Panduan O2sn Disabilitas 2025
Panduan O2sn Disabilitas 2025
Pengarah:
Maria Veronica Irene Herdjiono
Retno Juni Rohmaningsih
Penanggung Jawab:
Dedek Meilani
Yas Ahmad Adha
Tim Penyusun:
Unun Umaran
Nur Indri Rahayu
Moh. Zaky
Harison Sirait
Wandi Hidayat
Penyunting:
Agus Supriyanto
Setyo Nugroho
Desain Sampul:
Muhammad Nafi Rizaldi
Tata Letak:
Muhammad Abrar Rabbani
Maret 2025
©2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
All rights reserved.
iii
DAFTAR ISI
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Olahraga adalah alat yang sangat kuat dalam membentuk karakter yang tangguh, disiplin,
dan berintegritas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga, kita dapat
menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara
emosional dan sosial, Olahraga bukan hanya kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan tubuh,
tetapi juga merupakan sarana penting dalam membangun karakter seseorang. Dalam konteks
pendidikan, olahraga dapat menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral,
sosial, dan etika. Kebijakan pembangunan sumber daya manusia (Disabilitas) melalui
olahraga bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara fisik, mental, maupun
sosial, yang pada akhirnya dapat mendukung kemajuan suatu bangsa. Dengan kebijakan
yang terarah dan implementasi yang konsisten, olahraga dapat menjadi alat yang efektif
dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan kompetitif, yang berkontribusi pada
pembangunan bangsa.
Menindaklanjuti hal di atas Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional,
Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, salah satu program
yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
jenjang Disabilitas SDLB, SMPLB, SMALB/Sederajat serta penyelenggara sekolah inklusi
yang dilaksanakan setiap tahun. O2SN-Disabilitas merupakan bagian dari ekosistem
kebijakan pendidikan, sehingga hal ini menjadi bagian implementasi yang tepat
mengarahkan peserta didik untuk dapat berprestasi dan berkompetisi secara sehat melalui
olahraga. Di samping itu, O2SN juga dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, yaitu
belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri sendiri dan belajar
menghargai kekuatan lawan serta mengilhami nilai-nilai fair play (jujur, bersahabat, hormat,
dan bertanggung jawab) sesuai makna positif olahraga yang ada pada setiap
perlombaan/pertandingan cabang olahraga pada O2SN ini.
Pada tahun 2025, format O2SN didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem
yang mendorong inovasi, kreativitas, dan prestasi. Sehingga semangat O2SN diarahkan,
tidak hanya mengidentifikasi dan mengembangkan bakat bidang olahraga anak-anak
1
Indonesia, tetapi juga terus memberikan mereka ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan
berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Lebih lanjut O2SN tahun 2025 dirancang
dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga diarahkan
memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan dengan kondisi
masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi
pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi elemen penting dalam mendukung
kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta
unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Tidak hanya hal tersebut di atas, Kita semua mengetahui makna penting penyelenggaraan
O2SN di arahkan mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), O2SN-Disabilitas
tingkat nasional ke-XVIII Tahun 2025 merupakan salah satu peran dari Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah guna memajukan olahraga Indonesia dalam kancah
Internasional pada perhelatan Paralimpiade dunia. Ada 5 (lima) cabang olahraga unggulan
yang diamanatkan dalam DBON, yaitu diantaranya para atletik, para renang, para bulu
tangkis, para tenis meja, para angkat besi. Senyampang dengan perhelatan O2SN-Disabilitas
tahun ini juga berkontribusi memajukan olahraga Indonesia pada pra bibit yang sudah
tertuang pada Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yang bertujuan dalam
memasyarakatkan olahraga dalam tataran satuan pendidikan.
O2SN yang telah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa ini menjadi platform strategis
dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan sumber daya manusia (Disabilitas),
melalui Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Disabilitas ini dapat dijadikan
acuan bagi berbagai pihak yang terkait dalam mengikuti gelaran O2SN.
B. Dasar Hukum
2
5. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun
2010;
6. Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara dalam Kabinet Merah Putih Periode 2024 - 2029;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar
Olahraga Nasional;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter;
11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 27 tahun 2021
tentang Organisasi dan tata kerja Balai Pengembangan Talenta Indonesia;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 1 tahun 2024 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 71 Tahun
2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Ddidik;
14. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia Tahun
2025.
C. Tujuan
1. Tujuan Panduan
Panduan ini disusun sebagai acuan untuk penyelenggara, peserta didik, satuan
pendidikan, instansi pendidikan, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam
melaksanakan ajang di bidang olahraga sesuai dengan kriteria dan ketentuan
sebagaimana tertulis dalam panduan ini.
3
b. Mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung
jawab;
c. Mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga;
d. Menumbuhkembangkan nasionalisme dan cinta tanah air;
e. Menjalin solidaritas dan persahabatan antar peserta didik sekolah di seluruh
Indonesia;
f. Mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun
internasional sejak usia sekolah.
Hasil yang diharapkan pada pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 sebagai berikut:
1. Adanya pewadahan bakat dan minat peserta didik dalam bidang olahraga;
2. Terbangun jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung jawab;
3. Membudayakan peserta didik hidup sehat dan gemar olahraga;
4. Terbangun jiwa nasionalisme dan cinta tanah air;
5. Terjalinnya kesatuan dan persatuan antar peserta didik seluruh Indonesia melalui
O2SN;
6. Terpilihnya peserta didik terbaik dalam bidang olahraga, sebagai bibit unggul atlet
yang diprojeksikan di masa depan.
4
2. Tema O2SN-SMP Tahun 2025:
“Sinergi Inovatif dan Kreatif Untuk Mengembangkan Talenta Olahraga Hebat
Berkarakter”
F. Pengertian
1. Talenta adalah individu yang memiliki kemampuan terbaik di bidangnya untuk
berkiprah di dalam negeri dan kancah internasional;
2. Ajang Talenta merupakan wadah aktualisasi prestasi talenta bagi peserta didik dalam
bentuk kompetisi;
3. Ajang Talenta Nasional adalah Ajang Talenta pada tingkat nasional;
4. Ajang Talenta Daerah adalah Ajang Talenta pada tingkat daerah;
5. Cabang Ajang Talenta adalah bagian dari Ajang Talenta yang menghasilkan Talenta
Peserta Didik, di bidang olahraga disebut dengan cabang olahraga;
6. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi
diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu;
7. Pemerintah Daerah adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom
pada tingkat provinsi/kabupaten/kota;
8. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan pada jalur formal, non formal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan;
9. Balai Pengembangan Talenta Indonesia yang selanjutnya disingkat BPTI adalah unit
pelaksana teknis Kementerian yang memiliki tugas dan fungsi bidang pengembangan
talenta;
10. Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang pendidikan dasar dan menengah.
11. BAPOPSI adalah Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia
12. IGORNAS adalah Ikatan Guru Olahraga Nasional
13. MKKS adalah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah
14. MGMP PJOK adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
15. BBPMP adalah Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan
5
16. BPMP adalah Balai Penjaminan Mutu Pendidikan
17. Cabang Dinas adalah bagian dari Perangkat Daerah penyelenggara Urusan
Pemerintahan di bidang pendidikan dan lainnya yang dibentuk sebagai unit kerja
dinas dengan wilayah kerja tertentu.
18. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD adalah organisasi
yang melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu pada Dinas atau Badan Daerah.
19. O2SN adalah suatu bentuk kegiatan ajang talenta bersifat kompetisi di bidang
olahraga antar pesertadidik jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah dalam lingkup wilayah tertentu.
20. Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
21. Perlombaan/Pertandingan secara daring/online adalah Perlombaan/Pertandingan
pertandingan yang menggunakan sarana jaringan internet sebagai media transfer data
dan informasi, dimana pengiriman dan penerimaannya seketika (real-time) ataupun
tertunda (tersimpan di server cloud) sebelum diunduh.
22. Perlombaan/Pertandingan secara luring/offline adalah Perlombaan/Pertandingan
yang dilaksanakan secara kompetisi langsung di lapangan.
23. Daring singkatan dari dalam jaringan (internet) sedangakan luring singkatan dari luar
jaringan (tidak menggunakan internet)
6
BAB II
PENGELOLAAN AJANG TALENTA PESERTA DIDIK
1. Nilai
Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan
dengan nilai-nilai pendidikan, seperti pembelajaran, objektivitas, produktivitas,
estetika, keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya.
Nilai-nilai tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat
dalam penyelenggaraan agar dipahami dan diaktualisasikan dalam berbagai aspek
kegiatan.
2. Norma
Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku
sesuai dengan kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan
atau peraturan, termasuk tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri.
Selain untuk mengatur berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman,
penegakan norma diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya
motivasi berprestasi para peserta, mengekspresikan kreativitas dan keindahan, serta
keterbukaan. Selain itu, penyelenggaraan ajang talenta juga harus mengikuti asas dan
prinsip penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.
3. Asas penyelenggaraan
a. Sinergi inovatif dan kreatif untuk mengembangkan talenta olahraga hebat yang
berkarakter;
b. diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional;
c. menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;
d. menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta peserta didik;
e. terbuka bagi peserta didik dari semua jenjang dan jenis pendidikan.
4. Prinsip penyelenggaraan
7
Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth,
Participative dan Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:
a. pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta didik Indonesia tanpa membedakan
suku, agama, rupa, dan ras;
b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang peserta
didik tanpa intervensi yang eksploitatif;
c. pembinaan yang membuka peluang peserta didik untuk berprestasi internasional
dan berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif
(competitive advantage);
d. tata kelola penyelenggaraan yang obyektif, efisien, akuntabel dan transparan;
e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan
prestasi melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang
melibatkan seluruh pemangku kepentingan;
f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;
g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;
h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan.
B. Penyelenggaraan
Pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 dapat berlangsung secara baik dan efisien,
perlu disusun kepanitiaan dan pembagian peran setiap tingkatannya. Adapun
kepanitiaan pelaksanaan O2SN untuk setiap tingkatan adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Sekolah
a. Kepala Sekolah;
b. Guru;
c. Komite Sekolah;
d. Instansi Terkait.
2. Tingkat Kecamatan
9
i. Mengirimkan peserta untuk mewakili kecamatan dalam O2SN tingkat
kabupaten/kota.
3. Tingkat Kabupaten/Kota
10
k. Mengirimkan peserta mewakili kabupaten/kota ke O2SN tingkat provinsi.
4. Tingkat Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Provinsi atau Balai Besar Penjaminan
Mutu Pendidikan (BBPMP) atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)
membentuk panitia O2SN tingkat provinsi yang terdiri atas unsur:
11
5. Tingkat Nasional
a. Kemendikdasmen;
b. Kemenpora;
c. Kemenag;
d. NPCI yang diperlombakan/dipertandingkan;
e. KONI;
f. BAPOPSI.
C. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik
pada tingkatan masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, kecamatan,
kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Penghargaan pada tingkat nasional diberikan
12
oleh BPTI dalam bentuk sertifikat, medali, dan uang pembinaan. Penghargaan pada
tingkat satuan pendidikan dan daerah menjadi ranah kebijakan satuan pendidikan dan
daerah.
2. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali dari
jenjang pendidikan dasar, menengah dan disabilitas. Juara umum akan memperoleh
piala bergilir.
D. Pembiayaan
Balai Pengembangan Talenta Indonesia menanggung biaya sosialisasi dan pelaksanaan
O2SN tingkat nasional.
Portal Panitia
3. Pendaftaran daring tahap I April –Mei 2025
Pusat
13
Ditentukan
4. Seleksi O2SN Tingkat Kecamatan April –Mei 2025
Kecamatan
Ditentukan
5. Seleksi O2SN Tingkat Kab./Kota Mei – Juni 2025
Kab./Kota
Ditentukan
6. Seleksi O2SN Tingkat Provinsi Juni – Juli 2025
Provinsi/BPTI
F. Sasaran
Sasaran pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 adalah peserta didik di Sekolah
Dasar Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah
Menengah Atas/Kejuruan Luar Biasa (SMALB) atau yang sederajat serta sekolah
penyelenggara inklusi dari seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta.
G. Cabang Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-Disabilitas tahun
2025 meliputi 4 (empat) cabang yaitu:
SMP/SMA/
Lompat SMK/SMPLB/
1 Atletik Putri Tunarungu
Jauh SMA/SMKLB/
Paket B/Paket C
SMP/SMA/
Tunadaksa SMK/SMPLB/
Bulu
2 Tunggal Putra (standing SMALB/SMK
Tangkis
kaki) LB/Paket
B/Paket C
14
Cabang Nomor Jenis Jenis
No Jenjang
Olahraga Lomba Kelamin Ketunaan
DISABILITAS/
Down
3 Bocce Tunggal Putri DISABILITAS
Syndrome
LB/Paket A
Tunadaksa SMP/SMA/
A6 (putus satu
SMK/SMPLB/
4 Tenis Meja Tunggal Putra lengan atas
SMALB/MA/P
siku sampai
dengan siku)
aket B/Paket C
I. Mekanisme Penyenggaraan
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 diselenggarakan secara daring di tingkat nasional
sedangkan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi menyesuaikan dengan
kondisi dan siatuasi di daerah masing-masing (pelaksanaan seleksi dapat dilaksanakan
dengn format perlombaan/pertandingan secara luring maupun daring).
16
J. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik
pada tingkatan masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, provinsi, dan nasional.
Penghargaan pada tingkat nasional diberikan oleh BPTI dalam bentuk sertifikat, medali,
dan uang pembinaan. Penghargaan pada tingkat satuan pendidikan dan provinsi di
daerah menjadi ranah kebijakan satuan pendidikan dan provinsi masing-masing.
Penghargaan pada tingkat nasional dengan rincian sebagai berikut:
4. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali dari
jenjang dasar dan menengah serta Disabilitas. Untuk juara umum akan memperoleh
piala bergilir dan piagam juara umum.
K. Pembiayaan
Balai Pengembangan Talenta Indonesia menanggung biaya sosialisasi dan pelaksanaan
O2SN-Disabilitas tingkat nasional.
17
BAB III
NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN
2. Pendamping
18
Tugas pendamping O2SN-Disabilitas tahun 2025 sebagai berikut:
a. Bersedia mendampingi atlet dalam lomba/pertandingan dan mengikuti seluruh
acara kegiatan O2SN-Disabilitas sesuai tingkatan lomba;
b. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN-Disabilitas berlangsung;
c. Membina para atlet untuk mengikuti kegiatan O2SN di setiap tingkatan
lomba/pertandingan yang diikuti dalam rangka melaksanakan Pendidikan
Karakter bidang olahraga;
Mematuhi ketentuan komitmen dan tata tertib yang ditetapkan oleh Panitia BPTI
dan NPCI.
3) Menetapkan sah atau tidak sah peserta untuk mengikuti kompetisi melalui
Berita Acara Hasil Keabsahan.
19
yang diikutinya. Apabila juara I berhalangan dan tidak bisa bertanding, dapat
digantikan oleh juara II dan seterusnya.
2) Foto diri seluruh badan dan pas foto 4x6;
3) Scan akte lahir/kartu keluarga;
4) Scan rapor yang dilegalisir kepala sekolah 1 semester terakhir. Halaman rapor
yang di scan adalah halaman identitas dan halaman pada semester terakhir
yang memuat daftar mata pelajaran dan tanda tangan;
5) Surat pernyataan kepala sekolah tentang keaslian dan kebenaran dokumen
serta belum pernah menjadi juara 1 di nomor lomba yang sama pada O2SN
tahun sebelumnya (format terlampir);
6) Surat Keputusan/Sertifikat sebagai Juara O2SN Tingkat Provinsi yang
ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;
7) Surat tugas atlet dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (asli);
8) Peserta lomba/pertandingan wajib mengikuti seleksi keabsahan yang
dilakukan oleh juri keabsahan sebelum pelaksanaan lomba/pertandingan
sesuai dengan jadwal dan tempat yang ditentukan panitia.
9) Apabila peserta lomba/pertandingan dinyatakan tidak memenuhi ketentuan
keabsahan yang telah ditetapkan panitia, maka atlet tersebut dinyatakan tidak
lolos dan tidak berhak mengikuti lomba/pertandingan;
10) Apabila terjadi keragu-raguan dalam hal pemeriksaan administrasi dan atau
fisik, akan dilakukan pemeriksaan fisik oleh tim medis keabsahan;
11) Tim medis keabsahan akan mengeluarkan rekomendasi bagi atlet yang
bersangkutan, apakah atlet tersebut sah atau tidak sah untuk mengikuti
lomba/pertandingan;
12) Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh medis selain medis keabsahan
dinyatakan tidak sah dan tidak diterima;
13) Hasil pemeriksaan tim keabsahan administrasi dan tim medis keabsahan akan
diputuskan oleh panitia keabsahan;
14) Keputusan panitia keabsahan bersifat final.
2. Ketentuan Rincian Kontingen
Dalam pelaksanaan O2SN-Disabilitas Tingkat Nasional Tahun 2025, rincian
kontingen untuk setiap provinsi ditentukan sebagai berikut:
20
Tabel 5.
Rincian Kontingen
Jumlah 8 4
Total: 12
C. Sanksi Pelanggaran
1. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun
keabsahan fisik, dikenakan hukuman diskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
2. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN 2025,
maka akan didiskualifikasi oleh panitia penyelenggara.
3. Pendamping yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi pendorong
hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan sanksi oleh panitia
penyelenggara.
21
2. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat harus mengenakan perangkat keamanan dan
atau keselamatan yang sudah ditetapkan sesuai ketentuan pada masing-masing
cabang olahraga pada waktu persiapan, ujicoba, dan pelaksanaan
perlombaan/pertandingan.
3. Fail-Safe system sebagai kelengkapan standar sistem keamanan dan keselamatan.
4. Berikanlah informasi atau peringatan kepada lingkungan sekitar atas resiko yang
mungkin terjadi jika terjadi kesalahan.
22
BAB IV
KETENTUAN KHUSUS
Dengan memahami pedoman ini diharapkan panitia dan semua pihak yang
terlibat/terkait dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan sebaik-baiknya,
sehingga pelaksanaan O2SN-Disabilitas dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan
tujuan yang diharapkan. Semua hal yang menyangkut penyelenggaraan ajang talenta yang
diatur dalam pedoman ini dapat berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan
kebijakan. Untuk itu, BPTI akan memberitahukannya pada saat perubahan itu sudah
ditetapkan, dan akan disampaikan secepatnya melalui adendum atau melalui dokumen
lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari buku pedoman ini.
23
BAB V
PENUTUP
24
LAMPIRAN
KETENTUAN TEKNIS
PERLOMBAAN/PERTANDINGAN CABANG
OLAHRAGA
25
A. ATLETIK (NOMOR LOMPAT JAUH TANPA AWALAN)
1. Persyaratan
a. Peserta didik putri dengan jenis kekhususan tunarungu pada satuan
pendidikan khusus jenjang SMPLB atau satuan pendidikan penyelenggara
pendidikan inklusif (SMP/SMPLB/Inklusi/Paket B).
b. Peserta lahir setelah 1 Juni 2002.
c. Kegiatan lomba dilaksanakan pada lapangan lompat jauh di daerah/sekolah
masing- masing peserta.
d. Setiap Provinsi bisa mengirimkan maksimal 2 perwakilan peserta.
2. Materi
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final.
b. Membuat satu video yang berisi aktivitas lompat jauh tanpa awalan.
c. Pendamping peserta dapat membantu proses pembuatan video.
d. Pembuatan video harus didampingi oleh 6 orang pendamping yang terdiri dari
: 1 orang pengarah tes, 2 orang pemegang alat ukur/meteran, 1 orang perata
pasir, 1 orang pencatat hasil, dan 1 orang pengambil video.
e. Peserta memakai pakaian olahraga.
3. Teknik Pelaksanaan
a. Peserta melaksanakan registrasi daring pada laman aplikasi:
[Link]
b. Ketentuan perekaman video:
1) Menggunakan handphone (Hp) dengan satu kali pengambilan (one shoot)
tanpa terpotong-potong atau ada jeda.
2) Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 video.
3) Pendamping mengirimkan 1 (satu) buah video yang berisi proses lompat
jauh tanpa awalan sesuai dengan tutorial.
4) Video diawali perkenalan identitas peserta dengan menyebutkan nama
lengkap, asal sekolah, kota dan provinsi, serta kategori yang diikuti,
kemudian peserta melakukan lompat jauh tanpa awalan.
Contoh narasi:
Selamat pagi/siang/sore, saya (nama lengkap), saya sekolah di (sebutkan nama
sekolah), kota (sebutkan nama kota), provinsi (sebutkan nama provinsi), akan
mengikuti lomba lompat jauh tanpaawalan.
27
e) Saat mendarat, menyentuh tanah di luar tempat pendaratan lebih
dekat ke garis tumpuan daripada bekas terdekat yang terjadi di
pasir; atau
f) Setelah selesai melompat, berjalan kembali lewat tengah tempat
pendaratan
5. Penilaian
6. Pemenang
1) Pemenang yaitu Juara I, II dan III, yang diambil dari urutan lompatan terbaik dari
seluruh peserta.
2) Dalam menentukan pemenang, apabila ada hasil lompatan yang sama (tie)
ditentukan dengan melihat hasil lompatan terbaik kedua, bila masih sama (tie)
akan dilihat lompatan terbaik ketiga.
3) Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa:
a) Medali
b) Sertifikat/Piagam
c) Uang Pembinaan
7. Perangkat Perlombaan
Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2025 ditentukan oleh panitia
O2SN dengan rincian sebagai berikut:
1) Technical Delegate
2) Juri 1
3) Juri 2
4) Juri 3
5) Juri Pengolah Data
6) Juri Keabsahan
8. Jadwal Pelaksanaan
9. Penutup
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum perlombaan dimulai agar perlombaan atletik nomor
lompat jauh tanpa awalan pada O2SN tahun 2025 terlaksana dengan lancar.
Lampiran
1. Tahapan Melakukan Lompatan
1 2 3
29
4 5 6
2. Format Penilaian
FORMAT PENILAIAN LOMBA LOMPAT JAUH TANPA AWALAN
FORMAT PENILAIAN
Lompatan Terbaik
30
4
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
31
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
, Agustus 2025
Technical Delegate
(…………………………………………………)
Juri 1
(…………………………………………………)
Juri 2
(…………………………………………………)
Juri 3
(…………………………………………………)
32
B. BULU TANGKIS
1. Persyaratan Peserta
b. Peserta didik putra dengan jenis kekhususan Tuna Daksa standing kaki
pada satuan pendidikan khusus jenjang SMPLB/SMALB atau satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif (SMP/SMPLB/Paket B
SMA/SMK/Paket C).
c. Peserta lahir setelah 1 Juni 2002
d. Kegiatan lomba dilaksanakan di lapangan bulutangkis di daerah masing-
masing peserta.
e. Setiap Provinsi bisa mengirimkan maksimal 2 perwakilan peserta.
2. Materi
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final.
b. Peserta membuat satu video yang berisi aktivitas tes keterampilan bulu
tangkis sebagai berikut.
1) Melambung-lambungkan shuttlecock.
2) Wall pass.
3) Servis pendek.
4) Servis Panjang.
c. Pembuatan video harus didampingi oleh 3 orang pendamping yang terdiri dari
: 1 orang pengarah tes, 1 orang pemegang timer dan penghitung, 1 orang
pengambil video.
d. Peserta harus memakai pakaian olahraga.
3. Teknik Pelaksanaan
a. Peserta melaksanakan registrasi daring pada laman aplikasi O2SN-
Disabilitas: [Link]
2. Petunjuk Pelaksanaan
a. Melambung-lambungkan shuttlecock.
1) Tujuan : Mengukur keterampilan dasar bermain bulu tangkis
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock.
3) Pelaksanaan
a) Peserta berdiri memegang raket dan shuttlecock dengan salah satu
kaki di depan.
b) Peserta melambung-lambungkan shuttlecock dengan gerakan tangan
bolak-balik antara forehand dan backhand.
c) Pendamping mencatat jumlah shuttlecock yang dilambungkan oleh
peserta selama 30 detik.
34
b. Wall pass
1) Tujuan : Mengukur keterampilan bermain bulutangkis.
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock, bidang datar (dinding tembok)
3) Pelaksanaan :
a) Pendamping membuat garis lurus horisontal setinggi 1,5 meter
pada dinding.
b) Pendamping membuat garis horisontal dengan jarak 2 meter dari
dinding sebagai pembatas pada waktu peserta melakukan pukulan
ke dinding (wall pass).
c) Peserta berdiri di belakang garis dan berdiri menghadap ke dinding
dengan jarak 2 meter.
d) Pukulan peserta yang dihitung adalah pukulan peserta yang
sasarannya di atas garis lurus horisontal setinggi 1,5 meter.
e) Pendamping mencatat jumlah pukulan ke dinding yang dilakukan
oleh peserta selama 30 detik.
c. Servis Pendek
1) Tujuan : Mengukur keterampilan Bermain Bulu tangkis
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri memegang raket dan shuttlecock dengan
salah satutungkai di depan.
b) Peserta melakukan servis pendek ke arah sasaran dengan kaidah
dan aturan servis pendek yang benar sebanyak 5 kali.
c) Pendamping mencatat jumlah servis yang masuk ke sasaran.
d. Servis Panjang
1) Tujuan : Mengukur keterampilan bermain bulu tangkis.
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri memegang raket dan shuttlecock dengan
salah satu tungkai di depan.
b) Peserta melakukan servis panjang ke arah sasaran dengan kaidah
dan aturan servis panjang yang benar sebanyak 5 kali.
c) Pendamping mencatat jumlah servis yang masuk ke sasaran.
4. Penilaian
35
Nilai akhir adalah gabungan nilai dari setiap item tes berikut ini:
107 Cm
97
Cm
76
C
m
36
Sasaran servis pendek Sasaran servis panjang 55 Cm
3. Pemenang
a. Pemenang yaitu Juara I, II, dan III hasil ranking terbaik dari seluruh
video peserta.
5. Jadwal Pelaksanaan
6.
No Kegiatan Waktu Keterangan
1 Seleksi 21-26 Juli 2025 Ditentukan BPTI secara
tingkat daring
provinsi
2 Registrasi online April- Mei 2025 Website Panitia pusat
37
6 Unggahan dokumen, 1 s.d. 10 Agustus 2025 diterima oleh Panitia paling
dan pengiriman hasil lambat Juni 2025
karya
7 Penilaian juri 18-23 Agustus 2025 Penilaian oleh Juri Lomba
38
..........Agustus2025
Technical Delegate
Juri 1
Juri 2
Juri 3
Juri Data
39
C. TENIS MEJA
1. Persyaratan
a. Peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Disabilitas Tahun 2025
adalah Peserta didik berkebutuhan khusus/peserta didik PUTRA penyandang
disabilitas Tuna daksa A6 (putus satu lengan atas siku sampai dengan siku)
yang tercatat sebagai peserta didik pada satuan pendidikan khusus jenjang
SMP/SMPLB/Paket B/ SMA/SMALB/SMK/SMKLB/PAKET C atau satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif.
b. Peserta lahir setelah 1 Juni 2002
c. Kegiatan lomba dilaksanakan di rumah/tempat tinggal/sekolah masing-masing
peserta.
d. Setiap Provinsi bisa mengirimkan maksimal 2 perwakilan peserta.
2. Materi Lomba
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final.
b. Peserta membuat satu video yang berisi aktivitas keterampilan tenis meja
sebagai berikut.
1) Melambungkan-lambungkan bola dengan bet.
2) Melakukan wallpass (forehand/backhand).
3) Melakukan servis forehand/backhand.
c. Pendamping dapat membantu proses pembuatan video.
d. Peserta memakai pakaian olahraga.
3. Teknik Pelaksanaan
a. Peserta melaksanakan registrasi daring pada laman aplikasi
[Link]
b. Ketentuan perekaman video:
1) Menggunakan Kamera Handphone (Hp)/Smartphone dengan satu kali
pengambilan (one shoot) tanpa terpotong-potong atau ada jeda.
2) Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 video.
3) Pendamping mengirimkan 1 (satu) buah video yang berisi proses
keterampilan tenis meja sesuai dengan tutorial.
4) Video diawali perkenalan identitas peserta dengan menyebutkan nama
lengkap, asal sekolah, kota dan provinsi, serta kategori yang diikuti,
kemudian peserta melakukan kegiatan keterampilan tenis meja sesuai tutorial.
Contoh narasi:
40
Selamat pagi/siang/sore, saya (nama lengkap), saya sekolah di (sebutkan
nama sekolah), kota (sebutkan nama kota), provinsi (sebutkan nama
provinsi), akan mengikuti lomba keterampilan tenis meja.
5) Video aktivitas keterampilan tenis meja berdurasi maksimal 5 menit.
6) Video diunggah pada Google Drive dan diberi judul:
nama peserta_asal provinsi_nama lomba_ (jenjang)-O2SN-PDD 2025.
7) Peserta wajib mengirim tautan Google Drive pada portal aplikasi menu
lomba.
8) Tautan Google Drive dibuat tidak private/restricted.
9) Panduan cara mengunggah Google Drive terlampir.
c. Kepala sekolah membuat surat pernyataan tentang kebenaran peserta didik
sebagai peserta didik dari sekolah yang Bapak/Ibu pimpin di atas materai Rp.
10.000,00 (format terlampir). Surat Pernyataan tersebut diunggah pada laman
aplikasi menu lomba.
d. Dokumen-dokumen dibuat dalam format pdf dan diberi nama file: NISN_Asal
Provinsi_Nama Lomba.
4. Petunjuk Pelaksanaan
a. Melambungkan-lambungkan bola dengan bet selama 30 detik
1) Tujuan : a) Mengukur koordinasi mata dan tangan
b) Mengukur keterampilan dasar bermain tenis meja
2) Peralatan : Bet dan bola tenis meja
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri memegang bet dan bola tenis meja.
b) Guru pembimbing memberikan aba-aba mulai sambil menghidupkan
stopwatch.
c) Peserta melambung-lambungkan bola sebanyak mungkin dengan bet
selama 30 detik.
d) Bila bola jatuh dan waktu masih ada, boleh diganti dengan bola yang lain.
e) Guru pembimbing menghitung jumlah lambungan selama 30 detik,
setelah 30 detik guru pembimbing memberi aba-aba stop.
4) Nilai/skor : catat banyaknya jumlah lambungan bola selama 30 detik.
b. Melakukan wall pass forehand selama 30 detik.
1) Tujuan : Mengukur keterampilan teknik forehand.
2) Peralatan : Meja tenis (sebagai dinding), bet, dan bola tenis meja.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri dekat setengah meja tenis sebagai lapangan, dan
setengah meja tenis sebagai dinding pantulan. (lihat gambar).
41
b) Peserta memegang bet dan bola siap – siap melakukan forehand.
c) Setelah ada aba-aba mulai dari guru pembimbing peserta melakukan
pukulan forehand selama 30 detik.
d) Bila bola jatuh dan waktu masih ada, boleh diganti dengan bola yang
lain.
e) Guru pembimbing menghitung jumlah pantulan selama 30 detik,
setelah 30 detik guru pembimbing memberi aba-aba stop.
f) Nilai/skor : catat banyaknya jumlah pantulan bola selama 30 detik.
42
a) Peserta berdiri di sisi kanan meja dengan memegang bet dan bola.
b) Lakukan servis backhand, sebanyak 5 kali.
c) Pendamping mengarahkan agar bola jatuh pada sasaran dengan nilai
yang tinggi.
4) Nilai/skor : jumlah skor backhand dari 5 kali kesempatan.
5. Penilaian
a. Jumlah melambung-lambungkan bola selama 30 detik.
b. Jumlah wall pass forehand dan backhand selama 30 detik.
c. Jumlah skor 5 kali kesempatan servis backhand dan forehand.
d. Hasil dari 3 item di atas, dijumlahkan dan diambil nilai yang terbanyak.
Servis Forehand/Backhand
43
6. Pemenang
a. Pemenang yaitu Juara I, II, dan III hasil ranking terbaik dari seluruh video
peserta.
b. Pemenang berhak mendapatkan apresiasi berupa medali, sertifikat dan uang
pembinaan.
7. Perangkat Perlombaan
Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2025 ditentukan oleh panitia
O2SN dengan rincian sebagai berikut:
a. Technical Delegate
b. Juri 1
c. Juri 2
d. Juri 3
e. Juri Pengolah Data
f. Juri Keabsahan
8. Jadwal Pelaksaan
No Kegiatan Waktu Keterangan
1 Seleksi tingkat provinsi 21 s.d. 26 Juli 2025 Penyelenggaraan oleh
Dinas Pendidikan Provinsi
2 Registrasi online April s.d. Mei 2025 Berkas persyaratan
diunggah pada aplikasi
registrasi
3 Tes Keabsahan 15 s.d. 16 Agustus 2025 Penilaian oleh juri
keabsahan
4 Pengumuman Hasil Tes 16 s.d. 17 Agustus 2025 Via aplikasi registrasi
Keabsahan
5 Technical Meeting 18 s.d.19 Agustus 2025 Video conference
6 Unggahan dokumen, dan Juni s.d. Juli 2025 diterima oleh Panitia paling
pengiriman hasil karya lambat tanggal 18
September 2021
7 Penilaian juri 18 s.d 23 Agustus 2025 Penilaian oleh Juri Lomba
8 Pengumuman Pemenang 23 Agustus 2023 Virtual Ceremony
Jadwal dapat berubah sesuai situasi dan kondisi. Bila ada perubahan jadwal, akan
diberitahukan segera.
44
9. Scoring Sheet
FORMAT PENILAIAN LOMBA TENIS MEJA
Nama Atlet : Asal Sekolah :
Kontingen :
FORMAT PENILAIAN
45
D. BOCCE
1. Persyaratan
a. Peserta didik putri dan putra dengan jenis
kekhususan down syndrome pada satuan
pendidikan khusus jenjang SDLB atau satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif
(SD/Paket A).
b. Peserta lahir setelah 1 Juni 2009.
c. Peserta & pendamping wajib memakai pakaian olahraga
2. Materi
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final
b. Peserta membuat satu video yang berisi aktivitas
melempar bola Bocce ke bola Palina dengan jarak
sebagai berikut.
1) Jarak I : 5 m (Batas garis awal melempar bola Bocce ke bola
Palina)
46
2) Jarak II : 7 m (Batas garis awal melempar bola Bocce ke bola
Palina)
47
3. Teknik Pelaksanaan
a. Ketentuan perekaman video:
1) Pengambilan video menggunakan kamera
handphone atau kamera lainnya.
2) Pengambilan video dilakukan satu kali (oneshot)
3) Urutan video sebagai berikut:
a) Pembuktian jarak lapangan
Pendamping memperlihatkan
pengukuran jarak 5 m, 7 m, dan 9 m.
b) Perkenalan identitas peserta
Menyebutkan nama lengkap, asal
sekolah, kota, dan provinsi. Contoh
narasi:
Selamat pagi/siang/sore, saya (nama
lengkap), saya sekolah di (sebutkan nama
sekolah), kota (sebutkan nama kota),
provinsi (sebutkan nama provinsi), akan
mengikuti lomba Bocce.
c) Pelemparan dan pengukuran jarak bola
1) Peserta melempar dari jarak 5 m dan
48
pendamping langsung melakukan
pengukuran dan mencatatnya.
2) Peserta melempar dari jarak 7 m dan
pendamping langsung melakukan
pengukuran dan mencatatnya.
3) Peserta melempar dari jarak 9 m dan
pendamping langsung melakukan
pengukuran dan mencatatnya.
d) Pengukuran jarak bola bocce dan bola palina
1) Penetapan angka/ skor didapat dengan cara melihat
dan mengukur
jarak antara bola bocce dan bola
palina yang dicatat dalam satuan
centimeter (cm).
49
b. Kepala sekolah membuat surat pernyataan tentang
kebenaran sebagai peserta didik dari sekolah
yang Bapak/Ibu pimpin di atas materai Rp.
10.000,00 (format terlampir). Surat Pernyataan
tersebut diunggah pada
4. Perlengkapan Lomba
a. Lapangan :
Lapangan rumput/ rumput sintetis/ pasir/
tanah atau karpet dengan
permukaan yang datar dan ukuran yang
disesuaikan.
b. Bola bocce dengan diameter 107 mm – 110 mm dan berat 900
gr – 1.200 gr.
c. Bola Palina dengan diameter antara 48 mm – 63 milimeter dan
warna
yang berbeda dengan bola bocce.
50
KOP SURAT SEKOLAH
3 9 meter ………
Total ……….
Kepala sekolah
Pendamping
…………………………
………………………
51
52