0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan14 halaman

Camp Siswa: Dari Rapuh ke Tangguh

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan14 halaman

Camp Siswa: Dari Rapuh ke Tangguh

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL CAMP SISWA PPPK PETRA TAHUN AJARAN 2024/2025

FROM FRAGILE TO AGILE


(Generasi Rapuh, Generasi Tangguh)

A. Latar Belakang
Generasi stroberi merujuk pada generasi muda yang lahir setelah tahun 1981 atau generasi
yang tumbuh di era teknologi canggih. Istilah ini berasal dari Taiwan dan menggambarkan
generasi muda yang kreatif dan memiliki ide cemerlang, namun mudah hancur ketika
mendapat tekanan sosial. Generasi stroberi berasal dari analogi buah stroberi yang terlihat
eksotis dan memiliki penampilan menarik, namun di saat yang sama bisa mudah rusak/hancur
dan sensitif terhadap tekanan dari luar. Generasi ini dianggap mudah terpengaruh, sensitif,
serta kurang tangguh menghadapi tekanan dan tantangan. Penyebab munculnya generasi
stroberi sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, label yang diberikan orang tua kepada
anak, dan mendiagnosa diri sendiri (self-diagnose).
Setiap generasi memiliki tantangannya masing-masing, begitu pun generasi muda saat ini.
Dalam dunia ‘serba konten’ sekarang, membuat banyak generasi muda yang juga ingin
memiliki konten terbaik. Segala sesuatu dari yang berbobot sampai receh, edukatif, tips,
prank, campaign, digital marketing, storytelling, live streaming NPC (Non-Playable
Character), dan juga konten berisi curhatan tentang perlakuan tidak adil yang diterima.
Sebagai konsumen media sosial, peserta camp akhirnya bisa terdidik untuk berani speak up
tentang keadilan. Menjadi kritis merupakan salah satu faktor positif yang dapat peserta camp
ambil dalam hal ini. Namun, bagaimanakah jika segala keresahan akan yang terjadi hanya
menjadi curhatan di sosial media alias konten belaka? Bagaimana jika mengkritisi bagi
generasi muda saat ini hanya terbatas pada ketidaknyamanan akan suatu hal atau karena tidak
mendapatkan hal yang diekspektasikan? Betul, peserta camp bicara tentang endurance atau
daya tahan generasi saat ini.
Ketidaknyamanan dan ketimpangan sosial merupakan sebuah fakta hidup yang ada dalam
berbagai aspek kehidupan. Generasi muda saat ini juga tentu bisa mengalaminya dalam porsi
dan keadaannya masing-masing. Namun jika speak up di media sosial hanya terbatas pada
curhat dan berujung nyinyir dan hanya membawa sensasi-sensasi semu, tentu ini tidak
membawa solusi apa pun untuk krisis yang dialami, baik dalam diri maupun secara relasional.
Seorang manusia tentu punya hak dalam memilih kenyamanan yang pantas bagi dirinya.
Namun jika mencari kenyamanan semata hanya akan membentuk pribadi yang ketakutan pada
ketidaknyamanan dan justru mengerdilkan ketangguhan dan keberanian dalam menghadapi
masalah serta bertindak bagi ketidaknyamanan atau krisis yang dihadapi.
Student camp tahun ini mengangkat tema From Fragile to Agile (Generasi Rapuh, Generasi
Tangguh). Tema ini berupaya mengajak peserta camp untuk menyadari daya kuat yang
mereka miliki sebagai generasi yang lahir dan dibesarkan di dunia modern. Banyak dan
ragamnya kesempatan maupun peluang yang dimiliki sebagai anak muda saat ini, dapat
membuat mereka mengembangkan diri ke potensi yang maksimal. Namun di saat yang sama,
anak muda perlu menyadari bahwa hidup selalu akan bertemu dengan ketidaknyamanan dan
luka yang tidak bisa dihindari. Mengembangkan pengolahan emosi yang baik dan semakin
dewasa seiring bertambahnya usia pada intinya akan menjadi keharusan untuk kelebihbaikan
hidup.
Ketidaknyamanan dapat ditemui dalam keluarga, sosial, sekolah, atau pun nanti saat
memasuki dunia pekerjaan. Oleh karena itu, hidup perlu menjadi tangguh dalam menghadapi
tantangan yang datang. Manusia adalah makhluk yang memiliki kerapuhan dan keterbatasan
sehingga harus bersandar pada Sumber Daya Sejati. Di dalam Tuhan, peserta camp kembali
diingatkan bahwa keterbatasan dan kerapuhan peserta camp adalah cara Tuhan yang
mengingatkan manusia untuk selalu mengandalkan Tuhan melewati musim hidup yang silih
berganti. Kerapuhan dan ketakutan tidaklah menjadi alasan untuk menyakiti diri sendiri dan
orang lain, tetapi bagaimana dengan dan melalui kerapuhan peserta camp saling melengkapi
untuk menciptakan hidup yang lebih baik bagi diri, keluarga, sekolah, atau kemanapun peserta
camp melangkah.
Generasi stroberi mungkin seringkali dilabeli sebagai generasi rapuh, namun langkah setiap
anak mudanya lah yang akan menentukan bagaimana menjadi pribadi yang walau rapuh
namun akan tetap tangguh mengarungi kehidupan dan memiliki daya juang untuk merubah
situasi yang tidak baik. Dengan menyadari kekuatan yang diberikan Tuhan dalam setiap diri
peserta camp dan bersandar pada Sang Sumber Daya Sejati, maka segala tantangan dapat
semakin mengarahkan kehidupan yang lebih bermakna dan mendalam. Oleh karena itu, camp
ini dibagi dalam 2 sesi, yaitu My Parents and My World, dan From Fragile to Agile. Kedua
sesi ini akan mencoba menyadarkan dan menggali pribadi tangguh dalam diri peserta didik.

B. Tujuan Kegiatan
Tujuan camp siswa tahun ini adalah
1. Mengajak peserta camp melihat ketangguhan dalam dirinya yang telah dianugerahkan
Tuhan sebagai potensi untuk mengembangkan diri lebih bermakna.
2. Peserta camp dapat tetap menyandarkan setiap langkah hidup ke depan dalam tuntunan
dan bimbingan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan hidup.

C. Pelaksanaan
Kegiatan ini akan dilaksanakan,
pada hari :
tanggal :
tempat :
tema : From Fragile to Agile (Generasi Rapuh, Generasi Tangguh)
D. Peserta
Kegiatan retret ini diikuti …….. peserta dengan rincian sebagai berikut :
Siswa : …….. orang
Pendamping : ……. orang
Pembicara : …….. orang
Driver standby : …….. orang
Total : …….. orang

E. Pembicara
Kegiatan Camp ini dilayani oleh ……………………….. dari …………………….

F. Acara (terlampir)

G. Panitia (terlampir)

H. Anggaran (SESUAI DENGAN RINCIAN ANGGARAN UNIT KERJA PAK)


Anggaran diambilkan dari RAB tahun ajaran 2024/2025 sebesar ………… dengan perincian
pengeluaran terlampir.

I. Penutup
Demikian proposal ini kami susun sebagai acuan pelaksanaan kegiatan camp siswa PPPK
Petra, kiranya kegiatan ini dapat bermanfaat dan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan.

Surabaya/Sidoarjo, …………………
Mengetahui

(……………………………….) (…………………………………..)
Kepala Sekolah Ketua Panitia Camp
Lampiran:
RINCIAN MATERI DAN BENTUK KEGIATAN
Secara umum, kegiatan camp dilakukan dengan metode aktivitas kreatif, ceramah, diskusi, dan
relfeksi. Pembicara memiliki waktu khusus untuk menyampaikan materi dan siswa juga memiliki
waktu khusus untuk berinteraksi dengan pembicara dan guru pendamping. Beberapa aktivitas
dan kegiatan kreatif dipakai untuk mendukung tercapainya tujuan dari kegiatan ini.
1. I am Thankful-Morning Devotion:
1.1.Hari II: Siswa berkumpul ke aula untuk beribadah bersama dalam memulai hari.
1.2.Hari III: Renungan pagi bisa dilakukan di luar ruangan (outdoor).
2. Gratitude Journal:
Peserta camp diajak untuk menuliskan hal-hal yang disyukuri, baik dalam hidup atau pun di
dalam perjumpaan camp siswa di tahun ini. Jurnal ini akan ditempelkan bersama di
Reminiscing Board pada saat Ibadah Penutup. Peserta memiliki pilihan untuk menaruh nama
pada jurnalnya masing-masing.
Panitia:
- menyediakan jurnal (dapat dibuat sendiri dengan kertas seukuran A6 lalu dibagikan
kepada semua peserta dan panitia saat hari 1),
- menyediakan Reminiscing Board untuk mengumpulkan Gratitude Journal peserta sesuai
dengan jumlah kelas masing-masing.
3. Scavenger Hunt:
3.1.Misi 1 (Hari I: 16.00 – 16.30)
- Peserta akan bekerjasama mengumpulkan kepingan Jigsaw (Setiap kelompok
diberikan gambar yang berbeda-lihat link).
- Panitia menyebarkan maksimal 3 tempat untuk meletakkan potongan Jigsaw di Misi
1 ini.
- Kepingan Jigsaw sudah disebar ke tempat-tempat tertentu sekitar rumah retret/sekitar
aula dan petunjuk/clue pertama diberikan kepada masing-masing kelompok.
- Durasi permainan adalah 30 menit sehingga tingkat kesulitan dari permainan ini pun
perlu disesuaikan oleh panitia.
3.2.Misi 2 (Hari II: 16.00 – 16.30)
- Setiap kelompok diberikan petunjuk/clue yang dapat menuntun kelompok untuk
menemukan potongan Jigsaw.
- Panitia menyebarkan maksimal 3 tempat untuk meletakkan potongan Jigsaw di Misi
2 ini.
- Kepingan Jigsaw sudah disebar ke tempat-tempat tertentu sekitar rumah retret/sekitar
hall dan petunjuk/clue pertama diberikan kepada masing-masing kelompok.
- Durasi permainan adalah 30 menit sehingga tingkat kesulitan dari permainan ini pun
perlu disesuaikan oleh panitia.
3.3.Misi 3 (Hari III: 07.30 – 08.30)
- Setiap kelompok diberikan hanya 1 (satu) petunjuk/clue yang dapat menuntun
kelompok untuk menemukan potongan Jigsaw.
- Panitia memberikan tempat potongan Jigsaw terakhir kepada salah satu guru/panitia
per kelompok, lalu buatlah petunjuk/clue menarik dari orang tersebut.
- Ketika sudah selesai menemukannya, kelompok langsung kembali ke aula untuk
menggabungkan semua potongan Jigsaw sampai berhasil.
- Setelah selesai, Jigsaw kelompok disimpan ke panitia yang bertugas dan akan
digunakan saat ibadah penutup (Reminiscing Board).

4. Sesi 1: My Family and My World


Sesi 1 disampaikan oleh narasumber. Bentuk sesi dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah,
masukan narasumber, kreativitas panitia, dan konsep acara camp secara keseluruhan.
Tujuan sesi 1:
1.1. Peserta camp mampu mengidentifikasi dan merefleksikan pola asuh yang dimiliki
dalam keluarga masing-masing.
1.2. Peserta camp dapat menyadari bahwa keadaan keluarga bukanlah sesuatu hal yang
membuatnya tetap dalam penyesalan dan luka, namun menyadari bahwa keadaan
keluarga adalah hal di luar kendali peserta didik. Oleh karena itu, peserta camp dapat
didorong untuk memiliki penerimaan dan motivasi untuk mengubah diri menjadi lebih
baik walau terkadang keadaan keluarga tidak selalu kondusif.
1.3. Peserta camp dapat mengidentifikasi perubahan sosial yang terjadi dalam dunia saat ini
yang juga turut mempengaruhi warna diri pribadi peserta camp.
1.4. Peserta camp dapat mengetahui budaya serba viral-memviralkan atau mendiagnosa diri
sendiri dengan hanya referensi internet bukanlah solusi terbaik untuk menghadapi krisis
kehidupan.

2. Sesi 2: From Fragile to Agile (Generasi Rapuh, Generasi Tangguh)


Sesi 2 disampaikan oleh narasumber. Bentuk sesi dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah,
masukan narasumber, kreativitas panitia, dan konsep acara camp secara keseluruhan.
Tujuan sesi 2:
2.1. Peserta camp mampu mengidentifikasi hal-hal dalam diri yang menjadi kelemahan dan
ketakutannya.
2.2. Peserta camp mampu mengidentifikasi ketangguhan dalam diri yang telah
dianugerahkan Tuhan.
2.3. Peserta camp mampu meneladani contoh tokoh Alkitab yang juga menghadapi
kerapuhannya dengan tetap bersandar kepada Tuhan.
2.4. Peserta camp termotivasi untuk menghadapi ketidaknyamanan dan tantangan hidup
lainnya dengan ketangguhan untuk berkembang menjadi lebih baik.

3. Outbond:
A. Put Me In
Tujuan permainan: melatih konsentrasi dan fokus, mendengarkan dan menaati instruksi,
mengendalikan emosi.
Alat dan bahan:
● Pensil: disiapkan di satu tempat untuk bisa diambil oleh tim secara berebutan saat
permainan berlangsung.
● Tali rafiah: dibentuk agar sesuai kebutuhan permainan.
● Botol (4 buah): sebagai wadah untuk memasukkan pensil.
Cara dan aturan bermain:
● Dua tim disiapkan di posisi masing-masing
● Panitia menyiapkan durasi permainan sebanyak 5 menit
● Masing-masing tim berupaya untuk memasukkan pensil ke dalam botol dengan
menggunakan tali yang telah disediakan oleh panitia.
● Setiap tim akan bolak-balik memasukkan pensil ke dalam botol yang disediakan.
● Bila botol sudah penuh, bisa berganti dengan botol selanjutnya dalam sisa waktu
yang tersedia.
● Tim yang tercepat dan terbanyak memasukkan botol adalah tim yang memenangkan
permainan ini.

B. Freeze Dance
Tujuan permainan: bersenang-senang dalam batasan.
Alat dan bahan:
● Speaker
● List music!
Cara dan aturan bermain:
● Kedua tim disiapkan
● Dalam penjelasan panitia pos harus ditekankan bahwa setiap tim harus bergerak
sekreatif mungkin karena itu adalah penilaian paling penting dari permainan ini.
● Panitia penjaga pos akan memutarkan musik yang sudah disiapkan. Setiap tim akan
melakukan free dance dan Ketika musik dihentikan artinya semua tim harus
freeze/membeku.
● Di permainan ini tidak ditentukan pemenang secara langsung, namun dilihat dari poin
tertinggi untuk beberapa aspek: tim dance yang seru dan kreatif, tidak bergerak saat
musik berhenti, dan yang dapat melakukan secara sempurna tanpa melakukan
kesalahan sampai semua music list yang disediakan selesai akan diberi poin ekstra.

C. Jumping Suwit
Tujuan permainan: berkompetisi secara adil.
Alat dan bahan:
● 2 karpet dengan warna berbeda (karpet bisa dimodifikasi dengan menyesuaikan
budget)
Cara dan aturan bermain:
● Kedua tim dipersiapkan.
● Masing-masing tim akan berlompat sesuai dengan warna karpet yang ditentukan
(misalnya: Tim 1 harus melompat di karpet warna merah, Tim 2 di karpet berwarna
biru).
● Setiap anggota tim akan melompat secara bergantian dan ketika bertemu anggota tim
lawan mereka harus melakukan suwit atau gunting-batu-kertas. Bagi anggota tim
yang kalah, akan keluar dari rute.
● Jika anggota tim yang menang, mereka akan berhak menduduki markas tim lawan.
● Jumlah anggota terbanyak yang masuk ke dalam markas tim lawan terbanyak adalah
pemenang dari permainan ini.
● Permainan ini diambil dari:
https://www.instagram.com/reel/C21feTgyxtY/?utm_source=ig_web_copy_link

D. The Ball Train


Tujuan permainan: bekerjasama dengan tim, menyelaraskan diri untuk dapat bekerja
sama dengan baik mencapai tujuan.
Alat dan bahan:
● Balon atau bola
● 2 meja
Cara dan aturan bermain:
● 2 tim disiapkan.
● Anggota tim membentuk barisan berderet ke belakang.
● Setiap anggota tim akan mengambil balon/bola yang sudah disiapkan di atas meja
dan memutari meja dan kembali kea rah barisan timnya, lalu menaruh balon ke
belakang untuk ditopang oleh anggota tim selanjutnya. Permainan terus berlanjut
hingga bola/balon habis.
● Tim yang membawa balon terbanyak dan tercepat menjadi pemenang dalam
permainan ini.
● Permainan diambil dari:
https://www.instagram.com/reel/C1HP_bUgPzd/?igsh=YmtoNXNkYWg0ZGUz

E. P.E.T.R.A
Tujuan permainan: belajar mencapai tujuan dengan kerjasama.
Alat dan bahan:
● Koran bekas
● Bola lempar (bisa pakai bola tenis jika ada, namun bisa juga dibuat dari gulungan
kertas membentuk bola)
● Tulisan: P, E, T, R, dan A (bisa dikreasikan dnegan styrofoam atau pun kertas print)
Cara dan aturan bermain:
● Panitia mempersiapkan rute tempuh setiap tim agar tim tau rute mana yang harus
dilewatinya.
Rute bisa dibuat dengan memberi tanda pada tanah.
● Di rute yang ada, diletakkan huruf P, E, T, dan R masing-masing secara terpisah.
● Setiap tim harus berpindah beriringan di atas kertas koran yang sudah disediakan dan
menempuh rute tim masing-masing untuk mengumpulkan huruf di titik-titik yang
sudah disiapkan.
● Ketika sudah sampai di akhir rute, tim berupaya untuk melempar bola ke huruf A
yang sudah disediakan sehingga semua huruf yang terkumpul lengkap.
● Tim tercepat dan terkompak memenangkan permainan.
● Permainan ini bisa dimodifikasi sesuai kreativitas panitia.
● Diadaptasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=Dktwyeqvpck
Gambaran rute:
4. Kebersamaan
5. Talent Show
Agar Talent Show tidak berjalan monoton dengan penampilan yang sama dari kelompok-
kelompok, pantia boleh menentukan jenis-jenis penampilan yang diinginkan. Misalnya:
● A cappella group
● Band
● Stand-up comedy
● Skit
● Dance
● Poem reading
● Catwalk, dst.

5. Ibadah Penutup
Ibadah penutup dipimpin oleh Guru PAK dengan menyimpulkan camp siswa tahun ini.
Ibadah diakhiri dengan penempelan jurnal di Reminiscing Board oleh peserta camp sesuai
dengan kelas masing-masing.
SUSUNAN ACARA CAMP SISWA PPPK PETRA TAHUN AJARAN 2024/2025
FROM FRAGILE TO AGILE

Waktu Acara – Kegiatan Keterangan PIC

Hari ............, Tanggal ........... 2024 PIC hari ke-1: ............. (nama guru)

08.00 – 08.30 Registrasi, Absensi Sekolah Ketua Panitia dan Seksi Transportasi

08.30 – 11.00 Perjalanan ke rumah retret

Welcome Celebration
11.00 – 11.45 Aula Ketua, Sie Acara, Sie Akomodasi
Ibadah Pembukaan

Pengarahan (aturan,
pembagian kelompok, dll)
11.45 – 12.30 Aula Sie Acara, Sie Akomodasi
Pembagian Gratitude Journal
Pembagian kamar

12.30 – 13.30 Makan siang R.Makan Sie Konsumsi

Istirahat
13.30 – 15.30 Kamar
Persiapan Pribadi

15.30 – 16.00 Kudapan R.Makan Sie Konsumsi

16.00 – 16.30 Scavenger Hunt (Misi 1) Aula Panitia

Sesi 1: My Family and My


16.30 – 18.00 Aula Sie Acara
World

18.00 – 19.00 Makan malam R.Makan Sie Konsumsi

Sesi 2: From Fragile to


19.00 – 20.30 Aula
Agile

Refleksi dan Komitmen


20.30 – 21.00 Aula Sie Acara dan Tim
Pengumuman

21.10 Istirahat Kamar Ketua Kamar

Hari .........., Tanggal ..........., 2024 PIC hari ke-2: ............ (nama guru)
I am Thankful (Morning
05.30 – 06.00 Aula Sie Acara
Devotion)

06.00 – 07.00 Gratitude Journal Outdoor

07.00 – 08.00 Makan Pagi R. Makan Seksi Konsumsi

Pembagian kelompok
08.00 – 08.40 outbond dan dinamika
kelompok outbond

08.40-10.30 Out Bond 1: Permainan A-C Outdoor Sie Acara dan Tim

10.30 – 11.00 Kudapan Sie Konsumsi

Outbond 2:
11.00 – 12.00 Outdoor Sie Acara dan Tim
Permainan D-E

12.00 – 13.00 Makan Siang Sie Konsumsi

13.00 – 15.30 Istirahat dan persiapan Kamar

15.30 – 16.00 Kudapan Sie Konsumsi

16.00 – 16.30 Scavenger Hunt (Misi 2) Panitia

Dinamika Kelompok
16.30 – 18.00 Sie Acara
(Persiapan Talent Show)

18.00 – 19.00 Makan Malam R. Makan Sie Konsumsi

19.00 – 21.00 Talent Show/Api Unggun Sie Acara dan Tim

Doa Malam
21.00 – 21.20 Sie Acara
Pengumuman

21.20 Istirahat Kamar Ketua Kamar

Hari .........., Tanggal ..........., 2024 PIC hari ke-3: ............. (nama guru)

I am Thankful (Morning
05.30 – 06.00 Sie Acara dan Tim
Devotion)

06.00 – 06.30 Gratitude Journal Outdoor Panitia


06.30 – 07.30 Makan Pagi Sie Konsumsi

Scavenger Hunt (Misi 3-


07.30 – 08.30 Panitia
Finish-Meaning)

Persiapan Pribadi dan


08.30 – 09.30
Berkemas

Ibadah Penutup
09.30 – 10.30 Gratitude Journal Collection Aula Guru PAK, Sie Acara
Restorasi

Pembagian Hadiah
10.30 – 11.00 Panitia, Sie Dokumentasi
Foto bersama

Seksi Konsumsi
11.00 – 13.30 Perjalanan Pulang
Seksi Transportasi
SUSUNAN PANITIA CAMP SISWA PPPK PETRA TAHUN AJARAN 2024/2025

Penasihat :
Ketua :
Wakil Ketua :
Sekretaris :
Bendahara :
Seksi Acara :
Seksi Dekorasi :
Seksi Konsumsi :
Seksi Transportasi :
Seksi Perlengkapan :

Anda mungkin juga menyukai