0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
326 tayangan87 halaman

Naskah PDF - The Wild Flower

Cerita ini mengikuti kehidupan Win dan Bright, sepasang kekasih yang saling mencintai di Thailand. Win merasa cemas tentang jerawat di wajahnya sebelum pergi kencan, sementara Bright berusaha untuk membuatnya merasa lebih baik. Mereka menghabiskan waktu bersama di kafe dan berinteraksi dengan tetangga baru, Bella, yang tampaknya memiliki ketertarikan pada Bright, menimbulkan ketegangan dalam hubungan mereka.

Diunggah oleh

Titania Titania
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
326 tayangan87 halaman

Naskah PDF - The Wild Flower

Cerita ini mengikuti kehidupan Win dan Bright, sepasang kekasih yang saling mencintai di Thailand. Win merasa cemas tentang jerawat di wajahnya sebelum pergi kencan, sementara Bright berusaha untuk membuatnya merasa lebih baik. Mereka menghabiskan waktu bersama di kafe dan berinteraksi dengan tetangga baru, Bella, yang tampaknya memiliki ketertarikan pada Bright, menimbulkan ketegangan dalam hubungan mereka.

Diunggah oleh

Titania Titania
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Seorang pemuda tampan tengah menatap

pantulan dirinya di cermin. Ia menepuk pelan kedua


bahu dan dada bidangnya bergantian, untuk
memastikan parfum yang dirinya semprotkan
beberapa detik yang lalu merata di pakaiannya.

Win namanya, ia bergerak maju selangkah,


memperhatikan wajahnya. "Ehh apa nih? jerawat?"
paniknya ketika mendapatkan sebuah titik kecil
berwarna merah yang ada di atas alisnya.

Pemuda itu membuang nafasnya kesal. "Ih.


Mau jalan sama Bright, malah jerawatan. Ilfil ga,
ya?" gerutunya sambil mencari sebuah obat gel
khusus jerawat.

"Udah rapi gini ah, harus tetep pergi. Lagian


ini harusnya ga keliatan sih," gumamnya sembari
menilik di mana letak jerawat kecil menyebalkan itu.

Ting!

1
Handphonenya berbunyi sebagai tanda
sebuah notifikasi masuk.

Sebuah pesan chat dari kekasihnya, Bright.

Ya, seperti kita tahu, hubungan sesama jenis


di Thailand sudah dianggap biasa. Masyarakat
cenderung tidak ingin mempedulikan hal itu. Jadi,
seperti sekarang ini, Bright dan Win saling
mencintai dan tentunya saling memiliki.

•••

"Kenapa pipinya merah banget?" tanya Bright


sambil mengelus lembut kedua pipi kekasihnya.

"Ini lho, aku malu. Masa ada jerawat di atas


alis aku," jawab Win. Ia menunjukkannya pada
Bright.

Wajah mereka menjadi semakin dekat.

2
"Mana?" Bright maju untuk memperhatikan
benjolan kecil itu.

Cup!

Win terkekeh dan mendorong bahu Bright


pelan. "Apasih cium-cium, kalo ada yang liat gimana
coba," gumamnya malu.

"Ya kalo ada yang liat, tinggal aku kecup ulang


kening kamunya hahaha ...."

"Ishh! ayo ah, udah jam 4 sore nih, ayooo!"


Win menarik pergelangan tangan Bright, kemudian
dirinya mendorong Bright untuk masuk dan duduk
di kursi kemudi.

"Iyaa sayang, ayo!"

Akhirnya mereka berdua pun pergi


meninggalkan kediaman Win. Seperti yang Win
sampaikan kemarin malam, tujuan utama mereka

3
yaitu sebuah kafe bernuansa Eropa di pinggiran kota
Bangkok.

Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 15


menit. Selama di dalam mobil, Win menceritakan
tentang bagaimana kakak perempuannya mengomel
ingin dibelikan mobil baru oleh sang Ayah, tapi tidak
semudah itu Ayahnya mengabulkan.

Jadi sang Ibu membawa anak perempuannya


itu untuk shopping.

Hingga tak terasa, mereka sudah sampai di


tempat yang sangat ingin Win datangi.

"Beneran mau ke sini? entar kaya Minggu


lalu, kata kamu makanan di sini review-nya enak,
pas giliran kita makan, malah zonk," ujar Bright
ketika dirinya sudah memarkirkan mobil.

Win tersenyum kikuk. "Kita coba aja dulu,


Bright. Ya?" ujarnya.

4
Bright tersenyum kemudian mengusak
puncak kepala Win dengan gemas. "Oke, ayo."

Mereka pun segera masuk ke dalam kafe


tersebut. Mencari tempat duduk dan segera
memesan makanan yang mereka mau.

Haaa ... untungnya banyak sekali makanan


yang mereka suka di sini.

"Ditunggu ya, Kak," ucap pramusaji sembari


meninggalkan meja Win dan Bright.

"Abis ini mau ke mana?" tanya Bright. "Mau


nonton film kemaren ga? siapa tau hari ini kebagian
tiketnya," ajak Bright.

"Kamu mau nontonnya?" tanya Win.

"Kalo kamu mau, ayo aja. Kan kamu pengen


banget nonton itu," ucap Bright.

5
"Gapapa kok, kita ke tempat yang kamu mau
aja abis ini. Aku udah ga mau nonton itu lagi, kecewa
hehehe ...." Win terkekeh mengingat bagaimana
sulitnya ia dan Bright mencari tiket untuk menonton
film yang ia tunggu sejak lama.

"Aku mau beli Vape, boleh?" tanya Bright.

Win mengangguk cepat. "Boleh. Emangnya


udah habis lagi kah liquidnya?"

"Iya. Pengen ganti varian. Kata Off yang


Melon itu wangi banget," jelas Bright.

"Yaudah, abis dari sini kita ke Vape storenya


kak Off."

"Oke, sayang."

6
Makanan mereka pun datang. Tidak bohong,
kali ini makanan yang mereka makan benar-benar
enak, mengenyangkan, dan harganya terjangkau.

"Woh. Aku ga nyesel ke sini," kata Bright.

"Aku suka banget Cream Soup-nya, KPC aja


kalah," kata Win terpukau.

"Nanti kapan-kapan kita ke sini lagi, ya ...."


pinta Bright.

Win tersenyum dan mengangguk setuju.

•••

Setelah dari kafe, lalu mereka ke Vape Store


untuk membeli beberapa barang yang Bright
butuhkan. Hanya sebentar, karena kini mereka
sudah sampai di parkiran kostan Bright.

7
"Sayang, ini mau ditaro di mobil aja?" tanya
Win sambil melihat kursi belakang yang terdapat
bungkusan belanjaan milik Bright.

"Iya, di situ dulu aja. Soalnya nanti malem


kan aku mau ke rumah Mike," jawab Bright.

Win pun turun dari mobil, begitu pula dengan


Bright.

"Eh, ada yang ngekost baru tuh. Kayanya


samping kamar kamu deh," ujar Win saat melihat ke
atas.

Ya, Bright melihatnya. Beberapa pria


menggotong barang-barang ke kamar kost di
samping kamar Bright sejak tadi pagi. Ternyata
masih belum selesai.

"Cewe kayanya?" gumam Win.

8
Bright mengangguk saat dirinya melihat ada
seorang perempuan yang duduk di bangku depan
kamar Bright.

"Kenal ga?" tanya Win sambil berjalan


menyusuri lorong kostan di lantai tiga.

"Engga," jawab Bright seraya mengekori Win.

"Hai, Kak!" sapa Win pada seorang


perempuan yang duduk di bangku depan kamar
Bright. "Kakak yang isi kamar sebelah?" tanya Win.

"Hai. Iya, aku baru aja pindah ke sini, soalnya


kerjaanku sekarang deket sini." Perempuan cantik
itu berdiri dan mengulurkan tangganya.

Win pun begitu, kemudian Bright mengikuti.

Bright tidak banyak bicara, ia kemudian


membuka pintu kamarnya.

9
"Permisi ya, Kak," ujar Win.

"Iyaa," jawab perempuan itu, yang ternyata


bernama Bella.

•••

Win pun sudah pulang diantar oleh Bright ke


rumahnya, Bright juga sudah selesai dengan urusan
antara dirinya dan teman-teman di rumah Mike.

Jam di tangannya menunjukkan pukul 11


malam, jalanan Bangkok tidak pernah sepi, akhirnya
Bright memutuskan untuk ke minimarket yang
berada di depan gedung kostan untuk membeli dua
kaleng alkohol dan kentang goreng.

Saat masuk ke kamarnya, Bright langsung


menyalakan musik dari handphone miliknya. Ia
tidak peduli dengan tetangga kostannya, karena
dinding di kamar ini cukup kedap suara.

10
Pemuda itu membuka pakaiannya, dan hanya
menyisakan celana jeans. Ia berjalan membawa
bungkusan dari minimarket serta rokok dan
pemantik api untuk keluar balkon kosan yang
berada di lantai tiga.

Handphonenya bergetar, ada sebuah pesan


masuk dari nomor tidak dikenal. Dan Bright segera
membukanya.

++++080+0808++++
[Kangen banget sama kamu]
[Diread aja nih?]
[Halo ganteng!]
[Mau aku kirim PAP ga?]
[Ini Bella, masa kamu lupa?!]

Bright tidak membalasnya, ia pun duduk di


sofa dan bersandar sambil menikmati angin malam.
Ini hal tidak baik, karena bisa membuatnya masuk
angin, namun Bright sangat menyukai hal ini, dan

11
tidak sering, mungkin harga sebulan 4-7 kali untuk
nongkrong bugil di balkon.

•••

(KONTEN DEWASA!!!) bxg

Bright mengerjapkan kedua matanya seraya


menetralisir cahaya yang masuk dari balik gorden
kamar yang hampir menyorot dirinya.

Ia menggelengkan kepalanya pelan,


kemudian menarik tubuhnya untuk duduk
bersandar pada dinding di belakang ranjang.

Ia mengingat kejadian tadi malam saat


dirinya bersantai di balkon kamar kostnya.

[FLASHBACK]

12
Bright menoleh ke balkon kamar di
sampingnya, seseorang keluar dari kamar dan
berdiri di tepian pagar.

"Hai, Bright!" sapa seorang perempuan


cantik, tetangga Bright. Bella Greyson.

"Gausah ganggu gue, Bell. Pergi jauh-jauh!


gue udah ga tertarik sama lo," ucap Bright.

"Pergi jauh gimana? aku nih udah effort


banget pindah ke sini, biar bisa deket sama kamu.
Malah diusir," ujar Bella tak terima.

Bright tidak mempedulikan Bella, pemuda itu


kini fokus memainkan handphonenya sambil
meminum sekaleng alkohol.

"Kamu sekarang rajin olahraga, ya? badan


kamu jadi bagus, Bright." Bella berucap, namun
Bright tak menggubris.

13
"Aku juga udah setahun ini rajin ke gym, terus
yoga juga," ceritanya, lagi-lagi Bright tidak mau
peduli.

"Bright, liat sini deh! sekarang tete aku gede,


soalnya aku rajin olahraga sama makan buah
strawberry."

Nice info, Bella. Tapi Bright tidak mau tahu


sepertinya.

Bright memutar bola matanya kesal. "Gue


nongkrong di sini nyari ketenangan, lo muncul kaya
gini malah bikin hidup gue ruwet. Mau lo apa, Bell?"
tanya Bright yang baru saja meletakkan kaleng
minuman di meja kemudian ia berdiri dan
berhadapan langsung dengan Bella walau terhalang
pagar.

14
"Niat lo busuk banget, Bell. Gue udah punya
pacar, jadi know your limit, bitch!" tukas Bright
sedikit emosi.

Mantan gebetannya semasa SMA ini ternyata


sangat menyebalkan.

Dulu, ketika Bright menyukainya, kenapa


Bella jual mahal dan malah mengobral diri kepada
laki-laki lain yang hanya mempermainkannya.

Kini, setelah Bright memiliki Win, Bella


datang dengan santai dan tidak tahu malu. Miris.

Jemari Bella bergerak, dan kini hinggap di


dada bidang Bright. "Sayang, kamu kenapa jadi
belok sih?" tanyanya dengan manja.

Bright memutar bola matanya malas. "Gue


bukan belok, gue emang suka sama Win, dan dia
satu-satunya orang yang bisa bikin gue lupa sama
lonte kaya lo, Bell!"

15
Bright. Lelaki itu memang cenderung nyinyir
pada siapa pun yang mengusik ketenangannya.
Salah satunya adalah Bella pada saat ini.

Tangan Bella bergerak mengelus lembut leher


Bright. "Look at my boobs, Daddy!" seru Bella
sambil memasukkan tubuhnya agar payudara
besarnya menempel di dada Bright. Namun, tentu
saja tidak sampai.

Sialnya. Mata Bright bergerak untuk melihat


apa yang Bella tunjukkan.

"Is it beautiful, right? you can touch it,


Daddy!" Nada manja Bella mampu membuat Bright
yang tadinya kokoh untuk tidak mau tahu, kini
malah membuat Bright serat menelan salivanya
sendiri.

Pemandangan di depan Bright sungguh


indah.

16
Wajah cantik Bella dengan bibir merah dari
lipstik, gemerlap mempesona dari eyeshadow dan
blush-on. Turun ke leher jenjang dan payudara
besar, serta kulit mulus dan wangi.

"How?" tanya Bella gemas. Buaya di


depannya seolah terpancing rayuan gombal ala
wanita yang rindu akan belaian.

Tangan Bella kini bergerak agak bawah untuk


meraih tangan kanan Bright. Ditariknya pelan dan
membawa tangan Bright ke dadanya.

Dan dengan sangat tiba-tiba, Bella menarik


pakaiannya ke bawah hingga payudaranya yang
bulat dan besar itu terpampang jelas di depan mata
Bright, serta ... tentunya tangan kanan Bright pun
kini sudah berada tepat menggenggam payudara
Bella.

17
Perlahan Bella mengecup bibir Bright. "Do
you wanna taste me?" tanyanya setelah melepas
kecupan singkat.

"Lips or my boobs, for now?" tanya Bella


menggoda.

Tanpa pikir panjang, Bright langsung


melumat bibir Bella dengan sangat berutal. Tak
tinggal diam, kedua tangannya pun kini bergerak
lincah untuk meremas kedua payudara Bella.

"Hmmm ... Bright?" lenguh Bella di tengah


ciuman mereka. "Hey, stop it! jangan di sini,
sayang!"

Bright tidak mau mendengar. Ia terus


memagut bibir Bella dengan nafsu yang menggebu.

Hingga ciuman Bright turun ke leher dan


meninggalkan sedikit bercak merah di sana.

18
"Ahhh ... Daddy, come on! Stop it. Di luar
sana masih banyak orang ... oouughh!" desah Bella
sambil mencoba melepaskan diri dari Bright.

Ciuman Bright turun lagi, dan kini di puting


kanan payudara Bella.

Dengan lincah Bright memainkan lidahnya di


puting Bella yang sudah mencuat indah.

Dijilatnya, digigit kecil, dihisap.

Hingga tiba-tiba Bright mendorong tubuh


Bella dan hampir membuat wanita itu terjatuh.

"Aahh!" pekik Bella terkejut. Ya,


penampilannya kini sungguh kacau, karena kedua
payudaranya tak terhalang kain apapun.

Bright meloncati pagar balkon Bella, dan kini


Bright sudah berada di lantai yang sama dengan
wanita jalang itu.

19
Bright tersenyum miring sambil berjalan
mendekati Bella yang terduduk di tepian meja.

"Buka, Bell. Gue mau makan memek lo!" seru


Bright penuh nafsu.

Bella yang sudah tidak tahan pun akhirnya


menyibak rok mini yang ia gunakan, lalu
menurunkan celana dalamnya.

Ia duduk di tepian meja sembari membuka


lebar kedua pahanya.

"Like this, Daddy mmhh?" tanya Bella sambil


menyentuh klitoris menggunakan jemarinya.

"Memek lo udah basah banget ternyata, dasar


jablai!" ucap Bright.

20
Laki-laki itu pun menarik kursi, dan duduk
tepat menghadap langsung vagina Bella yang sudah
terlihat begitu basah dan becek.

Tidak banyak basa-basi, Bright langsung


menjilati vagina Bella dengan lembut seolah dirinya
tengah berciuman dengan bibir seksi Bella.

"Aaahhh!" desah Bella tak kuat.

"Bright, eeuungghh!" lenguh Bella menikmati


apa yang Bright lakukan untuknya.

Jari tengah dan jari manis Bright pun mulai


menerobos liang surga itu dengan pelan.

"CUH!" Bright meludahi klitoris Bella.

"Perek! memeknya udah longgar gini masih


pengen diewe?" tanya Bright sambil memasukkan
dua jari andalannya untuk mengocok liang.

21
"Aaaahhh yes! Fuck me!" racau Bella tak kuat.

Jemari Bright bergerak berutal, berniat


mengobrak-abrik liang vagina Bella, dan itu mampu
membuat Bella mendesah panjang hingga
mengeluarkan sedikit cairan dari sana.

"Baru tangan gue, anjing! emang jablai


banget memek lo, Bell! Ini kalo satpam kostan liat,
gue suruh mereka masukin kontol ke memek ini,"
ujar Bright penuh nafsu.

•••

Kegiatan panas tadi dilakukan hanya sebatas


itu. Tidak ada adegan Bright memasuki Bella, baik
itu di bawah, atau pun di atas.

[FLASHBACK OFF]

22
Dan hari ini Bright harus pergi mengantar
Win ke butik teman Ibunya, untuk mengambil jas
milik sang Ayah.

"Nanti kamu ikut masuk, ya. Soalnya Tante


Anne juga mau nanya soal baju nikah kita, sayang,"
ucap Win semangat.

"Ohh iyaa, berarti hari ini sekalian ukur-


ukur?" tanya Bright senang.

Win mengangguk. "Kayanya iya," jawab Win.

•••

23
Sudah satu bulan sejak kejadian malam
menjijikan antara Bright dan Bella di balkon kamar
Bella.

Sejak malam itu juga, besoknya Bella tak


terlihat di sana.

Ya, sudah satu bulan juga Bright berselingkuh


dengan Bella. Tentunya, tanpa sepengetahuan Win.

Mereka selalu berkirim pesan erotis yang


berakhir melakukan video call sex di ruangan
masing-masing.

Dan malam ini, Bella sudah pulang dari


London, jadi Bella mengundang Bright untuk main
ke kamarnya, alasannya adalah menonton series
atau apapun itu di Netflix.

•••

24
Sesuai rencana, Bright dan Bella
memutuskan untuk nonton film Netflix di kamar
kostan Bella.

"Lo beneran mau nonton, atau mau yang


lain?" tanya Bright to the poin.

"Kalo mau lebih dari nonton, bisa?" tanya


Bella, perempuan itu mendekati Bright dan
mendorong Bright agar duduk di tepian ranjang.

Memang bukan sekadar nonton. Saat masuk


ke kamar kost Bella, Bright sudah yakin bahwa
malam ini mereka akan melakukan hal yang sudah
lama tidak pernah mereka lakukan.

Bercinta dengan panas, itu yang ada di


pikiran Bright malam ini.

Melihat penampilan Bella pun, semakin


membuat adrenalin Bright terpacu.

25
Sudah biasa melihat Bella berpakaian tidak
senonoh, namun kali ini Bright berharap ada
sesuatu yang dapat bermanfaat untuk batangnya
yang sudah tegak di bawah sana.

Payudara besar nampak jelas di depan mata


Bright kala Bella tiba-tiba duduk di atas pahanya.
"Cium wangi parfum aku, kenal ga?" tanya Bella.

Bright menyesap ceruk leher Bella dengan


gaya sensual. "Win?" ucapnya sambil menggerakkan
bibir di leher jenjang Bella.

"Ini wangi Win, kamu suka?" tanya Bella,


tangannya bergerak mengalung ke pundak Bright.

Bright mengangguk dengan sangat brengsek.


Dia sadar, hal yang dirinya dan Bella lakukan adalah
sebuah penghianatan untuk Win, kekasihnya.

Entah apa yang akan dilakukan Win jika Win


sampai tahu tentang kejadian malam ini.

26
Bella meraih remote tv, kemudian
menayangkan sebuah animasi.

"Bright, kontol kamu udah tegang banget,"


ucap Bella. Bella dapat merasakannya walau penis
Bright masih dibalut celana jeans tebal.

"Mau aku mainin?" tanya Bella.

Bright menggeleng pelan, ia menarik tubuh


Bella agar duduk di sampingnya. "Let's watching
animation, baby," ucap Bright.

Bella terkekeh, kemudian ia duduk di depan


Bright. Tangan Bright kini bergerak mengukung
tubuh Bella dari belakang, memeluknya, serta
menciumi punggung Bella dengan lembut.

Fokus Bella menatap layar televisi, namun


tangan kanannya mulai meraba payudaranya

27
sendiri. "Hmm ... Bright, coba remas ini," pinta Bella
yang langsung dituruti oleh Bright.

Bright meremas kedua payudara Bella


dengan kedua tangannya, tak lupa ia mengecup serta
mengecap punggung dan leher Bella hingga timbul
bercak merah di sana.

Payudara Bella bulat sempurna, itu yang


Bright sukai. Dibanding tiga mantan Bright yang
lain, Bella pemilik payudara paling besar dan indah.

Tangan Bright yang awalnya meremas dari


luar kain, kini mulai menurunkan tali dress Bella
sehingga payudara Bella kini nampak begitu jelas.

Bright memutar dan memelintir puting


payudara Bella dengan lembut, membuat Bella
mendesah nikmat tak tertahan.

Tangan kanan Bella berusaha meraih Bright


untuk mencium bibirnya dari belakang, sementara

28
tangan kiri sudah bergerilya masuk memainkan
klitoris.

Fakta. Bella tak menggunakan bra dan celana


dalam.

Itu lebih memudahkan sekali.

Daging merah tebal itu sudah nampak basah


dan mengeluarkan cairan saat Bella memainkannya.

Bright yang sadar akan hal itu, memindahkan


tangan kanannya ke bawah, sehingga kini jemari
tangan kanan Bright berhasil menyentuh dan
membelai lembut vagina Bella yang berkedut.

Secara perlahan Bright memainkan klitoris


Bella, digesek dengan jari telunjuknya membuat
Bella menggelinjang geli tak karuan.

"Emmmhh ... Bright," desah Bella tertahan.

29
Dert...

Dert...

Handphone di saku celana Bright bergetar,


pertanda sebuah pesan masuk.

"Win?" tanya Bella.

Bright mengangguk kala membaca pesan dari


kekasihnya.

"Balas aja!" perintah Bella yang diangguki


oleh Bright dengan cepat.

Ketika Bright berbalas pesan dengan Win,


Bella dengan cepat membuka resleting celana Bright
dan menurunkan celana serta celana dalam Bright
sehingga kini penis yang selama ini Bella nantikan
sudah berada tepat di genggamannya.

30
Bella mengusap kepala penis Bright dengan
jempolnya, kemudian lidahnya bergerak sedikit
menjulur untuk menjilati ujung batang kemaluan
lelaki tampan itu.

"Win telpon!" adu Bright.

Bella tersenyum. "Angkat!"

Bright menurut dan segera mengangkat


panggilan telepon dari Win. "Ya, sayang?" ucap
Bright.

[Bright, aku bentar lagi sampe di kostan


kamu, maaf ya aku dateng tiba-tiba. Aku berantem
sama kakak, jadi aku bingung mau kabur ke mana
selain ke kostan kamu.]

Bright sengaja mengaktifkan speaker,


sehingga Bella dapat mendengar dengan jelas.

31
"Eunghh ... sayang, kamu masuk aja ke
kostan aku, ya. Bobo duluan, nanti aku pulang."
Bright berbicara sambil menahan desah kala Bella
mengulum dan memainkan penis Bright di
mulutnya.

[Kamu di mana emangnya? kalo kamu ga di


kost, aku ga mau masuk,]

"Win—hh, aku lagi ambil barang di toko Om-


nya Bang Tawan, aku nyari album lama," jelas
Bright, bohong. "Aahh ... masuk aja, ya, sayang?"

[Kamu kenapa desah gitu? lagi apa?]

"Hehehe lagi di kamar mandi, abis pipis,"


bohong Bright lagi.

[Yaudah, aku tunggu di kostan, ya.]

"I—iy—ah, cantikku!" Bright mendesah dan


segera mematikan teleponnya.

32
"Bella, kalo Win sampe tau, bahaya!" Bright
sedikit menjambak rambut Bella agar perempuan
itu mendongak dan menatapnya.

"Biar aja Win tau kelakuan pacarnya.


Berengsek soalnya. Bisa-bisanya bilang lagi beli
album, padahal kontolnya lagi dijilatin sama aku,"
gereget Bella.

Bright terkekeh kemudian menarik Bella agar


kembali duduk di pahanya, sehingga kini vagina
Bella tepat di atas penis Bright yang sudah
menegang keras.

"Cukup sayang pemanasannya, gue udah ga


kuat pengen ngentotin memek jablai," ucap Bright
kemudian mencium bibir Bella dengan lumatan
penuh nafsu.

Bella yang memang pada dasarnya tidak


mengenakan celana dalam, membuat Bright lebih

33
mudah untuk memasukkan penisnya ke dalam
lubang Bella.

"Bella on top, Daddy?" tanya Bella seraya


membuka pakaian Bright sehingga Bright kini
benar-benar telanjang bulat.

"Sure, honey!"

Bright menggenggam penisnya, kemudian


mengarahkan ujung kepala penis untuk melesak
masuk ke dalam Bella.

Kedua tangan Bella bertumpu pada dada


bidang Bright.

Karena Bella sudah ahli soal ini. Ia tidak perlu


canggung lagi. Bella menggoyangkan pinggulnya
memutar, membuat penis Bright keluar masuk
melesak dengan nikmat.

34
Bright yang semula tertidur, kini terduduk
dan bersandar pada kepala ranjang.

Bella sibuk menggoyangkan pinggulnya,


Bright kini sibuk menjilati kedua puting Bella secara
bergantian.

Di tengah tumbukkan mereka, lagi-lagi


Bright menerima sebuah pesan dari Win.

[Sayang, aku udah ada di kostan kamu.


tetangga sebelah kamu kayanya ajak
pacarnya deh, mereka berisik banget. aku
pinjem headphone ya, mau dengerin musik
aja sambil nunggu kamu pulang.]

Bright membacakan teks dari Win, membuat


Bella tersenyum senang.

"Kiss me please!" pinta Bella.

35
Bright pun meraup bibir Bella yang sudah
semakin memerah, padahal Bella tak menggunakan
lipstik sedikit pun.

Maklum. Sulam bibir.

•••

Mereka bertukar gaya bercinta, kali ini Bella


tertidur di atas kasur dengan kedua paha yang
dibuka lebar, kemudian Bright menusuknya dengan
brutal tanpa henti membuat jeritan Bella semakin
jelas dan terdengar begitu menikmati permainan
mereka.

"Aahhhhh ... bayangin Win liat kita dari


balkon itu," ujar Bella. "Kamu bakal berhenti terus
kejar dia, atau terus ngentotin aku sampe muncrat
di dalem?"

Bright terkekeh. "Ngejar Win bisa besoknya.


Ngentot sama lo lebih enak, Bell!" ucap Bright

36
sambil terus mendorong masuk penisnya semakin
dalam.

G-spot Bella beberapa kali disentuh kepala


penis Bright yang besar. Membuat Bella merasa gila
dan tidak ingin melepaskan penis Bright darinya.

Bright kembali melumat bibir Bella,


memainkan lidahnya, mengabsen seluruh gigi Bella
dengan sensual.

Ciuman turun ke dada. Diremasnya payudara


Bella dengan nafsu yang memuncak.

Kegiatan mereka semakin malam semakin


panas. Dua-duanya tidak ada lelah, dan sama-sama
dilingkup hawa nafsu yang membara.

Mungkin ini pembalasan Bright pada Bella,


karena selama satu bulan ini Bright hanya
mendapatkan foto atau video bugil Bella yang tengah
masturbasi. Begitu pun dengan Bella.

37
Dan jangan lupakan, sejak tadi Bright masuk
ke kamar Bella. Kamera Bella menyala dan merekam
seluruh kegiatan panas mereka.

•••

Kali ini dengan doggy style selama 15 menit,


hingga di menit terakhir Bright benar-benar
memuntahkan seluruh sperma yang ia punya hari ini
dan membiarkan keluar di dalam vagina Bella
bahkan hingga Bella pun tak sanggup menampung
cairan putih itu karena sangking banyaknya.

Bright mencabut penisnya perlahan.

"Thanks, Daddy!" seru Bella saat berbalik dan


membaringkan tubuhnya di samping Bright.

"Kirim videonya ke email gue ya, Bell. Gue


pasti bakal inget terus kejadian malam ini."

38
Bella mengangguk, kemudian ia bergerak dan
masuk ke dalam dekapan Bright.

"Aku lusa bakal balik ke London, dan bakal


tinggal di sana selamanya."

Bright mengusap rambut Bella lembut. "Ya,


gue paham. Semoga karir lo di sana makin bagus,"
ujar Bright.

Bella melirik jam dinding yang menunjukkan


pukul 2 malam. "Sana mandi, terus balik ke kamar
kamu. Win udah nungguin dari tadi, kasian," kata
Bella.

Bright tersenyum. "Mandi bareng?"

"Sambil masuk?" tanya Bella.

"Iya," jawab Bright sambil mengangguk-


anggukkan kepalanya.

39
Bella pun terduduk, begitu juga dengan
Bright.

Bright berdiri duluan, kemudian Bella naik ke


pangkuan Bright.

Penis Bright yang sudah kembali tegang,


dimasukkan lagi ke dalam vagina Bella.

"Baru kali ini aku ngentot sama cowo, sambil


di pangku hahaha ...."

Cup

Cup

Cup

Berkali-kali Bright mengecup bibir Bella,


entah karena gemas, atau karena masih horny.

40
Bright pun berjalan ke kamar mandi, sambil
menggendong Bella, tanpa melepas penyatuan
mereka.

_______

Win mematikan alarm yang berbunyi untuk


membangunkannya.

Ia mengucek kedua matanya perlahan sambil


melihat ke sekitar ruangnya kamar Bright.

"Sayang?" sapa Win pada Bright yang tengah


duduk di balkon sambil meminum kopi.

41
Bright menoleh dan tersenyum, pria
jangkung itu bangkit dan menghampiri kekasihnya
yang baru saja bangun tidur.

"Alarm aku kok baru bunyi, ya? ini udah jam


9, padahal aku settingnya jam 6 lho," ucap Win pada
Bright yang kini naik ke kasur dan berpangku pada
kaki Win.

"Aku ganti alarmnya, soalnya aku ga tega kalo


sayangku bangunnya terlalu pagi. Lagian ini kan
hari Minggu, jadi gapapa kamu bangun siang,
sayang," jelas Bright sambil mengelus pinggang
Win.

Win mengangguk-angguk pelan. "Iyaa,


makasih ya, hehehe ... tadi malem aku bobo jam 12
tau, kakak sebelah itu sama pacarnya berisik banget.
Daddy, Baby, teriak begitu terus kaya kucing kawin."

42
Bright terkekeh. "Haha kamu ini, emang lagi
kawin kali mereka. Nanti juga kita begitu," ucap
Bright.

Win itu terkekeh. "Omong-omong sayang,


kamu udah mandi ya?" tanya Win.

Bright mengangguk.

"Pantesan wangi banget, pake parfum aku


yang ada di tas?" tanya Win, lagi.

Bright menggelengkan kepalanya. "Iya hehe,


tadi minta dikit, boleh kan?"

"Boleh kok, jadinya wangi kaya aku deh.


Soalnya kalo parfum kamu, wanginya terlalu Daddy-
Daddy hahaha ...."

Bright tertawa canggung. Berbohong lagi.


Padahal Bright mandi dan memakai wewangian dari
Bella.

43
"Ini apa sayangku?" tanya Bright kala
wajahnya berbaring tepat di depan penis Win.

"Ishh ga boleh lho! nanti aja kalo udah nikah,"


ucap Win.

"Liat dikit boleh ga?" tanya Bright manja.

"Engga!"

"Winku, dua bulan lagi lho kita nikah, masa


ga boleh liat dikit aja?" bujuk Bright.

Sialan Bright. Memang sangean.

"Emang kalo udah liat, mau apa sih?" geram


Win sambil memundurkan tubuhnya.

"Jilat ujungnya dikit, sayang,"

44
"BRIGHT IHH! MASIH PAGI UDAH
MESUM AJA!!!"

"Hahaha ... becanda sayang, tapi kalo


dibolehin aku mau kok," ujar Bright gemas sambil
mendorong tubuh Win hingga Win kini kembali
terlentang di atas kasur.

Digelitiknya pinggang ramping Win sehingga


Win menggelinjang, bergerak, meronta karena tidak
kuat menahan geli.

"Ampun hahaha!!!"

•••

Dua Minggu kemudian.

Bright masih begitu. Masih berkirim pesan,


saling bertukar video masturbasi dengan Bella.
Padahal pernikahan Bright dengan Win tinggal 5
Minggu lagi.

45
Dan sore ini, Bright dan Win akan menemui
keluarga besar mereka yang tengah mengadakan
pertemuan di sebuah hotel bintang lima.

Mereka berdua sampai di gedung belakang,


sebuah restoran khusus milik hotel tersebut yang
sudah dibooking oleh keluarga Bright.

"Silakan, diminum!" ucap Ibu Bright pada


seluruh tamu.

Hm, mungkin ada 15 orang di sana.

Kedua orang tua Win dan Bright, Kakak Win,


Sahabat Win sejak kecil yaitu Dew. Lalu ada dua
sepupu Bright. Tak lupa, Nenek, Kakek Win dan
Bright. Juga Paman, Bibi, dan adik sepupu Bright
yang masih berdiri 13 Tahun.

Malam ini adalah acara tukar cincin antara


Bright dan Win yang hanya dihadiri keluarga saja.

46
Mewah dan privasi.

"Kami sudah sediakan kamar untuk kalian


berdua di lantai 18," kata Ibu Win pada Bright dan
Win.

"Kamar?" bingung Win.

"Hm, kalian bisa menginap di sana. Karena


Papimu sudah pesan untuk tiga hari. Sementara
kami semua akan pulang dan tidak akan menganggu
kalian berdua," ujar Mami Win.

"Tidak perlu malu, anggap saja ini


perkenalan," ucap Nenek Bright.

"Tapi, kami belum menikah," ujar Win yang


membuat semuanya tertawa kecil karena gemas.

47
Bright yang duduk di sebelah Win tertawa
senang. "Sayang, kita menghabiskan waktu berdua
di sini," kata Bright.

"Ish! jangan harap ya kamuuu!" seru Win


dengan nada sedikit menggerutu.

•••

Ya, di sini lah Bright dan Win sekarang. Di


sebuah kamar hotel mewah, yang bahkan sudah
didekorasi seperti kamar untuk pengantin baru.

"Bright, sayangku! kamu pernah nonton film


Fifth Shade of Grey?" tanya Win yang membuat
pikiran Bright melayang.

Bright mengangguk semangat.

"Mau coba itu?" tanya Win.

"Kamu pernah nonton?" tanya Bright.

48
Win mengangguk. "Iya, Siwi yang kasih liat.
Ceritanya bagus," kata Win. "Itu ada kursi, aku bakal
iket kamu di situ, ya? boleh?" tanya Win, ia tak ingin
Bright menolaknya.

Bright tersenyum senang. "Sure, sayang!"

Bright duduk di kursi, kemudian Win mulai


mengikat tubuh Bright di kursi secara perlahan.

Memutar, mengikat, sampai akhirnya Bright


benar-benar tidak bisa melepaskan diri.

Setelahnya, Win membuka celananya. Kini


hanya menyisakan dirinya dengan sebuah kemeja
putih transparan dan celana dalam berwarna putih.

"Sayang?" tanya Bright. "Kamu serius soal


ini?" Bright bingung karena tiba-tiba kekasihnya
menjadi sosok yang binal.

49
Win mengecup bibir Bright. "Kamu liatin aja
aku, Bright!" serunya sambil duduk di pangkuan
Bright.

Win bergerak naik turun di atas pangkuan


Bright. Membuat Bright berkeringat karena sungguh
pemandangannya kali ini sangat indah dan tak
pernah ia bayangkan sebelumnya.

Win yang ia tahu adalah pemuda yang polos


dan energik, kini berubah menjadi sosok yang binal.

Win menjulurkan lidahnya, meminta agar


Bright menjilati lidah Win dan menyesapnya.

Tentu saja Bright melakukannya.

Biasanya mereka hanya ciuman singkat atau


saling mengecup, kali ini mereka saling tertaut
penuh gairah.

50
Hingga tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar,
Bright dan Win menoleh ke arah sumber suara.

"Astaga! aku lupa kunci pintu, sayang!" Win


langsung berdiri dan berlari kecil untuk melihat
siapa yang datang.

"Mew?" ucap Bright kaget. Sahabat Bright


tiba-tiba ada di sana.

"Bright? lo mau malam pertama sama Win?"


tanya Mew berjalan mendekati Win, dan Win
mengikuti Mew dari belakang setelah mengunci
pintu kamar.

"Anjing! lo kenapa bisa ada di sini?" bingung


Bright.

Apa maksud semua ini?

Bright berjalan mendekati Mew, dan


memeluk Mew dari belakang. "Bright, maaf. Aku

51
lupa, tadi pagi aku ada janji ketemu sama Win, tapi
karena aku sibuk urus souvernir nikahan kita,
jadinya Dew jemput Mew dan bawa dia ke sini deh,"
jelas Win yang membuat Bright semakin bingung,
ditambah Win memeluk mesra Mew.

Mew tersenyum miring. "Bright, mau nonton


kita berdua?" tanya Mew.

"Hah?"

Mew meraih Win agar berhadapan


dengannya. Perlahan Mew membuka satu per satu
kancing kemeja yang Win gunakan.

"Mew anjing! Stop! lo ngapain! Win, kalian


berdua! STOP!" Bright berteriak karena Mew benar-
benar melucuti pakaian yang Win kenakan.

Setelah hanya tersisa celana dalam yang


menutupi penis Win. Win berlari kecil mengambil

52
solasi di dalam laci. Dan ia, dengan teganya,
menutup bibir Bright dengan solasi hitam.

"Kamu jangan berisik. Diem aja liatin aku


ditusuk sama Mew. Harus liat sampe beres ya, aku
juga soalnya Minggu lalu liatin video kamu sampe
beres kok," ujar Win.

Mew merentangkan tangannya, kemudian


menggendong Win.

"Bright, inget style kaya gini ga? waktu aku


nginep di kost kamu, kamu gendong cewe kaya gini
di kamar sebelah, kontol kamu masuk ke memek si
jablai itu, inget kan? Nah kalo sekarang, kontol Mew
yang gede berurat itu, bakal masuk ke anal aku.
Kamu harus liat, ya, sayang?!"

[bxb nfsw area!!!]


MewWin - ShineWin - BrightMew

53


Mew membaringkan Win di tempat tidur.


Mew pun membuka seluruh pakaian sehingga
dirinya telanjang bulat di depan Win dan Bright
yang masih meronta di kursi.

Ya, Bright tidak mungkin bisa melepaskan


diri. Tali yang diikatkan padanya begitu kuat.
Apalagi bibirnya ditutup, dirinya jadi tidak bisa
berteriak lagi.

Mew melakukan foreplay untuk Win agar


Win tetap tenang dan menikmati permainan panas
mereka.

Win berbaring, membuka lebar pahanya.


Penisnya yang tegang ia mainkan dengan cara
mengocoknya pelan di depan Mew.

54
Dan Mew kini menarik Win agar liang anal
Win bisa dicapainya.

Slurp ....

"Aaahhh!" desah Win saat Mew menjilati


liang anal Win yang berkerut kemerahan.

Mew menjilati anal hingga mengulum penis


Win sekitar 10 menit.

Selanjutnya, Mew mulai membasahi liang


anal Win dengan pelumas. Lalu, ia memasukan satu
jari ke dalam anal Win.

Ditusuknya pelan. Didorong, ditarik, hingga


jari tengah Mew keluar masuk di sana.

"Mew euunngghhh ... enak," racau Win saat


tak sengaja jari Mew mengenai titik nikmatnya di
dalam sana.

55
Karena Mew sudah menemukan itu, akhirnya
Mew dengan sengaja menyentuhnya berkali-kali
membuat Win bergerak tak karuan merasakan
nikmat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Bright yang masih setia melihat kejadian itu,


menitikkan air mata kesedihan dan sakit hati.

Rasanya sakit saat melihat kekasihnya


sendiri, bercinta dengan laki-laki yang notabenenya
adalah sahabat Bright sejak SMP.

"Bright—hh, ternyata bener kata orang,


ngewe itu emang enak, Bright!" teriak Win pada
Bright. "Aku mau ngewe tiap hari kalo Mew mau,"
ujarnya lagi.

Mew mengangguk. "Ya, sayang. Nanti aku


entotin kamu tiap hari sampe ga bisa jalan, aku
keluarin sperma aku di dalem sini biar perut kamu
ngerasain angetnya," ujar Mew menggoda.

56
"Mew, udah gatel anal aku, sayang. Kata Papa
kalo udah gatel, kontol Mew langsung masukin aja.
Mew, ayo masukin kontolnya sekarang, kalo engga
biar aku teriak aja! Papa dateng biar Papa yang
ngewein aku, Mew," racau Win karena dirinya sudah
tidak bisa menahan nafsu yang membawa.

Ini bukan kali pertama benda asing akan


masuk ke dalam anal Win.

Ini yang kedua.

Karena yang pertama masuk ke dalam anal


Win adalah penis Papa Bright. Dan malam panas itu
sangat berkesan untuk Win dan Shine.

Iya. Win suka dan masih ingat bagaimana


Papa Shine, Papanya Bright memasukkan penis ke
dalam anal Win yang sedang tertidur. Lalu
menumbuknya hingga Win terbangun dari tidur

57
sehingga dapat menikmati rasa yang begitu
menyenangkan.

Sementara Bright. Ia semakin menangis


tanpa suara kala mendengar Win mengucap kata
Papa. Karena yang Bright tahu, satu-satunya lelaki
yang Win sebut dengan panggilan Papa adalah
Shine, Papanya.

Apakah Win dan Papanya berselingkuh di


belakang dirinya dan Mama Davikah?

Bright tidak mau memikirkannya.

Ia berontak terus, berusaha melepaskan diri.

Namun, tidak bisa.

"Win, analnya udah ga sabar mau mam


kontol Mew?" tanya Mew sambil mengusap rambut
Win.

58
Win mengangguk. "Iya, Mew sayang. Mew,
Mew, Win mau diewe please!"

Mew yang sudah tidak sabar pun akhirnya


mulai mengarahkan penis besarnya di depan liang
anal Win.

Pelan.

Pelan.

Pelan.

Setengahnya sudah masuk.

"Aahhh sayang, kok rasanya ngeganjel. Tapi


enak—mmmhhh, Mew ... dorong dikit lagi, Win
gapapa. Ini enak, sayang," desah Win menikmati apa
yang Mew berikan.

Bles.

59
Penis Mew sudah masuk sempurna. Ia
diamkan sejenak agar Win lebih rileks.

Tiba-tiba Win menggerakkan pinggulnya.


"Sayang—nnggghh! Mew sayang Win, kan?" tanya
Win.

Kini Mew mulai berani menarik ulur


penisnya sehingga membuat Win frustasi
merasakan nikmat yang luar biasa.

"Aku sayang kamu, Win!" bisik Mew.

"Mew, kontol Mew gede banget. Win suka!"

•••

Hampir setengah jam Mew menumbuk anal


Win, hingga Mew mengeluarkan semua spermanya
di dalam anal Win.

60
"Win mau cobain kontol Bright, boleh?" tanya
Win pada Mew dan Bright.

Mew mengangguk. Ia bangkit dan


melepaskan celana Bright hingga kini penis Bright
nampak jelas di depan Mew dan Win.

"Bright, sayangku! Aku kirain, kamu ga bakal


nafsu liat aku diewe sama Mew. Kirain nafsunya
cuma sama Bella aja ih. Ternyata kontol Bright juga
gede ya, Mew hihi ...."

Win mendekati Bright.

Sementara Mew, berjongkok di depan kaki


Bright dan mulai memasukkan penis Bright ke
dalam mulutnya.

"Bright, enak kan? Kontolnya dibasahin dulu


sama Mew, biar masukin akunya lancar lho," ucap
Win gemas melihat apa yang dilakukan Mew pada
Bright.

61
Namun Win malah terkekeh kala Mew
bangkit dan mencium bibir Win. "Mau kontol Bright
atau kontol aku?" tanya Mew.

"Kontol Mew. Aku jijik sama kontol Bright,


soalnya suka main sama lonte."

Sialan. Penis Bright tegang dan keras, begitu


ngilu namun isinya tidak bisa dikeluarkan, karena
Mew meninggalkan dirinya saat sperma hampir
keluar.

Tiba-tiba, Mew mengarahkan penis Bright


untuk masuk ke analnya.

Dan,

Berhasil.

62
"Sini sayang!" Mew menarik Win agar duduk
di atasnya, kemudian Mew kembali memasukkan
penisnya ke dalam Win.

Jadi, posisinya adalah, Bright menusuk Mew,


dan Mew menusuk Win.

Mereka bertiga sama-sama mendesah


kenikmatan.

Sialnya. Bright menikmati ini.

Liang Mew ternyata enak rasanya.

•••

Bright masih tegang di tempat duduknya.


Sementara Win dan Mew saling berpelukan di dalam
selimut.

Win kelelahan karena bermain satu jam


dengan Mew.

63
Tok

Tok

Tok

"Sayang, itu kayanya Papa," ucap Win pada


Mew.

Bright melihat pergerakan Mew di atas kasur,


Mew mencium bibir Win tanpa memberi celah
untuk Win bernafas.

"Win, malam ini aku harus pulang. Besok


pagi aku jemput kamu, oke?" ucap Win.

Win mengangguk. "Besok malam, aku mau


ngewe sama kamu di tempat kerja kamu, ya,
sayang?"

64
Mew mengangguk. "Iya, cantik. Sekarang aku
pulang dulu, diganti sama Papa, oke?"

Mew pun bangkit dan segera menggunakan


pakaian hingga rapi.

Sebelum benar-benar pergi, Mew


menyempatkan diri untuk mengulum penis Bright
lagi.

Lalu, ia pergi dari kamar itu dan muncul lah


Shine, Papanya Bright.

"Bright. Kamu ikut main barusan?" tanya


Shine ketika melihat penis putra semata wayangnya
begitu tegang.

"Main, Papa. Tadi Brightnya ngentotin Mew,"


adu Win.

65
"Hahaha ... sayangku cemburu ga?" Shine
naik ke atas kasur dan menyibak selimut yang
menutupi tubuh Win yang telanjang.

"Engga. Bright najis, Pah!"

"Sini duduk," ucap Shine, meminta Win


duduk menghadap langsung ke arah Bright,
sementara dirinya duduk di belakang Win.

Shine segera melepas pakaiannya, dan


membiarkan Win bersandar padanya.

"Bright liat, pacar kamu sekarang mau Papa


entot." Shine terkekeh setelah mengucapkannya.

Sejak awal Shine mengenal Win, gejolak dan


hasrat ingin memperkosa Win sungguh sangat
tinggi.

66
-------

[bxb]
ShineWin



[FLASHBACK]

Malam itu hujan deras, Win sedang


menonton drama korea favoritnya. Hingga tiba-tiba
sebuah pesan masuk dari Dew.

67
[CHAT ISINYA DEW KIRIM REKAMAN
SEXTAPE]

"Jadi dugaan aku selama ini bener," gumam


Win bingung. Pikirannya melayang mengingat saat
dirinya menginap di kostan Bright, dan mendengar
suara liar sepanjang malam.

Sempat curiga, karena Win melihat sepatu


Bright ada di depan pintu kamar kost Bella. Lalu,
saat Win menelpon Bright, dan Bright mendesah
walau beralasan dirinya ada di toilet. Ditambah, Win
pernah tak sengaja melihat pop up WhatsApp Bright
yang isinya chat dari seseorang mengirim foto
wanita berpakaian seksi.

"Udah sejauh mana kamu, Bright?" Win


menitikkan air matanya, ia menahan marah dan
kesal kala video yang Dew kirim berputar di layar
laptopnya.

68
"Aku ga pernah nyangka kamu bisa sejahat ini
...."

•••

Hari itu, Mew, Dew dan Shine bertemu di


sebuah kafe untuk membahas masalah ini.

"Om, aku tau om suka kan sama Win?" tanya


Dew menodong.

Mew langsung menatap Mew. "Ini bener?"


tanya Mew.

Shine mengangguk. Pria tampan yang tahun


ini berusia 45 tahun itu mengaku di depan Dew dan
Mew.

"Lo juga kan, Mew?" tanya Dew.

"Ya kalo gue mah iya, terang-terangan!"


jawab Mew.

69
"Oke kalo gitu, gue bakal ngobrol sama Win
soal ini." Dew sudah memiliki sebuah ide. Ide gila
namun akan disukai Shine dan Mew.

"Tante Davikah gimana?" tanya Mew.

Shine terkekeh. "Udah tiga tahun lebih saya


dan istri pisah ranjang, dan memilih untuk
hubungan terbuka. Jadi, dia bebas dengan siapa
pun, saya juga gitu," jelas Shine yang membuat Mew
terkejut.

"Ajaib!" Mew tepuk tangan dengan suara


kecil.

•••

Sore harinya, Dew datang ke rumah Win.

70
Kata Mami Win, Win sudah seharian tidak
mau keluar kamar, jadi kini Dew langsung masuk ke
kamar Win.

"Kamu tiduran kaya gini dari kapan, Win?"


tanya Dew yang baru saja duduk di tepi ranjang Win.

"Dari semalem, pas kamu kirim sextape


Bright sama cewe itu," jawab Win.

"Udah makan?"

Win mengangguk kemudian bergerak untuk


duduk. "Ini mata aku sembab, ya?" tanya Win.

"Iya. Nangis, ya? ngapain harus nangisin


orang brengsek kaya dia sih, kamu kan bisa bales
dendam."

"Bales dendam gimana, aku tuh cape mikir


gara-gara semalem."

71
Dew tersenyum sambil menepuk pundak
Win. "Bales pake cara yang sama, tapi dikali dua,"
kata Dew membuat Win mengernyitkan keningnya
karena bingung tak mengerti dengan apa yang Dew
bicarakan.

"Bright kan ngewe sama Bella. Ya kamu bales


lah, ngewe juga," jelas Dew.

"Sama kamu?" tanya Win bingung.

Plak!

Kepala Win dipukul pelan oleh Dew. "Incest


dong kalo sama aku. Sama Papanya Bright, Om
Shine. Mau?"

"Heh! Itu lebih aneh lagi, masa sama Papa?"


Win menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

72
"Tapi kan dia ganteng Win, masih keliatan
muda, terus gagah. Aku juga pernah pegang
kontolnya pas abis berenang," ujar Dew.

Win menutup matanya malu. "Ihh kamu aneh


banget. Kok bisa pegang kontol Papa?"

"Dia nanya, katanya kontol Om gede ga, terus


aku minta pegang biar tau gede apa engga. Terus aku
pegang lah," jelas Dew.

"Mama Davikah tau?" tanya Win.

Dew mengangguk. "Lagian kan Tante Davi ga


peduli Om Shine mau jalan sama siapa juga."

Win mengerti. "Kamu cuma megang doang,


ga lebih?" tanya Win penasaran. "Emang gede
banget, ya?"

73
Dew mengangguk. "Gede, Win! aku pegang
doang kok, ga berani lebih. Geli. HAHAHA ...." Dew
terkekeh mengingat kejadian itu.

"Win, kamu kan ga pernah kaya gituan. Coba


sekarang sama Om Shine," ucap Dew.

"Hah? sekarang? belom mandi!" panik Win.

"Eh, nanti malem deh. Gimana?"

"Di kamar ini?"

"Iya, kedap suara kan kamar kamu?"

Win mengangguk.

"Yaudah, nanti jam 8 malem, aku suruh Om


Shine dateng ke sini, ya."

74
Win bingung. "Tapi, Dew. Kalo aku kaya gitu
sama Papa Shine, malu ga sih? terus, aku bilangnya
gimana? 'Pa, Win mau diewe' gitu?" tanyanya.

"Hmm gausah kaya gitu deh, natural aja.


Kamu nanti tidur aja sebelom Om Shine dateng,
oke?"

"Tapi nanti aku sama Bright sama-sama


brengsek dong. Dia selingkuh, aku juga selingkuh."

Dew mengangguk. "Terkadang, emang harus


kaya gitu."

"Yaudah deh."

•••

Pukul 5 sore, Win sudah mandi dan


membersihkan kamarnya. Ia menggunakan pakaian
yang seksi sesuai saran Dew.

75
Maksud seksi itu, ya, Win menggunakan
lingerie yang Dew bawa.

"Ini kena AC lumayan dingin juga, ya.


Beneran jadi ngantuk," gumam Win sambil naik ke
atas kasur.

Win melirik pintu kamarnya, pokoknya tidak


boleh ada yang masuk kamar Win selain Papa Shine.

Win pun akhirnya tidur.

Entahlah, selimut dan dirinya sudah saling


bermusuhan.

Sampai di jam 20.15, Shine membuka pintu


kamar Win dan masuk ke dalam, tidak lupa segera
mengunci pintunya agar tidak ada yang bisa masuk.

"He's so hot," ucapnya kala melihat Win yang


tertidur di atas ranjang dengan lingerie warna
hitam.

76
Begitu kontras dengan kulitnya yang seputih
salju.

Dengan cepat Shine segera naik ke atas kasur


dan membuka jas serta kemeja yang ia gunakan.

Pria itu mengungkung tubuh Win, kemudian


ia hirup wangi tubuh Win yang membuatnya
semakin candu dan menggila.

Win terusik, namun kembali melanjutkan


tidurnya.

"Sayang?" panggil Shine sambil mengelus-


elus pipi, rahang, serta dada Win secara bergantian.

"Sayang, Papa udah dateng. Win mau Papa


angetin Win di sini?" ujar Shine, tangannya bergerak
mengelus perut Win.

77
"Sayang, cape nangis semaleman? nangisin
anak brengsek itu? hm?" Shine mulai menjilati bibir
Win dengan sensual.

Win sempat terusik kembali dan mendorong


pelan Shine untuk menghindar. "Eunghh! ngantuk!"
racau Win dengan mata yang masih tertutup karena
setengah sadar.

Karena gemas, Shine pun kini mencium daun


telinga Win, lalu menggigitnya pelan.

"Bangun, sayang ... kata Dew, kamu mau


ngentot sama Papa?" bisik Shine sambil terus
menggerayangi tubuh Win.

Win masih enggan untuk bangun, ia sangat


mengantuk, mungkin karena kemarin malam sibuk
menangisi Bright, lalu sore harinya ia harus
merapikan kamar agar Shine nyaman di sana.

78
"Papa, masukin aja. Win ngantuk," ucap Win
memberi jalan.

Shine tersenyum sangat senang. Tapi dirinya


tidak mungkin langsung masuk, ia ingin mencium
dan menjilati seluruh tubuh Win sebelum benar-
benar melesakkan penisnya ke dalam Win.

•••

Kini Win dan Shine sudah sama-sama


telanjang.

"Paa ...." lirih Win saat mengerjapkan kedua


matanya. "Ngantuk, tapi anal aku nyut-nyutan."

Win merasakan itu sebab Shine terus saja


mengulum dan menghisap penis Win hingga berdiri
tegak.

79
Setelah itu, lidah Shine berpindah ke liang
anal Win yang katanya sudah berkedut dan tidak
sabar ingin dimasuki.

Shine terus menjilati anal Win hingga basah.

Crot.

"Aahhh ...." desah Win.

"Sayang?" Shine terkekeh saat sperma Win


keluar begitu saja.

"Papa, aku lemes banget," adunya pada Shine


yang kini sibuk melumuri liang anal Win dengan
sperma Win yang masih hangat.

"Sayang, Papa masukin sekarang, ya?" tanya


Shine.

Win mengangguk cepat, walau matanya


terpejam.

80
Win dapat merasakan benda tumpul yang
keras, namun tetap terasa lembut, menerobos
masuk ke dalam analnya secara perlahan.

Hingga akhirnya sudah benar-benar masuk


ke dalam.

"Aaahhh perih—ishh!" pekik Win sambil


meremat pundak Shine.

Untuk menghilangkan rasa nyeri, perih serta


sakit di anal Win, Shine mengalihkan rasa sakit itu
dengan ciuman mesra di bibir Win.

Hingga lenguhan serta desahan Win


terdengar merdu di telinga Shine kala Shine mulai
memaju-mundurkan bokongnya untuk menumbuk
anal Win dengan penisnya.

81
Saat Shine melepaskan ciumannya, Win
malah menarik tengkuk Shine agar terus
menciumnya dengan tempo romantis.

"Aahhh ... hm, Papa—eunghh ... enak!"

Shine terus menggenjot tubuh Win dengan


lambat, mendorong ke dalam hingga ujung penisnya
menyentuh prostat Win dengan berani.

10 menit

20 menit

30 menit dengan posisi misionari.

Akhirnya cairan putih keluar dari penis Shine


dan menyembur di dalam anak Win.

"Oouuhhh sayang." Shine menarik penisnya


dari dalam sana, kemudian ia berbaring dan
menarik Win untuk di peluknya.

82
Sementara Win, penisnya masih tegang. Jadi
Shine mengocoknya cepat hingga tubuh Win
melengkung dan bergetar.

"A—aaahhh!" Lagi, ini yang kedua kalinya


Win memuntahkan spermanya karena Shine.

Shine meraih sebuah vibrator yang sejak tadi


ada di nakas. Sementara Win memeluk tubuh Shine
dan menenggelamkan wajahnya di dada Shine.

Lalu, Shine mengangkat paha Win untuk


melebar, dimasukkan lah vibrator itu ke dalam anal
Win.

"Apa itu, eunghh—Pa—aah?" tanya Win


karena ada benda asing yang bergetar di dalam
analnya, tapi bukan penis Shine.

"Vibrator sayang, sini cium Papa,"

83
Kening berkeringat, bibir merah merekah,
nafas tersengal dengan suara mendesar. Shit! Win
sangat seksi dan rasanya Shine ingin terus
menggagahinya sampai pagi.

Win membuka mulutnya, dan membiarkan


Shine meludahi lidahnya. Kemudian Shine segera
menghisap lidah Win dengan brutal.

Ciuman singkat penuh nafsu. Membuat Shine


frustasi dan kembali membuat penisnya menegang
keras.

Ditariknya vibrator dari anal Win. Lalu


membiarkan Win untuk membelakangi dirinya.

Kemudian lagi, Shine kembali memasukkan


penisnya ke dalam Win dari belakang.

"Aahh Papa ...."

"Win, sayang—eunghhh!"

84
Kali kedua ini, Win menyukainya. Sensasinya
berbeda sampai Win tak mau berhenti bercinta.

Hingga pagi tiba pun, Win melarang Shine


untuk mencabut penisnya dari sana.

Di pagi hari, Win yang masih tertidur,


mendesah pelan karena ternyata Shine dan penisnya
sudah bangun, tengah bergerak di bawah sana.

"Papa, Win mau dientot Papa tiap hari, ya!"

-----

ENDING

85
Sejak kejadian di hotel itu.

Win benar-benar tidak mau lagi bertemu


dengan Bright, Mew dan Shine.

Win menyadari apa yang ia lakukan sungguh


kesalahan besar.

Pernikahan Bright dan Win batal, orang tua


mereka hanya tahu bahwa Win belum siap menikah
dan ingin melanjutkan kuliah di Jerman.

Sementara Shine dan Davikah, mereka


ternyata baikan. Shine berusaha melupakan Win,
dan Win juga begitu.

Lalu Bright? Pria itu banyak mengurung diri


di kamar. Sesekali ia keluar rumah jika teman-
temannya mengajaknya pergi.

86
Kostan Bright? sudah satu bulan ini Bright
kembali ke rumah dan tidak kost di tempat itu lagi.

Kisah mereka berakhir bahagia. Win dengan


pilihannya, dan Bright dengan kehidupan barunya
tanpa ada Win yang selalu memperhatikannya.

87

Anda mungkin juga menyukai