0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan10 halaman

Tantangan Pemilu 2024: Sistem Proporsional Terbuka

Diunggah oleh

perintisdarno2005
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan10 halaman

Tantangan Pemilu 2024: Sistem Proporsional Terbuka

Diunggah oleh

perintisdarno2005
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DINAMIKA PEMILU 2024 DAN TANTANGAN SISTEM PEMILU

PROPOSIONAL TERBUKA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Politik Indonesia

Dosen Pengampu :

Drs.Sugeng Widodo, M.Si

Nama Kelompok :

1. Maura Kaila Ferista (202302010250)


2. Devi Nur Vianti (202302010248)
3. Rafika Setyaningrum (202302010240)
4. Lisa Umami (202302010261)
5. Ira Dwi Cahyani (202302010253)

PRODI ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL


DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS KADIRI 2024/2025


DAFTAR ISI

DINAMIKA PEMILU 2024 DAN TANTANGAN SISTEM PEMILU


PROPOSIONAL TERBUKA......................................................................1
BAB I...........................................................................................................3
PENDAHULUAN....................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang.................................................................................3
1.2. Tujuan Masalah...............................................................................4
1.3 Tujuan Penulisan..............................................................................4
BAB II..........................................................................................................5
TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................5
2.1 Pengertian Pemilu............................................................................5
2.2 Sistem Proporsional Terbuka..........................................................5
2.3 Tantangan Demokrasi di Indonesia................................................5
BAB III........................................................................................................ 6
PEMBAHASAN..........................................................................................6
3.1 Tantangan dalam Pemilu 2024........................................................6
3.2 Dampak Sistem Proporsional Terbuka..........................................6
3.3 Solusi untuk Mengatasi Tantangan Pemilu...................................7
BAB IV........................................................................................................ 8
PENUTUP....................................................................................................8
4.1 Kesimpulan.......................................................................................8
4.2 Rekomendasi.................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sarana demokrasi utama yang menjadi fondasi sistem
pemerintahan di Indonesia. Pemilu 2024 merupakan tonggak penting karena dilaksanakan di
tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik, serta menggunakan sistem
(proporsional terbuka). Dalam sistem ini, masyarakat tidak hanya memilih partai politik,
tetapi juga menentukan langsung calon legislatif (caleg) yang mereka percayai.

Sistem ini dianggap meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan wakilnya.


Namun, penerapannya juga membawa sejumlah konsekuensi negatif, seperti meningkatnya
biaya kampanye yang mendorong politik uang, konflik internal antar caleg, hingga polarisasi
masyarakat yang semakin tajam akibat kampanye berbasis isu SARA (Suku, Agama, Ras,
dan Antargolongan).

Pemilu 2024 juga menghadapi tantangan besar terkait literasi politik. Dengan lebih dari 50
juta pemilih pemula, banyak di antaranya berasal dari generasi Z dan milenial, literasi politik
yang rendah dapat menyebabkan kesalahan dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu,
kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama Pemilu 2024, mengevaluasi
dampak sistem proporsional terbuka, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan
kualitas demokrasi.

1.2. Tujuan Masalah


1. Apa saja tantangan utama dalam pelaksanaan pemilu 2024 diindonesia ?
2.Bagaimana sistem proposional terbuka mempengaruhi dinamika politik diindonesia?

3.Bagaimana solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan dalam pemilu 2024?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengidentifikasi Tantangan utama dalam pemilu 2024

2. Menganalisis dampak sistem proposional terbuka terhadap kualitas demokrasi

3.Memberikan Rekomendasi solusi untuk memperbaiki sistem pemilu

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pemilu
Pemilu adalah proses politik di mana rakyat memilih wakilnya di pemerintahan secara
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang
Pemilu menyebutkan bahwa tujuan utama Pemilu adalah membentuk pemerintahan yang
demokratis dan representatif.

2.2 Sistem Proporsional Terbuka


Sistem pemilu proporsional terbuka memungkinkan pemilih untuk menentukan langsung
caleg yang diinginkan dari daftar yang disediakan partai. Keunggulan sistem ini adalah:
1. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih wakil yang benar-benar
mereka percayai.
2. Meningkatkan persaingan antar caleg, sehingga caleg terdorong untuk lebih dekat
dengan masyarakat.

Namun, sistem ini juga membawa sejumlah kekurangan:


1. Tingginya Biaya Kampanye: Persaingan ketat antar caleg dalam satu partai membuat
mereka harus mengeluarkan biaya kampanye besar, yang sering kali berujung pada praktik
politik uang.
2. Konflik Internal Partai: Persaingan antar caleg dapat merusak solidaritas partai.

2.3 Tantangan Demokrasi di Indonesia


Pemilu 2024 menghadapi sejumlah tantangan besar yang dapat memengaruhi kualitas
demokrasi, di antaranya:
1. Politik Uang (Money Politics): Praktik ini masih menjadi fenomena yang sulit
dihilangkan, terutama di daerah dengan literasi politik yang rendah.
2. Polarisasi Sosial: Narasi kampanye yang memanfaatkan isu SARA dapat memecah
belah masyarakat, menciptakan konflik horizontal.
3. Literasi Politik yang Rendah: Banyak pemilih pemula tidak memiliki pemahaman
yang memadai tentang calon dan program kerja mereka.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Tantangan dalam Pemilu 2024


Pemilu 2024 menghadapi beberapa tantangan utama yang dapat memengaruhi kualitas
pelaksanaannya:

1. Politik Uang:
Politik uang adalah salah satu tantangan terbesar dalam setiap Pemilu di Indonesia. Dalam
Pemilu 2024, banyak caleg yang diduga menggunakan uang atau barang untuk membeli
suara, terutama di wilayah pedesaan. Fenomena ini memperkuat budaya korupsi di tingkat
pemerintahan, karena caleg yang terpilih dengan cara tersebut cenderung memanfaatkan
jabatannya untuk "mengembalikan modal".

2. Konflik Internal Partai:


Sistem proporsional terbuka menciptakan persaingan yang sangat ketat antar caleg dalam
satu partai. Akibatnya, muncul konflik internal yang melemahkan solidaritas partai. Konflik
ini juga berpotensi mengurangi efektivitas strategi pemenangan secara keseluruhan.

3. Polarisasi Sosial:
Pemilu sering kali dimanfaatkan untuk memunculkan isu-isu sensitif, seperti agama, etnis,
dan identitas. Kampanye berbasis isu SARA dapat memperburuk perpecahan di tengah
masyarakat. Polarisasi ini tidak hanya terjadi di tingkat elite politik, tetapi juga meluas
hingga ke akar rumput.

4. Tingginya Jumlah Pemilih Pemula:


Pemilih pemula, terutama generasi muda, sering kali memiliki literasi politik yang rendah.
Banyak dari mereka memilih berdasarkan popularitas, bukan kompetensi atau visi misi calon.

3.2 Dampak Sistem Proporsional Terbuka


Sistem proporsional terbuka memiliki dampak signifikan terhadap dinamika Pemilu, baik
positif maupun negatif:

1. Dampak Positif:
- Memberikan peluang bagi caleg muda atau independen untuk bersaing dengan
tokoh senior.
- Meningkatkan representasi masyarakat di legislatif.

2. Dampak Negatif:
- Menjadikan Pemilu lebih mahal karena setiap caleg harus membiayai
kampanye sendiri.
- Menimbulkan konflik internal dalam partai yang dapat melemahkan kerja
sama antar caleg.
3.3 Solusi untuk Mengatasi Tantangan Pemilu
1. Edukasi Politik untuk Pemilih:
Pemerintah, KPU, dan lembaga pendidikan perlu meningkatkan literasi politik masyarakat,
terutama pemilih pemula, melalui forum diskusi, simulasi Pemilu, dan kampanye di media
sosial.

2. Penegakan Hukum yang Tegas:


Bawaslu dan aparat penegak hukum harus menindak tegas pelaku politik uang. Selain itu,
perlu ada pengawasan ketat terhadap kampanye berbasis isu SARA untuk mencegah konflik
sosial.

3. Pengawasan Partisipatif:
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal perlu dilibatkan dalam
memantau jalannya Pemilu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan
akuntabilitas.

4. Pengembangan Sistem Proporsional Campuran:


Dalam jangka panjang, Indonesia dapat mempertimbangkan sistem proporsional campuran
untuk mengurangi efek negatif dari sistem terbuka, seperti politik uang dan konflik internal.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pemilu 2024 merupakan ujian penting bagi demokrasi Indonesia. Sistem proporsional
terbuka memberikan peluang untuk meningkatkan keterwakilan rakyat, tetapi juga
menghadirkan berbagai tantangan, seperti politik uang, konflik internal partai, dan polarisasi
sosial. Dengan upaya serius dalam edukasi politik, pengawasan partisipatif, dan penegakan
hukum, kualitas Pemilu dapat ditingkatkan.

4.2 Rekomendasi
1. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memprioritaskan literasi politik di kalangan
masyarakat, khususnya pemilih pemula.
2. Bawaslu harus memperkuat pengawasan terhadap praktik politik uang dan kampanye
negatif.
3. Perlu ada evaluasi jangka panjang terhadap sistem pemilu yang digunakan, dengan
mempertimbangkan penerapan sistem proporsional campuran.
DAFTAR PUSTAKA

1. Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

2. Data dan laporan KPU tentang Pemilu 2024.

3. Artikel akademik dan jurnal terkait demokrasi dan sistem pemilu di Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai