100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan50 halaman

PP Unsur PW

Pedoman Pelayanan Persekutuan Wanita (PW) GKI di Tanah Papua menjelaskan struktur, visi, misi, dan tujuan organisasi yang berfokus pada pelayanan dan pembinaan bagi wanita di gereja. PW GKI bertujuan untuk menjadikan anggota sebagai ibu yang taat beribadah dan berperan aktif dalam misi Kerajaan Allah. Dokumen ini juga mencakup rincian tentang keanggotaan, alat kelengkapan, serta tugas dan tanggung jawab dalam organisasi.

Diunggah oleh

Mambrasar Ris
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan50 halaman

PP Unsur PW

Pedoman Pelayanan Persekutuan Wanita (PW) GKI di Tanah Papua menjelaskan struktur, visi, misi, dan tujuan organisasi yang berfokus pada pelayanan dan pembinaan bagi wanita di gereja. PW GKI bertujuan untuk menjadikan anggota sebagai ibu yang taat beribadah dan berperan aktif dalam misi Kerajaan Allah. Dokumen ini juga mencakup rincian tentang keanggotaan, alat kelengkapan, serta tugas dan tanggung jawab dalam organisasi.

Diunggah oleh

Mambrasar Ris
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN PELAYANAN

PERSEKUTUAN WANITA
(PW)
GKI DI TANAH PAPUA

Diterbitkan oleh :
SINODE GKI DI TANAH PAPUA
ARGAPURA
2006
PEDOMAN PELAYANAN
UNSUR PW

TERDIRI DARI :
10 BAB DAN 33 PASAL
PEDOMAN PELAYANAN PERSEKUTUAN WANITA
GEREJA KRISTEN INJILI DI TANAH PAPUA (PW GKI)
BAB I
PENGERTIAN, DASAR, VISI, MISI, DAN TUJUAN
Pasal 1
PENGERTIAN
1. Persekutuan Wanita Gereja Kristen Injili di Tanah Papua
(PW GKI) adalah : Organisasi yang berbentuk wadah
pelayanan dan pembinaan bagi kaum wanita/ibu
gereja/jemaat dan tidak mempunyai Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga (AD-ART).

2. PW GKI adalah bagian integral (yang tak dapat dipisahkan)


dari Gereja, yang dipanggil dan diutus untuk turut berperan
serta mengembangkan misi Kerajaan Allah.
Pasal 2
DASAR
Dasar Pelayanan PW GKI adalah :
1. Alkitab yang adalah Firman Tuhan.
2. Tata Gereja Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
3. Keputusan-keputusan Sidang Gerejawi.
4. Pedoman Pelayanan PW GKI di Tanah Papua.
Pasal 3
VISI

PW GKI mempunyai Visi Kerajaan Allah dalam hidup


Bersekutu, Bersaksi dan Melayani.

Pasal 4
MISI
Misi PW GKI adalah Menjadikan Ibu yang taat
beribadah, cakap mengajar, hidup bijaksana, suci,
setia dan penuh kasih kepada keluarga (Titus 2 : 3 - 5).
Pasal 5
TUJUAN
Tujuan pembinaan PW GKI :
1. Pelayanan dan Pemberitaan Firman Tuhan dapat
diarahkan secara khusus sehingga mudah diterima,
disamping itu supaya anggota PW GKI mudah digiatkan.
2. Mempersiapkan Anggota PW GKI yang bertanggungjawab
agar dapat berfungsi sebagai Ibu yang taat beribadah,
cakap mengajar, hidup bijaksana, suci, setia dan penuh
kasih kepada keluarga (Titus 2 : 3 – 5).
BAB II
TEMPAT DAN KEDUDUKAN,
ALAT KELENGKAPAN DAN ATRIBUT

Pasal 6
TEMPAT DAN KEDUDUKAN

PW GKI berkedudukan di setiap jemaat dalam Gereja


Kristen Injili di Tanah Papua.
Pasal 7
ALAT KELENGKAPAN
1. Badan Pelayan PW GKI bertanggungjawab kepada
Majelis Jemaat.
2. Koordinator PW GKI bertanggungjawab kepada
Badan Pekerja Klasis.
3. Kepala Bidang PW GKI bertanggungjawab kepada
Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua.
Pasal 8
ATRIBUT
1. Lambang (Logo) : Lihat Lampiran 1
2. Mars :
3. Struktur Organisasi : Lihat Lampiran 3
4. Cap : PW GKI di Tanah Papua (lihat
lampiran 4).
5. Seragam :
6. Motto : Titus 2 : 3 - 5
7. Kepala Surat : Lihat Lampiran 5.
8. Hari Doa Syukur : 9 April
BAB III
KEANGGOTAAN
Pasal 9
1. Semua Perempuan (wanita) yang telah
berkeluarga.
2. Mereka yang berasal dari Gereja Kristen lain yang
hidup dalam persekutuan dan menerima
pelayanan dari GKI di Tanah Papua.
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN
INVENTARIS / HARTA MILIK
Pasal 10
STRUKTUR ORGANISASI
1. Struktur Badan Pelayan PW GKI, terdiri dari :
a. Ketua
b. Wakil Ketua
c. Sekretaris
d. Wakil Sekretaris
e. Bendahara
Dilengkapi dengan seksi-seksi, yang terdiri dari :
a. Seksi Kerohanian
b. Seksi Diakonia
c. Seksi Pendidikan
d. Seksi Rekreasi, Olahraga dan Kesenian.
2. Jumlah keanggotaan tiap seksi disesuaikan
dengan kebutuhan dari masing-masing PW
GKI dan setiap seksi dipimpin oleh seorang
Koordinator Seksi.
Pasal 11
URAIAN TUGAS BADAN PELAYAN PW GKI
1. Ketua
a. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan seluruh program pelayanan PW GKI
di tingkat Jemaat.
b. Melakukan koordinasi dengan Majelis dan Unsur-unsur Jemaat.
c. Memimpin rapat-rapat PW GKI.
d. Bersama-sama Sekretaris menandatangani surat-surat keluar.
e. Mengetahui dan menyetujui pengeluaran keuangan PW GKI.
f. Mengganti Bendahara apabila yang bersangkutan berhalangan tidak tetap.
g. Mewakili PW GKI menghadiri undangan resmi.
h. Dalam hal-hal tertentu, Ketua dapat mengambil kebijakan kemudian
dilaporkan kepada Rapat Badan Pelayan PW GKI.
i. Menyiapkan konsep pemikiran tentang program PW GKI.
j. Bersama Badan Pelayan menyiapkan rancangan Program Kerja PW GKI.
k. Apabila berhalangan tidak tetap, memberikan mandat kepada Wakil Ketua.
2. Wakil Ketua
a. Mewakili Ketua apabila Ketua berhalangan
tidak tetap.
b. Mendampingi Ketua dalam memimpin setiap
Rapat.
c. Melaksanakan tugas teknis yang diberikan
Ketua.
d. Mengkoordinir Seksi Kerohanian, Seksi
diakonia dan Seksi Pendidikan.
3. Sekretaris
a. Bersama Ketua Bertanggungjawab atas kelancaran
pelaksanaan program pelayananan PW GKI.
b. Bertanggung-jawab terhadap Administrasi PW GKI.
c. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Ketua.
d. Bersama Ketua memimpin Rapat-rapat.
e. Bertanggung-jawab terhadap rapat dan pertemuan
yang dilaksanakan oleh Badan Pelayan PW GKI.
f. Bila berhalangan tidak tetap, memberikan mandat
kepada Wakil Sekretaris yang diketahui oleh Ketua.
4. Wakil Sekretaris
a. Membantu Sekretaris melaksanakan tugas dan
administrasi PW GKI.
b. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh
Sekretaris.
c. Mendampingi Ketua memimpin Rapat PW GKI.
d. Membuat notulen rapat.
e. Melakukan pendataan seluruh anggota PW GKI.
f. Mengkoordinir Seksi Rekreasi, Olah Raga dan
Kesenian.
5. Bendahara
a. Bertanggungjawab atas pengelolaan Keuangan dan
inventaris/harta milik PW GKI.
b. Membukukan, menyimpan dan mengeluarkan dana PW
GKI atas persetujuan Ketua;
c. Mengkoordinir upaya pendanaan guna membiayai
program kerja PW GKI;
d. Bersama Ketua bertanggungjawab atas keuangan PW GKI
kepada Rapat Anggota dan Sidang Jemaat;
e. Bersama Ketua bertanggung-jawab memberikan laporan
keuangan PW GKI kepada Rapat Anggota, Majelis Jemaat
dan Sidang Jemaat setiap 3 bulan sekali.
f. Menyetor derma 100% ke Bendahara Jemaat.
g. Apabila berhalangan tidak tetap, menyerahkan mandat
kepada Ketua.
6. Seksi Kerohanian
a. Bersama Wakil Ketua mengkoordinir seluruh program Seksi
Kerohanian sesuai keputusan Sidang Jemaat.
b. Menyusun jadwal ibadah, menghubungi pelayan dan
mempersiapkan tempat ibadah.
c. Bersama Seksi Pendidikan mempersiapkan materi-materi
pembinaan rohani.
d. Bersama Seksi Diakonia melakukan kunjungan kepada orang
sakit, berduka dan lain-lain.
e. Bersama Seksi Rekreasi, Olahraga dan Kesenian
mempersiapkan kegiatan rekreasi.
f. Mempersiapkan laporan kepada Badan Pelayan PW GKI yang
akan diteruskan kepada Majelis Jemaat.
g. Dalam melaksanakan tugas selalu melaksanakan koordinasi
dengan Wakil Ketua.
h. Bersama Wakil Ketua membuat dan mengevaluasi program
untuk dilaporkan dalam Rapat Badan Pelayan PW GKI.
7. Seksi Diakonia
a. Bersama Wakil Ketua mengkoordinir seluruh program Seksi
Diakonia sesuai keuputusan Sidang Jemaat.
b. Mengkoordinir kunjungan kepada anggota yang sakit,
berduka, dan lain-lain.
c. Bersama Seksi Kerohanian mengkoordinir kegiatan diakonia
ke Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Sakit, PantiAsuhan,
Panti jompo dan lainnya.
d. Mempersiapkan laporan kepada Badan Pelayan PW GKI yang
akan diteruskan kepada Majelis Jemaat.
e. Dalam melaksanakan tugas selalu melakukan koordinasi
dengan Wakil Ketua.
f. Bersama Wakil Ketua membuat dan mengevaluasi program
untuk dilaporkan dalam Rapat Badan Pelayan PW GKI.
8. Seksi Pendidikan
a. Bersama Wakil Ketua menyusun rancangan program kerja
seksi untuk dibahas dalam Rapat Anggota danditetapkan
dalam Sidang Jemaat;
b. Bersama Seksi Kerohanian mempersiapkan kegiatan
pembinaan sesuai program yang ditetapkan.
c. Bersama Wakil Ketua mempersiapkan kegiatan jenjang
pendidikan kader PW GKI.
d. Mempersiapkan laporan kepada Badan Pelayan PW GKI
yang akan diteruskan kepada Majelis Jemaat.
e. Dalam melaksanakan tugas selalu melakukan koordinasi
dengan Wakil Ketua.
f. Bersama Wakil Ketua membuat dan mengevaluasi program
untuk dilaporkan dalam Rapat Badan Pelayan PW GKI.
9. Seksi Rekreasi, Olahraga dan Kesenian
a. Bersama Wakil Sekretaris mengkoordinir seluruh kegiatan
rekreasi, olah raga dan kesenian sesuai keputusan Sidang
Jemaat.
b. Mempersiapkan kegiatan rekreasi sesuai dengan program.
c. Mempersiapkan kegiatan olahraga apabila ada program
yang berhubungan dengan olahraga di Jemaat.
d. Mempersiapkan/membentuk tim dalam setiap
pertandingan.
e. Mempersiapkan pelatih bagi tim yang dibentuk.
f. Mempersiapkan tim olahraga apabila ada perkunjungan
persahabatan.
g. Mempersiapkan kegiatan kesenian apabila ada program
yang berhubungan dengan kesenian di tingkat Jemaat.
h. Mempersiapkan anggota PW GKI untuk mengisi puji-
pujian, paduan suara dan vocal group pada setiap
ibadah.
i. Mempersiapkan Pembina atau pelatih bagi kegiatan
paduan suara dan vocal group.
j. Mempersiapkan anggota PW GKI untuk mengikuti
setiap perlombaan sesuai undangan.
k. Mempersiapkan laporan kepada Badan Pelayan PW
GKI yang akan diteruskan kepada Majelis Jemaat.
l. Dalam melaksanakan tugas selalu melakukan
koordinasi dengan Wakil Sekretaris.
m. Bersama Wakil Sekretaris membuat dan
mengevaluasi program untuk dilaporkan dalam Rapat
Badan Pelayan PW GKI.
Pasal 12
URAIAN TUGAS KOORDINATOR PW GKI
1. Mengkoordinir seluruh program PW GKI di tingkat
Klasis.
2. Mengkoordinir pelaksanaan program PW GKI dari aras
Sinode ke Klasis dan dari Klasis ke jemaat.
3. Melaporkan setiap kegiatan dan perkembangan
program PW GKI tingkat Klasis kepada Badan Pekerja
Klasis melalui Sekretaris Komisi Pembinaan Jemaat.
4. Menghadiri kegiatan di tingkat jemaat atas undangan
resmi.
5. Menghadiri undangan kegiatan Gereja-Gereja
tetangga.
Pasal 13
URAIAN TUGAS KEPALA BIDANG PW GKI
1. Mengkoordinir seluruh program PW GKI di Tanah Papua.
2. Mengkoordinir pelaksanaan program PW GKI dari aras Sinode ke
Klasis.
3. Melaksanakan pertemuan Kaum Ibu GKI di Tanah Papua 2 (tahun)
sekali melalui Klasis yang ditetapkan.
4. Melaporkan hasil pertemuan dan perkembangan program PW GKI
kepada Badan Pekerja Am Sinode.
5. Menghadiri dan memberikan arahan (pembinaan) pada kegiiatan
PW GKI di tingkat Klasis.
6. Menghadiri undangan kegiatan Kaum Ibu oikumene dalam dan
atau luar negeri.
7. Mengikuti dan menjadi peninjau dan atau peserta Sidang dan
Rapat Kerja Sinode.
Pasal 14
INVENTARIS / HARTA MILIK
1. Badan Pelayan PW GKI
a. Yang dimaksud dengan inventaris atau harta milik ialah segala sesuatu yang berupa
uang dan benda bergerak maupun benda tidak bergerak.
b. Pengelolaan inventaris atau harta milik PW GKI wajib menggunakan pembukuan sistem
MAK (Manual Administrasi Keuangan) dan MAB (Manual Administrasi Barang).
c. Bendahara Badan Pelayan PW GKI wajib membuat laporan keadaan inventaris/harta
milik/keuangan PW GKI kepada Majelis Jemaat.
d. Administrasi mengenai inventaris/harta milik/keuangan gereja di PW GKI wajib
diperiksa oleh Majelis Jemaat dan atau BPPG Tingkat Jemaat.
e. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala dan sesuai kebutuhan.
f. Dalam keadaan tertentu, Majelis Jemaat berhak mengundang BPPG tingkat klasis untuk
memeriksa administrasi inventaris/harta milik/keuangan gereja di PW GKI.
g. Pemeriksaan yang dimaksud diluar ketentuan ayat (1) butir (d).
h. Badan Pelayan PW GKI wajib menyetor derma ibadah PW GKI 100% paling lambat 1
(satu) hari setelah pelaksanaan ibadah.
2. Koordinator
a. Yang dimaksud dengan inventaris/harta milik/keuangan ialah segala
sesuatu yang berupa uang dan benda bergerak maupun benda tidak
bergerak;
b. Koordinator wajib membuat laporan keadaan inventaris/harta
milikkeuangan gereja di Koordinator kepada Badan Pekerja Klasis
melalui Sekretaris Komisi Pembinaan Jemaat;
c. Administrasi mengenai inventaris/harta milik/keuangan gereja di
Koordinator wajib diperiksa oleh BPPG Tingkat Klasis;
d. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala dan sesuai kebutuhan;
e. Koordinator wajib menyetor derma ibadah PW GKI dan pendapatan
lainnya sesuai keputusan kepada Badan Pekerja Klasis dan atau Badan
Pekerja Am Sinode melalui Sekretaris Komisi Pembinaan Jemaat paling
lambat 1 (satu) hari setelah pelaksanaan ibadah dan atau terkumpulnya
hasil dari kegiatan upaya dana yang dilakukan.
3. Kepala Bidang
a. Yang dimaksud dengan inventaris/harta milik/keuangan ialah segala
sesuatu yang berupa uang dan benda bergerak maupun benda tidak
bergerak.
b. Kepala Bidang wajib membuat laporan keadaan inventaris/harta
milik/keuangan gereja di Kepala Bidang kepada Badan Pekerja Am
Sinode melalui Sekretaris Departemen Pembinaan Jemaat.
c. Administrasi mengenai inventaris/harta milik/keuangan gereja di Kepala
Bidang wajib diperiksa oleh BPPG Tingkat Sinode.
d. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara berkala dan sesuai kebutuhan.
e. Kepala Bidang wajib menyetor derma ibadah PW GKI dan pendapatan
lainnya sesuai keputusan kepada Badan Pekerja Am Sinode melalui
Sekretaris Departemen Pembinaan Jemaat paling lambat 1 (satu) hari
setelah pelaksanaan ibadah dan atau terkumpulnya hasil dari kegiatan
upaya dana yang dilakukan.
BAB V
MASA BAKTI DAN PERTANGGUNGJAWABAN
Pasal 15
MASA BAKTI
1. Masa Bakti Badan Pelayan PW GKI adalah 5 (lima)
tahun.
2. Masa Bakti Koordinator PW GKI disesuaikan
dengan masa kerja Badan Pekerja Klasis (5 tahun
pelayanan).
3. Masa Bakti Kepala Bidang PW GKI disesuakan
dengan masa kerja Badan Pekerja Am Sinode (5
tahun pelayanan).
Pasal 16
PERTANGGUNGJAWABAN
1. Badan Pelayan PW GKI menyampaikan laporan
pertanggungjawaban kepada Majelis Jemaat dalam
Sidang Jemaat.
2. Pertanggungjawaban oleh Koordinator PW GKI
disampaikan kepada Badan Pekerja Klasis melalui
Sekretaris Komisi Pembinaan Jemaat.
3. Pertanggungjawaban oleh Kepala Bidang PW GKI
disampaikan kepada Badan Pekerja Am Sinode
melalui Sekretaris Departemen Pembinaan Jemaat.
BAB VI
KRITERIA
Pasal 17
BADAN PELAYAN PW GKI
1. Menyerahkan diri kepada pimpinan Roh Kudus;
2. Bersedia dan mau melayani sebagai seorang hamba
(1 Timotius 3 : 6).
3. Menjadi teladan bagi semua orang.
4. Sudah menjadi anggota sidi jemaat dan telah menikah.
5. Sadar akan panggilan sebagai seorang pemimpin.
6. Bersikap rela berkorban bagi pelayanan.
7. Bersedia untuk belajar dan bekerjasama dengan orang lain.
8. Bersedia dikritik dan menerima saran.
9. Menghargai kelebihan orang lain.
Pasal 18
KOORDINATOR PW GKI
1. Pernah menjadi salah satu unsur pimpinan Badan Pelayan PW
GKI.
2. Mampu menyelesaikan persoalan PW GKI di tingkat klasis.
3. Taat terhadap pelayanan ke aras sinode dan ke aras klasis.
4. Berwawasan luas dalam pengembangan program di tingkat
klasis dan jemaat.
5. Memahami dengan baik pelayanan PW GKI di Tanah Papua.
6. Memahami dengan baik Pedoman Pelayanan PW GKI.
7. Tidak merangkap jabatan salah satu unsur pimpinan pada
organisasi lain.
Pasal 19
KEPALA BIDANG PW GKI
1. Pendeta dan atau Anggota PW GKI.
2. Memahami dengan baik pelayanan PW GKI.
3. Taat kepada Badan Pekerja Am Sinode.
4. Bertanggungjawab atas permasalahan dan
program PW GKI di Tanah Papua.
5. Berpengalaman dalam kepemimpinan PW GKI di
jemaat dan klasis.
6. Mampu berbahasa Inggris.
BAB VII
TATA CARA PEMILIHAN DAN
PERGANTIAN ANTAR WAKTU
Pasal 20
TATA CARA PEMILIHAN BADAN PELAYAN PW GKI
1. Badan Pelayan PW GKI dipilih dalam suatu Rapat Anggota.
2. Rapat Anggota di pimpin oleh Pimpinan Sidang Sementara
dan Pimpinan Sidang Defnitif.
3. Pimpinan Sidang Sementara terdiri dari : Ketua, Wakil
Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, dan Bendahara Badan
Pelayan PW GKI.
4. Pimpinan Sidang definitf berjumlah 5 (lima) orang, yaitu : 2
(orang) dari Badan Pelayan dan 3 (tiga) orang dari peserta.
5. Setelah laporan pertanggungjawaban diterima
barulah Badan Pelayan dinyatakan demisioner.
6. Setiap anggota PW GKI yang dicalonkan untuk
menduduki salah satu Struktur Badan Pelayan harus
menyatakan kesediaan secara langsung dalam Rapat
Anggota;
7. Bagi Ketua, Sekretaris dan Bendahara terpilih tidak
diperkenankan rangkap jabatan pada unsur pimpinan
organisasi lain.
8. Rapat Anggota dihadiri oleh Badan Pelayan PW GKI,
Anggota PW GKI, 1 orang utusan dari Majelis Jemaat
dan Koordinator PW GKI.
Pasal 21
TATA CARA PEMILIHAN KOORDINATOR PW GKI
1. Koordinator PW GKI ditetapkan oleh Badan Pekerja Klasis sesuai hasil
keputusan Rapat Konsultasi PW GKI.
2. Sekretaris Komisi Pembinaan Jemaat mengundang Ketua atau yang mewakili
Badan Pelayan untuk melaksanakan Rapat konsultasi guna memilih calon
Koordinator.
3. Setiap Badan Pelayan berhak mengusulkan 1 nama bakal calon.
4. Pemilihan bakal calon Koordinator dilakukan secara langsung dalam rapat
konsultasi dengan sistim 1 Badan Pelayan 1 suara.
5. Bagi bakal calon yang mendapat suara terbanyak urutan pertama ditetapkan
sebagai calon koordinator.
6. Nama calon Koordinator selanjutnya diserahkan oleh Sekretaris KPJ kepada
Badan Pekerja Klasis untuk ditetapkan sebagai Koordinator.
7. Rapat konsultasi ini dipimpin oleh Sekretaris KPJ.
Pasal 22
TATA CARA PEMILIHAN KEPALA BIDANG PW GKI
1. Kepala Bidang PW GKI ditetapkan oleh Badan Pekerja Am
Sinode sesuai hasil keputusan Rapat Konsultasi PW GKI.
2. Sekretaris Departemen Pembinaan Jemaat mengundang
Sekretaris KPJ dan Koordinator PW GKI untuk melaksanakan
Rapat konsultasi guna memilih calon Kepala Bidang PW GKI.
3. Setiap Klasis berhak mengusulkan 1 nama bakal calon.
4. Pemilihan bakal calon Koordinator dilakukan secara langsung
dalam rapat konsultasi dengan sistim 1 klasis 1 suara.
5. Bagi bakal calon yang mendapat suara terbanyak urutan
pertama ditetapkan sebagai calon Kepala Bidang PW GKI.
6. Nama calon Kepala Bidang PW GKI selanjutnya diserahkan oleh
Sekretaris DPJ kepada Badan Pekerja Am Sinode untuk
ditetapkan sebagai Kepala Bidang PW GKI.
7. Rapat konsultasi ini dipimpin oleh Sekretaris DPJ.
Pasal 23
PERGANTIAN ANTAR WAKTU BADAN PELAYAN PW GKI

Pergantian antar waktu Badan Pelayan dapat


dilaksanakan apabila Pejabat yang bersangkutan :
1. Berhalangan tetap.
2. Berpindah tempat tinggal ke wilayah pelayanan
jemaat GKI yang lain.
3. Meninggal dunia.
4. Proses tersebut dilaksanakan untuk jabatan Ketua,
Sekretaris dan Bendahara.
Pasal 24
PERGANTIAN ANTAR WAKTU KOORDINATOR PW GKI

Dilaksanakan apabila Pejabat yang bersangkutan :


1. Berhalangan tetap.
2. Berpindah tempat tinggal ke wilayah
pelayanan klasis GKI yang lain.
3. Meninggal dunia.
Pasal 25
PERGANTIAN ANTAR WAKTU KEPALA BIDANG PW GKI

Dilaksanakan apabila Pejabat yang bersangkutan :


1. Berhalangan tetap (melanjutkan studi).
2. Berpindah tempat tinggal keluar kota
Jayapura (Port Numbay).
3. Meninggal dunia.
BAB VIII
RAPAT-RAPAT
Pasal 26
JENIS RAPAT
Rapat-rapat PW GKI, terdiri dari :
1. Rapat Anggota.
2. Rapat Istimewa.
3. Rapat Kerja.
4. Rapat Badan Pelayan.
Pasal 27
RAPAT ANGGOTA
1. Rapat Anggota merupakan Badan Tertinggi dalam PW
GKI.
2. Rapat Anggota Mempunyai tugas dan wewenang :
a. Meminta pertanggungjawaban Badan Pelayan PW GKI.
b. Menilai dan mengevaluasi pelaksanaan program.
c. Menetapkan garis-garis besar program.
d. Memilih dan menetapkan Badan Pelayan PW GKI.
3. Rapat Anggota dilakukan 1 kali dalam 5 tahun.
4. Rapat Anggota dihadiri oleh Anggota PW GKI.
Pasal 28
RAPAT ISTIMEWA
1. Rapat Istimewa bertugas memilih Pejabat
Pengganti Badan Pelayan PW GKI antar waktu.
2. Rapat Istimewa dipimpin oleh Badan Pelayan PW
GKI.
3. Rapat Istimewa dilaksanakan apabila terjadi hal-
hal prinsip dalam tubuh Badan Pelayan PW GKI.
4. Rapat Istimewa dihadiri oleh Badan Pelayan PW
GKI untuk membahas hal-hal khusus.
Pasal 29
RAPAT KERJA
1. Rapat Kerja merupakan rapat yang dilaksanakan
dalam rangka menyusun dan mengevaluasi program
Kerja PW GKI.
2. Rapat Kerja dilaksanakan 1 (satu) tahun sekali.
3. Rapat Kerja dipimpin oleh Badan Pelayan PW GKI.
4. Rapat Kerja dihadiri oleh Badan Pelayan PW GKI.
Pasal 30
RAPAT BADAN PELAYAN
1. Mengevaluasi program kerja selama 1 bulan.
2. Rapat Badan Pelayan dipimpin oleh Badan
Pelayan PW GKI.
Pasal 31
Mekanisme rapat disesuaikan dengan kondisi,
tujuan, dan jenis rapat dalam PW GKI di Tanah
Papua, baik di tingkat Jemaat, Klasis dan
Sinode.
BAB IX
IBADAH
Pasal 32
IBADAH-IBADAH
1. Ibadah Hari Minggu.
2. Ibadah Hari Raya Gerejawi.
3. Ibadah rutin PW GKI di tingkat Jemaat, Rayon
dan Klasis.
BAB X
PENUTUP
Pasal 33
1. Seluruh Lampiran dan Penjelasan di dalam
Pedoman Pelayanan ini merupakan satu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan;
2. Pedoman Pelayanan ini mengikat semua Pejabat
dan Anggota PW GKI di Tanah Papua;
3. Pedoman Pelayanan ini mulai berlaku sejak
tanggal 3 Maret 2006.
STRUKTUR ORGANISASI BADAN PELAYAN
PW GKI DI TANAH PAPUA
KETUA
Wakil Ketua

SEKRETARIS
BENDAHARA
Wakil Sekretaris

KESENIAN,
OLAH RAGA
KEROHANIAN PENDIDIKAN DIAKONIA DAN
REKREASI

Anggota PW GKI

Garis Tanggungjawab
Garis Koordinasi
LOGO PW GKI
KRISTE EN INJILI DI T
JA N IST AN
R
K
E

AH
IN

JA
GER

PAPU
JIL

GERE
I

Anda mungkin juga menyukai