0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
359 tayangan79 halaman

Panduan O2sn SMP 2025 Kabupaten

Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2025 disusun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui ajang talenta di bidang olahraga bagi siswa SMP. O2SN bertujuan mengembangkan potensi peserta didik, membangun karakter, dan mempersiapkan atlet berprestasi untuk tingkat nasional dan internasional. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan sangat penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ajang ini.

Diunggah oleh

Haris Munandar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
359 tayangan79 halaman

Panduan O2sn SMP 2025 Kabupaten

Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2025 disusun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui ajang talenta di bidang olahraga bagi siswa SMP. O2SN bertujuan mengembangkan potensi peserta didik, membangun karakter, dan mempersiapkan atlet berprestasi untuk tingkat nasional dan internasional. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan sangat penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ajang ini.

Diunggah oleh

Haris Munandar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN

OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL


TINGKAT KABUPATEN JENJANG SMP
TAHUN 2025

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LEBAK

ii
KATA PENGANTAR

Ajang talenta merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia serta mendorong daya saing. Melalui ajang talenta, peserta didik diberikan
kesempatan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta
menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat. Ajang Talenta merupakan salah satu upaya
strategis dalam mewujudkan ekosistem pengembangan potensi peserta didik yang lebih luas,
kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
Dalam rangka memberikan wadah bagi individu terbaik di Indonesia, format ajang talenta
tahun 2025 didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem yang mendorong
inovasi, kreativitas, dan prestasi. Melalui ajang ini, kita tidak hanya mengidentifikasi dan
mengembangkan bakat anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan mereka ruang untuk
berinovasi, berkreasi, dan berkompetisi di tingkat nasional dan intemasional.
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan bagian dari ekosistem ajang talenta
BPTI, O2SN tahun 2025 diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen tersebut.
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi
yang ada saat ini, sehingga diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang
dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak,
termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya,
menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya
kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang dapat berkontribusi bagi
pembangunan nasional.
Panduan ini disusun untuk memberikan informasi dan gambaran berbagai aspek
penyelenggaraan ajang O2SN SMP kepada para peserta, pendamping, pembina, juri, dan
para pemangku kepentingan lainnya. Selamat mempersiapkan diri, belajar, berlatih, dan
bekerja sebaik-baiknya agar kegiatan ajang dapat terlaksana sesuai rencana dan memberikan
hasil maksimal.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan berperan aktif
dalam penyusunan pedoman ini.

Rangkasbitung, 5 Mei 2025


Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lebak,

H. Hari Setiono, [Link]., [Link]


NIP. 196702111997031002

iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ...................................................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum ........................................................................................................................................ 3
C. Tujuan ................................................................................................................................................... 4
D. Hasil yang Diharapkan .......................................................................................................................... 4
E. Logo dan Tema ..................................................................................................................................... 5
F. Pengertian dan Istilah............................................................................................................................ 5
BAB II PENGELOLAAN AJANG .................................................................................................................. 7
A. Asas dan Prinsip Ajang Talenta ............................................................................................................ 7
B. Sasaran .................................................................................................................................................. 8
C. Cabang Olahraga................................................................................................................................... 8
D. Sarana dan Prasarana ............................................................................................................................ 9
E. Mekanisme Penyelenggaraan ...............................................................................................................10
F. Mekanisme Pendaftaran .......................................................................................................................10
G. Waktu dan Lokasi ............................................................................................................................... 11
H. Unsur Penyelanggara ...........................................................................................................................12
I. Penghargaan ........................................................................................................................................ 15
J. Pembiayaan ......................................................................................................................................... 15
BAB III NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN .............................................................. 16
A. Persyaratan Peserta dan Pendamping .................................................................................................. 16
B. Keabsahan ........................................................................................................................................... 18
C. Ketentuan Rincian Kontingen ............................................................................................................. 19
D. Sanksi Pelanggaran ............................................................................................................................. 20
E. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan ................................................................................... 21
BAB IV KETENTUAN KHUSUS.................................................................................................................. 22
BAB V PENUTUP ........................................................................................................................................... 23
LAMPIRAN
A. PENCAK SILAT
B. KARATE
C. VOLI
D. CATUR
E. FUTSAL
F. TENIS MEJA
G. ATLETIK
H. RENANG
I. BULU TANGKIS

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Olahraga adalah alat yang sangat kuat dalam membentuk karakter yang tangguh, disiplin,
dan berintegritas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga, kita dapat
menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara
emosional dan sosial. Olahraga bukan hanya kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan
tubuh, tetapi juga merupakan sarana penting dalam membangun karakter. Dalam konteks
pendidikan, olahraga dapat menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral,
sosial, dan etika. Kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SMPM) melalui
olahraga bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara fisik, mental,
maupun sosial, dengan kebijakan yang terarah dan implementasi yang konsisten, olahraga
dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan
kompetitif, yang yang pada akhirnya berkontribusi mendukung kemajuan suatu bangsa.

Menindaklanjuti hal di atas Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi


Nasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, salah satu
program yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
(O2SN) jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/sederajat yang
dilaksanakan setiap tahun. O2SN-SMP merupakan bagian dari ekosistem kebijakan
pendidikan, sehingga hal ini menjadi bagian implementasi yang tepat mengarahkan peserta
didik untuk dapat berprestasi dan berkompetisi secara sehat bidang olahraga. disamping
itu, O2SN juga dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, yaitu belajar bekerja
sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri sendiri dan belajar menghargai kekuatan
lawan serta mengilhami nilai-nilai fair play (jujur, bersahabat, hormat, dan bertanggung
jawab) sesuai makna positif olahraga yang ada pada setiap perlombaan/pertandingan
cabang olahraga pada O2SN ini.

Pada tahun 2025, format O2SN didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem
yang mendorong inovasi, kreativitas, dan prestasi. Sehingga semangat O2SN diarahkan,
tidak hanya mengidentifikasi dan mengembangkan bakat bidang olahraga anak-anak
Indonesia, tetapi juga terus memberikan mereka ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan

1
berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Lebih lanjut O2SN tahun 2025
dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga
diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan
dengan kondisi masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk
pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi
elemen penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya
kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang dapat berkontribusi bagi
pembangunan nasional.

Tidak hanya hal tersebut di atas, Kita semua mengetahui makna penting penyelenggaraan
O2SN diarahkan dalam rangka mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),
O2SN-SMP ke-XVIII Tahun 2025 merupakan salah satu peran strategis dari Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah guna berkontribusi memajukan prestasi olahraga
Indonesia pada tingkatan pra pembibitan yang juga sudah tertuang pada Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yaitu bertujuan untuk identifikasi, seleksi, dan
pengaktualisasian talenta pada satuan pendidikan. Lebih lanjut O2SN merupakan salahsatu
ikhtiar pada perluasan kumpulan bakat (talent pool) dan mengembangkan mekanisme
akuisisi talenta dan penguatan pembinaan dan fasilitasi talenta. Sehingga apa yang
dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasinal
(DBMTN) ini terkait kebijakan O2SN adalah memberikan harapan yang besar kepada para
peserta didik yang mempunyai talenta bidang olahraga untuk terus mengasah
kemampuannya, mengembangkan talenta yang dimiliki sehingga pada akhirnya akan
bermuara pada talenta unggul.

O2SN yang telah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa ini menjadi platform strategis
dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SMPM),
menunjukkan komitmen dan dukungan Kemendikdasmen dalam hal ini BPTI terhadap
pembangunan terpadu MTN yang berfungsi untuk mengembangkan dan mengintervensi
pembinaan seluruh talenta. Dengan disusunnya Panduan Olimpiade Olahraga Siswa
Nasional Sekolah Menengah Pertama (O2SN-SMP) ini dapat dijadikan acuan bagi
berbagai pihak yang terkait, dalam mengikuti gelaran O2SN tahun 2025.

2
B. Dasar Hukum
Dasar hukum sebagai landasan pelaksanaan O2SN-SMP adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
3. Undang-Undang No. 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan;
5. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun
2010;
6. Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara dalam Kabinet Merah Putih Periode 2024 – 2029;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar
Olahraga Nasional;
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional;
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 27 tahun 2021
tentang Organisasi dan tata kerja Balai Pengembangan Talenta Indonesia;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 1 tahun 2024 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 71
Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Didik;
15. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia Tahun
2025.

3
C. Tujuan

1. Tujuan Panduan O2SN-SMP tahun 2025 yakni sebagai berikut:


Panduan ini disusun sebagai acuan untuk penyelenggara, peserta didik, satuan
pendidikan, instansi pendidikan, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam
melaksanakan ajang di bidang olahraga sesuai dengan kriteria dan ketentuan
sebagaimana tertulis dalam panduan ini.

2. Tujuan pelaksanaan O2SN-SMP tahun 2025 yakni sebagai berikut:


a. Mengembangkan talenta peserta didik dalam bidang olahraga;
b. Mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, rasa
tanggung jawab dan karakter unggul;
c. Mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga;
d. Menumbuhkembangkan nasionalisme dan cinta tanah air;
e. Menjalin solidaritas dan persahabatan antar peserta didik sekolah di seluruh
Indonesia;
f. Mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun
internasional sejak usia sekolah.

D. Hasil yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari O2SN-SMP Tahun 2025 yakni sebagai berikut :
1. Adanya pewadahan bakat dan minat peserta didik dalam bidang olahraga;
2. Terbangun jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, rasa tanggung jawab dan
karakter unggul;
3. Membudayakan peserta didik hidup sehat dan gemar olahraga;
4. Terbangun jiwa nasionalisme dan cinta tanah air;
5. Terjalinnya kesatuan dan persatuan antar peserta didik seluruh Indonesia melalui
O2SN;
6. Terpilihnya peserta didik terbaik dalam bidang olahraga, sebagai bibit unggul atlet
yang diproyeksikan di masa depan.

4
E. Logo dan Tema
1. Logo O2SN-SMP Tahun 2025 adalah sebagai berikut:

2. Tema O2SN-SMP Tahun 2025:

“Sinergi Inovatif dan Kreatif Untuk Mengembangkan Talenta


Olahraga Hebat Berkarakter”

F. Pengertian dan Istilah

1. Talenta adalah individu yang memiliki kemampuan terbaik di bidangnya untuk


berkiprah di dalam negeri dan kancah internasional;
2. Ajang Talenta merupakan wadah aktualisasi prestasi talenta bagi peserta didik dalam
bentuk kompetisi;
3. Ajang Talenta Nasional adalah Ajang Talenta pada tingkat nasional;
4. Ajang Talenta Daerah adalah Ajang Talenta pada tingkat daerah;
5. Cabang Ajang Talenta adalah bagian dari Ajang Talenta yang menghasilkan Talenta
Peserta Didik, di bidang olahraga disebut dengan cabang olahraga;
6. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan
tertentu;
7. Pemerintah Daerah adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom
pada tingkat provinsi/kabupaten/kota;
8. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan pada jalur formal, non formal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan;

5
9. Balai Pengembangan Talenta Indonesia yang selanjutnya disingkat BPTI adalah unit
pelaksana teknis Kementerian yang memiliki tugas dan fungsi bidang pengembangan
talenta;
10. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dasar dan menengah.
11. BBPMP adalah singkatan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan.
12. BPMP adalah singkatan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan.
13. BAPOPSI adalah singkatan dari Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia.
14. IGORNAS adalah singkatan dari Ikatan Guru Olahraga Nasional.
15. MKKS adalah singkatan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah.
16. MGMP PJOK adalah singkatan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
17. Cabang Dinas adalah bagian dari perangkat daerah penyelenggara urusan
pemerintahan di bidang pendidikan dan lainnya yang dibentuk sebagai unit kerja dinas
dengan wilayah kerja tertentu.
18. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD adalah organisasi
yang melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu pada Dinas atau Badan Daerah.
19. O2SN adalah suatu bentuk kegiatan ajang talenta bersifat kompetisi di bidang
olahraga antar pesertadidik jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah dalam lingkup wilayah tertentu.
20. Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
21. Perlombaan/Pertandingan secara daring/online adalah Perlombaan/Pertandingan
pertandingan yang menggunakan sarana jaringan internet sebagai media transfer data
dan informasi, dimana pengiriman dan penerimaannya seketika (real-time) ataupun
tertunda (tersimpan di server cloud) sebelum diunduh.
22. Perlombaan/Pertandingan secara luring/offline adalah Perlombaan/Pertandingan yang
menggunakan sarana aplikasi teknologi informasi yang pengiriman dan penerimaaan
data/informasinya tidak menggunakan jaringan internet (online) melainkan melalui
penyimpnan seperti CD, flash-disk, memory card, dll.
23. Daring singkatan dari dalam jaringan (internet) sedangakan luring singkatan dari dari
luar jaringan (tidak menggunakan internet)

6
BAB II
PENGELOLAAN AJANG

A. Asas dan Prinsip Ajang Talenta


Asas dan prinsip mencakup nilai, norma, asas penyelenggaraan, dan prinsip
penyelenggaraan. Penyelenggaraan ajang talenta harus mencerminkan dan menerapkan
asas dan prinsip yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

1. Nilai
Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan
dengan nilai-nilai pendidikan, seperti pembelajaran, obyektivitas, produktivitas,
estetika, keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya.
Nilai-nilai tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat
dalam penyelenggaraan agar dipahami dan diaktualisaikan dalam berbagai aspek
kegiatan.

2. Norma
Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku sesuai
dengan kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan atau
peraturan, termasuk tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri. Selain
untuk mengatur berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman, penegakan
norma diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya motivasi berprestasi
para peserta, mengekspresikan kreativitas dan keindahan, serta keterbukaan. Selain
itu, penyelenggaraan ajang talenta juga harus mengikuti asas dan prinsip
penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.

3. Asas penyelenggaraan
a. Sinergi inovatif dan kreatif untuk mengembangkan talenta olahraga hebat yang
berkarakter;
b. diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional;
c. menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;
d. menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta peserta didik;
e. terbuka bagi peserta didik dari semua jenjang dan jenis pendidikan.

7
4. Prinsip penyelenggaraan
Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth, Participative,
dan Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:
a. pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta didik Indonesia tanpa membedakan
suku, agama, rupa, dan ras;
b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang peserta
didik tanpa intervensi yang eksploitatif;
c. pembinaan yang membuka peluang peserta didik untuk berprestasi internasional
dan berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif
(competive advantage);
d. tata kelola penyelenggaraan yang obyektif, efisien, akuntabel dan transparan;
e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan
prestasi melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang
melibatkan seluruh pemangku kepentingan;
f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;
g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;
h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan.

B. Sasaran
Sasaran pelaksanaan O2SN-SMP tahun 2025 adalah peserta didik di Sekolah Menengah
Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak baik negeri maupun swasta.

C. Cabang Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-SMP tahun 2025 pada
tingkat nasional meliputi 2 (dua) cabang (Karate dan Pencak Silat) dan tingkat Kabupaten
meliputi

8
Tabel 1. Cabang Olahraga yang Diperlombakan/Dipertandingkan
pada O2SN-SMP tahun 2025

Cabang Nomor
No.
Olahraga Putra Putri
Jurus Tunggal ( 2 Orang ) Jurus Tunggal ( 2 Orang )
1 Pencak Silat
Solo Kreatif Solo Kreatif
Kata Perorangan Putra ( 2 Kata Perorangan Putri ( 2 Orang
2 Karate Orang ) )
Kumite + 50 kg Kumite + 50 kg
3 Voli Tim Putra Tim Putri
4 Catur Catur Cepat Putra ( 2 Orang ) Catur Cepat Putri ( 2 Orang )
5 Futsal Tim Putra
6 Tenis Meja Tunggal Putra (2 orang) Tunggal Putri (2 orang)
Trilomba, terdiri atas Lari 60 Trilomba, terdiri atas Lari 60
7 Atletik M, Lompat Jauh dan Tolak M, Lompat Jauh dan Tolak
Peluru Peluru

100 Meter Gaya Bebas 100 Meter Gaya Bebas


50 Meter Gaya Bebas 50 Meter Gaya Bebas
100 Meter Gaya Dada 100 Meter Gaya Dada
8 Renang
50 Meter Gaya Dada 50 Meter Gaya Dada
50 Meter Gaya Punggung 50 Meter Gaya Punggung
50 Meter Gaya Kupu-Kupu 50 Meter Gaya Kupu-Kupu
9 Bulu Tangkis Tunggal Putra Tunggal Putri

D. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggaraan O2SN-SMP tahun 2025
ialah:
1. Venue beserta peralatan pendukung perlombaan/pertandingan;
2. Tenaga medis dengan perlengkapan dan ambulance.
3. Portal pendaftaran dan jaringan internet.

9
E. Mekanisme Penyelenggaraan
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 diselenggarakan secara daring di tingkat nasional
sedangkan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi menyesuaikan dengan
kondisi dan situasi di daerah masing-masing (pelaksanaan seleksi dapat dilaksanakan
dengn format perlombaan/pertandingan secara luring maupun daring).
Seleksi O2SN-SMP tahun 2025 diselenggarakan secara bertingkat, yakni:
1. Tingkat Kecamatan;
2. Tingkat Kabupaten/Kota;
3. Tingkat Provinsi;
4. Tingkat Nasional.
Pelaksanaan seleksi O2SN-SMP tahun 2025 mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan
provinsi diharapkan dapat mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Seleksi dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, adil dan memperhatikan pemerataan
kesempatan berprestasi, dengan wajib melibatkan atau bekerja sama dengan induk
organisasi cabang olahraga (pengcab/pengkab/pengkot/pengprov), BAPOPSI dan
atau perguruan tinggi yang memiliki fakultas atau jurusan keolahragaan;
2. Persyaratan peserta mengacu kepada ketentuan yang dituangkan dalam bab III buku
panduan ini;
3. Jadwal penyelenggaraan seleksi tingkat daerah disampaikan kepada BPTI;
4. Menyampaikan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan
Provinsi dan atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan
Mutu Pendidikan kepada BPTI tentang hasil pelaksanaan seleksi O2SN di daerahnya.

F. Mekanisme Pendaftaran
1. Pendaftaran peserta O2SN-SMP dilakukan dengan sistem daring (online) mulai dari
tingkat kecamatan;
2. Pendaftaran daring dapat diakses pada laman resmi panitia pusat BPTI;

10
3. Ada 2 tahap pendaftaran daring yaitu:
a. Tahap I
Pendaftaran daring tahap ini ditujukan bagi peserta yang mewakili sekolah untuk
mengikuti seleksi di tingkat kecamatan melalui portal [Link]
[Link] dan
[Link]
=o2sn
b. Tahap II
Pendaftaran daring tahap II ditujukan bagi peserta yang lolos seleksi tingkat
provinsi dan ditetapkan sebagai perwakilan provinsi ke tingkat nasional
dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Penetapan Kontingen O2SN-SMP
Tingkat Nasional yang ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi
atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu
Pendidikan melalui portal
[Link]
=o2sn
4. Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu
Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan akan mendapatkan akun
pendaftaran daring dari panita pusat BPTI.
5. Pendaftaran daring dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia
pusat BPTI.

G. Waktu dan Lokasi


Waktu dan lokasi pelaksanaan perlu disusun setiap tingkatannya. Adapun waktu dan lokasi
penyelenggaraan O2SN-SMP tahun 2025 sebagai berikut:

Tabel 2. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan


O2SN-SMP tahun 2025

No Kegiatan Waktu Tempat


Sosialisasi dan
1. Koordinasi April 2025 Ditentukan BPTI
Pelaksanaan O2SN
Seleksi O2SN Tingkat
2. April 2025 Ditentukan Sekolah
Sekolah

11
No Kegiatan Waktu Tempat
Pendaftaran daring
3. April –Mei 2025 Portal Panitia Pusat
tahap I
Seleksi O2SN Tingkat Ditentukan
4. April –Mei 2025
Kecamatan Kecamatan
Seleksi O2SN Tingkat
5. 19 – 23 Mei 2025 Ditentukan Kab./Kota
Kab./Kota
Seleksi O2SN Tingkat Ditentukan
6. Juni – Juli 2025
Provinsi Provinsi/BPTI
Pendaftaran daring
tahap II (Unggah 1 Juli – 10 Agustus
7. Portal Panitia Pusat
Video Ke Tingkat 2025
Nasional)
Pelaksanaan O2SN
2. 1 – 6 September 2025 Ditentukan BPTI
Tingkat Nasional

H. Unsur Penyelanggara
Agar pelaksanaan O2SN-SMP tahun 2025 dapat berlangsung secara baik dan efisien, perlu
disusun kepanitiaan dan pembagian peran setiap tingkatannya. Adapun kepanitiaan
pelaksanaan O2SN untuk setiap tingkatan adalah sebagai berikut:

1. Tingkat Sekolah

Kepanitiaan O2SN-SMP tingkat sekolah terdiri dari:

a. Kepala Sekolah;
b. Guru;
c. Komite Sekolah;
d. Instansi Terkait.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat sekolah adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN tingkat sekolah;


b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat sekolah yang tidak
bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Menyiapkan surat-surat dan keperluan penyelenggaraan seleksi tingkat sekolah;
d. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN;
e. Menyeleksi peserta lomba tingkat sekolah;
f. Menetapkan peserta yang mewakili sekolah;

12
g. Menetapkan guru pendamping sebagai pelatih untuk kegiatan O2SN tingkat
kecamatan;
h. Mendaftarkan peserta dan pendamping terpilih secara daring ke portal Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;
i. Mengirimkan peserta untuk mewakili sekolah dalam O2SN tingkat kecamatan.

2. Tingkat Kecamatan

Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota membentuk panitia


O2SN tingkat kecamatan yang terdiri atas unsur-unsur:
a. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan (UPTD);
b. Pengurus Cabang Olahraga Kabupaten/Kota yang diperlombakan/
dipertandingkan;
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Instansi terkait lainnya.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat kecamatan adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan;


b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat kecamatan yang tidak
bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Menginformasikan pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan ke Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/Kota;
d. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan;
e. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN tingkat kecamatan;
f. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat
lomba/pertandingan O2SN;
g. Melaksanakan O2SN tingkat kecamatan;
h. Menetapkan pemenang melalui surat keputusan UPTD atau dinas terkait;
i. Mengirimkan peserta untuk mewakili kecamatan dalam O2SN tingkat
kabupaten/kota.

13
3. Tingkat Kabupaten/Kota
Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota membentuk panitia
O2SN tingkat kabupaten/kota yang terdiri atas unsur-unsur:
a. Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota;
b. Pengurus Cabang Olahraga Kabupaten/Kota yang diperlombakan/
dipertandingkan;
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Perguruan tinggi setempat;
e. Instansi terkait lainnya.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat kabupaten/kota adalah:


a. Merencanakan pelaksanaan O2SN kabupaten/kota;
b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat kabupaten/kota yang
tidak bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Menginformasikan pelaksanaan O2SN tingkat kabupaten/kota ke Dinas
Pendidikan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP)
atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP);
d. Bekerjasama dengan Induk Olahraga Cabang Olahraga di tingkat kabupaten/kota
dalam penyelenggaraan kegiatan;
e. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan
kegiatan;
f. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN tingkat kabupaten/kota;
g. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat
pertandingan O2SN tingkat kabupaten/kota dengan surat keputusan;
h. Melaksanakan kegiatan O2SN kabupaten/kota;
i. Menetapkan peserta/pemenang melalui surat keputusan Kepala Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/kota;
j. Mendaftarkan peserta dan pendamping terpilih secara daring ke portal Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;
k. Mengirimkan peserta mewakili kabupaten/kota ke O2SN tingkat provinsi.

14
I. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik.
Penghargaan pada tingkat Kabupaten diberikan oleh Dinas Pendidikan dalam bentuk
sertifikat, medali, dan uang pembinaan.
Penghargaan pada tingkat Kabupaten dengan rincian sebagai berikut:
1. Juara Nomor Cabang Olahraga
Peserta yang mendapat juara dari nomor cabang lomba akan memperoleh penghargaan
berupa:
a. Juara I : medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
b. Juara II : medali perak, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
c. Juara III : medali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan

2. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali.

J. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan O2SN Tingkat Daerah bersumber dari dana APBD atau dana lain
sesuai kewenangan daerah masing-masing.

15
BAB III
NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN

A. Persyaratan Peserta dan Pendamping


1. Peserta
Peserta O2SN-SMP tahun 2025 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Berkewarganegaraan Indonesia (WNI);
b. Juara terbaik dalam setiap tingkat perlombaan/pertandingan yang diikuti sesuai
cabang olahraga dibuktikan dengan hasil seleksi dan surat keputusan (SK) dari
pejabat (Dinas Pendidikan Kecamatan/UPTD/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
dan Provinsi) yang berwenang pada setiap tingkatan lomba/pertandingan;
c. Terdaftar dan terdata valid di PDData sebagai peserta didik SMP/MTS, atau yang
sederajat;
d. Pada saat pendaftaran, peserta terdaftar pada kelas 7 dan 8 tahun pelajaran
2024/2025 dan dilahirkan tanggal 1 Januari 2010 atau sesudahnya. Apabila
peserta didik yang bersangkutan masih duduk di SMP dan atau yang sederajat
namun lahir sebelum tanggal 1 Januari 2010, maka peserta didik yang
bersangkutan tidak dapat mengikuti O2SN-XVIII SMP 2025 berdasarkan
ketentuan yang ditetapkan oleh BPTI pada panduan O2SN-SMP tahun
sebelumnya;
e. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau Nomor Induk Siswa
Madrasah (NISM) dan terdaftar di Data Pokok Peserta Didik (DAPODIK) atau
Education Management Information System (EMIS);
f. Bukan peraih juara 1, 2, dan 3 pada O2SN SMP tingkat nasional tahun
sebelumnya;
g. Bukan Peraih juara 1, 2, dan 3 Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS)
Tahun 2025, Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional
(POSPENAS) tahun 2025 dan atau Kejuaraan Nasional (kejurnas) dan Kejuaraan
Tingkat Internasional sesuai dengan ketentuan teknis masing-masing cabang
olahraga.
h. Bukan Binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), Pusat
Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD), Pusat Pelatihan Olahraga
Pelajar (PPOP), dan Diklat atau Sekolah Khusus Olahraga (SKO), Sentra Latihan

16
Olahraga Muda Potensial Nasional (SLOMPN), dan Cibubur Youth Athlete
Training Center (CYATC).
i. Berkelakuan baik dan tidak terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan minuman
keras;
j. Hanya mengikuti satu cabang olahraga;
k. Wajib menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung;
l. Wajib mendaftar daring melalui portal panitia pusat mulai tingkat kecamatan.

2. Berkas Persyaratan yang disiapkan

Dalam proses keabsahan, peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi dan
Nasional harus melengkapi dokumen dan mengunggah ke laman pendaftaran
daring/online Puspresnas dengan rincian sebagai berikut:

a. Akte Kelahiran (PDF/JPG).


b. Biodata peserta didik pada Rapor (PDF/JPG).
c. Surat Keterangan Kepala Sekolah (PDF).
d. Surat Pernyataan/Pakta Integritas (PDF). format surat poin “c dan d” dapat
diunduh pada laman [Link]
e. Data tersebut diatas pada pont a s.d d akan disinkronkan dengan data dari
Dapodik.

3. Pendamping

Persyaratan pendamping O2SN-SMP tahun 2025 sebagai berikut:


a. Sebanyak 1 (satu) orang setiap Cabang olahraga;
b. Merupakan pelatih klub olahraga SMP/guru sekolah/pelatih kegiatan
ekstrakurikuler atau pelatih yang melatih peserta didik yang bersangkutan;
c. Memiliki surat keterangan/surat keputusan (SK) dari kepala sekolah, yang
menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah pelatih klub olahraga di
sekolah/kegiatan ekstrakurikuler yang bersangkutan/pelatih peserta didik yang
bersangkutan;
d. Diutamakan memiliki lisensi atau sertifikat kepelatihan cabang olahraga terkait;
e. Memahami dan menguasai ilmu kepelatihan dan peraturan cabang olahraga yang
diperlombakan/dipertandingkan;
f. Memiliki tanggung jawab dan dedikasi untuk selalu mendampingi peserta selama
kegiatan.

17
Tugas pendamping O2SN-SMP tahun 2025 sebagai berikut:
a. Mendampingi peserta dalam lomba/pertandingan dan mengikuti seluruh acara
kegiatan O2SN-SMP sesuai tingkatan lomba;
b. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung;
c. Membina para peserta untuk mengikuti kegiatan O2SN di setiap tingkatan
perlombaan/pertandingan yang diikuti dalam rangka melaksanakan Pendidikan
Karakter bidang olahraga;
d. Mematuhi ketentuan komitmen dan tata tertib yang ditetapkan oleh Panitia BPTI
dan Induk Organisasi Cabang Olahraga.

B. Keabsahan
a. Pengertian
Keabsahan merupakan proses pemeriksaan atau pengecekan untuk menentukan sah
atau tidak sahnya seorang peserta untuk mengikuti perlombaan/pertandingan O2SN-
SMP berdasarkan pada persyaratan, dokumen bukti persyaratan. Proses keabsahan
wajib dilakukan oleh panitia penyelenggara O2SN-SMP di setiap tingkatan seleksi
sebelum perlombaan/pertandingan O2SN-SMP dimulai.

b. Persyaratan administrasi/dokumen keabsahan yakni sebagai berikut:


1) Keabsahan masing – masing peserta akan dilihat di dapodik;
2) Surat Keterangan dari Kepala Sekolah bahwa peserta tersebut masih aktif sebagai
peserta didik SMP/MTS di sekolah yang bersangkutan (format terlampir);
3) Pas foto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 1 lembar;
4) Biodata peserta, pendamping, dan ketua kontingen hasil cetak pendaftaran daring
(online) yang diisi sesuai dengan identitas;
5) SK Penetapan Pemenang Juara I, II, dan III O2SN SMP pada setiap tingkatan
seleksi tahun 2025 yang ditandatangani pejabat dari instansi yang berwenang.

18
C. Ketentuan Rincian Kontingen
Dalam pelaksanaan O2SN-SMP Tahun 2025, rincian peserta sebagai berikut:

Tabel 3. Rincian Jumlah Peserta


O2SN-SMP Tahun 2025

Cabang
No Putra Putri Nomor Keterangan
Olahraga
1) Peserta Tingkat kecamatan:
maksimal maksimal 2 Pa dan
maksimal 2 Pi setiap satuan
pendidikan.
 Jurus 2) Peserta Tingkat Kab./Kota:
Tunggal maksimal maksimal 2 Pa dan
Putra, dan maksimal 2 Pi setiap
2 2
 Jurus kecamatan.
Pencak
1 Tunggal 3) Peserta Tingkat Provinsi:
Silat
Putri maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Pi setiap Kab./Kota.
4) Peserta Tingkat Nasional:2 Pa
dan 2 Pi setiap provinsi.

1 1  Solo Kreatif Pelaksanaan Tingkat Kabupaten

1) Peserta Tingkat kecamatan:


maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Pi setiap satuan pendidikan
 Kata
2) Peserta Tingkat Kab./Kota:
Perorangan
maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Putra dan
2 2 Pi setiap kecamatan.
 Kata
3) PesertaTingkat Provinsi:
2 Karate Perorangan
maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Putri
Pi setiap Kab./Kota.
4) Peserta Tingkat Nasional: 2 Pa
dan 2 Pi setiap provinsi

 Kumite + 50
1 1 Pelaksanaan Tingkat Kabupaten
kg

3 Voli 1 1 Tim Pelaksanaan Tingkat Kabupaten

4 Catur 2 2 Cepat Pelaksanaan Tingkat Kabupaten

5 Futsal 1 Tim Pelaksanaan Tingkat Kabupaten

6 Tenis Meja 2 2 Tunggal Pelaksanaan Tingkat Kabupaten

Trilomba, terdiri
atas Lari 60 M,
Atletik
7 1 1 Lompat Jauh dan Pelaksanaan Tingkat Kabupaten
Tolak Peluru
Cabang
No Putra Putri Nomor Keterangan
Olahraga
 100 Meter
Gaya Bebas
 50 Meter
Gaya Bebas
 100 Meter
Gaya Dada
8 Renang 2 2  50 Meter Pelaksanaan Tingkat Kabupaten
Gaya Dada
 50 Meter
Gaya
Punggung
 50 Meter
Gaya Kupu-
Kupu

9 Bulu Tangkis 1 1 Tunggal Pelaksanaan Tingkat Kabupaten

D. Sanksi Pelanggaran
1. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun
keabsahan fisik, dikenakan hukuman diskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
2. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN 2025,
maka akan didiskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
3. Pendamping yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi pendorong
hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan sanksi oleh panitia
penyelenggara.

20
E. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan
1. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat semua cabang olahraga harus
mempertimbangkan dengan penuh kesadaran seluruh risiko dari aspek keamanan dan
keselamatan mulai dari proses persiapan, sampai dengan pelaksanaan
perlombaan/pertandingan, menjunjung nilai-nilai fair play dan mengutamakan
keselamatan publik ketika berada di lapangan ataupun di lokasi kegiatan adalah sikap
utama yang seharusnya selalu ditunjukkan.
2. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat harus mengenakan perangkat keamanan dan
atau keselamatan yang sudah ditetapkan sesuai ketentuan pada masing-masing cabang
olahraga pada waktu persiapan dan pelaksanaan perlombaan/pertandingan.
3. Fail-Safe system sebagai kelengkapan standar sistem keamanan dan keselamatan.
4. Berikanlah informasi atau peringatan kepada lingkungan sekitar atas resiko yang
mungkin terjadi jika terjadi kesalahan.

21
BAB IV
KETENTUAN KHUSUS

Dengan memahami panduan ini diharapkan panitia dan semua pihak yang terlibat/terkait dapat
melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksanaan
O2SN-SMP dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semua
hal yang menyangkut penyelenggaraan ajang talenta yang diatur dalam panduan ini dapat
berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan kebijakan. Untuk itu, BPTI akan
memberitahukannya pada saat perubahan itu sudah ditetapkan, dan akan disampaikan
secepatnya melalui adendum atau melalui dokumen lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari
buku panduan ini.

22
BAB V
PENUTUP

Keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP ditentukan


oleh semua unsur dan berbagai pihak dalam melaksanakan kegiatan secara tertib, teratur,
penuh disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dengan demikian diharapkan O2SN-
SMP dapat memberikan manfaat untuk aktualisasi minat dan bakat di bidang olahraga serta
lebih luas dapat dimanfaatkan pengembangan ajang talenta bagi peserta didik berprestasi di
tingkat nasional dan internasional, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi emas
Indonesia tahun 2045. Dengan memahami panduan ini, diharapkan panitia dan semua pihak
yang terlibat/terkait dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya, sehingga
pelaksanaan O2SN-SMP dapat berjalan lancar dan sukses sesuai tujuan yang diharapkan

23
LAMPIRAN

KETENTUAN TEKNIS
PERLOMBAAN/PERTANDINGAN
CABANG OLAHRAGA
CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT

PENCAK SILAT

1. Persyaratan Peserta
Persyaratan Peserta Pencak Silat O2SN-SMP tahun 2025
a. Terdaftar sebagai siswa SMP kelas 7 atau 8 pada tahun Ajaran 2024/2025, saat
mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan, dan kabupaten.
b. Batas akhir usia peserta SMP adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2010.
c. Peserta seleksi tingkat Kabupaten adalah juara seleksi tingkat wilayah terdiri dari
6 (Enam) peserta (2 putra dan 2 putri) yang berjenjang ke Nasional dan (1 putra
dan 1 putri) tidak berjenjang yang diselenggaran di masing-masing wilayah
untuk mengikuti seleksi tingkat Kabupaten.
d. Atlet cabang olahraga pencak silat yang telah lolos proses pemeriksaan keabsahan
dari tim keabsahan O2SN- SMP Tahun 2025.
e. Peserta bukan merupakan atlet binaan khusus nasional, provinsi, kabupaten/kota
seperti PPLP, PPLDP, PPOP, SKO, SKO Provinsi dibuktikan dengan
pernyataan/pakta intergitas.
f. Peserta hanya bisa mengikuti 1 nomor lomba.

2. Peraturan Pertandingan
Peraturan Pertandingan yang digunakan pada O2SN-SMP tahun 2025 adalah
Peraturan Pertandingan Pencak Silat hasil Tahun 2022 untuk yang berjenjang ke
tingkat Nasional dan Peraturan Pertandingan O2SN-SMP tahun 2024 untuk tingkat
Kabupaten.

3. Peserta
Peserta Cabang Olahraga Pencak Silat O2SN-SMP tahun 2025 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 1. Rincian peserta cabang olahraga pencak silat
O2SN-SMP tahun 2025
No Babak Putra Putri Nomor Lomba
 Jurus Tunggal
2 2 Putra dan
Seleksi Tingkat Putri
1 Kabupaten  Solo Kreatif
1 1
Putra dan
Putri
 Jurus Tunggal
Seleksi Tingkat
2 2 2 Putra dan
Nasional
Putri

4. Nomor Pertandingan
Nomor yang dipertandingkan O2SN-SMP tahun 2025 yaitu Jurus Tunggal untuk yang
berjenjang ke Tingkat Nasional dan Solo Kreatif yang hanya dilombakan di Tingkat
Kabupaten..

5. Medali dan Piagam


Peserta juara tingkat Kabupaten:
a. Juara I : medali emas, piagam dan uang pembinaan.
b. Juara II : medali perak, piagam dan uang pembinaan.
c. Juara III : medali perunggu, piagam dan uang pembinaan.

6. Untuk diketahui Pengurangan Nilai (Berjenjang ke Nasional)


a. Pesilat atau senjata keluar lebih dari setengah batas frame akan dikurangi - 0,01
setiap kali keluar frame (batas layar kamera).
b. Setiap kali kamera zoom in atau zoom out atau mengikuti gerakan pesilat akan
dikurangi - 0,01.
c. Jika terdapat tulisan statis atau berjalan di dalam video akan dikurangi - 0,5.
d. Instruksi pelatih dibolehkan selama tidak berlebihan yang dapat mengganggu
proses penjurian.

e. Suara-suara/teriakan penonton/Supporter atau iringan musik yang terdapat di


dalam video akan dikurangi -0,01.

f. Peserta yang menggunakan aksesoris seperti gelang atau perlengkapan dalam


bentuk apapun di badan atau di tubuh akan dikurangi - 0,01.
7. Untuk diketahui Tata Cara Membuat Rekaman Video (Berjenjang ke Nasional)
Cara membuat video pertandingan pencak silat kategori tunggal O2SN-SMP tahun
2025 sebagai berikut:
a. Gerakan Jurus Tunggal dapat berupa video yang direkam di luar atau di dalam
ruangan.
b. Pencahayaan yang baik dan tidak bias/backlight, bila di dalam ruangan, gunakan
penerangan yang cukup di dekat arena penampilan.
c. Pesilat diwajibkan memakai matras. Bila tidak menggunakan matras akan di
diskualifikasi.
d. Posisi Pesilat wajib dalam kondisi 100% posisi tubuh di dalam layar dan posisi
kamera berada dalam posisi tengah (center), sesuaikan jarak kamera dengan
Pesilat, sehingga seluruh rangkaian gerak masuk dalam tampilan video (in
frame/batas layar kamera) dan Statis (tidak ada zoom in/zoom out & kamera tidak
mengikuti pergerakan Pesilat) dengan menggunakan penyangga kamera atau
tripot.
e. Rekaman video harus dilakukan ketika Pesilat sudah dalam posisi menghadap ke
kamera sejak posisi awal dengan diawali menunjukkan id card yang jelas.
f. Sebelum menampilkan jurus tunggal, Peserta menunjukkan ID Card yang
diunduh pada laman pendaftaran daring panitia pusat sampai terlihat jelas di
tampilan video (dicetak ukuran A4).
g. Video dikirim dengan minimal resolusi HD720 pixel.
h. Video dikirimkan tanpa ada edit video (misalnya tulisan, cahaya atau gerakan).
i. Semua video penampilan dibuat ke dalam link youtube serta menyematkan link
tersebut ke dalam laman unggah video pada masing-masing jenjang.

8. Untuk diketahui Seleksi Tingkat Provinsi


a. Pesilat mengirimkan 1 (satu) video Kabupaten/Kota, unggahan rekaman video
setiap Kabupaten/Kota.
b. Video peserta diunggah melalui akun youtube masing- masing peserta, pada
menu visabitilas pilih tidak publik. Selanjutnya link youtube video peserta
disematkan pada laman: [Link]
c. Cara mengunggah video dapat dilihat pada petunjuk unggah dan penyematan
video lomba.
d. Peserta diwajibkan mencantumkan keterangan/label Nama Pesilat dan Nama
Kab./kota, berikut format penamaan video untuk Pesilat putra dan putri:
Nama Sekolah, terdiri atas : Nama Pesilat#Putra/Putri#Kab./Kota
Contoh: Rafif#Putra#Kab. Bondowoso
e. Pada tingkat Provinsi video yang akan diseleksi adalah video hasil pemenang dari
tingkat Kabupaten dan video harus di unggah ulang.

9. Untuk diketahui Seleksi Tingkat Nasional


a. Pesilat mengirimkan 1 (satu) video Provinsi, unggahan rekaman video setiap
Provinsi diwajibkan mencantumkan keterangan/label Nama Pesilat dan Nama
Provinsi, berikut format penamaan video untuk Pesilat putra dan putri.
Nama Sekolah, terdiri atas : Nama Pesilat#Putra/Putri#Provinsi
Contoh: Rafif#Putra#Prov. Jawa Timur
b. Apabila pengiriman video tidak mengikuti sesuai Panduan Teknis O2SN-SMP
Tahun 2025 atau terjadi kesalahan tersebut atau tidak dapat dibuka/diputar maka
kesalahan tersebut menjadi tanggungjawab peserta/pengirim.
c. Jika pada saat pendaftaran peserta berakhir, terdapat Provinsi yang tidak
mengunggah video, maka dinyatakan tidak mengikuti kegiatan ini.

10. Sistem Pertandingan


a. Pada pertandingan tingkat kabupaten akan menggunakan sistem gugur.
b. Dimulai dari babak penyisihan sampai kebabak final.
c. Pada Babak Final tingkat kabupaten akan terpilih Juara I, Juara II, Juara III..
d. Pengundian akan disaksikan oleh Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan, Dewan
Juri, dan Peserta.
e. Waktu dihitung saat Pesilat memulai gerakan awal jurus dan berakhir pada saat
Pesilat menyelesaikan rangkaian gerakan jurus.

11. Delegasi Teknik


a. Untuk membantu kelancaran pelaksanaan pertandingan akan ditetapkan 1 (satu)
orang Delegasi Teknik (Technical Delegate) yang ditunjuk oleh PB. IPSI.
b. Dalam melaksanakan tugasnya, Delegasi Teknik akan dibantu oleh seorang
Dewan Hakim.
12. Penjurian
Penjurian dalam pertandingan Pencak Silat O2SN-SMP tahun 2025, akan
dilaksanakan oleh Wasit-Juri yang telah mempunyai sertifikat Wasit-Juri Pencak
Silat Minimal Kualifikasi Tingkat III dari masing-masing daerah dan dibantu oleh
Wasit-Juri daerah yang

13. Peraturan Pertandingan Cabang Olahraga Pencak Silat

a. Jurus Tunggal
Nomor yang dipertandingkan O2SN-SMP tahun 2025 yaitu jurus tunggal. Jurus
tunggal adalah kategori yang menampilkan seorang Pesilat memperagakan
kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap,
penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan bersenjata serta tunduk kepada
ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori tunggal.
1) Peraturan Khusus Kategori Jurus Tunggal
 Tunggal Putra
 Tunggal Putri

2) Perlengkapan Bertanding
Pakaian:
a) Pakaian Pencak Silat model standar, warna bebas dan polos, tidak boleh
berenda.
b) Memakai ikat kepala (jilbab bukan merupakan ikat kepala) dan kain
samping.
c) Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. Boleh
memakai badge IPSI di dada sebelah kiri dan badge daerah disebelah
kanan.
Senjata:
a) Golok atau parang: terbuat dari logam, tidak tajam dan runcing dengan
ukuran 20 cm s.d. 30 cm.

b) Tongkat: terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara 100 cm s.d.
150 cm, dengan garis tengah 1,5 cm s.d.2,5 cm.
b. Solo Kreatif
1) Solo kreatif adalah penampilan koreografi berdurasi 1(satu) sampai 3
(tiga) menit yang dibawakan oleh satu orang pesilat.
2) Penampilan harus disertai dengan senjata nusantara.
3) Senjata bilahnya harus tumpul, runcingnya tidak tajam dan sesuai
denganukurannya.
4) Iringan musik dengan menggunakan MP3.
 Penilaian Solo Kreatif
Dalam penilaian penampilan peserta, Juri akan mengevaluasi
penampilanberdasarkan hal-hal sebagai berikut :
1) Teknik serang bela, terdiri atas :
a) Kualitas teknik
b) Kekayaan teknik
c) Ketrampilan dan kreatifitas
d) Logika
2) Kemantapan, terdiri atas :
a) Keserasian
b) Ketrampilan penggunaan senjata
c) Tenaga dan stamina
3) Penjiwaan yang tediri dari ekspresi gerakan
Penampilannya dnilai dari pukulan gong pertama hingga gerakan
terakhir seperti yang tertera pada sinopsis. Pelatih harus
menyerahkan formulir sinopsissebelum acara dimulai.
 Senjata
Sejata boleh menggunakan golok dan toya yang ukurannya disesuaikan
untuk kategori Tunggal Wajib. Selain senjata golok dan toya, ada senjata
tambahan nusantara untuk kategoriSolo Kreatif yaitu:
14. Tahapan Pertandingan
a. Dimulai dari undian dalam rapat teknik melalui virtual.
b. Menggunakan sistim gugur.
c. Jumlah peserta ditetapkan oleh rapat antara Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan,
dan Dewan Juri serta disampaikan kepada peserta pada rapat teknik.
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan pertandingan ini akan ditentukan
kemudian melalui rapat teknik.

Penutup
Keberhasilan penyelenggaraan O2SN-SMP Tahun 2025 ditentukan oleh semua unsur yang
berkepentingan dalam melaksanakan kegiatan secara tertib, teratur, penuh disiplin dan rasa
tanggung jawab yang tinggi.
Dengan memahami panduan teknis ini diharapkan panitia penyelenggara, peserta dan
pihak-pihak terkait dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan
O2SN-SMP tahun 2025 ini mencapai hasil secara optimal.
Apabila terdapat perubahan maka panitia penyelenggara akan menyampaikannya melalui
surat keputusan tambahan, adendum atau aturan tambahan. Seluruh keputusan panitia
penyelenggara yang tercantum di dalam panduan teknis di atas adalah mutlak dan tidak
dapat diganggu gugat.
Semoga panduan ini dapat dijadikan acuan sehingga kegiatan O2SN-SMP dapat terlaksana
dengan baik, efektif dan efisien.
CABANG OLAHRAGA KARATE

KARATE
15. Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta Karate O2SN-SMP tahun 2025 sebagai berikut:
a. Pada saat pendaftaran mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan dan
kabupaten, peserta terdaftar sebagai siswa kelas 7 atau 8 pada Tahun Ajaran
2024/2025.
b. Batas akhir usia peserta SMP adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2010 atau
sesudahnya. Apabila peserta didik yang bersangkutan masih duduk di kelas 8
SMP namun lahir sebelum tanggal 1 Januari 2010, maka peserta didik yang
bersangkutan tidak dapat mengikuti O2SN-SMP 2025.
c. Peserta merupakan anggota perguruan dibawah naungan PB FORKI.
d. Bukan binaan dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), Pusat
Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD), Pusat Pelatihan Olahraga
Pelajar (PPOP), dan DIKLAT/Sekolah Khusus Olahraga (SKO).
e. Peserta bukan merupakan juara (juara I, II, dan III bersama, baik perorangan
maupun beregu) pada semua nomor pertandingan di:
1) Kejuaraan Karate Internasional SEAKF (Asia Tenggara), AKF (Asia) dan
WKF (Dunia) yang terakhir.
2) Kejuaraan Nasional Karate PB FORKI yang terakhir.
3) Juara O2SN SMP Tingkat Nasional tahun sebelumnya.
f. Bagi atlet yang pindah perguruan tidak diperbolehkan bertanding kecuali telah
selesai masa skorsing selama 2 tahun untuk tidak bertanding sesuai AD-ART PB
FORKI Pasal 7 Tentang Perpindahan Perguruan “karateka yang pindah dari
perguruan asalnya ke perguruan barunya, mengundurkan diri/berhenti atau
diberhentikan dari perguruan asalnya, tidak dapat mewakili Perguruan Karate
barunya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan FORKI dalam jangka waktu 2 (dua)
tahun terhitung sejak dibuatnya surat perpindahannya, surat pengunduran diri
atau surat pemberhentian dari perguruan asalnya”.
g. Peserta seleksi tingkat Kabupaten adalah juara seleksi tingkat wilayah terdiri dari
6 (Enam) peserta (2 putra dan 2 putri) yang berjenjang ke Nasional dan (1 putra
dan 1 putri) tidak berjenjang yang diselenggaran di masing-masing wilayah
untuk mengikuti seleksi tingkat Kabupaten.
h. Peserta seleksi tingkat nasional adalah juara 1 dan 2 pada seleksi tingkat Provinsi
yang terdiri dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri).
i. Peserta telah lolos proses pemeriksaan keabsahan dari Tim Keabsahan O2SN-
SMP tahun 2025.
j. Peserta hanya bisa mengikuti 1 nomor lomba

16. Peserta Pertandingan


Peserta pertandingan Cabang Olahraga Karate O2SN-SMP Tahun 2025 dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 1. Rincian peserta cabang olahraga karate
O2SN SMP tahun 2025

No Babak Putra Putri Nomor Lomba


 Kata Perorangan Putra
2 2
Seleksi Tingkat  Kata Perorangan Putri
1
Kabupaten  Kumite Perorangan Putra
1 1
 Kumite Perorangan Putri
2 Seleksi Tingkat  Kata Perorangan Putra
2 2
Nasional  Kata Perorangan Putri

17. Peraturan Pertandingan

Peraturan Pertandingan yang digunakan pada O2SN-SMP tahun 2025 adalah


Peraturan Pertandingan Karate tahun 2024 untuk tingkat Kabupaten.

18. Pakaian Peserta


a. Peserta boleh mengenakan karate-gi berwarna putih polos atau stripe merah - biru
yang tidak bercorak & tanpa berisi bordiran pribadi. Lambang Provinsi dipakai
pada dada kiri karate- gi dan ukuran keseluruhannya tidak boleh melebihi 12 cm
x 8 cm;
b. Karate-gi bagian atas, ketika diikat diseputar pinggang dengan sabuk, harus
memiliki panjang minimum yang menutupi/meliputi pinggul, tapi tidak boleh
melebihi dari ¾ panjang paha. Untuk wanita, mengenakan kaos putih polos di
dalam karate-gi;
c. Panjang maksimum lengan karate-gi tidak boleh melebihi/melewati lekukan
pergelangan tangan dan tidak boleh lebih pendek daripada setengah dari lengan
(siku), lengan karate-gi tidak diperkenankan untuk digulung;
d. Celana harus cukup panjang untuk menutupi sekurang- kurangnya ⅔ dari tulang
kering dan tidak boleh mencapai di bawah tulang mata kaki dan tidak boleh
digulung;
e. Peserta harus menjaga rambutnya agar tetap bersih dan dipangkas rapi sampai
batas yang tidak mengganggu penampilan Kata. Hachimaki (ikat kepala) tidak
diizinkan. Satu atau dua buah tali rambut berbahan karet untuk mengikat satu
ikatan rambut/poni diizinkan;
f. Peserta diperbolehkan mengenakan penutup kepala wajib atas alasan keagamaan
(hijab) sesuai jenis yang ditentukan oleh WKF. Berwarna hitam polos &
menutupi rambut tapi tidak menutupi daerah tenggorokan;

Gambar 1. Penutup Kepala


g. Peserta tidak diizinkan memakai kacamata. Lensa kontak lunak (soft contact
lenses) dapat dikenakan dengan resiko ditanggung sendiri oleh peserta;
h. Memakai pakaian dan menggunakan perlengkapan di luar standar WKF adalah
dilarang.
19. Untuk Diketahui Skenario Pertandingan
a. Ketentuan Pertandingan Tingkat Nasional
1) Format Video
Peserta Karate O2SN SMP/MTs/Sederajat tahun 2025 wajib mengirimkan 4
(empat) video KATA dengan format sebagai berikut.

Tabel 2. Format penamaan video untuk peserta karate O2SN


SMP/MTs/Sederajat tahun 2025
SD/MI
 Nama_ Provinsi _Namakatawkf#1
 Nama_ Provinsi _Namakatawkf#2
 Nama_ Provinsi _Namakatawkf#3
 Nama_ Provinsi _Namakatawkf#4

2) Peserta mengenakan Sabuk Karate Sesuai Tingkatan masing-masing.


3) Wajib Hormat sebelum dan sesudah memainkan kata.
4) Tempat pengambilan video dilakukan di dalam ruangan tertutup dengan area
yang datar/rata dan cukup untuk memainkan KATA dengan pencahayaan
yang baik.
5) Kualitas video minimial memiliki kualitas HD720p tanpa ada pengeditan
(efek suara, musik, cutting, kecepatan video).
6) Posisi Kamera/Pengambilan Video tidak menghadap cahaya, posisikan
kamera di depan penampil KATA, pastikan jarak yang digunakan untuk
mengambil video sudah dapat men-cover seluruh area dan Penampilan
KATA.
7) Kamera harus dalam keadaan statis dan memiliki tinggi yang cukup kira-kira
1-1.5 M.
8) Saat pengambilan video (gambar) posisi kamera/HP yang mengambil
gambar berada posisi bentang datar (landscape), bukan posisi potret
(portrait). Direkomendasikan menggunakan tripod untuk menghasilkan
angel/sudut 3D yang akurat.
Posisi Kamera/HP:

Gambar 2. Posisi kamera/HP saat pengambilan video (gambar)

9) Pada saat pengambilan video dalam keadaan tenang tanpa adanya gangguan
suara (suara binatang, kendaraan, hujan, dsb).
10) Sebelum menampilkan Kata, peserta menyebutkan nomor video, Contoh:
(Video 1), kemudian menyebutkan Nama dan Provinsi sambil menunjukkan
ID Card yang diunduh pada laman pendaftaran daring panitia pusat sampai
terlihat jelas di tampilan video (dicetak ukuran A4 berwarna).
11) Tidak diperbolehkan menambahkan logo sponsor atau mitra lainnya dalam
bingkai video dalam bentuk apapun.
12) Wajib mengirimkan video terbaru.
13) Video peserta diunggah melalui akun youtube masing-masing peserta, pada
menu visibilitas pilih tidak publik. Selanjutnya link youtube video peserta
disematkan pada website O2SN SMP/MTs/Sederajat. Cara mengunggah
video dapat dilihat pada petunjuk unggah dan penyematan video lomba.

b. Sistem Pertandingan Tingkat Nasional


1) Pertandingan dilaksanakan oleh PB FORKI, dipimpin oleh Technical
Delegate, MLP, Dewan Wasit dan Juri PB FORKI yang ditetapkan melalui
Surat Tugas PB FORKI.
2) Pertandingan menggunakan system Repechage. Pada Babak Penyisihan
dengan Reperchage para peserta dibagi dalam 2 pool dimana pada masing-
masing pool para peserta dipertandingkan satu sama lain (Bagan
Pertandingan Head To Head) hingga pemenang dari masing-masing pool
lolos ke babak Final. Mereka yang kalah dari kedua finalis selanjutnya akan
membentuk 2 pool baru dan bertanding hingga tersisa 2 (dua) peserta di
masing-masing pool untuk saling bertanding memperebutkan 2 (dua) medali
perunggu.
3) Jika terdapat Babak ke 5 maka Pelatih memilih Video Kata yang sudah
dimainkan pada Babak 1, 2 dan 3 (Tidak boleh mengulang Video Kata yang
dimainkan pada babak 4). Pelatih wajib mengikuti penilaian secara daring
untuk menentukan nomor video yang akan ditampilkan untuk setiap babak.
(Jika tidak ada konfirmasi Pelatih pada saat penilaian, maka Panitia akan
menampilkan Video KATA sesuai urutan Video yang dikirim peserta).
4) Hasil suatu pertandingan didasarkan pada point yang diberikan oleh 5 (lima)
dari 7 (tujuh) Juri dengan menghilangkan skor tertinggi dan terendah.
5) Bila total nilanya sama pemenang adalah peserta yang mempunyai skor
tertinggi ketika memasukan juga skor terendah yang diperoleh dalam
penilaian Video yang ditampilkan diantara keduanya (Hasil diberikan oleh 6
(enam) dari 7 (tujuh) juri).
6) Apabila nilainya masih sama setelah memasukan skor terendah,
pemenangnya adalah peserta yang mempunyai skor tertinggi hasil dari
penjumlahan seluruh skor yang diperoleh dalam penilaian video diantara
keduanya (Hasil yang diberikan oleh ke 7 (tujuh) Juri).
7) Jika skor sama setelah ke 7 (tujuh) juri dimasukan, pemenangnya adalah yang
mendapat suara terbanyak sebagai pemenang dari ke 7 (tujuh) Juri.

c. Penilaian Pertandingan Tingkat Nasional


1) Penilaian Video KATA mengacu kepada Peraturan Pertandingan KATA
Resmi (WKF Rule Of Competition), dengan kriteria:
a) Kuda – kuda
b) Teknik – teknik
c) Transisi gerakan
d) Ketepatan waktu dan keselarasan
e) Pernafasan yang benar
f) Fokus (kime)
g) Kesesuaian: konsisten dalam penampilan kihon sesuai aliran (Ryu-ha)
dari Kata yang dimainkan
h) Kekuatan
i) Kecepatan
j) Keseimbangan
2) Penilaian Video KATA Putra dan KATA Putri menggunakan 7 (tujuh) Juri
KATA yang memiliki License KATA minimal Juri A Nasional FORKI.
3) Penilaian video peserta akan dilakukan oleh para juri dalam 1 (satu) tempat
dan ditayangkan secara langsung (streaming).

20. Penghargaan Tingkat Kabupaten

No. Kategori Emas Perak Perunggu Total


1 Jurus tunggal putra 1 1 1 3
2 Jurus tunggal putri 1 1 1 3
5 Solo kreatif putra 1 1 1 3
6 Solo kreatif putri 1 1 1 3
Total Medali 4 4 4 12

21. Untuk diketahui Diskualifikasi Tingkat Nasional


Diskualifikasi diberlakukan bagi peserta apabila:
a. Video tidak bentang datar (landscape).
b. Video tidak bisa dibuka oleh panitia saat penilaian
c. Hijab untuk Peserta Putri tidak sesuai dengan peraturan WKF (World Karate
Federation), sebagaimana pada poin „3‟ tentang Pakaian Peserta.
d. Untuk peserta Putri Warna kaos bukan warna Putih.
e. Tidak mengikuti peraturan WKF (World Karate Federation)

22. Protes
Tidak ada protes terhadap penilaian dari panel juri.

23. Lain-lain
Selama Kegiatan Penilaian Video O2SN Tahun 2025, dari Babak Penyisihan sampai
dengan Babak Final, tidak dibenarkan berada di tempat penilaian Juri, selain:
a. Bagan Pertand Pejabat Kemendikbudristek;
b. Pejabat PB FORKI;
c. Technical Delegate;
d. Dewan Hakim & Dewan Wasit;
e. Juri;
f. Tim Administrasi Pertandingan; dan
g. Tim Aplikasi Web Puspresnas.
24. Bagan Pertandingan Tingkat Nasonal
Gambar 3. Bagan Pertandingan KATA

25. Perangkat Pertandingan Tingkat Nasional


a. Panitia harus menyediakan tempat/ruangan yang cukup untuk perangkat
pertandingan, yaitu:
1) Technical Delegate 1 orang
2) MLP (Dewan Hakim) 1 orang
3) Dewan Wasit 1 orang
4) Juri 12 orang
5) Operator Video 1 orang
6) Operator Scoring 1 orang
7) Teknisi & Pencatat Score 1 orang

b. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk penilaian video:


1) Jaringan Internet yang kuat/bagus.
2) Laptop 5 unit (terinstal Program Pertandingan).
3) Tablet 10 Unit (terinstal Program Skoring Pertandingan).
4) Kamera webcam 2 Unit & Tripod.
5) Layar Monitor TV ukuran besar 3 unit sebagai sarana menampilkan video
KATA dan tampilan streaming.
6) Printer dan ATK.
7) Instalasi Jaringan dan Listrik.
List KATA WKF

12. Penutup
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan
ditentukan kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan
apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai
dengan harapan kerja sama agar pertandingan karate pada O2SN Tahun
2025 terlaksana dengan lancar.
CABANG OLAHRAGA BOLA VOLI

A. KETENTUAN UMUM
1. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.

2. Pertemuan Teknik (technical meeting)


Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian.
Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan
membahas teknis dan skema pertandingan.

3. Nomor Yang Dipertandingkan


1) Tim Putra
2) Tim putri

B. KETENTUAN KHUSUS
1) Peserta
a. Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan
b. Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan.
c. Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
d. Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
e. Pemain yang telah disahkan pada Technical Meeting tidak dapat diganti
kembali.
f. Setiap kontingen mengirim 1 (satu) tim peserta putra, dan 1 (satu) tim
peserta putri.

2) Sistem Pertandingan
a. Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur.
b. Kompetisi babak penyisihan sampai dengan final menggunakan dua
kemenangan/two winning set.
c. Peraturan permainan menggunakan peraturan yang berlaku dan
peserta dianggap telah mengetahui/memahami.

3) Perangkat Pertandingan
a. Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi, dengan
ketentuan:
1. Wasit ditetapkan oleh Panitia.
2. Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
3. Keputusan wasit mengikat.
4. Wasit berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan Wasit bersifat final.

b. Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus
membantu wasit/Technical Delegate dan aturan, maka akan menunjuk
2 orang Pengawas Pertandingan.

c. Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan.
Technical Delegate dan Wasit ditetapkan oleh panitia O2SN.

d. Petugas lainnya
1. Dewan Hakim adalah Technical Delegate / koordinator
pertandingan.
2. Wasit
3. Match control
4. Wasit/hakim servis
5. Hakim garis

4) Gangguan Pertandingan
1. Lapangan rusak/becek
2. Bocor dan air masuk lapangan
3. Listrik padam

5) Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan
kepada Wasit oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada
saat pertandingan masih berjalan.

6) Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/skorsing tidak diperkenankan mengikuti
kejuaraan yang resmi.

7) Tata tertib di lapangan


1. Ketentuan Bertanding
a. Jadwal yang tertera dalam buku acara menjadi dasar
dilaksanakannya suatu pertandingan (match), namun pertandingan
dapat maju atau mundur karena terjadi WO dan lain sebagainya.
b. Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit
sebelum jadwal pertandingannya.
c. Peserta wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
d. Pemain yang pada gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah
di panggil 3 kali dalam waktu 5 menit tidak hadir dinyatakan
kalah/WO.
e. Peserta yang belum dipanggil untuk bertanding tidak
diperkenankan memasuki lapangan.
f. Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk
dimulainya pertandingan.
g. Bila terjadi gangguan Wasit berhak menunda dan memindahkan ke
tempat lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai
h. Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil actual yang
didapat sebelum pengunduran diri karena cedera.

2. Score System
a. Pertandingan menggunakan Score 25, Rally Point.
b. Apabila kedudukan 24 sama, maka yang memperoleh 2 angka
berturut- turut sebagai pemenang.

3. Interval
a. pelatih/pendamping untuk mendapatkan instruksi.
b. Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada),
pemain berhak istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan
pelatih diperbolehkan mendatangi pemain untuk memberikan
instruksi.

4. Cedera
a. Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak
diberikan waktu perwatan pemulihan, apabila tidak dapat
melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah kecuali terjadi
pendarahan.
b. Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang
diperkenankan masuk lapangan kecuali atas izin Wasit.

5. Perlengkapan Pertandingan
a. Karpet lapangan
b. bola
c. Kursi wasit dan hakim garis
d. Meja TD, Wasit, Match Control dan medis
e. Sound System
f. Scoring system

6. Seragam Pertandingan
a. Pakaian tanding harus diberi nama atlet dan asal daerah di bagian
belakang, tidak boleh menggunakan identitas klub.
b. Pelatih yang mendampingi pemain dilapangan harus berpakaian
olahraga (training suit) dan memakai sepatu.
7. Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting

C. MEDALI YANG DIBUTUHKAN


Nomor Emas Perak Perunggu Total
Tim Putra 9 9 9 27

Tim Putri 9 9 9 27

Total Medali 18 18 18 54

D. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja
sama agar pertandingan bola voli pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan
lancar.
CABANG OLAHRAGA CATUR

A. Kategori Pertandingan.
Perorangan

B. Ketentuan dan Persyaratan


1. Peserta SMP
a. Peserta O2SN SMP 2025 adalah siswa Peserta didik kelas 7, 8 yang akan
disinkronkan dengan Dapodik saat screening.
b. Perwakilan tingkat Wilayah Bina (WILBI) merupakan atlet terbaik hasil
seleksi antar SMP pada wilayah bina (WILBI) masing-masing.
c. Belum Pernah menjadi juara 1, 2, dan 3 O2SN SMP tingkat Nasional
tahun sebelumnya.
d. Belum Pernah menjadi juara 1, 2, dan 3 lomba/pertandingan tingkat
internasional resmi mengacu pada masing-masing cabang olahraga.
e. Peserta didaftarkan oleh masing-masing WILBI dengan melampirkan :
1. Foto copy rapot, akte kelahiran dan kartu keluarga yang telah di
legalisir oleh kepala sekolah yang bersangkutan.
2. Surat keterangan dari Kepala Sekolah, yang menyatakan bahwa
yang bersangkutan adalah benar masih duduk di bangku Sekolah
Menengah Pertama (SMP) dan screenshoot dapodik.
3. Pas foto terbaru berwarna ukuran 3x 4 sebanyak 4 (empat) lembar.
4. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau terdaftar di
dapodik
f. Pada saat screening Daftar peserta lomba akan disinkronkan dengan
dapodik oleh petugas screening.
g. Format pendaftaran beserta lampirannya dimasukan ke dalam map
warna biru.
h. Peserta yang sudah didaftarkan, setelah screening tidak boleh diganti.
i. Surat Tanda Terima screening merupakan bukti keabsahan peserta.

C. Sistem Pertandingan.
Sistem Pertandingan menggunakan Sistem Swiss 4 Babak dengan Kontrol
Waktu Pikir 60 Menit dimulai dari langkah 1. Penentuan Pairing menggunakan
Program Swiss Manager Versi Terbaru.

D. Peraturan Pertandingan
1. Pertandingan Menggunakan Software Sistem Swiss Manager
2. Pemain yang memegang BUAH PUTIH wajib membawa CATUR
3. Membawa jam catur (jika ada)
4. Buah yang sudah DIPEGANG/DISENTUH wajib dijalankan
5. Open Skak 1x dapat peringatan, 2x dinyatakan KALAH.
6. Ilegal Move 1x dapat peringatan, 2x dinyatakan KALAH.
7. Irrugularity 1 s/d 2x dapat peringatan, 3x dinyatakan KALAH.
8. Pada saat waktu petunjuk jam habis ( 0 Menit ) dan terjadi posisi skak mat
dinyatakanmenang.
9. Jika salah satu pemain hanya memiliki Raja dengan Kuda, Atau Raja dengan
Gajah,atau Raja Sendirian maka pemegang posisi ini dinyatakan “REMIS“
10. Buah yang sudah terlanjur melangkah ( sudah lepas dari tangan )
dinyatakan sebagaiLangkah sah (TIDAK BISA DIULANG)
11. Jika Pion Promosi sudah mencapai pada petak akhir dan lupa menukarkan
dengan buah promosi, maka wajib menjadi Mentri.
12. Jika dalam 10 langkah permainan sudah berjalan, maka tidak ada lagi
tuntutan kesalahan dalam posisi buah (salah pasang dll). Permainan Tidak
dapat di ulang dan tidak dapat ditukar posisi semestinya.
13. Jika dalam 20 langkah (hitungan 20x), bangunan Struktur permainan
berimbang dan tidak ada pemukulan buah/bidak lawan permainan
dinyatakan “REMIS”.
14. Dilarang menghidupkan alat elektronik ( HP, Dll)

Note :
1x peringatan, lawan bermainnya mendapatkan tambahan waktu 2 menit. 2x
peringatan dinyatakan KALAH.
Buchholz/Solkof : akumulasi dari semua poin-poin dari lawan bertanding
Sonneborn Burger
: Jumlah Poin lawan x 1 jika menang, x ½ Jika remis, x 0 jika
kalah ProgresiveSkor : Komulatif poin sendiri jika menang + 1,
Jika remis + ½, Jika Kalah + 0

E. Penentuan Juara
1. Sekor dihitung berdasarkan poin kemenangan. Menang 1 poin, Remis ½
poin dan Kalah 0 poin.
2. Penentuan peringkat Perorangan berdasarkan akumulasi poin kemenangan.
Apabila pada peringkat akhir terdapat pemain yang memperoleh jumlah
poin kemenangan yang sama, maka penentuan peringkat akan ditentukan
melalui Tie-break berikut:
 Direct Encounter (Hasil pertemuan antar pemain di dalam kelompok
nilai yang sama).
 Buchholz tie-break (variable dengan parameter)
 Sonneborn-Berger-Tie-Break
 Fide Tie-Break (Progressive Score)

F. Tempat Pertandingan
Adapun untuk tempat pertandingan cabang olahraga catur itu sendiri akan
dilaksanakan di SMPN 02 Rangkasbitung, Jl. Dewi Sartika No.34, Muara Ciujung
Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314.
G. Run Down Acara
Tanggal Waktu Jenis Kegiatan
Jam 08:00 – s.d
selesai Upacara Pembukaan O2SN Tahun 2025
Jam 11:00 – 12:00 Teknis Pertandingan (Technical Meeting)
Hari Pertama
Jam 12:00 – 13:00 Istirahat
Jam 13:00 – 14:00 Babak 1
Jam 14:10 – 15:10 Babak 2
Jam 09:00 – 10:00 Babak 3
Hari Ke-Dua Jam 10:10 – 11:10 Babak 4
Jam 12:20 – s.d
Pengumuman juara sekaligus penutupan
selesai
CABANG OLAHRAGA SEPAK FUTSAL

1. KETENTUAN UMUM
a. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Screening
Waktu dan tempat screening akan ditentukan kemudian. Pertemuan
screening wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas
teknis dan skema pertandingan.

c. Tehnik (technical meeting)


Waktu technical meeting dilakukan sehari sebelum pelaksanaan
perlombaan, dan tempat akan ditentukan kemudian. Pertemuan technical
meeting wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, akan membahas teknis
dan skema pertandingan

2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
5) Pemain yang disahkan di Technical Meeting tidak dapat diganti kembali.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) tim peserta putra.

b. Sistem Pertandingan
1) Kompetisi dilakukan dengan setengah kompetisi.
2) Terbagi dalam 2 grup A dan B.
3) Tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya juara grup dan runner up
grup.
4) Jika point sama maka akan di lihat dari head to head, jika head to head
sama di lihat dari selisih goal.

c. Perangkat Pertandingan
1) Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN, dengan ketentuan:
(1) Wasit ditetapkan oleh Panitia.
(2) Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
(3) Keputusan wasit mengikat.
(4) Wasit berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan wasit bersifat final.

2) Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus
membantu wasit/Technical Delegate dan aturan, maka akan menunjuk
2 orang Pengawas Pertandingan.

3) Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan.
Technical Delegate dan Wasit ditetapkan oleh panitia O2SN.

4) Petugas lainnya
a. Dewan Hakim adalah Technical Delegate / koordinator
pertandingan.
b. Coreferee
c. Wasit/hakim servis
d. Hakim garis

d. Gangguan Pertandingan
1) Lapangan rusak/becek
2) Bocor dan air masuk lapangan
3) Listrik padam

e. Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan
kepada Wasit oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada
saat pertandingan masih berjalan.

f. Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/skorsing tidak diperkenankan mengikuti
pertandingan selanjutnya.

g. Tata tertib di lapangan


1) Ketentuan Bertanding
a. Setiap tim terdiri dari 5 orang pemain inti, 5 pemain cadangan, 1
official dan pelatih
b. Hanya pemain yang telah terdaftar yang dapat mengikuti
pertandingan
c. Wajib membawa dan memakai Jersey/kaos team masing-masing
dilengkapi nomor punggung
d. Wajib menggunakan sepatu futsal
e. Wajib menggunakan kaos kaki panjang dan skin deker pelindung
betis
f. Tidak boleh menggunakan aksesoris yang membahayakan dan
memancing keributa.
g. Jika ada yang dilanggar maka akan dikenakan sanksi.
h. Peserta yang diperbolehkan bermain hanya siswa aktif.

2) Ketentuan Umum
a. Jumlah pemain minimal dalam 1 tim pada saat kick off yaitu 3
orang, jika kurang dari itu dianggap walk out.
b. Penggantian pemain harus dilakukan di area pergantian pemain
yang telah ditentukan.
c. Sistem pergantian pemain menggunakan sistem bebas tanpa harus
meminta instruksi wasit.
d. Tendangan kedalam dari bola out (kick In) harus dilakukan pada
keadaan bola diam diatas garis dalam waktu 4 detik dan posisi kaki
penendang bebas.
e. Penjaga gawang tidak boleh memegang bola lebih dari 4 detik, jika
dilakukan akan dikenakan sanksi tendangan bebas tidak langsung
untuk tim lawan dari luar kotak penalty.
f. Seorang kiper tidak boleh memegang bola yang diumpan dari kaki
teman satu timnya, Terkecuali sudah menyentuh pemain lawan. jika
dilakukan maka diberikan sanksi tendangan bebas tidak langsung
untuk lawan.
g. Setiap pelanggaran diberikan hukuman tendangan bebas langsung
maupun tidak langsung oleh wasit sesuai dengan keadaan di
lapangan
h. Jika terjadi pelanggaran akumulasi ke 6 dalam satu babak maka
dihukum dengan tendangan bebas langsung dari titik pinalti kedua.
i. Pemain yang bermain kasar dan berbahaya akan diberikan
peringatan serius oleh wasit berupa sanksi kartu kuning maupun
kartu mera.
j. Jika salah seorang pemain terkena kartu merah maka pemain
pengganti harus menunggu selama 2 menit untuk menggantikan
posisinya kecuali sebelum itu tim lawan mencetak gol.

3) Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting
3. MEDALI YANG DIBUTUHKAN
Nomor Emas Perak Perunggu Total
Tim Putra 10 10 10 20

Total Medali 10 10 10 20

4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja
sama agar pertandingan futsal pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan
lancar.
CABANG OLAHRAGA TENIS MEJA

A. KETENTUAN UMUM
a. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)


Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian.
Pertemuan Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan
membahas teknis dan skema pertandingan.

c. Nomor Yang Dipertandingkan


1. Tunggal Putra
2. Tunggal Putri

B. KETENTUAN KHUSUS
a) Peserta
a. Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan
b. Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan.
c. Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
d. Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
e. Pemain yang telah disahkan pada Technical Meeting tidak dapat diganti
kembali.
f. Setiap kontingen mengirim 1 (satu) peserta putra, dan 1 (satu) peserta
putri.

b) Sistem Pertandingan
1. Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur
2. Babak perempat final, semifinal dan final dilaksanakan dengan sistem
gugur.
3. Peraturan permainan menggunakan peraturan ITTF

c) Perangkat Pertandingan
1. Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi, dengan
ketentuan:
a. Wasit ditetapkan oleh Panitia.
b. Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
c. Keputusan wasit mengikat.
d. Wasit berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan Wasit bersifat final.

2. Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus
membantu wasit/Technical Delegate dan aturan, maka akan menunjuk
2 orang Pengawas Pertandingan.

3. Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan.
Technical Delegate dan Wasit ditetapkan oleh panitia O2SN.

4. Petugas lainnya
a) Dewan Hakim adalah Technical Delegate / koordinator
pertandingan.
b) Wasit
c) Match control
d) Wasit/hakim servis
e) Hakim garis

d) Gangguan Pertandingan
1. Lapangan rusak/becek
2. Bocor dan air masuk lapangan
3. Listrik padam

e) Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan
kepada Wasit oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada
saat pertandingan masih berjalan.

f) Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/skorsing tidak diperkenankan mengikuti
kejuaraan yang resmi.
g) Tata tertib di lapangan
1. Ketentuan Bertanding
a. Jadwal yang tertera dalam buku acara menjadi dasar
dilaksanakannya suatu pertandingan (match), namun pertandingan
dapat maju atau mundur karena terjadi WO dan lain sebagainya.
b. Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit
sebelum jadwal pertandingannya.
c. Peserta wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
d. Pemain yang pada gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah
di panggil 3 kali dalam waktu 5 menit tidak hadir dinyatakan
kalah/WO.
e. Peserta yang belum dipanggil untuk bertanding tidak
diperkenankan memasuki lapangan.
f. Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk
dimulainya pertandingan.
g. Bila terjadi gangguan Wasit berhak menunda dan memindahkan ke
tempat lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai.
h. Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil actual yang
didapat sebelum pengunduran diri karena cedera.

2. Score System
a. Pertandingan menggunakan Score 1 1, Rally Point.
b. Apabila kedudukan 10 sama, maka yang memperoleh 2 angka
berturut- turut sebagai pemenang.

3. Interval
Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada), pemain
berhak istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan pelatih
diperbolehkan mendatangi pemain untuk memberikan instruksi.

4. Cedera
a. Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak
diberikan waktu perwatan pemulihan, apabila tidak dapat
melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah kecuali terjadi
pendarahan.
b. Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang
diperkenankan masuk lapangan kecuali atas izin Wasit.

5. Perlengkapan Pertandingan
a. Lapangan/meja
b. Bola, net
c. Kursi wasit
d. Meja TD, Wasit, Match Control dan medis
e. Sound System
f. Scoring system
6. Seragam Pertandingan
a. Pakaian tanding harus diberi nama atlet dan asal daerah di bagian
belakang, tidak boleh menggunakan identitas klub.
b. Pelatih yang mendampingi pemain di lapangan harus berpakaian
olahraga (training suit) dan memakai sepatu.

7. Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting

C. MEDALI YANG DIBUTUHKAN


Nomor Emas Perak Perunggu Total
Tunggal Putra 1 1 1 3
Tunggal Putri 1 1 1 3
Total Medali 2 2 2 6

D. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja
sama agar pertandingan tenis meja pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan
lancar.
CABANG OLAHRAGA ATLETIK

ATLETIK
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)


Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan
Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas
teknisdan skema perlombaan.

c. Nomor perlombaan:
Cabang Nomor
Olahraga Putra Putri
Trilomba, terdiri atas Trilomba, terdiri atas
Atletik Lari 60 M, Lompat Lari 60 M, Lompat
Jauh dan Tolak Peluru Jauh dan Tolak Peluru

2. PERATURAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
2) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan/Perlombaan.
3) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
4) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh
peserta lain.
5) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu)
orang peserta putri.
6) Setiap peserta wajib mengikuti seluruh nomor Trilomba.
7) Belum pernah menjadi juara pada perlombaan tingkat nasional
diselenggarakan/direkomendasi PB. PASI.
8) Belum pernah sebagai juara perlombaan tingkat internasional
diselenggarakan/direkomendasi World Atlhetics.

b. Sistem Perlombaan
1) Sistem perlombaan menggunakan peraturan perlombaan yang
digunakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang telah
disesuaikan dan diadopsi dari Peraturan Perlombaan Atletik
Internasional WorldAthletics (WA) edisi 2023 – 2024.
2) Semua peserta dianggap telah mengetahui dan memahami serta
mengertiisi dari peraturan tersebut.
c. Sistem penilaian /Scoring poin & Peralatan
1) Sistem penilaian berpedoman pada Tabel Penilaian World Athletics (WA)
yang dimodifikasi sesuai dengan kemampuan peserta (atlet).
2) Peralatan yang digunakan sesuai dengan standar PASI/World Athletics
(WA) yang telah disesuaikan dengan kemampuan peserta (atlet) dan
sesuai dengan Standard World Athletics (WA).
3) Panitia akan menyiapkan seluruh peralatan lomba yaitu: Berat peluru:
Putra (4kg) dan Putri (3kg)
4) Sistem pencatatan waktu menggunakan automatic timing system/foto
finish dan di back up dengan digital stopwatch manual.
5) Sistem pengukuran jarak menggunakan meteran baja yang sudah
dikalibrasi.
6) Penilaian secara rinci dapat mengunduh melalui link:
[Link]

d. Penentuan Lintasan dan Nomor Lapangan


1) Penentuan lintasan dan urutan giliran pelari dicantumkan dalam buku
acara/program perlombaan yang ditentukan dengan undian oleh panitia
pelaksana, sesuai dengan ketentuan peraturan World Athletics (WA)Pasal
141;
2) Dalam nomor Lompat Jauh & Tolak Peluru setiap peserta berhak
melakukan lompatan/tolakan sebanyak 3 (tiga) kali, jarak terjauh yang
ditetapkan sebagai dasar pemberian skor.

e. Prosedur Pemanggilan Atlet (Roll Call)


Pemanggilan atlet untuk dibawa ke arena lomba dilaksanakan dengan
prosedur sebagai berikut:
1) Untuk nomor lintasan, pemanggilan pertama peserta dilaksanakan 30
menit sebelum nomor perlombaan ini dimulai dan pemanggilan terakhir
20 menit sebelum nomor perlombaan dimulai. Selanjutnya 15 menit
sebelum perlombaan dimulai para peserta masuk ke arena perlombaan;
2) Untuk seluruh nomor lompat dan lempar, pemanggilan pertama peserta
dilaksanakan 60 menit sebelum nomor perlombaan ini dimulai dan
pemanggilan terakhir 40 menit sebelum nomor perlombaan dimulai.
Selanjutnya 30 menit sebelum perlombaan dimulai para peserta di bawa
masuk ke arena perlombaan;
3) Prosedur pemanggilan pertama dapat dilakukan oleh Pelatih/Manager
masing-masing atlet dengan membubuhkan tanda (√) di depan nama
atletnya pada papan yang disediakan oleh panitia;
4) Pada saat pelaksanaaan pemanggilan terakhir, setiap / harus membawa
dan menunjukkan:
1. Nomor BIB (2 buah);
2. Pakaian lomba (yang sudah terpasang nomor BIB di bagian dada dan
punggung);
3. ID Card;
4. Sepatu perlombaan/spikes;
5. Training spack dan Tas lapangan (diutamakan yang berlogo SMP ).
6. Peralatan elektronik (hp, kamera video dan foto) tidak boleh dibawa
masuk ke lapangan/arena lomba.

f. Prosedur Memperkenalkan Peserta di Lapangan


1) Sebelum berlomba, semua peserta berdiri bersaf atau berdiri di
lintasannya masing-masing untuk diperkenalkan kepada penonton oleh
penyiar (announcer);
2) Jika namanya disebutkan, maka peserta diharuskan maju selangkah dan
melambaikan tangannya kepada penonton.

g. Protes dan Banding


1) Protes yang menyangkut keabsahan peserta harus diselesaikan sebelum
pertemuan teknis dimulai dan diajukan kepada panitia.
2) Protes menyangkut suatu hasil perlombaan dapat diajukan dalam waktu
30 menit setelah suatu hasil perlombaan diumumkan secara resmi oleh
anouncer/ panitia lomba.
3) Setiap protes dapat disampaikan secara lisan oleh peserta yang
bersangkutan atau pelatih yang mewakili peserta kepada wasit yang
berwenang, kemudian wasit akan mempertimbangkan untuk mengambil
keputusan.
4) Jika protesnya ditolak oleh Wasit, yang bersangkutan dapat mengajukan
banding secara tertulis kepada Dewan Hakim disertai penyerahan suatu
deposito (sejumlah biaya) sebesar RP. 1.000.000,- . dalam tempo 30 menit
sejak pengumuman resmi mengenai ralat hasil event tersebut yang timbul
dari keputusan wasit mengenai protes; atau sejak pemberitahuan kepada
yang melakukan protes jika tidak ada perubahan hasil.
5) Keputusan hakim adalah mutlak dan bersifat final, serta independen.

h. Juara, Medali, dan Piagam Penghargaan


1) Penentuan juara I, II, dan III, Trilomba ditetapkan berdasarkan perolehan
jumlah nilai tertinggi dari semua nomor Trilomba yang mengacu pada
tabel penilaian Trilomba (tabel terlampir).
2) Juara I, II dan III Trilomba akan diberikan medali (emas, perak, dan
perunggu) serta piagam penghargaan.
3) Setiap juara I, II, dan III per nomor hanya akan diberikan
piagampenghargaan sebagai juara per nomor.
4) Peserta yang lain akan mendapat sertifikat keikutsertaan.
i. Hasil Sama
Jika ada dua atlet atau lebih memperoleh jumlah nilai yang sama untuk setiap
posisi dalam perlombaan, maka dinyatakan sebagai “hasil sama”.

j. Upacara Penghormatan Pemenang (UPP)


1) Pemenang I, II, dan III Trilomba akan dipanggil untuk mengikuti
pelaksanaan upacara penghormatan pemenang (UPP), sesaat setelah
selesainya perlombaan.
2) Dalam pelaksanaan UPP, harus menggunakan seragam lengkap masing–
masing sesuai dengan seragam daerahnya dan bersepatu (tidak
dibolehkan memakai celana pendek dan tidak bersandal).

k. Perangkat Perlombaan
1) Panitia Pelaksana
Perlombaan Atletik dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) dari
Pengurus PASI Provinsi yang secara teknis bertanggung jawab kepada
Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB. PASI).
2) Delegasi Teknis
Ditetapkan oleh PB. PASI dan bertanggung jawab terhadap
terselenggaranya teknis perlombaan.
3) Pengawas Pertandingan/Perlombaan
Ditetapkan oleh PB. PASI dan bertanggung jawab terhadap pengawasan
jalanya seluruh rangkaian perlombaan termasuk pengawasan etika
perlombaan.
4) Dewan Hakim dan Wasit yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari
PB. PASI.
5) Juri & petugas lapangan yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari
Pengurus PASI Provinsi.

l. Penutup
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan perlombaan ini akan
ditentukan kemudian pada pertemuan teknis.
CABANG OLAHRAGA RENANG

RENANG
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)


Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan
Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis
dan skema perlombaan.

c. Nomor Yang Diperlombakan


Nomor yang akan diperlombakan adalah:
Nomor Perlombaan
Putra Putri
50 meter Gaya Bebas 50 meter Gaya Bebas
50 meter Gaya Dada 50 meter Gaya Dada
RENANG 50 meter Gaya Punggung 50 meter Gaya Punggung
50 meter Gaya Kupu-kupu 50 meter Gaya Kupu-kupu
100 meter Gaya Bebas 100 meter Gaya Bebas
100 meter Gaya Dada 100 meter Gaya Dada
Total 6 Nomor 6 Nomor

2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III
Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh
peserta lain.
6) Pendaftaran peserta dilakukan oleh provinsi yang bersangkutan dengan
menggunakan formulir model A-1, A-2, dan A-3, kepada panitia
penyelenggara.
7) Peserta diwajibkan mencantumkan waktu terbaik terakhir (best time).
8) Setiap kontingen mengirim 2 (dua) orang peserta putra, dan 2 (dua) orang
peserta putri. Tidak boleh mengambil no lomba yang sama.
9) Setiap peserta diperbolehkan mengikuti maksimal 2(dua) nomor lomba
dari 6 (enam) nomor lomba yang diperlombakan.
10) Persyaratan khusus yang sudah pernah juara:
a) Belum pernah juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan tingkat nasional
kategori event: Festival Aquatic Indonesia (FAI) 2023 Renang dan
Indonesia Open Aquatic Champhionship (IOAC) 2023 Renang.
b) Belum pernah juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan tingkat Internasional
2023 kategori event: Asia Tenggara (SEAF) SEA Age Group Swimming
Championships) 2023, Asia (AASF) ASIAN Age Group Swimming
Championships) 2023
11) Penentuan peserta/perenang terbaik:
a) Jumlah medali emas, perak dan perunggu yang diperoleh.
b) Apabila batasan tersebut di atas masih belum dapat menentukan,
maka ketajaman pemecahan rekor (secara proposional antara waktu
pemecahan dan jarak sebagai parameter) akan menjadi acuan
(Database Record Periode November 2023 sebagai acuan).

Daftar Rekor Nasional Renang periode November 2023


DATABASE RECORD
ID Event Description Athlete Name Meet ID Date Place Result
Record : (NR) NATIONAL RECORD - N/A
A01 50 M FREESTYLE TRIADY FAUZI SEAGAMES2017 8/21/2017 KUALA 22.66
MEN, LCM SIDIQ LUMPUR
A02 50 M FREESTYLE AA ISTRI KANIA POMNASDKI201 9/20/2019 JAKARTA 26.17
WOMEN, LCM RATIH ATMAJA 9
A03 100 M FREESTYLE TRIADY FAUZI SEAGAME2013 12/12/201 NAY PYI 49.99
MEN, LCM SIDIQ 3 TAW
A04 100 M FREESTYLE PATRICIA YOSITA PON2021 10/11/202 KAB 56.95
WOMEN, LCM HAPSARI 1 JAYAPURA
B01 50 M BUTTERFLY GLENN VICTOR SEAGAMES2019 12/4/2019 NEW CLARK 23.84
MEN, LCM SUTANTO CITY
B02 50 M BUTTERFLY ANGEL GABRIELLA PON2021 10/9/2021 KAB 27.40
WOMEN, LCM YUS JAYAPURA
D01 50 M BACKSTROKE I GEDE SIMAN ASIANGAMES201 8/19/2018 JAKARTA 25.01
MEN, LCM SUDARTAWA 8
D02 50 M BACKSTROKE MASNIARI WOLF SEAGAMES2023 5/7/2023 CAMBODIA 28.89
WOMEN, LCM
E01 50 M FELIX VIKTOR WORLDJUNIOR2 5/11/2023 NETANYA 26.98
BREASTSTROKE IBERLE 023
MEN, LCM
E02 50 M ANANDIA TRECIEL SNSC2017 6/15/2017 SINGAPORE 32.13
BREASTSTROKE VANESSAE EVATO
WOMEN, LCM
E03 100 M GAGARIN SEAGAMES2017 8/21/2017 KUALA 1:01.76
BREASTSTROKE NATHANIEL YUS LUMPUR
MEN, LCM
E04 100 M ANANDIA TRECIEL ASIANGAMES201 8/19/2018 JAKARTA 1:09.78
BREASTSTROKE VANESSAE EVATO 8
WOMEN, LCM
Contoh perhitungan apabila terjadi perolehan medali yang sama.
Hasil Rekor %
Nomor Hasil Rekor
Nama Perlombaan Nasional (Perse Pering
Lomba Perlombaan Nasional
(detik) (detik) ntase) kat
Perenang A Putra
1 100 m Gaya 01.13.28 01.01.76 73,28 61,76 84,28
Dada
2 50 m Gaya 00.26.55 00.23.84 26,55 23,84 89,79 1
Kupu-Kupu
Perenang B Putra
1 50 m Gaya 00.25.60 00.22.66 25,60 22,66 88,52 2
Bebas
2 50 m Gaya 00.32.17 00.26.98 32,17 26,98 83,87
Dada
Perenang C Putra
1 50 m Gaya 00.29.85 00.25.01 29,85 25,01 83,79
Punggung
2 100 m Gaya 00.57.00 00.49.99 57,00 49,99 87,70 3
Bebas

Keterangan:
Hasil Perlombaan dan Rekor Nasional dijadikan detik
dihitung sebagai berikut:
Formula Penghitungan = Jumlah (Rekor Nasional dibagi
Hasil Perlombaan) di kali 100 atau Formula Perhitungan
Excel = SUM(Rekor Nasional/ Hasil Perlombaan) x 100
maka Persentase / Ketajaman mendekati Rekor Nasional
dinyatakan sebagai perenang terbaik.

12) Peserta yang telah lolos seleksi secara berjenjang khusus ditingkat
provinsi menuju tingkat nasional wajib memenuhi Syarat Prestasi
peserta/Limit/Qualifying Entry TimeL (QET) yang telah di tentukan
sebagai berikut:

Syarat Prestasi peserta/Limit/Qualifying Entry Time (QET)


O2SN SMP 2023 Renang
Waktu Waktu
Nomor Perlombaan
Putra Putri
50 meter Gaya Bebas 56.65 1.05.43
50 meter Gaya Dada 1.07.45 1.20.33
50 meter Gaya Punggung 1.02.53 1.12.23
RENANG
50 meter Gaya Kupu-kupu 59.60 1.09.60
100 meter Gaya Bebas 2.04.98 2.22.38
100 meter Gaya Dada 2.34.40 2.54.45
b. Sistem Perlombaan
2) Tidak ada pengelompokan umur/kelas.
3) Susunan acara perlombaan (lihat lampiran).
4) Pelaksanaan perlombaan:
a) Menggunakan peraturan perlombaan Akuatik Indonesia (AI) dan
World Aquatics (WA) terbaru.
b) Semua nomor perlombaan dilaksanakan langsung final (timed – final).
c) Semua nomor perlombaan menggunakan peraturan 1 kali start.

c. Perangkat Perlombaan
1) Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan. Technical
Delegate dari Akuatik Indonesia (AI) 1 (satu) orang yang ditetapkan oleh
panitia O2SN.

2) Dewan Hakim
Dewan Hakim membantu Technical Delegate sebagai ketua yang dibantu
oleh 3 orang Dewan Hakim yang ditunjuk oleh Akuatik Indonesia (AI)
melalui surat tugas dari Akuatik Indonesia (AI).

3) Wasit dan Koordinator Wasit


Wasit dan Koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2024
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan
Rekomendasi Akuatik Indonesia (AI).

d. Protes
1. Panitia pelaksana perlombaan merupakan instansi terakhir yang
menentukan kepada setiap persoalan yang belum/tidak tercantum dalam
peraturan perlombaan dan ketua perlombaan menampung protes dalam
persoalan tersebut serta memberikan keputusan sebagai instansi pertama
dan terakhir.

2. Semua protes dinyatakan resmi dan dapat diterima oleh ketua perlombaan
apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) Setiap protes harus disampaikan secara tertulis dan harus
ditandatangani oleh manajer/pelatih yang bersangkutan.
b) Setiap protes harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit setelah
acara/nomor perlombaan yang diprotes berakhir.
c) Protes disertasi deposit sebesar 500 Swiss Franc atau setara dengan
Rp.8.694.500 pada kurs November 2023, maka 1 Swiss Francs =
Rp.17.389 (lihat peraturan World Aquatics 13.1.2).
e. Tata tertib di Lapangan
1. Umum
a) Tempat peserta dan ofisial
1) Peserta dan pelatih selama perlombaan berlangsung diharuskan
menempati tempat yang telah ditentukan.
2) Area kolam perlombaan yang diperuntukan khusus wasit/juri,
dan panitia serta perenang yang akan start dan yang akan
melapor diri untuk start ke petugas pengatur atlet, perenang-
perenang yang akan mengikuti upacara penghormatan pemenang
(UPP).

b) Waktu dan tempat pemanasan/pendinginan:


1) Pemanasan berlangsung di kolam utama dapat dilaksanakan 1
(satu) jam sebelum perlombaan.
2) Pemanasan/pendinginan selama perlombaan berlangsung dapat
dilaksanakan di kolam utama apabila tidak tersedia kolam khusus.
3) Semua lintasan dapat dipakai untuk pemanasan.
4) Lintasan 1 dan 8 hanya dipakai untuk sprint.
5) Kolam renang dikosongkan 15 menit sebelum perlombaan
berlangsung (waktu pemanasan telah selesai).
6) Perlombaan dimulai sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

2. Khusus
1) Perenang Lapor
Setiap perenang yang akan turun agar mendaftarkan diri ke petugas
pengatur atlet 20 menit sebelum nomor yang akan diikuti:
a) Pemanggilan melalui pengeras suara.
b) Pemanggilan nama perenang yang akan start melalui pengeras
suara hanya dilakukan satu kali setelah perenang berada/siap di
belakang tempat start.
c) Perenang yang namanya diumumkan (saat nomor lintasannya
disebutkan) melalui pengeras suara, harus berdiri menghadap
alur lintasan sebagai perkenalan terhadap penonton/undangan.

2) Upacara Penghormatan Pemenang (UPP):


a) UPP dilaksanakan setiap dua nomor perlombaan selesai
dilaksanakan.
b) Dalam mengikuti UPP para peserta upacara harus memakai
seragam daerah masing-masing dan wajib memakai sepatu.
c) Peserta diharapkan dapat mengikuti UPP dengan tertib dan
khidmat.
d) Agar UPP dapat dilaksanakan dengan lancar dimohon kepada para
pembina untuk mempersiapkan atletnya yang juara untuk
mengikuti UPP.
e) Hal-hal yang belum tercantum akan ditentukan kemudian.
f) Jadwal Perlombaan
SUSUNAN ACARA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SMP TAHUN 2025
CABANG OLAHRAGA RENANG

HARI PERTAMA:
1. 100 Meter Gaya Bebas Putra
2. 100 Meter Gaya Bebas Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
3. 50 Meter Gaya Punggung Putra
4. 50 Meter Gaya Punggung Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
5. 50 Meter Gaya Dada Putra
6. 50 Meter Gaya Dada Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)

HARI KEDUA:
1. 100 m Gaya Dada Putra
2. 100 m Gaya Dada Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
3. 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putra
4. 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
5. 50 Meter Gaya Bebas Putra
6. 50 Meter Gaya Bebas Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)

3. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN


No Nomor Perlombaan Emas Perak Perunggu Total
1 50 meter Gaya Bebas Putra 1 1 1 3
2 50 meter Gaya Bebas Putri 1 1 1 3
3 50 meter Gaya Dada Putra 1 1 1 3
4 50 meter Gaya Dada Putri 1 1 1 3
5 50 meter Gaya Punggung Putra 1 1 1 3
6 50 meter Gaya Punggung Putri 1 1 1 3
7 50 meter Gaya Kupu-Kupu Putra 1 1 1 3
8 50 meter Gaya Kupu-kupu Putri 1 1 1 3
9 100 meter Gaya Bebas Putra 1 1 1 3
10 100 meter Gaya Bebas Putri 1 1 1 3
11 100 meter Gaya Dada Putra 1 1 1 3
12 100 meter Gaya Dada Putri 1 1 1 3
Total Medali 12 12 12 36
4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan lebih
baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama agar
perlombaan Renang pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan lancar.
Lampiran

PENDAFTARAN PESERTA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SMP TAHUN 2025 CABANG OLAHRAGA
RENANG
Model A-1
Provinsi : …………………………………………
Alamat : …………………………………………
Telp. : ………………………Email.: ………

No. Nama Ofisial/Pelatih Jabatan


1

No. Nama Peserta Putra/Putri Kelas Tanggal. Lahir

1 Putra
2 Putri

Ketua Kontingen (… .......................................................................................................................... )


PENDAFTARAN PESERTA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SMP TAHUN 2025
CABANG OLAHRAGA RENANG

Model A-2
Provinsi : ………………………………………………
Alamat : ………………………………………………
Telp. : ………………. Email.: ……………………

Tanggal Pa/ Nomor Waktu


No. Nama Peserta Kelas
Lahir Pi Perlombaan Terbaik
1 Putra

2 Putri

Ketua Kontingen

(……………………………)
FORMULIR PENDAFTARAN
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SMP TAHUN 20245
CABANG OLAHRAGA RENANG
Model A-3
Provinsi : …………………………

GAYA
Kupu-
Jenis Bebas Punggung Dada
Nama kupu
No. Kelamin
Lengkap Catatan Catatan Catatan Catatan Catatan Catatan
Pa/Pi
waktu 50 waktu 100 waktu 50 waktu 50 waktu 100 waktu 50
meter meter meter meter meter meter
1 Putra
2 Putri
Catatan :Pada kolom gaya, cantumkan waktu terbaik terakhir peserta (pendaftar)

Ketua Kontingen

(………………………………..)
CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS

BULU TANGKIS
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.

b. Pertemuan Teknik (technical meeting)


Waktu dan tempat pertemuan teknik akan ditentukan kemudian. Pertemuan
Teknik wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas teknis
dan skema pertandingan.

c. Nomor Yang Dipertandingkan


1) Tunggal Putra
2) Tunggal putri

2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III
Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada
waktu yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh
peserta lain.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu) orang
peserta putri.
7) Tidak dalam keadaan Skorsing dari PP. PBSI

b. Sistem Pertandingan
1) Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur.
2) Peraturan permainan menggunakan peraturan BWF/PBSI dan peserta
dianggap telah mengetahui/memahami.

c. Perangkat Pertandingan
1) Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan Koordiantor wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan
Rekomendasi dari PBSI, dengan ketentuan :
a) Wasit dari PBSI yang ditetapkan oleh Panitia.
b) Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
c) Keputusan wasit mengikat.
d) Referee berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan Referee bersifat Final.

2) Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus membantu
wasit/Technical Delegate dan aturan PBSI maka PBSI akan menunjuk 2
orang Pengawas Pertandingan.

3) Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya [Link]
Delegate dari Referee (dua) orang yang ditetapkan oleh panitia O2SN.

4) Petugas lainnya
a) Dewan Hakim adalah Technical Delegate sebagai koordinator
pertandingan.
b) Referee
c) Juri wasit dan hakim servis
d) Juri hakim garis
e) Panitia pelaksana
f) Tim medis dan ambulance

d. Gangguan Pertandingan
1) Karpet lapangan rusak/sobek
2) Bocor dan air masuk lapangan
3) Listrik padam

e. Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan kepada
Referee oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada saat
pertandingan masih berjalan.

f. Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/Skorsing dari PBSI tidak diperkenankan
mengikuti kejuaraan yang resmi bekerjasama dengan PP. PBSI.
g. Tata tertib di Lapangan
1) Ketentuan Bertanding
a) Jadwal yang tertera dalam buku acara menjadi dasar dilaksanakannya
suatu pertandingan (match), namun pertandingan dapat maju atau
mundur karena terjadi WO dan lain sebagainya.
b) Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit sebelum
jadwal pertandingannya.
c) Peserta wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
d) Pemain yang pada gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah di
panggil 3 kali dalam waktu 5 menit tidak hadir dinyatakan kalah/WO.
e) Peserta yang belum dipanggil untuk bertanding tidak diperkenankan
memasuki lapangan.
f) Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk
dimulainya pertandingan.
g) Bila terjadi gangguan Referee berhak menunda dan memindahkan ke
tempat lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai.
h) Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil actual yang didapat
sebelum pengunduran diri karena cedera.

2) Score System
a) Pertandingan menggunakan Score 21, Rally Point, dengan Prinsip The
Best of Three Games.
b) Apabila kedudukan 20 sama, maka yang memperoleh 2 angka
berturut-turut sebagai pemenang.
c) Apabila kedudukan 29 sama, maka yang mencapai angka 30 lebih dulu
sebagai pemenang.

3) Interval
a) Apabila telah mencapai angka 11, pemain berhak istirahat tidak lebih
dari 60 detik (1 menit) dan pemain boleh mendatangi
pelatih/pendamping untuk mendapatkan instruksi.
b) Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada), pemain
berhak istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan
pelatih/pendamping diperbolehkan mendatangi pemain untuk
memberikan instruksi.

4) Cedera
a) Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak diberikan
waktu perwatan pemulihan, apabila tidak dapat melanjutkan
pertandingan dinyatakan kalah kecuali terjadi pendarahan.
b) Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang diperkenankan
masuk lapangan kecuali atas izin Referee.
5) Perlengkapan Pertandingan
a) Karpet lapangan
b) Shuttlecock
c) Kursi wasit dan hakim garis
d) Meja TD, Referee, Match Control dan Medis
e) Sound system

6) Seragam Pertandingan
Pelatih yang mendampingi pemain di lapangan harus berpakaian olahraga
(training suit) dan bersepatu.

7) Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting

3. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN


Nomor Emas Perak Perunggu Total
Tunggal Putra 1 1 1 3
Tunggal Putri 1 1 1 3
Total Medali 2 2 2 6

4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama
agar pertandingan Bulutangkis pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan lancar.

Anda mungkin juga menyukai