0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Artikel Tugas 2 PPKN

Dokumen ini membahas kontribusi media sosial dalam memperkuat integrasi nasional di Indonesia, dengan menyoroti dampak positif dan negatifnya. Media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran serta toleransi di antara berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, pentingnya peran generasi muda dalam memanfaatkan media sosial untuk memperkuat rasa kebersamaan dan nasionalisme juga ditekankan.

Diunggah oleh

gustiayusatya02
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Artikel Tugas 2 PPKN

Dokumen ini membahas kontribusi media sosial dalam memperkuat integrasi nasional di Indonesia, dengan menyoroti dampak positif dan negatifnya. Media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran serta toleransi di antara berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, pentingnya peran generasi muda dalam memanfaatkan media sosial untuk memperkuat rasa kebersamaan dan nasionalisme juga ditekankan.

Diunggah oleh

gustiayusatya02
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONTRIBUSI MEDIA SOSIAL DALAM MEMPERKUAT INTEGRASI NASIONAL

Disusun :

Nama : Gusti Ayu Komang Tri Anggriani Putri

NIM : 054321008

Prodi : Manajemen-S1

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

2024
PENDAHULUAN

Media sosial memang menjadi platform yang memfasilitasi pertukaran informasi antar
individu dengan berbagai bentuk,seperti teks,foto,dan video. Tujuan utama dri media sosial
adalah memungkinkan pengguna untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan
kerabat,sahabat,orang tua,dan yang lainnya. Beberapa jenis mendia sosial yang popular
digunakan sehari-hari seperti WhatApps,Facebook,Twitter,Tiktok,Youtobe dan masih banyak
lagi.

Dalam konteks dampak sosial media,terdapat dua sisi yang perlu diperhatikan. Di satu
sisi terdapat dampak negative,seperti penurunan interaksi sosial langsung dan potensi
kesalahpahaman yang dapat menyebabkan konflik. Namun disisi lain,media sosial juga
memiliki dampak posistif,khususnya dalam penyebaran informasi yang cepat,tepat,dan akurat.

KAJIAN PUSTAKA

a. Integrasi Nasional
Integrasi nasional adalah suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai
aspek sosial budaya,estimisitas,latar belakang ekonomi kedalam kesatuan
wilayah dan pembentukan bangsa yang harus dapat menjamin terwujudnya
keselarasan ,keserasian dan keseimbangan dalam mencapai tujuan bersama
suatu bangsa. Kewajiban setiap orang sebagai warga Negara untuk melawan
keuatan-kekuatan da pemikiran-pemikiran yang melemahkan persatuan dan
kesatuan bangsa. Integrasi nasional mempunyai peranan yang dinamis dalam
mewujudkan Negara menjadi satu dengan menyatukan setiap lapisan
masyarakat dan memberikan kekesempatan yang sama. Factor pendukung
integrasi nasional adalah faklim sejarah yang menimbulkan rasa senasib
seperjuangan,keinginan untuk bersatu rasa cinta tanah air dikalangan bangsa
Indonesia.rasa rela berkorbann untuk kepentingan bangsa dan Negara.
Sedangkan factor yang heleregan,wilayah Negara yang begitu luas adanya
ancaman,tantangan,hambatan,gangguan dari Negara luar,lemahnya nilai-nilai
budaya bangsa akibat pengaruh budaya asing.
Pengembangan integrasi nasional dapat dilakukan melalui strategi dan
pendekatan yaitu gaya politik kepemimpinan kekuatan lembaga-lembaga
politik idielogi nasional dan kesempatan pembangunan ekonomi. Tujuan
itegrasi nasional adalah untuk menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi
masyarakat suatu Negara, memajukan keharmonisan sosial, mempersatukan
bangsa,meningkatkan pertumbuhan ekonomi,dan meningkatkan loyalitas
terhadap bangsa.
b. Peran Media Dalam Kehidupan Manusia

Media massa merupakan sarana komunikasi assa yang berperan sebagai


komunikator serta agen of change yakni pelopor perubahan dalam lingkungan public
yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi,hiburan,
pendidikan maupun pesan-pesan lainnya yang dapat dijangkau masyarakat secara luas.
Diera globalisasi yang semakin cepat,peran media massa dalam kehidupan manusia
sehari-hari tidak dapat dihindari lagi. Mengingat bahwa posisi media massa dalam
menjalankan perannya sebagai komunikator dapat dilihat dari berkembangnya media
massa, bertahannya media massa hingga saat ini,dan semakin bertambahnya
stasiun,perusahaan hingga website dan program yang disuguhkan oleh pengelola
media cetak dan media elektronik.

Kemudian media sosial telah berhasil mentransformas praktik komunikasi


searah media siaran dari satu institusi media kebanyak audiens menjadi praktik
komunikasi dialogis antara banyak audiens. Peran media sosial dalam kehidupan
manusia yakni sebagai alat berdialog atau interaksi antar manusia dengan mengunakan
internet dan teknologi web,untuk menjaga tali silaturahmi,saling tukar informasi dan
lain sebagainya,namun saat ini masyarakat Indonesia pada khususnya telah salah
memperlakukan media sosial dimana para netizen (pengguna media sosial)
menyebarkan berita yang baik yang benar maupun hoax. Pengaruh media terhadap
kehidupan kita sehari-hari dapat memberi tahu kita tentang peristiwa terkini,berita dab
informasi setiap peristiwa yang terjadi,dan menjadi tugas kita untuk mrnganalisis
informasi yang kita terima dan mengambil kesimpulan sendiri.

c. Pengaruh Media Sosial Terhadap Nasionalisme dan Integrasi Bangsa


Pada era modern saat ini perkembangan teknologi sudah sangat mempengaruhi
generasi penerus bangsa. Media sosial tentu memiliki pengaruh yang besar bagi
generasi penerus bangsa. Pada dasarnya media sosial memilki pengaruh baik dan
pengaruh buruk. Seperti yang kita ketahui media sosial yang memiliki banyak
influence,dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat,misalnya saja
ketika ada permasalahan seperti adanya tindakan rasisme yang diterima oleh
seseorang, dengan adanya dukungan yang diberikan oleh influence yang ada dimedia
sosial seperti instagram,twitter,dan lain sebagainya membuat pemberitaan tersebut
semakin heboh dan memperngaruhi masyarakat. Pendapat dari influence sangat
memberikan pengaruh bagi masyarakat,kebanyakan masyarakat gampang terpengaruh
dengan hadirnya berita tersebut dab terdapat alas an yang pro dan kontra. Pengaruh
baik dan buruk tersebut akan bergantung bagi para influence yang memberikan
postingan apakah hal tersebut baik atau buruk untuk diikuti.
Media sosial juga dapat memberikan pengaruh pluralisme nilai dan norma
sosial yang merupakan dampak dari media sosial di era modern saat ini. Misalnya
seperti yang biasanya masyarakat menonton tv menggunakan saluran tayangan film
tanah air, namun pada saat ini sudah beralih dengan hadirnya youtube yang dapat
memberikan siaran internasional dengan mudah. Pengaruh hadirnya kebudayaan dari
luar yang dengan gampang di akses di indonesia tentu akan mempengaruhi rasa
nasionalisme dan integritas bangsa yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Negara
yang memiliki kemajuan teknologi akan memiliki kendali dari sosial media pada era
modem ini. Hadirnya kultular yang masuk akan mempengaruhi masyarakat tidak lagi
memiliki nasionalisme yang tinggi dengan budaya tradisional yang dimiliki oleh
Indonesia sehingga menyebabkan kecintaan terhadap bangsanya memudar.

PEMBAHASAN

a. Media Sosial Sebagai Alat Untuk Mempromosikan Budaya Indonesia


Pengemasan budaya tradisional yang digabungkan dengan efek teknologi dan
media baru dapar menjadi pilihan dan diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi
generasi muda. Budaya tradisional dengan cita rasa baru, sekaligus menjadi bagian
untuk mencitrakan ulang lahimnya budaya tradisional sesuai dengan kemajuan
teknologi yang ada. Hal ini sekaligus menjadi media promosi yang menarik di tengah
digitalisasi prosuk-prosuk media yang tidak hanya dinikmati oleh bangsa Indonesia,
melainkan juga oleh bangsa asing. Media sosial juga menjadi kekuatan dominan
dalam budaya Indonesia, dengan platform seperti Facebook, Instagram, Tik Tok, dan
YouTube mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan 170
juta pengguna aktif media sosial, Indonesia adalah salah satu media sosial terbesar di
dunia marketplace Media sosial dapat menjadi alat yang ampuh untuk
mempromosikan budaya Indonesia.
Dengan menggunakan media sosial dalam mempromosikan budaya nusantara
akan mengubah citra dan pandangan terhadap budaya itu sendiri. Dengan begitu
budaya akan menjadi kebanggaan dan gaya hidup dan ketika kebanggaan menjadi
kekuatan, maka kesadaran untuk memperkenalkan budaya nusantara oleh generasi
muda akan berjalan dengan sendirinya.
Indonesia saat ini sangat terbuka dengan dunia media sosial, kemudahan
dalam mengakses dan diimbangi dengan perkembangan teknologi. Pertumbuhan
media sosial bahkan mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan, baik dari sisi
pengguna atau masyarakat, yang digunakan untuk kebutuhan bisnis maupun organisasi
non profit.
Kehadiran karya-karya budaya tradisional yang dikemas dengan
mengedepankan unsur modern dapat digunakan sebagai jembatan untuk menarik
minat dan menanamkan nilai budaya musantara tidak hanya bagi masyarakat
Indonesia melainkan juga masyarakat dunia. Kesan modern dan tetap menampilkan
budaya nusantara sebagai akar budaya akan semakin memperkuat identitas sosial dan
bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang mewarnai setiap kebudayaan yang ada di
negara lain.
b. Media Sosial Sebagai Platform Untuk Memperkuat Integrasi Nasional
Kita sebagai mahasiswa atau generasi emas dapat menumbuhkan rasa
kebersamaan melalui sebuah digital seperti memberikan edukasi terhadap penonton
sosial media tentang edukasi saling mengargai perbedaan, membuat media
pembelajaran untuk usia-usia dini tentang menyikapi keberagaman yang ada di
Indonesia. Yang tidak mengandung SARA, bisa saja dengan memanfaatkan teknologi
dan Indonesia memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif baik
dalam hal kegitan ataupun pemikiran, pada zaman sekarang untuk persatuan dan
kesatuan generasi bangsa dapat memanfaatkan kemampuan bergitar dan setelah itu
kelak kamu akan menjadi seseorang yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan
persatuan yang kokoh untuk meningkatkan integrasi Nasional yang ada di Indonesia,
sekarang sudah mulai memudar karena pengaruh globalisasi dari luar, generasi emas
ini banyak segala kegiatan dengan menggunakan sebuah teknologi, untuk mencapai
integrasi yang optimal dan maksimal, dengan begitu dapat menafaatkan sosial media
seperti menelpon teman yang sedang jauh dipapua,dan saling menanyakan kabar dan
kondisi dilingkungan sekitar,maka dengan ini orang tua perlu memahami dan
mahasiswa juga harus rajin literasi.
Membaca keadaan yang ada di kampus dan lingkungan masyarakat Kita
sebagai mahasiwa menjadi seseorang yang netral dalam memperbaiki semua
kehidupan Indonesia tercinta sesuai pedoman semboyan "Bhineka Tunggal Ika"dan
sebagai pedoman hidup bangsa yaitu Pancasila, maka dari itu di perlukannya generasi
yang memiliki semangat dan tekad yang kuat dalam mengabdi kepada negara, untuk
mempersatukan perbedaan yang akan mengasilkan banyak wama kehidupan untuk
mewarnai setiap langkah perjuangan, menjadi Indonesia yang sesuai dengan Pancasila,
untuk menghindari semua ancaman dari luar negara yang tidak diduga-duga, maka
perkokohlah jiwa anak bangsa sejak dini dan nasionalisme. Yang tidak mudah
terpengaruh oleh setiap perubahan dari luar negara yang sangat mengancam ideologi
negara Indonesia. Selain media Sosial Sebagai Platform Untuk Memperkuat Integrasi
Nasional, media sosial juga memiliki cara dapat berkontribusi terhadap intergasi
nasional yaitu, Media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan berita dan informasi
dengan cepat dan efektif. Hal ini dapat membantu menciptakan kesadaran tentang isu-
isu dan peristiwa-peristiwa penting, dan juga dapat membantu meningkatkan
pemahaman dan toleransi di antara berbagai kelompok.

c. Media Digital Sebagai Alat Mempertahankan Budaya Lokal Indonesia


Menurut Chairman Internet Data Center, Johar Alam Rangkuti, Indonesia kini
memiliki penetrasi internet 22 persen atau 55 juta pengguna. "Jumlah pengguna
internet di Indonesia kini menempati urutan ke-8, sedangkan pengguna sosial media
ada di urutan ke-4" (Movementi, 2013). Penggunaan media digital semakin
dipermudah dengan teknologi mobile yang diusung oleh berbagai brand terkemuka di
dunia. Harga yang kompetitif dan teknologi modern, membuat semua kalangan dan
golongan bisa memiliki teknologi tersebut. Jika pengaruh media sosial dan teknologi
modern bisa diaplikasikan sedemikian rupa untuk kebutuhan bisnis, tentu saja hal ini
bisa dipertimbangkan dan dikaji untuk menyebarkan kebudayaan Indonesia melalui
media digital. Bahkan saat ini media digital sudah diadaptasi dalam kurikulum di
perguruan tinggi dengan program studi yang bervariasi. Website, mobile applications,
mobile game dan lain sebagainya bisa dijadikan dasar pendekatan untuk menyebarkan
kebudayaan Indonesia melalui jaringan internet dengan penekanan penyebarannya
melalui blog maupun social media. Walau tidak banyak, namun beberapa instansi
pemerintah sudah mulai menggunakan website untuk mempromosikan kebudayaan
Indonesia. Ada yang menggunakan untuk promosi pariwisata, ada yang
menggunakannya untuk mengenalkan kebudayaan setempat ke dunia (Meilani, 2014).
Pada dasarnya menolak globalisasi bukanlah pilihan tepat, karena itu berarti
menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, yang dibutuhkan
adalah strategi untuk meningkatkan daya tahan budaya lokal dalam menghadapinya.
Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk menguatkan budaya lokal Indonesia
ditengah gempuran arus globalisasi yaitu:
 Memanfaatkan akses kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai
pelestari dan pengembang nilai-nilai budaya lokal. Budaya lokal yang khas
dapat menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah tinggi apabila
disesuaikan dengan perkembangan media komunikasi dan informasi. Harus
ada upaya untuk menjadikan media sebagai alat untuk memasarkan budaya
lokal ke seluruh dunia. Jika ini bisa dilakukan, maka daya tarik budaya lokal
akan semakin tinggi sehingga dapat berpengaruh pada daya tarik lainnya,
termasuk ekonomi dan investasi. Untuk itu, dibutuhkan media bertaraf
nasional dan internasional yang mampu meningkatkan peran kebudayaan
lokal di pentas dunia.
 Melakukan sebuah Counter Culture, yaitu semacam usaha dari sebuah media
lokal untuk menangkal efek dari media luar. Beberapa media lokal baik itu
berupa media digital seperti
 Meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya Indonesia, Hal ini
dapat dilakukan melalui inisiatif pendidikan dan promosi budaya nasional.
Dengan meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya Indonesia,
maka masyarakat akan semakin menghargai dan melestarikannya.

Website, blog maupun aplikasi buatan anak bangsa (lokal), media cetak seperti
koran, majalah dan media elektronik seperti televisi dan radio mulai bermunculan
dengan menonjolkan ciri khas yang berasal dari masyarakat lokal. Hal semacam
ini seiring dengan pernyataan bahwa teknologi yang berhasil tumbuh dari budaya
setempat dan dapat mengantisipasi arah perkembangan budaya serta kondisi yang
akan datang.
d. Media Sosial Sebagai Alat Komunikasi Masyarakat
Media sosial memiliki banyak keunggulan dalam pemanfaatannya di
kehumasan peradilan. Salah satunya yakni komunikasi yang disajikan bersifat 2 (dua)
arah. Artinya antara pemberi informasi (humas peradilan) dengan penerima informasi
(publik) dapat saling berinteraksi secara langsung dalam 1 (satu) media yang sama.
Adanya komunikasi 2 (dua) arah ini membuka kesempatan ruang publik yang seluas-
luasnya. Selain terbukanya ruang publik, terdapat juga banyak manfaat dari adanya
komunikasi 2 (dua) arah ini, di antaranya yakni:
 Menjamin kelancaran informasi: Publik dapat segera mengungkapkan
tanggapannya mengenai pesan yang diterimanya. Akibatnya, arus informasi
yang terjadi menjadi lebih lancar.
 Mendorong saran dari publik. Publik adalah target utama audiens media
sosial. Untuk memperkaya rencana dan kebijakan, humas harus mendorong
saran dari publik. Dorongan seperti itu dimungkinkan ketika ada saluran
komunikasi dua aralı
 Menciptakan lingkungan yang demokratis: Dalam komunikasi dua arah, baik
komunikator maupun penerima dapat dengan bebas mengungkapkan perasaan,
gagasan, dan pandangannya. Pertukaran informasi yang saling menguntungkan
ini menciptakan lingkungan publik yang demokratis.
 Mengatasi ambiguitas: Komunikasi dua arah juga sangat berguna untuk
mengatasi kebingungan atau ambiguitas mengenai pesan yang sedang
disampaikan. Publik dapat menyapaiakn tanggapannya akan suatu informasi
yang disajikan yang selanjutnya bisa dikonfirmasi oleh humas peradilan selaku
pemberi informasi.
 Meningkatkan efektivitas komunikasi, komunikasi yang efektif tergantung
pada pemahaman yang tepat dari pesan oleh pengirim dan penerima. Melalui
komunikasi dua arah, kedua belah pihak dapat saling mengevaluasi pendapat
sehingga dapat meningkatkan efektivitas komunikasi.
 Debat dan pertukaran ide: Media sosial adalah forum yang bebas dan terbuka
untuk berdebat, bertukar ide, dan berbagi pendapat. Ini bisa menjadi alat yang
ampuh untuk mengkomunikasikan kepada dunia luar tentang perjuang yang
dihadapi oleh anggota dan orang-orang di komunitas.
PENUTUP

KESIMPULAN

Dari artikel diatas kita bisa ketahui bahwa penggunaan media sosial dapat memperkuat
integrasi nasional. Media sosial telah menjadi kekuatan besar dalam hidup kita, mengubah
cara kita berkomunikasi, mendapatkan informasi, dan terhubung dengan dunia di sekitar kita.
Hal ini juga berkontribusi dalam memperkuat integrasi nasional dalam berbagai cara. Banyak
orang-orang awam belum mengerti cara menggunakan media sosial dengan baik dan benar,
masih banyak ditemukan tindakan rasisme, bullying, berita- berita palsu, dan sebagainya di
dalam media sosial. Media sosial bukan tempat untuk melakukan hal-hal seperti itu, kita harus
lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan dalam
menggunakan media sosial, contohnya seperti mempromosikan budaya lokal Indonesia,
dengan cara seperti ini kita bisa mengenalkan budaya-budaya kita ke negara luar melalui
media sosial.

SARAN

beberapa saran dalam penggunaan media sosial sebagai alat untuk memperkuat integrasi
nasional, diantaranya:

 Bijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan menebar ujaran kebencian yang
dapat memicu perpecahan bangsa .
 Pintar-pintar dalam menerima informasi yang ada di media sosial, karena banyak
sekali informasi hoax bertebaran di media sosial kita harus bisa memilah informasi
mana yang positif dan mana yang negative.
DAFTAR PUSAKA

Agus, A. A. (2016). Integrasi nasional sebagai salah satu parameter persatuan dan
kesatuan bangsa negara republik Indonesia . Jurnal Sosialisasi, 3(3), 19-27.

Khatimah, H. (2018). Posisi dan Peran Media Dalam Kehidupan Masyarakat.


Tasamuh, 16(1). 119-138.

Suheri, A., Mantili, M., Rosmawiah, R., & Albert, A. (2022, September). Pengaruh
Media Sosial Terhadap Nasionalisme dan Integrasi Bangsa di Era Modern . In Prosiding
Seminar Nasional Universitas PGRI Palangkaraya (Vol. 1, pp. 327-341),

Gemiharto, L, & Koswara, L. (2019). Kajian Pemanfaatan Media Sosial dalam


Mempromosikan Budaya Tradisional Nusantara . Komunikasi, 63.

Istiqomah, Y. Y., & Dewi, D. A. (2021). Memperkuat Integrasi Nasional Melalui


Generasi Bangsa Dan Teknologi Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan .
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 4(1), 272-277.

Wardhanie, A. P. (2017). Peranan Media Digital dalam Mempertahankan Budaya


Lokal Indonesia di Era Globalisasi Prosiding Strengthening Local Communities Facing
The Global Era , 1(1).

https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/pemanfaatan-media-
sosial-sebagai-sarana-komunikasi-kepada-masyarakat-oleh-muhammad-fajar-arief-s

Anda mungkin juga menyukai