0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
492 tayangan13 halaman

Modul SKI 3 - Bab 6

Modul ajar ini dirancang untuk kelas III MI dengan fokus pada mata pelajaran SKI, khususnya mengenai periode Rasulullah SAW. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman tentang kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam dan karakter Rasulullah sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui metode tatap muka dengan model STAD, melibatkan diskusi kelompok, presentasi, dan evaluasi untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Diunggah oleh

Muksin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
492 tayangan13 halaman

Modul SKI 3 - Bab 6

Modul ajar ini dirancang untuk kelas III MI dengan fokus pada mata pelajaran SKI, khususnya mengenai periode Rasulullah SAW. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman tentang kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam dan karakter Rasulullah sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui metode tatap muka dengan model STAD, melibatkan diskusi kelompok, presentasi, dan evaluasi untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Diunggah oleh

Muksin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

FASE B - KELAS III MI


MATA PELAJARAN : SKI

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : SKI
Fase / Kelas / Semester : B - III / 1
Elemen : Periode Rasulullah SAW
Alokasi Waktu : 8 JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2023

B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase B, Peserta didik mampu memahami kehidupan masyarakat Arab sebelum
Islam sebagai inspirasi dalam menjalankan sikap kasih sayang, kerja keras, dan
tanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari. Memahami kehidupan dan kepribadian
Rasulullah saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam dan menjadikannya inspirasi dalam
menjalankan sikap santun dan peduli di kehidupan masa kini. Memahami peristiwa kerasulan
Rasulullah saw.,
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA (PPP) DAN PELAJAR RAHMATAN LIL
ALAMIN (PRA)
 Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta
kebhinnekaan global.
 Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth,
tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

D. SARANA DAN PRASARANA


Media : LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber Belajar : LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik regular dari umur 9-10 tahun (tahap operasional konkret)

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN


Pembelajaran dengan tatap muka menggunakan model student team achievement devision
(STAD)
KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Memahami Kesabaran Nabi Muhammad Saw.
 Memahami Nabi Muhammad Saw. Bekerja.
 Memahami Pernikahan Nabi Muhammad Saw.
 Memahami Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik dapat mengenal masa dewasa Nabi Muhammad SAW
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apakah kalian tau istri Nabi Muhammad?
 Apakah kalian mengetahui kisah peletakan kembali hajar aswad?

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
 Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
 Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan.
 Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan
global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa
ibtikar, dan tasamuh)
 Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya tentang masa dewasa Nabi
Muhammad SAW dalam kehidupan seharihari dan siswa menjawab dengan prediksi
masing-masing.
 Guru mengaitkan masa dewasa Nabi Muhammad SAW islam yang diajarkan dengan
kehidupan nyata
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
 Guru memotivasi peserta didik untuk semangat mengikuti pembelajaran dengan
melakukan ice breaking
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran terkait manfaat
pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Memahami Kesabaran Nabi Muhammad SAW
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
 Guru menampilkan video pembelajaran tentang Keasabaran Nabi Muhammad SAW
(Mengamati)
 Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
 Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik
secara heterogen.
 Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
 Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
 Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
 Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
 Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
 Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat
selesai dengan memberikan bintang

PERTEMUAN KE-2
Memahami Nabi Muhammad Saw Bekerja
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
 Guru menampilkan media pembelajaran tentang Aktivitas Nabi Muhammad Bekerja
(Mengamati)
 Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
 Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik
secara heterogen.
 Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
 Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
 Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
 Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
 Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
 Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat
selesai dengan memberi apresiasi.

PERTEMUAN KE-3
Memahami Pernikahan Nabi Muhammad Saw
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
 Guru menampilkan media pembelajaran tentang Pernikahan Nabi Muhammad
(Mengamati)
 Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
 Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik
secara heterogen.
 Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
 Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
 Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
 Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
 Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
 Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat
selesai dengan memberikan bintang.

PERTEMUAN KE-4
Memahami Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
 Guru menampilkan media pembelajaran tentang Peristiwa Peletakan Kembali Hajar
Aswad (Mengamati)
 Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
 Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik
secara heterogen.
 Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
 Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
 Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
 Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
 Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
 Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat
selesai dengan memberi bintang

PENUTUP
 Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
 Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
 Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis
masa dewasa Nabi Muhammad SAW dari berbagai referensi yang relevan.
 Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan
kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
(joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
 Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan
siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan
pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah mengetahui siapa istri Nabi Muhammad SAW?
2 Apakah kalian mengetahui peristiwa peletakan kembali
hajar aswad?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi

3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,


khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.

A. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat!


1. Peristiwa apa saja yang menujukkan bukti kesabaran Rasululah Muhammad saw.?
2. Bagaimana sikap dan cara rasulullah dalam berdaga
3. Apa yang membuat Siti Khadijah jatuh hati kepada Nabi Muhammad saw.?
4. Mengapa kita harus memiliki sifat jujur atau dapat dipercaya?
5. Sifat dan keputusan seperti apakah yang ditunjukkan Nabi Muhammad saw.
dalam peletakan kembali Hajar Aswad?

G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
 Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran..
 Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
 Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya
lewat diskusi dan permainan.
 Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
 Apakah didalam kegiatan pembukaan siswa sudah dapat diarahkan dan siap untuk
mengikuti pelajaran dengan baik?
 Apakah dalam memberikan penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan
dapat dipahami oleh siswa?
 Bagaimana respon siswa terhadap sarana dan prasarana (media pembelajaran)
serta alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran mempermudah dalam
memahami masa dewasa Nabi Muhammad SAW?
 Bagaimana tanggapan siswa terhadap materi atau bahan ajar yang disampaikan
sesuai dengan yang diharapkan?
 Bagaimana tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas dalam pembelajaran?
 Bagaimana tanggapan siswa terhadap latihan dan penilaian yang telah dilakukan?
 Apakah dalam kegiatan pembelajaran telah sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan?
 Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan?
 Apakah 100% siswa telah mencapai penguasaan sesuai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai?
 Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh
siswa.

Refleksi Peserta Didik:


No Pertanyaan Refleksi Jawaban Refleksi
1 Pada bagian mana dari materi “masa dewasa
Nabi Muhammad SAW” yang dirasa kurang
dipahami?
2 Apa yang akan kamu lakukan untuk
memperbaiki hasil belajar pada materi ini?
3 Kepada siapa kamu meminta bantuan untuk
lebih memahami materi ini?
4 Berapa nilai yang akan kamu berikan terhadap
usaha yang kamu lakukan untuk memperbaiki
hasil belajarmu? (jika nilai yang diberikan
dalam pemberian bintang 1- bintang 5)
LAMPIRAN- LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
AKTIVITAS
- Ayo, buatlah tulisan ringkas masa dewasa Nabi Muhammad saw., tentang
Pernikahan Nabi Muhammad saw. dan Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad
di dalam lembar kerja siswa!
- Bacalah tulisan tersebut di depan kelas di hadapan guru dan teman-temanmu!

LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
Masa Dewasa Nabi Muhammad SAW
Ayo mengamati
Ayo amati dan ceritakan gambar berikut!

Pernahkah kamu melihat ka’bah atau gambar ka’bah? Apakah kamu tahu ada sebuah batu
di salah satu sudut luar ka’bah? Batu apakah itu? Apa yang kamu ketahui dari peristiwa
pada gambar di atas? Bagaimanakah sifat seorang muslim dewasa (contohnya Rasulullah)
dalam beraktiftas sehari-hari? Untuk lebih memahaminya mari kita ikuti pelajaran
tentang masa dewasa Nabi Muhammad saw..
A. Kesabaran dan Kepedulian Nabi Muhammad SAW

Sejak masih kanak-kanak, beliau sudah harus hidup dalam kondisi yang berat, di usia
6 tahun Nabi Muhammad saw., ibundanya Siti Aminah meninggal dunia. Di usia tersebut
beliau sudah dalam keadaan yatim piatu. Menginjak remaja pun harus kehilangan dua
sosok orang tua yang beliau sayangi, yaitu meninggalnya Abdul Muthalib Kakeknya dan
Abu Tholib Paman beliau. Tetapi kondisi tersebut justru menjadikan Nabi Muhammad
menjadi pribadi yang penuh dengan kesabaran dan penuh kepedulian. Nabi Muhammad
saw pernah diajak berniaga ke negeri Syam, padahal jaraknya sangat jauh, dan resikonya
cukup berbahaya, karena selain cuaca yang ekstrim, ada juga gangguan gerombolan
perompak yang dapat mengancam keselamatan harta benda, bahkan nyawa. Namun Nabi
Muhammad saw. tetap turut ikut berdagang dengan rasa sabar.
Kesabaran dan kepedulian dengan kondisi Pamannya. Inilah yang membuat beliau
Rasulullah saw. menjadi pribadi yang dewasa, mampu bertahan, Karena beliau yakin
Allah swt bersama dengan orang-orang yang sabar dan peduli kepada kerabat dan sesama
manusia.

B. Nabi Muhammad SAW Saat Bekerja


1. Tekun dalam bekerja
Nabi Muhammad saw. pernah menggembala Kambing, beliau juga pernah
berdagang. Di dalam setiap pekerjaannya beliau selalu melakukannya dengan
sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab (tekun). Abu Thalib melihat
keponakannya bekerja dengan penuh ketekunan. Nabi Muhammad saw. mampu
memperlihatkan semangat, kemauan yang keras. Nabi Muhammad saw. Juga
bertanggung jawab dalam setiap pekerjaannya. Karena melihat kesungguhannya
itulah beliau diajak pamannya ke Negeri Syam untuk berniaga. Sepulang dari
perniagaan, Nabi Muhammad semakin tampak sifat kedewasaannya, yang penuh
ketekunan dan tanggung jawab. Beliau membantu pamannya menyiapkan air untuk
para pendatang yang beribadah ke Baitullah (ka’bah), di kota Makkah al-
Mukarromah. Kegiatan ini beliau lakukan hingga menjelang usia dewasa.
2. Jujur dalam berdagang
Saat usia Nabi Muhammad Saw. menjelang 25 tahun. Beliau mendapat
kepercayaan untuk membawa barang dagangan Khadijah ke negeri Syam. Selama
berdagang untuk Khadijah, Nabi Muhammad saw. memperoleh keuntungan yang
banyak. Hal ini didapatkan karena selama berdagang ia sangat jujur, ramah, sungguh-
sungguh dan tekun, juga murah senyum kepada pembeli. Nabi Muhammad saw. tidak
pernah berbohong dalam berdagang. Jika ia melihat ada barang dagangan yang rusak,
maka ia tunjukkan kerusakkannya. Jika barang tersebut dalam keadaan cacat, maka ia
tidak akan menjual dengan harga yang mahal, tetapi sesuai dengan kondisi barang
tersebut.
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam berdagang tidak
membuatnya rugi. Bahkan, ia mendapatkan keuntungan yang besar, sebab cara
berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad saw. banyak orang yang senang dan
banyak membeli barang yang didagangkan sehingga barang yang dijual Nabi
Muhammad saw. tidak tersisa. Mereka merasa senang karena menjumpai pedagang
yang benar-benar jujur. Mereka senang mendapatkan barang yang baik dan tidak
tertipu.
Khadijah adalah seorang wanita yang sangat terkenal sebagai pedagang yang
kaya raya. Khadijah sangat tertarik setelah mendengar kejujuran dan budi pekerti
Nabi Muhammad saw. terlebih setelah Maisarah salah seorang kepercayaan Khadijah
menceritakan pengalamannya bersama Nabi Muhammad saw selama perniagaan dan
keberhasilannya, juga sikap dan sifat Nabi Muhammad saw. dalam berdagang ke
negeri Syam tersebut.
C. Pernikahan Nabi Muhammad SAW
Kota Makkah adalah daerah kelahiran Nabi Muhammad saw., Kota yan posisi
daerahnya di bagian tengah Jazirah Arab yang merupakan salah satu tempat paling
terbelakang pada saat itu. Kondisi saat itu masyarakatnya berprilaku jahiliah, pada saat
itu Muhammad dikenal memiliki sifat yang berbeda dengan orang-orang disekitarnya.
Beliau dijuluki Al-Amin (orang yang dapat dipercaya), karena Nabi Muhammad
memang dikenal sebagai orang yang sangat jujur di kalangan masyarakat Makkah
pada saat itu. Kejujuran dan kesederhanaannya membuat banyak orang yang
mempercayainya.
Saat dahulu remaja, Nabi Muhammad saw. berdagang bersama pamannya,
Nabi Muhammad saw. banyak mendapatkan ilmu dalam berniaga. Sifatnya yang jujur
dan mulia menjadikan orang lain percaya dan mengajak untuk bekerja sama dalam
berdagang. Salah seorang yang simpati adalah Siti Khadijah, seorang saudagar kaya di
kota Makkah saat itu. Khodijah menginginkan Nabi Muhammad saw. pada usia 25
tahun bekerja padanya dengan menjualkan barang-barang dagangannya ke Syam. Nabi
Muhammad saw. dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah.
Aktivitas tentang cara dagangnya Nabi saw. itu diceritakan Maisyarah ke pada
Khadijah. Kemudian Khadijah terpikat oleh akhlak Nabi Muhammad saw. sehingga
mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan
Khadijah. Setelah itu Nabi bermusyawarah dengan pamannya dan disetujuinya,
akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad saw dengan mas kawin 20 ekor
unta. Umur Khadijah pada waktu itu 40 tahun dan Nabi Muhammad saw. 25 tahun.
Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qāsim, Abdullāh, Zainab,
Ruqayyah, Ummu Kulṡum dan Fāṭimah. Semua anak laki-laki Nabi wafat waktu
masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai Nabi wafat adalah
Fāṭimah.

D. Peristiwa peletakan kembali Hajar Aswad


Sebelum masa keNabian, pada usia 35 tahun lima tahun, ada suatu peristiwa
yaitu Kota Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram. Akibat
peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Ka’bah, dan arsitek
dalam kegiatan perbaikan Baitul Haram itu adalah orang Romawi yang bernama
Baqum. Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling
berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan
perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi
pertumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang
pertama kali masuk lewat pintu masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar
Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah swt. menghendaki ternyata yang
pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah saw. Dan yang berhak adalah
Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad. Ketika
diminta untuk mengambil keputusan tentang peletakan Hajr Aswad tersebut, beliau
berpikir sejenak mencari cara agar keputusannya adil dan bijaksana. Tidak lama
kemudian, beliau membentangkan surbannya dan meletakkan Hajar Aswad di tengah
surban tersebut seraya memanggil utusan masing-masing kabilah. Beliau menyuruh
para utusan setiap kabilah untuk memegang dan mengangkat surban tersebut secara
bersama-sama hingga ketempat Hajar Aswad itu diletakkan. Setelah mendekati
tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula
akhirnya legalah semua. Setiap kabilah merasa senang dan kagum atas keputusan yang
tepat itu. Maka perpecahan dan pertikaian di antara mereka tidak terjadi. Masyarakat
Makkah kembali tenang dan damai berkat keputusan yang bijaksana dari sorang
manusia mulia yang kelak akan menjadi nabi dan rasul akhir zaman. Penduduk
Makkah melihat pribadi Muhammad adalah pribadi yang baik dan dapat dipercaya
sehingga mereka menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya, kepada Nabi
Muhammad saw..

LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
Ababil : burung yang berbondong yang menyerang pasukan gajah
al-Amin : jujur, gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw. karena
kejujurannya
animisme : kepercayaan terhadap adanya kekuatan ghaib yang ada pada benda
besar seperti pohon, batu, patung, gunung, bintang, atau sungai
berkhalwat : mengasingkan diri di tempat yang sunyi untuk bertafakur,
beribadah;
bertafakur : berpikir, merenung
beriman : mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada Allah;
dakwah : seruan untuk memeluk,mempelajari, dan mengamalkan ajaran
agama;
dinamisme : kepercayaan bahwa segala benda memiliki kekuatan yang dapat
mempengaruhi kehidupan manusia.
iman : kepercayaan kepada Allah, Nabi, kitab suci;
jahiliyah : zaman yang penuh dengan kebodohan dan kemaksiatan
jazirah : sebuah wilayah yang daratannya menjorok ke laut sehingga sebagian
besar wilayahnya berbatasan dengan laut/pantai
ka’bah : bangunan suci di kota Makkah yang menjadi kiblat salat umat Islam
kabilah : sekelompok orang yang memiliki hubungan darah yang
hidupbersama-sama dengan dipimpin oleh seorang kepala
khataman nubuwah : tanda-tanda keNabian
quraisy : nama salah satu suku yang ada di Makkah, suku ini adalah sukunya
Nabi Muhammad Saw.
sijjil : batu yang dibakar
suku : golongan orang-orang (keluarga) yang seturunan;
syafaat : pertolongan ketika nanti di hari akhir
tahannus : mengasingkan diri di tempat yang sunyi untuk bertafakur, beribadah;
sama dengan berkhalwat
wahyu : petunjuk dari Allah yg diturunkan hanya kepada para Nabi dan Rasul
zamzam : sumur yang ada di sekitar ka’bah. Sumur peninggalan Nabi Ismail as.
LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Suyud Lukman. 2020. Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam Kelas III. Jakarta:
Kementrian Agama.
Safitri, Ani. 2016. Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum
2013. Jakarta : Kementrian.
Kementrian Agama. 2022. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 3211 Tahun
2022 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab
Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Jakarta.

Mengetahui, ......................, ..............., 20 .....


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

( ........................................... ) ( ........................................... )

Anda mungkin juga menyukai