalami kehancuran.
Contoh : runtuhnya komunisme di Uni Soviet.

c. Konsep Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
1. Ideologi Pancasila mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan
kondisi zaman yang luas dan terus mengalami peerubahan dengan tetap
mempertahankan jati dirinya.
2. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna bahwa nilai-
nilai Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika-dinamika
kehidupan bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan zaman secara
kreatiI dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan
masyarakat itu sendiri.
3. Sebagai ideologi terbuka Pancasila mampu memberikan orientasi ke
depan, agar mampu menyadari situasi dan kondisi yang sedang dihadapi
terutama dalam menghadapi tantangan dan keterbukaan.
4. Ideologi Pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia tetap bertahan
dalam jiwa dan budaya Indonesia dengan mempertahankan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

d. Penjabaran Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideologi terbuka mampu menyelesaikan berbagai
persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.
Ideologi Pancasila memiliki sikap Ileksibel dan interaktiI karena
didukung oleh pemikiran-pemikiran yang mendalam oleh para pendiri
negara. Ideologi Pancasila merupakan perwujudan dan kristalisasi nilai-nilai
luhur bangsa Indonesia.

Fleksibilitas ideologi Pancasila karena Pancasila mengandung nilai-nilai


sebagai berikut :
Nilai Dasar
Merupakan nilai-nilai dasar yang relatiI tetap dan tidak berubah yang
terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila :
ketuhanan, kemnusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial
kemudian dijabarkan lebih lanjut menjadi nilai instrumental dan nilai
praktis yang lebih bersiIat Ileksibel dalam bentuk norma-norma yang
berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Nilai Instrumental
Merupakan penjabaran dari nilai-nilai dasar yang dituangkan secara
kreatiI dan dinamis dalam bentuk UUD 1945, ketetapan MPR, dan
peraturan perundangan lainnya.
Nilai Praktis
Merupakan nilai-nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam
kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
maupun bernegara. Nilai praktis tetapi masih abstrak, antara lain :
menghormati, kerjasama, kerukunan, mennghargai dan lain sebagainya.
Operasi dan nilai-nilai tersebut nampak dalam bentuk sikap, perbuatan,
tingkah laku dalam bentuk sikap, perbuatan, tingkah laku dalam
kehidupan sehari-hari sehingga nilai-nilai tersebut nampak nyata dan
dapat kita rasakan bersama.

B. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI DAN PARADIGMA
PEMBANGUNAN

I. Pengertian Nilai
Sesuatu dikatakan bernilai atau berharga adalah apabila sesuatu tersebut
memberikan manIaat, memiliki kegunaan dan Iaedah.
Pengertian Nilai
Kamus Ilmiah Populer
Nilai adalah ide tentang apa yang baik, benar, bijaksana dan apa yang
berguna, siIatnya lebih abstrak dari norma.

Lapboratorium IKIP Malang


Nilai adalah sesuatu yang berharga, berguna, yang indah, yang
memperkaya batin, yang menyadarkan manusia akan harkat dan
martabatnya.
Nursal Luth dan Daniel Fernandez
Nilai adalah perasaan-perasaan tentang apa yang diinginkan atau tidak
diinginkan yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang
memiliki nilai itu.

II. Ciri-ciri Nilai
a. Nilai-nilai yang sudah mendarah daging (internali:ed value)
b. Nilai-nilai yang dominan
Pertimbangan dominan dalam masyarakat :
- Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut
- Lamanya nilai-nilai tersebut mempengaruhi suatu masyarakat
- Tingginya upaya mempertahankan nilai-nilai tersebut
- Tingginya kedudukan orang yang membawa nilai tersebut

III. Macam-macam Nilai
Nilai sangat berkaitan erat dengan kebudayaan dan masyarakat, setiap
kelompok masyarakat memiliki nilai atau kebudayaan tertentu mengenai
sesuatu hal.
Menurut Koentjoroningrat, suatu sistem nilai budaya biasanya
berIungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kekuatan manusia.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro, nilai digolongkan menjadi 3 bagian
yaitu :
a. Nilai material, yaitu nilai yang dilihat dari sesuatu yang berguna bagi
umat manusia.
b. Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia dalam
menjalankan aktivitasnya.
c. Nilai kerohanian, yaitu segala yang bernilai bagi jiwa/rohani manusia.
Nilai kerohanian dapat dibedakan sebagai berikut :
Nilai kebenaran/kenyataan, yaitu nilai yang bersumber pada akal
manusia

Nilai keindahan, yaitu nilai yang bersumber dari unsur rasa manusia
Nilai moral/kebaikan, yaitu nilai kerohanian yang tertinggi dan
memiliki siIat mutlak karena bersumber pada keyakinan/kepercayaan
manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

IV. Nilai-nilai Pancasila
Bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
pada hakekatnya merupakan sumber nilai bagi kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan dasar IalsaIah negara, yang
berarti seluruh tatanan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia
menggunakan Pancasila sebagai sumber norma dan moral yang mengikat
negara sekaligus menjadi sumber tertib hukum dalam seluruh aspek
penyelenggaraan negara.

V. Pancasila sebagai Sumber Nilai
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah :
1) Sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa
Terkandung nilai-nilai religius, antara lain :
- Keyakinan adanya Tuhan YME dengan siIat-Nya yang maha
sempurna, yakni Maha Kasih, Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha
Bijaksana, dan lain-lain.
- Ketakwaan terhadap Tuhan YME, yakni menjalankan perintah-Nya
dan menjauhi larangan-Nya.
- Nilai Sila I ini meliputi dan menjiwai sila II, III, IV, dan V
2) Sila II : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Nilai-nilai yang terkandung dalam kemanusiaan, antara lain :
- Pengakuan akan martabat manusia.
- Pengakuan yang adil terhadap sesama manusia.
- Pengertian manusia beradab yang memiliki daya cipta, rasa, karsa
dan keyakinan, sehingga jelas adanya perbedaan antara manusia
dengan hewan.
- Nilai Sila II ini diliputi dan dijiwai sila I, meliputi dan menjiwai
dila III, IV, dan V.

3) Sila III : Persatuan Indonesia


Nilai persatuan bangsa, antara lain :
- Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang me
- Bangsa Indonesia ialah persatuan suku-suku bangsa yang
mendiami seluruh wilayah Indonesia.
- Pengakuan terhadap Bhineka Tunggal Ika, suku bangsa dan
kebudayaan bangsa memberikan arah dalam pembinaan kesatuan
bangsa.
- Nilai Sila III diliputi dan dijiwai Sila I dan II, meliputi dan
menjiwai Sila IV dan V.
4) Sila IV : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Kedaulatan negara adalah ditangan rakyat.
- Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi
dengan akal pikiran yang sehat
- Musyawarah untuk muIakat dicapai dalam permusyawaratan wakil-
wakil rakyat.
- Nilai Sila IV ini diliputi dan dijiwai Sila I, II, dan III, meliputi dan
menjiwai Sila V.
5) Sila V : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Terkandung nilai keadilan sosial, antara lain :
- Perwakilan kehidupan sosial dalam kehidupan sosial dan
kemasyarakatan meliputi seluruh rakyat Indonesia.
- Keadilan sosial dalam kehidupan sosial meliputi bidang
IPOLEKSOSBUDHANKAMNAS.
- Keseimbangan antara hak dan kewajiban, dan menghormati hak
orang lain.
- Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
- Nilai Sila V dijiwai sila I, II, III, IV dan V.




VI. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan


. Pengertian Paradigma
Dalam Kamus Bahasa Indonesia, Paradigma adalah seperangkat
unsur bahasa yang sebagian bersiIat konstan atau tetap dan yang
sebagian berubah-ubah.
Menurut Al Marsudi, Paradigma adalah cara pandang, nilai-nilai,
metode-metode, prinsip dasar atau cara memecahkan suatu masalah
yang dianut oleh masyarakat pada masa tertentu.
Dalam pembangunan nasional, Pancasila dijadikan paradigma
karena akan dijadikan sebagai landasan, acuan, metode, nilai dan tujuan
yang ingin dicapai dalam program pembangunan NKRI.
. Hakekat Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional merupakan upaya rangkaian pembangunan
yang berkesinambungan dan meliputi aspek kehidupan masyarakat,
bangsa dan negara dalam mewujudkan tujuan nasional.
Pembangunan nasional pada hakekatnya adalah pembangunan
manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia
seluruhnya dengan Pancasila sebagai dasar, pedoman dan tujuan
pembangunan nasional.
. Tujuan Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat
adil dan makmur yang merata materiil, spritual berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945 dalam wadah NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat
dan berkedaulatan rakyat dalam suasana aman, tentram, tertib dan
dinamis serta lingkungan pergaulan dunia yang bersahabat, tertib dan
damai.
. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan
Pancasila sebagai Paradigma Pembaharuan Tata Hukum
Dilaksanakan beberapa perubahan tata hukum, antara lain :
- Amandemen UUD 1945
- Pelembagaan udicial Review
Pelembagaan fudicial review untuk menguji secara materiil
terhadap UU dan Peraturan Perundang-undangan yang ada di
bawahnya. Lembaga ini berIungsi mengawal semua produk
hukum dan peraturan perundang-undangan lain agar selaras
dengan peraturan yang diatasnya sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila.

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi


Pembangunan ini berdasarkan Demokrasi Ekonomi. Pemerintah
berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap
pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi
perkembangan dunia usaha. Disebutkan dalam pasal 33 UUD 1945
tentang perekonomian.
Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK
PemanIaatan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan
pembangunan dengan memperhatikan syarat-syarat :
- Tetap memberikan kesempatan kerja yang banyak
- Meningkatkan produktivitas kerja
- Menggunakan alat yang dihasilkan sendiri
- Mendukung tercapainya sasaran pembangunan
- Mempertinggi keterampilan dan untuk menggunakan teknologi
yang lebih maju di kemudian hari
Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Bidang Sosial
Politik
Pembangunan ini diarahkan pada pelaksanaan demokrasi Pancasila.
Dalam pemantapan stabilitas politik yang dinamis dan mekanisme
demokrasi Pancasila, perlu memantapkan kehidupan konstitusional,
demokrasi dan tegaknya hukum. Meningkatkan komunikasi sosial
timbal balik antara masyarakat dengan lembaga perwakilan rakyat
maupun dengan pemerintah.










C. MENAMPILKAN SIKAP POSITIF PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI


TERBUKA

Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan memiliki kedudukan yang sangat
penting, oleh karenanya harus dipahami secara mendalam oleh setiap warga negara
Indonesia dan harus dibudayakan dan diamalkan.

I. Perilaku yang Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila
1. Pengamalan Pancasila
Pengamalan Pancasila secara ObjektiI
adalah pelaksanaan Pancasila dalam bentuk realisasi dalam bentuk
aspek penyelenggaraan negara baik dalam bidang legislatiI,
eksekutiI maupun yudikatiI serta bidang kenegaraan lainnya.

Pengamalan Pancasila secara SubjektiI
adalah pelaksanaan Pancasila dalam setiap pribadi, perseorangan,
setiap warga negara, setiap penduduk, setiap orang yang memegang
kekuasaan dan sangat penting dan mendukung pengamalan
Pancasila secara objektiI.
2. Berperilaku Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila
Sila I : Ketuhanan Yang Maha Esa
- Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Saling menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama.
- Saling menghormati menjalankan ibadah sesuai agama dan
kepercayaannya.
- Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
Sila II : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabat.
- Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban.
- Saling mencintai.
- Saling tenggang rasa.
- Tidak semena-mena terhadap orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Berani membela keadilan dan kebenaran.

- Mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan


kerjasama dengan bangsa lain.
Sila III : Persatuan Indonesia
- Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan
bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan.
- Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
- Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
- Bangga sebagai bangsa Indonesia.
- Memajukan persatuan dan kesatuan.
Sila IV : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
- Mengutamakan musyawarah muIakat dalam mengambil keputusan
- Musyawarah dilaksanakan dengan akal sehat dan hati nurani
- Melaksanakan hasil keputusan dengan penuh rasa tanggung
jawab
Sila V : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
- Mengembangkan sikap, suasana kekeluargaan, dan gotong
royong.
- Bersikap adil.
- Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban.
- Menghormati hak-hak orang lain.
- Menjauhi sikap pemerasan.
- Menghargai hasil karya orang lain.
- Suka bekerja keras.

II. Sikap Positif terhadap Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
1. Nilai-nilai Dasar Pancasila
Menurut Moerdiono, Pancasila memiliki nilai-nilai dasar yang
abadi. Nilai-nilai tersebut terdapat dalam empat alinea pembukaan
UUD 1945, yaitu :
a. Alinea Pertama
Alinea pertama memuat keyakinan kepada kita bahwa
kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Maka penghapusan

penjajahan di muka bumi merupakan konsekuensi logis dari


keyakinan ini.
b. Alinea Kedua
Alinea kedua memuat cita-cita nasional sekaligus cita-cita
kemerdekaan, yaitu keinginan untuk membentuk negara yang yang
merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
c. Alinea Ketiga
Alinea ketiga memuat watak aktiI dari rakyat Indonesia yang
menyatakan kemerdekaan, untuk mencapai kehidupan kebangsaan
yang bebas.
d. Alinea Keempat
Alinea keempat member arahan mengenai tujuan negara,
susunan negara, sistem pemerintahan negara dan dasar negara.
Tujuan negara :
- Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia.
- Memajukan kesejahteraan umum.
- Mencerdaskan kesejahteraan bangsa.
- Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Susunan negara :
Susunan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat. Berarti kedaulatan negara/kekuasaan
negara berada di tangan rakyat.
Sistem pemerintahan :
Sistem pemerintahan Negara Indonesia berdasarkan konstitusi
(kostitusional) terdapat pada kalimat '.maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Negara Indonesia.
Dasar negara :
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Nilai-nilai tersebut di atas belum bersiIat operasional, maka


harus dijabarkan lagi dalam nilai-nilai instrumental yang
kreatiI dan dinamis namun tidak bertentangan dengan nilai-
nilai dasarnya. Penjabaran tersebut tertuang dalam Perpu, yaitu
UUD 1945, UU/Perpu, PP, Perpres, Perda maupun
kebijaksanaan pemerintah lainnya.

2. Penerimaan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Kesadaran untuk memahami dan mendalami nilai-nilai Pancasila
melalui penanaman dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari termasuk dimasukkannya mata pelajaran PKn dalam
kurikulum pada sekolah.
Mengembangkan sistem hukum yang baik. Sistem hukum yang
baik akan memberikan landasan yang kokoh dan kepastian hukum
kepada semua pihak. Dengan norma dan aturan yang dirumuskan
secara jelas dan sanksi yang diterapkan secara tegas dan berlaku
tanpa pandang bulu.
Membangun masyarakat yang setia pada nilai-nilai moral dan
norma hukum. Adanya ketaatan masyarakat maupun aparatur
negara terhadap moral dan norma hukum dapat memperlancar
pembangunan nasional dan dapat juga menyesuaikan terhadap
perkembangan zaman yang modern di era global ini.

3. Batas Keterbukaan Ideologi Pancasila
Pelaksanaan Pancasila sebagai ideologi terbuka diarahkan dengan
metode yang tepat sehingga tidak menimbulkan keresahan dan
mengaburkan nilai-nilai Pancasila
Larangan terhadap ideologi komunis, karena bertentangan dengan
nilai-nilai dasar Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Memperjuangkan tercapainya tatanan sosial masyarakat yang baru
secara nasional maupun internasional dengan tetap menjunjung
tinggi harkat dan martabat manusia.
Menjalin hubungan dengan semua umat manusia, sesama warga
negara melalui kerjasama yang baik atas dasar kemerdekaan,
kedaulatan dan saling menguntungkan.