Panduan O2sn SMP 2025 Kabupaten
Panduan O2sn SMP 2025 Kabupaten
ii
KATA PENGANTAR
Ajang talenta merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia serta mendorong daya saing. Melalui ajang talenta, peserta didik diberikan
kesempatan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta
menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat. Ajang Talenta merupakan salah satu upaya
strategis dalam mewujudkan ekosistem pengembangan potensi peserta didik yang lebih luas,
kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
Dalam rangka memberikan wadah bagi individu terbaik di Indonesia, format ajang talenta
tahun 2025 didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem yang mendorong
inovasi, kreativitas, dan prestasi. Melalui ajang ini, kita tidak hanya mengidentifikasi dan
mengembangkan bakat anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan mereka ruang untuk
berinovasi, berkreasi, dan berkompetisi di tingkat nasional dan intemasional.
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan bagian dari ekosistem ajang talenta
BPTI, O2SN tahun 2025 diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen tersebut.
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi
yang ada saat ini, sehingga diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang
dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak,
termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya,
menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya
kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang dapat berkontribusi bagi
pembangunan nasional.
Panduan ini disusun untuk memberikan informasi dan gambaran berbagai aspek
penyelenggaraan ajang O2SN SMP kepada para peserta, pendamping, pembina, juri, dan
para pemangku kepentingan lainnya. Selamat mempersiapkan diri, belajar, berlatih, dan
bekerja sebaik-baiknya agar kegiatan ajang dapat terlaksana sesuai rencana dan memberikan
hasil maksimal.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan berperan aktif
dalam penyusunan pedoman ini.
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ...................................................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum ........................................................................................................................................ 3
C. Tujuan ................................................................................................................................................... 4
D. Hasil yang Diharapkan .......................................................................................................................... 4
E. Logo dan Tema ..................................................................................................................................... 5
F. Pengertian dan Istilah............................................................................................................................ 5
BAB II PENGELOLAAN AJANG .................................................................................................................. 7
A. Asas dan Prinsip Ajang Talenta ............................................................................................................ 7
B. Sasaran .................................................................................................................................................. 8
C. Cabang Olahraga................................................................................................................................... 8
D. Sarana dan Prasarana ............................................................................................................................ 9
E. Mekanisme Penyelenggaraan ...............................................................................................................10
F. Mekanisme Pendaftaran .......................................................................................................................10
G. Waktu dan Lokasi ............................................................................................................................... 11
H. Unsur Penyelanggara ...........................................................................................................................12
I. Penghargaan ........................................................................................................................................ 15
J. Pembiayaan ......................................................................................................................................... 15
BAB III NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN .............................................................. 16
A. Persyaratan Peserta dan Pendamping .................................................................................................. 16
B. Keabsahan ........................................................................................................................................... 18
C. Ketentuan Rincian Kontingen ............................................................................................................. 19
D. Sanksi Pelanggaran ............................................................................................................................. 20
E. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan ................................................................................... 21
BAB IV KETENTUAN KHUSUS.................................................................................................................. 22
BAB V PENUTUP ........................................................................................................................................... 23
LAMPIRAN
A. PENCAK SILAT
B. KARATE
C. VOLI
D. CATUR
E. FUTSAL
F. TENIS MEJA
G. ATLETIK
H. RENANG
I. BULU TANGKIS
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Olahraga adalah alat yang sangat kuat dalam membentuk karakter yang tangguh, disiplin,
dan berintegritas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga, kita dapat
menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara
emosional dan sosial. Olahraga bukan hanya kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan
tubuh, tetapi juga merupakan sarana penting dalam membangun karakter. Dalam konteks
pendidikan, olahraga dapat menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral,
sosial, dan etika. Kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SMPM) melalui
olahraga bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara fisik, mental,
maupun sosial, dengan kebijakan yang terarah dan implementasi yang konsisten, olahraga
dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan
kompetitif, yang yang pada akhirnya berkontribusi mendukung kemajuan suatu bangsa.
Pada tahun 2025, format O2SN didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem
yang mendorong inovasi, kreativitas, dan prestasi. Sehingga semangat O2SN diarahkan,
tidak hanya mengidentifikasi dan mengembangkan bakat bidang olahraga anak-anak
Indonesia, tetapi juga terus memberikan mereka ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan
1
berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Lebih lanjut O2SN tahun 2025
dirancang dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga
diarahkan memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan
dengan kondisi masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk
pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi
elemen penting dalam mendukung kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya
kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang dapat berkontribusi bagi
pembangunan nasional.
Tidak hanya hal tersebut di atas, Kita semua mengetahui makna penting penyelenggaraan
O2SN diarahkan dalam rangka mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),
O2SN-SMP ke-XVIII Tahun 2025 merupakan salah satu peran strategis dari Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah guna berkontribusi memajukan prestasi olahraga
Indonesia pada tingkatan pra pembibitan yang juga sudah tertuang pada Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yaitu bertujuan untuk identifikasi, seleksi, dan
pengaktualisasian talenta pada satuan pendidikan. Lebih lanjut O2SN merupakan salahsatu
ikhtiar pada perluasan kumpulan bakat (talent pool) dan mengembangkan mekanisme
akuisisi talenta dan penguatan pembinaan dan fasilitasi talenta. Sehingga apa yang
dituangkan dalam Peraturan Presiden tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasinal
(DBMTN) ini terkait kebijakan O2SN adalah memberikan harapan yang besar kepada para
peserta didik yang mempunyai talenta bidang olahraga untuk terus mengasah
kemampuannya, mengembangkan talenta yang dimiliki sehingga pada akhirnya akan
bermuara pada talenta unggul.
O2SN yang telah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa ini menjadi platform strategis
dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SMPM),
menunjukkan komitmen dan dukungan Kemendikdasmen dalam hal ini BPTI terhadap
pembangunan terpadu MTN yang berfungsi untuk mengembangkan dan mengintervensi
pembinaan seluruh talenta. Dengan disusunnya Panduan Olimpiade Olahraga Siswa
Nasional Sekolah Menengah Pertama (O2SN-SMP) ini dapat dijadikan acuan bagi
berbagai pihak yang terkait, dalam mengikuti gelaran O2SN tahun 2025.
2
B. Dasar Hukum
Dasar hukum sebagai landasan pelaksanaan O2SN-SMP adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
3. Undang-Undang No. 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan;
5. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun
2010;
6. Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara dalam Kabinet Merah Putih Periode 2024 – 2029;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar
Olahraga Nasional;
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional;
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 188 Tahun 2024 tentang Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 27 tahun 2021
tentang Organisasi dan tata kerja Balai Pengembangan Talenta Indonesia;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 1 tahun 2024 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 71
Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Didik;
15. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia Tahun
2025.
3
C. Tujuan
4
E. Logo dan Tema
1. Logo O2SN-SMP Tahun 2025 adalah sebagai berikut:
5
9. Balai Pengembangan Talenta Indonesia yang selanjutnya disingkat BPTI adalah unit
pelaksana teknis Kementerian yang memiliki tugas dan fungsi bidang pengembangan
talenta;
10. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah kementerian yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dasar dan menengah.
11. BBPMP adalah singkatan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan.
12. BPMP adalah singkatan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan.
13. BAPOPSI adalah singkatan dari Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia.
14. IGORNAS adalah singkatan dari Ikatan Guru Olahraga Nasional.
15. MKKS adalah singkatan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah.
16. MGMP PJOK adalah singkatan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
17. Cabang Dinas adalah bagian dari perangkat daerah penyelenggara urusan
pemerintahan di bidang pendidikan dan lainnya yang dibentuk sebagai unit kerja dinas
dengan wilayah kerja tertentu.
18. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD adalah organisasi
yang melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu pada Dinas atau Badan Daerah.
19. O2SN adalah suatu bentuk kegiatan ajang talenta bersifat kompetisi di bidang
olahraga antar pesertadidik jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah dalam lingkup wilayah tertentu.
20. Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
21. Perlombaan/Pertandingan secara daring/online adalah Perlombaan/Pertandingan
pertandingan yang menggunakan sarana jaringan internet sebagai media transfer data
dan informasi, dimana pengiriman dan penerimaannya seketika (real-time) ataupun
tertunda (tersimpan di server cloud) sebelum diunduh.
22. Perlombaan/Pertandingan secara luring/offline adalah Perlombaan/Pertandingan yang
menggunakan sarana aplikasi teknologi informasi yang pengiriman dan penerimaaan
data/informasinya tidak menggunakan jaringan internet (online) melainkan melalui
penyimpnan seperti CD, flash-disk, memory card, dll.
23. Daring singkatan dari dalam jaringan (internet) sedangakan luring singkatan dari dari
luar jaringan (tidak menggunakan internet)
6
BAB II
PENGELOLAAN AJANG
1. Nilai
Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan
dengan nilai-nilai pendidikan, seperti pembelajaran, obyektivitas, produktivitas,
estetika, keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya.
Nilai-nilai tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat
dalam penyelenggaraan agar dipahami dan diaktualisaikan dalam berbagai aspek
kegiatan.
2. Norma
Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku sesuai
dengan kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan atau
peraturan, termasuk tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri. Selain
untuk mengatur berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman, penegakan
norma diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya motivasi berprestasi
para peserta, mengekspresikan kreativitas dan keindahan, serta keterbukaan. Selain
itu, penyelenggaraan ajang talenta juga harus mengikuti asas dan prinsip
penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.
3. Asas penyelenggaraan
a. Sinergi inovatif dan kreatif untuk mengembangkan talenta olahraga hebat yang
berkarakter;
b. diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional;
c. menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;
d. menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta peserta didik;
e. terbuka bagi peserta didik dari semua jenjang dan jenis pendidikan.
7
4. Prinsip penyelenggaraan
Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth, Participative,
dan Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:
a. pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta didik Indonesia tanpa membedakan
suku, agama, rupa, dan ras;
b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang peserta
didik tanpa intervensi yang eksploitatif;
c. pembinaan yang membuka peluang peserta didik untuk berprestasi internasional
dan berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif
(competive advantage);
d. tata kelola penyelenggaraan yang obyektif, efisien, akuntabel dan transparan;
e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan
prestasi melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang
melibatkan seluruh pemangku kepentingan;
f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;
g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;
h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan.
B. Sasaran
Sasaran pelaksanaan O2SN-SMP tahun 2025 adalah peserta didik di Sekolah Menengah
Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak baik negeri maupun swasta.
C. Cabang Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-SMP tahun 2025 pada
tingkat nasional meliputi 2 (dua) cabang (Karate dan Pencak Silat) dan tingkat Kabupaten
meliputi
8
Tabel 1. Cabang Olahraga yang Diperlombakan/Dipertandingkan
pada O2SN-SMP tahun 2025
Cabang Nomor
No.
Olahraga Putra Putri
Jurus Tunggal ( 2 Orang ) Jurus Tunggal ( 2 Orang )
1 Pencak Silat
Solo Kreatif Solo Kreatif
Kata Perorangan Putra ( 2 Kata Perorangan Putri ( 2 Orang
2 Karate Orang ) )
Kumite + 50 kg Kumite + 50 kg
3 Voli Tim Putra Tim Putri
4 Catur Catur Cepat Putra ( 2 Orang ) Catur Cepat Putri ( 2 Orang )
5 Futsal Tim Putra
6 Tenis Meja Tunggal Putra (2 orang) Tunggal Putri (2 orang)
Trilomba, terdiri atas Lari 60 Trilomba, terdiri atas Lari 60
7 Atletik M, Lompat Jauh dan Tolak M, Lompat Jauh dan Tolak
Peluru Peluru
9
E. Mekanisme Penyelenggaraan
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 diselenggarakan secara daring di tingkat nasional
sedangkan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi menyesuaikan dengan
kondisi dan situasi di daerah masing-masing (pelaksanaan seleksi dapat dilaksanakan
dengn format perlombaan/pertandingan secara luring maupun daring).
Seleksi O2SN-SMP tahun 2025 diselenggarakan secara bertingkat, yakni:
1. Tingkat Kecamatan;
2. Tingkat Kabupaten/Kota;
3. Tingkat Provinsi;
4. Tingkat Nasional.
Pelaksanaan seleksi O2SN-SMP tahun 2025 mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan
provinsi diharapkan dapat mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Seleksi dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, adil dan memperhatikan pemerataan
kesempatan berprestasi, dengan wajib melibatkan atau bekerja sama dengan induk
organisasi cabang olahraga (pengcab/pengkab/pengkot/pengprov), BAPOPSI dan
atau perguruan tinggi yang memiliki fakultas atau jurusan keolahragaan;
2. Persyaratan peserta mengacu kepada ketentuan yang dituangkan dalam bab III buku
panduan ini;
3. Jadwal penyelenggaraan seleksi tingkat daerah disampaikan kepada BPTI;
4. Menyampaikan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan
Provinsi dan atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan
Mutu Pendidikan kepada BPTI tentang hasil pelaksanaan seleksi O2SN di daerahnya.
F. Mekanisme Pendaftaran
1. Pendaftaran peserta O2SN-SMP dilakukan dengan sistem daring (online) mulai dari
tingkat kecamatan;
2. Pendaftaran daring dapat diakses pada laman resmi panitia pusat BPTI;
10
3. Ada 2 tahap pendaftaran daring yaitu:
a. Tahap I
Pendaftaran daring tahap ini ditujukan bagi peserta yang mewakili sekolah untuk
mengikuti seleksi di tingkat kecamatan melalui portal [Link]
[Link] dan
[Link]
=o2sn
b. Tahap II
Pendaftaran daring tahap II ditujukan bagi peserta yang lolos seleksi tingkat
provinsi dan ditetapkan sebagai perwakilan provinsi ke tingkat nasional
dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Penetapan Kontingen O2SN-SMP
Tingkat Nasional yang ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi
atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu
Pendidikan melalui portal
[Link]
=o2sn
4. Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu
Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan akan mendapatkan akun
pendaftaran daring dari panita pusat BPTI.
5. Pendaftaran daring dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia
pusat BPTI.
11
No Kegiatan Waktu Tempat
Pendaftaran daring
3. April –Mei 2025 Portal Panitia Pusat
tahap I
Seleksi O2SN Tingkat Ditentukan
4. April –Mei 2025
Kecamatan Kecamatan
Seleksi O2SN Tingkat
5. 19 – 23 Mei 2025 Ditentukan Kab./Kota
Kab./Kota
Seleksi O2SN Tingkat Ditentukan
6. Juni – Juli 2025
Provinsi Provinsi/BPTI
Pendaftaran daring
tahap II (Unggah 1 Juli – 10 Agustus
7. Portal Panitia Pusat
Video Ke Tingkat 2025
Nasional)
Pelaksanaan O2SN
2. 1 – 6 September 2025 Ditentukan BPTI
Tingkat Nasional
H. Unsur Penyelanggara
Agar pelaksanaan O2SN-SMP tahun 2025 dapat berlangsung secara baik dan efisien, perlu
disusun kepanitiaan dan pembagian peran setiap tingkatannya. Adapun kepanitiaan
pelaksanaan O2SN untuk setiap tingkatan adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Sekolah
a. Kepala Sekolah;
b. Guru;
c. Komite Sekolah;
d. Instansi Terkait.
12
g. Menetapkan guru pendamping sebagai pelatih untuk kegiatan O2SN tingkat
kecamatan;
h. Mendaftarkan peserta dan pendamping terpilih secara daring ke portal Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;
i. Mengirimkan peserta untuk mewakili sekolah dalam O2SN tingkat kecamatan.
2. Tingkat Kecamatan
13
3. Tingkat Kabupaten/Kota
Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota membentuk panitia
O2SN tingkat kabupaten/kota yang terdiri atas unsur-unsur:
a. Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota;
b. Pengurus Cabang Olahraga Kabupaten/Kota yang diperlombakan/
dipertandingkan;
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Perguruan tinggi setempat;
e. Instansi terkait lainnya.
14
I. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik.
Penghargaan pada tingkat Kabupaten diberikan oleh Dinas Pendidikan dalam bentuk
sertifikat, medali, dan uang pembinaan.
Penghargaan pada tingkat Kabupaten dengan rincian sebagai berikut:
1. Juara Nomor Cabang Olahraga
Peserta yang mendapat juara dari nomor cabang lomba akan memperoleh penghargaan
berupa:
a. Juara I : medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
b. Juara II : medali perak, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
c. Juara III : medali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
2. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali.
J. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan O2SN Tingkat Daerah bersumber dari dana APBD atau dana lain
sesuai kewenangan daerah masing-masing.
15
BAB III
NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN
16
Olahraga Muda Potensial Nasional (SLOMPN), dan Cibubur Youth Athlete
Training Center (CYATC).
i. Berkelakuan baik dan tidak terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan minuman
keras;
j. Hanya mengikuti satu cabang olahraga;
k. Wajib menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung;
l. Wajib mendaftar daring melalui portal panitia pusat mulai tingkat kecamatan.
Dalam proses keabsahan, peserta yang mengikuti seleksi tingkat Provinsi dan
Nasional harus melengkapi dokumen dan mengunggah ke laman pendaftaran
daring/online Puspresnas dengan rincian sebagai berikut:
3. Pendamping
17
Tugas pendamping O2SN-SMP tahun 2025 sebagai berikut:
a. Mendampingi peserta dalam lomba/pertandingan dan mengikuti seluruh acara
kegiatan O2SN-SMP sesuai tingkatan lomba;
b. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN berlangsung;
c. Membina para peserta untuk mengikuti kegiatan O2SN di setiap tingkatan
perlombaan/pertandingan yang diikuti dalam rangka melaksanakan Pendidikan
Karakter bidang olahraga;
d. Mematuhi ketentuan komitmen dan tata tertib yang ditetapkan oleh Panitia BPTI
dan Induk Organisasi Cabang Olahraga.
B. Keabsahan
a. Pengertian
Keabsahan merupakan proses pemeriksaan atau pengecekan untuk menentukan sah
atau tidak sahnya seorang peserta untuk mengikuti perlombaan/pertandingan O2SN-
SMP berdasarkan pada persyaratan, dokumen bukti persyaratan. Proses keabsahan
wajib dilakukan oleh panitia penyelenggara O2SN-SMP di setiap tingkatan seleksi
sebelum perlombaan/pertandingan O2SN-SMP dimulai.
18
C. Ketentuan Rincian Kontingen
Dalam pelaksanaan O2SN-SMP Tahun 2025, rincian peserta sebagai berikut:
Cabang
No Putra Putri Nomor Keterangan
Olahraga
1) Peserta Tingkat kecamatan:
maksimal maksimal 2 Pa dan
maksimal 2 Pi setiap satuan
pendidikan.
Jurus 2) Peserta Tingkat Kab./Kota:
Tunggal maksimal maksimal 2 Pa dan
Putra, dan maksimal 2 Pi setiap
2 2
Jurus kecamatan.
Pencak
1 Tunggal 3) Peserta Tingkat Provinsi:
Silat
Putri maksimal 2 Pa dan maksimal 2
Pi setiap Kab./Kota.
4) Peserta Tingkat Nasional:2 Pa
dan 2 Pi setiap provinsi.
Kumite + 50
1 1 Pelaksanaan Tingkat Kabupaten
kg
Trilomba, terdiri
atas Lari 60 M,
Atletik
7 1 1 Lompat Jauh dan Pelaksanaan Tingkat Kabupaten
Tolak Peluru
Cabang
No Putra Putri Nomor Keterangan
Olahraga
100 Meter
Gaya Bebas
50 Meter
Gaya Bebas
100 Meter
Gaya Dada
8 Renang 2 2 50 Meter Pelaksanaan Tingkat Kabupaten
Gaya Dada
50 Meter
Gaya
Punggung
50 Meter
Gaya Kupu-
Kupu
D. Sanksi Pelanggaran
1. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun
keabsahan fisik, dikenakan hukuman diskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
2. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN 2025,
maka akan didiskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
3. Pendamping yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi pendorong
hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan sanksi oleh panitia
penyelenggara.
20
E. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan
1. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat semua cabang olahraga harus
mempertimbangkan dengan penuh kesadaran seluruh risiko dari aspek keamanan dan
keselamatan mulai dari proses persiapan, sampai dengan pelaksanaan
perlombaan/pertandingan, menjunjung nilai-nilai fair play dan mengutamakan
keselamatan publik ketika berada di lapangan ataupun di lokasi kegiatan adalah sikap
utama yang seharusnya selalu ditunjukkan.
2. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat harus mengenakan perangkat keamanan dan
atau keselamatan yang sudah ditetapkan sesuai ketentuan pada masing-masing cabang
olahraga pada waktu persiapan dan pelaksanaan perlombaan/pertandingan.
3. Fail-Safe system sebagai kelengkapan standar sistem keamanan dan keselamatan.
4. Berikanlah informasi atau peringatan kepada lingkungan sekitar atas resiko yang
mungkin terjadi jika terjadi kesalahan.
21
BAB IV
KETENTUAN KHUSUS
Dengan memahami panduan ini diharapkan panitia dan semua pihak yang terlibat/terkait dapat
melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksanaan
O2SN-SMP dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Semua
hal yang menyangkut penyelenggaraan ajang talenta yang diatur dalam panduan ini dapat
berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan kebijakan. Untuk itu, BPTI akan
memberitahukannya pada saat perubahan itu sudah ditetapkan, dan akan disampaikan
secepatnya melalui adendum atau melalui dokumen lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari
buku panduan ini.
22
BAB V
PENUTUP
23
LAMPIRAN
KETENTUAN TEKNIS
PERLOMBAAN/PERTANDINGAN
CABANG OLAHRAGA
CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT
PENCAK SILAT
1. Persyaratan Peserta
Persyaratan Peserta Pencak Silat O2SN-SMP tahun 2025
a. Terdaftar sebagai siswa SMP kelas 7 atau 8 pada tahun Ajaran 2024/2025, saat
mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan, dan kabupaten.
b. Batas akhir usia peserta SMP adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2010.
c. Peserta seleksi tingkat Kabupaten adalah juara seleksi tingkat wilayah terdiri dari
6 (Enam) peserta (2 putra dan 2 putri) yang berjenjang ke Nasional dan (1 putra
dan 1 putri) tidak berjenjang yang diselenggaran di masing-masing wilayah
untuk mengikuti seleksi tingkat Kabupaten.
d. Atlet cabang olahraga pencak silat yang telah lolos proses pemeriksaan keabsahan
dari tim keabsahan O2SN- SMP Tahun 2025.
e. Peserta bukan merupakan atlet binaan khusus nasional, provinsi, kabupaten/kota
seperti PPLP, PPLDP, PPOP, SKO, SKO Provinsi dibuktikan dengan
pernyataan/pakta intergitas.
f. Peserta hanya bisa mengikuti 1 nomor lomba.
2. Peraturan Pertandingan
Peraturan Pertandingan yang digunakan pada O2SN-SMP tahun 2025 adalah
Peraturan Pertandingan Pencak Silat hasil Tahun 2022 untuk yang berjenjang ke
tingkat Nasional dan Peraturan Pertandingan O2SN-SMP tahun 2024 untuk tingkat
Kabupaten.
3. Peserta
Peserta Cabang Olahraga Pencak Silat O2SN-SMP tahun 2025 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 1. Rincian peserta cabang olahraga pencak silat
O2SN-SMP tahun 2025
No Babak Putra Putri Nomor Lomba
Jurus Tunggal
2 2 Putra dan
Seleksi Tingkat Putri
1 Kabupaten Solo Kreatif
1 1
Putra dan
Putri
Jurus Tunggal
Seleksi Tingkat
2 2 2 Putra dan
Nasional
Putri
4. Nomor Pertandingan
Nomor yang dipertandingkan O2SN-SMP tahun 2025 yaitu Jurus Tunggal untuk yang
berjenjang ke Tingkat Nasional dan Solo Kreatif yang hanya dilombakan di Tingkat
Kabupaten..
a. Jurus Tunggal
Nomor yang dipertandingkan O2SN-SMP tahun 2025 yaitu jurus tunggal. Jurus
tunggal adalah kategori yang menampilkan seorang Pesilat memperagakan
kemahirannya dalam Jurus Tunggal Baku secara benar, tepat dan mantap,
penuh penjiwaan, dengan tangan kosong dan bersenjata serta tunduk kepada
ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk kategori tunggal.
1) Peraturan Khusus Kategori Jurus Tunggal
Tunggal Putra
Tunggal Putri
2) Perlengkapan Bertanding
Pakaian:
a) Pakaian Pencak Silat model standar, warna bebas dan polos, tidak boleh
berenda.
b) Memakai ikat kepala (jilbab bukan merupakan ikat kepala) dan kain
samping.
c) Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. Boleh
memakai badge IPSI di dada sebelah kiri dan badge daerah disebelah
kanan.
Senjata:
a) Golok atau parang: terbuat dari logam, tidak tajam dan runcing dengan
ukuran 20 cm s.d. 30 cm.
b) Tongkat: terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara 100 cm s.d.
150 cm, dengan garis tengah 1,5 cm s.d.2,5 cm.
b. Solo Kreatif
1) Solo kreatif adalah penampilan koreografi berdurasi 1(satu) sampai 3
(tiga) menit yang dibawakan oleh satu orang pesilat.
2) Penampilan harus disertai dengan senjata nusantara.
3) Senjata bilahnya harus tumpul, runcingnya tidak tajam dan sesuai
denganukurannya.
4) Iringan musik dengan menggunakan MP3.
Penilaian Solo Kreatif
Dalam penilaian penampilan peserta, Juri akan mengevaluasi
penampilanberdasarkan hal-hal sebagai berikut :
1) Teknik serang bela, terdiri atas :
a) Kualitas teknik
b) Kekayaan teknik
c) Ketrampilan dan kreatifitas
d) Logika
2) Kemantapan, terdiri atas :
a) Keserasian
b) Ketrampilan penggunaan senjata
c) Tenaga dan stamina
3) Penjiwaan yang tediri dari ekspresi gerakan
Penampilannya dnilai dari pukulan gong pertama hingga gerakan
terakhir seperti yang tertera pada sinopsis. Pelatih harus
menyerahkan formulir sinopsissebelum acara dimulai.
Senjata
Sejata boleh menggunakan golok dan toya yang ukurannya disesuaikan
untuk kategori Tunggal Wajib. Selain senjata golok dan toya, ada senjata
tambahan nusantara untuk kategoriSolo Kreatif yaitu:
14. Tahapan Pertandingan
a. Dimulai dari undian dalam rapat teknik melalui virtual.
b. Menggunakan sistim gugur.
c. Jumlah peserta ditetapkan oleh rapat antara Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan,
dan Dewan Juri serta disampaikan kepada peserta pada rapat teknik.
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan pertandingan ini akan ditentukan
kemudian melalui rapat teknik.
Penutup
Keberhasilan penyelenggaraan O2SN-SMP Tahun 2025 ditentukan oleh semua unsur yang
berkepentingan dalam melaksanakan kegiatan secara tertib, teratur, penuh disiplin dan rasa
tanggung jawab yang tinggi.
Dengan memahami panduan teknis ini diharapkan panitia penyelenggara, peserta dan
pihak-pihak terkait dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan
O2SN-SMP tahun 2025 ini mencapai hasil secara optimal.
Apabila terdapat perubahan maka panitia penyelenggara akan menyampaikannya melalui
surat keputusan tambahan, adendum atau aturan tambahan. Seluruh keputusan panitia
penyelenggara yang tercantum di dalam panduan teknis di atas adalah mutlak dan tidak
dapat diganggu gugat.
Semoga panduan ini dapat dijadikan acuan sehingga kegiatan O2SN-SMP dapat terlaksana
dengan baik, efektif dan efisien.
CABANG OLAHRAGA KARATE
KARATE
15. Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta Karate O2SN-SMP tahun 2025 sebagai berikut:
a. Pada saat pendaftaran mengikuti lomba tingkat sekolah, kecamatan dan
kabupaten, peserta terdaftar sebagai siswa kelas 7 atau 8 pada Tahun Ajaran
2024/2025.
b. Batas akhir usia peserta SMP adalah kelahiran maksimal 01 Januari 2010 atau
sesudahnya. Apabila peserta didik yang bersangkutan masih duduk di kelas 8
SMP namun lahir sebelum tanggal 1 Januari 2010, maka peserta didik yang
bersangkutan tidak dapat mengikuti O2SN-SMP 2025.
c. Peserta merupakan anggota perguruan dibawah naungan PB FORKI.
d. Bukan binaan dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), Pusat
Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD), Pusat Pelatihan Olahraga
Pelajar (PPOP), dan DIKLAT/Sekolah Khusus Olahraga (SKO).
e. Peserta bukan merupakan juara (juara I, II, dan III bersama, baik perorangan
maupun beregu) pada semua nomor pertandingan di:
1) Kejuaraan Karate Internasional SEAKF (Asia Tenggara), AKF (Asia) dan
WKF (Dunia) yang terakhir.
2) Kejuaraan Nasional Karate PB FORKI yang terakhir.
3) Juara O2SN SMP Tingkat Nasional tahun sebelumnya.
f. Bagi atlet yang pindah perguruan tidak diperbolehkan bertanding kecuali telah
selesai masa skorsing selama 2 tahun untuk tidak bertanding sesuai AD-ART PB
FORKI Pasal 7 Tentang Perpindahan Perguruan “karateka yang pindah dari
perguruan asalnya ke perguruan barunya, mengundurkan diri/berhenti atau
diberhentikan dari perguruan asalnya, tidak dapat mewakili Perguruan Karate
barunya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan FORKI dalam jangka waktu 2 (dua)
tahun terhitung sejak dibuatnya surat perpindahannya, surat pengunduran diri
atau surat pemberhentian dari perguruan asalnya”.
g. Peserta seleksi tingkat Kabupaten adalah juara seleksi tingkat wilayah terdiri dari
6 (Enam) peserta (2 putra dan 2 putri) yang berjenjang ke Nasional dan (1 putra
dan 1 putri) tidak berjenjang yang diselenggaran di masing-masing wilayah
untuk mengikuti seleksi tingkat Kabupaten.
h. Peserta seleksi tingkat nasional adalah juara 1 dan 2 pada seleksi tingkat Provinsi
yang terdiri dari 4 (empat) peserta (2 putra dan 2 putri).
i. Peserta telah lolos proses pemeriksaan keabsahan dari Tim Keabsahan O2SN-
SMP tahun 2025.
j. Peserta hanya bisa mengikuti 1 nomor lomba
9) Pada saat pengambilan video dalam keadaan tenang tanpa adanya gangguan
suara (suara binatang, kendaraan, hujan, dsb).
10) Sebelum menampilkan Kata, peserta menyebutkan nomor video, Contoh:
(Video 1), kemudian menyebutkan Nama dan Provinsi sambil menunjukkan
ID Card yang diunduh pada laman pendaftaran daring panitia pusat sampai
terlihat jelas di tampilan video (dicetak ukuran A4 berwarna).
11) Tidak diperbolehkan menambahkan logo sponsor atau mitra lainnya dalam
bingkai video dalam bentuk apapun.
12) Wajib mengirimkan video terbaru.
13) Video peserta diunggah melalui akun youtube masing-masing peserta, pada
menu visibilitas pilih tidak publik. Selanjutnya link youtube video peserta
disematkan pada website O2SN SMP/MTs/Sederajat. Cara mengunggah
video dapat dilihat pada petunjuk unggah dan penyematan video lomba.
22. Protes
Tidak ada protes terhadap penilaian dari panel juri.
23. Lain-lain
Selama Kegiatan Penilaian Video O2SN Tahun 2025, dari Babak Penyisihan sampai
dengan Babak Final, tidak dibenarkan berada di tempat penilaian Juri, selain:
a. Bagan Pertand Pejabat Kemendikbudristek;
b. Pejabat PB FORKI;
c. Technical Delegate;
d. Dewan Hakim & Dewan Wasit;
e. Juri;
f. Tim Administrasi Pertandingan; dan
g. Tim Aplikasi Web Puspresnas.
24. Bagan Pertandingan Tingkat Nasonal
Gambar 3. Bagan Pertandingan KATA
12. Penutup
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan
ditentukan kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan
apabila ada keraguan lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai
dengan harapan kerja sama agar pertandingan karate pada O2SN Tahun
2025 terlaksana dengan lancar.
CABANG OLAHRAGA BOLA VOLI
A. KETENTUAN UMUM
1. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.
B. KETENTUAN KHUSUS
1) Peserta
a. Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan
b. Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan.
c. Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
d. Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
e. Pemain yang telah disahkan pada Technical Meeting tidak dapat diganti
kembali.
f. Setiap kontingen mengirim 1 (satu) tim peserta putra, dan 1 (satu) tim
peserta putri.
2) Sistem Pertandingan
a. Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur.
b. Kompetisi babak penyisihan sampai dengan final menggunakan dua
kemenangan/two winning set.
c. Peraturan permainan menggunakan peraturan yang berlaku dan
peserta dianggap telah mengetahui/memahami.
3) Perangkat Pertandingan
a. Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi, dengan
ketentuan:
1. Wasit ditetapkan oleh Panitia.
2. Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
3. Keputusan wasit mengikat.
4. Wasit berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan Wasit bersifat final.
b. Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus
membantu wasit/Technical Delegate dan aturan, maka akan menunjuk
2 orang Pengawas Pertandingan.
c. Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan.
Technical Delegate dan Wasit ditetapkan oleh panitia O2SN.
d. Petugas lainnya
1. Dewan Hakim adalah Technical Delegate / koordinator
pertandingan.
2. Wasit
3. Match control
4. Wasit/hakim servis
5. Hakim garis
4) Gangguan Pertandingan
1. Lapangan rusak/becek
2. Bocor dan air masuk lapangan
3. Listrik padam
5) Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan
kepada Wasit oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada
saat pertandingan masih berjalan.
6) Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/skorsing tidak diperkenankan mengikuti
kejuaraan yang resmi.
2. Score System
a. Pertandingan menggunakan Score 25, Rally Point.
b. Apabila kedudukan 24 sama, maka yang memperoleh 2 angka
berturut- turut sebagai pemenang.
3. Interval
a. pelatih/pendamping untuk mendapatkan instruksi.
b. Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada),
pemain berhak istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan
pelatih diperbolehkan mendatangi pemain untuk memberikan
instruksi.
4. Cedera
a. Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak
diberikan waktu perwatan pemulihan, apabila tidak dapat
melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah kecuali terjadi
pendarahan.
b. Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang
diperkenankan masuk lapangan kecuali atas izin Wasit.
5. Perlengkapan Pertandingan
a. Karpet lapangan
b. bola
c. Kursi wasit dan hakim garis
d. Meja TD, Wasit, Match Control dan medis
e. Sound System
f. Scoring system
6. Seragam Pertandingan
a. Pakaian tanding harus diberi nama atlet dan asal daerah di bagian
belakang, tidak boleh menggunakan identitas klub.
b. Pelatih yang mendampingi pemain dilapangan harus berpakaian
olahraga (training suit) dan memakai sepatu.
7. Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting
Tim Putri 9 9 9 27
Total Medali 18 18 18 54
D. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja
sama agar pertandingan bola voli pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan
lancar.
CABANG OLAHRAGA CATUR
A. Kategori Pertandingan.
Perorangan
C. Sistem Pertandingan.
Sistem Pertandingan menggunakan Sistem Swiss 4 Babak dengan Kontrol
Waktu Pikir 60 Menit dimulai dari langkah 1. Penentuan Pairing menggunakan
Program Swiss Manager Versi Terbaru.
D. Peraturan Pertandingan
1. Pertandingan Menggunakan Software Sistem Swiss Manager
2. Pemain yang memegang BUAH PUTIH wajib membawa CATUR
3. Membawa jam catur (jika ada)
4. Buah yang sudah DIPEGANG/DISENTUH wajib dijalankan
5. Open Skak 1x dapat peringatan, 2x dinyatakan KALAH.
6. Ilegal Move 1x dapat peringatan, 2x dinyatakan KALAH.
7. Irrugularity 1 s/d 2x dapat peringatan, 3x dinyatakan KALAH.
8. Pada saat waktu petunjuk jam habis ( 0 Menit ) dan terjadi posisi skak mat
dinyatakanmenang.
9. Jika salah satu pemain hanya memiliki Raja dengan Kuda, Atau Raja dengan
Gajah,atau Raja Sendirian maka pemegang posisi ini dinyatakan “REMIS“
10. Buah yang sudah terlanjur melangkah ( sudah lepas dari tangan )
dinyatakan sebagaiLangkah sah (TIDAK BISA DIULANG)
11. Jika Pion Promosi sudah mencapai pada petak akhir dan lupa menukarkan
dengan buah promosi, maka wajib menjadi Mentri.
12. Jika dalam 10 langkah permainan sudah berjalan, maka tidak ada lagi
tuntutan kesalahan dalam posisi buah (salah pasang dll). Permainan Tidak
dapat di ulang dan tidak dapat ditukar posisi semestinya.
13. Jika dalam 20 langkah (hitungan 20x), bangunan Struktur permainan
berimbang dan tidak ada pemukulan buah/bidak lawan permainan
dinyatakan “REMIS”.
14. Dilarang menghidupkan alat elektronik ( HP, Dll)
Note :
1x peringatan, lawan bermainnya mendapatkan tambahan waktu 2 menit. 2x
peringatan dinyatakan KALAH.
Buchholz/Solkof : akumulasi dari semua poin-poin dari lawan bertanding
Sonneborn Burger
: Jumlah Poin lawan x 1 jika menang, x ½ Jika remis, x 0 jika
kalah ProgresiveSkor : Komulatif poin sendiri jika menang + 1,
Jika remis + ½, Jika Kalah + 0
E. Penentuan Juara
1. Sekor dihitung berdasarkan poin kemenangan. Menang 1 poin, Remis ½
poin dan Kalah 0 poin.
2. Penentuan peringkat Perorangan berdasarkan akumulasi poin kemenangan.
Apabila pada peringkat akhir terdapat pemain yang memperoleh jumlah
poin kemenangan yang sama, maka penentuan peringkat akan ditentukan
melalui Tie-break berikut:
Direct Encounter (Hasil pertemuan antar pemain di dalam kelompok
nilai yang sama).
Buchholz tie-break (variable dengan parameter)
Sonneborn-Berger-Tie-Break
Fide Tie-Break (Progressive Score)
F. Tempat Pertandingan
Adapun untuk tempat pertandingan cabang olahraga catur itu sendiri akan
dilaksanakan di SMPN 02 Rangkasbitung, Jl. Dewi Sartika No.34, Muara Ciujung
Tim., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 42314.
G. Run Down Acara
Tanggal Waktu Jenis Kegiatan
Jam 08:00 – s.d
selesai Upacara Pembukaan O2SN Tahun 2025
Jam 11:00 – 12:00 Teknis Pertandingan (Technical Meeting)
Hari Pertama
Jam 12:00 – 13:00 Istirahat
Jam 13:00 – 14:00 Babak 1
Jam 14:10 – 15:10 Babak 2
Jam 09:00 – 10:00 Babak 3
Hari Ke-Dua Jam 10:10 – 11:10 Babak 4
Jam 12:20 – s.d
Pengumuman juara sekaligus penutupan
selesai
CABANG OLAHRAGA SEPAK FUTSAL
1. KETENTUAN UMUM
a. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.
b. Pertemuan Screening
Waktu dan tempat screening akan ditentukan kemudian. Pertemuan
screening wajib dihadiri oleh perwakilan kontingen, hanya akan membahas
teknis dan skema pertandingan.
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
5) Pemain yang disahkan di Technical Meeting tidak dapat diganti kembali.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) tim peserta putra.
b. Sistem Pertandingan
1) Kompetisi dilakukan dengan setengah kompetisi.
2) Terbagi dalam 2 grup A dan B.
3) Tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya juara grup dan runner up
grup.
4) Jika point sama maka akan di lihat dari head to head, jika head to head
sama di lihat dari selisih goal.
c. Perangkat Pertandingan
1) Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN, dengan ketentuan:
(1) Wasit ditetapkan oleh Panitia.
(2) Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
(3) Keputusan wasit mengikat.
(4) Wasit berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan wasit bersifat final.
2) Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus
membantu wasit/Technical Delegate dan aturan, maka akan menunjuk
2 orang Pengawas Pertandingan.
3) Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan.
Technical Delegate dan Wasit ditetapkan oleh panitia O2SN.
4) Petugas lainnya
a. Dewan Hakim adalah Technical Delegate / koordinator
pertandingan.
b. Coreferee
c. Wasit/hakim servis
d. Hakim garis
d. Gangguan Pertandingan
1) Lapangan rusak/becek
2) Bocor dan air masuk lapangan
3) Listrik padam
e. Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan
kepada Wasit oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada
saat pertandingan masih berjalan.
f. Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/skorsing tidak diperkenankan mengikuti
pertandingan selanjutnya.
2) Ketentuan Umum
a. Jumlah pemain minimal dalam 1 tim pada saat kick off yaitu 3
orang, jika kurang dari itu dianggap walk out.
b. Penggantian pemain harus dilakukan di area pergantian pemain
yang telah ditentukan.
c. Sistem pergantian pemain menggunakan sistem bebas tanpa harus
meminta instruksi wasit.
d. Tendangan kedalam dari bola out (kick In) harus dilakukan pada
keadaan bola diam diatas garis dalam waktu 4 detik dan posisi kaki
penendang bebas.
e. Penjaga gawang tidak boleh memegang bola lebih dari 4 detik, jika
dilakukan akan dikenakan sanksi tendangan bebas tidak langsung
untuk tim lawan dari luar kotak penalty.
f. Seorang kiper tidak boleh memegang bola yang diumpan dari kaki
teman satu timnya, Terkecuali sudah menyentuh pemain lawan. jika
dilakukan maka diberikan sanksi tendangan bebas tidak langsung
untuk lawan.
g. Setiap pelanggaran diberikan hukuman tendangan bebas langsung
maupun tidak langsung oleh wasit sesuai dengan keadaan di
lapangan
h. Jika terjadi pelanggaran akumulasi ke 6 dalam satu babak maka
dihukum dengan tendangan bebas langsung dari titik pinalti kedua.
i. Pemain yang bermain kasar dan berbahaya akan diberikan
peringatan serius oleh wasit berupa sanksi kartu kuning maupun
kartu mera.
j. Jika salah seorang pemain terkena kartu merah maka pemain
pengganti harus menunggu selama 2 menit untuk menggantikan
posisinya kecuali sebelum itu tim lawan mencetak gol.
3) Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting
3. MEDALI YANG DIBUTUHKAN
Nomor Emas Perak Perunggu Total
Tim Putra 10 10 10 20
Total Medali 10 10 10 20
4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja
sama agar pertandingan futsal pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan
lancar.
CABANG OLAHRAGA TENIS MEJA
A. KETENTUAN UMUM
a. Pertandingan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.
B. KETENTUAN KHUSUS
a) Peserta
a. Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan
b. Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan.
c. Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
d. Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
e. Pemain yang telah disahkan pada Technical Meeting tidak dapat diganti
kembali.
f. Setiap kontingen mengirim 1 (satu) peserta putra, dan 1 (satu) peserta
putri.
b) Sistem Pertandingan
1. Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur
2. Babak perempat final, semifinal dan final dilaksanakan dengan sistem
gugur.
3. Peraturan permainan menggunakan peraturan ITTF
c) Perangkat Pertandingan
1. Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan koordinator wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi, dengan
ketentuan:
a. Wasit ditetapkan oleh Panitia.
b. Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
c. Keputusan wasit mengikat.
d. Wasit berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan Wasit bersifat final.
2. Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus
membantu wasit/Technical Delegate dan aturan, maka akan menunjuk
2 orang Pengawas Pertandingan.
3. Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan.
Technical Delegate dan Wasit ditetapkan oleh panitia O2SN.
4. Petugas lainnya
a) Dewan Hakim adalah Technical Delegate / koordinator
pertandingan.
b) Wasit
c) Match control
d) Wasit/hakim servis
e) Hakim garis
d) Gangguan Pertandingan
1. Lapangan rusak/becek
2. Bocor dan air masuk lapangan
3. Listrik padam
e) Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan
kepada Wasit oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada
saat pertandingan masih berjalan.
f) Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/skorsing tidak diperkenankan mengikuti
kejuaraan yang resmi.
g) Tata tertib di lapangan
1. Ketentuan Bertanding
a. Jadwal yang tertera dalam buku acara menjadi dasar
dilaksanakannya suatu pertandingan (match), namun pertandingan
dapat maju atau mundur karena terjadi WO dan lain sebagainya.
b. Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit
sebelum jadwal pertandingannya.
c. Peserta wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
d. Pemain yang pada gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah
di panggil 3 kali dalam waktu 5 menit tidak hadir dinyatakan
kalah/WO.
e. Peserta yang belum dipanggil untuk bertanding tidak
diperkenankan memasuki lapangan.
f. Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk
dimulainya pertandingan.
g. Bila terjadi gangguan Wasit berhak menunda dan memindahkan ke
tempat lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai.
h. Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil actual yang
didapat sebelum pengunduran diri karena cedera.
2. Score System
a. Pertandingan menggunakan Score 1 1, Rally Point.
b. Apabila kedudukan 10 sama, maka yang memperoleh 2 angka
berturut- turut sebagai pemenang.
3. Interval
Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada), pemain
berhak istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan pelatih
diperbolehkan mendatangi pemain untuk memberikan instruksi.
4. Cedera
a. Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak
diberikan waktu perwatan pemulihan, apabila tidak dapat
melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah kecuali terjadi
pendarahan.
b. Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang
diperkenankan masuk lapangan kecuali atas izin Wasit.
5. Perlengkapan Pertandingan
a. Lapangan/meja
b. Bola, net
c. Kursi wasit
d. Meja TD, Wasit, Match Control dan medis
e. Sound System
f. Scoring system
6. Seragam Pertandingan
a. Pakaian tanding harus diberi nama atlet dan asal daerah di bagian
belakang, tidak boleh menggunakan identitas klub.
b. Pelatih yang mendampingi pemain di lapangan harus berpakaian
olahraga (training suit) dan memakai sepatu.
7. Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting
D. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja
sama agar pertandingan tenis meja pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan
lancar.
CABANG OLAHRAGA ATLETIK
ATLETIK
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.
c. Nomor perlombaan:
Cabang Nomor
Olahraga Putra Putri
Trilomba, terdiri atas Trilomba, terdiri atas
Atletik Lari 60 M, Lompat Lari 60 M, Lompat
Jauh dan Tolak Peluru Jauh dan Tolak Peluru
2. PERATURAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
2) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan/Perlombaan.
3) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
4) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh
peserta lain.
5) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu)
orang peserta putri.
6) Setiap peserta wajib mengikuti seluruh nomor Trilomba.
7) Belum pernah menjadi juara pada perlombaan tingkat nasional
diselenggarakan/direkomendasi PB. PASI.
8) Belum pernah sebagai juara perlombaan tingkat internasional
diselenggarakan/direkomendasi World Atlhetics.
b. Sistem Perlombaan
1) Sistem perlombaan menggunakan peraturan perlombaan yang
digunakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang telah
disesuaikan dan diadopsi dari Peraturan Perlombaan Atletik
Internasional WorldAthletics (WA) edisi 2023 – 2024.
2) Semua peserta dianggap telah mengetahui dan memahami serta
mengertiisi dari peraturan tersebut.
c. Sistem penilaian /Scoring poin & Peralatan
1) Sistem penilaian berpedoman pada Tabel Penilaian World Athletics (WA)
yang dimodifikasi sesuai dengan kemampuan peserta (atlet).
2) Peralatan yang digunakan sesuai dengan standar PASI/World Athletics
(WA) yang telah disesuaikan dengan kemampuan peserta (atlet) dan
sesuai dengan Standard World Athletics (WA).
3) Panitia akan menyiapkan seluruh peralatan lomba yaitu: Berat peluru:
Putra (4kg) dan Putri (3kg)
4) Sistem pencatatan waktu menggunakan automatic timing system/foto
finish dan di back up dengan digital stopwatch manual.
5) Sistem pengukuran jarak menggunakan meteran baja yang sudah
dikalibrasi.
6) Penilaian secara rinci dapat mengunduh melalui link:
[Link]
k. Perangkat Perlombaan
1) Panitia Pelaksana
Perlombaan Atletik dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) dari
Pengurus PASI Provinsi yang secara teknis bertanggung jawab kepada
Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB. PASI).
2) Delegasi Teknis
Ditetapkan oleh PB. PASI dan bertanggung jawab terhadap
terselenggaranya teknis perlombaan.
3) Pengawas Pertandingan/Perlombaan
Ditetapkan oleh PB. PASI dan bertanggung jawab terhadap pengawasan
jalanya seluruh rangkaian perlombaan termasuk pengawasan etika
perlombaan.
4) Dewan Hakim dan Wasit yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari
PB. PASI.
5) Juri & petugas lapangan yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari
Pengurus PASI Provinsi.
l. Penutup
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan perlombaan ini akan
ditentukan kemudian pada pertemuan teknis.
CABANG OLAHRAGA RENANG
RENANG
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat perlombaan akan ditentukan kemudian.
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III
Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia
pada waktu yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh
peserta lain.
6) Pendaftaran peserta dilakukan oleh provinsi yang bersangkutan dengan
menggunakan formulir model A-1, A-2, dan A-3, kepada panitia
penyelenggara.
7) Peserta diwajibkan mencantumkan waktu terbaik terakhir (best time).
8) Setiap kontingen mengirim 2 (dua) orang peserta putra, dan 2 (dua) orang
peserta putri. Tidak boleh mengambil no lomba yang sama.
9) Setiap peserta diperbolehkan mengikuti maksimal 2(dua) nomor lomba
dari 6 (enam) nomor lomba yang diperlombakan.
10) Persyaratan khusus yang sudah pernah juara:
a) Belum pernah juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan tingkat nasional
kategori event: Festival Aquatic Indonesia (FAI) 2023 Renang dan
Indonesia Open Aquatic Champhionship (IOAC) 2023 Renang.
b) Belum pernah juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan tingkat Internasional
2023 kategori event: Asia Tenggara (SEAF) SEA Age Group Swimming
Championships) 2023, Asia (AASF) ASIAN Age Group Swimming
Championships) 2023
11) Penentuan peserta/perenang terbaik:
a) Jumlah medali emas, perak dan perunggu yang diperoleh.
b) Apabila batasan tersebut di atas masih belum dapat menentukan,
maka ketajaman pemecahan rekor (secara proposional antara waktu
pemecahan dan jarak sebagai parameter) akan menjadi acuan
(Database Record Periode November 2023 sebagai acuan).
Keterangan:
Hasil Perlombaan dan Rekor Nasional dijadikan detik
dihitung sebagai berikut:
Formula Penghitungan = Jumlah (Rekor Nasional dibagi
Hasil Perlombaan) di kali 100 atau Formula Perhitungan
Excel = SUM(Rekor Nasional/ Hasil Perlombaan) x 100
maka Persentase / Ketajaman mendekati Rekor Nasional
dinyatakan sebagai perenang terbaik.
12) Peserta yang telah lolos seleksi secara berjenjang khusus ditingkat
provinsi menuju tingkat nasional wajib memenuhi Syarat Prestasi
peserta/Limit/Qualifying Entry TimeL (QET) yang telah di tentukan
sebagai berikut:
c. Perangkat Perlombaan
1) Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya pertandingan. Technical
Delegate dari Akuatik Indonesia (AI) 1 (satu) orang yang ditetapkan oleh
panitia O2SN.
2) Dewan Hakim
Dewan Hakim membantu Technical Delegate sebagai ketua yang dibantu
oleh 3 orang Dewan Hakim yang ditunjuk oleh Akuatik Indonesia (AI)
melalui surat tugas dari Akuatik Indonesia (AI).
d. Protes
1. Panitia pelaksana perlombaan merupakan instansi terakhir yang
menentukan kepada setiap persoalan yang belum/tidak tercantum dalam
peraturan perlombaan dan ketua perlombaan menampung protes dalam
persoalan tersebut serta memberikan keputusan sebagai instansi pertama
dan terakhir.
2. Semua protes dinyatakan resmi dan dapat diterima oleh ketua perlombaan
apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) Setiap protes harus disampaikan secara tertulis dan harus
ditandatangani oleh manajer/pelatih yang bersangkutan.
b) Setiap protes harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit setelah
acara/nomor perlombaan yang diprotes berakhir.
c) Protes disertasi deposit sebesar 500 Swiss Franc atau setara dengan
Rp.8.694.500 pada kurs November 2023, maka 1 Swiss Francs =
Rp.17.389 (lihat peraturan World Aquatics 13.1.2).
e. Tata tertib di Lapangan
1. Umum
a) Tempat peserta dan ofisial
1) Peserta dan pelatih selama perlombaan berlangsung diharuskan
menempati tempat yang telah ditentukan.
2) Area kolam perlombaan yang diperuntukan khusus wasit/juri,
dan panitia serta perenang yang akan start dan yang akan
melapor diri untuk start ke petugas pengatur atlet, perenang-
perenang yang akan mengikuti upacara penghormatan pemenang
(UPP).
2. Khusus
1) Perenang Lapor
Setiap perenang yang akan turun agar mendaftarkan diri ke petugas
pengatur atlet 20 menit sebelum nomor yang akan diikuti:
a) Pemanggilan melalui pengeras suara.
b) Pemanggilan nama perenang yang akan start melalui pengeras
suara hanya dilakukan satu kali setelah perenang berada/siap di
belakang tempat start.
c) Perenang yang namanya diumumkan (saat nomor lintasannya
disebutkan) melalui pengeras suara, harus berdiri menghadap
alur lintasan sebagai perkenalan terhadap penonton/undangan.
HARI PERTAMA:
1. 100 Meter Gaya Bebas Putra
2. 100 Meter Gaya Bebas Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
3. 50 Meter Gaya Punggung Putra
4. 50 Meter Gaya Punggung Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
5. 50 Meter Gaya Dada Putra
6. 50 Meter Gaya Dada Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
HARI KEDUA:
1. 100 m Gaya Dada Putra
2. 100 m Gaya Dada Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
3. 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putra
4. 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
5. 50 Meter Gaya Bebas Putra
6. 50 Meter Gaya Bebas Putri
(Upacara Penghormatan Pemenang)
PENDAFTARAN PESERTA
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SMP TAHUN 2025 CABANG OLAHRAGA
RENANG
Model A-1
Provinsi : …………………………………………
Alamat : …………………………………………
Telp. : ………………………Email.: ………
1 Putra
2 Putri
Model A-2
Provinsi : ………………………………………………
Alamat : ………………………………………………
Telp. : ………………. Email.: ……………………
2 Putri
Ketua Kontingen
(……………………………)
FORMULIR PENDAFTARAN
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL SMP TAHUN 20245
CABANG OLAHRAGA RENANG
Model A-3
Provinsi : …………………………
GAYA
Kupu-
Jenis Bebas Punggung Dada
Nama kupu
No. Kelamin
Lengkap Catatan Catatan Catatan Catatan Catatan Catatan
Pa/Pi
waktu 50 waktu 100 waktu 50 waktu 50 waktu 100 waktu 50
meter meter meter meter meter meter
1 Putra
2 Putri
Catatan :Pada kolom gaya, cantumkan waktu terbaik terakhir peserta (pendaftar)
Ketua Kontingen
(………………………………..)
CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS
BULU TANGKIS
1. KETENTUAN UMUM
a. Perlombaan
Waktu dan tempat pertandingan akan ditentukan kemudian.
2. KETENTUAN KHUSUS
a. Peserta
1) Peserta wajib memenuhi persyaratan keabsahan yang tertera pada Bab III
Buku Pedoman O2SN Tahun 2024.
2) Peserta telah lolos seleksi secara berjenjang dari tingkat kecamatan,
kabupaten/kota dan tingkat provinsi.
3) Bagi peserta yang tidak membawa/memenuhi persyaratan tidak
diperkenankan mengikuti pertandingan.
4) Keabsahan peserta disahkan oleh tim keabsahan yang dibentuk panitia pada
waktu yang ditentukan.
5) Peserta yang telah disahkan oleh tim keabsahan tidak dapat diganti oleh
peserta lain.
6) Setiap kontingen mengirim 1 (satu) orang peserta putra, dan 1 (satu) orang
peserta putri.
7) Tidak dalam keadaan Skorsing dari PP. PBSI
b. Sistem Pertandingan
1) Kompetisi dilakukan dengan sistem gugur.
2) Peraturan permainan menggunakan peraturan BWF/PBSI dan peserta
dianggap telah mengetahui/memahami.
c. Perangkat Pertandingan
1) Wasit dan Koordinator Wasit
Wasit dan Koordiantor wasit yang bertugas pada O2SN Tahun 2025
ditentukan oleh panitia O2SN pada setiap tingkatan seleksi berdasarkan
Rekomendasi dari PBSI, dengan ketentuan :
a) Wasit dari PBSI yang ditetapkan oleh Panitia.
b) Wasit dapat membatalkan atau menganulir keputusan Hakim Garis.
c) Keputusan wasit mengikat.
d) Referee berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut
pertandingan dan keputusan Referee bersifat Final.
2) Pengawas Pertandingan
Dalam melakukan pengawasan setiap pertandingan sekaligus membantu
wasit/Technical Delegate dan aturan PBSI maka PBSI akan menunjuk 2
orang Pengawas Pertandingan.
3) Technical Delegate
Technical Delegate membantu panitia pelaksana dalam menyelesaikan
berbagai persoalan teknis selama berlangsungnya [Link]
Delegate dari Referee (dua) orang yang ditetapkan oleh panitia O2SN.
4) Petugas lainnya
a) Dewan Hakim adalah Technical Delegate sebagai koordinator
pertandingan.
b) Referee
c) Juri wasit dan hakim servis
d) Juri hakim garis
e) Panitia pelaksana
f) Tim medis dan ambulance
d. Gangguan Pertandingan
1) Karpet lapangan rusak/sobek
2) Bocor dan air masuk lapangan
3) Listrik padam
e. Protes
Protes hanya menyangkut masalah teknis pertandingan saja dan diajukan kepada
Referee oleh pelatih pendamping resmi atlet yang bersangkutan pada saat
pertandingan masih berjalan.
f. Sanksi
Pemain yang mendapatkan sanksi/Skorsing dari PBSI tidak diperkenankan
mengikuti kejuaraan yang resmi bekerjasama dengan PP. PBSI.
g. Tata tertib di Lapangan
1) Ketentuan Bertanding
a) Jadwal yang tertera dalam buku acara menjadi dasar dilaksanakannya
suatu pertandingan (match), namun pertandingan dapat maju atau
mundur karena terjadi WO dan lain sebagainya.
b) Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 menit sebelum
jadwal pertandingannya.
c) Peserta wajib mengetahui tempat dan waktu bertanding.
d) Pemain yang pada gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah di
panggil 3 kali dalam waktu 5 menit tidak hadir dinyatakan kalah/WO.
e) Peserta yang belum dipanggil untuk bertanding tidak diperkenankan
memasuki lapangan.
f) Jadwal yang tercantum dalam buku acara menjadi pedoman untuk
dimulainya pertandingan.
g) Bila terjadi gangguan Referee berhak menunda dan memindahkan ke
tempat lain dengan meneruskan angka yang telah dicapai.
h) Seorang pemain berhak atas hadiah menurut hasil actual yang didapat
sebelum pengunduran diri karena cedera.
2) Score System
a) Pertandingan menggunakan Score 21, Rally Point, dengan Prinsip The
Best of Three Games.
b) Apabila kedudukan 20 sama, maka yang memperoleh 2 angka
berturut-turut sebagai pemenang.
c) Apabila kedudukan 29 sama, maka yang mencapai angka 30 lebih dulu
sebagai pemenang.
3) Interval
a) Apabila telah mencapai angka 11, pemain berhak istirahat tidak lebih
dari 60 detik (1 menit) dan pemain boleh mendatangi
pelatih/pendamping untuk mendapatkan instruksi.
b) Sebelum melanjutkan game kedua dan game ketiga (jika ada), pemain
berhak istirahat, tidak lebih dari 120 detik (2 menit) dan
pelatih/pendamping diperbolehkan mendatangi pemain untuk
memberikan instruksi.
4) Cedera
a) Pemain yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak diberikan
waktu perwatan pemulihan, apabila tidak dapat melanjutkan
pertandingan dinyatakan kalah kecuali terjadi pendarahan.
b) Selain pemain yang sedang bertanding, tidak ada yang diperkenankan
masuk lapangan kecuali atas izin Referee.
5) Perlengkapan Pertandingan
a) Karpet lapangan
b) Shuttlecock
c) Kursi wasit dan hakim garis
d) Meja TD, Referee, Match Control dan Medis
e) Sound system
6) Seragam Pertandingan
Pelatih yang mendampingi pemain di lapangan harus berpakaian olahraga
(training suit) dan bersepatu.
7) Jadwal Pertandingan
Ditentukan atau dibagikan pada saat Technical Meeting
4. PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum pertandingan dimulai dengan harapan kerja sama
agar pertandingan Bulutangkis pada O2SN Tahun 2025 terlaksana dengan lancar.