0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
769 tayangan11 halaman

Modul SKI 3 - Bab 5

Modul ajar ini dirancang untuk kelas III MI dengan fokus pada pembelajaran tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, khususnya masa remaja dan akhlaknya. Peserta didik diharapkan dapat memahami nilai-nilai positif dari kehidupan Nabi sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui metode diskusi, presentasi, dan refleksi untuk mencapai kompetensi yang diinginkan.

Diunggah oleh

Lira Ukia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
769 tayangan11 halaman

Modul SKI 3 - Bab 5

Modul ajar ini dirancang untuk kelas III MI dengan fokus pada pembelajaran tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, khususnya masa remaja dan akhlaknya. Peserta didik diharapkan dapat memahami nilai-nilai positif dari kehidupan Nabi sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui metode diskusi, presentasi, dan refleksi untuk mencapai kompetensi yang diinginkan.

Diunggah oleh

Lira Ukia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

FASE B - KELAS III MI


MATA PELAJARAN : SKI

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah : MIS AMPING PARAK
Nama Penyusun : Lira ukia marlen
Mata Pelajaran : SKI
Fase / Kelas / Semester : B - III / 1
Elemen : Periode Rasulullah SAW
Alokasi Waktu : 8 JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2023/2024

B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase B, Peserta didik mampu memahami kehidupan masyarakat Arab sebelum
Islam sebagai inspirasi dalam menjalankan sikap kasih sayang, kerja keras, dan
tanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari. Memahami kehidupan dan kepribadian
Rasulullah saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam dan menjadikannya inspirasi dalam
menjalankan sikap santun dan peduli di kehidupan masa kini. Memahami peristiwa kerasulan
Rasulullah saw.,
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA (PPP) DAN PELAJAR RAHMATAN LIL
ALAMIN (PRA)
 Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta
kebhinnekaan global.
 Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth,
tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

D. SARANA DAN PRASARANA


Media : LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber Belajar : LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik regular dari umur 9-10 tahun (tahap operasional konkret)

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN


Pembelajaran dengan tatap muka menggunakan model student team achievement devision
(STAD)
KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Memahami Akhlak Luhur Nabi Muhammad SAW
 Memahami Aktivitas Nabi Muhammad Saw saat Kanak-kanak dan Remaja

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik dapat mengenal masa remaja Nabi Muhammad SAW
C. PERTANYAAN PEMANTIK
 Apakah kalian tau bagaiman akhlak Nabi Muhammad?
 Apakah kalian mengetahui aktivitas Nabi Muhammad ketika masa kanak-kanak hingga
remaja?

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
 Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
 Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan.
 Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta kebhinnekaan
global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa
ibtikar, dan tasamuh)
 Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya tentang masa remaja Nabi
Muhammad SAW dalam kehidupan seharihari dan siswa menjawab dengan prediksi
masing-masing.
 Guru mengaitkan masa remaja Nabi Muhammad SAW islam yang diajarkan dengan
kehidupan nyata
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
 Guru memotivasi peserta didik untuk semangat mengikuti pembelajaran dengan
melakukan ice breaking
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran terkait manfaat
pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Memahami Akhlak Luhur Nabi Muhammad SAW
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
 Guru menampilkan video pembelajaran tentang Akhlak Luhur Nabi Muhammad SAW
(Mengamati)
 Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
 Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik
secara heterogen.
 Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
 Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
 Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
 Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
 Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
 Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat
selesai dengan memberikan bintang

PERTEMUAN KE-2
Mengenal Aktivitas Nabi Muhammad Saw saat Kanak-kanak dan Remaja
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
 Guru menampilkan media pembelajaran tentang Aktivitas Nabi Muhammad Saw saat
Kanak-kanak dan Remaja (Mengamati)
 Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
 Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
 Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik
secara heterogen.
 Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
 Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
 Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
 Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
 Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
 Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
 Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
 Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat
selesai dengan membe
PENUTUP
 Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
 Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
 Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis
masa remaja Nabi Muhammad SAW dari berbagai referensi yang relevan.
 Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan
kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
(joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
 Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan
siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan
pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah mengetahui tentang akhlak Nabi Muhammad
SAW?
2 Apakah kalian mengetahui aktivitas Nabi Muhammad
SAW saat anak anak hingga remaja?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi

3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,


khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.

A. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat!


1. Apa sifat dan keistimewaan Muhammad remaja dalam asuhan pamannya Abu
Thalib?
2. Apa saja kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan Nabi Muhammad saw pada
masa remaja?
3. Apa yang membedakan Nabi Muhammad saw. dengan kebanyakan remaja
saat itu?
4. Apa prilaku dan sifat yang dapat dicontoh dari pribadi Nabi Muhammad saw
saat remaja?
5. Bagaimana cara menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada suri
teladan umat yaitu Nabi Muhammad saw?
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
 Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran.
 Guru memberikan tugas proyek berupa karya kaligrafi dari salah satu kalimat
thayyibah yang telah dipelajari.
 Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
 Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya
lewat diskusi dan permainan.
 Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
 Apakah didalam kegiatan pembukaan siswa sudah dapat diarahkan dan siap untuk
mengikuti pelajaran dengan baik?
 Apakah dalam memberikan penjelasan teknis atau intruksi yang disampaikan
dapat dipahami oleh siswa?
 Bagaimana respon siswa terhadap sarana dan prasarana (media pembelajaran)
serta alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran mempermudah dalam
memahami masa remaja Nabi Muhammad SAW?
 Bagaimana tanggapan siswa terhadap materi atau bahan ajar yang disampaikan
sesuai dengan yang diharapkan?
 Bagaimana tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas dalam pembelajaran?
 Bagaimana tanggapan siswa terhadap latihan dan penilaian yang telah dilakukan?
 Apakah dalam kegiatan pembelajaran telah sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan?
 Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan?
 Apakah 100% siswa telah mencapai penguasaan sesuai tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai?
 Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh
siswa.

Refleksi Peserta Didik:


No Pertanyaan Refleksi Jawaban Refleksi
1 Pada bagian mana dari materi “masa remaja
Nabi Muhammad SAW” yang dirasa kurang
dipahami?
2 Apa yang akan kamu lakukan untuk
memperbaiki hasil belajar pada materi ini?
3 Kepada siapa kamu meminta bantuan untuk
lebih memahami materi ini?
4 Berapa nilai yang akan kamu berikan terhadap
usaha yang kamu lakukan untuk memperbaiki
hasil belajarmu? (jika nilai yang diberikan
dalam pemberian bintang 1- bintang 5)
LAMPIRAN- LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
AKTIVITAS
- Ayo, ceritakan secara singkat (lisan) kisah perjalanan Nabi Muhammad saw. ketika
berniaga ke negeri Syam!
- Tulislah ringkasan kisah tentang perjalanan Nabi Muhammad saw ke negeri Syam
dalam lembar kerja siswa!
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
Masa Remaja Nabi Muhammad SAW
Ayo mengamati
Ayo amati dan ceritakan gambar berikut!

Pernahkah kamu melihat barisan unta ditengah padang pasir? Apa yang mereka lakukan?
Apakah kamu pernah mendengar kisah rasulullah melakukan perniagaan ke negeri yang
jauh? Berapakah usianya saat itu? Untuk lebih paham, marilah kita ikuti pelajaran tentang
masa remaja Nabi Muhammad saw.!

A. Akhlak Luhur Nabi Muhammad SAW

Rasulullah Muhammad saw. adalah manusia biasa seperti kita. Beliau mengalami
masa kanak-kanak dan juga masa remaja seperti manusia lainnya. Beliau juga senang
bermain sebagaimana anak-anak dan remaja lainnya saat itu. Masa remaja adalah periode
penting dalam pembentukan sifat seseorang. Masa remaja adalah masa peralihan antara
masa kanak-kanak dan masa dewasa. Sebagai manusia, tentu Nabi Muhammad saw. juga
mengalami masa tersebut. Perbedaan masa remaja Nabi Muhammad saw dengan remaja-
remaja yang lain adalah sifat dan wataknya (akhlak). Bermain dan bekerjanya Nabi
Muhammad saw senantiasa menjadi contoh teladan bagi remaja-remaja lainnya. Dengan
demikian apa yang kita pelajari saat ini dapat menjadi teladan bagi anak-anak didik
semua dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja Nabi Muhammad saw. digunakan
untuk hal yang baik. Kegiatannya adalah kegiatan yang membawa manfaat bagi dirinya
dan bagi orang lain.

Masa remaja Nabi Muhammad saw. dilalui dalam sebuah lingkungan yang sangat
baik. Walaupun beliau melewati masa remajanya tanpa didampingi kedua orang tuanya,
namun Abu Thalib sebagai paman dan adik kandung dari ayahanda, telah mengambil alih
fungsi orang tua dengan sangat baik.Abu Thalib memperlakukan Muhammad dengan
penuh kasih sayang melebihi putranya sendiri. Rasa sayang yang ditampilkan tentu saja
bukan sikap sayang yang memanjakan, tapi yang bersifat mendidik. Bersama pamannya,
Nabi hidup dengan sederhana karena Abu Thalib adalah orang yang sederhana secara
materi dan gaya hidup. Kesederhanaan itu membuat Nabi menjadi sosok yang mudah
berempati pada kaum lemah, miskin dan terpinggirkan.
Nabi Muhammad saw. juga dikenal aktif dalam kehidupan sosial. Bila tiba bulan-
bulan suci, kadang Nabi tinggal di Makkah dengan keluarga, kadang pergi bersama
mereka ke tempat tempat yang berdekatan dengan Ukaz, Majinnah dan Żul-Majaz,
mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair hebat. Beliau juga
dikenal sebagai pekerja keras. Nabi melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh
mereka yang sebaya.

B. Aktivitas Nabi Muhammad SAW Saat Kanak-kanak dan Remaja

Walaupun masih remaja, Nabi Muhammad saw. sangat rajin bekerja. Baik membantu
pekerjaan rumah, maupun membantu orang tuanya (pamannya) dalam mencari nafkah.
Diantara beberapa aktivitas dan prilaku Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan masa
remajanya yang tercatat dalam sejarah yakni :
- Menjadi penggembala kambing. Nabi Muhammad saw. menggembala kambing milik
kerabat dan orang-orang Makkah ke sekeliling gurun untuk merumput. Gaji yang
didapatnya diberikan pada pamannya.
- Berniaga ke negeri Syam. Kaum Quraisy terbiasa bepergian ke Syam (sekarang
Suriah) sekali setiap tahun untuk berdagang. Sebab, hal itu merupakan sumber utama
untuk mendapatkan pekerjaan. Abu Thalib berencana untuk bepergian tanpa mengajak
Muhammad saw.. Namun, atas desakan kemenakannya tersebut, akhirnya sang paman
mengalah dan ini menjadi perjalanan Nabi ke Suriah pada usia 12 tahun. Dalam
perjalanan inilah keduanya bertemu dengan pendeta Nasrani bernama Buhaira yang
melihat tanda-tanda Nabi terakhir pada diri Muhammad saw.. Nabi Muhammad saw.
sangat bersemangat dan tekun dalam bekerja. Ia belajar cara berdagang dan melayani
pembeli dengan baik. Sikapnya sopan dan ramah, wajah dan paras Nabi Muahammad
saw.yang tampan dan bersih semakin membuat masyarakat di negeri Syam tertarik
dan simpati kepada Nabi Muhammad saw. Berdagang bersama pamannya ke negeri
Syam merupakan pengalaman pertama Nabi Muhammad saw. Untuk berdagang.
Selama ini, ia hanya tahu menggembala kambing di gurun pasir. Dengan sifat dan
sikapnya yang baik sangat membantu pekerjaan tersebut.
- Ikut serta dalam perang Fijar. Nabi saw. berpartisipasi dalam perang Fijar adalah
bentuk sifat pemberani dari seorang remaja Muhammad. Fijar adalah peperangan yang
terjadi antara keluarga keturunan Kinanah dan Quraisy dengan keluarga keturunan
Qais yang bertujuan untuk memerangi para pendurhaka yang melanggar kesepakatan.
Perang ini terjadi di Nakhlah sebuah tempat yang berada antara kota Makkah dan Ṭaif.
Saat ini,usia Nabi sekitar antara 14 tahun. Pada usia yang demikian muda, maka
keikutsertaan Nabi dalam perang Nabi dalam perang Fijar bukanlah ikut bertempur.
Beliau hanya bertugas mengumpulkan panah yang datang dari pihak musuh ke garis
kaum Quraisy. Sebagai suri teladan, kalian anak-anak dan remaja generasi muda
Indonesia, harus mempertahankan NKRI ini dengan mengisi kegiatan yang postif
(baik), saling menghormati, menghargai. Jangan mudah dipengaruhi oleh ajakan yang
tidak menginginkan negara kita aman dan utuh.
- Meninggalkan tradisi buruk. Muhammad saw. menghindari semua perilaku buruk
yang menjadi tradisi di kalangan pemuda seusiannya pada masa itu seperti berjudi,
berzina, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau
dikenali sebagai AsṢadiq (yang benar) dan Al-Amin (yang dapat dipercaya).
Semenjak kecil hingga remaja Nabi Muhammad Saw. sudah memiliki sifat tawaduk
(rendah hati), tawasut (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), iktidal
(tegak lurus). Sifat-sifat inilah yang membuat Nabi Muhammad disukai banyak orang
(masyarakat Makkah), bahkan beliau dijuluki al-Amin (yang dapat dipercaya) karena
akhlak dan sifat-sifat mulianya ini.

LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
Kabilah : Sekelompok orang yang memiliki hubungan darah yang hidup
Animisme : kepercayaan terhadap adanya kekuatan ghaib yang ada pada benda
besar seperti pohon, batu, patung, gunung, bintang, atau sungai
Jazirah : Sebuah wilayah yang daratannya menjorok ke laut sehingga sebagian
besar wilayahnya berbatasan dengan laut/pantai
Suku : golongan orang-orang (keluarga) yang seturunan;
Quraisy : nama salah satu suku yang ada di Makkah, suku ini adalah sukunya
Nabi Muhammad Saw.
Ka’bah : bangunan suci di kota Makkah yang menjadi kiblat salat umat
Islam
Ababil : burung yang berbondong yang menyerang pasukan gajah

LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Suyud Lukman. 2020. Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam Kelas III. Jakarta:
Kementrian Agama.
Safitri, Ani. 2016. Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum
2013. Jakarta : Kementrian.
Kementrian Agama. 2022. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 3211 Tahun
2022 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab
Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Jakarta.

Mengetahui, Amping parak,15 juli 2023


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

( LIRA UKIA MARLEN )


( IMALIADI,S.Pd.I )

Anda mungkin juga menyukai