02/11/23
Distribusi Probabilitas Normal
Maharani Pertiwi K.
CPMK
• Memahami dan mengerti makna distribusi probabilitas Normal (kontinue)
1
02/11/23
Outline
• Karakteristik Distribusi Normal ( Kontinue)
• Jenis-jenis Distribusi Normal
• Distribusi Normal Baku/ Standard
• Luas Dibawah Kurva Normal
• Penerapan Distribusi Normal
• Pendekatan Normal Terhadap Binomial
• Faktor Koreksi Kontinuitas
• Tabel Distribusi Normal
• Pengenalan Software
Distribusi Kontinue
• Distribusi probabilitas kontinus à variabel acak yang bersifat continueà hasil dari pengukuran (luas,
volume, jarak, berat)
a. Distribusi probabilitas normal
b. Distribusi probabilitas seragam
2
02/11/23
Karakteristik distribusi probabilitas Normal
• Dipopulerkan oleh Carl Fredreich Gauss
• Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai analisis statistik dan kebanyakan pengujian hipotesis
mengasumsikan normalitas suatu data.
Karakteristik distribusi probabilitas Normal
Kurva normal bersifat simetris
Dua bagian yang identik
Ujung Ujung
Secara teoritis, perpanjangan Secara teoritis, perpanjangan
kurva mencapai −∞ kurva mencapai + ∞
Rata-rata, median,
dan Modusnya
sama
3
02/11/23
Karakteristik distribusi probabilitas Normal
• Kurva distribusi normal memiliki puncak tunggal dan berbentuk seperti lonceng
• Rata-ratanya terletak di tengah distribusi dan distribusinya simetris di sekitar garis tegak lurus yang
ditarik melaui rata-rata à Kurva simetris pada nilai μ (Luas daerah kanan = Luas daerah kiri)
• Luas seluruh daerah di bawah kurva adalah 1 (Domainnya: −∞ <" < ∞)
Karakteristik distribusi probabilitas Normal
• Distribusi normal memiliki parameter berupa mean (μ) dan simpangan baku (s atau σ).
• Nilai rata –rata = median = modus (μ= Md= Mo)
• Semakin besar σ (simpangan baku) maka semakin lebar kurva
• Kedua ekor kurva memanjang tak terbatas dan tak pernah memotong sumbu horizontal
• Keterangan:
Kira-kira 68,26% dari data observasi berada antara μ-σ dan μ+σ
Kira-kira 95,44% dari data observasi berada dalam daerah μ-2σ dan μ+2σ
Kira-kira 99,74% dari data observasi berada dalam daerah μ-3σ dan μ+3σ
4
02/11/23
Jenis-jenis distribusi Normal
• Tiga kurva distribusi normal yang memiliki mean (μ) yang sama namun simpangan baku (σ ) yang
berbeda
Contoh
Jenis-jenis distribusi Normal
• Tiga kurva distribusi normal yang memiliki mean (μ) yang berbeda namun simpangan baku (σ ) yang
sama
5
02/11/23
Jenis-jenis distribusi Normal
• Tiga kurva distribusi normal yang memiliki mean (μ) dan simpangan baku (σ ) yang berbeda
Distribusi probabilitas Normal Standard
• Cara menghitung probabilitas distribusi kontinyu dilakukan dengan jalan menentukan luas di bawah kurva à tetapi fungsi
frekuensi tidak memiliki integral yang sempurna à sehingga probabilitasnya dihitung dengan menggunakan distribusi normal
standar.
• Untuk mengubah distribusi normal umum menjadi distribusi normal standar, gunakan nilai Z (standar unit)
• Kurva dari distribusi normal standar à kurva normal yang sudah dirubah menjadi distribusi niai Z (zero), dimana distribusi
tersebut akan mempunyai μ = 0, dan deviasi standar ! = 1.
6
02/11/23
Luas dibawah kurva Normal
Transformasi dari Nilai X ke Z
• Nilai Z à angka yang menunjukkan penyimpangan suatu nilai variabel (x) dari mean (μ) dihitung dalam satuan
simpangan baku (!)
" #μ
• Rumus: z =
!
Z : variabel normal standar
X : nilai variabel acak
μ : rata-rata distribusi normal
σ : standar deviasi distribusi normal
Nilai Z à diperoleh daerah atau probabilitas yang terletak dalam kurba
normal dengan mengacu pada tabel distribusi normal.
Tabel distribusi Normal
• Contoh: Hitunglah P(Z<1,25)
Penyelesaian: Pada tabel, carilah angka 1,2 pada kolom paling kiri à cari angka 0,05 pada baris paling
atas.
Luas daerah yang
diarsir 89,44% dari
luas Kurva norma
keseluruhan
7
02/11/23
Tabel distribusi Normal
• Tabel Z Distribusi Normal
Latihan
Honor mingguan seorang wartawan di sebuah media menngikuti distribusi probabilitas normal dengan rata-rata 1 juta
rupiah dan standar deviasi 100 rb.
a. Berapa nilai Z untuk honor seorang wartawan yang mendapatkan Rp. 1.150.000 per minggu?
b. Berapa nilai Z untuk seorang wartawan yang mendapatkan honor Rp. 875.000 per minggu?
8
02/11/23
Luas dibawah kurva Normal
• Mencari luas di bawah kurva
sebelah kanan Z = 1,64 è
P(Z≥1.64)
Luas daerah dibawah kurva di sebelah
kanan Z=1.64 sama dengan 1 dikurangi
luas area dalam tabel Normal (yaitu di
sebelah kiri Z=1.64), sehingga sama
dengan 1-0,9495=0,0505)
Luas dibawah kurva Normal
• Contoh: Suatu distribusi normal mempunyai mean 60 dan standar deviasi 12. Hitunglah luas kurva
normal antara x1=68 dan x2=84.
Penyelesaian: x-µ 68 - 60
z1 = = = 0,67
s 12
x-µ 84 - 60
z2 = = = 2,0
s 12
P(68 ≤ x ≤ 84)= P(0,67 ≤ Z ≤ 2,00)= 0,9772-0,7486 = 0,228
9
02/11/23
Luas dibawah kurva Normal
• Contoh: Dari 100 responden didapat harga rata-rata untuk angket motivasi kerja = 75 dengan
simpangan baku = 4.
a. Berapa jumlah responden yang mendapat nilai 80 ke atas?
b. Berapa nilai responden yang dapat dikualifikasikan 10 % dari nilai tertinggi?
Penyelesaian:
a. Z = (80 – 75)/4
= 1,25 dari tabel kurva normal didapat luas ke kanan = 10,56%. Jadi jumlah responden = 10,56% x 100 = 11 orang
b. Batas kualifikasi 10% tertinggi = 50% - 10% = 40% dari tabel diperoleh 1,28. karena SD tertinggi 4, maka untuk 1,28SD =
1,28 x 4 = 5,12. jadi skor tertinggi = 75 + 5,12 = 80,12
Penerapan Distribusi Normal Baku
• Banyak masalah yang diselesaikan dengan distribusi normal, seperti beberapa contoh berikut ini:
Contoh 1: Rata-rata jarak tempuh bus pada suatu perusahaan travel yaitu 5000 km perbulan dan standar deviasinya
1200 km yang mengikuti sebaran normal. Berapakah probabilitas bus menempuh jarak antara 3400 km dan 6500 km
dalam 1 bulan?
Jadi probabilitas bus menempuh
Penyelesaian: jarak antara 3400 km dan 6500
km dalam 1 bulan yaitu 0,8026
10
02/11/23
Pendekatan Normal terhadap Binomial
• Pada distribusi binomial à jika n semakin besar à distribusi semakin mendekati dan dekar dengan distribusi normal.
n=1
n=3
P (X)
n = 20
Jumlah kejadian Jumlah kejadian Jumlah kejadian
Pendekatan Normal terhadap Binomial
• 4 Kriteria yang harus dipenuhi:
1. Hanya ada 2 hasil yang saling lepas pada suatu ekspeimen “keberhasilan” dan “kegagalan”
2. Distribusi diperoleh dari menghitung angka keberhasilan dalam sejumlah percobaan.
3. Probabilitas suatu keberhasilan, tetap sama dari percobaan ke percobaan
4. Setiap percobaan saling bebas
Faktor Koreksi Kontinuitas
( X i ± 0,5) - µ µ= n. p
Zi =
¶ != √ n.p.q
11
02/11/23
Faktor Koreksi Kontinuitas
• Nilai 0,5 dikurangkan atau dijumlahkan, bergantung pada kasusnya, pada suatu nilai tertentu ketika
probabilitas diskrit (binomial) diaproksimasi oleh distribusi probabilitas kontinu (normal).
• Cara menerapkan faktor koreksi:
1. Untuk probabilitas sedikitnya X terjadi, gunakan area di atas (X – 0,5)
2. Untuk probabilitas bahwa lebih dari X terjadu, gunakan area di atas (X + 0,5)
3. Untuk probabilitas bahwa X atau kurang darinya terjadi, gunakan area di bawah (X + 0,5)
4. Untuk probabilitas bahwa kurang dari X terjadi, gunakan area di bawah (X - 0,5)
Faktor Koreksi Kontinuitas
• Contoh: Probabilitas seorang peserta lomba menyelesaikan tantangan adalah 0,4. Jika total peserta adalah 100, makan berapa
probabilitas paling sedikit dari 30 orang yang mampu bertahan menyelesaikan tantangan?
Peneyelesaian:
n = 100 X = 30 p =0,4
Apabila digunakan kurva normal:
μ = np = 100(0,4) =40
! = "# 1 − # = 4,899
+,,- ./0
Z= /,1,,
= -2,14
P(X<30) ≈P(Z<-2.14)=0,0162
12
02/11/23
Faktor Koreksi Kontinuitas
• Contoh: Besarnya probabilitas untuk memperoleh 4 buah permukaan Angka (A) dalam 10 kali pelambungan mata uang logam,
dapat dihitung:
Peneyelesaian:
Luasnya masing-masing 0,3289 dan 0,1255.
n = 10 X=4 p=½
Jadi luas 3,5 sampai 4,5 = 0,3289-0,1255=0,2034
!"
P(4;10) = ( # )(1/2)4(1/2)6=0,2051
Apabila digunakan kurva normal:
Perbedaan antara haisl menggunakan rumus binomial dengan
Μ = np = 10(1/2) =5
kurva normal standar adalah 0,2051-0,2034 = 0,00017
$ = %& 1 − & = 1,58
-,. /.
Z1 = !,.0
= -0,95
#,. /.
Z2 = !,.0
= -0,32
Pengenalan software
MS Excel
• Buka program MS Excel dari Start, pilih MS Excel
• Letakkan kursor pada cell yang ada di sheet MS Excel, dan klik icon fx, atau klik icon insert dan pilih fx function
• Pilih statistical pada function category dan pilih Normdist pada function nama, Anda tekan OK.
13
02/11/23
Pengenalan software
MS Excel
• Bila menggunakan tabel Z, probabilitas adalah luas daerah yang diarsir, yaitu dari Z=0 ke kanan kurva (infiniti
positif).
• Sedangkan dengan MS Excel, probabilitas adalah luas daerah dari kiri kurva (infiniti negatif) ke kanan (sampai nilai
X yang dimaksud).
TERIMA KASIH
14