0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
340 tayangan57 halaman

Panduan O2sn Disabilitas 2025

Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk peserta didik disabilitas tahun 2025 bertujuan untuk mengembangkan talenta olahraga, jiwa sportivitas, dan budaya hidup sehat di kalangan siswa. O2SN diharapkan dapat menciptakan generasi yang berprestasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui olahraga. Penyelenggaraan O2SN juga mendukung Desain Besar Olahraga Nasional dan mempersiapkan atlet berprestasi untuk tingkat nasional dan internasional.

Diunggah oleh

DennyMainassy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
340 tayangan57 halaman

Panduan O2sn Disabilitas 2025

Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk peserta didik disabilitas tahun 2025 bertujuan untuk mengembangkan talenta olahraga, jiwa sportivitas, dan budaya hidup sehat di kalangan siswa. O2SN diharapkan dapat menciptakan generasi yang berprestasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui olahraga. Penyelenggaraan O2SN juga mendukung Desain Besar Olahraga Nasional dan mempersiapkan atlet berprestasi untuk tingkat nasional dan internasional.

Diunggah oleh

DennyMainassy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN

OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL


PESERTA DIDIK DISABILITAS
TAHUN 2025

BALAI PENGEMBANGAN TALENTA INDONESIA


PUSAT PRESTASI NASIONAL
SEKRETARIAT JENDERAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, DASAR DAN MENENGAH
Diterbitkan oleh:
Balai Pengembangan Talenta Indonesia
Pusat Prestasi Nasional
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Pengarah:
Maria Veronica Irene Herdjiono
Retno Juni Rohmaningsih

Penanggung Jawab:
Dedek Meilani
Yas Ahmad Adha

Tim Penyusun:
Unun Umaran
Nur Indri Rahayu
Moh. Zaky
Harison Sirait
Wandi Hidayat

Penyunting:
Agus Supriyanto
Setyo Nugroho

Desain Sampul:
Muhammad Nafi Rizaldi

Tata Letak:
Muhammad Abrar Rabbani

Maret 2025
©2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
All rights reserved.

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ iv


DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................................ 1
A. Latar Belakang............................................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum ................................................................................................................................. 2
C. Tujuan............................................................................................................................................ 3
D. Hasil Yang Diharapkan ................................................................................................................. 4
E. Logo dan Tema .............................................................................................................................. 4
F. Pengertian ...................................................................................................................................... 5
BAB II PENGELOLAAN AJANG TALENTA PESERTA DIDIK .................................................... 7
A. Asas dan Prinsip Ajang Talenta ..................................................................................................... 7
B. Penyelenggaraan ............................................................................................................................ 8
C. Penghargaan ................................................................................................................................ 12
D. Pembiayaan ................................................................................................................................. 13
E. Waktu dan Lokasi ........................................................................................................................ 13
F. Sasaran......................................................................................................................................... 14
G. Cabang Olahraga ......................................................................................................................... 14
H. Sarana dan Prasarana ................................................................................................................... 15
I. Mekanisme Penyenggaraan ......................................................................................................... 15
J. Penghargaan ................................................................................................................................ 17
K. Pembiayaan ................................................................................................................................. 17
BAB III NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN .................................................... 18
A. Persyaratan Peserta, Pendamping dan Ketua Kontingen ............................................................. 18
B. Ketentuan Komitmen, Keabsahan dan Kontingen ....................................................................... 19
C. Sanksi Pelanggaran ...................................................................................................................... 21
D. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan............................................................................ 21
BAB IV KETENTUAN KHUSUS ........................................................................................................ 23
BAB V PENUTUP ................................................................................................................................. 24
LAMPIRAN ........................................................................................................................................... 25
A. ATLETIK (NOMOR LOMPAT JAUH TANPA AWALAN) .................................................... 26
B. BULU TANGKIS ........................................................................................................................ 33
C. TENIS MEJA .............................................................................................................................. 40
D. BOCCE ........................................................................................................................................ 46

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Olahraga adalah alat yang sangat kuat dalam membentuk karakter yang tangguh, disiplin,
dan berintegritas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif olahraga, kita dapat
menciptakan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga matang secara
emosional dan sosial, Olahraga bukan hanya kegiatan fisik untuk menjaga kesehatan tubuh,
tetapi juga merupakan sarana penting dalam membangun karakter seseorang. Dalam konteks
pendidikan, olahraga dapat menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral,
sosial, dan etika. Kebijakan pembangunan sumber daya manusia (Disabilitas) melalui
olahraga bertujuan untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara fisik, mental, maupun
sosial, yang pada akhirnya dapat mendukung kemajuan suatu bangsa. Dengan kebijakan
yang terarah dan implementasi yang konsisten, olahraga dapat menjadi alat yang efektif
dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan kompetitif, yang berkontribusi pada
pembangunan bangsa.

Menindaklanjuti hal di atas Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Pusat Prestasi Nasional,
Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, salah satu program
yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)
jenjang Disabilitas SDLB, SMPLB, SMALB/Sederajat serta penyelenggara sekolah inklusi
yang dilaksanakan setiap tahun. O2SN-Disabilitas merupakan bagian dari ekosistem
kebijakan pendidikan, sehingga hal ini menjadi bagian implementasi yang tepat
mengarahkan peserta didik untuk dapat berprestasi dan berkompetisi secara sehat melalui
olahraga. Di samping itu, O2SN juga dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, yaitu
belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri sendiri dan belajar
menghargai kekuatan lawan serta mengilhami nilai-nilai fair play (jujur, bersahabat, hormat,
dan bertanggung jawab) sesuai makna positif olahraga yang ada pada setiap
perlombaan/pertandingan cabang olahraga pada O2SN ini.

Pada tahun 2025, format O2SN didorong untuk mengembangkan menciptakan ekosistem
yang mendorong inovasi, kreativitas, dan prestasi. Sehingga semangat O2SN diarahkan,
tidak hanya mengidentifikasi dan mengembangkan bakat bidang olahraga anak-anak

1
Indonesia, tetapi juga terus memberikan mereka ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan
berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Lebih lanjut O2SN tahun 2025 dirancang
dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada saat ini, sehingga diarahkan
memungkinkan berbagai metode dan mekanisme yang dapat disesuaikan dengan kondisi
masing-masing daerah. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi
pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi elemen penting dalam mendukung
kelancaran O2SN tahun 2025. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan lahir talenta-talenta
unggul yang dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Tidak hanya hal tersebut di atas, Kita semua mengetahui makna penting penyelenggaraan
O2SN di arahkan mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), O2SN-Disabilitas
tingkat nasional ke-XVIII Tahun 2025 merupakan salah satu peran dari Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah guna memajukan olahraga Indonesia dalam kancah
Internasional pada perhelatan Paralimpiade dunia. Ada 5 (lima) cabang olahraga unggulan
yang diamanatkan dalam DBON, yaitu diantaranya para atletik, para renang, para bulu
tangkis, para tenis meja, para angkat besi. Senyampang dengan perhelatan O2SN-Disabilitas
tahun ini juga berkontribusi memajukan olahraga Indonesia pada pra bibit yang sudah
tertuang pada Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) yang bertujuan dalam
memasyarakatkan olahraga dalam tataran satuan pendidikan.

O2SN yang telah diselenggarakan lebih dari satu dasawarsa ini menjadi platform strategis
dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan sumber daya manusia (Disabilitas),
melalui Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Disabilitas ini dapat dijadikan
acuan bagi berbagai pihak yang terkait dalam mengikuti gelaran O2SN.

B. Dasar Hukum

Dasar hukum sebagai landasan pelaksanaan O2SN-Disabiltas adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;


2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
3. Undang-Undang No. 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang
No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan;

2
5. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun
2010;
6. Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara dalam Kabinet Merah Putih Periode 2024 - 2029;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar
Olahraga Nasional;
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar
Manajemen Talenta Nasional;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39 tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter;
11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 27 tahun 2021
tentang Organisasi dan tata kerja Balai Pengembangan Talenta Indonesia;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 1 tahun 2024 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 71 Tahun
2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Ddidik;
14. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia Tahun
2025.

C. Tujuan

1. Tujuan Panduan

Panduan ini disusun sebagai acuan untuk penyelenggara, peserta didik, satuan
pendidikan, instansi pendidikan, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam
melaksanakan ajang di bidang olahraga sesuai dengan kriteria dan ketentuan
sebagaimana tertulis dalam panduan ini.

2. Tujuan pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 yakni sebagai berikut:

a. Mengembangkan talenta peserta didik dalam bidang olahraga;

3
b. Mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung
jawab;
c. Mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga;
d. Menumbuhkembangkan nasionalisme dan cinta tanah air;
e. Menjalin solidaritas dan persahabatan antar peserta didik sekolah di seluruh
Indonesia;
f. Mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun
internasional sejak usia sekolah.

D. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan pada pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 sebagai berikut:

1. Adanya pewadahan bakat dan minat peserta didik dalam bidang olahraga;
2. Terbangun jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung jawab;
3. Membudayakan peserta didik hidup sehat dan gemar olahraga;
4. Terbangun jiwa nasionalisme dan cinta tanah air;
5. Terjalinnya kesatuan dan persatuan antar peserta didik seluruh Indonesia melalui
O2SN;
6. Terpilihnya peserta didik terbaik dalam bidang olahraga, sebagai bibit unggul atlet
yang diprojeksikan di masa depan.

E. Logo dan Tema


1. Logo O2SN-SMP Tahun 2025 adalah sebagai berikut:

4
2. Tema O2SN-SMP Tahun 2025:
“Sinergi Inovatif dan Kreatif Untuk Mengembangkan Talenta Olahraga Hebat
Berkarakter”

F. Pengertian
1. Talenta adalah individu yang memiliki kemampuan terbaik di bidangnya untuk
berkiprah di dalam negeri dan kancah internasional;
2. Ajang Talenta merupakan wadah aktualisasi prestasi talenta bagi peserta didik dalam
bentuk kompetisi;
3. Ajang Talenta Nasional adalah Ajang Talenta pada tingkat nasional;
4. Ajang Talenta Daerah adalah Ajang Talenta pada tingkat daerah;
5. Cabang Ajang Talenta adalah bagian dari Ajang Talenta yang menghasilkan Talenta
Peserta Didik, di bidang olahraga disebut dengan cabang olahraga;
6. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi
diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu;
7. Pemerintah Daerah adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom
pada tingkat provinsi/kabupaten/kota;
8. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan pada jalur formal, non formal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan;
9. Balai Pengembangan Talenta Indonesia yang selanjutnya disingkat BPTI adalah unit
pelaksana teknis Kementerian yang memiliki tugas dan fungsi bidang pengembangan
talenta;
10. Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang pendidikan dasar dan menengah.
11. BAPOPSI adalah Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia
12. IGORNAS adalah Ikatan Guru Olahraga Nasional
13. MKKS adalah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah
14. MGMP PJOK adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
15. BBPMP adalah Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan

5
16. BPMP adalah Balai Penjaminan Mutu Pendidikan
17. Cabang Dinas adalah bagian dari Perangkat Daerah penyelenggara Urusan
Pemerintahan di bidang pendidikan dan lainnya yang dibentuk sebagai unit kerja
dinas dengan wilayah kerja tertentu.
18. Unit Pelaksana Teknis Daerah yang selanjutnya disingkat UPTD adalah organisasi
yang melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu pada Dinas atau Badan Daerah.
19. O2SN adalah suatu bentuk kegiatan ajang talenta bersifat kompetisi di bidang
olahraga antar pesertadidik jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan
menengah dalam lingkup wilayah tertentu.
20. Pelaksanaan O2SN tahun 2025 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
21. Perlombaan/Pertandingan secara daring/online adalah Perlombaan/Pertandingan
pertandingan yang menggunakan sarana jaringan internet sebagai media transfer data
dan informasi, dimana pengiriman dan penerimaannya seketika (real-time) ataupun
tertunda (tersimpan di server cloud) sebelum diunduh.
22. Perlombaan/Pertandingan secara luring/offline adalah Perlombaan/Pertandingan
yang dilaksanakan secara kompetisi langsung di lapangan.
23. Daring singkatan dari dalam jaringan (internet) sedangakan luring singkatan dari luar
jaringan (tidak menggunakan internet)

6
BAB II
PENGELOLAAN AJANG TALENTA PESERTA DIDIK

A. Asas dan Prinsip Ajang Talenta


Asas dan prinsip mencakup nilai, norma, asas penyelenggaraan, dan prinsip
penyelenggaraan. Penyelenggaraan ajang talenta harus mencerminkan dan menerapkan
asas dan prinsip yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

1. Nilai
Nilai-nilai yang dikandung dalam pelaksanaan ajang talenta tidak bertentangan
dengan nilai-nilai pendidikan, seperti pembelajaran, objektivitas, produktivitas,
estetika, keteladanan, kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai karakter positif lainnya.
Nilai-nilai tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh komponen yang terlibat
dalam penyelenggaraan agar dipahami dan diaktualisasikan dalam berbagai aspek
kegiatan.

2. Norma
Norma ajang talenta mencakup norma etika yang tidak tertulis, yang berlaku
sesuai dengan kebudayaan setempat, serta norma tertulis yang berwujud ketentuan
atau peraturan, termasuk tata tertib acara seremonial dan kegiatan ajang itu sendiri.
Selain untuk mengatur berlangsungnya kegiatan yang tertib, lancar, dan aman,
penegakan norma diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya
motivasi berprestasi para peserta, mengekspresikan kreativitas dan keindahan, serta
keterbukaan. Selain itu, penyelenggaraan ajang talenta juga harus mengikuti asas dan
prinsip penyelenggaraan yang ditentukan dalam dokumen ini.

3. Asas penyelenggaraan
a. Sinergi inovatif dan kreatif untuk mengembangkan talenta olahraga hebat yang
berkarakter;
b. diselenggarakan dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional;
c. menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju kemajuan;
d. menjadi wadah bagi aktualisasi prestasi talenta peserta didik;
e. terbuka bagi peserta didik dari semua jenjang dan jenis pendidikan.

4. Prinsip penyelenggaraan

7
Penyelenggaraan Ajang Talenta mengikuti prinsip Inclusive, Growth,
Participative dan Sustain, yang dimanifestasikan dengan upaya-upaya berikut:
a. pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta didik Indonesia tanpa membedakan
suku, agama, rupa, dan ras;
b. pemberian kebebasan pengenalan diri dan kesempatan tumbuh-kembang peserta
didik tanpa intervensi yang eksploitatif;
c. pembinaan yang membuka peluang peserta didik untuk berprestasi internasional
dan berkarya sebagai pionir perubahan bangsa meraih keunggulan kompetitif
(competitive advantage);
d. tata kelola penyelenggaraan yang obyektif, efisien, akuntabel dan transparan;
e. intensifikasi pembinaan di daerah dalam rangka mengupayakan pemerataan
prestasi melalui kegiatan pencarian dan pemanduan bakat (talent scouting) yang
melibatkan seluruh pemangku kepentingan;
f. partisipasi seluruh pemangku kepentingan di semua aspek penyelenggaraan;
g. perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang konsisten dan berkesinambungan;
h. implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan.

B. Penyelenggaraan
Pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 dapat berlangsung secara baik dan efisien,
perlu disusun kepanitiaan dan pembagian peran setiap tingkatannya. Adapun
kepanitiaan pelaksanaan O2SN untuk setiap tingkatan adalah sebagai berikut:

1. Tingkat Sekolah

Kepanitiaan O2SN-Disabilitas tingkat sekolah terdiri dari:

a. Kepala Sekolah;
b. Guru;
c. Komite Sekolah;
d. Instansi Terkait.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat sekolah adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN tingkat sekolah;


b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat sekolah yang tidak
bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
8
c. Menyiapkan surat-surat dan keperluan penyelenggaraan seleksi tingkat sekolah;
d. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN;
e. Menyeleksi peserta lomba tingkat sekolah;
f. Menetapkan peserta yang mewakili sekolah;
g. Menetapkan guru pendamping sebagai pelatih untuk kegiatan O2SN tingkat
kecamatan;
h. Mendaftarkan peserta dan pendamping terpilih secara daring ke portal Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;
i. Mengirimkan peserta untuk mewakili sekolah dalam O2SN tingkat kecamatan.

2. Tingkat Kecamatan

Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota membentuk panitia


O2SN tingkat kecamatan yang terdiri atas unsur-unsur:

a. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan (UPTD);


b. Pengurus Cabang Olahraga Kabupaten/Kota yang
diperlombakan/dipertandingkan;
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Instansi terkait lainnya.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat kecamatan adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan;


b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat kecamatan yang tidak
bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Menginformasikan pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan ke Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/Kota;
d. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan;
e. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN tingkat kecamatan;
f. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat
lomba/pertandingan O2SN;
g. Melaksanakan O2SN tingkat kecamatan;
h. Menetapkan pemenang melalui surat keputusan UPTD atau dinas terkait;

9
i. Mengirimkan peserta untuk mewakili kecamatan dalam O2SN tingkat
kabupaten/kota.

3. Tingkat Kabupaten/Kota

Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota membentuk panitia


O2SN tingkat kabupaten/kota yang terdiri atas unsur-unsur:

a. Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Kabupaten/Kota;


b. NPCI Kabupaten/Kota yang diperlombakan/dipertandingkan;
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Perguruan tinggi setempat;
e. Instansi terkait lainnya.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat kabupaten/kota adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN kabupaten/kota;


b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat kabupaten/kota yang
tidak bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Menginformasikan pelaksanaan O2SN tingkat kabupaten/kota ke Dinas
Pendidikan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP)
atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP);
d. Bekerjasama dengan NPCI di tingkat kabupaten/kota dalam penyelenggaraan
kegiatan;
e. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan
kegiatan;
f. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN tingkat kabupaten/kota;
g. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat
pertandingan O2SN tingkat kabupaten/kota dengan surat keputusan;
h. Melaksanakan kegiatan O2SN kabupaten/kota;
i. Menetapkan peserta/pemenang melalui surat keputusan Kepala Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/kota;
j. Mendaftarkan peserta dan pendamping terpilih secara daring ke portal Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;

10
k. Mengirimkan peserta mewakili kabupaten/kota ke O2SN tingkat provinsi.

4. Tingkat Provinsi

Kepala Dinas Pendidikan atau Dinas Olahraga Provinsi atau Balai Besar Penjaminan
Mutu Pendidikan (BBPMP) atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)
membentuk panitia O2SN tingkat provinsi yang terdiri atas unsur:

a. Dinas Pendidikan Provinsi/Dinas Olahraga/ BBPMP/BPMP;


b. NPCI Provinsi yang diperlombakan/dipertandingkan
c. BAPOPSI, IGORNAS, MKKS, MGMP PJOK;
d. Perguruan Tinggi setempat;
e. Instansi yang terkait lainnya.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat provinsi adalah:

a. Merencanakan pelaksanaan O2SN provinsi;


b. Menyiapkan panduan penyelenggaraan O2SN di tingkat provinsi yang tidak
bertentangan dengan panduan O2SN yang diterbitkan panitia pusat.
c. Bekerjasama dengan NPCI provinsi dan atau perguruan tinggi dan Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan O2SN di
tingkat provinsi;
d. Menyiapkan surat-surat dan keperluan lain yang terkait dengan penyelenggaraan
kegiatan;
e. Menyosialisasikan penyelenggaraan O2SN;
f. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan dan perangkat
lomba/pertandingan lomba dengan surat keputusan;
g. Melaksanakan kegiatan O2SN tingkat provinsi;
h. Menetapkan peserta/pemenang melalui surat keputusan Kepala Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Provinsi/ atau Kepala BBPMP/BPMP;
i. Menyampaikan dan melaporkan jadwal pelaksanaan ke panitia pusat Balai
Pengembangan Talenta Indonesia;
j. Mendaftarkan para peserta kontingen O2SN provinsi melalui pendaftaran daring
ke Balai Pengembangan Talenta Indonesia melalui portal O2SN.

11
5. Tingkat Nasional

Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan


Menengah membentuk panitia O2SN tingkat nasional yang terdiri atas unsur:

a. Kemendikdasmen;
b. Kemenpora;
c. Kemenag;
d. NPCI yang diperlombakan/dipertandingkan;
e. KONI;
f. BAPOPSI.

Tugas dan tanggung jawab panitia tingkat nasional adalah:

a. Membuat panduan O2SN tahun 2025;


b. Menyosialisasikan kegiatan O2SN tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi
dan nasional;
c. Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan/Dinas Olahraga Kabupaten/Kota, Dinas
Pendidikan/Dinas Olahraga Provinsi, BBPMP/BPMP, Kemenpora, Kemenag,
KONI, dan BAPOPSI;
d. Mempersiapkan pendaftaran daring untuk peserta O2SN;
e. Merencanakan pelaksanaan O2SN tingkat nasional;
f. Bekerjasama dengan NPCI dan Perguruan Tinggi dalam O2SN tahun 2025;
g. Mempersiapkan mekanisme perlombaan/pertandingan dengan Induk Organisasi
Cabang Olahraga dan Perguruan Tinggi;
h. Menyiapkan surat-surat dan keperluan penyelenggaraan kegiatan;
i. Menetapkan dan menyiapkan tempat penyelenggaraan lomba/pertandingan;
j. Melaksanakan O2SN tingkat nasional melaui format video keterampilan sesuai
pada ketentuan yang diatur pada ketentuan khusus cabang olahraga O2SN.

C. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik
pada tingkatan masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, kecamatan,
kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Penghargaan pada tingkat nasional diberikan

12
oleh BPTI dalam bentuk sertifikat, medali, dan uang pembinaan. Penghargaan pada
tingkat satuan pendidikan dan daerah menjadi ranah kebijakan satuan pendidikan dan
daerah.

Penghargaan pada tingkat nasional dengan rincian sebagai berikut:

1. Juara Nomor Cabang Olahraga


Peserta yang mendapat juara dari nomor cabang: Atletik, Bulutangkis, Tenis Meja
dan Bocce akan memperoleh penghargaan berupa:
a. Juara I : medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
b. Juara II : medali perak, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
c. Juara III : medali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan

2. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali dari
jenjang pendidikan dasar, menengah dan disabilitas. Juara umum akan memperoleh
piala bergilir.

D. Pembiayaan
Balai Pengembangan Talenta Indonesia menanggung biaya sosialisasi dan pelaksanaan
O2SN tingkat nasional.

E. Waktu dan Lokasi


Waktu dan lokasi pelaksanaan perlu disusun pada setiap tingkatannya. Adapun waktu
dan lokasi penyelenggaraan O2SN-Disabilitas tahun 2025 sebagai berikut:
Tabel 3. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025
No Kegiatan Waktu Tempat

Sosialisasi dan Koordinasi


1. April 2025 Ditentukan BPTI
Pelaksanaan O2SN

2. Seleksi O2SN Tingkat Sekolah April –Mei 2025 Ditentukan Sekolah

Portal Panitia
3. Pendaftaran daring tahap I April –Mei 2025
Pusat

13
Ditentukan
4. Seleksi O2SN Tingkat Kecamatan April –Mei 2025
Kecamatan

Ditentukan
5. Seleksi O2SN Tingkat Kab./Kota Mei – Juni 2025
Kab./Kota

Ditentukan
6. Seleksi O2SN Tingkat Provinsi Juni – Juli 2025
Provinsi/BPTI

Pendaftaran daring tahap II


7. (Unggah Video Ke Tingkat 1 Juli – 10 Agustus Portal Panitia
2025 Pusat
Nasional)
Pelaksanaan O2SN Tingkat
8. 18 – 23 Agustus 2025 Ditentukan BPTI
Nasional

F. Sasaran
Sasaran pelaksanaan O2SN-Disabilitas tahun 2025 adalah peserta didik di Sekolah
Dasar Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah
Menengah Atas/Kejuruan Luar Biasa (SMALB) atau yang sederajat serta sekolah
penyelenggara inklusi dari seluruh Indonesia baik negeri maupun swasta.

G. Cabang Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan/dipertandingkan pada O2SN-Disabilitas tahun
2025 meliputi 4 (empat) cabang yaitu:

Tabel 4. Cabang Olahraga yang Diperlombakan/Dipertandingkan


pada O2SN-Disabilitas tahun 2025
Cabang Nomor Jenis Jenis
No Jenjang
Olahraga Lomba Kelamin Ketunaan

SMP/SMA/
Lompat SMK/SMPLB/
1 Atletik Putri Tunarungu
Jauh SMA/SMKLB/
Paket B/Paket C

SMP/SMA/
Tunadaksa SMK/SMPLB/
Bulu
2 Tunggal Putra (standing SMALB/SMK
Tangkis
kaki) LB/Paket
B/Paket C

14
Cabang Nomor Jenis Jenis
No Jenjang
Olahraga Lomba Kelamin Ketunaan

DISABILITAS/
Down
3 Bocce Tunggal Putri DISABILITAS
Syndrome
LB/Paket A

Tunadaksa SMP/SMA/
A6 (putus satu
SMK/SMPLB/
4 Tenis Meja Tunggal Putra lengan atas
SMALB/MA/P
siku sampai
dengan siku)
aket B/Paket C

H. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggaraan O2SN-Disabilitas tahun
2025 ialah:
1. Venue beserta kelengkapan untuk perlombaan/pertandingan;
2. Portal Pendaftaran;
3. Jaringan internet;
4. Tenaga medis dengan perlengkapan dan ambulance.

I. Mekanisme Penyenggaraan
Pelaksanaan O2SN tahun 2025 diselenggarakan secara daring di tingkat nasional
sedangkan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi menyesuaikan dengan
kondisi dan siatuasi di daerah masing-masing (pelaksanaan seleksi dapat dilaksanakan
dengn format perlombaan/pertandingan secara luring maupun daring).

Mekanisme O2SN-Disabilitas tahun 2025 diselenggarakan secara bertingkat, yakni:


1. Tingkat Sekolah;
2. Tingkat Provinsi;
3. Tingkat Nasional.
Pelaksanaan seleksi O2SN- Disabilitas tahun 2025 mulai tingkat Satuan Pendidikan dan
provinsi diharapkan dapat mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1. Seleksi dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, adil dan memperhatikan
pemerataan kesempatan berprestasi, dengan wajib melibatkan atau bekerja sama
dengan induk organisasi cabang olahraga (pengcab/pengkab/pengkot/pengprov),
BAPOPSI dan atau perguruan tinggi yang ada olahraganya;
15
2. Persyaratan peserta mengacu kepada ketentuan yang dituangkan dalam Panduan
Pelaksanaan O2SN-Disabilitas;
3. Jadwal penyelenggaraan seleksi daerah disampaikan kepada BPTI;
4. Menyampaikan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan atau Balai
Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan
kepada BPTI tentang hasil pelaksanaan seleksi O2SN-Disabilitas di daerahnya.
5. Bagi daerah yang memiliki anggaran lebih, diperkenankan melakukan seleksi
secara luring lebih dari 4 cabor, dengan catatan cabang olahraga yang
dilombakan/dipertandingkan ditingkat nasional tetap berjumlah 4 cabor.

Ketentuan mekanisme pendaftaran O2SN- Disabilitas tahun 2025 sebagai


berikut:
1. Pendaftaran peserta O2SN- Disabilitas dilakukan dengan sistem daring (online),
dimulai dari tingkat Sekolah/Satuan Pendidikan.
2. Pendaftaran daring dapat diakses pada laman BPTI yaitu:
[Link]
3. Ada 2 tahap pendaftaran daring yaitu:
a. Tahap I
Pendaftaran daring tahap ini ditujukan bagi peserta yang mewakili sekolah untuk
mengikuti seleksi di tingkat provinsi.
b. Tahap II
Pendaftaran daring tahap II ditujukan bagi peserta yang lolos seleksi tingkat
provinsi dan ditetapkan sebagai perwakilan provinsi ke tingkat nasional melalui
Surat Keputusan (SK) Penetapan Kontingen O2SN- Disabilitas Tingkat
Nasional yang ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi atau Balai
Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau Balai Penjaminan Mutu Pendidikan.
4. Dinas Pendidikan Provinsi atau Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan atau
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan akan mendapatkan akun pendaftaran daring
dari panita pusat BPTI.
5. Pendaftaran daring dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh
panitia pusat BPTI.

16
J. Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berhasil mencapai prestasi terbaik
pada tingkatan masing-masing, mulai dari satuan pendidikan, provinsi, dan nasional.
Penghargaan pada tingkat nasional diberikan oleh BPTI dalam bentuk sertifikat, medali,
dan uang pembinaan. Penghargaan pada tingkat satuan pendidikan dan provinsi di
daerah menjadi ranah kebijakan satuan pendidikan dan provinsi masing-masing.
Penghargaan pada tingkat nasional dengan rincian sebagai berikut:

3. Juara Nomor Cabang Olahraga


Peserta yang mendapat juara dari nomor cabang: Atletik, Bulu Tangkis, Bocce,
Catur dan Tenis Meja akan memperoleh penghargaan berupa:
a. Juara I : medali emas, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
b. Juara II : medali perak, piagam penghargaan, dan uang pembinaan
c. Juara III : medali perunggu, piagam penghargaan, dan uang pembinaan

4. Juara Umum
Penetapan juara umum ditentukan berdasarkan perolehan medali emas, perak,
perunggu terbanyak dengan perhitungan dari akumulasi perolehan medali dari
jenjang dasar dan menengah serta Disabilitas. Untuk juara umum akan memperoleh
piala bergilir dan piagam juara umum.

K. Pembiayaan
Balai Pengembangan Talenta Indonesia menanggung biaya sosialisasi dan pelaksanaan
O2SN-Disabilitas tingkat nasional.

17
BAB III
NORMA DAN KETENTUAN PENYELENGGARAAN

A. Persyaratan Peserta, Pendamping dan Ketua Kontingen


1. Peserta
Peserta O2SN-Disabilitas tahun 2025 wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Atlet O2SN-Disabilitas Tahun 2025 adalah peserta didik berkebutuhan
khusus/peserta didik penyandang Disabilitas yang terdaftar sebagai peserta didik
pada: (1) Jenjang Sekolah Dasar (DISABILITAS/DISABILITASLB/Paket A);
(2) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/SMPLB/Paket B); (3) Jenjang
Sekolah Menengah Atas (SMA/SMALB/SMK/SMKLB/Paket C);
b. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk
Kependudukan (NIK) yang valid;
c. Peserta didik terdaftar pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik);
d. Merupakan peserta didik Disabilitas terbaik tingkat provinsi tahun 2025 yang
ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;
e. Peserta belum pernah menjadi juara I (pertama) pada cabang olahraga yang sama
di O2SN-Disabilitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah pada tahun-tahun sebelumnya;
f. Kriteria usia atlet O2SN-Disabilitas Tahun 2025 saat melaksanakan registrasi:
1) Tingkat Sekolah Dasar, peserta didik lahir setelah tanggal 1 Juni Tahun
2009;
2) Tingkat Sekolah Menengah Pertama, peserta didik lahir setelah tanggal 1
Juni Tahun 2006;
3) Tingkat Sekolah Menengah Atas peserta didik lahir setelah tanggal 1 Juni
Tahun 2003;
g. Nomor lomba yang bersifat terbuka (Tingkat Sekolah Dasar, Tingkat Sekolah
Menengah Pertama, Tingkat Sekolah Menengah Atas) menggunakan ketentuan
usia Tingkat Sekolah Menengah Atas.
h. Memiliki BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lainnya dan wajib
melampirkan surat keterangan sehat dari dokter

2. Pendamping

Persyaratan pendamping O2SN-Disabilitas tahun 2025 sebagai berikut:


a. Pendamping (satu pendamping pada setiap atlet/peserta lomba O2SN dengan
jenis kelamin yang sama)
b. Memiliki surat keterangan/surat keputusan (SK) dari kepala sekolah, yang
menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah pendamping atlet bersangkutan;
c. Mengetahui dan menguasai cabang olahraga yang
diperlombakan/dipertandingkan;
d. Memiliki tanggung jawab dan dedikasi untuk selalu mendampingi peserta
selama kegiatan.

18
Tugas pendamping O2SN-Disabilitas tahun 2025 sebagai berikut:
a. Bersedia mendampingi atlet dalam lomba/pertandingan dan mengikuti seluruh
acara kegiatan O2SN-Disabilitas sesuai tingkatan lomba;
b. Menjaga sportivitas dan fair play selama O2SN-Disabilitas berlangsung;
c. Membina para atlet untuk mengikuti kegiatan O2SN di setiap tingkatan
lomba/pertandingan yang diikuti dalam rangka melaksanakan Pendidikan
Karakter bidang olahraga;
Mematuhi ketentuan komitmen dan tata tertib yang ditetapkan oleh Panitia BPTI
dan NPCI.

B. Ketentuan Keabsahan dan Kontingen


1. Keabsahan Peserta
a. Pengertian
Keabsahan merupakan proses pemeriksaan atau pengecekan untuk
menentukan sah atau tidak sahnya seorang peserta untuk mengikuti
perlombaan/pertandingan O2SN-Disabilitas berdasarkan pada persyaratan,
dokumen bukti persyaratan dan pengecekan fisik peserta. Proses keabsahan wajib
dilakukan oleh panitia penyelenggara O2SN-Disabilitas di setiap tingkatan seleksi
sebelum perlombaan/pertandingan dimulai.

b. Ketentuan Tim Keabsahan


1) Beranggotakan 5 s.d. 10 orang yang berasal dari unsur akademisi, tenaga
kesehatan, guru PJOK, dan instansi terkait lainnya.

2) Dibentuk dan ditetapkan oleh panitia pelaksana di setiap tingkatan seleksi.

c. Tugas Tim Keabsahan


1) Menyusun format keabsahan peserta, baik keabsahan fisik maupun dokumen.

2) Memverifikasi keabsahan dokumen dan fisik peserta.

3) Menetapkan sah atau tidak sah peserta untuk mengikuti kompetisi melalui
Berita Acara Hasil Keabsahan.

4) Melaporkan hasil keabsahan peserta kepada panitia pelaksana di setiap


tingkatan seleksi.

d. Persyaratan administrasi/dokumen keabsahan yakni sebagai berikut:


1) Atlet O2SN-Disabilitas adalah peserta didik Disabilitas hasil seleksi di
tingkat provinsi tahun 2025 dan dinyatakan sebagai juara I pada cabang lomba

19
yang diikutinya. Apabila juara I berhalangan dan tidak bisa bertanding, dapat
digantikan oleh juara II dan seterusnya.
2) Foto diri seluruh badan dan pas foto 4x6;
3) Scan akte lahir/kartu keluarga;
4) Scan rapor yang dilegalisir kepala sekolah 1 semester terakhir. Halaman rapor
yang di scan adalah halaman identitas dan halaman pada semester terakhir
yang memuat daftar mata pelajaran dan tanda tangan;
5) Surat pernyataan kepala sekolah tentang keaslian dan kebenaran dokumen
serta belum pernah menjadi juara 1 di nomor lomba yang sama pada O2SN
tahun sebelumnya (format terlampir);
6) Surat Keputusan/Sertifikat sebagai Juara O2SN Tingkat Provinsi yang
ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;
7) Surat tugas atlet dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (asli);
8) Peserta lomba/pertandingan wajib mengikuti seleksi keabsahan yang
dilakukan oleh juri keabsahan sebelum pelaksanaan lomba/pertandingan
sesuai dengan jadwal dan tempat yang ditentukan panitia.
9) Apabila peserta lomba/pertandingan dinyatakan tidak memenuhi ketentuan
keabsahan yang telah ditetapkan panitia, maka atlet tersebut dinyatakan tidak
lolos dan tidak berhak mengikuti lomba/pertandingan;
10) Apabila terjadi keragu-raguan dalam hal pemeriksaan administrasi dan atau
fisik, akan dilakukan pemeriksaan fisik oleh tim medis keabsahan;
11) Tim medis keabsahan akan mengeluarkan rekomendasi bagi atlet yang
bersangkutan, apakah atlet tersebut sah atau tidak sah untuk mengikuti
lomba/pertandingan;
12) Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh medis selain medis keabsahan
dinyatakan tidak sah dan tidak diterima;
13) Hasil pemeriksaan tim keabsahan administrasi dan tim medis keabsahan akan
diputuskan oleh panitia keabsahan;
14) Keputusan panitia keabsahan bersifat final.
2. Ketentuan Rincian Kontingen
Dalam pelaksanaan O2SN-Disabilitas Tingkat Nasional Tahun 2025, rincian
kontingen untuk setiap provinsi ditentukan sebagai berikut:

20
Tabel 5.
Rincian Kontingen

Cabang Nomor Jenis


No Pendamping
Olahraga Lomba Kelamin

1 Atletik Lompat Jauh 2 Putri 1 Putri


Bulu
2 Tunggal 2 Putra 1 Putra
Tangkis
1 Putri
3 Bocce Tunggal 1 Putri
1 putra
4 Tenis Meja Tunggal 2 Putra 1 Putra

Jumlah 8 4

Total: 12

C. Sanksi Pelanggaran
1. Peserta yang tidak lolos pemeriksaan keabsahan, baik keabsahan dokumen maupun
keabsahan fisik, dikenakan hukuman diskualifikasi oleh panitia penyelenggara.

2. Peserta yang melakukan pelanggaran berupa pemalsuan identitas dalam O2SN 2025,
maka akan didiskualifikasi oleh panitia penyelenggara.

3. Pendamping yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang menjadi pendorong
hingga terjadinya pemalsuan identitas tersebut, dikenakan sanksi oleh panitia
penyelenggara.

D. Keamanan dan Keselamatan Penyelenggaraan


1. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat semua cabang olahraga harus
mempertimbangkan dengan penuh kesadaran seluruh risiko dari aspek keamanan dan
keselamatan mulai dari proses persiapan, uji coba lapangan sampai dengan
pelaksanaan perlombaan/pertandingan, Menjunjung nilai-nilai fair play dan
mengutamakan keselamatan publik ketika berada di lapangan ataupun di lokasi
kegiatan adalah sikap utama yang seharusnya selalu ditunjukkan.

21
2. Peserta dan seluruh unsur yang terlibat harus mengenakan perangkat keamanan dan
atau keselamatan yang sudah ditetapkan sesuai ketentuan pada masing-masing
cabang olahraga pada waktu persiapan, ujicoba, dan pelaksanaan
perlombaan/pertandingan.
3. Fail-Safe system sebagai kelengkapan standar sistem keamanan dan keselamatan.
4. Berikanlah informasi atau peringatan kepada lingkungan sekitar atas resiko yang
mungkin terjadi jika terjadi kesalahan.

22
BAB IV
KETENTUAN KHUSUS

Dengan memahami pedoman ini diharapkan panitia dan semua pihak yang
terlibat/terkait dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya dengan sebaik-baiknya,
sehingga pelaksanaan O2SN-Disabilitas dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan
tujuan yang diharapkan. Semua hal yang menyangkut penyelenggaraan ajang talenta yang
diatur dalam pedoman ini dapat berubah sesuai dengan kondisi dan perkembangan
kebijakan. Untuk itu, BPTI akan memberitahukannya pada saat perubahan itu sudah
ditetapkan, dan akan disampaikan secepatnya melalui adendum atau melalui dokumen
lainnya yang tidak dapat dipisahkan dari buku pedoman ini.

23
BAB V
PENUTUP

Keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)


Disabilitas ditentukan oleh semua unsur dan berbagai pihak dalam melaksanakan kegiatan
secara tertib, teratur, penuh disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dengan demikian
diharapkan O2SN-Disabilitas dapat memberikan manfaat untuk aktualisasi minat dan bakat
di bidang olahraga serta lebih luas dapat dimanfaatkan pengembangan ajang talenta bagi
peserta didik berprestasi di tingkat nasional dan internasional, sebagai bagian dari upaya
menciptakan generasi emas Indonesia tahun 2045. Dengan memahami pedoman ini
diharapkan panitia dan semua pihak yang terlibat/terkait dapat melaksanakan tugas sesuai
dengan fungsinya, sehingga pelaksanaan O2SN-Disabilitas dapat berjalan lancar dan sukses
sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

24
LAMPIRAN

KETENTUAN TEKNIS
PERLOMBAAN/PERTANDINGAN CABANG
OLAHRAGA

25
A. ATLETIK (NOMOR LOMPAT JAUH TANPA AWALAN)

1. Persyaratan
a. Peserta didik putri dengan jenis kekhususan tunarungu pada satuan
pendidikan khusus jenjang SMPLB atau satuan pendidikan penyelenggara
pendidikan inklusif (SMP/SMPLB/Inklusi/Paket B).
b. Peserta lahir setelah 1 Juni 2002.
c. Kegiatan lomba dilaksanakan pada lapangan lompat jauh di daerah/sekolah
masing- masing peserta.
d. Setiap Provinsi bisa mengirimkan maksimal 2 perwakilan peserta.

2. Materi
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final.
b. Membuat satu video yang berisi aktivitas lompat jauh tanpa awalan.
c. Pendamping peserta dapat membantu proses pembuatan video.
d. Pembuatan video harus didampingi oleh 6 orang pendamping yang terdiri dari
: 1 orang pengarah tes, 2 orang pemegang alat ukur/meteran, 1 orang perata
pasir, 1 orang pencatat hasil, dan 1 orang pengambil video.
e. Peserta memakai pakaian olahraga.

3. Teknik Pelaksanaan
a. Peserta melaksanakan registrasi daring pada laman aplikasi:
[Link]
b. Ketentuan perekaman video:
1) Menggunakan handphone (Hp) dengan satu kali pengambilan (one shoot)
tanpa terpotong-potong atau ada jeda.
2) Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 video.
3) Pendamping mengirimkan 1 (satu) buah video yang berisi proses lompat
jauh tanpa awalan sesuai dengan tutorial.
4) Video diawali perkenalan identitas peserta dengan menyebutkan nama
lengkap, asal sekolah, kota dan provinsi, serta kategori yang diikuti,
kemudian peserta melakukan lompat jauh tanpa awalan.
Contoh narasi:
Selamat pagi/siang/sore, saya (nama lengkap), saya sekolah di (sebutkan nama
sekolah), kota (sebutkan nama kota), provinsi (sebutkan nama provinsi), akan
mengikuti lomba lompat jauh tanpaawalan.

5) Video aktivitas lompat jauh tanpa awalan berdurasi maksimal 5 menit.


6) Video yang diunggah harus jelas mulai dari perkenalan, saat melakukan
start, pendaratan, serta saat pengukuran.
26
7) Video diunggah pada Google Drive dan diberi judul:
nama peserta_asal provinsi_nama lomba_ SMPLB_O2SN-Disabilitas
2025.
8) Peserta wajib mengirim tautan Google Drive pada portal aplikasi
menu lomba.
9) Tautan Google Drive dibuat tidak private/restricted.
10) Panduan cara mengunggah Google Drive terlampir.
c. Kepala sekolah membuat surat pernyataan tentang kebenaran peserta didik
sebagai peserta didik dari sekolah yang Bapak/Ibu pimpin di atas materai Rp.
10.000,00 (format terlampir). Surat Pernyataan tersebut diunggah pada laman
aplikasi menu lomba.
d. Dokumen-dokumen dibuat dalam format pdf dan diberi nama file:
NISN_Asal Provinsi_Nama Lomba.
4. Petunjuk Pelaksanaan Lomba Lompat Jauh
a. Peralatan: Lapangan lompat jauh (bak pasir/tempat pendaratan berpasir,
lintasan dan ada pembatas lompatan/papan tolak), tongkat penanda hasil
lompatan, alat tulis, papan alas, alat untuk meratakan pasir, dan meteran
(jenis meteran ditentukan dalam TM).
b. Ketentuan Pelaksanaan:
1) Peserta berdiri di belakang garis yang ada pada papan tolakan.
2) Peserta mengambil ancang – ancang lalu melakukan lompatan ke
depan sejauh mungkin.
3) Peserta diberikan kesempatan melompat sebanyak 3 kali.
4) Hasil dari 3 kali melakukan lompatan diambil yang terjauh.
5) Pendamping mencatat jarak antara garis start lompatan dengan
anggota badan yang terdekat ke garis start.
6) Pada saat pengukuran, video harus jelas memperlihatkan proses dan
jarak pada meteran.
7) Lompatan dinyatakan gagal, apabila:
a) Saat menumpu, menyentuh tanah setelah garis batas tumpuan
dengan bagian tubuh yang manapun, baik sewaktu ancang-ancang
ataupun pada saat akan melompat; atau
b) Bertumpu dari luar ujung balok tumpuan, baik sebelum atau
pada perpanjangan garis batas tumpuan; atau
c) Menyentuh tanah antara garis tumpuan dan tempat pendaratan;
atau
d) Melakukan gerakan semacam salto pada saat melakukan
awalan/ancang-ancang ataupun saat melompat; atau

27
e) Saat mendarat, menyentuh tanah di luar tempat pendaratan lebih
dekat ke garis tumpuan daripada bekas terdekat yang terjadi di
pasir; atau
f) Setelah selesai melompat, berjalan kembali lewat tengah tempat
pendaratan

5. Penilaian

Lompatan terjauh/anggota badan yang terdekat ke garis tolakan.

6. Pemenang
1) Pemenang yaitu Juara I, II dan III, yang diambil dari urutan lompatan terbaik dari
seluruh peserta.
2) Dalam menentukan pemenang, apabila ada hasil lompatan yang sama (tie)
ditentukan dengan melihat hasil lompatan terbaik kedua, bila masih sama (tie)
akan dilihat lompatan terbaik ketiga.
3) Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa:
a) Medali
b) Sertifikat/Piagam
c) Uang Pembinaan

7. Perangkat Perlombaan
Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2025 ditentukan oleh panitia
O2SN dengan rincian sebagai berikut:
1) Technical Delegate
2) Juri 1
3) Juri 2
4) Juri 3
5) Juri Pengolah Data
6) Juri Keabsahan

8. Jadwal Pelaksanaan

No Kegiatan Waktu Keterangan

1 Seleksi Maret – Mei 2025 Ditentukan sekolah


tingkat
sekolah
2 Registrasi April – Mei 2025 Website panitia pusat
online
3 Seleksi April – Juni 2025 Ditentukan oleh
tingkat kecamatan/kabupaten/kota
28
kecamatan/ka
bupaten/kota

4 Seleksi tingkat Juli 2025 Penyelenggaraan oleh Dinas


provinsi Pendidikan Provinsi
5 Tes Keabsahan Juli 2025 Penilaian oleh juri keabsahan

6 Pengumuman Juli 2025 Via aplikasi registrasi


HasilTes
Keabsahan
7 Technical Meeting 1 Agustus 2025 Video conference

8 Unggahan dokumen, 1 s.d. 10 Agustus 2025 diterima oleh Panitia paling


dan pengiriman hasil lambat Juni 2025
karya
9 Penilaian O2SN 18 – 23 Agustus 2025 Penilaian oleh Juri Lomba
Disabilitas Tingkat
Nasional
10 Pengumuman Virtual Ceremony
Pemenang
Jadwal dapat berubah sesuai situasi dan kondisi. Bila ada perubahan jadwal
akan diberitahukan segera.

9. Penutup
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan
kemudian secara musyawarah pada technical meeting dan apabila ada keraguan
lebih baik ditentukan sebelum perlombaan dimulai agar perlombaan atletik nomor
lompat jauh tanpa awalan pada O2SN tahun 2025 terlaksana dengan lancar.

Lampiran
1. Tahapan Melakukan Lompatan

1 2 3

29
4 5 6

2. Format Penilaian
FORMAT PENILAIAN LOMBA LOMPAT JAUH TANPA AWALAN

FORMAT PENILAIAN

Lompatan 1 Lompatan 2 Lompatan 3

Lompatan Terbaik

PENILAIAN PERLOMBAAN LOMPAT JAUH TANPA AWALAN

Lompatan (dalam cm)


No Nama Provinsi Nilai Ranking
1 2 3

30
4

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

31
29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

, Agustus 2025

Perangkat Perlombaan Tanda Tangan

Technical Delegate
(…………………………………………………)

Juri 1
(…………………………………………………)

Juri 2
(…………………………………………………)

Juri 3
(…………………………………………………)

Juri Pengolah Data


(…………………………………………………)

32
B. BULU TANGKIS
1. Persyaratan Peserta
b. Peserta didik putra dengan jenis kekhususan Tuna Daksa standing kaki
pada satuan pendidikan khusus jenjang SMPLB/SMALB atau satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif (SMP/SMPLB/Paket B
SMA/SMK/Paket C).
c. Peserta lahir setelah 1 Juni 2002
d. Kegiatan lomba dilaksanakan di lapangan bulutangkis di daerah masing-
masing peserta.
e. Setiap Provinsi bisa mengirimkan maksimal 2 perwakilan peserta.

2. Materi
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final.
b. Peserta membuat satu video yang berisi aktivitas tes keterampilan bulu
tangkis sebagai berikut.
1) Melambung-lambungkan shuttlecock.
2) Wall pass.
3) Servis pendek.
4) Servis Panjang.
c. Pembuatan video harus didampingi oleh 3 orang pendamping yang terdiri dari
: 1 orang pengarah tes, 1 orang pemegang timer dan penghitung, 1 orang
pengambil video.
d. Peserta harus memakai pakaian olahraga.

3. Teknik Pelaksanaan
a. Peserta melaksanakan registrasi daring pada laman aplikasi O2SN-
Disabilitas: [Link]

b. Ketentuan perekaman video:


1) Video direkam dengan menggunakan handphone (Hp) yang beresolusi
cukup dengan satu kali pengambilan (one shoot) tanpa terpotong-
potong.
2) Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 video.
3) Peserta mengirimkan 1 (satu) buah video yang berisi aktivitas tes
keterampilan bulu tangkis sesuai dengan tutorial.
33
4) Video diawali perkenalan identitas peserta dengan menyebutkan nama
lengkap, asal sekolah, kota dan provinsi, serta kategori yang diikuti,
kemudian peserta melakukan tes keterampilan bulu tangkis.
Contoh narasi:

Selamat pagi/siang/sore, saya (nama lengkap), saya sekolah di

(sebutkan nama sekolah), kota (sebutkan nama kota), provinsi

(sebutkan nama provinsi), akan mengikuti lomba keterampilan bulu


tangkis.

5) Video aktivitas tes keterampilan bulu tangkis berdurasi maksimal 5


menit.
6) Video diunggah pada Google Drive dan diberi judul:
nama peserta_asal provinsi_nama lomba_ SMPLB/SMALB -O2SN-
Disabilitas2025.
7) Peserta wajib mengirim tautan Google Drive pada portal
aplikasimenu lomba.
8) Tautan Google Drive dibuat tidak private/restricted.
9) Panduan cara mengunggah Google Drive terlampir.
c. Kepala sekolah membuat surat pernyataan tentang kebenaran peserta didik
sebagai peserta didik dari sekolah yang Bapak/Ibu pimpin di atas materai
Rp. 10.000,00 (format terlampir). Surat Pernyataan tersebut diunggah pada
laman aplikasi menu lomba.
d. Dokumen-dokumen dibuat dalam format pdf dan diberi nama file:
NISN_Asal Provinsi_Nama Lomba.

2. Petunjuk Pelaksanaan

a. Melambung-lambungkan shuttlecock.
1) Tujuan : Mengukur keterampilan dasar bermain bulu tangkis
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock.
3) Pelaksanaan
a) Peserta berdiri memegang raket dan shuttlecock dengan salah satu
kaki di depan.
b) Peserta melambung-lambungkan shuttlecock dengan gerakan tangan
bolak-balik antara forehand dan backhand.
c) Pendamping mencatat jumlah shuttlecock yang dilambungkan oleh
peserta selama 30 detik.

34
b. Wall pass
1) Tujuan : Mengukur keterampilan bermain bulutangkis.
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock, bidang datar (dinding tembok)
3) Pelaksanaan :
a) Pendamping membuat garis lurus horisontal setinggi 1,5 meter
pada dinding.
b) Pendamping membuat garis horisontal dengan jarak 2 meter dari
dinding sebagai pembatas pada waktu peserta melakukan pukulan
ke dinding (wall pass).
c) Peserta berdiri di belakang garis dan berdiri menghadap ke dinding
dengan jarak 2 meter.
d) Pukulan peserta yang dihitung adalah pukulan peserta yang
sasarannya di atas garis lurus horisontal setinggi 1,5 meter.
e) Pendamping mencatat jumlah pukulan ke dinding yang dilakukan
oleh peserta selama 30 detik.
c. Servis Pendek
1) Tujuan : Mengukur keterampilan Bermain Bulu tangkis
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri memegang raket dan shuttlecock dengan
salah satutungkai di depan.
b) Peserta melakukan servis pendek ke arah sasaran dengan kaidah
dan aturan servis pendek yang benar sebanyak 5 kali.
c) Pendamping mencatat jumlah servis yang masuk ke sasaran.

d. Servis Panjang
1) Tujuan : Mengukur keterampilan bermain bulu tangkis.
2) Peralatan : Raket dan shuttlecock.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri memegang raket dan shuttlecock dengan
salah satu tungkai di depan.
b) Peserta melakukan servis panjang ke arah sasaran dengan kaidah
dan aturan servis panjang yang benar sebanyak 5 kali.
c) Pendamping mencatat jumlah servis yang masuk ke sasaran.

4. Penilaian

35
Nilai akhir adalah gabungan nilai dari setiap item tes berikut ini:

a. Jumlah melambungkan-lambungkan shuttlecock selama 30 detik.


b. Jumlah wall pass selama 30 detik.
c. Total pukulan yang masuk pada sasaran.
d. Hasil dari 3 item di atas, dijumlahkan dan diambil nilai yang terbanyak.

Melambung-lambungkan shuttlecock Passing ke


dinding

107 Cm

97
Cm

76
C
m

36
Sasaran servis pendek Sasaran servis panjang 55 Cm

e. Format Penilaian Tes Keterampilan Bulu Tangkis

3. Pemenang

a. Pemenang yaitu Juara I, II, dan III hasil ranking terbaik dari seluruh
video peserta.

b. Pemenang berhak mendapatkan apresiasi berupa medali, sertifikat


dan uang pembinaan.
4. Perangkat Perlombaan
Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2025 ditentukan oleh panitia
O2SN dengan rincian sebagai berikut:
1) Technical Delegate
2) Juri 1
3) Juri 2
4) Juri 3
5) Juri Pengolah Data
6) Juri Keabsahan

5. Jadwal Pelaksanaan
6.
No Kegiatan Waktu Keterangan
1 Seleksi 21-26 Juli 2025 Ditentukan BPTI secara
tingkat daring
provinsi
2 Registrasi online April- Mei 2025 Website Panitia pusat

3 Tes Keabsahan Juli 2025 Penilaian oleh juri keabsahan

4 Pengumuman Juli 2025 Via aplikasi registrasi


HasilTes
Keabsahan
5 Technical Meeting 1 Agustus 2025 Video conference

37
6 Unggahan dokumen, 1 s.d. 10 Agustus 2025 diterima oleh Panitia paling
dan pengiriman hasil lambat Juni 2025
karya
7 Penilaian juri 18-23 Agustus 2025 Penilaian oleh Juri Lomba

8 Pengumuman Virtual Ceremony


Pemenang
Jadwal dapat berubah sesuai situasi dan kondisi. Bila ada perubahan jadwal,
akandiberitahukan segera.

Format Penilaian Juri

No Nama Sekolah Provinsi Juri 1 Juri 2 Juri 3 Total


Peserta

38
..........Agustus2025

Technical Delegate

Juri 1

Juri 2

Juri 3

Juri Data

39
C. TENIS MEJA
1. Persyaratan
a. Peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Disabilitas Tahun 2025
adalah Peserta didik berkebutuhan khusus/peserta didik PUTRA penyandang
disabilitas Tuna daksa A6 (putus satu lengan atas siku sampai dengan siku)
yang tercatat sebagai peserta didik pada satuan pendidikan khusus jenjang
SMP/SMPLB/Paket B/ SMA/SMALB/SMK/SMKLB/PAKET C atau satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif.
b. Peserta lahir setelah 1 Juni 2002
c. Kegiatan lomba dilaksanakan di rumah/tempat tinggal/sekolah masing-masing
peserta.
d. Setiap Provinsi bisa mengirimkan maksimal 2 perwakilan peserta.

2. Materi Lomba
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final.
b. Peserta membuat satu video yang berisi aktivitas keterampilan tenis meja
sebagai berikut.
1) Melambungkan-lambungkan bola dengan bet.
2) Melakukan wallpass (forehand/backhand).
3) Melakukan servis forehand/backhand.
c. Pendamping dapat membantu proses pembuatan video.
d. Peserta memakai pakaian olahraga.

3. Teknik Pelaksanaan
a. Peserta melaksanakan registrasi daring pada laman aplikasi
[Link]
b. Ketentuan perekaman video:
1) Menggunakan Kamera Handphone (Hp)/Smartphone dengan satu kali
pengambilan (one shoot) tanpa terpotong-potong atau ada jeda.
2) Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 video.
3) Pendamping mengirimkan 1 (satu) buah video yang berisi proses
keterampilan tenis meja sesuai dengan tutorial.
4) Video diawali perkenalan identitas peserta dengan menyebutkan nama
lengkap, asal sekolah, kota dan provinsi, serta kategori yang diikuti,
kemudian peserta melakukan kegiatan keterampilan tenis meja sesuai tutorial.
Contoh narasi:

40
Selamat pagi/siang/sore, saya (nama lengkap), saya sekolah di (sebutkan
nama sekolah), kota (sebutkan nama kota), provinsi (sebutkan nama
provinsi), akan mengikuti lomba keterampilan tenis meja.
5) Video aktivitas keterampilan tenis meja berdurasi maksimal 5 menit.
6) Video diunggah pada Google Drive dan diberi judul:
nama peserta_asal provinsi_nama lomba_ (jenjang)-O2SN-PDD 2025.
7) Peserta wajib mengirim tautan Google Drive pada portal aplikasi menu
lomba.
8) Tautan Google Drive dibuat tidak private/restricted.
9) Panduan cara mengunggah Google Drive terlampir.
c. Kepala sekolah membuat surat pernyataan tentang kebenaran peserta didik
sebagai peserta didik dari sekolah yang Bapak/Ibu pimpin di atas materai Rp.
10.000,00 (format terlampir). Surat Pernyataan tersebut diunggah pada laman
aplikasi menu lomba.
d. Dokumen-dokumen dibuat dalam format pdf dan diberi nama file: NISN_Asal
Provinsi_Nama Lomba.

4. Petunjuk Pelaksanaan
a. Melambungkan-lambungkan bola dengan bet selama 30 detik
1) Tujuan : a) Mengukur koordinasi mata dan tangan
b) Mengukur keterampilan dasar bermain tenis meja
2) Peralatan : Bet dan bola tenis meja
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri memegang bet dan bola tenis meja.
b) Guru pembimbing memberikan aba-aba mulai sambil menghidupkan
stopwatch.
c) Peserta melambung-lambungkan bola sebanyak mungkin dengan bet
selama 30 detik.
d) Bila bola jatuh dan waktu masih ada, boleh diganti dengan bola yang lain.
e) Guru pembimbing menghitung jumlah lambungan selama 30 detik,
setelah 30 detik guru pembimbing memberi aba-aba stop.
4) Nilai/skor : catat banyaknya jumlah lambungan bola selama 30 detik.
b. Melakukan wall pass forehand selama 30 detik.
1) Tujuan : Mengukur keterampilan teknik forehand.
2) Peralatan : Meja tenis (sebagai dinding), bet, dan bola tenis meja.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri dekat setengah meja tenis sebagai lapangan, dan
setengah meja tenis sebagai dinding pantulan. (lihat gambar).

41
b) Peserta memegang bet dan bola siap – siap melakukan forehand.
c) Setelah ada aba-aba mulai dari guru pembimbing peserta melakukan
pukulan forehand selama 30 detik.
d) Bila bola jatuh dan waktu masih ada, boleh diganti dengan bola yang
lain.
e) Guru pembimbing menghitung jumlah pantulan selama 30 detik,
setelah 30 detik guru pembimbing memberi aba-aba stop.
f) Nilai/skor : catat banyaknya jumlah pantulan bola selama 30 detik.

c. Melakukan wall pass backhand selama 30 detik.


1) Tujuan : Mengukur keterampilan backhand.
2) Peralatan : Meja tenis (sebagai dinding), bet, dan bola tenis meja.
3) Pelaksanaan :
a) Peserta berdiri dekat setengah meja tenis sebagai lapangan dan setengah
meja tenis sebagai dinding pantulan (lihat gambar).
b) Peserta memegang bet dan bola siap – siap melakukan backhand
c) Setelah ada aba-aba mulai dari guru pembimbing Peserta melakukan
pukulan backhand selama 30 detik.
d) Bila bola jatuh dan waktu masih ada, boleh diganti dengan bola yang
lain.
e) Guru pembimbing menghitung jumlah pantulan selama 30 detik,
setelah 30 detik guru pembimbing memberi aba-aba stop.
4) Nilai/skor : catat banyaknya jumlah pantulan bola selama 30 detik.
d. Melakukan servis forehand sebanyak 5 kali.
1) Tujuan : mengukur kemampuan keterampilan servis forehand
2) Peralatan : lapangan tenis meja yang sudah diatur polanya (lihat
gambar), net,bet, dan bola tenis meja.
3) Pelaksanaan : Peserta berdiri di sisi kanan meja dengan memegang bet
dan bola.
4) Lakukan servis forehand sebanyak 5 kali.
5) Pendamping mengarahkan agar bola jatuh pada sasaran dengan nilai yang
tinggi.
6) Nilai/Skor : jumlah skor forehand dari 5 kali kesempatan.
e. Melakukan servis backhand sebanyak 5 kali.
1) Tujuan : mengukur kemampuan keterampilan servis backhand
2) Peralatan : lapangan tenis meja yang sudah diatur polanya (lihat
gambar), net,bet, dan bola tenis meja.
3) Pelaksanaan:

42
a) Peserta berdiri di sisi kanan meja dengan memegang bet dan bola.
b) Lakukan servis backhand, sebanyak 5 kali.
c) Pendamping mengarahkan agar bola jatuh pada sasaran dengan nilai
yang tinggi.
4) Nilai/skor : jumlah skor backhand dari 5 kali kesempatan.

5. Penilaian
a. Jumlah melambung-lambungkan bola selama 30 detik.
b. Jumlah wall pass forehand dan backhand selama 30 detik.
c. Jumlah skor 5 kali kesempatan servis backhand dan forehand.
d. Hasil dari 3 item di atas, dijumlahkan dan diambil nilai yang terbanyak.

Melambung-lambungkan bola Wall Pass

Servis Forehand/Backhand

43
6. Pemenang
a. Pemenang yaitu Juara I, II, dan III hasil ranking terbaik dari seluruh video
peserta.
b. Pemenang berhak mendapatkan apresiasi berupa medali, sertifikat dan uang
pembinaan.

7. Perangkat Perlombaan
Petugas perlombaan yang bertugas pada O2SN Tahun 2025 ditentukan oleh panitia
O2SN dengan rincian sebagai berikut:
a. Technical Delegate
b. Juri 1
c. Juri 2
d. Juri 3
e. Juri Pengolah Data
f. Juri Keabsahan

8. Jadwal Pelaksaan
No Kegiatan Waktu Keterangan
1 Seleksi tingkat provinsi 21 s.d. 26 Juli 2025 Penyelenggaraan oleh
Dinas Pendidikan Provinsi
2 Registrasi online April s.d. Mei 2025 Berkas persyaratan
diunggah pada aplikasi
registrasi
3 Tes Keabsahan 15 s.d. 16 Agustus 2025 Penilaian oleh juri
keabsahan
4 Pengumuman Hasil Tes 16 s.d. 17 Agustus 2025 Via aplikasi registrasi
Keabsahan
5 Technical Meeting 18 s.d.19 Agustus 2025 Video conference
6 Unggahan dokumen, dan Juni s.d. Juli 2025 diterima oleh Panitia paling
pengiriman hasil karya lambat tanggal 18
September 2021
7 Penilaian juri 18 s.d 23 Agustus 2025 Penilaian oleh Juri Lomba
8 Pengumuman Pemenang 23 Agustus 2023 Virtual Ceremony
Jadwal dapat berubah sesuai situasi dan kondisi. Bila ada perubahan jadwal, akan
diberitahukan segera.

44
9. Scoring Sheet
FORMAT PENILAIAN LOMBA TENIS MEJA
Nama Atlet : Asal Sekolah :
Kontingen :

FORMAT PENILAIAN

Melambungkan Wall Pass Wall Pass Servis Forehand Servis Backhand


Bola Forehand Backhand
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

45
D. BOCCE

1. Persyaratan
a. Peserta didik putri dan putra dengan jenis
kekhususan down syndrome pada satuan
pendidikan khusus jenjang SDLB atau satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif
(SD/Paket A).
b. Peserta lahir setelah 1 Juni 2009.
c. Peserta & pendamping wajib memakai pakaian olahraga
2. Materi
a. Lomba dilaksanakan satu tahap penilaian dan bersifat final
b. Peserta membuat satu video yang berisi aktivitas
melempar bola Bocce ke bola Palina dengan jarak
sebagai berikut.
1) Jarak I : 5 m (Batas garis awal melempar bola Bocce ke bola
Palina)

46
2) Jarak II : 7 m (Batas garis awal melempar bola Bocce ke bola
Palina)

3) Jarak III : 9 m (Batas garis awal melempar bola Bocce ke bola


Palina)

47
3. Teknik Pelaksanaan
a. Ketentuan perekaman video:
1) Pengambilan video menggunakan kamera
handphone atau kamera lainnya.
2) Pengambilan video dilakukan satu kali (oneshot)
3) Urutan video sebagai berikut:
a) Pembuktian jarak lapangan
Pendamping memperlihatkan
pengukuran jarak 5 m, 7 m, dan 9 m.
b) Perkenalan identitas peserta
Menyebutkan nama lengkap, asal
sekolah, kota, dan provinsi. Contoh
narasi:
Selamat pagi/siang/sore, saya (nama
lengkap), saya sekolah di (sebutkan nama
sekolah), kota (sebutkan nama kota),
provinsi (sebutkan nama provinsi), akan
mengikuti lomba Bocce.
c) Pelemparan dan pengukuran jarak bola
1) Peserta melempar dari jarak 5 m dan

48
pendamping langsung melakukan
pengukuran dan mencatatnya.
2) Peserta melempar dari jarak 7 m dan
pendamping langsung melakukan
pengukuran dan mencatatnya.
3) Peserta melempar dari jarak 9 m dan
pendamping langsung melakukan
pengukuran dan mencatatnya.
d) Pengukuran jarak bola bocce dan bola palina
1) Penetapan angka/ skor didapat dengan cara melihat
dan mengukur
jarak antara bola bocce dan bola
palina yang dicatat dalam satuan
centimeter (cm).

2) Pengukuran dilakukan dari bagian tengah atas bola


bocce dan
bagian tengah atas bola palina.

e) Pencatatan hasil pengukuran.


Pendamping mencatat hasil pengukuran
dari jarak 5 m, 7 m, dan 9 m pada
formulir yang sudah disediakan.
4) Video berdurasi maksimal 5 menit.

49
b. Kepala sekolah membuat surat pernyataan tentang
kebenaran sebagai peserta didik dari sekolah
yang Bapak/Ibu pimpin di atas materai Rp.
10.000,00 (format terlampir). Surat Pernyataan
tersebut diunggah pada

4. Perlengkapan Lomba
a. Lapangan :
Lapangan rumput/ rumput sintetis/ pasir/
tanah atau karpet dengan
permukaan yang datar dan ukuran yang
disesuaikan.
b. Bola bocce dengan diameter 107 mm – 110 mm dan berat 900
gr – 1.200 gr.
c. Bola Palina dengan diameter antara 48 mm – 63 milimeter dan
warna
yang berbeda dengan bola bocce.

d. Meteran roll untuk mengukur jarak lapangan.


e. Meteran metal/besi untuk mengukur jarak bola.
f. Alat tulis.
5. Penilaian
a. Juara ditentukan oleh perolehan total jarak terkecil
b. Formulir penilaian sebagai berikut:

50
KOP SURAT SEKOLAH

No Jarak Lemparan Jarak Bola Bocce ke Bola Palina


(Cm)
1 5 meter ………
2 7 meter ………

3 9 meter ………

Total ……….

Kepala sekolah
Pendamping

…………………………
………………………

51
52

Anda mungkin juga menyukai