BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH
TUGAS 3
Nama Mahasiswa : RISZKY PRATAMA PANE
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 051847174
Kode/Nama Mata Kuliah : SPAR4103/ PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA
Kode/Nama UT Daerah : UNIVERSITAS TERBUKA MEDAN
Masa Ujian : 2024/2025 Ganjil (2024.2)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
Nomor 1
Setiap kegiatan pariwisata pasti mengandung unsur perjalanan, tetapi setiap
kegiatan perjalanan belum tentu dapat dikatakan sebagai kegiatan wisata. Maka
perlu dibedakan antara masing- masing pelaku perjalanan tersebut.Jelaskan
perbedaan masing-masing pelaku perjalanan tersebut!
Jawab
Perbedaan antara pelaku perjalanan dalam konteks pariwisata dapat dijelaskan
berdasarkan tujuan, durasi, aktivitas, dan dampaknya. Berikut adalah penjelasan
mengenai berbagai kategori pelaku perjalanan:
1. Wisatawan
Definisi : Orang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat di luar tempat
tinggalnya untuk tujuan rekreasi, liburan, budaya, atau pengalaman, biasanya
untuk jangka waktu tertentu (lebih dari 24 jam).
Ciri-ciri :
● Tujuan utama: Berlibur atau mencari hiburan.
● Penduduk di destinasi yang dikunjungi.
● Berkontribusi pada sektor pariwisata melalui pengeluaran seperti
akomodasi, transportasi, dan atraksi.
Contoh : Wisatawan yang mengunjungi Bali untuk menikmati pantai dan budaya lokal.
2. Pelaku Perjalanan Bisnis (Wisatawan Bisnis)
● Definisi : Orang yang melakukan perjalanan untuk keperluan pekerjaan atau
bisnis.
Ciri-ciri :
● Tujuan utama: Rapat, konferensi, negosiasi, atau tugas profesional.
● Biasanya tidak terlibat dalam kegiatan wisata secara langsung, meskipun
mereka dapat memanfaatkan waktu luang untuk aktivitas rekreasi.
Contoh : Seorang eksekutif yang menghadiri konferensi internasional di Jakarta.
3. Penduduk Setempat yang Melakukan Perjalanan (Local Traveler)
● Definisi : Penduduk yang melakukan perjalanan dalam wilayahnya sendiri
untuk keperluan tertentu, seperti pekerjaan, pendidikan, atau rekreasi
ringan.
Ciri-ciri :
● Tidak dianggap sebagai wisatawan karena perjalanan mereka tidak
melibatkan perpindahan ke luar daerah tempat tinggal mereka.
● Tidak selalu memberikan dampak ekonomi yang signifikan pada sektor
pariwisata. Contoh : Warga Jakarta yang mengunjungi Ancol untuk liburan
akhir pekan.
4. Pengunjung Harian (Excursionist/Day Tripper)
● Definisi : Orang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat tanpa menginap.
Ciri-ciri :
● Tujuan utama: Kunjungan singkat untuk rekreasi atau keperluan lain.
● Tidak menginap, sehingga dampak ekonominya terbatas pada konsumsi
lokal (seperti makanan atau tiket masuk).
Contoh : Wisatawan dari Surabaya yang melakukan perjalanan sehari ke Gunung
Bromo.
5. Migran atau Pindahan (Migran)
Definisi : Orang yang bepergian dengan tujuan menetap di tempat lain untuk jangka
waktu yang lama atau permanen.
Ciri-ciri :
● Tujuan utama: Mencari pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan yang lebih baik.
● Tidak dianggap sebagai pelaku pariwisata karena perjalanannya bersifat
permanen atau semi permanen.
● Contoh : Penduduk pedesaan yang pindah ke kota besar untuk mencari
pekerjaan.
6. Pelancong Transit (Transit Wisatawan)
Definisi : Orang yang hanya singgah di suatu tempat dalam perjalanan menuju tujuan
akhir.
Ciri-ciri :
● Tidak memiliki tujuan eksplorasi atau rekreasi di tempat transit.
● Biasanya hanya berada di tempat transit untuk waktu singkat.
● Contoh : Penumpang pesawat yang singgah di Bandara Changi, Singapura,
sebelum melanjutkan penerbangan ke Australia.
7. Peziarah atau Wisatawan Religius (Peziarah)
● Definisi : Orang yang bepergian untuk tujuan keagamaan atau spiritual.
Ciri-ciri :
● Tujuan utama: Mengunjungi tempat suci atau melaksanakan ritual agama.
● Aktivitas utama biasanya terfokus pada kegiatan ibadah atau refleksi spiritual.
● Contoh : Jemaah yang pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji atau
umrah.
Kesimpulan
Perbedaan utama antara pelaku perjalanan terletak pada tujuan perjalanan , durasi
kunjungan , dan dampak ekonominya terhadap sektor pariwisata. Wisatawan
merupakan pelaku perjalanan yang memberikan kontribusi paling besar pada
industri pariwisata dibandingkan kategori pelaku perjalanan lainnya.
Nomor 2
Bahasa tubuh didefinisikan sebagai proses pertukaran pikiran dan gagasan di mana
pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata,
sentuhan, artefak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan
gerakan tubuh (Samovar & Potter, 2013).Terdapat lima kategori sentuhan yang
merupakan suatu rentang dari yang sangat impersonal hingga yang sangat
personal. Jelaskan dan berikan contoh!
Jawab
Lima Kategori Sentuhan
Menurut Samovar & Potter (2013), sentuhan sebagai bagian dari komunikasi
nonverbal dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori utama, yang mencerminkan
rentang dari hubungan yang impersonal hingga personal. Berikut penjelasan dan
contohnya:
1. Sentuhan Fungsional-Profesional
● Definisi: Sentuhan yang bersifat praktis dan terjadi dalam konteks tugas atau
pekerjaan, tanpa melibatkan emosi pribadi. Tujuannya adalah menyelesaikan
tugas tertentu.
● Contoh: Dokter memeriksa pasien, tukang cukur menyentuh kepala
pelanggan saat memotong rambut.
2. Sentuhan Sosial-Kebiasaan (Social-Polite Touch)
● Definisi: Sentuhan yang digunakan untuk menunjukkan sopan santun atau
etiket sosial, tanpa makna emosional yang mendalam. Biasanya terjadi
dalam pertemuan formal atau pertemanan ringan.
● Contoh: Berjabat tangan saat bertemu seseorang, tepukan ringan di bahu
untuk memberikan selamat.
3. Sentuhan Persahabatan-Hangat (Friendship-Warmth Touch)
● Definisi: Sentuhan yang menunjukkan perhatian, kasih sayang, atau rasa
peduli di antara teman dekat. Sentuhan ini menunjukkan hubungan yang
lebih emosional tetapi masih dalam batas wajar.
● Contoh: Merangkul teman yang sedang sedih, menepuk punggung untuk
memberi semangat.
4. Sentuhan Cinta-Intimasi (Love-Intimacy Touch)
● Definisi: Sentuhan yang melibatkan rasa cinta atau hubungan emosional
yang mendalam antara individu, seperti pasangan, anggota keluarga, atau
orang yang sangat dekat. Sentuhan ini menunjukkan keintiman dan
kepercayaan.
● Contoh: Memeluk anggota keluarga, menggenggam tangan pasangan dengan
lembut.
5. Sentuhan Seksual (Sexual-Arousal Touch)
● Definisi: Sentuhan yang berkaitan dengan hasrat seksual atau ketertarikan
fisik. Sentuhan ini paling intim dan hanya terjadi dalam hubungan tertentu
dengan persetujuan kedua belah pihak.
● Contoh: Ciuman atau pelukan mesra yang bersifat romantis antara pasangan.
Kesimpulan
Kelima kategori sentuhan ini menggambarkan tingkat keintiman dalam hubungan
sosial. Setiap kategori memiliki tujuan dan konteks berbeda, mulai dari kebutuhan
fungsional hingga ekspresi
cinta dan keintiman. Penggunaan sentuhan yang tepat sangat penting untuk
memastikan komunikasi berjalan efektif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Nomor 3
Jarak kekuasaan (power distance) mengacu kepada sejauh mana anggota suatu
budaya mengharapkan dan menerima kekuasaan didistribusikan secara tidak sama
di dalam suatu masyarakat.Jarak kekuasaan memiliki 2 dimensi, salah satunya
adalah jarak kekuasaan tinggi. Jelaskan pengertian jarak kekuasaan tinggi dan beri
contoh serta gambaran salah satu negara yang termasuk ke dalam jarak kekuasaan
tinggi!
Jawab
Pengertian Jarak Kekuasaan Tinggi (High Power Distance)
Jarak kekuasaan tinggi (high power distance) mengacu pada budaya atau
masyarakat yang menerima dan mengharapkan distribusi kekuasaan yang tidak
merata. Dalam budaya dengan jarak kekuasaan tinggi, perbedaan status antara
individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan dan yang tidak, sangat terasa dan
diterima sebagai hal yang wajar. Masyarakat di budaya ini cenderung memiliki
hirarki yang jelas dan ketergantungan yang tinggi terhadap otoritas dan struktur
kekuasaan.
Pada masyarakat dengan jarak kekuasaan tinggi, individu yang berada pada posisi
lebih rendah biasanya menerima perbedaan dalam perlakuan dan tidak menuntut
perubahan dalam distribusi kekuasaan. Ada pengakuan yang kuat terhadap
otoritas, dan mereka cenderung tidak mempertanyakan atau menantang keputusan
yang dibuat oleh mereka yang berada di posisi lebih tinggi.
Contoh Jarak Kekuasaan Tinggi
1. Perusahaan: Dalam organisasi dengan jarak kekuasaan tinggi, keputusan penting
sering kali dibuat oleh pihak manajemen tingkat atas tanpa melibatkan atau
berkonsultasi dengan karyawan tingkat bawah. Karyawan yang berada di posisi
lebih rendah jarang memberikan umpan balik langsung kepada atasan mereka dan
cenderung mengikuti perintah tanpa banyak bertanya.
2. Pemerintahan: Dalam negara dengan jarak kekuasaan tinggi, struktur
pemerintahan sering kali sangat hierarkis. Warga negara biasanya tidak menantang
keputusan pemerintah, dan ada sedikit kebebasan untuk mengkritik atau menuntut
perubahan dalam kebijakan.
Contoh Negara dengan Jarak Kekuasaan Tinggi
Salah satu negara yang termasuk dalam budaya dengan jarak kekuasaan tinggi
adalah Indonesia. Dalam masyarakat Indonesia, struktur sosial dan hierarki sangat
dihargai, terutama dalam konteks keluarga, tempat kerja, dan pemerintahan.
Misalnya, di tempat kerja, karyawan
cenderung menunjukkan rasa hormat yang tinggi terhadap atasan dan tidak sering
memberikan kritik langsung atau terbuka terhadap keputusan manajemen.
Demikian pula, dalam konteks sosial, ada rasa hormat terhadap orang yang lebih
tua atau orang yang memiliki status lebih tinggi.
Hal serupa juga terlihat dalam interaksi sehari-hari, di mana perbedaan status dan
peran sosial sering kali sangat dihargai dan diikuti dengan rasa hormat. Misalnya,
dalam banyak keluarga Indonesia, anggota yang lebih muda akan menunjukkan
rasa hormat yang besar kepada orang tua dan senior mereka, dengan mengikuti
arahan dan keputusan yang diambil oleh orang yang lebih tua tanpa
mempertanyakan.
Kesimpulan
Jarak kekuasaan tinggi mencerminkan sebuah budaya di mana ketimpangan
kekuasaan dan status dianggap sebagai hal yang wajar dan diterima oleh
masyarakat. Negara-negara dengan budaya seperti ini cenderung lebih hierarkis,
dengan sedikit tantangan terhadap otoritas dan pengakuan yang kuat terhadap
peran dan posisi dalam struktur sosial.
Sumber Referensinya
https://studyx.ai/homework/100521771-setiap-kegiatan-pariwisata-pasti-
mengandung-unsur- perjalanan-tetapi-setiap-kegiatan